*ChanChen *

" hey bebek, selamat pagi "

Sapa namja tinggi dengan senyum bodohnya dan jangan lupa rambut sebahu berwarna madu yang dia ikat di belakang rambutnya

" hai juga tiang listrik senyum pasta gigi telinga caplang, park idiot dobby "

" wooo wooo wooo, kemajuan. Biasanya kau hanya hanya memanggilku ' tiang listrik senyum pasta gigi telinga caplang ' dan sekarang kau memanggil margaku "

Gadis di depannya ini memutar matanya malas dan tersenyum dipaksakan

" tidak apa-apa, kurasa menambah daftar nama idiotmu itu menarik "

" uhuu, benarkah. Aku tersanjung "

" ha ha ha, aku tertawa "

Chen, gadis yang barusan tertawa konyol itu kembali menulis buku catatan milik Jongin dan mengabaikan sahabat tiangnya itu

" aku akan pergi berkencan nanti, kau harus ikut. Dan juga "

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke telinga kanan Chen dan berbisik

" baekhyun akan mengajak sepupu tampannya kali ini "

Chen mengerutkan dahinya dan lihat manusia idiot di depan yang melipat kedua tangannya, bersandar ke kursi dan menaik turunkan alis cokelatnya

" tidak, aku sibuk "

" aah kau tidak seru, ayolah chen. Kali ini saja "

" tidak park dobby, aku benar-benar sibuk kau harus tahu itu "

" ini sudah yang ke 20 kalinya kau menolak dengan alasan sibuk. Aku tahu kau benar-benar tidak sibuk "

Braaak

Chen menutup buku nya sedikit kasar dan menatap sahabat bodohnya

" aku benar-benar sibuk chan, akhir-akhir ini pesanan karangan bunga di toko banyak. Aku harus membantu ibu jika ingin cepat selesai "

" ayolah chen kali ini saja. Aah, aku janji. Setelah kau ikut berkencan bersama kami, aku akan membantu bibi kim merangkai bunga hinggamselesai. Aku janji yaaa janji"

Chen tertawa remeh melihat ekspressi sahabatnya yang bisa membuatnya geli

" tidak-tidak, aku tidak ingin sekardus bunga mawar rusak karena kau membantuku merangkai. Kau tak ingat kejadian tahun lalu? Kau membuatku rugi "

" hey, tapi aku membayarnya "

" tapi aku mengembalikan uangmu weeeekk "

Chen menjulurkan lidahnya dan memasukkan buku tulis ke dalam tasnya. Meninggalkan Chanyeol yang masih saja berdiri disamping meja Jongdae dan membuat mimik wajah memohon.

" ayolaaah kumohon "

" tidak "

" kumohon "

" tidak "

" kim jongdae, sahabat sepopokku. Park chanyeol yang tampan ini memintamu untuk menemani kencan bersama kekasihnya dan akan mengenalkanmu kepada sepupu byun baekhyun yang cantik itu agar kau cepat mendapat kekasih "

Pletak

" aaargh sakit bebek "

" dasar cerewet "

Chen meninggalkan Chanyeol yang habis dia jitak dan melangkah keluar kelas menuju tempat favoritnya.

Bel sekolah sudah berbunyi 5 menit yang lalu, Chanyeol juga sudah pergi ke luar kelas untuk menemui kekasihnya di kelas sebelah. Chen menatapnya dalam dan menundukkan pandangannya untuk fokus merapikan peralatan menulisnya.

" kau tetap akan disangka sebagai sahabatnya jika tidak mau terus terang "

Chen menoleh ke sisi kiri dan mendapati Jongin yang juga merapikan alat tulisnya tanpa menatap Chen

" aku menjadi pengecut jika mengenai cinta "

" dan kau akan memendamnya terus menerus ?"

