Lalu Nashi melihat Lucy dan penjahatnya, sang buronan tersebut mengancam mereka berdua akan melepaskan tali yang diikat dekat jurang jika bertindak macam-macam. Nasih menangis keras penuh amarah, kemudian dia berubah menjadi naga berwarna putih.
Nashi berubah menjadi naga? Pekik Natsu merasa kaget dalam hatinya, dia yang seorang dragon slayer saja tidak bisa melakukan hal seperti itu.
Perlahan-lahan Nashi mengumpulkan kekuatan, membuat bola api ditangan kanannya dan melemparkan serangan tersebut kepada para penjahat
dalam sekejap mereka semua hangus, bahkan sudah tidak bernyawa. Lucy nyaris terjatuh ke dalam jurang karena tali yang mengikat tangannya lepas, dengan sigap Nashi terbang dan Lucy mendrat mulus di atas tubuhnya
Usai melakukan pendaratan, Nasi berubah kembali menjadi manusia, akan tetapi ia nampak lunglai dan kemudian pingsan. Natsu bersama Lucy segera membawa anak mereka ke rumah sakit.
Lalu setelah beberapa lama Nashi akhirnya sadar, lalu Natsu bertanya mengapa dia bisa berubah, tetapi Nashi tidak ingat apa-apa dan dia berkata ke ayahnya bahwa dia senang kalau Natsu dan Lucy selamat. Lalu Natsu kembali bertanya apakah dia ingat suatu hal, tetapi Nashi bilang dia hanya ingat mereka sampai ke jurang dan Lucy diikat terbalik, lalu mereka tidak bertanya apa-apa lagi, tetapi diam-diam dibalik jendela sana ada yang mengintai mereka.
"Intai mereka berdua dengan baik, jangan sampai lolos!" Perintah seseorang memberi komando kepada rekannya, teropong tersebut terus-menerus memperhatikan gerak-gerik Lucy, Natsu dan Nashi, entah apa yang mereka rencanakan.
Sementara itu Lucy, Natsu dan Nashi...
"Ayah, kenapa aku masuk rumah sakit?" tanya Nashi terlihat polos, dia benar-benar lupa!
"Ah ya...kamu berubah menjadi naga dan menyelamatkan ibu, Nashi benar-benar hebat!" ucap Natsu memuji, mengelus pelan kepala anaknya itu
"Eh? Aku berubah menjadi naga?!" spontan ia membalas, merasa kaget dan tidak percaya
"A-ada apa? Kamu terlihat pucat" tanya Lucy merasa khwatir, perubahan sikapnya terlalu mendadak...
"Ayah, ibu, aku takut!" teriak Nashi terisak-isak, nampak sangat takut setelah mengetahui fakta tersebut
"Tidak perlu takut, sekarang kamu sudah kembali menjadi normal" ucap Lucy berusaha menenangkan, sedangkan Natsu hanya mengangguk setuju
"Sebaiknya kalian mengetahui hal ini"
Mendadak suasana di sekitar menjadi tegang dan amat mencengkram, Nashi mengambil nafas perlahan-lahan, menghembuskannya lalu berkata.
"Jika aku menjadi naga dua kali lagi, maka segel dalam diriku akan rusak dan kemungkinan terburuknya adalah..." kemudian ia melanjutkan
"Aku akan menjadi naga sungguhan dan tidak bisa kembali ke wujud manusia"
Hal tersebut sukses membuat Lucy maupun Natsu shock, kemudian Nashi benar-benar menangis, takut hal tersebut menjadi kenyataan
"Kami berdua ada di sini, jadi jangan khawatir. Jika Nashi akan kembali menjadi naga, ayah dan ibu akan mengingatkanmu" Natsu menempelkan dahinya ke dahi Nashi, membuat dia berhenti menangis
"Benar? Ayah dan ibu berjanji?" tanya Nasih sempat merasa ragu padahal tidak seharusnya dia seperti itu
"Tenang saja, orang dewasa yang baik selalu menepati perkataannya"
Mereka pun saling memandang, tersenyum satu sama lain tanpa rasa khawatir sedikitpun, padahal di bawah ranjang Nashi telah dipasang alat perekam oleh seseorang, entah siapa dia. Lalu ternyata seseorang itu adalah Jellal dan Erza, seorang pencuri kelas kakap yang sangat hebat. Dan setelah mereka mendengar hal tersebut, mereka mempunyai rencana.
"Erza, aku punya rencana, kita akan menculik Nashi dan memaksa orangtuanya untuk membayar mahal" lalu balas Erza
"Aku setuju, mungkin kita bisa mendapatkan banyak yang" lalu kedua orang itu pergi sambil berkata
"Kita culik Nashi saat tengah malam"
Lalu saat di rumah, Lucy, Natsu dan Nashi tertidur lelap. Pada saat jam dua belas malam kedua orang itu datang, mulai menjalankan aksinya.
