Pairing : KyuMin.
By : Youngfish
Rate : T
Genre : Yaoi, Romance, Humor and Fluff! May Be.
Warning : BL, Gaje, Aneh, agak2(?) OOC, Typos De eL eL.. judul gk nyambung dengan isi XD, Don't like don't Read. No Copas!
Summary : Sungmin sedih karena merasa diacuhkan oleh Kyuhyun, lalu apa benar Kyuhyun mengacuhkan Sungmin? Dan…? Akh.. apakah hukuman 3 tahun itu akan luntur? #Kekeke.. Bad Summary!
Disclaimer : KyuMin always together^^! Walaupun saya tak memiliki KyuMin tapi KyuMin saling Memeliki.. dan FF ini milik saya dan ke empat suami saya XD #wekk gk aci angek :p
.
.
.
A/N : Sequel dari FF gaje saya berjudul "Mau Apa Kyuhyun?" masih ingat gk? Ah.. semoga! Saya persembahkan untuk kalian semua. Part ini masih flashback still on yah :D
So! Hope U Like.. Happy Reading^^
.
.
.
.
.
-Flashback Still On-
Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun, menatap dalam mata obsidian yang tengah menunggu penuh harap apa yang Sungmin katakan mengenai pertanyaan Kyuhyun itu..
Lalu?
"Menurutmu?!"
"Yaisshh! Itu bukan jawaban hyung, aku serius. Ayolah.. lenyapkan saja hukuman konyol itu, apa kau bisa tahan tidak mendapatkan sentuhanku, hem?" Kyuhyun mengerling genit.
'Ck! Apa-apa'an itu? Dasar bocah mesum!'
"Min.. kenapa kau diam?" Kyuhyun mendekatkan tubuhnya dengan Sungmin. "Diam pertanda setuju!" bisiknya di telinga Sungmin, tak lupa benda kenyal dan basah bermain di sana. Hanya beberapa detik. Yap! Benar-benar hitungan detik karena—
PLUK.
Sungmin melempar wajah Kyuhyun yang tampan itu dengan boneka Bunny-nya. Pemuda berwajah aegyo itu bangkit dan berteriak marah, "Ya! Apa kau sudah bosan hidup, Cho? Atau kau ingin benar-benar merasakan sakit yang sesungguhnya?" Ia sedikit mengatur napasnya. Emosinya tiba-tiba meledak. Baru saja ia bersikap baik terhadap Kyuhyun, namun pemuda berkulit pucat itu sudah kembali menjelma menjadi setan(?) –mesum dan jahil. "Ah.. atau 3 TAHUN itu kurang? Mau aku tambah menjadi 4 TAHUN atau 7 TAHUN, eoh?!" Sungmin mengajukan penawaran sembari mengerjap innocent.
"ANDWEEE!" Sontak Kyuhyun bangkit dan berdiri.
"Ternyata kau sudah benar-benar sehat ya, Cho Kyuhyun!" Kata Sungmin –sinis.
"Eh? Akh… kepalaku pusing hyung," Kyuhyun memegang kepalanya yang entah kenapa tiba-tiba terasa sakit. "Ah.. itu tadi hanya bercanda kok hyung, mianhae.. hehehe lupakan saja, ne?" Kyuhyun menyengir –sok polos.
"Jangan bersandiwara, Kyu! Sudahlah... kau itu sudah sehatkan?"
"Arrghhh... anni, kepalaku pusing hyung! Aku serius."
Apa karena efek terkejut akan ucapan Sungmin, makannya kepala Kyuhyun –kembali- terasa pusing?!
"Bukankah kau tadi mengatakan sudah baikan?! Ck.." Sungmin menatap ragu kepada Kyuhyun.
"Arrrgghh… sakit!" Kyuhyun mengerang sembari meremas rambutnya.
Sungmin yang melihat pun, refleks mendekati magnae kesayangannya,dan memijit pelan kepala Kyuhyun. "Jinjja? Sebaiknya kau minum obatnya," Sungmin berujar khawatir.
"Aish.. ia.. di situ hyung, di situ.. ia itu yang sakit."
"Oediega? Yang ini?" Tanya Sungmin memegang pelipis Kyuhyun. Kedua tangannya yang lembut itu bergerak secara teratur.
"Ne.. ne.. di situ.. aduh, enakan, Min hyung!" Kyuhyun memejamkan mata sembari menikmati pergerakan jari Sungmin.
"Hyung, di sini juga!" Selanjutnya Kyuhyun mengarahkan tangan kanan Sungmin ke jantungnya yang berdetak kencang.
"HAH? KAU SAKIT JANTUNG, KYU?"
"Ne.. bagian itu sakit sekali!"
"Kau harus dibawa ke Rumah Sakit, Kyu. Ayo.. aku tak mau kau kenapa-kenapa karenaku, aish.. apa aku sudah keterlaluan memasukan obat pencuci perut itu, sehingga kau mengalami hal seperti ini?" Bola mata Sungmin sudah mulai berkaca-kaca.
"Annia. Itu tidak perlu! Kau cukup mengelusnya secara perlahan," Kyuhyun membimbing tangan Sungmin untuk mengelus bagian jantungnya yang terasa –sakit-. "Nah.. begitu hyung, gerakan tanganmu di bagian itu.." Sungmin yang memang khawatir, hanya mendengar dan menuruti perkataan kekasihnya itu.
"Hyung, perutku juga sakit!"
Sungmin yang –tak tahu apa-apa- itu pun sontak memindahkan tangannya ke perut Kyuhyun, mengusapnya secara lembut, "Benarkah?"
"Hmm.."
'Asyik… lumayanlah bisa dielus-elus Sungmin hyung tercinta. Ukh.. padahal tadi itu kepalaku benar-benar sakit. Tapi, begitu tangan lembutnya menyentuh kepalaku, sakit itu benar-benar hilang! Sungmin hyung memang hebat! Dan... jantungku pun semakin berdetak kencang dibuatnya..' Batin Kyuhyun sembari menahan bibirnya agar tak membentuk lengkungan lebar.