" entahlah, begini lebih baik"

Chen mengalihkan pandangannya ke luar jendela dan nampak murid kelas lainnya berjalan menuju gerbang, ada pula yang berboncengan menggunakan motor. Dan bisa dia lihat jika Chanyeol tengah menggandeng tangan seorang gadis dan mereka saling tertawa lepas

" aku merupakan perempuan tangguh, tapi untuk satu hal nyaliku menciut. Aku tidak ingin menyakitinya. Melihatnya tersenyum sudah cukup bagiku. Aku turut bahagia untuknya "

" dan aku turut berbela sungkawa dengan hatimu chen "

" aku ikhlas. Aku sudah mengikhlaskan hatiku jong. Semuanya, aku mengikhlaskan cinta untuk pergi. Aku ikhlas "

Liquid bening itu turun dengan tidak sopannya di pipi kanannya. Jongin memeluk gadis mungil setinggi telinganya itu dan mengusap pundak sempitnya.

" chanyeol sudah lama tidak kemari, dia kemana ?"

" berkencan. Si dobby itu hobby sekali berkencan bu "

" dan kau cemburu ?"

" apa? tentu tidak bu, siapa juga yang cemburu "

" yaa mungkin saja. Dia sudah mempunyai pacar dan kau belum. kau cemburu dengannya karena dia sudah mempunyai kekasih sedangkan kau tidak "

" ibuuuu "

Kim Joonmyeon, wanita berumur 40 tahun itu terkekeh dengan rangkaian bunga mawar di tangan kiri, karena melihat putri tunggalnya itu mempoutkan bibirnya lucu.

" sudah sana, kau sedari tadi cemberut membuat rangkaianmu jelek. Cepat makan dan jangan lupa minum obatmu "

" tentu, aku sudah lapar sekali "

Chen tersenyum dan menaruh rangakain bunga mawar ungu di meja dan berjalan menuju meja makan. Sup rumput laut dan telur gulung, makanan kesukaannya. Diambilnya nasi porsi lebih dan dia mulai makan dengan nikmat. 15 menit berlalu, dibawanya piring kotor itu dan dia pergi ke kotak obat disamping lemari pendingin untuk mengambil obatnya. Diminumnya 3 pil berwarna berbeda dan setelah itu dia tersenyum.

Malam harinya setelah bersantai di ruang tengah, Chen pergi ke kamar. Duduk di meja belajar mininya dan membuka sebuah buku diary bergambar menara eiffel. Dicoretnya buku diary yang sudah menjadi kebiasaanya selama 2 tahun terakhir. Itu hobbynya setelah apa yang terjadi padanya. Setelah menulis beberapa kalimat Chen menutup bukunya dan menengadah menatap bintang dilangit.

' tuhan, biarkan aku berbahagia kali ini '

Doanya sebelum menutup gorden kamar dan berbaring tidur.

Chanyeol mengobrak abrik lemari buku Chen untuk mencari buku biologi yang kata sangsahabat ada di lemari buku bagian bawah. Tapi sedari berputar di kamar berukuran 3x4 meter ini, dia tidak menemukan apa-apa. yaa Chanyeol sudah biasa masuk ke dalam kamar Chen, bahkan saat bayi dulu mereka pernah tidur bersama di kamar ini.

" aiissh dimana si bebek ini menyimpannya "

Chanyeol mencoba mencari di meja belajarnya dan tidak ada, lalu dia membuka laci meja belajar dan_

" asssaa, dasar bebek. Bilangnya di lemari buku ternyata dilaci. Akan aku bu... eeh apa ini "

Mata bulatnya tidak sengaja melihat sebuah diary kecil bergambar menara eiffel. Dibukanya buku tersebut dan halaman pertama tertulis ' My Diary '

" wohooo ternyata bebek itu suka menulis diary "

Dengan jahil Chanyeol membuka buku itu. dia duduk di pinggiran ranjang mungil sahabatnya dan mulai membaca isi diary itu.

23 januari 2012

Di toko buku menemukan buku mungil ini. Hehehe akan aku jadikan buku diary, selamat datang di kehidupan kim jongdae

14 februari 2012

Selamat hari kasih sayang. Hari ini aku membuat cokelat berbentuk hati untuk ibu dan si park dobby tukang makan itu. dan syukurlah ibu berkata jika cokelat buatanku itu enak. Dan aku akan mengutuk park dobby karena mencemoh cokelatku. Huuuu tapi dihabiskan juga, dasar tukang makan

Chanyeol terkekeh dengan kejadian 3 tahun yang lalu, dia memang mencemoh cokelat buatan sahabatnya itu dan sampai sekarang Chen tidak eprnah memberikannya cokelat lagi.