Mereka membuka sebuah jendela dengan perlahan, mengendap-endap masuk, membuka pintu kamar Nashi secara perlahan tanpa suara dam mengangkatnya, memasukkan dia ke dalam karung, karung tersebut istimewa, hanya dapat didengar oleh dragon slayer saja. Setelah sadar Nashi bangun dan berteriak
"Tolong! Ayah, ibu aku diculik!" teriak Nashi yang tidak diindahkan oleh siapapun, dan malah membuat mereka berdua terusik
"Diamlah! Ayah dan ibumu tidak akan datang untuk menyelamatkanmu!" bentak Jellal sambil menendang karung tersebut kuat, membuat Nashi merasa kesakitan
"Sebanyak apapun kamu memberontak, karung itu tidak akan bisa hancur, dan kamu tau kenapa, bocah kecil?" tanya Erza melakukan penekanan pada dua kata terakhir, kemudian lanjutnya
"Karung tersebut khusus dirancang untuk mengurung dragon slayer, jadi ayahmu yang bernama Natsu itu tidak akan bisa menolong" jelas Erza yang sukses membuat Nashi marah, ia pun membalas
"Masih ada ibu, jika ayah tidak bisa ibu yang akan menyelamatkanku!"
Tetapi mereka berdua sama sekali tidak peduli, terus berjalan menuju suatu tempat. Tempat itu terlihat kumuh, namun cukup besar dan luas. Dengan kasar Jellal membuang karung tersebut di sembarang tempat, membuat Nashi meringis kesakitan untuk sesaat. Mereka berdua kembali berdiskusi tentang rencana selanjutnya.
"Jadi, sekarang bagaimana?" tanya Erza duduk di atas kardus, memperhatikan lawan bicaranya
"Kita hanya perlu menunggu kedua orangtuanya datang, dan setelah itu meminta tembusan, tetapi kau tau bukan jika aku tidak akan membiarkan mereka lewat begitu saja?" ucap Jellal panjang lebar, membuat Erza menggelengkan kepalanya
"Jangan memasang jebakan yang aneh-aneh, kalau mereka meninggal saat kemari bagaimana?" peringatnya merasa gerah dengan tingkah rekannya tersebut
"Tenang saja, jebakannya tidak berbahaya kok, kau terlalu berlebihan" tetapi dalam hati Erza berkata lain
"Justru kamu yang terlalu berlebihan Jellal Fernandes..."
Sementara itu Lucy dan Natsu...
Terdengar suara teriakan yang berasal dari Lucy, Natsu segera bangun dan bertanya
"Ada apa? Pagi-pagi sudah berteriak" tanya Natsu merasa heran
"Ba-bacalah ini!" ucapnya ketakutan sambil menyodorkan sebuah keras
"Kami telah menculik anak kalian, jika ingin nyawanya terselamatkan berikan tebusan sebesar dua ratus juta, kalau tidak jangan harap anak kalian akan kembali dalam keadaan hidup-hidup!
Usai membacanya Natsu langsung meremas kertas tersebut dan membakarnya dengan api di tangan kanan
"Kita akan mencari Nashi" ujar Natsu serius, langsung bersiap-siap untuk pergi
"Natsu, kita saja tidak tau di mana tempatnya, mau mencari kemana?!" Lucy terlihat menahan tangis, tidak tau harus berbuat apa
"Tenang saja, kita pasti bisa"
Natsu mencium bau dari Nashi dan pergi ke arah sana, saat sampai mereka bertemu beberapa jebakan dan itu sangat mematikan, tetapi Natsu dan Lucy gagal melewatinya. Jebakan itu adalah sebuah tembok dengan paku tajam yang bergerak semakin menyempit, lalu tiba-tiba dari arah lain Lucy terkena sebuah panah yang beracun. Natsu bingung harus menyelamatkan Nashi atau Lucy terlebih dahulu, lalu Lucy berkata.
"Selamatkan Nashi terlebih dahulu, aku baik-baik saja" ucap Lucy dengan wajah pucat, menyuruh Natsu untuk segera pergi
"Baiklah, aku akan menyelamatkan Nashi terlebih dahulu, tetapi aku tidak akann meninggalkanmu di sini" Natsu berlari sambil menggendong Lucy erat, tetapi karena terlalu ceroboh dalam mengambil langkah, tanpa sengaja ia menginjak sebuah tombol yang rupanya adalah jebakan juga.
Dari segala penjuru arah, muncullah senapan angin yang siap menembak kapanpun, Natsu berada dalam posisi sigap, bersiap untuk melawan
"Bagaimana caramu menghindari serangan sebanyak itu?" tanya Lucy merasa heran, tidak mengetahui apa yang Natsu rencanakan
"Sudah jelas bukan, aku akan membakar semua pelurunya!" serunya lantang dengan posisi siaga. Tak berapa lama kemudian, lima peluru sekaligus langsung menembaknya dari arah barat, begitu juga dengan timur
"Karyuu no houkou!" dalam sekejap peluru yang datang dari arah timur hangus, tetapi Natsu malah melupakan serangan dari arah barat dan saat menyadarinya dia sudah telat, karena merasa kaget sontak Natsu menghindar dan peluru angin tersebut tepat mengenai kakinya
BRUK!
Tubuhnya terbanting keras di atas tanah, meski kesulitan ia tetap bangkit berdiri dan berusaha mengantisipasi serangan dari segala arah. Tetapi Natsu hanyalah manusia biasa yang terkadang bisa kewalahan, sekali lagi beberapa peluru melesat cepat mengenai anggota tubuhnya, hingga darah segar berceceran di mana-mana.
Nashi mendengar suara itu lalu setelah memberontak dia berhasil keluar dari karung tersebut dan diam-diam meninju kedua penjahat itu dan mereka pun pingsan. Lalu dia berlari menuju Natsu dan Lucy, sekuat tenaga mengangkt mereka berdua dan kabur dari sana lalu menuju rumah sakit. Dan setelah beberapa lama Natsu dan Lucy sadar