"Kyu, apa masih sakit?" Tanya Sungmin yang sudah mulai bosan memijit.
"Masih sakit, hyung! Bagian –bawah- perut juga sangat sakit."
"Hmm.. arraseo."
Tangan Sungmin akhirnya berpindah ke—
"Eh? KYAAAAAAAAAA.. BRENGSEK!"
Buagh!
"Aw… Benar-benar sakit, hyung..! Appo~"
"KAU MENIPUKU, EOH?"
Sungmin berdiri dan meraih Boneka Bunny-nya yang ia gunakan untuk memukul kepala Kyuhyun –tadi. Dan ia sudah bersiap untuk melempar dan memukul ke arah Kyuhyun –lagi- kalau pemuda berambut ikal itu tidak menahannya.
"Hajima.. jangan pukul lagi hyung, aish.. sakit! Aku bisa jelaskan hyung.."
"Tidak ada penjelasan! Dasar mesum!"
"Andwee… jangan pukullllllll.." Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di atas kepalanya. "Tadi kepalaku benar-benar sakit, tapi setelah kau memijitnya, sakitnya tiba-tiba hilang begitu saja.."
"Jangan banyak alasan! Sudah... aku tak akan mengurusmu lagi. Akh... keterlaluan! Sebaiknya kau tidur, aku mau sarapan dengan member lainnya, selanjutnya aku dan yang lainnya akan pergi ke SM Building untuk latihan menari –persiapan 6Jib. Aku sudah mengatakan pada Teukie hyung dan yang lainnya saat memasakan bubur untukmu tadi, bahwa kau tak bisa ikut latihan."
"Min hyung… berarti aku sendirian di asrama?"
"Aku tidak peduli!"
Dengan itu Sungmin keluar dari kamarnya dan menutup keras benda penghubung itu.
"Min hyung…. Jamkkan-man…!"
Kyuhyun berlari menyusul Sungmin ke dapur. Aishh.. kenapa magnae itu seperti balita, sih! Ditinggal sekejap saja sudah begitu rempong(?).
.
.
.
Sungmin berjalan menuju dapur dengan menghentak-hentakan kakinya di lantai kayu asrama itu. Pipinya yang memang –gembung- sekarang semakin gembung karena pemuda manis itu menggembungkannya. *nih ngomong apa yah? -_-!
"Yaiyy... menyebalkan!" Sungmin mengacak rambutnya –frustasi. Ia menarik salah satu kursi yang masih kosong dan mendudukan dirinya di sana.
"Sungmin hyung, kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" Wookie bertanya sembari menuangkan kuah sup ayam pada setiap piring yang sudah tersedia di meja makan itu, lengkap dengan wajah-wajah kelaparan –pemilik- piring kosong yang tengah menunggu tangan lentik Sang Koki mendarat –di sana.
Saat ini para member tengah berkumpul di dapur untuk sarapan pagi, minus Siwon karena masih melakukan jadwal syutingnya di Taiwan. Donghae tampak setia memperhatikan tangan Wookie disetiap pergerakannya menuang sup ayam ke masing- masing piring, tak luput kepalanya juga bergerak saat cairan kental kaya asupan gizi itu mengalir ke piringnya.
"Satu.. dua.. tiga… Yups!" Ujar Hae menghitung 'jatah' sup ayam yang dituang Wookie ke piringnya. "Selamat makan.." Pria berwajah komikal itu tersenyum senang seperti anak-anak.
"Kenapa lagi, Min hyung? Apa magnae itu melecehkanmu?" Sungmin menatap sinis ke Hyukjae. Memang! Yang dikatakan Hyukjae itu tepat sekali, tapi pemuda yang hobi mengoleksi video yadong itu lebih berkosentrasi dengan –pergerakan tangan Wookie. "Ya Wookie-ah! Kenapa jatahku hanya dua sendok sayur? Aish.. aku butuh asupan yang lebih banyak, karena aku itu Lead Dance." Hyuk mengerutu tak terima.
"Aish.. itu tak ada hubungannya, Hyuk hyung, kita harus berhemat. Makanmu terlalu banyak, tapi badanmu juga tak gemuk sama sekali. Sudahlah makan saja apa adanya.."
"Wookie-ah…" Panggil Sungmin. Pemuda manis berwajah aegyo itu telah siap dengan semangkuk nasinya, ia menggigit kecil ujung Sumpitnya. Mungkin karena lapar, Sungmin melupakan –sejenak- kekesalannya terhadap Kyuhyun. Saat ini dia juga butuh asupan gizi agar pertumbuhan bokongnya tetap kencang dan padat. "…itu?!" Sungmin mengarahkan sumpitnya ke arah Shindong yang—
"YAAAAAAAAAA! SHINDONG HYUNG, APA YANG KAU LAKUKAN!"
"Mwoya?" Jawab pria bertubuh gempal itu –dengan polosnya.
"Aissh.. kenapa kau menuangkan semua mangkuk sup ayam itu ke piringmu?" Wookie sang Koki Suju itu pun hanya bisa berteriak marah. 'Kenapa makhluk-makhluk di sini sangat rakus!' pikir Wookie –baru nyadar. Walau bagaimana pun.. masakannya harus dinikmati dengan –selayaknya-. Tapi apalah daya mengingat –wajah-wajah- kelaparan tadi sudah sangat tidak sabar untuk segera mencerna masakan yang menggugah selera itu.
"Ya.. kalian! Tak bisakah barang sedikitpun kalian tenang. Aish.. kalian membuat kerutanku bertambah. Tidak pagi, siang, sore, ataupun malam kalian selalu ribut.." Hingga akhirnya sang Leader pun membuka suara. Pria yang berumur hampir kepala tiga itu menghentakan mangkuk kaca berisi tumisan sayur ke meja, sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. –Tak. "kalian semua—"
"Sungminnnnn hyunggggggggggg…"
Drap.. drap.. drap..
Perkataan sang Leader harus terputus karena suara jeritan dan derap langkah kaki, yang siapapun mendengarnya pasti merasakan bulu kuduknya meremang.