21 februari 2012

Terima kasih bibi park. Kue buatan bibi paling enak, tapi masih enak ibuku. Terima kasih juga untuk hari ini dobby, aku menyukainya. Aku mencintaimu

Dikerutnya dahi lebar itu, apa? mencintainya?

3 maret 2012

Aku melihatnya tersenyum ketika menatap seorang gadis. Baru kali ini aku melihatnya tersenyum terpanah, kau menyukainya? Tapi, kenapa aku harus cemburu? Tapi ini wajar bukan jika orang yang aku cintainya menaruh perhatian kepada gadis yang dilihatnya?

21 maret 2012

Namanya byun baekhyun. Dia murid kelas sebelah, dia cantik, imut dan mungil. Seorang diva di kelas dan kudengar karena kecantikannya, dia mengalahkan yoona sunbaenim. Kau menyukainya chan? kau pantas untuknya, kau tinggi dna tampan. Cocok dengan baekhyun yang cantik dan imut. Sedang aku? Tidak ada apa-apanya.

12 april 2012

Entah mengapa perut atas sebelah kananku akhir-akhir ini sakit. Muntah darah juga sudah beberapa kali ini ku alami. Hmmmb pasti ada yang tidak beres denganku. ibu bilang hanya perlu berolahraga dan makan makanan yang sehat.

Chanyeol kembali membuka lembaran itu tapi dia mengernyitkan dahinya ketika dari bulan April harus meloncat di bulan Februari tahun 2013

12 februari 2013

Huuuh akhirnya aku menemukanmu dear. Kau menghilang selama beberapa bulan dan berakhir di gudangbelakang. Dasar kecerobohanku juga hehehe. Kau tahu aku harus bagaimana selama beberapa bulan yang lalu, aku ingin bercerita kepadamu tapi kau menghilang. Kau tahu kenapa denganku akhir-akhir ini? Aku positif terkena kanker hati, sirosis. Yaa itu diagnosis dokter 3 bulan yang lalu. Stadium awal. Dokter bilang aku bisa sembuh dengan beberapa pengobatan. Tapi, entahlah

Sirosis? Ya Tuhan, Chanyeol baru tahu jika sahabatnya itu mengidap kanker. Betapa bersalahnya selama ini. Chen tidak pernah memberitahukannya dan dia berusaha menutupinya sendiri?

14 februari 2013

Ku dengar kau berkencan dengan baekhyun hari ini. Aku turut senang untukmu, tapi entah mengapa hatiku sakit. Tentu saja sakit, aku kan pasien pengidap kanker hehehe. Maafkan aku jika cokelat buatan yang ingin aku berikan kepadamu, ternyata aku berikan kepada jeno tetangga sebelah rumah kita. Aku turut berbahagia untukmu kawan.

25 april 2013

Kau mengajakku menemani berkencan. Kau gila? Pergi bertiga dan 2 diantaranya adalah sepasang kekasih. Kau ingin membuatku sebagai obat nyamuk? Kau tidak mengerti perasaanku chan. Seharusnya meski kau menganggapku sahabat, tapi untuk urusan ini anggaplah aku sebagai wanita yang akan sakit hati jika melihat orang yang dicintainya bersama di depan matanya. Aku kecewa

12 juni 2013

Hari ini aku muntah darah untuk yang ketiga kalinya dalam sehari. Badanku lemas, hatiku sakit. Ibu bahkan menangis melihatku seperti ini. Maafkan aku bu, yang telah membuatmu menangis. Maafkan aku, aku mencintaimu

Chanyeol ingat, itu dimana Chen tidak masuk kelas selama 3 hari dan bibi Kim hanya berkata jika Chen terkena demam namun ternyata penyakitnya kambuh.

