Summary : Sasuke adalah cowo ganteng super cool di sekolahnya sehingga dengan imej-nya itu ia susah mendekati Sakura, gadis yang diam-diam ia puja. Tapi siapa sangka di luar kesehariannya itu ia adalah seorang idola yang friendly, suka bercanda dan bergaya emo ala boyband dengan nama Kenichi Hirai. Sasuke tahu bahwa Sakura adalah fans berat Kenichi Hirai, mungkin juga dia menyukainya. Humm… lalu apa yang akan sasuke lakukan?

WARN : AU, OOC, Miss Typo, Bahasa Tidak Baku, sedikit bashing but just for fun.


Naruto is Masashi Kishimoto's.

This story is by HazelWalker

Also is inspirated from Hannah Montana.

Please Enjoy!


Episode 2. Don't eat that bread!

Hari yang cerah di kolam renang sekolah. Setelah selang sekitar 3 harian dari episode 1 kemaren, Sasuke sudah bebas menikmati kedamaian hidupnya, tanpa ledek-ledekan saus tomat lagi dari naruto, dobe-nya itu.

'Tch. Males olah raga gue.' Batin Sasuke yang seperti curhat. Entah curhat ke siapa.

Semua anak sudah lengkap dengan seragam baju renangnya masing-masing dan membentuk beberapa barisan perkelompok walau tak rapih. Sasuke sedang berdiri cuek di barisan anak cowo. Tampangnya tetap dingin dan cool, membuat cewe-cewe fg-nya berebut barisan yang paling dekat dengan prince Sasu-nya. Mereka sudah hampir menumpahkan darah disana dan Sasuke, dengan bodoh dan cueknya tidak peduli. Atau lebih tepatnya sepertinya tidak tahu. Dasar gak peka! Penjahat kaum wanita! Gyaaa! *author di lempar satu ton beling dari Sasu FC*

"Sasuke! Coba bilang cheese!" kata naruto dari kejauhan tiba-tiba.

"Cheese." jawab Sasuke dingin tak peduli.

Jpret! Kilasan cahaya menyambar langsung kearahnya. Dua teman jabrik sekelasnya yang berkerja dibalik layar lalu bersorak gembira.

"Yeah! Naruto. Kita berhasil!" kata cowo jabrik yang memegang kamera, Kiba.

"Yoyoi Ba! Cetak yang banyak, hasilnya bagi dua!" jawab cowo pirang temannya, dengan logat malaysia niru upin ipin.

"Cih. Bodoh." Sasuke membalas tak peduli, membuat para fg-nya bersimpah darah mengalir dimana-mana. *mimisan soalnya*

"Jah. Teme. Cuek banget lo." komen Naruto yang juga cuek, membuat aura membunuh bertebaran di seluruh dunia *lebay*. Asalnya? Ya jelas dari Sasu FG.

"Gua rasa kalo kasus yang ini mah lebih cuekan lu deh nar." kata Sasuke yang sekarang jadi ga jelas orang jawa ato sunda. (baca ep 1)

"Woo, koe wong sunda toh?" jawab Naruto sok jawa. Aslinya? NTB.

"Mungkin. Lagian bokap gue tuh dari bandung, jogja, betawi, sumatra, malaysia…." jawab Sasuke dengan 'biasa aja'nya. Naruto cuma cengo.

"Philipina, singapura, bali, riau, pekan baru…." Sasuke masih melanjutkan jawabannya dengan objek yang mondar-mandir, ngga peduli kalo sahabat alias dobe-nya udah nganga selebar kecoa(?) . Alhasil, bersaranglah 12 nyamuk beserta laba-labanya di mulut Naruto. Para hewan itu pun dengan sangat so sweet kejar-kejaran di habitat barunya.

