-,
WinterFell Village – Dawn
Serangan the wildings (tentara orang buangan) menjadi penanda bahwa Hyukjae benar – benar sudah meninggalkan WaterHall. Ia melihat sendiri bagaimana manusia menjadi mati, cacat, dan luka yang menganga dimana – mana. Berjalan mengikuti Donghae tidak pernah seburuk ini. Calon suaminya mengatakan bahwa keadaan bisa menjadi lebih buruk lagi karna pasokan makanan yang semakin menipis. Penjarahan manusia – manusia kelaparan semakin tidak terkendali dan pembunuhan demi pembunuhan merupakan satu dari sekian cara untuk bertahan hidup.
"You want to go home?" that is not even a question. Dari tadi kaki Hyukjae sudah ingin berlari meninggalkan orang – orang yang terus menangis kesakitan karna kehilangan kakinya atau bagian yang lain. Hyukjae melihat bagaimana wajah Donghae jauh lebih keruh dari biasanya. Seolah siap memotong tangannya sendiri hanya untuk menghentikan bencana panjang menyebalkan ini. "I shouldn't bring you here."
Hyukjae masih membeku. Nuraninya tidak bisa berbohong kalau dia benci melihat semua darah dan potongan tubuh tak lengkap bekas manusia. Tapi di sisi lain WinterFell adalah rumahnya sekarang. Dia harus melihat bagaimana kerajaan kecil ini bertahan dan membantu apapun yang bisa dia lakukan.
"I'm sorry my lord. It is my fault. I should have . . ."
He is surprised, bagaimana Hyukjae begitu mudahnya menangis dan melipat tangan – tangannya sendiri seolah itu bisa membuatnya tenang. Bahkan ditengah semua kemelut yang terjadi Donghae bisa memastikan betapa polosnya Hyukjae saat ini. Dan itu tidak bagus. Sangat tdak bagus.
Dunia ini bukan tempat terbaik untuk menjadi naif, his world at least. Donghae hampir mati karna tidak tahu lagi apa yang akan dan harus terjadi. Kemungkinan mereka bisa bertahan tidak lebih seperti sinar matahari. Semu. Dan tidak pernah terjadi dalam 5 tahun ini. Karna musim dingin masih berhembus kencang dari utara. Dan sepertinya tidak akan berhenti untuk 5 tahun lagi yang akan terjadi.
Hyukjae tidak pernah diajari bagaimana menyembuhkan the land atau apapun tentang menghentikan musim dingin kali ini. Dia sama sekali tidak mendapat pelajaran atau setidaknya himbauan agar mantranya bekerja. Bahkan Hyukjae tidak tahu memiliki mantra for gods sake!
King Rodd melihat calon menantunya yang sama sekali tidak tenang. Keprihatinan membuat bocah berambut biru itu tidak mau menyentuh makanannya. Mereka hanya makan sekali sehari dengan gandum dan sedikit daging babi.
Hyukjae hampir menabrak raja Winterfell saat mondar mandir mencari cara menghilangkan segala kericuhan yang terjadi. Dia mendongak hanya untuk melihat wajah orang yang telah membawanya dari WaterHall berdiri, melihatnya dengan seribu makna. Jujur saja, Hyukjae masih takut dengan king Rodd. Kepala keluarga Stark itu jarang berbicara. Janggut dan kumisnya yang tebal membuat Hyukjae bingung ketika mencoba membaca ekspresi wajahnya.
"My lord." Membungkukkan kepalanya dan memilin tangan menjadi kegiatan yang setiap hari Hyukjae lakukan semenjak datang ke WinterFell. He does not even know what to do.
KingsLanding – Before Noon
"hah . . . hah . . . hah . . ." satu dua. Tiga. Pintu terbuka. Kyuhyun Lannister berdiri dengan wajah yang paling sering Siwon lihat akhir – akhir ini, dan jujur saja dia tidak menyukainya sama sekali. Wajah tidak puas dengan siratan kegusaran yang tersembunyi dan The Heck! Dia sudah menginwasi hampir lima kerajaan setahun ini hanya untuk memuaskan raja tercintanya yang sedang berada pada fase galau akult.. "Hello brother. I am back."
Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Matanya meneliti tiga wanita telanjang yang pingsan dengan kemaluan mengeluarkan cairan mani saudara kandungnya sendiri. Tidak bersuara atau menangis karna melihat orang yang paling dicintainya bertindak sesuka hati. Well, Siwon bisa lebih parah dengan menggiling habis seluruh wanita pelacur di KingsLanding hanya untuk membuatnya puas. Tidak peduli jika ketiga teman tidurnya sudah mati (atau mungkin akan mati), Siwon masih enggenjot kemaluannya dengan lantang seolah mereka hanya sarung kosong untuk kesejatiannya yang tangguh bukan hanya ketika berada di medan laga. Dan yakin, dia tidak akan berhenti sampai hasratnya terpenuhi which is, I don't know, mungkin semalam suntuk genjotan lagi.
Setelah perang besar yang terjadi hampir lima tahun lalu (tepat sebelum winter is coming) dan Kingslanding hancur total, Kyuhyun telah mengumpulkan kembali daerah jajahan dengan jalan yang sama yaitu menjajah lagi. Memberi ketakutan pada mereka adalah satu – satunya jalan seorang raja bisa berkuasa. Atau mungkin begitulah yang diajarkan ayah Siwon dan Kyuhyun ketika mereka masig kecil dan melihat cara – cara licik ayahnya untuk menguasai Seven Kingdom dan menempati iron throne di KingsLanding. Siwon adalah panglima sekaligus kakak yang menjadi senjata perang paling gagah dan loyal yang selama ini Kyuhyun gunakan untuk kembali mengumpulkan kekuatan.
"Are you done." Pertanyaan tanpa tanda tanya. Karna Kuhyun hanya mengibaskan jubahnya sekilas setelah melihat pakaian pelacur yang hampir mengenai kaki jenjangnya. Dilihatnya Siwon masih terus menggoyang pinggul, mengejar kepuasan setelah semalam suntuk belum sekalipun keluar dengan tiga wanita penghibur yang disewa ajudannya. Yang konon katanya adalah yang terbaik memberikan jasa pelayanan di seluruh Seven Kingdom.
"Ummm, no? ini hadiahku ok. Menahlukkan Qahar tidak pernah semudah yang kau bayangkan meski isinya Cuma bapak – bapak gemuk penyakitan." Siwon mencabut penisnya. Berjalan mengambil tisu dan membersihkannya tepat ketika berdiri di depan Kyuhyun dengan kepala yang menunduk untuk membersihkan hingga bersih sebersih bersihnya. "Whats wrong." Liriknya. Menggenggam pipi saudara kandung satu – satunya keluarga Lannister yang masih tersisa.
"Master of whisper speaks to me, about something in the north."
Mendengar kata north, Siwon kelihalangan selera untuk menggoyang pinggulnya secara tiba – tiba. Orang – orang utara yang dipimpin WinterFell adalah musuh paling berbahaya yang pernah bermusuhan dengan Lannister. Mereka orang – orang yang tangguh dengan kekuatan serta tekat seperti baja. Pasukannya selalu kalah untuk mengalahkan ganasnya orang – orang utara karna mereka terlatih dan dilatih langsung oleh alam. WinterFell hampir selalu berada di musim dingin sepanjang tahun. Mereka menempa dan hidup di keadaan yang tidak semua orang sanggup bertahan hidup. Diambilnya wajah sang adik. Diciumnya bibir itu dalam hingga Kyuhyun memejamkan matanya. "Can I get, at least, a warm welcoming party. With you. Pelacur – pelacur itu bahkan tidak akan memuaskanku setelah kugagahi sampai mati."
