Aku kehilanganmu...

Aku kehilangan duniaku...

Jadi apakah aku masih harus bertahan dengan semuanya...

Katakan padaku , Jawablah aku...

RAIN AND WINTER

happy reading HHHS

"Sehun, Kumohon jangan seperti ini"

"Kau tahu Kai mimpiku kali ini mengapa begitu buruk"

"Sehun"

"Kenapa begini , Kenapa...A-apa Luhan membenciku atau dia sudah tidak mencintaiku"

"Sehun..-"

"Lu kenapa , Katakan padaku Lu aku butuh jawaban ..-Lu kenapa kau diam..Lu-..LUHANNNNNNN~"

Aku berpikir kenapa Tuhan hanya memberikan luka padaku

Apa aku sebegitu berdosakah selama ini

Kenapa Tuhan mengambilmu, mengapa Tuhan mengambil hidupmu

FLASHBACK

Tes

Tes

Pria cantik itu mendongak menatap langit saat butiran-butiran air hujan mulai berjatuhan. bibirnya mengerucut lucu sambil mendudukan tubuhnya di bangku halte seorang diri.

"Uh! Lulu tidak bawa payung kenapa sekarang turun hujan" gerutunya imut. untung saja ia memakai jaket lumyan tebal untuk melindungi tubuh kecilnya dari dinginnya udara.

"ish! Aku basah"

Luhan kecil menolehkan kepalanya saat mendengar suara orang lain di tempatnya berteduh. Matanya mengerjap beberapa kali saat melihat seorang anak laki-laki yang kelihatannya seumuran dengannya itu nampak menepuk-nepuk baju seragamnya yang basah.

Merasa diperhatikan anak laki-laki itu menoleh ke arah dimana Luhan tengah menatapnya dan saat itu pula Luhan segera memalingkan wajahnya yang entah kenapa memerah.

"Hei! Boleh aku duduk di sini?" Tanya Anak laki-laki itu pada Luhan. Luhan mengerjapkan matanya imut sebelum mengangguk.

"Duduklah Um..-"

"Sehun, namaku Sehun"

"Umh! Ya Sehun senang berkenalan dengamu"

Sehun tersenyum hingga matanya membentuk bulan sabit "Sama-sama dan siapa namamu?"

"Aku?" Tunjuk Luhan pada dirinya sendiri dan Sehun mengangguk

"Aku..-aku Luhan, Sehun"

"Nama yang bagus"

Dan hanya dengan beberapa kata yang baru saja di ucapkan Sehun itu mampu membuat pipi gembil Luhan memerah malu.

"Terimakasih"

"Senang bekenalan denganmu"

"Aku juga , kita teman sekarang"

"Eh!"

"Kita teman"

"Ya, Lu mari berteman"

Saat ini kau adalah hal yang paling sulit ku jangkau keberadaannya lagi.

Sehun dan Luhan selalu bersama semenjak hari itu , dimana saling menyebutkan nama mereka saat hujan turun. Mereka memang membuat janji untuk berteman hari itu namun siapa yang tau jika perasaan lebih dari seorang teman tumbuh pada diri mereka masing-masing. Perasaan takut kehilangan , ingin melindungi, dan entahlah semua itu tak dapat di definisikan melalui kata-kata.

12 april

Luhan berjalan terburu-buru dengan sebuah kotak merah muda berukuran sedang di tangannya. Bibirnya membentuk sebuah senyuman manis dengan matanya yang menyipit begitu lucu. Beberapa kali Luhan kecil menghentikan laju langkahnya beberapa kali untuk mengambil nafas.

Sesekali matanya mengedar ke seluruh penjuru taman mencari keberadaan seseorang. Dan ia tersenyum pada akhirnya saat mendapati seorang pria kecil yang sangat tampan duduk dengan sebuah buku ditangannya.

"Sehunnie" Ia memanggil nama itu begitu manja membuat si pemilik nama menoleh dengan cepat dan tersenyum gemas melihat siapa pelaku yang me!anggilnya.