Bek to de Sasuke? Dia masi lanjut dengan dongeng sebelum tidur(?)nya…

"Mongolia, prancis, keju(?), kacang(?), pisang(?)…. Oi dobe! Lu dengerin gue gak sih?" kata Sasuke sambil menepuk keras bahu Naruto. Hewan-hewan yang baru melakukan adegan india tadi pun meninggalkan habitatnya sebab karna guncangan Sasuke.

"Hoh? Iya sas. Berarti lu blaster dong..." jawab Naruto dengan begonya sambil berpikir kenapa berbagai hewan so sweet tadi bisa keluar dari mulutnya.

"Iya. Nyokap gue orang konoha." Sasuke menjawab kembali cool. Di sisi lain Sasu FG mulai mimisan lagi setelah capek menghabiskan kira-kira 24 lembar kertas folio untuk mencatat legenda asal muasal bokap Sasuke.

"Ohh." jawab Naruto yang sebenarnya juga blaster Konoha-NTB.

"O iya sas, kok lo tumben si langsung ngebiarin si kiba langsung kabur ama kameranya? Biasanya lu minta ngecek dulu gigi lu ada jigongnya apa ngga." lanjut Naruto membongkar aib sasuke. Untung FG-nya udah pada tepar kehabisan darah. *OMG!*

"Ya iyalah Dobe! Dah tau waktu itu matahari ada di belakang kalian masi pake blitz juga!" omel sasuke. Dan dari jauh pun terdengar samar-samar teriakan histeris nan horor khas Kiba. Di telinga Naruto hanya kedengaran bagian "foto-nya putih semua" nya aja. Sedangkan Sasuke dengan ekspresi jelek begitu jelas mendengar semuanya, atau begitulah yang Naruto pikirkan.

Tidak selang beberapa menit, Shikamaru menghampiri sasuke dari belakang dan menepuk pundaknya.

"Oy sas! Lu kan dah bolos piket dari 3 windu(?) yang lalu, bersihin gudang olah raga gih." suruh Shikamaru, ketua kelas mereka. Ketua kelas ko males, apa jadi… GYAA! Ampun! *Shika dan para fans sudah bersiap megang dirijen dan obor ngelilingin author*

"Jah elu. Tega amat ama gue..." balas Sasuke merayu jadul ala cewe. Tidak menghiraukan author yang udah hangus dibakar Shika fc. *kalimat terakhir ga penting!*

"Udah sukur lo dapet ketua kelas gue. Kelasnya si lee noh, ga semangat aja ditilang bersihin wc." bela Shikamaru. Sasuke dan Naruto yang denger nelen ludah.

'Pantesan tuh kelas kalo pulang sekolah loyo semua.' batin Sasuke mikir.

"Woow." Naruto hanya ber-wow ria.

"Kejam sangadhh." Shikamaru menimpali Naruto lebay.

"Anyway shik, ko pak guru gay ga dateng-dateng sih?" tanya Sasuke dengan logat dingin biasa.

"Tau tuh udah dua jam niih..." Naruto ikut menimpali sambil mengeluh.

"Oh, itu. Gua lupa bilang ke kalian semua kalo hari ini ga ada renang."

GUBRAKKK

Naruto, Sasuke, dan anak lain yang lagi lewat tapi sempet denger langsung ber-gubak ria.

"Ooiy! Semuanyaa hari ini ga ada renang!" teriak Shikamaru ke seluruh anak yang lain. Satu kelas pun menyusul sasunaru ber-gubrak ria di arena kolam renang.

"BILANG KEK LO DARI TADI!" semprot semuanya.

"Ya salah lo milih ketua kelas gue." jawab Shika santai. Semua anak yang menyemprot tadi pun hanya meringis dalam hati.

Para anak-anak yang sudah berpencar ga jelas barisannya itu pun akhirnya merelakan saja dan pergi membereskan diri. Ada yang nge-bilas, ada yang cuma ganti baju, ya pokoknya gitu deh. Kecuali dua anak, Sakura dan Shikamaru.