Chen hampir mengetik kata pengantar dan memberikan analisa pada poin pertamanya. Ini sudah hampir 20 menit berlalu dia menyuruh si dobby untuk mengambil buku biologinya dikamar.

" aiissh pasti tidur dasar pemalas "

Disingkirkannya notebook milik Chanyeol di atas meja dan dia berjalan ke lantai atas kamarnya.

" hey park dob... APA YANG KAU LAKUKAN "

Mata bulatnya sontak membola melihat sebuah benda yang dipegang oleh Chanyeol. Dan dia langsung berlari mengambil buku diary yang sekarang diangkat tinggi-tinggi oleh Chanyeol.

" kembalikan dobby,, uuh kembalikan "

Chen melompat-lompat menggapai bukunya. Salahkan tubuh pendeknya yang tidak bisa menjangkau buku diarynya. Mereka dekat sekali, bahkan sedari tadi Chanyeol tidak lepas memandangi wajah sahabat kecilnya ini.

" kau mencintaiku ? "

Satu kalimat yang langsung membuat Chen berhenti melompat dan kali ini dia menatap mata bulat Chanyeol

" kau mencintaiku kim jongdae "

"..."

" kau mencintaiku ?"

"... "

Chen masih diam, kali ini dia menundukkan pandangannya. Dan Chanyeol menatapnya tajam dan menggertakkan gigi gerahamnya

" JAWAB AKU KIM JONGDAE, AP... "

" YA AKU MENCINTAIMU. AKU MENCINTAI PARK CHANYEOL. AKU MENCINTAI SAHABATKU SENDIRI "

Jawabnya dengan berteriak. Air matanya sudah mengalir di pipinya, dia juga mendongak menatap mata bulat Chanyeol. Hening, mereka saling bertatapan sampai pada akhirnya Chanyeol menurunkan lengan kananya dan melempar buku harian itu di ranjang. Kaki jenjangnya membawanya pergi dari kamar bernuansa bebek. Chen terdiam membeku dengan air mata yang terus menerus mengalir. Hingga tubuh mungilnya merosot di samping ranjang. Dia menangis bertumpu lengan kanannya dan...

" uhuuk uhuk "

Darah segar keluar dari mulutnya. Chen masih menangisi semuanya. Menangisi hidupnya dan menangisi kebahagiannya.

Ini hari keempat Chen tidak masuk sekolah. Teman sekelas nya pun bertanya kepada Chanyeol perihal gadis cerewet itu dan ditanggapi dengan acuh oleh Chanyeol. Jongin menatap bangku disebelahnya dan mengelus kursi dingin itu. chanyeol juga berubah, dia tidak seceria dulu. Dia lebih memilih diam bersikap acuh. Bahkan dengan kekasihnya sendiri. Chen bergelung dengan selimut rumah sakit. Jarum infus masih setia di pergelangan kirinya. Sejak kejadian batuk berdarahnya, snag ibu membawanya ke rumah sakit dan Chen diharuskan untuk menginap. Kondisinya melemah beberapa persen. Joonmyeon, sebagai ibu hanya bisa menangis dan berdoa untuk kesembuhan putrinya. Selama ini Chen menunjukkan pertumbuhan yang baik, sel kanker juga perlahan menghilang meski prosentasenya mengecil. Tapi entah mengapa tubuhnya kian melemah beberapa hari ini.

" ibuuu "

Joonmyeon yang ada di kamar mandi langsung mendekati putrinya dan membantunya duduk.

" kau sudah bangun. Bagaimana tubuhmu? Lebih baik ?"

" aku lapar bu "

" mau ibu kupaskan buah apel ?"

Chen mengangguk dan Joonmyeon mengusap rambut hitam putrinya. Dikupasnya apel merah yang kemarin dibawakan oleh Jongin. Yaa hanya Jongin yang tahu dengan keadaan Chen. Bahkan Chen menyuruh Jongin untuk tutup mulut mengenainya.

