Hybrid

A story by Penjae


Chapter 2. Kai?

Kyungsoo POV.

Apa aku sudah bilang bahwa aku tidak menyukai hybrid? Bagiku, manusia ya manusia. Hewan ya hewan. Tidak ada 'pertengahan' dari itu. Itu… menjijikan. Kau mengerti maksudku kan?

Dan hal yang kulihat didalam kandang itu membuatku bergidik ngeri. Makhluk itu meringkuk diujung kandang, menggunakan tangannya sebagai bantal. Rambut hitamnya jatuh menutupi satu matanya. Ia tampak seperti manusia biasa.

Aku mengalihkan tatapanku ke bagian samping kepalanya, tempat dimana telinga manusia seharusnya berada. Tetapi tidak terlihat telinga di area itu. Perlahan, tatapanku pindah ke atas kepalanya. Tempat dimana telinga kucing makhluk itu berada. Astaga. Kegilaan macam apa yang Baekhyun bawa ke rumahku ini?

"Dodyo?" panggil Baekhyun, masih dengan senyuman lebar. "Bukankah dia indah?"

Baekhyun mengetukkan jarinya yang memakai cincin ke kandang, lalu membuka pintu kandang itu. Aku terdiam ditempat saat melihat makhluk itu perlahan membuka matanya, mata hitam itu langsung menatap kearahku.

"Kai! Kau sudah bangun!" Baekhyun mengulurkan tangannya, mencoba menggapai sang catboy. Catboy yang dipanggil Kai itupun merangkak keluar dari kandangnya, matanya masih tertuju kearahku. Seakan bingung dengan apa yang aku lakukan didepan kandangnya.

Kai menghambur ke pelukan Baekhyun, manusia setengah kucing itu mengusapkan kepalanya di pundak Baekhyun, ekornya bergerak ke kanan dan kiri.

Mataku melebar.

"Kai, ini master barumu. Dan Kyungsoo… ini Kai. Peliharaan barumu, tentu saja."

Oh, sialan.

Author POV.

Kyungsoo masih tidak mengerti apa yang membuatnya menerima hadiah dari sahabatnya itu. Setelah menjelaskan panjang lebar tentang Kai—Kai belum bisa bicara, ia takut petir, ayam goreng sebagai makanan favoritnya, dan ratusan hal lainnya—Baekhyun langsung mengundurkan diri dengan alasan masih ada catboy yang harus diantar, meninggalkan Kyungsoo dengan makhluk setengah kucing setengah manusia bernama Kai ini.

Kyungsoo duduk di sofa ruang tamu, pandangannya fokus ke televisi yang sedang menyala. Kai duduk di lantai, mengamati majikan barunya.

Kai memiringkan kepalanya. Tadi Baekhyun bilang ia ingin membawaku ke master yang akan merawatku. Benarkah pria bermata besar ini master-ku? Tetapi kenapa aku merasakan aura negatif darinya? Seakan ia tidak menginginkan keberadaanku disini.

Karena penasaran, Kai merangkak mendekat ke Kyungsoo. Dengan ragu-ragu meletakkan kepalanya di paha Kyungsoo, membuat majikannya itu kaget dan menjauh darinya.

"Ja-jangan melakukan itu!" Kyungsoo tergagap, ia menggeram frustasi sebelum beranjak dari kursi. "Sudahlah, aku mau mandi. Kau tunggu disini. Mengerti?"

Telinga kucing Kai terkulai lemas di kepalanya, dan ia mundur teratur dari majikannya itu. Sepertinya memang ia tidak menginginkanku.

.

.

Kyungsoo keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap dan handuk melingkari lehernya. Suara H.O.T.—boyband dari SM Entertainment yang sudah bubar—menyanyikan Candy terdengar dari ruang tamunya.

Pria bermata besar itu tersenyum kecil saat melihat Kai bergoyang mengikuti irama, mata catboy itu terfokus ke layar televisi, senyuman bangga terulas di bibirnya saat lagu selesai.

"Menemukan koleksi laguku, hm?" suara Kyungsoo membuat Kai mengalihkan pandangannya, Kai mengangguk dengan semangat lalu berlari ke majikannya, mengendus bau segar yang berasal dari Kyungsoo.

Kai tersenyum tambah lebar saat Kyungsoo tidak mendorongnya menjauh. Sepertinya mood-nya membaik~

Kyungsoo mengerutkan dahinya sebelum membalikkan badannya dan berjalan ke dapur. Kai mengikuti dengan ekor yang bergerak ke kanan dan kiri. "Apa kau memakan makanan manusia juga?" tanya Kyungsoo. Yah, mau tidak mau dia harus memberi makan peliharaannya itu kan?

Kai tampak berpikir sejenak sebelum mengangguk dan bersandar di meja dapur, mengawasi gerak gerik Kyungsoo.

Kyungsoo menggeledah isi kulkasnya dan menghela nafas ketika melihat kulkasnya kosong. Hanya ada susu dan beberapa snack. Kyungsoo memang bukan tipe orang yang suka makan dirumah. Ia suka memasak, memang. Tetapi biasanya hobinya itu ia salurkan untuk membuat perempuan terkesan. Yang berarti, ia memasak di rumah orang lain—yang sebagian besar ia tidak kenal, karena biasanya hubungan mereka hanya sekedar one-night-stand—dan bukan rumahnya sendiri.

"Aku akan memesan pizza nanti," Ucap Kyungsoo seraya menuangkan susu dari karton ke gelas lalu menyerahkannya ke Kai. "Minum ini dulu."

Kai mengangguk lagi sebelum menghabiskan susu di gelas, lalu ia mengembalikan gelasnya ke majikannya. Kyungsoo yang melihat mulut Kai belepotan oleh susu hanya bisa menahan tawa.

Ternyata hybrid bisa terlihat imut juga ya.

Hm, mungkin keputusan Kyungsoo untuk menerima Kai tidak terlalu buruk.


TBC.