Naruto tak tahu mengapa tubuhnya terasa begitu lelah hari ini. Hingga ketika ia mendengar bel pulang berbunyi, ia bergegas membereskan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. Kemudian ia menunggu seluruh siswa di dalam kelasnya keluar terlebih dulu.
Ia terbiasa untuk pulang paling akhir. Menghindari konflik menurutnya. Agar tak ada hidangan penutup bagi pembully sinting yang hobi sekali menindas dirinya.
Setelah kelas kosong, Naruto beranjak dari tempat duduknya. Melangkah keluar dari ruang kelasnya untuk pulang.
Koridor-koridor sekolah terasa lenggang. Sangat sepi. Dan Naruto sudah terbiasa. Bukankah Naruto dan kesendirian adalah hal yang mutlak adanya?
Gema suara langkah kaki yang menyusuri koridor selalu menemani kepulangan Naruto. Gema tunggal yang dihasilkan kakinya selalu menjadi teman ketika Naruto pulang.
Tapi tidak untuk hari ini.
Ia mendengar gema suara langkah kaki lain di belakangnya.
Penasaran, ia pun menoleh ke belakang. Belum sempat netranya menangkap sosok di belakangnya ketika kemudian ia merasakan kepalanya terbentur sesuatu yang keras hingga ia terjatuh. Ia merutuki nasib sialnya.
"Perhatikan jalanmu, pirang." Naruto bersumpah bahwa yang bersuara itu pasti tengah menatapnya dengan tatapan penuh penghinaan.
Naruto mengusap kepalanya yang terbentur. Merasa begitu bodoh di depan orang lain.
Ia membetulkan letak kacamatanya yang melorot. Sedikit bersyukur karena kacamatanya tak harus rusak karena insiden memalukan yang terjadi barusan.
Naruto hendak berdiri, namun urung ketika tiba-tiba tubuhnya dipaksa berdiri oleh tangan-tangan besar yang memegang erat pinggangnya.
"Dasar ceroboh," hina orang yang telah membantunya berdiri meski dengan cara yang kasar.
Naruto mendongakkan kepalanya. Mencari tahu siapa yang membantunya itu.
Lagi-lagi Naruto merasa hidupnya sangat sial ketika tahu siapa orang dihadapannya. Orang yang dijumpainya pagi hari tadi dan siang ketika ia makan.
Bagaimana bisa ia bertemu orang mengerikan ini lagi?
Apa Tuhan tidak puas melihatnya sial terus menerus?
Naruto menundukkan kepalanya kembali. Memilih untuk segera pergi sebelum terjadi sesuatu yang buruk. Walaupun sebenarnya ia yakin dalam hati bahwa orang ini tak akab mencelakainya sama sekali.
Naruto telah melangkah pergi. Namun baru beberapa langkah, ia mendengar ada suara langkah kaki yang lain di belakangnya. Dan itu sedikit mengusiknya.
Naruto mempercepat langkahnya. Namun sialnya, ia bisa diikuti dengan mudah oleh orang mengerikan itu.
Apa sih maunya orang ini?
"Setidaknya katakan terimakasih karena aku telah membantumu berdiri." Seolah bisa membaca pikiran Naruto, pemuda yang Naruto yakini lebih tua darinya ini berkata sambil mensejajarkan langkahnya dengan Naruto.
Naruto berhenti. Ia menunduk dalam-dalam untuk berfikir.
Apa iya kalau dia harus mengucapkan kata terimakasih yang dianggapnya tabu itu?
Tapi sepertinya ia tak perlu mengucapkan kata itu. Karena yang memintanya sudah melenggang pergi.
.
When I'm in Love with You
Chapter 2
.
Esoknya, Naruto kembali bersekolah.
Rutinitas monoton yang takkan bisa ia hindari. Namun ada rasa syukur dalam hati mengingat ia merupakan siswa yang mengikuti program akselerasi. Jadi dia tak perlu lama lagi bersekolah disini.
Umurnya masih 15 tahun, tapi dia sudah berhasil duduk di kelas 2 High School. Dan setengah tahun lagi, ia akan mengikuti ujian kelulusan. Tepat setelah kakak-kakak kelasnya menyelesaikan ujian kelulusan.
Naruto telah sampai di depan lokernya. Sedikit heran karena sejak ia tiba di sekolah sampai ia berada di depan loker, tidak ada atau belum ada yang menindasnya. Padahal biasanya, ia baru menginjakkan kakinya di gerbang sekolah pun sudah ada yang mem-bullynya.