"Kau sudah datang"

"Umh!" Luhan mengangguk dan meletakkan kotak yang ia bawa didepan Sehun yang tengah duduk bersila dibawah salah satu pohon sakura yangsedang berguguran.

"Apa yang kau bawa?" Tanya Sehun melirik kearah kotak yang ada didepannya.

"Tutup mata dulu" Suruh Luhan Lucu.

"Ish! kenapa harus tutup mata"

"Sehunnie kalau kau tidak menutup mata aku akan pergi lagi" Ancam Luhan.

Sehun menghela nafas kalah dan memilih menutup kedua matanya menuruti Luhan "Baiklah , Aku sudah menutup mataku"

"Jangan mengintip"

"Tidak , jadi cepat"

"Ish! dasar tidak sabaran"

Sehun tidak menjawab lagi memilih sedikit membuka matanya hendak mengintik apa yang dilakukan Luhan saat ini.

"Aku bilang jangan mengintip"

"Astaga aku tidak mengintip Lu" Elak Sehun dan kembali menutup rapat-rapat kedua matanya.

"Pembohong yang buruk tadi kau akan mengintip dasar Sehun" Omel Luhan

"Baiklah-baiklah , jadi kapan aku harus membuka mataku Lu kenapa lama sekali" Tanya Sehun lagi. Namun ia mengernyit saat tak mendapat jawaban dari Luhan dan segera membuka matanya. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum tersenyum saat sebuah kotak berukuran lebih kecil dari yang sebelumnya ada didepannya saat ini. Ia mengambil kotak itu dan membaca sebuat catatan kecil diatasnya

"Sehunnie terimakasih sudah menjadi teman Lulu , Lulu sangat menyukai dan menyanyangi Sehun tetap bersama Lulu ya. Selamat ulang tahun ke sepuluh Sehunnie , Semoga Sehun menyukai hadiah dariku aku membuatnya sendiri. sebenarnya tidak Lulu di bantu Mama saat membuatnya :-) "

Tulisannya begitu sederhana meskipun begitu hal itu mampu membuat seorang Sehun yang terkenal sebagai anak pendiam dan irit bicaraitu tersenyum begitu lebar. Ia membuka kotak dan menemukan sebuah syal berwarna putih dengan tulisan inisial HH di pucuk sebelah kanannya.

Ia semakin mengembangkan senyumnya saat Luhan sudah berada di depannya dengan sebuah kue ulang tahun kecil di kedua tangannya jangan lupakan sebuah lilir berbentuk angka sepuluh dan terdapat pula hiasan berbentuk rusa dan beruang disana.

saengil chukahamnida

saengil chukahamnida

saranghaneun uri Sehunnie

saengil chukahamnida

"Sehunnie selamat ulang tahun maaf kalau kuenya jelek dan kecil , Lulu dibantu mama membuatnya untuk Sehunnie" Kata Luhan sedikit tak enak. Sehun diam , bukan karena apa yang dikatakan Luhan tadi tapi ia merasa terlampau bahagia mendapatkan semua ini terlebih dari Luhan.

"Sehunnie tidak suka ya?" Tanya Luhan cemberut , Sehun menggeleng cepat saat menyadari nada kecewa diperkataan Luhan.

"Bukan Lu, Aku sangat menyukainya sungguh terimakasih Lu aku menyukai kue dan hadiahmu" Ucapnya tulus membuat raut wajah Luhan yang cemberut kembali mengembangkan senyuman cerianya

"Kalau begitu ayo tiup lilinya tapi buat permohan dulu"

"Apa harus?"

