Tap
Tap
Set!
Seorang pria bermasker tengah berhenti melompati tangkai pohon di hutan ini. Mengamati sekelilingnya dengan seksama. Ini sudah hampir satu minggu pria bermasker ini mengelilingi hutan untuk mencari seseorang.
"Bagaimana bisa Tsunade-sama menyuruhku mencari orang yang bahkan ia tidak ketahui ciri cirinya?" Ucap pria bermasker tadi.
Tsunade-sama adalah pemimpin desa dimana pria bermasker itu tinggal. Dan pencarian ini ditugaskan kepadanya karena ia memiliki sesuatu yang berharga.
"Kau cari saja di hutan sana seseorang yang kau rasa berbeda dengan Sharingan mu. Aku tidak bisa mengirim Sasuke karena dia masih dalam misi bersama Naruto dan juga Kiba" kata pemimpin desanya itu.
Pria bermasker itu menutup sebelah matanya yang berwarna merah dengan menarik kain di ikatan kepalanya.
Hup!
Pria bermasker itu melompat turun dari atas pohon, sepertinya ia merasa lelah. Baru saja dia akan menyandarkan punggungnya ke batang pohon, tiba tiba ada sesuatu yang mengusiknya.
'Suara apa itu?' pikirnya
Pria bermasker tadi menarik kembali ikat kepalanya ke atas dan mengaktifkan kembali mata merahnya yang di sebut Sharingan.
Pria bermasker itu mencari ke sumber suara yang berada di balik semak semak. Mencoba mengintip untuk memastikan itu bukan jebakan, dan ternyata memang bukan jebakan. Hanya ada seorang gadis gulali tengah duduk sambil memeluk kakinya yang ditekuk. Ia menenggelamkan wajahnya di lutut, Berusaha menahan tangis namun segukannya masih lolos beberapa kali.
Pria bermasker tadi mulai meneliti gadis itu menggunakan Sharingan. 'Apa itu? Seperti chakra yang ku kenal, namun terasa berbeda? Apa gadis ini yang di maksud Hokage-sama?' Tebaknya
Berjalan lebih mendekat, pria bermasker tadi menutup kembali Sharingannya lalu berjongkok dan kemudian menepuk pelan kepala merah muda si gadis.
Dengan linangan air mata di pelupuknya, si gadis menoleh. Membuat pria bermasker tadi terkejut namun tak ia tunjukan
Dheg!
'Mata itu? Bagaimana bisa gadis ini-'
Belum selesai pria bermasker tadi menyelesaikan ucapan di dalam hatinya, si gadis telah memotong dengan pertanyaannya
"Siapa kau?" Kata si gadis
Menetralisir keterkejutannya, pria bermasker tersebut menjawab dengan tenang "Aku Hatake Kakashi. Dan siapa namamu nona?"
Masih dengan linangan air mata si gadis menjawab "Kata Kaa-san, aku tak berbicara dengan orang asing. Jadi maaf saja!" Katanya sambil membuang muka
Kakashi sedikit terkekeh "Hey, bukankah kau duluan yang mengajak ku berbicara? Aku hanya ingin tau mengapa ada seorang gadis menangis di dalam hutan berbahaya ini?"
Si gadis yang mendengar kata 'hutan berbahaya' langsung menoleh kembali dan menatap pria bernama Kakashi.
Menggunakan otaknya secerdas mungkin disaat keaadannya sedang kacau, si gadis tengah berpikir apakah pria aneh bermasker ini adalah orang baik baik? Tapi bukankah lebih baik itu dengannya dari pada di makan binatang buas? Ah sial!
Mencoba meyakinkan dirinya, si gadis bertanya "Apakah kau benar benar orang baik?"
"Tenang saja aku ini seorang ninja yang di sebut shinobi. Aku shinobi dari desa Konoha, dan pemimpin de-"
Ucapak Kakashi terpotong dengan pertanyaan si gadis "Konoha?!"
"Ya. Konoha adalah desa paling berpengaruh untuk dunia ninja" Jawab Kakashi
Si gadis menerawang masa lalunya. Dulu ia pernah tidak sengaja mendengar pembicaraan orang tuanya. Sang ayah bertanya apa ibunya merindukan Konoha. Dan ibunya menjawab 'tentu saja aku rindu. Tetapi aku bahagia disini karena kau dan puteri kecil kita'
Dan saat makan malam ia bertanya mengenai Konoha, awalnya orangtuanya terkejut. Tetapi setelah itu ibunya tersenyum dan mengatakan 'Konoha tempat yang indah. Kau juga akan kesana nanti'
"Hey nona, ayo ikut dengan ku" kata Kakasih membuyarkan lamunan si gadis
Si gadis tersenyum getir kemudian mengangguk tanda persetujuan
Kakashi lalu membantu si gadis berdiri. Kemudian ia membelakangi si gadis sambil sedikit membungkuk membuat si gadis menyengrit kan alisnya "Apa yang kau lakukan Hatake-san?"