"Hah.. kalau begini aku tak yakin Kkoming akan tidur dengan nyenyak. Tidak yang TUA, tidak yang MUDA.. semuanya sama saja!" Ujar namja yang mendapatkan julukan si kepala besar –Yesung.
Seketika semua mata menoleh ke arah namja yang bersuara merdu itu, tak hanya itu! Kini kerutan di dahi mereka tampak begitu nyata saat mencerna ucapan aneh yang keluar dari orang yang aneh pula. Terutama Uri Leader yang merasa tersinggung. Ia menatap tajam ke arah Yesung, namun pemuda yang tengah mengelus sayang hewan peliharaannya itu hanya bergedik tak acuh.
"Sungmin hyunggggggg.. kenapa kau meninggalkanku~~" Suara rajukan yang diketahui dari sang magnae itu kian mendekat. Langsung saja semua mata –itu- berpindah arah ke sumber yang lebih –menyeramkan- dari yang tadi(?).
"Min hyung.." Tanpa suruhan atau paksaan, Kyuhyun sudah mendudukan tubuhnya di posisi miliknya –di bangku sebelah Sungmin. Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin, ia menyandarkan wajahnya di bahu hangat hyung tercintanya itu.
"Kyuhyun-ah, bukankah kau sakit?!" Tanya Leeteuk.
"Ne, hyung! Tapi Minnie hyung memperlakukan ku sangat tidak baik, dia memukul kepalaku tadi.. padahal 'kan aku lagi sakit.. appo~" Aduh Kyuhyun sembari memasang wajah kesakitannya.
Yeah.. pemuda berkulit pucat ini benar-benar jenius, dia memanfaatkan segala sesuatu dengan sempurna, dan tentu saja tujuannya itu untuk mendapat simpati pada semua hyungnya. Sesaat kericuhan yang sempat tercipta, hilang karena kedatangan sang magnae –tercinta. Member lainnya lebih memilih fokus terhadap makanan dan perut mereka.
"Ishh.. dia berbohong Teukie hyung, dia sudah sehat. Tadi itu dia menggodaku dengan menyuruhku menyentuh bagian baw—" Sungmin menolehkan wajahnya kesamping kanan bahunya, sehingga wajahnya yang imut itu bertemu pandang dengan sang magnae yang malah memonyongkan bibirnya minta dicium.
'Ih.. kenapa bocah evil ini semakin menyebalkan?!' batin Sungmin.
"Apa Min?! kenapa kau tidak melanjutkan ucapanmu?" Tanya Leeteuk lagi. Semua member hanya memandang dan mendengar sembari menyuapkan nasi kemulut mereka. Seperti menonton, mereka tak berniat ikut masuk dalam percakapan itu.
"Annia, Teuk hyung. Sudahlah.. lupakan saja!" Kata Sungmin melirik sinis pada Kyuhyun. "Awas Kyu, aku mau makan!" Sungmin menggerakan pinggangnya agar lingkaran setan(?) itu terlepas dari tubuhnya, namun semua pasti sia-sia karena Kyuhyun evil itu malah semakin mengeratkannya. "Min hyung.. aku hanya ingin memelukmu, kenapa kau kejam sekali?" Kyuhyun menatap iba pada semua hyungdeulnya berharap orang-orang –polos- itu memberi dukungan kepadanya.
"Biarkan saja Minnie, kasihan magnae itu! Bukankah dia memang bersikap seperti itu kalau sedang sakit." –Shindong.
Satu orang kena tipu!
"Benar! Lagian 'kan Kyuhyun hanya memeluk pinggangmu, bukan memeluk tanganmu!" –Yesung.
Dua orang.
"Tanpamu Kyuhyun tak bisa hidup, Sungmin hyung.. untuk sejenak biarkan dia seperti itu." –Donghae.
Tiga orang.
"Kyuhyunnie, cepat sembuh yah!" Kyuhyun mengangguk mendengar ucapan hyung yang lebih tua setahun darinya. "Gumawo Wookie hyung…" Kata Kyuhyun tersenyum haru.
'Yessssssss! Ternyata aktingku tidak bisa diragukan lagi. Hyahahahha… hyungdeul terperangkap! Yah.. dengan beginilah caraku untuk mendapatkan perhatian ekstra dari mereka. Satu.. dua.. tiga.. semuanya kenap tipu. Gyahahahha.. Sungmin hyungKu tersayang... bukankah aku sangat pintar? Kau harus bertanggung jawab dengan semua yang kau lakukan padaku!' Kyuhyun mengigit bibirnya dengan kuat, ia sudah tak tahan melihat wajah hyungdeulnya yang dengan mudahnya percaya begitu saja.
Kyuhyun masih dalam masa mempertahankan diri agar tawa yang sebenarnya tidak keluar, namun satu pertanyaan tak terduga malah semakin menguntungkan dirinya. Mungkin!
"Kyu, kenapa kau bisa sakit? Bukankah kemarin itu kau masih senyam-senyum seperti orang gila!" tanya Hyuk dengan santainya. Tak ada satu orang pun yang menyadari perubahan raut sang Bunny, terkecuali satu orang yang tengah memeluk pinggang besarnya dengan possesif. Kyuhyun semakin mengembangkan evil smile-nya tat kala merasakan tubuh hangat itu tersentak.
"Itu… sebenarnya—" Kyuhyun memberi jedah sebelum melanjutkan kalimatnya, ia menatap wajah-wajah kebingungan itu dengan saksama. Sungguh.. Kyuhyun mau mati tertawa sekarang, mimik para hyungdeul-nya sangat sulit untuk dideskripsikan. "Waktu itu… waktu itu aku dan Sungmin hyung sebenarnya—"
"Ah.. Teuk hyung! Bukankah kita harus segera pergi latihan? Kita harus segera berangkat. Kita harus melakukan, rekaman, menari dan juga photoshot. Sebaiknya kita cepat makan.." Sungmin segera memotong perkataan Kyuhyun yang pasti akan merugikan dirinya karena sudah membuat sang magnae jatuh sakit. Dan.. tentunya dia pasti disalahkan dalam hal ini.