Sakura dan Shikamaru berdiri berdua hadap-hadapan di pinggir kolam renang, layaknya adegan romantis di film-film, walaupun cuaca yang cerah dan sikap Shika dan Sakura yang biasa saja sangat tak mendukung. Tapi mengabaikan semua itu, dari jauh teman-temannya tetap menyuit-nyuitin mereka.

"Deeuuuuhhhh Sakura!" Tenten menyahut.

"Woooow Sakura-Chaaaann… !" Naruto ikutan tapi ga jelas.

"Ahayy! Terima aja Sakuraaaa! Lumayan ketua kelaas! Berjuang Shikamaru!" Ino heboh.

"Tch. Ino baka." shika hanya membalas sahutan Ino dengan tiga kata dan muka bete.

"Baka Inoooo!" balas Sakura.

"Gud lak Shikaaa!" kiba juga ternyata ikutan. Shikamaru bersyukur Chouji nggak ikutan. Dya masih asik ngemil disana.

"Abaikan yang disana." kata Shikamaru menyuruh Sakura. Sakura yang sedang melihat Sasuke dan menyadari 'dia tidak sedang melihat kearahnya' pun menanggapi Shikamaru.

"Ya. Ada apa shika?" tanya Sakura.

"Itu... lo biasanya hari ini ada cheerlading kan? Gue tau dari ino." jawab Shika lebih sopan dari biasanya. Biasalah... kan cewe.

"Emang ada sih, trus napa?" jawab Sakura.

"Ya… lu pulang jam berapa?" shika nanya lagi. Sekarang di muka sakura udah ada tanda-tanda sedikit uh… merah?

"Jam 4 tapi…" Sakura yang baru kemarin nonton best collection dvd bajakan drama korea malah mikir macem-macem.

"Nah. Itu cukup." potong Shika. "Lo suka sasuke kan Sakura? Nah, hari ini dya bakal beresin gudang OR. Lu selese cheer tengokin dia ya, bener ga tu anak beresin gudang. Yasud, itu aja. Lu bisa ga?"

"Bisa sih, e.. tapi…" sakura menjawab lagi tapi kali ini ternyata udah telat. Ketua kelas kita dah pergi nyelonong entah kemana. Sakura yakin sih kalo dia pasti mau nyari tempat pewe buat tidur. 'Bisa aja si gue susul tapi, ya… sudahlah. Bukannya gue gak suka job ini juga sih.' batin sakura senang dalam hati. Sakura lalu bergabung dengan para anak-anak cewe lainnya dan dibanjiri dengan pertanyaan-pertanyaan ga penting kayak "Gimana? Di terima gak?" dan "Dya bilang apa? Ngga merepotkan kan?", Sakura hanya menjawabnya dengan 3 kata satu kalimat yaitu "Ngaco lu semua!"

-spasi-

Sedangkan Sasuke ….

"Jahaha. Cemburu sas?" tanya Naruto jail pada sobatnya yang bukannya ikut pergi ninggalin kolam malah sibuk minum pokka. *author promosi*

"Dikit." jawab Sasuke datar dan dingin. Byasa, gengsi uchiha.

"Cupucupcup. Sabar ya ndoo'." Naruto menghibur dengan nada bercanda. Tapi malah dijawab dengan sewot oleh Sasuke.

"Apa sih lo?" kata Sasuke sambil menampik tangan Naruto yang tadinya menepuk-nepuk pundaknya dari belakang. 'Hari ini gue sial.' batinnya.

-spa-

-si-

Saat jam pelajaran, Di koridor sekolah ….

"Wat? Lu disuruh ngawasin sasuke habis cheer?" Ino berteriak saat sedang membantu membawakan hasil ulangan dari Kurenai-sensei.

"Ssst! Jangan keras-keras no! untung di lorong ini cuma ada kita, kalo ada Sasu fg dah mati gue." jawab Sakura.

"Intinya, lu beneran itu tadi?" tanya Ino lagi dengan suara pelan.