"Menggendong mu. Kita akan melompati dahan pohon agar cepat sampai ke desa" Jawabnya
Sakura yang awalnya ragu akhirnya meraih pundak Kakashi dan melingkarkan kakinya dari pinggang menuju perut seseorang yang menggendongnya
Kemudian Kakashi mulai meloncat dari satu dahan ke dahan lain. Sakura yang baru pertama mengalamu hal ini sontak saja membuat ia mengeratkan pegangannya bahakan sampai memeluk leher Kakashi.
Di sela sela perjalanan Kakashi bertanya "Nona, kau belum mengatakannya. Siapa nama mu?"
Dengan mata terpejam karena takut jatuh dari dahan pohon, si gadis menjawab "Sakura. Haruno Sakura"
Dan jawaban Sakura berhasil mengangkat kenangan yang sudah lama Kakashi tinggalkan.
Tentang Sakura, ia berfikir bahwa Kakashi adalah malaikatnya. Entah penyelamat atau maut, Sakura masih tak tau.
_
Terlihat dua orang pemuda dengan warna rambut yang kontras baru saja menghabiskan empat mangkuk ramen
"Ah, aku kenyang sekali -ttebayo" Kata pemuda berambut kuning sambil mengelus perutnya yang membuncit
"Cih. Kau itu rakus Naruto. Memakan tiga mangkuk ramen sekaligus!" Tukas pemuda berambut hitam kepada pemuda berambut kuning yang bernama Naruto
"Hey bilang saja kau tidak terima bahwa aku memenangkan taruhan menebak celana dalam kunoichi dari desa Suna itu kan Sasuke?" Kata Naruto yang mendapat hadiah spesial dari pemuda berambut hitam bernama Sasuke
'Ctak!'
"Dasar Baka-Dobe! Ji-san, uangnya ku taruh sini" Ucap Sasuke yang kemudian keluar dari kedai ramen itu dengan meninggalkan beberapa lembar ryo
"Aduh Teme! Ini sakit tau! Hey, kau mau kemana? Ah, Ji-san aku pergi dulu. Arigato" kata Naruto yang berupaya mengejar Sasuke
Pemilik kedai ramen yang bernama Teuchi itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah sepasang sahabat sekaligus rival yang sudah berkenalan sedari mereka kecil
"Hey Teme! Kenapa meninggalkan ku sih?" Tanya Naruto saat berhasil menyusul Sasuke
"Kau itu selain bodoh juga memalukan! Bagaimana bisa kau berkata tentang pakaian dalam seorang gadis di tempat umum? Cih!"
"Hah kau ini. Lagi pula si kunoichi suna itu pakaiannya benar benar minim -ttebayo! Tercetak jelas celana dalam hitamnya. Dia berniat menggoda mu Teme! Dan bagaimana bisa kau menebaknya berwana merah muda? Gunakan Sharinganmu bengan benar -ttebayo! Ahahaha"
Dan untuk kedua kalinya, Naruto diberi hadiah spesial dari sang belahan jiwa
'Ctak!'
"Berhenti membicarakan hal konyol Dobe atau-" Ucapan Sasuke tiba tiba terhenti karena ada suatu objek yang menarik perhatiannya
'Siapa gadis yang bersama Kakashi-sensei?'
Tanpa sadar Sharingannya telah aktif, membuat ia melihat sesuatu dalam diri gadis yang digendong senseinya sambil melompati atap rumah warga itu.
"Apa itu?" Gumam Sasuke
Naruto yang melihat Sasuke mengaktifkan Sharingannya, merasa panik "Sasuke, kau tak benar benar berniat membunuhku kan? Matikan Sharingan mu -ttebayo"
Sasuke yang sadar kemudian menonaktiflan Sharingannya lalu pergi meninggalkan Naruto "Aneh. Sharinganku aktif dengan sendirinya" pikir Sasuke
"Sial -ttebayo! Aku ditinggal lagi hah" Keluh Naruto maklum dengan sifat Sasuke
_
Kakashi terlihat tengah berjalan di lorong Gedung Hokage bersama Sakura yang menundukan kepalanya.
"Sakura, kau tak perlu cemas, kami ini orang baik. Aku tak bohong." Kakashi yang melihat keguugupan Sakura mencoba membuatnya tenang dan hanya diberi senyuman kaku oleh Sakura
Kemudian Kakashi tiba tiba berhenti, lalu mengetuk pintu. Terdengar suara seorang wanita yang menyahut dari dalam ruangan. Setelah itu Kakashi membuka pintu lalu masuk ke dalam diikuti dengan Sakura.
Di sana terlihat wanita bermbut pirang dengan mata cokelat dan err- berdada besar tengah duduk di kursi sambil menatap Kakashi dan Sakura yang sudah berdiri di depannya dengan tatapan terkejut.