"Tentu saja"

"Baiklah, permintaanku tahun ini adalah...SEMOGA AKU DAN LUHAN SELALU BERSAMA SELAMANYA DAN AKAN MENIKAH SAAT BESAR NANTI...fuuuuh~"

Sehun meniup lilinnya disertai gelak tawa dari Luhan "Seharusnya permohonanmu itu di ucapkan dalam hati"

Sehun melihat kearah Luhan "Biarkan saja, bukankah leboh baik aku berteriak jadi Tuhan segera mendengarnya dan mengabulkannya dengan cepat"

"Baiklah, Mungkin tahun ini aku juga akan meminta hal yang sama"

"Eh! benarkah"

" Tentu saja kenapa tidak"

"Jadi mau berjanji untuk selalu bersama dan janji untuk menikah saat besar nanti"

"He he he Sehunn~"

"Kenapa tertawa ayo berjanji"

"Iya Sehun aku berjanji"

"Baiklah, janji kita sudah terikat oke! jadi ingat baik-baik"

"Akan aku ingat, jadi lebih baik kita makan saja kuenya bagaimana?"

"Umh! Ayo makan kuenya kelihatannya enak"

Dapatkah lagi ku genggam tangan yang dulu mengikat janji padaku

dapatkah lagi aku memeluk tubuh seseorang yang kucintai lagi

Bisakah?

12 april 6 tahun kemudian

"Ya Tuhan rusa jelek ayo bangun ini sudah siang"

"Luhan ayo bangun kau masih mempunyai 30 menit untuk besiap"

"Luhan akan ku hitung sampai 5 kalau kau tidak bangun akan kucium kau"

"YAK! IYA IYA AKU BANGUN..isshh DASAR MENYEBALKAN" Teriak Luhan dengan cepat mendudukan tubuhnya walaupun dengan mata setengah terpejam di atar ranjang. Sehun yang sedari tadi mengomeli pria cantiknya agar bangun itu tersenyum gemas dan

CUP

YAKK

"Issh..Aku bisa tuli jika kau terus berteriak seperti itu Lu, Lagi pula aku meminta ciuman pagiku" Sehun terkekeh dan segera menurunkan tubuhnya lalu berlari keluar kamar

"DASAR OH SEHUN MESUM"

Sudah lima tahun berlalu semenjak hari ulang tahun Sehun dimana keduanya saling mengikat janji. Luhan ia masih sama , ia tumbuh menjadi remaja yang cantik dan juga cerewet. Berbeda dengan Sehun , ia tumbuh menjadi seorang remaja yang begitu tampan dan memesona setiap orang.

Dari saat itu mungkin terhitung delapan tahun semenjak kejadian berkenalan mereka masih bersama. Hingga saat ini mereka memasuki Sekolah menengah atas dan tentu saja bersama. semenjak menengah pertama mereka memang audah satu sekolah mungkin hanya sekolah dasar yang membuat mereka tak satu sekolah.

"Aku sudah siap!" Seru Luhan senang dan berjalan turun dari lantai dua kamarnya dan Sehun.

"Kesini makan sarapanmu" Suruh Sehun dan meletakan segelas susu dengan beberapa roti didepan Luhan yang sudah duduk di meja makan.

"Lu mana dasimu kau tau kan hari ini uoacara penerimaan siswa baru kau mau di hukum" Omel Sehun saat tak sengaja melihat dasi Luhan yang tidak ada di lehernya.

"Aku membawanya lihat ini" jawab Luhan dan mengambil dasinya dari ransel.

Sehun dan Luhan sudah tinggal berdua dengan izin kedua orang tua mereka. Mengingat rumah keduanya berada jauh dari sekolah mungkin memerlukan waktu yang cukup lama sekita 1 jam. sedangkan rumah yang mereka tempati sekarang adalah rumah pemberian orang tua Sehun karena orang tua Luhan tak sekaya orang tua Sehun yang mampu membelikan rumah sebesar ini hanya dengan menjentikkan jari saja.

Sebenarnya papa Sehun yang membelikannya karena entah kenapa mama Sehun tidak menyukai putra semata wayangnya itu tinggal bersamanya. Atau lebih tepatnya Mama Sehun tak suka padanya.