Kenapa Sungmin harus takut? Bukankah Kyuhyun juga bersalah?! Tentu saja Kyuhyun masih jauh lebih pintar dari hyung kelincinya itu. Kalau dia benar-benar menceritakannya kronologis lengkapnya, maka tamatlah riwayatnya. Karena sesungguhnya, Sungminlah yang menjadi –korban.
Kyuhyun semakin tak tahan untuk tertawa saat mendengar respon yang begitu cepat keluar dari bibir mungil Sungmin tercintanya. Tapi.. apa senyuman jelek(?) nya itu akan bertahan?
"Ah... Jinjja! kalian semua.. cepat selesaikan makanan kalian, kita akan langsung ke SM Building. Kyuhyun-ah, karena kau lagi sakit, sebaiknya kau tinggal di asrama saja, ne!" Kata Leeteuk memberi perintah.
Glek!
"Benar sekali! Kyuhyunnie sebaiknya kau banyak beristirahat, agar kau cepat sembuh.. bukankah begitu yeorobun?!" Kata Sungmin menimpali, sembari tersenyum manis. Memperlihatkan sederet gigi kelinci yang rapi pada pemuda yang –masih- memeluk pinggangnya dengan erat. Senyuman yang sarat –penuh dengan arti.
Dan kini senyuman jelek milik Kyuhyun sudah berganti dengan raut kebingungan.
"Kyu, kau harus tidur! Jangan banyak bermain game terus.." Shindong ikut-ikutan memberi nasihat.
"Kyu! kau dengar'kan kata Sungmin hyung itu, sebaiknya jangan membantah!" Tak lupa pula, Eunhyuk berpartisipasi memberi anjuran terbaik untuk sang magnae.
"Kyu.. sekarang masuk kamar dan tidurlah.." Suruh Wookie dengan nada yang terdengar tulus.
"Kalau kau merasa takut sendirian, aku bisa menyuruh Kkoming tidur bersamamu.." Yesung menunjukan wajah –pongo- Kkoming ke hadapannya. Dan Kyuhyun hanya bisa tercekat mana kala mata bulat binatang itu menatapnya dengan –aneh.
'Aishh.. kenapa bisa begini? bukankah.. tadi mereka berada di pihakku..'
"Annia.. anniaa.. aku tak mau sendirian di rumah.." Kyuhyun menggeleng tak tak terima.
"Sudahlah Kyu, turuti saja perkataan hyungdeulmu. Kami begini, karena kami sangat menyanyangimu.." dan terakhir Donghae memberi petuahnya.
"Ya sudah.. sebaiknya kalian semua bersiap-siap, 15 menit lagi semuanya harus sudah berkumpul dan kita langung berangkat. Kemungkinan Kangin akan datang lebih awal dari kita, porsi latihan untuknya akan lebih banyak dari pada kita. Kalian semua.. fighting!" Ujar sang leader memberi semangat.
Dan para member dengan semangat pula menjawab, "Arraseo. Fighting!"
Segera mereka bangkit dan membereskan masing-masing piring kotor yang telah mereka gunakan, mempersiapkan segala peralatan untuk menari nanti. Termasuk Sungmin juga tentunya. Lalu Kyuhyun? bagaimana dengan magnae itu? apa tetap tinggal di asrama atau malah sebaliknya –ikut latihan.
"Min hyung.. tunggu aku.." Kyuhyun melebarkan langkah kakinya untuk segera menyusul Sungmin yang berjalan lebih dulu darinya.
Kyuhyun menutup pintu kamar mereka setelah keduanya berada di dalam ruangan minimalis itu.
"Hyung.. aku tak mau ditinggal sendiri, dan aku harus ikut!"
"Tidak, Kyu! Kau itu lagi sakit, sebaiknya istirahat saja. Atau kau bisa bermain starcraft tercinta mu itu, biasanya kau juga begitu.."
"Andwe.. aku bisa mati bosan kalau tanpamu!" Kyuhyun mendudukan dirinya di kasur Sungmin dan memperhatikan kekasihnya yang sedang menyiapkan beberapa perlengkapan untuk dibawa saat latihan nanti.
"Istirahat Kyu, kalau kau ada apa-apa kau bisa menelepon ku nanti," Sungmin membuka lemari dan mengambil sepotong kaus berlengan pendek dan celana berbahan kain. Kaus oblong berwarna merah muda bercorak garis-garis dan celana pendek abu-abu sebatas lutut. Ia memilih bahan tersebut agar memudahkannya untuk bergerak –nanti.
"Ayolah hyung.. aku mana tahan kalau tak melihatmu.. terlebih jadwalku juga sedang kosong. Kau seharusnya lebih tahu, biasanya 'kan kalau aku sedang tidak ada jadwal, aku itu bakal lebih memilih menghabiskan waktu bersamamu." Kyuhyun memohon dengan wajah yang memelas. Dia masih saja memperhatikan Sungmin, dan kini Kyuhyun harus menelan ludah berkali-kali manakala Sungmin dengan santainya mengganti bajunya dengan yang ia pilih tadi –di depan wajahnya.
'Oh.. Tuhan.. apa yang dilakukan kelinci semok ini? apa dia sengaja? Atau memang tak sadar..'
"Kalau aku katakan tidak ya tidak, kenapa kau membantah sih!"
"Arraseo. Aku akan tinggal di dorm saja, hati- hati yah hyung. Kau tidak usah mempedulikan aku. Biarlah kalau terjadi apa-apa denganku aku tak akan meneleponmu... biarkan aku mati bosan di dorm ini." Kyuhyun merebahkan tubuhnya ke kasur Sungmin dan mengambil selimut guna menutupi wajah dan tubuhnya. Pada dasarnya, Kyuhyun memang tidak bisa membantah ucapan hyung tercintanya itu.
Apakah Kyuhyun merajuk?! Kkkkk.. lucu sekali sang evil merajuk pada Sungmin!