"Tsunade-sama, aku tak tau siapa yang kau cari sebenarnya. Tapi ku rasa gadis inilah orangnya. Dan dugaan ku benar jika kau mencari-" Kakashi tiba tiba menghentikan omongannya. Ia tau ia kelewatan, hanya saja luka lama yang berhasil ia kubur kini tumbuh lagi karena gadis merah muda ini. Ah, bukan hanya dia yang terluka, tetapi pemimpin desanya ini jauh lebih terluka
"-maaf telah melewati batas Tsunade-sama. Tentang gadis ini, dia seorang Haruno dan matanya emerlad. Ku rasa kira sama sama mengerti" Sambung Kakashi
"Ya Kakashi, ku boleh menunggunya di luar" Kata wanita berambut pirang yang barnama Tsunade.
"Ha'i"
Saat Kakashi baru saja ingin meninggalkan ruangan Hokage, tiba tba ada tangan yang mencekram ujung rompinya.
"Jangan tinggalkan aku" Ucap Sakura
Kakashi tersenyum "Tak apa Sakura. Pemimpin desaku orang yang baik. Kau percaya padaku kan?"
Sakura kemudian menatap tangannya yang sedang mencekram rompi Kakashi, namun sejurus kemudian ia melepaskannya. Ia melihat Tsunade yang mencoba mendekat
"Hey anak muda, mau duduk sebentar?" Ucapnya dikiti Sakura yang hanya menurut
"Kakashi bilang, marga mu Haruno. Kalau boleh tau siapa nama mu?" Tanya Tsunade
Sakura masih ragu menjawab namanya, namun hati kecilnya berkata lain. Ia merasa nyaman akan sosok wanita pirang ini. Seakan merasa kerinduan mungkin? Entahlah. Sakura hanya bisa menjawab namanya saja
"Sakura" ucapnya pelan
"Ah sesuai dengan rambut mu dan kau sangat cantik" Timpal Tsunade jujur
Sakura yang di beri pujian seperti itu hanya bisa merona
Tsunade meneliti pakaian yang Sakura pakai. Sebuah piyama putih dengan motif bergambar babi bertuliskan monokorobo berlengan panjang dengan dua kacing di bagian depan. Di ujung lengannya terdapat kain hitam yang bergelombang, begitu pula dengan celana panjangnya. Ah, dan jangan lupakan kantung di bagian bawah bajunya.
"Berapa umurmu sekarang?" Tanya Tsunade lagi
"Hari ini, umm enam belas"
Kontan saja Tsunde tersenyum mendengar jawaban Sakura "Sepertinya kau lelah Sakura. Dan disini kau tak punya tempat tinggalkan? Akan ku suruh Kakashi mengantar mu ke tempat yang akan kau tinggali. Ayo"
Namun Sakura tetap geming dan bertanya "Sebenarnya apa yang terjadi padaku?"
"Itu bisa kita urus nanti. Sekrang kau istirahat saja terlebih dahulu" Lata Tsunade
Sebenarnya motif penjahat banyak sekali yang seperti ini. Namun Sakura merasa lain, ia percaya kepada pemimpin desa Konoha ini dan mengikutinya menuju luar ruangan.
'Cklek'
Kakashi yang tengah membaca buku sambil bersandar langsung terhenyak dengan kehadiran kami. Ia kemudian menyimpan buku kecil itu kedalam sakunya.
"Kakashi, antarkan Sakura ke temoat Rookie 12 biasa berkumpul. Dia akan tinggal di sana." Ujar Tsunade
"Ha'i" Jawab Kakashi hormat lalu menuntun Sakura pergi.
Langkahnya dengan Sakura masih beberapa namun suara pemimpin desanya ini mengintrupsi "Tunggu"
Kakashi dan Sakura otomatis menengok. Dan hal yang dilakukan Tsunade membuat Sakura heran sekaligus teharu
_
Hai teman, apa kabar?
Mau curhat nih, gapapa kan? hehe. Sebenernya aku malu update LiK dengan peminat yang cuma sedikit.
Dan updatean ini di berikan untuk orang yang sudah membaca dan merivew cerita ini.
Big Love for MeoMeo Cherry. Kamu orang pertama yang review cerita ku hiks:')) Kamu tau? Aku jingkrak jingkrakan di kamar pas dapet notif review untuk yang pertama kalinya agh! Sampe ku screenshoot loh komen mu! Pokonya tq banget ya udh mau semangatin aku! Dan makasih juga buat pujiannya, aku seneng. Banget! Ohiya, jangan panggil aku kak ok! Warm hug for you:)
Big Thanks for Ranindri. Berkat kamu aku jadi lebih gali ide ide ku supaya ceritanya berkembang. Dan jujur, bagi ku bikin cerita 2k itu susah karena apa? Karena aku takut part per part di chap aku tuh ngga nyambung:( Tapi aku berusaha supaya wordsnya banyak dan tidak membosankan kok! Dan apa aku boleh minta sarannya lagi? Kamu membuat ku lebih baik! Kisses for you
Aku juga mau ngucapin makasih buat yang udah baca dan juga fav! Terharu liatnya!:')
Salam Manis, Strawberry Miaw