"He eh." Sakura mengangguk.

"Yeah! Itu baru Sakura gue! Hahahay! Istirahat siang mau nraktir gue ga?" puji Ino yang diakhiri dengan ngarep.

"Nggak." Sakura jawab simpel. Ino cemberut.

Tiba-tiba, saat hendak melewati kelas D, (mereka di kelas C) seorang cowo berambut bob bagai helm dan beraksesoris serba hijau keluar dari pintu kelasnya. Cowo berbulu mata di bagian bawah itu pun menghampiri sakura dan langsung SKSD.

"Sakura-Chaann!" Lee berlari dari jarak kira-kira 50m sampai benar-benar tepat di depan muka Sakura baru berhenti. Sakura kaget dan langsung mundur.

"Hai, lee-san." ucap Sakura sambil mundur-mundur. Sayangnya setiap Sakura mundur selangkah Lee maju selangkah.

"Katanya kau di tembak Shikamaru ya?" Lee menginterogasi sakura dengan muka biasa tapi bagi Sakura sudah menyeramkan. Maka dalam hitungan detik saja muka Sakura sudah pucat, bukan karna pertanyaannya.

"Hei. Lee! Kau maunya apa sih?" omel Ino pada Lee.

"Aku mau tau apa dia sudah milik pria lain!" jawab Lee dengan gaya bahasa khas ala Gay-sensei.

"Lee, itu…" semakin lama semakin dekat, muka sakura sudah sangat pucat dan DUGH. Sesuatu lekukan putih sepertinya menabrak lee hingga terpental ke samping.

"Ah. Maaf." jawab seorang cowo emo yang dikira Sakura adalah lekukan putih ga jelas tadi.

'Sa-sasuke? Ga mungkin!' Sakura langsung blushing, meskipun Sasuke sangat jaim. Tidak menunjukkan tanda-tanda apapun dengan ekspreris dingin yang yah... seperti biasa. Ino dan Lee juga tidak mencium tanda-tanda apapun.

"Tidak apa-apa." jawab Lee. Mereka bertiga menengok ke arah Sasuke dan ternyata dya sudah berlalu sangat jauh sekali. Ino dan Lee sweatdrop. Sakura diam. Ga jadi blushing.

'Huuh. Pasti cuma kebetulan sakura… ngarep banget si lo!' batin Sakura sedih. Mungkin dia udah nangis dalam hati disana. Kepalanya tertunduk.

"Betewe Lee, ko lo bisa di luar kelas si? Emang ga ada guru?" tanya Ino heran.

"Ada sih, tadi gue ijin ke toilet, eh ketemu kalian." jawabnya santai, sepertinya sudah lupa dengan tujuannya tadi.

"Owh. Apa si Sasuke juga ke wc yach? Ah, so wat gitu louch? Kita capcus dulu yach.." kata ino dengan penyakit 'bahasa banci'nya yang ternyata lagi kumat.

"Bey~!" dan dijawab gitu aja ama Lee. Ckckck kayaknya ni virus nular deh. Shikamaru pernah ketularan juga ga yah?

-spasi-

SASUKE'S POV

Gue berjalan mau ke toilet dari koridor tadi. Sialan. Si Rock lee tadi mau ngapain tuh? Deket-deket sakura gue segala. Jadi ilang napsu gue mau ke wc. Udah ah, gua balik lagi aja. Lagian tadi si Sakura ama Ino kayak bawa-bawa kertas ulangan kemaren. Paling mau dibagiin hasilnya. Gue penasaran ama hasilnya si Dobe. Haha.

Waktu gue mau lewat koridor yang tadi, gue kaget ternyata si Lee blom balik juga ke kelasnya. Ngapain ni mahluk ijo?

"Saskaay! Akyu mau nanya dikit dunks!." Si mahluk ijo nyetop gue. Merinding sumpah gue denger bahasanya.