"Hey! Kenapa melamun"

"Eh!" Luhan mengerjap pelan saat tangan besar Sehun mengelus pipinya sayang. ia menggeleng pelan

"Aku tidak melamun Sehun"

"Pembohong yang buruk"

"Baiklah aku hanya ..Umh! memikirkan bagaimana rasanya sekolah baru kita nanti"

"Benarkah?"

"Ya"

"Baiklah kalau begitu cepat habiskan makananmu aku akan memanasi mobil dulu sebelum berangkat, setelah itu cepat keluar aku menunggu" Kata Sehun

Luhan mengangguk dan tertawa " Iya Sehunnie , kenapa sekarang kau yang lebih cerewet dariku"

"Biarkan saja" Balas Sehun yang juga tertawa sebelum menghilang dari balik pintu rumahnya.

"AYO BERANGKAT" Teriak Luhan senang dan menghampiri Sehun setelah menghabiskan sarapannya

"Lihatlah siapa yang sangat senang ini, tadi saja tidak mau bangun"

"Dasar Sehunnie menyebalkan"

Blam!

Blam!

Brmm~

Sehun mulai menjalankan mobilnya menuju sekolah, membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai dan mereka masih memiliki 15 menit untuk sampai. Sehun masih fokus pada jalanan saat suara Luhan berseru

"Woah~ Sehunnie lihat bunga sakuranya sudah mekar" Katanya dan membuka jendela mobil lalu menumpukan dagunya pada pintu mobil sambil melihat keluar dimana bunga-bunga sakura tengah berguguran saat ini.

Sehun tersenyum "Kau benar, bagaimana jika nanti kita jalan-jalan ke danau Seokchon?"

Luhan menoleh cepat pada Sehun terlihat begitu senang " Setuju , lagipula aku ingin berfoto dengan bunga sakura"

"Oke kita pergi usai jam sekolah usai nanti"

"Sehunnie tapi aku tak ingin pergi dengan seragam ya?"

"Memangnya siapa yang ingin memakai seragam ini , Kita mampir ke Toko baju saja nanti"

"Ish~ kenapa tidak pulang dulu saja"

"Terlalu lama Lulu" Kekehnya melihat Luhan tengah mencibir padanya

"Terserah kau saja" Cibir Luhan dan kembali menumpukan dagunya pada pintu mobil dengan tangan yang terjulur keluar hendak menadah kelopak-kelopak sakura yang berjatuhan.

Biarkan berjalan seiring berjalannya waktu yang setiap detik mengikis kebersamaan

LUHANN~

KYUNGG~

"Astaga mereka berisik sekali" Gerutu dua orang pria tampan yang mendengar teriakan menulikan telinga

"Kyung mereka sangat menyebalkan! "

"Kau benar Lu, Ayo kita pergi saja" Ajak Kyungsoo dan mengandeng tangan Luhan berjalan menjauh meninggalkan kedua pria tampan yang menatap mereka tak percaya.

"YAK LUHAN BAGAIMANA BISA KAU MENINGGALKAN AKU DENGAN PRIA HITAM INI" Teriak Sehun saat Luhan bersama Kyungsoo meninggalkannya di belakang

"SIAPA YANG KAU PANGGIL HITAM ALBINO"

"KAU TENTU SAJA IDIOT"

"SIALAN KAU OH"

"Ayolah kalian berdua berisik sekali , kalian tidak terlihat keren sekarang" Seorang pria tinggi merangkul Sehun dan Kai dari belakang

"Aku akan tetap keren" Kekeh Sehun

"Yeol aku akan menyusul Luhan dan Kyungsoo dulu" Kata seorang pria yang lebih pendek

"Ya pergilah menyusul mereka, Baek" Balas Chanyeol

...

...

"LUHAN KYUNGSOO"

"Eh! Baekhyun" Guman Luhan dam Kyungsoo saat mendengar teriakan nyaring dari belakang mereka.

