Maaf baruu update~ jadi telat banget updatenya padahal udah niat jumat mau update.

Cerita ini memang membosankan chingu, tapi aku menulis ini dengan segenap hati/? nyari ff jaedo msih belum segampang nyari ff pairing lain xD.

Semoga kalian suka ya! salam JaeDo shipper 3


Happy Reading!^^

Chapter 2

Hari ini cuaca memang sangat terik, membuat orang-orang menjadi banyak menggerutu. Hal itu pula yang dilakukan oleh gadis berambut panjang yang sedang menunggu kedatangan temanya.

" Suho ya, maaf aku terlambat 5 menit" ucap seseorang sambil menepuk bahu Suho.

" 5 menit pantat kuda hah?" jawab Suho galak.

" Hahaha, aigoo. Maaf-maaf janganlah kamu mengumpat menggunakan julukan aappamu sendiri, aku tadi dicegat oleh seseorang" jawab temannya.

" Hah, alasan saja kau ini Baekhyun ah. Yasudah ayo berangkat sekarang aku benar-benar sudah merasa sangat gerah" ujar Suho sambil menggoyangkan kuciranya. Baekhyun hanya terkikik melihat kelakuan temannya. Keduanya mulai berjalan menuju salah satu salon yang terletak tidak jauh dari kampus mereka. Ya kedua gadis cantik ini berniat untuk mengubah model dan warna rambutnya.

" Hei Suho ya, hei Baekhyun ah" sapa pemilik salon tersebut.

" Halo Yura eonnie, kami ingin perawatan sekaligus memotongnya, dan aku ingin mengombre rambutku, dengan warna pink" jelas Baekhyun. Yura mengangguk, lalu menoleh ke arah Suho.

" Aku hanya ingin memotong pendek rambutku, dan warnai dengan warna yang cocok untuku" jawab Suho.

" Baiklah, kita mulai mempercantik diri kalian sekarang" ujar Yura ceria. Suho dan Baekhyun pun mengikuti Yura.

Di tempat lain, terlihat seorang pemuda tampan sedang memotret beberapa hal yang menurutnya cukup menarik untuk dia foto. Sampai pada akhirnya ada hal yang mengusik kegiatanya. Ya dering telepon lah yang mengganggu aktifitasnya. Dia melihat siapa yang meneleponya kemudian mengangkatnya.

" Halo" ujarnya.

" Hyung, bisa tidak kau jemput aku sekarang di sekolah. " ujar orang disebrang telepon.

" Baiklah, tapi setelahnya kita mejemput Suho nuna terlebih dahulu" jawab Minho.

" Ne, cepatlah aku sudah sangat kepanasan disini" rengek Jaehyun.

" Iya, iya dasar manja!" ledek Minho. Sambunganya ditutup seenaknya oleh Jaehyun yang menimbulkan umpatan sayang dari Minho ' untung sayang'. Dia pun segera memasukan kameranya dan bergegas menuju parkiran. Dia harus cepat untuk menjemput dongsaengnya yang manja dan nunanya yang galak.

" Pasti dia sedang mengumpat sekarang." ujar Jaehyun sambil tertawa pelan. Jaehyun memasukan kembali ponselnya dan meminum kembali cappucino yang sudah setia menemaninya menunggu Minho.

Tidak terasa menit demi menit telah Jaehyun lalui untuk menunggu jemputan dari hyung nya. Bahkan sudah sedari tadi dia menghabiskan cappucinonya. Tapi senyum Jaehyun pun mengembang ketika melihat mobil Minho mendekat ke arahnya. Jaehyun pun segera menghampiri Minho dan masuk kedalam mobil.

" Hyung kau lama sekali." Keluh Jaehyun.

" Kau itu banyak sekali mengeluh, bagaimana nanti saatkau menjadi seorang suami dan ayah Jae?" ucap Minho sekaligus bertanya.

" Itu kan masiih lama sekali , yang jelas aku akan menjadi ayah dan suami yang baikk bagi istri dan anaku nanti. Sudahlah hyung jangan mulai ceramah kita harus segera menjemput Suho nuna" ujar Jaehyun mengingatkan. Minho pun hanya menjawab dengena berdecih. Mobil pun mulai bergerak untuk menjemput kedua nuna mereka.

" Omo! Lihat tuan putri kita, kemana rambut panjangmu sayang?" tanya Baekhyun.