" aku kenyang "

Joonmyeon meletakkan potongan apel yang terakhir di piring dan mengambil tissue basah untuk membersihkan mulut dan muka putrinya. Wanita paruh baya itu mengambil sisir di laci dan mulai menyisir perlahan rambut putrinya. Rontok, yaa rambut indah itu mulai rontok dengan perlahan. Joonmyeon menahan tangisnya ketika melihat hal ini. Tidak tega melihat putrinya mengalami sakit sedemikian rupa.

" hari ini aku ingin berjalan di taman bu. Bolehkan ?"

" akan ibu tanyakan kepada dokter sayang "

" tapi hari ini pasti boleh, aku akan beraegyo "

" dasar penggoda "

Joonmyeon memeluk kepala Chen dan mengecupnya.

" sayang, jika ada pendonor hati. Ibu harap kau mau menerimanya "

" tapi itu hanya 1 berbanding 100.000 orang bu. Jongdae tidak yakin "

" kau harus yakin sayang, dokter zhang akan mengusahakannya "

Chen tersenyum ketika sang ibu menyebut dokter khususnya

" apapun untuk ibu "

Mereka kembali tersenyum hingga Joonmyeon menyeka badan Chen dengan handuk basah dan mengantarnya ke kamar mandi. Setelah itu Joonmyeon membantunya duduk di kursi roda dan membawanya ke taman rumah sakit. Disana banyak anak kecil dan beberapa remaja seusianya duduk di taman dan bermain dengan ditemani suster dan orang tua mereka masing-masing dan jangan lupa jarum infus masih melekat di pergelangan tangan mereka. Joonmyeon membawanya ke sisi taman dibawah pohon mapple. Matanya menelisik ke setiap apa yang anak kecil itu lakukan, tertawa di pagi hari dan akan kesakitan di malam harinya. Permainan yang diadakan oleh para suster mampu melupakan rasa sakitnya. Yaa hampir seluruh penghuni taman ini adalah pasien kanker karena taman ini berdekatan dengan kamar khusus pasien kanker. Chen turun dari kursi rodanya dan duduk di bangku dnegan kepala bersandar di dada ibunya. Pelukan hangat sang ibu bisa menenangkannya. Lama mereka berpelukan sampai akhirnya Chen melepasnya dan memilih memandang pandangan didepannya. Mata nya menatap kosong dan Joonmyeon ingin sekali menangis melihat wajah pucat putrinya.

" ibu lihat, bukankah itu kyungsoo? "

" aah kau benar "

" hehehe, dia semakin cantik saja dengan kuncir kudanya "

Joonmyeon tersenyum kala melihat batita berumur 3 tahun, teman kamar sebelah Chen. Gadis itu juga penderita kanker, lebih tepatnya kanker otak.

" kemarin dia merengek ingin tidur bersamaku, hahaha dan sekarang dia tertawa. Dasar bayi "

" hey, kau juga begitu habis menangis kau malah tertawa "

" itu dulu, sekarang tidak weeekk "

Joonmyeon tersenyum dan kembali memeluk Chen. Dan entah mengapa Joonmyeon merasa jika putrinya menangis dan benar saja. Chen menangis dan wajahnya semakin pucat. Joonmyeon hendak memanggil dokter tapi ditahan oleh Chen. Firasat buruk sudah menggerogoti hatinya.

" rumah sakit seoul, kamar anggrek nomor 21 "

" huuuh ?"

Chanyeol mengernyitkan dahinya ketika Jongin berucap dengan berjalan membelakanginya

" rumah sakit seoul, kamar anggrek nomor 21. Aku tidak akan mengulanginya lagi park chanyeol "

" apa ? "

" kau benar-benar idiot "