"Tumben kalian meninggalkan Sehun dan Kai?" Tanya Baekhyun

"Mereka berdua sangat berisik jika bertemu" Kekeh Kyungsoo dan diangguki Luhan.

"Mau sarapan dulu, Kau sudah sarapan Lu?" Tanya Baekhyun

"Sebenarnya Sehun sudah menyuruhku sarapan tadi" Jawab Luhan

"Dan jangan bilang kau hanya minum susumu pagi ini" Omel Kyungsoo jengah dengan kebiasaan buruk Luhan. Luhan hanya menyengir tak berdosa

"Kalau begitu ayo sarapan dulu" Ajak Baekhyun lagi namun Luhan menggeleng

"Kenapa tidak mau" Protes Kyungsoo melihat penolakan Luhan

"Aku sedang tidak ingin Kyung, Baek lagipula sebentar lagi upacara akan segera dimulai" Jelasnya

"Bagaimana kalau kau pingsan , apa kau tidak dengar nanti setelah upacara kakak kelas kita akan langsung memulai masa orientasi dan kudengar itu sangat berat" Ucap Baekhyun

"Lebih baik kita sarapan dulu atau jika kau menolak aku akan bilang pada Sehun agar dia memarahimu" Ancam Kyungsoo

"Tidak kedua-duanya Kyung , Awas saja jika kau mengadu pada Sehun" Ancam Luhan balik membuat kedua sahabatnya menghela nafas berat

"Baiklah-baiklah tapi jangan salahkan aku jika kau pingsan dan mendapat omelan dari Sehun" Balas Kyungsoo

"Aku juga" Tambah Baekhyun

"Tidak akan aku kan kuat Kyungie Baekiie" Jawab Luhan tertawa dan mengapit kedua lengan Baekhyun dan Kyungsoo "Ayo ke Lapangan mungkin kita akan terlambat kalau tak segera kesana"

Kyungsoo dan Baekhyun hanya mengangguk mengikuti apa yang diinginkan Luhan walau sebenarnya mereka khawatir.

Mereka sudah sampai di lapangan tempat dimana upaca penerimaan siswa baru sedang dilaksanakan. Seoul High School adalah salah satu sekolah untuk para kalangan kaya hanya orang-orang yang benar-benar kaya dan pandai yang bisa masuk ke sini.

Dan keenam sahabat itu termasuk dalam salah satunya.

"Lu kenapa kau meninggalkan aku dengan dua idiot ini" Gerutu Sehun saat baru sampai di lapangan. Luhan menatap Sehun geli

"Kalian cocok jika berdua makanya aku tinggal , Iya kan Kyung?" Kekeh Luhan

"Ya mereka sudah seperti anjing dan kucing sangat berisik"

"Ish! Kalian ini" Desis Sehun dan berdiri dibelakang Luhan sesekali ia memeluk Luhan dari belakang membuat pria cantik itu mencubitnya berkali-kali.

Usai upacara dengan Sehun yang terus mengoda Luhan. Sekarang mereka tengah beridiri di sebuah gedung olahraga yang terdapat disekolah itu untuk melaksanakan hati pertama masa orientasi siswa.

Kau tau kakak kelas kita terkenal sangat galak

Ya bahkan mereka sangat kejam

Tahun lalu aku dengar banyak yang pingsan

Mereka terkenal sangat keras

Aku jadi takut!

Aku juga!

Banyak siswa yang berbisik-bisik sambil memandang sebuah panggung kecil yang di buat di depan mereka. Dimana para kakak kelas yang bertampang tak bersahabat berdiri disana.

"Baiklah, Semuanya diam" Teriak salah satu kakak kelas dari arah depan. Dan seketika semuanya diam tak terkecuali Sehun dan teman-temannya

"Kami sebagai kakak kelas dan pembimbing untuk masa orientasi sekarang akan mengenalkan diri terlebih dahulu, Aku adalah Kim Woo Bin sebagai ketua"

"Aku Kim Jung Ho"

"Aku Im Yoo Na"

"Aku Lee Seung Hyun"

"Aku Joy"

"Dan aku Park Hyung sik"

"Memang itu penting" Guman Sehun dan mendapat pukulan kecil dari Luhan di lengannya

"Sehun diam kau mau kena hukuman" Omel Luhan membuat Sehun menyengir tak berdosa.