" Kau ini berlebihan sekali Baek, aku hanya sedang bosan dengna rambut panjangku lagipula ini terlihat cocok untuk ku" jawab Suho sambil kembali melihat pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum melihat pesan dari Minho. ' Ah ternyata mereka sudah sampai'

" Kau semakin terlihat seperti anak sekolahan tau!" ujar Baekhyun lagi.

" Terserahlah, Minho sudah menjemputku kau mau pulang bersama atau menunggu kekasih bertelinga peri mu itu?" tanya Suho sambil bersiap untuk menuju kkeluar salon.

" Aku menunggu kekasih ku saja, salam untuk keluargamu Suho!" teriak Baekhyun. Suho menjawabnya dengan anggukan, dia lalu keluar dan berjalan secepat mungkin menuju mobil Minho. Dia pun segera masuk kedalam mobil.

" Annyeong dongsaengdeul ku yang tampan!' sapanya.

" Wah nuna rambutmu kawaii sekali!" ujar Minho heboh. Suho hanya tersenyum sedikit sombong, dia lalu menoleh ke arah Jaehyun yang memperhatikanya dengan serius.

" Hm, nuna sangat cantik! Seperti dia." Jawab Jaehyun sambil tersenyum. Minho dan Suho menjadi salah tingkah dengan jawaban Jaehyun.

" Woojae, nuna masih penasaran dengan dia yang sering kau sebut dan kau maksud." Tanya Suho pelan. Jaehyun melihat kearah nunanya.

" Dia kekasihku." Jawab Jaehyun sambil tersenyum.

" Aigoo, adik nuna sedang kasmaran. Lalu apa yang membuat mu jatuh cinta padanya?"

" Pasti karena wajahnya!" sela Minho. Yang diberi gelengan oleh Jaehyun.

" Tidak, aku menyukainya dari sebelum melihat wajahnya. Aku jatuh cinta dengan suaranya terlebih dahulu" jawab Jaehyun.

" Romantisnya, nuna jadi ingin bertemu dengan kekasihmu itu. " ucap Suho lagi. Jaehyun terdiam.

" Dia.. dia hilang nuna" lirih Jaehyun. Minho dan Suho yang mendengar lirihan Jaehyun sontak melihat ke arah Jaehyun dengan tatapan "Bagaimana mungkin"

" Nanti hyung akan bantu kamu menemukan putrimu itu saengie" ujar Minho yakin.

" Benar, nuna juga akan membantu sebisa nuna. Sekarang kita harus cepat, umma menunggu kita, katanya ada yang ingin umma bicarakan" Ujar Suho sambil tersenyum.

Suho dan Minho awalnya hanya menyangka bahwa dia yang selalu disebut oleh Jaehyun hanyalah seorang gadis yang menjadi cinta monyet adiknya. Tapi ternyata setelah sekian lama adiknya tidak juga melupakan dia, hingga adiknya diam-diam kembali ke Amerika hanya untuk menemui dia dengan embel-embel liburan dirumah nenek. Sejak saat itu minho dan Suho sepakat bahwa dia itu memang benar-benar cinta sejati adik mereka.

-000-

Dirumah Kibum dan Siwon telah berdiskusi, Kibum telah menceritakan segalanya tentang gadis itu dan juga anakanya. Siwon pun yang memang dasarnya berhati mulia tentu ikut terdorong untuk membantu. Mereka telah sepakat akan mengurus gadis itu dan juga anaknya hingga gadis itu pulih. Tinggal memberitahukan anak-anaknya saja bahwa nanti akan ada anggota baru di rumah mereka dan memberitahu kondisi gadis itu agar semua anaknya dapat bersikap baik kepadanya dan juga bayinya.

Pintu gerbang pun terbuka, terlihat mobil Minho memasuki perkarangan rumah. Kibum tersenyum, karena dia dapat melihat siluet tubuh Joonmyeon dan Jaehyun didalam mobil. 'Ternyata mereka sedang bersama'.

" Annyeong umma appa!" ujar Suho. Kemudian ia mencium pipi umma appanya dan diikuti oleh Minho dan Jaehyun. Kibum pun menyuruh mereka untuk duduk di ruang tengah..

" Ada apa umma dan appa mengumpulkan kita seperti ini?" tanya Suho.

" Sebenarnya ada yang ingin umma bilang pada kalian, ya umma mau melakukan sesuatu dan ingin meminta izin kepada kalian dulu." Ujar Kibum.

" Tumben sekali umma mau meminta izin terlebih dahulu" celetuk Jaehyun dan dijawab oleh delikan sayang dari ummanya.