"Hahh.." Sungmin menghela napas bosan, ia memutar bola matanya melihat Kyuhyun bergelung di balik selimut. "Kyunnie.. jangan begitu, bukankah kau sendiri yang mengatakan sakit. Kalau kau tak mendengar ucapanku nanti mereka semua akan menyalahkanku. Sebaiknya istirahat saja di sini, ne!" Sungmin mengelus sayang punggung Kyuhyun yang terbalut selimut itu.
"ANNIA! Ya sudah sana pergi!" Kyuhyun sedikit menaikan suaranya agar Sungmin tahu bahwa Kyuhyun sedang ngambek.
Sungmin berpikir sejenak, 'Kalau begini terus maka tak akan ada habisnya' batin Sungmin.
"Arraseo! Kau boleh ikut."
Srek. Kyuhyun menyembulkan kepalanya dari balik selimut, "Jinjja?" Seru Kyuhyun.
"Ne. Tapi kau tak perlu ikut berlatih, kau hanya boleh duduk dan melihat, arra?!"
'Memang itu tujuanku!'
"Arraseo!" Kyuhyun dengan segera mendudukan dirinya. "Ayo hyung, biar aku bantu mempersiapkan peralatanmu!" Kyuhyun menarik tangan mungil Sungmin untuk segera berdiri.
"Tidak perlu, ganti saja piamamu!" Sungmin meraih tas punggung yang tergantung di dinding, memasukan handuk dan pakaian ganti kedalamnya.
"Aku akan membantu. Ini sepatumu, ini botol minumanmu.." Kyuhyun memasukan beberapa benda yang ia sebutkan ke dalam tas Sungmin.
Sungmin tersenyum melihat tingkah laku Kyuhyun, pemuda berbokong besar itu sangat senang jikalau Kyuhyun –kekasihnya- begitu perhatian padanya, bukan maksud Sungmin untuk bersikap tak peduli dengan perasaan Kyuhyun, karena pada dasarnya dia juga sangat mencintai segala sesuatu tentang Kyuhyun. Tak terkecuali dengan tingkah Kyuhyun yang mesum dan jahil.
"Sekarang ganti bajumu, karena kita akan segera berangkat!"
.
.
.
"Loh Kyu? Bukannya kau harus istirahat, kenapa malah ikut?" tanya Hyuk saat berpapasan keluar dari pintu kamarnya.
"Aku bosan sendirian di dorm hyung, biarlah.. Sungmin hyung saja mengizinkan.." Kyuhyun tersenyum meremehkan.
"Kalian sudah berkumpul rupanya!" Leeteuk datang dari arah pintu bersama Donghae dan Shindong. "Kyu, kenapa berada di sini?" Tanyannya.
"Lalu di mana? Bukankah aku tinggal di sini Teuk hyung?! Bersama Sungmin hyung juga pastinya," Kyuhyun menggandeng sebelah tangan Sungmin yang bebas, karena sebelah tangannya lagi sedang menyandang tas.
"Bukan! Maksudku kenapa kau tidak beristirahat. Kalau terjadi apa-apa denganmu bagaimana?"
"Tenang.. 'Kan ada Sungmin hyung. Lagian aku tak ikut latihan kok. Hyungdeul.. boleh yah aku ikut?" Kyuhyun –kembali- memasang wajah memelas nan kesakitannya, "Kalau terjadi sesuatu padaku saat berada di dorm sendiri, apa kalian mau bertanggung jawab?" tanya Kyuhyun sesaat memandang wajah-wajah itu yang akan segera protes, namun sepertinya dia berhasil.
"Terserah kau sajalah.." Kata Leeteuk akhirnya. Tak tega juga dia kalau Kyuhyun ditinggal sendiri.
Padahal Kyuhyun itu sudah sering berpergian sendiri, bahkan saat Super Show 4. Kyuhyun sering pergi lebih dahulu atau belakangan, karena jadwal mereka yang berbeda. Namun, mungkin karena sedang dalam kondisi tidak baik jadi para member begitu perhatian padanya. Kali saja trauma akan masa lalu makannya mereka begitu khawatir kalau Kyuhyun sedang sakit. Terlebih Kyuhyun akan memanfaatkan gelar 'Magnae' dengan sangat baik –di waktu yang baik pula.
"Lalu di mana Yesung dan Wookie?!" Leeteuk kembali bertanya saat tak menemukan dua anaknya.
"Kami di sini Hyung.." Wookie berujar dari arah belakang Kyuhyun dan Sungmin.
"Loh Kyu—"
"Sudah! Apa kau mau bertanya juga kenapa aku bisa ikut latihan, Wookie?" Yang ditanya mengangguk cepat. "Aishh.. bosan sendirian di sini, puas!"
"Aish.. aku kan hanya bertanya magnae, kenapa kau marah?"
"Kau itu juga magnae Wookie, tidak usah sok besar!"
"Kenapa orang sakit bisa menyebalkan seperti ini sih? Awas kau!" Wookie mengayunkan sebelah tangannya seolah hendak memukul.
"Ya!" Kyuhyun beringsut mundur untuk berlindung di balik badan Hyung tercintanya –Sungmin.
"Sudah.. Sudah! Ayo kita berangkat.." Leeteuk menengahi.
"Dasar magnae kurang ajar." Gumam Eunhyuk mencibir.
"Aku tidak peduli Hyukjae, dari pada dirimu KURANG GIZI!"
"APAAAAA?"
"Kyaaaaaaaaa.. Hajima.. jangan pukul aku Hyuk hyung, aku hanya bercanda.. andwe… aku sedang sakit(?) jangan pukul aku. Sungmin hyunggg.. tolonggggg!"
"Kyu.. aku tidak memukulmu, apa yang kau lakukan di balik baju Sungmin hyung?"
"Huahahha.. wajah Minnie hyung memerah…" Donghae terkekeh melihat raut wajah Sungmin yang aneh.
Ada apa sebenarnya?
"CHOOOOOOO KYUHYUNNNNNNNNN! KELUAR DARI DALAM BAJUKU!" Sang Bunny Boy memperlihatkan aura yang paling menakutkan(?).
