Chapter 2. the Assignment
"aku permisi, Tsunade-sensei.."
"ah, baiklah. Kau mampir ke Konoha Hospital kan? Titip ini buat bagian farmasi, ya?"
Tsunade mengambil sebuah kantong yg sakura kenali isinya sebagai obat-obatan.
"apaan nih, sensei?"
"itu bahan obat-obatan khusus dari Suna. di kirimnya tadi pagi."
"suna, ya? Gimana kabarnya tuh Kazekage?"
"tau deh. Dia banyak tekanan loh.. sebagai pemimpin termuda dari 5 desa ninja utama. Pastinya berat banget.. buat aku aja, yg udahsetua ini, masih terasa berat.."
tsunade menatap tumpukan berkas yang mengelilinginya. Salah satu tumpukan di mejanya hampir setinggi satu meter.
"itu sih emang dasar sensei yang males.." sakura menggumam pelan ke tembok di belakangnya.
"apa?"
"nggak kok. Aku permisi sekarang ya?"
"dadaa.."
tepat saat Sakura mau ngebuka pintu, pintu itu kebuka duluan, Shizune masuk sambil ngebawa tumpukan berkas.
"aaah.. Shizune.. sobek-sobek aja tuh berkas!" jerit Tsunade, sambil ngikutin Tukul.
"eyah.. eyah.. eyah.." shizune bales ngikutin penonton empat mata, "ini berkas baru buat dikerjain. Harus selesai hari ini," Shizune nengok ke Sakura, "halo sakura.."
"halo senpai, aku mau ke hospital dlu ya.."
"dada.."
'jgrek' pintu ditutup.
"Sakura msih kpikiran Sasuke ga', ya?" gumam Tsunade
"kayaknya udah nggak deh. Dia udah ceria kan?"
"semoga kayak yang kau bilang deh. Tapi aneh kalo dia udah bisa ngelupainya.."
"emang kenapa?"
"waktu ngeliat dia pertama kali, aku udah tau sedalem apa prasaan Sakura ke Sasuke. Itu bukan perasaan yang ilang dalam waktu sebentar.."
"kalo' begitu, bisa gawat.. kalo' sampe Sasuke manfaatin Sakura buat menyusup ke dalem Konoha.."
"aku ga' yakin Sakura sebodoh itu.. tapi kau benar. Kita emang harus hati-hati.. dan emang udah banyak bukti kalo Sasuke mulai tertarik menguasai Konoha.."
"ya, ada beberapa saksi yang mengatakan Sasuke menghimpun kekuatan untuk menyerang Konoha.."
"tapi belum ada bukti yang benar-benar kuat. Kita belum bisa mengambil tindakan pencegahan yang berarti.. para petinggi desa itu ga tau seburuk apa kerusakan yang bisa dibuat seorang bocah berumur 17 tahun. Mereka ga akan peduli sebelum waktunya terlambat."
"Hokage-sama?"
"hmm?"
"kau ga' mengatakan ini supaya bisa menunda pekerjaanmu, kan"
"…"
shizune/swt..
"ayo dong.. kerjain! Kita ga punya banyak waktu!"
"haaah.. oke, oke.."
males, ga niat, ga pengen, tapi dengan paksaan Shizune, Tsunade mulai 'mengurangi' tumpukan di atas mejanya.
Saat itu udah hampir 2 setengah jam, tumpukan di mejanya udah kira-kira tinggal setengah, muka tsunade tiba-tiba berubah serius waktu menatap selembar kertas.
"hei, Shizune.."
"hemm?"
"untuk menghindari sasuke menggunakan Sakura, aku pikir kita harus mengirimnya sedikit jauh dari Konoha.."
"Hokage-sama.. jangan mulai lagi deh! Itu tinggal dikit lagi kok!"
"yeee.. aku serius tau!
"oke, terus maksud Hokage-sama apa?"
"coba liat ini.."
shizune mengambil kertas yang di serahkan Tsunade. Kertas itu berisi official invitation dari Suna untuk konoha untuk membicarakan suatu hal penting.
"jadi maksud hokage-sama.."
"yup, kita kirim Sakura ke Suna untuk sementara waktu, supaya dia bisa menenangkan diri juga.."
"good idea tuh! Tapi kita ga munkin nyuruh cewek ke Suna sendirian kan? Soalnya jalur busway konoha-Suna belom rampung.. gubernurnya keburu ganti sih!"