Siwon tidak menunggu jawaban Kyuhyun untuk membuka baju bangsawannya. Membawa tubuh telanjang saudara kandungnya untuk berada di pelukan yang nyaman, dengan bagian bawah terhubung saling memerlukan. Menyatukan kasih paling murni meski banyak yang menganggap mereka gila karna mencintai adiknya sendiri. Setelah ayahnya meniduri kakak perempuannya sendiri dan lahirlah mereka berdua, darah penyuka sesama keluarga mengalir deras dengan selera aneh untuk keluarga Lannister yang tidak pernah tertarik pada siapapun di luar keluarga mereka sendiri. Meski beberapa dari mereka menikah dengan klan lain, itu semua hanya agar menjaga martabat dan mengumpulkan ally untuk pertempuran yang tidak bisa mereka menangkan dengan hanya perang. Pernikahan politik bukan hal tabu apalagi untuk keluarga yang menginginkan kekuasaan paling besar di seluruh alam yang masih bernama di putaran Seven Kingdom.
"They have a mamale of Waterhall." Ucapan Kyuhyun membuat Siwon berhenti. Sebelum menggenjot lagi dan menumpahkan sarinya di dalam perut saudara tersayangnya. Mencium punggungnya sayang untuk menghirup aroma Kyuhyun sebanyak – banyaknya. Oh, dia sangat mencintai mahluk putih yang sangat pandai ini. Kulitnya sangat putih hingga seperti tulang. Lembut karan setiap hari bermandikan susu sapi murni yang diperas oleh tangan – tangan terampil suruhan kerajaan. Ketika Siwon memegangnya, ia akan merasa sangat senang. Seolah semuanya tidak cukup sebelum menelan Kyuhyun bulat – bulat sekali makan.
"So. We don't need him. Musim dingin disini tidak pernah terlalu dingin, dan sedingin WinterFell. Bukankah barang jarahan masih tersimpan banyak untuk setidaknya 20 tahun kedepan?"
Kyuhyun menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya. Melihat warna mata yang sama persis dengan miliknya. "Don't you want a child. My child. Your child. Our child."
Siwon mulai mengerti kemana Kyuhyun akan membawa mereka bicara, dan menurutnya itu terlalu awal untuk memulai kembali sebuah perang. Dia telah lelah melihat bagaimana ayahnya menebas memotong memancung langsung kepala Lord Sam Stark sepuluh tahun lalu. Ayah dari raja WinterFell sekarang, Lord Rodd Stark. Dan memulai perang hanya gara – gara keengganannya melihat sebuah keluarga bahagia di wilayah utara yang mulai semakin kuat dan takut keluarga Stark memberontak padahal Siwon yakin mereka akan baik – baik saja kalau ayahnya tidak memeganggal kepala keluarga yang seharusnya tidak pernah menyinggung apapun untuk merebut tahta.
Siwon sudah hidup cukup lama untuk melihat sendiri bagaimana Iron Throne mampu merubah seorang ayah kebanggaan menjadi tiran yang kejam. Mereka berhasil memberikan perjanjian damai setelah Stark berhasil membunuh ayah Siwon dan Kyuhyun. Mengakhiri sebuah kepala dengan kepala. Meski Kyuhyun sangat tidak terima namun Siwon berhasil mencegahnya untuk melanjutkan perang yang telah berlangsung hampir puluhan tahun itu.
"You can find anyone, a princess, a whore or whatever you want to give you a child. Two. Or thousand." Ucap Siwon menekankan penolakannya. Ia mengambil bir hanya untuk menegaknya kemudian membanting gelas di tangannya hingga pecah. Siwon sudah mati – matian menjamin perdamaian dan menuruti semua yang Kyuhyun katakan. Tapi kecemasan Kyuhyun saat menjadi penguasa mulai terlihat seperti ayahnya sebelum mulai gila.