Entah apa yang dipikirkan magnae Suju itu?! Alih-alih mencoba mencari perlindungan di belakang tubuh Sungmin, dia malah masuk dan bersembunyi di balik kaus Sungmin, parahnya dia mencari kesempatan –di dalam sana- dengan mengecup seluruh permukaan pinggang dan perut Sungmin. Yak ampunnnnnnn.. pantas saja wajah sang Uri Bunny Min memerah seperti tomat, sampai telinga dan lehernya juga berwarna senada.
"Hehehe.. mian Min hyung!" Kyuhyun menyembulkan kepalanya dari balik kaus Sungmin, ia bangkit dan memasang wajah sok polos. Aku kira Hyukjae akan memukulku?!" Katanya.
What the heck?
"CHO KYUHYUNNNNNNNNNNNNNN!" Kini Sungmin kembali berteriak.
Apa lagi sekarang?
"Apa'an sih?! Kenapa berteriak-teriak."
"ENYAHKAN KEDUA TANGANMU DARI DADAKU!" Napas Sungmin memburu. Dadanya naik turun menahan gejolak emosi yang sangat luar biasa. Kalau diibaratkan, seperti gunung merapi yang siap meletus, menumpahkan laharnya dan membakar habis apa yang ada di depannya sampai tak bersisa.
"Ah.. ia! Aku lupa."
"BRENGSEK!"
CETAK!
"Bwahahahahahahahahaha…" Tawa dari para –penonton- yang lebih memilih –menonton- kejadian itu pecah, dan membahana di sekita dorm lantai 11.
.
…ooOOoo…
.
Kyu Pov~
"Aduh.. kepalaku sakit sekali.." Aku meringis sembari mengelus jidatku yang dijitak kelinci gendut itu. Aishh benar-benar sangat sakit, kalian ingin mencoba? Ku harap jangan, karena aku akan membunuh siapapun yang menyentuh Kelinciku sedikitpun. Biarlah aku saja yang tersiksa, toh hanya aku yang bisa menikmati tubuh itu.
Apa aku keterlaluan? Kalau kalian mengangguk maka, bokong kalian akan aku tendang satu-persatu. Seharusnya itu kan wajar, karena aku ini kekasihnya. Salah Sungmin hyung sendiri, kenapa hukuman konyol itu masih berlaku, jadikan aku harus mencari kesempatan agar bisa melakukan 'kontak fisik' dengannya.
"Omo.. apa lagi sekarang? kenapa –goda'an iman- selalu datang silih berganti pada diriku yang tampan ini?" Mataku terarah pada MinnieKu yang sedang meliuk-liukan tubuhnya membentuk sebuah tarian koreografi bersama hyungdeul lainnya.
Aku menatap hyungdeul.. ah bukan! SungminKu tepatnya. Itulah tujuanku ikut, meski sedang sakit tapi aku tak boleh menyia-nyiakan waktu sedikitpun untuk tetap bersama kelinci gendutku itu. Di sana, di lantai kayu yang berhadapan dengan kaca besar itu, semua member –serta Kangin hyung yang memang datang lebih dahulu- sedang mengikuti instruktur yang menciptakan tarian terbaru kami untuk album ke 6 kami yang akan segera launching. Sedangkan aku? Aku hanya bisa menonton mereka dari jarak yang tak cukup jauh, kira-kira hanya 5 meter dari tempat ku duduk sekarang.
Aku mencari posisi enak agar bisa lebih konsentrasi memandang tubuh semok yang menggeliat lincah itu. Ku dudukan tubuhku ke lantai, dan bersender pada dinding ruangan itu. kutekuk kedua lututku yang jenjang ini guna menopang wajahku agar bisa dengan nyaman memandang –pemandangan- indah itu. Sungmin hyung tampak berkilau dengan peluh yang mengalir dari pelipis –melewati leher putihnya. Bokongnya yang padat itu begitu menggoda dibalik celana yang berukuran pas itu. "Aigo…" mataku tak pernah lepas dari gumpalan daging yang bergerak ke –kanan dan kiri- itu, "Seperti timbangan" gumamku yang sudah pasti hanya aku yang bisa mendengarnya. "Betis putihnya itu.. ahh.. aku ingin sekali menandai kepemilikanku di sana.." Ck.. beginilah nasibku sekarang, hanya bisa memandang dan membayangkan –sosok- itu tanpa bisa menyentuhnya! Sekali lagi.. karena aku tak bisa membantah apapun yang sudah ia putuskan. Untuk itu dia harus menyerah dengan sendirinya dulu, maka setelah itu aku baru bisa –menyentuhnya-. Sampai saat ini aku masih berusaha akan hal itu.
Kini Sungmin hyung mengambil posisi tengah bersama Donghae hyung, Eunhyuk hyung, dan aku seharusnya juga berada di situ, karena aku termasuk dalam lead dancer. Tahun ini, aku kembali mendapatkan posisi itu. Yeah.. sepertinya tarian dan gerak tubuhku kian berkembang pesat, meskipun aku sering kelupaan akan part tarianku sendiri, tapi paling tidak aku dipercaya oleh Shindong hyung dan Eunhyuk hyung untuk menempati posisi itu. Kelinciku itu juga sangat hebat, bahkan dalam setiap performance Sungmin hyunglah yang jarang melakukan kesalahan. Dan kini? "Ke-kenapa koreografinya menggoda seperti itu?!" Ujarku terbata. Lihat saja! Sungmin hyungku menggoyangkan pinggulnya begitu eksotis. "Oh.. shit! Sepertinya –makhluk- itu kembali bangkit" Mataku berpindah ke bawah, tepatnya di balik celana longgar yang aku kenakan. "Little Cho.. ayo turun! Bukan saatnya sekarang kau bangun. Aku tak menyangka ternyata 'Kau' masih bisa hidup setelah divonis selama 3tahun. Tapi Ku mohon turun sekarang.." Aku mengelus pelan –adikku- yang tertampan nomor dua setelah aku tentunya. Ck.. bisa-bisanya dia bangkit dalam kondisi seperti ini. Entah kenapa ruangan latihan ini menjadi gerah, padahal aku tak ikut menari di sana, tapi kenapa? "Aishh.." aku sudah tak tahan, aku harus menenangkan Little Cho dan juga harus mengontrol diriku sendiri agar tak lepas kendali dan langsung menerjang kelinci semok di sana yang dengan erotisnya meneguk air minum dari botol. "Air minum! Ya.. aku harus minum agar suhu tubuhku menurun.."