.

.

.

Setelah perkenalan yang memuakkan menurut Sehun itu kini ia hanya menampilkan wajah masamnya yang tak enak dipandang. Karena ya saat pembagian kelompok tadi ia tak dapat satu kelompok bersama Luhan dan ia malah bersama si cerewet Byun.

"Kenapa harus dengan kau sih Bacon" Gerutu Sehun menatap Baekhyun yang berdiri di sampingnya

"Memang kau pikir aku mau satu kelompok bersamamu, Ish! aku ingin bersama Yeolli"

"Aku ingin dengan Luhan, Kenapa aku terjebak bersa cerewet sepertimu"

"Ya Tuhan Sehun mulutmu tidak bisa dia apa"

Sedangkan beberapa meter didepan sana nampak Luhan tengah menatap geli pada Sehun dan Baekhyun yang ia simpulkan pasti mereka tengah berdebat kecil.

"Kau kenapa?" Tanya Kai yang melihat wajah Luhan seperti menahan tawa.

"Kau pikir Sehun dan Baekhyun akan berdebat lebih dulu"

"Itu pasti apalagi mereka sama-sama cerewet" Kai terkekeh.

"Dan kau sebenarnya ingin bersama Kyung Soo kan?" Tanya Luhan pada Kai membuatnya menggaruk belakang kepalanya canggung

"Tentu tapi denganmu tak masalah, Aku akan membuat Sehun iri padaku nanti" Kekeh Kai dengan senyuman idiotnya.

"Kau takkan berani" Kekeh Luhan

"Hey kalian berdua diam" Tegur salah satu senior mereka membuat Kai dan Luhan yang merasa ditegur diam seketika dengan Kai yang mengumpat dalam hati.

.

.

.

.

Sehun mengumpat dalam hati berulang kali saat Salah satu seniornya itu berteriak memekakan telingannya.

"Hey kau! Kau Oh Sehun kan?" Tanya salah satu seniornya yang ia ketahui bernama Joy itu.

Luhan hanya mengangguk tak tertarik sekalipun

"Omo! Kau tampan sekali"

"Terimakasih" Ujarnya malas.

"Kalian cepat pergi ke lapangan olahraga dan bawa kantong plastik ini masing-masing" Teriak salah seorang senior pria.

Sehun hanya mengambil kantong plastik yang di perintahkan dengan begitu malas dan berjalan ke arah lapangan yang disebutkan tadi

"Hey! Apa yang kau lakukan disini" Itu Kai saat melihat Sehun dan para anggota sekelompoknya berada di lapangan yang sama dengannya.

"Melakukan hal bodoh" Kata Sehun malas matanya melirik ke sekitar lapangan

"Dimana Luhan?" Tanyanya pada Kai saat tak menemukan Luhan dimanapun

"Entahlah! Yang ku lihat tadi ia bersama senior wanita yang satunya lagi mengajaknya pergi entah kemana" Balas Kai menggedikkan bahunya

.

.

"Hey! cepat masuk kau tidak lihat banyak sampah disana kenapa kau hanya berdiri disana seperti orang bodoh" Teriak Yoona pada Luhan dan dua orang teman sekelompoknya yang hanya terdiam di pinggiran kolam.

"Baik Sunbae" Balas kedua teman Luhan dan mulai menceburkan diri ke dalam kolam dengan membawa kantong tempat sampah

"Kau cepat masuk" Tunjuk Yoona pada Luhan yang nampak ragu-ragu

"T-tapi Sunbae aku tidak bisa berenang" Balasnya

"Aku tidak peduli kau masuk atau kau akan mendapat hukuman" Teriak seniornya itu marah.