"You know I cant touch a woman. I dispise them. I hate them. They disgust me to death. Besides, anak yang dilahirkan oleh seorang mamale akan selalu terlahir sempurna. Kuat. Calon penguasa sesungguhnya. Bagaimana mungkin kau bisa menyamakannya dengan putra dari pelacur murahan. He is the only one who can bring us the best heir. Hanya dia yang pantas untuk melanjutkan darah murni Lannister or even better." Kyuhyun mengambil wajah Siwon agar kembali melihatnya. Melihat matanya. Dan mengerti kalau ini akan membuat hidupnya jauh lebih tenang.
"Kita sudah berperang selama 12 tahun dan 5 tahun yang lalu akhirnya perang terpanjang itu berakhir! Dan sekarang kau ingin memulai satu lagi?!" Siwon mencoba mengajak Kyuhyun berpikir dan menghentikan keinginannya. Meskipun ia sadar itu tidak mungkin.
"They are weak. Winter telah memakan hampir seluruh orang utara, kau mungkin hanya perlu menghadapi 20 orang penyakitan untuk membawa mamale itu ke KingsLanding. Siwon, I know I am the worse person you have ever met, but please, I really want to have our child."
Dan Siwon hanya bisa mematung melihat Kyuhyun yang menangis di depannya.
-,
WinterFell – Donghae's Chamber – Dawn
Kesehatan Hyukjae memburuk. The land, seperti berbicara dan merintih setiap Hyukjae tidur. Mengatakan padanya kalau dia kesakitan dan ingin disembuhkan. Hyukjae tahu, musim dingin kali ini akan bertahan sangat lama karna memang tidak bisa disembuhkan dengan cara apa saja. Meski sekuat apapun Hyukjae mencoba mengurangi sakitnya hingga dirinya sendiri yang jatuh tidak berdaya. Tenaga Hyukjae Aiden Arryn tidak pernah cukup kuat untuk menyembuhkan The Land yang telah mati. Jadi menderita dengan sedikit tenaga adalah satu – satunya hal yang membuatnya bisa bertahan hidup diatas ranjang setelah sebulan kesakitan.
"You should do what your job and end this winter!" ayahnya tidak pernah marah. Rodd adalah raja bijaksana yang jarang sekali menunjukkan kemarahannya kecuali di medan laga. Kecuali ketika ia berperang dengan musuhnya. Kecuali ketika mereka menyakiti atau bahkan membantai keluarganya. Lord Rodd putra Lord Sam Stark adalah pria yang berkarisma luar biasa hingga kata – katanya selalu terdengar tegas namun menenangkan. Tidak pernah sekalipun ia meninggikan suaranya pada keluarganya sendiri. Meskipun ketika ia harus memaksa putra termudanya Brandon Stark melihat proses pemenggalan kepala prajurit yang tidak setia, Brandon Stark yang sekarang telah tiada dan bergabung dengan kakak – kakaknya di ruang bawah tanah tempat seluruh anggota keluarga Stark tidak kali ini. Amarahnya seolah dilecut dengan melihat bagaimana anak satu – satunya yang dia miliki begitu keras kepala hingga menyebabkan orang lain terluka. Dan anehnya, Donghae justru membenci suara ayahnya sendiri saat ini.
"You mean by fucking him?!"
"Yes! Of course! That's why I bring him here, by sailing my 5000 best armored people to death at The Depth Sea!"
Donghae benar – benar menantang tatapan ayahnya dengan berani. Ia bahkan tidak takut dengan wajah murka ayahnya yang seolah siap menghunus pedang untuk berperang melawan anaknya sendiri. "That is a rape!" Jawabnya.
"Wrong. That is a duty. Dan kau terlalu pengecut untuk melakukannya. Dia akan menderita hingga mati karna kekeras kepalaanmu dan sialnya itu adalah turunanku."
Kali ini Donghae diam. Mencoba berpikir apa yang sebaiknya ia lakukan. Berdebat seperti ini tidak akan membawa matahari kembali, atau setidaknya menyembuhkan calon istrinya yang hampir mati. Donghae harus melakukan sesuatu.