Ku langkahkan kakiku menuju botol air minum yang tengah diteguk oleh Sungmin hyung, semakin dekat.. sedikit lagi! Entah kenapa jarak 5 meter ini terasa sangat jauh. Aku seperti berada di padang pasir yang seolah baru menemukan fatamorgana sebuah danau penuh air.
Sret. –Gluk-gluk-gluk.
Langsung ku rampas saja botol minuman Sungmin hyung, dan meneguknya dengan lahap!
"Ya! Kyuhyun-ah, kenapa kau mengambil botol minumanku?!" Tak kupedulikan Sungmin hyung berteriak kesal, yang penting tenggorokanku yang kering ini sedikit legah karena air yang mengalir kedalamnya. Setelah sedikit –baikan- ku serahkan kembali botol minuman yang tinggal setengah itu.
"Kyu.. kenapa kau merampasnya?! Lihat bajuku jadi basah."
Heh? Basah katanya? Akh.. benar saja, baju bagian dadanya ba—sah! –Glek. Seharusnya air minum itu aku habiskan saja. Astaga.. dada Sungmin hyung tercetak jelas, karena bajunya menyesap air-air yang tumpah itu.
"Kyu.. Kyuhyun-ah!"
Dada itu semakin dekat denganku, pandanganku tak fokus pada apapun, hanya dada berisi itu saja yang aku perhatikan, sekilas seperti ada tangan putih yang mengibas di depan wajahku.
"KYU KAU BERDARAH!"
Aish.. kenapa Sungmin hyung berteriak, aku kan mau melihat dada montoknya. Memangnya siapa yang berdarah? Aku? Aku tak tidak luka.. kenapa aku harus berdarah?
"CHO KYUHYUN! HIDUNGMU BERDARAH!"
Oh.. hidungku! Sudah lupakan saja. Eh? Hidung! Bibirku tiba-tiba merasakan rasa asin dan bau karat. Ku gerakan jemariku untuk menyentuh hidungku yang kata Sungmin hyung berdarah. Ia sih… memang berdarah? Eh—
"APAAAAAAAAAAAAA?"
Kyu Pov End~
.
…ooOOoo…
.
Normal pov~
"Kyunnie iroena, kau sudah 3 jam pingsan. Mengapa kau tidak bisa dikasih tahu? Hiks.. kau membuatku khawatir. Cepat bangun dan segera minum obatmu." Sungmin terisak sedih melihat keadaan dongsaeng kesayangannya yang belum sadarkan diri saat digotong dari gedung latihan SM. Semua member terlihat panik dan khawatir saat sang magnae tiba-tiba pingsan setelah melihat darah yang keluar dari hidungnya. Kangin lah yang menggendong magnae Suju itu sampai ke van. Untung saja saat itu tak ada stalker ataupun Elf yang berkumpul di gedung besar itu, karena mereka membuat jadwal rahasia yang tak bisa diketahui fans. Dengan terpaksa rekaman dan photoshot untuk album 6Jib harus di-pending sampai sang magnae dinyatakan sehat sepenuhnya.
"Kyunnie.. ayo bangun!" Sungmin mengelus pipi pucat kekasihnya dan membaringkan tubuhnya di samping Kyuhyun. "Kau harus bangun Kyu, dan cepat minum obatnya, kali ini kau tak boleh menolak. Dokter tadi sudah memeriksa keadaanmu. Katanya kau kelelahan dan kondisi badanmu yang memang kurang sehat, selain itu mungkin karena cuaca yang panas makannya kau mimisan.." Sungmin mengeratkan pelukannya pada pinggang Kyuhyun, lengan Kyuhyun yang putih itu basah oleh air mata Sungmin. "Kyu.. hiks.."
"Sungmin hyung.. Da-da mu—"
Samar-samar Sungmin mendengar sebuah gumaman, tapi ia tak yakin itu adalah Kyuhyun.
"Dadamu Min.."
'Heh?' Sungmin sedikit mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Kyuhyun. Kini bisa Sungmin pastikan suara itu adalah Kyuhyun-Nya, namja mesum yang paling dicintainya.
"Kyunnie, kau sudah sadar? Kau berbicara apa? Dada apa? Ada apa dengan dadaku?" Sungmin yang panik segera memegang –dada-nya untuk mengecek sesuatu hal yang mungkin saja penyebab Kyuhyun mimisan.
"Kyu ireona.." Sungmin menggoyang-goyangkan lengan Kyuhyun.
"Sungmin hyunggg.. dadamu begitu mon—"
"Kyunnie.. kau bangun! Ahh.. syukurlah.." Sungmin berseru bahagia, akhirnya setelah 3 jam Kyuhyun pingsan, magnae itu kembali sadar. Tapi? Apa maksudnya ucapan Kyuhyun itu?
"Kyu…" Sungmin mengibaskan tangannya di depan wajah Kyuhyun berharap pemuda berkulit pucat itu meresponnya. "Kyunnie.." pemuda manis penyuka labu itu kembali memasang wajah panik tat kala Kyuhyun yang tak kunjung merespon dan tetap memandang kosong ke arah?
Sungmin mengikuti arah pandang Kyuhyun yang ternyata –sedang menatap dada montoknya.
"Kyu.." panggil Sungmin lagi.
"Ne.."
"Akh.. syukurlah! Kau tadi mengatakan dadaku.. memangnya kenapa dengan dadaku?" Tanya Sungmin yang memang tak mengerti.
"Annia.." Kyuhyun menggeleng.
"Lalu kenapa kau menyebut dadaku sesaat kau sebelum sadar tadi? Apa kau ingin menyentuhnya?"