"iya sih.. tapi kita kan tau satu orang yang slalu pengen ke Suna tapi sibuk sama misi-misi dari kita.. "
"Shikamaru!" kata Shizune dan Tsunade barengan.
"kita bisa nyuruh dia nemenin Sakura." kata Tsunade akhirnya.
"Sakura-san!!!" Shikamaru berlari di lorong rumah sakit.
Sakura muncul dari salah satu kamar, "Shikamaru! Jangan lari-larian di lorong! Pliss deh! Ini rumah sakit, jangan teriak-teriak dong!"
"oke, sorry.. kita dapet missi dari hokage-sama!"
"jangan pake teriak!"
"loe juga teriak!"
"authornya sih.. hobi banget make tanda seru.."
sorry..
"tau tuh.. kalo' ga tanda seru titik-titik deh.. ah! Ngapain ngomongin si author? Kita dapet misi ke Suna loh.."
sakura geleng-geleng.. pantesan dari tadi Shikamaru teriak-teriak terus. Ternyata dia girang dapet tugas buat ketemu sama ceweknya.
"oh ya? Kapan berangkatnya?"
"besok pagi. Tapi sekarang kita kumpul dulu di ruangan Hokage. Mau penataran dulu katanya.."
"yaudah. Tunggu ya. Gue mau siap-siap dulu"
yaah.. another love views yang bakal dia liat. Kemaren Shino dengan mesranya jemput Ino, dan kemungkinan besar beberapa hari kedepan, Shikamaru sama Temari yg bkalan ngasi liat kemesraan mereka di depan Sakura.. Haaah.. nasib jadi Jomblo itu yaa.. begini..
Sakura berjalan pelan menuju ruang staff. Di belakangnya, Shikamaru ngikutin.
"haaah.. repot deh.. harus pergi dari Konoha. Padahal ini giliran gue jagain rusa-rusa, bentar lagi bokap juga ada misi"
"repot tapi seneng kan? Emang loe milih rusa dari pada Temari?"
"mendingan rusa! Paling nggak, gue ga pernah ketemu Rusa yang bawa-bawa kipas sgede Bagong dan niupin itu ke gue tiap kali dia kesel!"
"yeah.. up to you-lah.. loe tau ga? Sebagai medical kunoichi, gue tuh diajarin tentang psikologi juga loh.."
"oh ya?"
"yup, dan tau ga? Fakta kalo' loe yang males-malesan sampe menggambarkan betapa nggak maunya loe ketemu sama Temari justru bikin loe keliatan pengeeen banget ketemu dia, sbenernya ga perlu pake psikologi juga udah ketauan sih.."
kata-kata Sakura tadi cukup buat bikin shikamaru blushing di tempat.
"…"
Sakura Cuma geleng-geleng. Shikamaru emang nggak bisa ekspresikan perasaanya dengan bener. Nggak kayak iklan X-mild. "Xpresikan Aksimu!!"
"loh, Sakura-chan? Loe mau balik?" tanya Ino waktu ngeliat Sakura beberes.
"eh, iya. Gue dapet misi nih!"
"Sakura-san? Udah blom?" kepala Shikamaru muncul di pintu ruang staff.
"bentar.. bentar.."
"loh? Ada Ino.."
ino terpaku di tempat..
"Sakura.. loe nggak jadi selingkuhanya Shikamaru kan?!"
"yaelah.. nggak lah! Selingkuhan? Pliss deh, ino!"
"gila loe! gw bisa di tiup sampe nyangkut entah-dimana sama Temari!"
"yaa.. kan gue kira.."
setengah jam kemudian..
"jadi Konoha mendapat sebuah official invitation dari Suna. Kita tahu kalo' Suna lagi meng-improve medical skill mereka. Jadi kemungkinan besar mereka bakal ngomongin hal itu"
"aku sih ga masalah ke Suna-nya. Tapi itukan berkaitan dengan diplomasi.. aku nggak pe-de deh, sensei.."
"tenang aja, kamu Cuma perlu duduk dan jawab pertanyaan-pertanyaan dewan Suna tentang medical skill kita. Aku yakin kamu bisa deh!"
"kita berangkat besok pagi?" tanya Shikamaru.
"yup, ga mungkin kan berangkat sekarang? Udah sore. Tunggu semalem masih bisa kan? Temari nggak akan lari kok.." jawab Tsunade yang bikinShikamaru blushing kedua kalinya hari ini.