"If you cant, then I will."
"You what?!"
"Say hello to your new mother and I mean it. We'll be getting married in 3 days. Is it me, or you, your choice."
Perang perang tatapan tajam itu berakhir tepat saat terompet tanda keamanan berbunyi dari kejauhan - di parimeter depan sebelah timur. Donghae dan Rodd Stark melihat liukan api yang melambung di tengah dawn yang sunyi. Siapapun itu, apapun itu, semua yang di Pyke telah mati oleh serangan orang – orang buangan yang kelaparan.
WinterFell – Almost MidNight
Hari ke tujuh pada bulan kedua, Hyukjae membuka sedikit matanya. Ia melihat DOnghae yang masih duduk di meja dengan banyak perkamen di depannya. Menulis dengan serius dan wajahnya yang semakin tirus. Tba – tiba ia merasa gagal karna tidak pernah memberikan apapun untuk orang yang telah bersusah payah membawanya. Memberinya tempat tinggal dan kasih sayang yang sangat jauh berbeda dengan yang ia dapatkan ketika masih menjadi anggota keluarga Arryn. Matanya memanas. Ia telah gagal dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"I am so sorry my lord. Ive disappointed you."
Melihat calon pengantinnya menangis membuat Donghae tidak tahu harus melakukan apa. Rodor yang melihat calon pasangan majikannya juga berhenti mendengus lapar dan siaga berdiri dengan kedua perutnya yang kering kerontang. Mengamati Hyukjae lalu menoleh ke Donghae yang juga melihatnya dengan pandangan yang sama. Seolah menemukan seseorang yang kau sayang menderita dan kau tidak tahu harus melakukan apa atau apakah semuanya memang nyata.
Melihat Hyukjae terus menangis hingga bahkan menyembunyikan wajahnya membuat Donghae memutuskan inilah waktunya. Ia melihat Rodor yang memberinya tatapan pasti sebelum meninggalkan kamar dengan langkah pelan yang seolah tidak ingin meninggalkan bahkan tanda cekaran di lantai dingin kerajaan WinterFell. Ia membuka jubahnya. Membiarkan hanya hangat api perapian yang mampu mengusir sepi dan mendatangi kasur calon istrinya yang masih sangat bersedih hingga hampir pingsan. Dibaringkannya Hyukjae. Membuka kedua tangannya yang menutupi wajah cantik yang kini memerah seperti darah. Dan bertambah kuat saat melihat Donghae di depannya yang telah tidak memakai apa – apa. Isakannya terdengar lebih keras dan menatap Donghae takut – tidak menghentikannya ketika calon suaminya itu memeluk Hyukjae sambil berbisik menenangkan. "It's Allright. It's going to be All right."
Keduanya tidak berada pada suasana yang bahagia. Justru rasa sedih yang mendalam seolah kau harus dipaksa bercinta ketika sehari seleumnya adalah kematian orang yang kau sayang seumur hidupnya. Tidak ada tawa disana. Hanya air mata yang terus mengalir saat keduanya menyesuaikan masing – masing. Saat Hyukjae kehilangan pakaiannya. Dia tidak takut kepada Donghae. Dia tahu ini adalah tugasnya. Dan mereka sama – sama tidak menginginkannya meski harus dan wajib.
Saat Donghae merasukinya, Hyukjae hanya bisa bernafas putus – putus dengan mencengkeram lengan Donghae sebagai pelampiasan. Awalan sedih yang mereka mulai justru berakhir dengan deru nafas yang panjang dan raungan kenikmatan. Hyukjae masih meringis karna ukuran Donghae yang memang terlalu besar. Meski nikmatnya juga tidak bisa disampaikan dengan kata – kata bahkan sedikit saja.