Berusaha mengenyahkan keanehan yang terjadi hari ini. Naruto membuka lokernya. Mengambil beberapa buku dan menyimpan buku yang ada di tas nya. Setelah itu, Naruto bergerak hendak menutup lokernya. Namun tangannya tertahan di udara ketika sekelompok anak perempuan melintas di belakangnya sambil membicarakan sesuatu. Anehnya, siswi-siswi ini bicara dengan nada keras seolah ingin semua orang mendengarnya.
"Tahu nggak? Anak baru itu ganteeeeng banget!"
"Gantengnya kayak apa sih? Penasaran deh..."
"Halah. Paling-paling juga matanya juling. Di sekolah ini, nggak ada yang lebih ganteng dari si mantan ketua OSIS."
"Ah. Ya juga sih. Tapi meski begitu, tetep ganteng kok. Cuma level gantengnya setingkat di bawah kak Sasuke."
"Kelas apa dia?"
"12A. Sama kayak kak Sasuke."
"Eh ya, denger-denger, anak baru itu jahat loh..."
"Oh ya?"
"Katanya dia kemarin bikin banyak anak babak belur."
"Kok bisa?"
"Mungkin mau jadi pahlawan kesiangan. Hahaha..."
Dan suara para siswi itu semakin mengecil seiring menjauhnya mereka dari keberadaan Naruto.
Naruto sebenarnya bukan orang yang suka menguping. Hanya saja percakapan mereka tadi, menarik perhatian Naruto. Dan ia agak penasaran dengan anak baru itu. Lantaran penuturan dari siswi-siswi tadi, seperti berkaitan erat dengan siswa yang menolongnya kemarin.
Naruto tanpa sadar menunduk sedari tadi. Ia kemudian menghela nafas panjang lalu menghembuskannya dengan pelan. Ia mencoba bersifat tidak acuh lalu menutup lokernya.
Dan saat itu juga, matanya menangkap sosok pemuda yang berada di balik pintu loker.
Naruto berjengit kaget hingga membuat langkah mundur. Dan pemuda di depannya terkekeh geli dengan tingkah ajaib Naruto.
"Hai! Masih ingat aku?" tanya pemuda di depan Naruto.
Naruto lantas mengangguk.
"Namamu Naruto kan?"
Naruto mengangguk lagi.
"Kelas 11A?"
Lagi, Naruto mengangguk.
"Kau bisu ya?"
Naruto menggeleng cepat.
"Kenapć¼"
"Neji!"
Pemuda di depan Naruto menoleh dan mendapati 5 orang siswa sudah berdiri di belakangnya.
"Ngapain kamu disana? Ayo masuk kelas."
Pemuda di depan Naruto nyengir kuda lalu kembali menatap Naruto.
"See you again, Naruto."
Naruto menatap pemuda itu dengan raut muka tak percaya. Dan kawanan siswa yang Naruto terka anak ditingkat atasnya itu beranjak pergi.
Yang Naruto tidak ketahui adalah dari beberapa siswa tadi, ada yang menatapnya dengan tatapan yang tak terdefinisikan.
.
.
.
Naruto tengah menyantap bekal makan siangnya saat ini. Di tempat yang sama seperti biasanya.
Kali ini ia berdoa semoga tak ada kejadian seperti kemarin yang membuatnya gagal makan siang.
Dan beruntungnya, ia bisa makan siang dengan selamat tanpa ada halangan apapun.
Namun ia melihat ada dua orang siswa dari kejauhan tengah mendekat. Ia sedikit heran karena tempat yang ia tempati ini jarang sekali dilewati. Apa ada suatu keperluan?
Naruto berdiri. Merapikan celananya lalu berdiri dengan memegang kotak bekalnya. Dua orang tadi sudah dekat. Dan salah satu dari siswa itu Naruto kenal sebagai siswa baru yang telah menyelamatkannya.
"Kau ternyata suka makan disini ya?" tegur siswa yang entah bagaimana boleh memiliki rambut sepanjang itu di sekolah. Setahu Naruto kemarin, siswa ini tidak memiliki rambut panjang.
Naruto mengangguk sebagai tanda hormat dan hendak berlalu pergi.
"Eh-eh! Tunggu sebentar, Naruto."
Naruto berhenti lalu menatap siswa yang menghentikannya itu.
"Bisa bantu kami nggak?"
"Neji, apa yang kau lakukan?"