'Apa? Menyentuh? Tidak hyung.. karena dadamu itulah yang membuatku mimisan dan jatuh pingsan, dan kini kau menyuruhku menyentuhnya. Sedangkan hukuman sialan itu masih berlaku, bagaimana bisa aku melakukannya. Yang ada hukumanku akan bertambah 7tahun nantinya. Oh.. tidak! Mungkin Little Cho akan MATI dan bukan hanya sekedar BERKARAT!'
"Kyunnie, kenapa kau diam? Kau mau menyentuhnya?" Tanya Sungmin dengan innocentnya. Ia meraih tangan besar Kyuhyun dan mengarahkannya pada dadanya, namun Kyuhyun segera menariknya dengan cepat.
"Hajima!"
Sungmin menatap Kyuhyun tak mengerti, dia tak ada maksud apapun, yang dilakukannya adalah upaya agar Kyuhyun cepat sembuh! Yeah.. begitulah pikiran yang sempat terlintas di pikiran polosnya.
Untuk beberapa saat mereka saling memandang, wajah Sungmin masih tersirat kekhawatiran.. sedangkan raut wajah Kyuhyun tampak seperti tengah berpikir keras.
"Hyung.."
"Hmm.."
"Apa hukuman itu masih berlaku? Malam ini aku ingin memeluk tubuhmu, hanya memeluk. Aku janji tak akan berbuat macam-macam denganmu?!" Ujar Kyuhyun jujur. Bagaimanapun dia adalah seorang lelaki sejati. Lelaki mana yang bisa tahan bila terus bersama 'kekasihnya' terlebih mereka tidur di dalam kamar yang sama, dan itu sudah berlaku 5tahun yang lalu.
"Memangnya kau mau seperti apa?" tanya Sungmin sembari menggembungkan pipinya.
"Aish.. ya sudah kalau kau tak mau, tapi jangan ber-agyeo di depanku!"
"Arra.. aku akan tidur bersamamu. Tapi janji jangan berbuat yang –iya,iya- atau hukumanmu aku tambah menjadi 4tahun."
"Aku janji!" Kyuhyun tersenyum senang akhirnya. Yeah.. sedikit demi sedikit dia harus belajar mengontrol diri sampai Sungmin kembali –siap.
"Sekarang minum obatmu, aku tak mau kau jatuh pingsan lagi!" Sungmin menyerahkan obat yang semalam tak jadi ditelan Kyuhyun.
Kyuhyun menurut dan mengambil obat dan air minum yang sudah Sungmin siapkan untuknya.
"Ayo sekarang kita tidur!" ajak Sungmin setelah melihat Kyuhyun menelan obat yang ia berikan.
"Ne.."
Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya ke kasur dan menarik tubuh Sungmin untuk berbaring di sebelahnya. "Lingkarkan tanganmu di pinggangku hyung.." pinta Kyuhyun yang memaksa tentunya.
Tak perlu menjawab, Sungmin dengan senang hati melakukannya. Ia juga merindukan masa-masa romantis bersama Kyuhyun.
"Min hyung…"
"Hm.."
"Apa tak ada remisi untukku?"
"Tak ada!"
"Aish.. kenapa kau menjawabnya cepat sekali. Setidaknya berpikirlah dahulu.."
"Tidak perlu!"
"Wae?"
"Aku malas berpkir. Sekarang tubuhku lelah dan aku mengantuk."
"Kalau 2 tahun bagaimana?"
"Tidak akan, Kyu!"
"Aish.. pelit sekali."
"Sudahlah.. ayo tidur!" Sungmin menyamankan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun.
"Ya sudah kalau kau tidak mau." Kata Kyuhyun terdengar sedikit kecewa.
Sungmin menarik sudut bibirnya saat membayangkan wajah Kyuhyun yang tengah kesal, "Hukumanmu akan hilang begitu saja kalau kau bisa belajar tak melecehkan aku lagi! Apa kau sanggup?" Sungmin mendongakan wajahnya untuk melihat ekspresi Kyuhyun. "Kalau kau tak sanggup, maka tunggu 3 tahun kemudian Kyu.. mungkin saat itu Leeteuk hyung juga sudah keluar dari wamil.."
"Aigo… satu hari saja aku tak tahan, bagaimana dengan 3 tahun!" Kyuhyun menarik tubuh yang lebih kecil darinya agar lebih merapat ketubuh jangkungnya. "Tapi aku akan mencoba hyung.. aku akan berusaha.."
"Bagus! Sekarang ayo kita tidur.."
"Hmm baiklah…" Kyuhyun mengecup sayang pucuk kepala kekasihnya itu.
'Baiklah Min.. aku akan berusaha untuk tidak melecehkamu.. tapi aku tak yakin mengingat kau selalu menggodaku setiap hari. Wajahmu itu, bibirmu itu.. dan kau terkadang bertingkah sesuka hati dengan memakai baju di depan ku.. yeah.. tapi aku harus berusaha menahan diriku agar 3 tahun itu luntur..' Kyuhyun membulatkan tekadnya dan berdoa sebelum memejamkan matanya, menyusul Kekasihnya yang lebih dulu menyapa alam mimpi.
Flashback End~
Apakah Kyuhyun berhasil? Bagaimana cara Kyuhyun melakukan seperti apa yang Sungmin katakan agar vonis 3 tahun itu luntur tanpa persyaratan apapun?!
.
TBC
Gahhhhhhhhhh... part 2 selesai. Next part,ENDING Loh! Duh... kenapa yang koment sedikit? Ia.. sih.. FF-a emang jauh dari kata bagus. Ayo donk... beritahu saya bagian mana yang tidak bagus dengan cara reviews. Terserah deh mau koment apa juga hak kalian. Kalau responnya tetap sama(?), yahhh... berarti saya gagal donk! Kalau gitu part ending dan NC gaje-a saya tahan! dan gk akan saya publish. huweeeeeeeee... Saya gagal!#pundung.
Ok! deh. Kayaknya part ending benar2 gk akan saya publish. Hu... hu... hu.. Kalau kalian penasaran maka-a koment. hehehhe
yang udah maumenyempatkan diri untuk RnR FF ini, TERIMAKASIH yah^^ *bow~