" Baiklah, umma sekarang akan menjelaskan semuanya. Umma memiliki pasien khusus, dia seorang gadis dia tidak gila tenang saja, dia hanya membutuhkan orang-orang baik disekitarnya. Dia sangat trauma, Jadi umma menjadikanya pasien privat umma, appa kalian yang baik hati ini sudah bersedia menjadi walinya untuk sementara dan umma akan membawa dia dan bayinya untuk tinggal dirumah ini. Bagaimana menurut kalian?" tanya Kibum sambil memperhatikan wajah anaknya satu persatu. Semuanya terlihat kaget dan simpati.

" Tentu saja umma, kami akan menerimanya rumah ini akan semakin ramai dengan adanya bayi! " ujar Suho semangat. Minho dan Jaehyun pun tampak setuju dengan jawaban yang diberikan oleh Suho.

" Kalian memang tiga malaikat umma. Lagipula usianya tidak begitu jauh dengan kalian dia .." Belum sempat Kibum menyelesaikan kalimatnya Siwon memotongnya dan segera menarik tangan Kibum.

" Yak! Siwon ah apa yang kau lakukan?" ujar Kibum.

" Kibum ah, aku baru mendapatkan telepon dari Rumah Sakit bahwa pasienmu yang akan kau ajak tinggal disini kembali mengamuk lebih baik kita jemput dia sekarang saja!" ujar Siwon dengan nada panik.

" Jinjja? Ok kita akan menjemput dia sekarang. Suho ya Minho ya Woojae ya kalian bersihkan kamar tamu yang ada disamping kamar Jaehyun ok? Umma akan menjemput dia dulu" perintah Kibum yang kemudian berjalan cepat menuju mobil dan segera berangkat ke Rumah Sakit.

" Yasudah ayo sekarang kita bersihkan kamar tamu!" ajak Suho. Minho dan Jaehyun menurut. Mereka bekerja dengan sangat rapi dan cepat. Tak disangka sudah 1 jam mereka membersihkan kamar dan berniat untuk menonton tv di ruang tengah sambil menunggu umma dan appa mereka kembali.

" Acara pada jam tanggung segini memang paling payah" keluh Minho.

" Lebih baik kita menonto dvd saja" celetuk Jaehyun.

" Ah saengi, kau ini pintar sekali ya , nuna kita nonton dvd saja!" ujar Minho. Setelahnya terdengar perdebatan antara Minho dan Suho dalam emnentukan dvd apa yang seharusnya mereka tonton. Jaehyun pun emmilih untuk mengambil minum di dapur selain merasa terganggu dengan suara kedua kakanya dia juga merasa sangat haus.

Tak lama dari situ terdengar suara mobil yang masuk ke perkarangan rumah, Suho dan minho pun berhenti berdebat mereka siap-siap untuk menyambut kedua orangtuanya dan juga seseorang yang akan emnjadi anggota di rumah ini.

" Selamat datang!" ujar Suho sambil tersenyum lebar. Kibum dan Siwon tersenyum melihatnya.

" Perkenalkan, aku anak tertua dirumah ini namaku Joonmyeon, dan ini adik pertamaku namanya Minho dan juga ada satu lagi adik kami yang bungsu. Woojae ayo cepat kemari!" teriak Suho.

" Dia sedang mengambil minum di dapur tadi, namamu siapa?" tanya Suho dengan tatapan yang sangat lembut.

" Namaku.."

Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari arah belakang Suho maupun Minho.

" Dottoki!"

TBC


Annyeong readers~ Maaf ya kalo alurnya aga membosankan, saya gabisa nulis kalo ga detail ;; . ini balasan untuk review kemarin ya. terimakasih udah menyempatkan untuk baca dan meninggalkan jejak ^3^

Mifta Jannah : jawabanya ada di chapter ini chingu! yang jelas bayi itu anak ibu bapaknya hohoho

pandagame : jan jan apa hayolohhh? hahah xD jawabanya sudah tau kan chingu? kekek.

Guest: iya pasti di lanjut! ayo nantai chap3 baca lagi ya chingu ^^

tenbreeze : soal itu doyoung atau bukan kejawab di chapter ini chingu;3 nah kalau soal histeris itu juga sedikit disinggung kan disini mungkin buat lebih detailnya di chapter2 depan ^^

NeRo : Ada lanjutanya~ iya emang, tapi itu emang kekurangan saya kalo mendeskripsikan gabisa setengah2 ;; . iya nanti bakal kebuka kok semua jawaban dari pertanyaanya chingu ^^

saya balas review disini ya, habis ga ngerti balas review di kotak reviewnya ;;