"Ayolah Sasuke... Aku tidak akan menyuruhnya melakukan sesuatu yang berat," kata Neji pada teman yang tengah membuka pintu gudang.
"Jadi Naruto... Tolong bantu kami ya? Kau mau kan?" pinta Neji yang entah kenapa terasa aneh ketika meminta dengan tatapan tajam.
Naruto meremat kotak bekalnya dan tak sengaja menatap mata siswa yang telah membuka pintu gudang itu.
"Kau kembali saja, Naruto..." kata siswa yang Naruto ketahui bernama Sasuke itu.
Entah mengapa panggilan nama belakangnya terdengar begitu akrab di mulut mantan ketua osis itu. Seperti telah kenal begitu lama.
"Ck, kau ini kenapa sih? Kau sendiri yang melarang Shikamaru untuk ikut membantu supaya nanti Naruto bisa membantu. Tapi sekarang-"
Ucapan dari siswa berambut panjang itu tak bisa Naruto dengar kembali saat Sasuke dengan tiba-tiba menutup telinganya lalu menyeretnya pergi menjauh dari siswa tadi.
Setelah dirasa cukup jauh. Pemuda berperawakan tinggi itu melepas tangannya dari telinga Naruto lalu menatap Naruto dengan tatapan tajam yang terkenal di seluruh penjuru sekolah.
Tatapan indah tanpa ada keburukan yang sejujurnya baru pertama kali Naruto lihat.
"Maafkan Neji. Dia memang suka sekali menyuruh-nyuruh orang dan berkata seenaknya," tukas Sasuke.
Naruto mengangguk dan tak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Ia bahkan tak tahu untuk apa ia tersenyum.
"Kau kembalilah ke kelas," ucap Sasuke sebelum berlalu pergi.
Dan sebuah cerita baru akan segera dimulai.
Tepat sesaat setelah Naruto berbalik arah untuk kembali ke kelas dan disambut oleh cermin yang terpampang di sebuah dinding koridor.
Ia berhenti di depan sana.
Mematut bukanlah kesukaannya.
Namun ia kini melihat refleksi dirinya yang terlihat sangat jauh berbeda dari siswa yang baru saja meninggalkannya.
"Tuhan... Bagaimana bisa ada lelaki yang jauh lebih tampan dariku?"
TBC
Horray... Cherie update juga akhirnya...
Maaf ya kakak kakak sekalian yg sdh menunggu. Maaf cherie update nya lemot. Ternyata bikin fic multichap itu susah bgt ya. Maafin cherie yaa..
Lain kali cherie update asap deh.
Skrg cherie mau bls ripiunya dulu. Ehem!
snluv
Wah.. masa sih keren? Kupikir jelek. Kan amatir.
Nih. Sdh dijwb siapa siswa baru itu.
michhazz
Hahaha. Nolongin apaan?
Thanks atas sorakan penyemangatnya. Ini udh dilanjut.
Huang Zi Layla
Kok kelakuan kris? Umur naru Kan msh 15 jd pendek.
liaajahfujo
Mudah2an seru ya...
Udh kejawab di chap Ini Kan?
Akira Veronica Lianis
Haha. Iya kak. Nih udah lanjut asap riau(?)
uzumaki 'namikaze' piiu-chan
Wah. Thanks atas respon baiknya... maaf ga bs lanjut asap.
gici love sasunaru
Nih udh lanjut.
Habibah794
Mudah2an seru ya... .
Apa benar Sasuke. Tuh udh ketahuan siapa penolongnya.
Guest
Km kok ada banyak sekali. Jd bingung mau bls. Pokoknya makasih deh udh ripiu dan komentar... aku seneng
Classical Violin.
Makasih.. Nih udh lanjut.
Tinnnnn
Siswa barunya udh ke jawab di chap Ini.
Lain kali bikin panjang. Hehe.
ryu sn25
Oke
neko-chan
Iya. Dia siswa percepatan.
suke anak baru kah?
umur naru-chn 15th.
Aamiin.
#WeDOcareAboutSN
arashilovesn
Hmmm.. kenal gk ya /plak
Njirr... gk ada cinta pandangan pertama disini..
all hail sasunaru, long live sasunaru
kuro SNL
Iya. Kasihan bgt ya.
Retnoelf
Oke.
hunkailovers
Nih udah.
Oke. Trims atas semua dukungan kalian. Tunggu klanjutan kisahnya ya... babayyyyyy!