"A-apaan?" jawab gue masih pengen jaim. Maksut gue sopan.

"Si Cakura-chann tadi ditembak Shika yaa?" ARRRGGHHH! SEREEMMM!

"Ma-mana gua tau! Udah ah!"

Gila! Gua langsung ngibrit kenceng tadi. Si Lee ko jadi gitu yah? Mana ngingetin gw yang macem-macem lagi! Sial!

Author : Ckckck. Emang sial banget si Sasgay hari ini.

Sasu : Berisik Lu Author! Dasar ga guna!

Author : WHAT THE? Awas ya lu Sas! Huh! Untung gua juga fans lu. Hari ini lu ga bakal sial-sial banget ko..

Sasu : Wah spoiler ni? Aseeekkk! Ada apa lagi emang hari ini? *cengar-cengir*

Author : Ih, jadi OOC gitu? Ga seru dong, kalo gua kasi tau.. kasian reader kita tersayang ni… *author juga cengar-cengir ke reader*

Sasu : Ih, ikutan nyengir! Mending cengiran situ bagus!

Author : Gyaaa! What The?

Sasu : Hobi banget sih. Dah LANJUT!

~LANJUT~

-spasi-

NORMAL'S POV

Sesampainya di kelas ….

"Oy Teme! Ajarin gue dong!" kata Naruto nyahut begitu sasuke sampai.

"Heh. Emang ulangan lu berapa dob?" Sasuke jawab sambil nyengir dikiiiiitt.

"Huh. Bagus ko. Cuma minta ajarin aja. Ayo dong Temeeee…."

"Hn. Ngga ah."

"Cih. Yasud." Naruto lantas berpaling ke belakangnya. "Sakura-Chhaaaann yang cantik baik hati pintar rajin menabung dan tidak sombong calon istriku! Ajarin ini dong!"

Sasuke hanya melirik cuek ke Sakura. Sakura ngga nyadar.

"Wuena'e istrimu! Tuh istrimu di kelas sebelah!"

"Huh? Siapa?" Naruto dengan dodolnya nanya. Ngga nyadar sama sekali Sakura lagi bicarain Hinata.

"Siapa aja boleh." jawab Sakura sambil bercanda.

"Tapitapitapi lu mau ngajarin kaaan?" tanya Naruto manja dan jahil.

"Iya deh, berhubung gua bae…"

"Thankies Sakuraa-chaaaaa…" Naruto yang kegirangan + kejailan langsung motong kata-kata sakura + meluk dan nubruk sampai jatuh. Alhasil hebohlah sekelas. Lantaran meja dan kursi dibelakang sakura juga ketubruk-tubruk sampai jatuh. Sasuke dari jauh cuma geleng-geleng kepala, yang lain sweatdrop. Beberapa cuek aja begitu tahu itu Naruto yang buat.

"Adududududduuhhh Narutooo! Lutut gue kena niii!" Sakura protes.

"Hehehee. Sori sakuraaa-chaaann." Naruto yang udah biasa nyakitin sakura cuma nyengir. Lagian dia tau itu cuma lecet aja ko, keliatan tuh.

Naruto dan Sakura emang deket. Dari kecil dah deket banget, ya iyalah tetanggaan. Waktu bayi aja dah saling kenal… gitu. Maap author ngaco lagi. Eniwei, intinya mah Sasuke tuh ga cemburu kalo ngeliat mereka berdua... karna dah biasa.

"Huuuh, Naruu…" Sakura komplain + ngeluh sambil cemberut. Komplai ama ngeluh tuh sama yah? Eh sori.

'Ckckckck.' batin Sasuke yang cuma berdecak aja cukup.

-spa-

-si-

Pulang Sekolah . . . . .

"Hah! Bagus. Akhirnya selse juga tuh cheer rese! Capeeee…" Sakura mengeluh sambil mengambil tasnya di bangku.