Luhan menghela nafas berat dan mulai melepas sepatunya lalu perlahan masuk ke dalam kolam. Tapi untung saja ia dapat melihat ada sebuah ban kecil di samping kolam yang dapat ia gunakan. Jujur saja Luhan begitu takut terlebih lagi kolam ini sedalam dua meter sedang tinggi tubuhnya tak sampai dua meter.

Seniornya itu nampak menyeringai puas melihat betapa kesusahannya mereka.

"Selesaikan sampai jam makan siang, Tapi jika kalian belum menyelesaikannya maka kalian tak di perbolehkan untuk makan siang ,Mengerti"

"Mengerti Sunbae"

Kolam renang disekolahnya ini terletak di luar jadi tak ada atap yang menutupinya. Apalagi udara yang terasa begitu dingin karena akan memasuki musim dingin. Luhan sesekali mengigit bibirnya menahan rasa dingin terlebih lagi ia sedang berendam dalan air.

Beberapa jam telah berlalu dan sekarang sudah memasuki jam makan siang. Luhan mengutuk dirinya sendiri karena tak memakan sarapannya tadi dan sekarang ia begitu lapar. Tapi ia melihat sekeliling kolam yang masih ada beberapa sampah. Luhan naik ke atas dan mendudukkan tubuhnya diikuti kedua temannya

"Kalian terlihat lelah pergilah untuk makan siang" Kata Luhan melihat kedua teman sekelompoknya yang tengah mengigil dan lelah.

"Tapi kita belum selesai membersihkan kolam ini Luhan-ssi" Kata temannya bernama Kim jong Il pada Luhan.

"Jong Il-ssi benar kau juga nampak pucat dan lelah Luhan-ssi" Tambah Park Seo Jeon teman sekelompoknya yang satu lagi.

"Aku baik dan apa kalian tidak lapar?" Kata Luhan

"Umh!" Jong Il dan Seo Jeon saling bertatapan lalu mengangguk

"Tapi bagaimana dengan pekerjaan kita ini Luhan-ssi" Tanya Seo jeon

"Kalian tenang saja ku yang akan membersihkannya" Balas Luhan tertawa

"Tapi..-"

"Tidak apa pergilah , Dan jika kalian bertemu Kai katakan padanya untuk datang kemari" Kata Luhan dan diangguki oleh kedua temannya yang mulai berjalan pergi meninggalkan kolam.

"Huh! Dingin sekali" Guman Luhan dan memeluk tubuhnya sendiri sebelum melain bannya dan kembali melakukan pekerjaannya.

Dikantin nampak Sehun, Kai dan Chanyeol, duduk disalah satu bangku disana menunggu pesanan mereka datang dibawa okeh Baekhyun dan Kyungsoo.

"Ish! Sebenarnya Luhan kemana" Geram Sehun kesal

"Memangnya Luhan kemana?" Tanya Chanyeoll yang sibuk dengan game di ponselnya

"Kalau aku tahu aku tidak akan bertanya, Bodoh"

"Dasar albino mulutmu benar-benar" Omel Chanyeoll.

"Kai-ssi"

"Eh! Aku ada apa?" Tanya Kai saat dua orang yang ia ketahui teman sekelompoknya itu menghampirinya.

"Kalian yang bersama Luhan tadikan?" Tanya Kai membuat Sehun dan Chanyeoll menatao kedua orang itu.

"Kau benar" Jawab Seo Jeon

"Dimana Luhan? Kenapa baju kalian basah?" Tanya Kai baru menyadari bahwa baju kedua orang didepannya ini meneteskan air.