Ia hanya merasa memang disitulah tempat yang harus Donghae miliki sepenuhnya. Ia telah menjadi milik Donghae untuk selamanya. Dan mereka akan memiliki anak – anak bersama. Musim dingin ini harus segera berakhir kalau Hyukjae ingin anaknya tumbuh dengan baik.
Tidak puas, Donghae mendorong Hyukjae untuk berbalik dan membuka pintu masuknya. Melihat tempat yang sudah melar setelah ia isi pertama kali. Melihat lelehan putih yang menggenang emudian tumpah perlahan – lahan. Donghae menikmatinya. Sangat. Hyukjae hanya bisa mengerangketika Donghae memasukinya lagi dari belakang. Kali ini ia bahkan tidak segan – segan untuk bertindak kasar dengan mencengkeram rambut Hyukjae sebagai pelampiasan. Dan mungkin agak sedikit salah tapi percayalah, Hyukjae menikmatinya hampir sama hebatnya dengan yang Donghae rasakan.
Ia merasakan daging anusnya tertarik keluar kemudian dimasukkan lagi dengan sekali hantaman. Bagian bdalamnya melar dan menyambut Donghae untuk terus berada di sana. Di sarangnya yang nyaman. Mereka seharusnya melakukan ini lebih awal. Semuanya berjalan dengan cepat namun pelan. Mereka menghabiskan tiga hingga 6 jam untuk terus menggenjot dan digenjot. Hyukjae berubah dari mahluk polos yang menggemaskan menjadi singa betina yang haus sentuhan. Menerma Donghae dimana saja bahkan ketika ia dilecehkan dengan sangat nikmatnya. Tugasnya terpenuhi, dan ia tidak tahu akan seenak ini.
-,
WinterFell – Past Noon – Dining Room
Donghae tahu ayahnya secara sengaja tidak bertanya kenapa ia menghilang tadi pagi dan belum muncul hingga matahari sudah tinggi. Entah suaranya atau suara Hyukjae yang terlalu tinggi hingga dinding istana tidak tebal lagi tapi intinya, ayahnya sudah tahu dan dia merasa bahagia karenanya. Hari terlihat lebih cerah. Angin musim dingin berhenti berhembus dari utara. Donghae tidak ingin mengaitkannya dengan apa yang telah ia lakukan dengan Hyukjae semalam, tapi jika angin dingin telah berhenti, berarti harapan musim dingin berakhir sebentar lagi bukan sekedar angan – angan bocah yang masih bermain layangan.
"Where is Prince Arryn. He needs to eat his break fast." Ucap ayahnya santai. Menghabiskan makan sianya atau mungkin sarapannya karna belummakan sejak pagi. Mereka tidak akan makan kecuali melakukannya bersama – sama. Dan Rodd Stark harus menunggu putranya turun sebelum bisa menyentuh gandumnya sendiri.
"He is Sick, I'll bring his Foods."
"Oh, I though he is fine. He is . . . . screaming beautyfully last night."
Dan benar saja, bebarengan dengan senyuman mengerikan ayahnya Donghae hampirmemuntahkan kembali makanan yang sialnya baru sampai di tenggorokan. Wajahnya mulai memerah seperti udang rebus yang terlalu besar bahkan hingga sampai di telinganya yang cukup lebar. Lord Stark sangat menyukai reaksi anaknya yang menurutnya sangat menawan.
"Dad You'r . . .!"
Lengkingan bunyi peringatan itu berbunyi kembali. Dan Donghae telah salah memperkirakan bahwa Pyke meninggal karna diserang tentara orang – orang buangan. Siwon Lannister telah datang untuk merebut satu – satunya harapan yang bisa Donghae berikan untuk menghangatkan sebuah kerajaan yang nyaris membeku ketakutan. Donghae memandang ayahnya begitupun sebaliknya. Mereka merasakan bahaya yang datang dan hilang sudah semua kemanisan canda tawa yang beberapa detik lalu terasa sangat bahagia. Sekali gerakan Donghae memanggil Rodor dan keduanya berlari ke arah kamar. Mengenakan baju zirah perang. Ia melihat cintanya yang masih tidur hanya dengan tertutupi oleh selimut besar. Mencium keningnya sayang dan mengucapkan sebuah pesan yang hanya terdengar oleh kegelapan.