Dan setelah itu Jongin pergi menjauhinya. Chanyeol tidak bodoh dengan ucapan Jongin, itu pasti tempat dimana Chen sekarnag berada. Dengan seceapt kilat dia keluar kelas, mengabaikan panggilan Baekhyun, berlari menuju tempat parkir dan melajukan motor hitamnya menuju rumah sakit. Setiba disana dia bertanya tergesa ke pihak recepsionis dan dia kembali berlari menuju kamar yang tadi diberitahu oleh recepsionis. Langkah nya terhenti ketika melihat beberapa dokter keluar dari kamar bernomor 21 itu dengan mengurut pangkal hidung mereka. Chanyeol berjalan semakin mendekat ke arah kamar itu dan dia bisa mendengar suara isakan tangis. Itu bibi Kim yang tengah menangis di tepi ranjang. 3 orang suster sudha menenangkan ibu paruh baya itu tapi tetap saja bibi Kim menangis menjerit mengetahui hal ini. Chanyeol berjalan mendeakt ke arah ranjang itu. dan matanya membola ketika tahu sahabat kecilnya sudah berwajah pucat dan tidak bernyawa.

Flashback

" ibu, berbahagialah. Dokter zhang sangat baik kepadamu, jika ibu menikah dengannya aku akan sangat bahagia "

" kau bicara apa. tidak boleh begitu "

" hehehe, aku tahu bagaimana dokter zhang berusaha mencuri perhatian ibu "

Joonmyeon menahan isakannya dan memeluk erat putrinya

" ibu, jangan bilang kepada chanyeol jika aku sangat mencintainya. Aku ingin hanya aku, ibu dan jongin yang tahu. Aku tidak ingin persahabatanku rusak karena hal ini. Maafkan aku bu, "

"..."

" aku mencintaimu bu, aku mencintaimu bu, aku mencintaimu bu. Dan aku mencintai chanyeol "

" hiks... "

Mata bulat itu semakin sayu, pelukan di pinggang ibunya juga melemah. Perlahan Joonmyeon merasakan dadanya memberat. Nafas putrinya juga tidak mengenai dadanya. Dikecupnya puncak kepala putrinya. Chen telah pergi yaa pergi membawa cintanya

Flashback off

Chanyeol duduk di kursi ruang tamu rumah kediaman bibi Kim. Rumah itu nampak sepi, yaa sekarang hanya tinggal bibi Kim yang tinggal. Chen sudah dimakamkan seminggu yang lalu. Kesedihan itu masih kentara di mata wanita paruh baya itu. Hidupnya sendiri meski dokter Zhang setiap hari berkunjung ke rumahnya. Chanyeol terenyuh ketika segelas jus jeruk tersaji di meja kecil itu.

" sebenarnya jongdae berpesan padaku untuk tidak memberitahumu. Tapi kupikir kau harus tahu "

Chanyeol tersenyum menatap bibi Kim yang masih begitu cantik di usia senjanya

" ini "

Joonmyeon memberikan sebuah buku diary yang pernah dibaca Chanyeol

" buku diary jongdae. Aku sudah membacanya semua. Dan hampir semua itu adalah tentang dirimu. Ku harap kau mau menyimpannya dengan baik chan "

Chanyeol menerima buku diary itu. Setelah pulang dari rumah Chen, lelaki tinggi itu membawa buku diary nya ke kamar dan mulai membacanya. Dibutuhkan hampir sejam dia membaca keseluruhan isi dari buku diary itu hingga akhirnya dia terenyum dan menutup lembaran terakhir buku itu.

20 september 2013

Mencintaimu sampai tutup usiaku. Itu benar bukan? Aku mencintaimu sampai tutup umurku. Aku terlalu mencintaimu, tapi tetaplah ingat. Dihatimu hanya ada byun baekhyun, dan aku selalu menjadi bayanganmu. Kau peterpan, dia wendy dan aku tinkerbell. Tinkerbell dan peter tidak akan bersama, sama seperti kita. Tapi kita selalu bersama. Tink mencintai peter, dan kim jongdae mencintai park chanyeol.

END

Holaa,, hmmb untuk chap kemarin aku lupa masukin kata 'END' hihi. Sebenarnya ini Cuma cerita oneshoot tyap couple gitu. Bukan cerita bersambung dengan 2 karakter utama. jadi tidak ada sequel, yang ada malah cerita berbeda dengan karakter berbeda. hihi sekian, annyeong pay pay.. terima kasih untuk yang sudah review