"Kami bertiga mendapat tugas untuk membersihkan kolam renang out door di sebelah barat gedung ini, Kata Luhan-ssi dia menyuruh kami untuk memanggilmu kesana dan menyuruh kami untuk makan siang tapi dia menolak ikut kami dia bilang dia akan menyelesaikan pekerjaan itu dulu" Jelas Joon Il

"A-pa.. Jadi Luhan disana sendiri begitu" Sahut Sehun tak percaya dan keduanya mengangguk

"Aku yang akan kesana kalian disini saja" Kata Sehun dan segera berlari dimana Luhan berada.

.

Sehun berlari seperti orang gila mencari tempat dimana Kolam renang yang dikatakan oleh kedua orang tadi. Ia menggeram frustasi saat beberapa kali salah jalan karena belum mengetahui dengan jelas sekolah ini.

Sampai ia tiba di sebuah lorong dengan sebuah tulisan Swimming pool dan segera masuk kedalam sana tanpa berpikir.

Sehun mengatur nafasnya yang terngah-engah dan sedikit lega saat melihat di depan Sana Luhan dengan sebuah ban kecil berdiri memunggunginya.

"Luhan" Panggil Sehun pelan dan berjalan untuk menghampiri Luhan sebelum

"LUHAN"

ia berteriak dengan mata membelalak saat tiba-tiba tubuh Luhan melemas dan tenggelam dalam kolam meninggalkan ban yang menjadi tempatnya mengapung tadi.

Segun segera berlari dan

BYUR!

Ia menceburkan diri kedalam Kolam lalu berenang kedasar kolam. Ia dapat melihat Luhan tergeletak begitu pucat didasar kolam dan dengan cepat ia merengkuh tubuh itu lalu berenang ke permukaan.

"Lu..Luhan sayang Hey! Lu kau pucat sekali" Panik Sehun menepuk-nepuk pelan pipi Luhan.

"Lu buka matamu..Hey rusa kecil aku mohon"

Sehun merasa begitu pening karena terlalu khawatir dengan perlahan ia bawa Luhan ke pinggiran kolam dan membaringkan tubuhnya.

Sehun menekan dada Luhan berkali-kali dan memberikan ia bantuan pernafasan melalui mulutnya.

"Luham bangun...Luhan" Panggilnya terus menekan dada Luhan hingga

"Uhuk! Haaah~"

"Luhan"

"Se-hun"

Sehun memejamkan matanya saat !endengar suara Luhan begitu lirih dan parau. Ia membawa Luhan kedalam pelukkannya

"Ya Tuhan Lu..Syukulah..Syukurlah kau baik-baik saja"

.

.

.

.

.

Dapatkan aku merengkuhnya lagi

Dapatkan aku mengatakan cinta padanya

Dapatkah lagi kupandang wajahnya

Dapatkan ku mendengar suaranya lagi

Aku tahu waktu bahkan enggan untuk menunggu

Aku tahu sekarang dosa apa yang aku lakukan

Karena tebusan dosaku itu begitu besar

Karena aku berdosa menyakitimu

Maka inilah yang aku dapatkan

AKU KEHILANGANMU

Dalam sebuah penyesalan tak berujung

AKU KEHILANGANMU

HIDUPKU

DAN

CINTAKU

.

.

.

.

.

.

.

TBC!

HOLLAA!

DINDA BACK!

ISENG UPDATE YANGINI DULU BTW LAM NYA MASIH PENDEK. SORRY OKE DENGAN KESALAHAN UPDATENYA LAM. DINDA GAGAL FOKUS SERIUS.

INI LUMAYAN PANJANG LAH IYA NGGK

CHAP DEPAN ADA SEDIKIT CUPLIKAN SOAL KEHIDUPAN SEHUN SEKARAN N FLASHBACKNYA SEKEDARNYA LAH. DINDA LAGI PENGEN PUITIS N NGEDRAMA HAHA. MAKANYA OTAK DINDA RADA ENCER BUAT NULIS KATA-KATA GALAU PLUS DENGERIN LAGU SEDIH TENTUNYA HAHA

UDAH SEGITU AJA YA!

HAPPY READING!

SEE YOU IN NAN GWENCHANA AND LAM AGAIN!