-,
WinterFell – Dusk – Between Midnight and Dawn
hyukjae masih mengenakan piyama tidurnya ketika ia mendengar Donghae menyuruh agar mengunci pintu. Jangan sekali – kali keluar dan membuka pintu untuk siapapun kalau perlu larilah. Ia bisa merasakan detik – detik kehancuran WinterFell denagn teriakan dan banjir api disana – sini. Hyukjae bahkan nyaris menggenang ketakutan saat dirinya diseret oleh orang berjubah yang sama sekali tidak kelihatan wajahnya. Ia meraung dan mencoba sekeras mungkin lari tapi percuma karna tenaganya seperti tidak berarti. Keluar kaamr dengan nyaris diseret bahkan setengah digendong Hyukjae melihat kengerian yang melanda nadinya sekali lagi. Ia menangis melihat banyaknya orang mati dan Rodor yang sudah tercabik – cabik hingga kepalanya tidak utuh lagi. Di tengah ruangan masih ada suaminya yang bertahan kepayahan menyerang berpuluh – puluh orang yang mengelilinginya.
"No! Please! Please Don't Hurt Him! Please! I Beg You! NO! Donghae!" raunggannya semakin hilang ditelan kegelapan saat terakhir ia melihat Donghae yang nyaris terjatuh kelelahan. Hyukjae hanya bisa terus bermumam please, save him, don't secara terus menerus bahkan saat ia telah dimasukkan ke dalam jeruji di atas kereta yang akan membawanya entah kemana. WinterFell is going down. Rumah – rumah terbakar. Tangisan anak kecil yang terlunta menyakiti telinganya yang sekarang sama – sama merasa tuli karna tidak bisa berpikir lagi. Mereka akan berjalan melewati hutan dan lahan luas pertanian hingga sebulan atau dua bulan kedepan untuk sampai di KingsLanding. Siwon memimpin pasukan di depan dan melihat tawanannya yang seolah syok berat. Pakaiannya berantakan dan terdapat sedikit memar. Meski begitu bahkan Siwon harus mengakui bahwa laki – laki ini sangat cantik sekali. Melebihi saudara kandungnya sendiri. Di sisi lain, Hyukjae merasakan dirinya hancur berantakan. Sebelum The Land membisikinya satu rahasia besar. Bahwa anaknya sedang berkembang. Dan Donghae akan membawanya kembali dengan seribu tentara yang lebih kuat dari manusia biasa.
-,
Somewhere in WinterFell – Blood Side Dawn
Bumi kerajaan utara yang rata dengan tanah. Satu mayat siap digantung di pintu utama gerbang kerajaan sebagai pertanda bahwa Stark sudah mati. Mayat Lord Rodd telah digantung dengan rapi dengan setengah tubuhnya yang hangus terbakar. Ia dijadikan monumen pengingat sekaligus ejekan paling biadab bagi siapapun yang melewati daerha ini nanti. Penguasa Utara telah jatuh. WinterFell is falling down.
Sementara itu, di sisi lain ruangan utaam istana kerajaan WinterFell, pangeran muda Stark telah kehilangan nyawanya. Matanya terbuka dengan tusukan dalam di dadanya. Putih membiru dan siap dimakan oleh binatang yang akan mengurainya dari manusia menjadi bukan apa – apa. Sampai tiba – tiba matahari bersinar. Membelah awan dan menerangi apapun di bawahnya. Angin dingin berhenti bertiup. Rumput tumbuh dengan cepatnya. Membalut luka yang dirasa oleh Stark muda. Memberinya nyawa untuk mampu membuka mata.