"Yap. Betul-betul!" Tenten menghe'ehkan

"Aaaah. Bete! Abis ini disuruh ngawasin Sasuke lagi. Huuuh, repot."

"Hihihi, Sacchan bete apa betee? Hihihi." Tenten tertawa menyindir.

"Ih, e-emang bete ko! Capek tau!" jawab Sakura yg marah-marah dan malah bikin mencurigakan. Sakura lantas langsung berpaling dan meninggalkan lapangan.

"Ya udah, huhu. Good Luck yaa, bwat 'BETE' lo!" teriak Tenten menyemangati dengan intonasi menyidir di satu kata.

"Amiiin." kata Sakura pelan-pelan. Jah, ni anak diem-diem ngaminin aja.

-spasi-

Sesampainya di gudang …..

CKLEK.

'Humm… dah rapih.' batin Sakura.

"Sas?" sakura memanggil nama sasuke lembut. Tapi di sekujur ruangan itu bahkan tak ada tanda-tanda kehidupan. "Ah paling dah pulang duluan tu anak. Hilang deh 1 kesempatan. Huuh. Mana laper lagi." sakura melanjutkan menggerutu.

Srek. Rasanya kaki sakura baru menyenggol sesuatu.

'Huh? Apa nih? Roti? Gyaa pas banget!' batin sakura dengan mata menyala.

Sakura melihat ke sekeliling lagi. 'Huumm… ga ada siapa-siapa. Paling punya Sasuke yang ketinggalan.' sakura membatin lagi, 'Yaaayy! Thanks God! Udah lama banget gw pengen makan makanan yang di beliin Sasuke. Haaah. Akhirnyaa datang juga….. kesempatan emas!'

Tanpa ba-bi-bu lagi Sakura pun melahap roti gratis ditangannya tersebut. "Aahmm. Enyak."

- selang 3 menit -

"GRAAWWW! PEDEESSS! GYAAAAAA!"

Sakura teriak-teriak kelabakan. Dari belakang, sesosok mahluk tak jelas warna putih pun muncul dari bawah.

"Hoaaahmm. Loh? Sakura? Ko lo di sini? Eh, itu kan roti…"

DEG. Jantung sakura berdegup kencang dan sepersekian detik kemudian seakan berhenti. Dia dengan perlahan dan kaku bak di komik-komik menengok ke belakang… 'I-i-I itukan su-suara….' Batinnya mulai tergagap lagi.

"GYAAAAA!" sakura teriak histeris dan langsung menyambar jendela di belakangnya. Tanpa basa-basi ia loncat dari lantai dua. Kenapa musti loncat? Karna Sasuke tercintanya mem-blokir lajur escape nya ke pintu. Ga rugi dia anggota cheer, loncat dari lantai 2 jadi ga masalah. Plus faktor adrenalin juga sih. Hahaha *author mulai gaje*. Intinya, sasuke yang langsung menyambar jendela sesaat setelah sakura loncat ber-lega ria.

"Haah. Gila juga tu anak. Untung ga kenapa-napa." Sasuke lalu melihat bungkus roti yang tadi digigit sakura. "Sialan si Dobe. Gua minta roti sau tomat dibeliinnya saus sambel. Ckckck." sasuke lanjut melihat ke arah jendela Sakura meloncat tadi. 'Hehehe, tapi ada untungnya juga sih.' dia

Mengingat-ingat wajah dan bibir merah sakura yang kepedesan, lalu reaksi Sakura yang lebay kelabakan. "Hahahaha, lucu." ia lalu tertawa senang dan meninggalkan ruangan dengan mood senang (sepertinya).

-EP 2 FIN-

Thanks sebesar-besarnya dari saya buat yang kemarin review! Cahpter 2 Akhirnya jadi juga! Huaahh. Saya juga ga yakin dengan bagus tidaknya ni chapter. Argh! Btw Guys, sori update nya lama. Banyak tugas! Semoga kalian puas… ;). Oya, Review please! XO