Makasih bgt buat review-nya, ….maaf update chapter 2 agak lama,…ok…ini dia chapter2!
Happy Reading!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
*Chapter 2*
Terima Kasih
Tanpa Byakuya ketahui, seorang wanita menggenggam tangannya.
" Terima kasih, kau telah menyayangi dan mendidik adikku itu, Byakuya-sama. Andai aku dapat memberitahumu bahwa Ichigo dapat menjaga Rukia dengan baik bahkan dengan taruhan nyawanya sekalipun. Pasti kau tidak lagi khawatir."
" Hisana!" seru Byakuya tiba-tiba. Ia melihat sekeliling tapi tidak ada siapapun.
" Entah mengapa, tadi aku merasakan kehadiranmu, istriku."
***
Rukia menatap Toko Urahara yang berada di hadapannya.
" Sudah setahun sejak aku tidak tinggal di kota Karakura."
" Kak Kuchiki?" tanya seorang gadis.
" Ururu….apa kabar?"
" Baik. Senang bertemu kak Kuchiki lagi."
" Apakah pak Urahara dan pak Tessai berada di toko?"
" Mereka sedang pergi untuk membeli perlengkapan toko yang baru, sementara Jinta sedang bermain."
" Kalau begitu, aku pergi dulu ya Ururu…"
" Lho? Kak Kuchiki mau kemana, bukankah kakak baru saja tiba?"
" Banyak orang yang ingin kutemui. Jika aku sudah bertemu mereka, aku akan kemari lagi. Ya sudah, aku pergi dulu ya Ururu…"
" Iya….hati-hati kak…."
***
Rukia melihat Ichigo yang sedang berjalan sendirian seusai jam sekolah. Wajah Rukia yang semula masih sedikit pucat, kini tampak sedikit segar.
" ICHI-" panggilan Rukia terhenti karena melihat Inoue yang tiba-tiba menyusul Ichigo.
Langkah Ichigo terhenti. Rukia melihat mereka dari kejauhan.
" Inoue…..ada apa?"
" Umm….aku ingin bertanya, sebentar lagi Ishida-kun berulang tahun, apa kau tahu kira-kira kado apa yang pas untuknya? Habis aku bingung, aku tidak pandai memasak."
Rukiapun pergi, ia merasa tidak tepat berada di tempat itu.
" Bagaimana jika syal?"
" Dia lebih terampil dalam menjahit dari pada aku. Aku takut dia tidak menyukainya jika kubuatkan syal."
" Ishida bukan tipe orang yang tidak menghargai pemberian orang lain. Aku yakin dia akan menyukai pemberianmu.'
" Apa benar begitu, Kurosaki?"
" Iya…..pasti."
Senyum Inoue mengembang.
" Terima kasih….aku akan pergi ke toko kerajinan tangan sekarang juga."
Inoue segera berlari.
***
" Tak seharusnya aku seperti ini." batin Rukia.
" Mungkin, sudah seharusnya aku mengikuti perkataan nii-sama untuk melupakan semuanya."
Ketika tiba di persimpangan jalan, Rukia tak sengaja menabrak seseorang.
" Maaf……"
Mereka berdua terkejut, lalu seseorang yang ditabrak Rukia itu malah memeluk dirinya.
" Kuchiki….ini kau kan? Aku sangat senang bertemu denganmu lagi setelah sekian lama." isak Inoue.
" Aku juga senang bertemu denganmu lagi, sudah setahun kita tidak bertemu." ucap Rukia.
" Kuchiki…ayo ke restoran Meiya, disana ada menu baru. Kau harus mencobanya karena sangat lezat."
" Iya…ayo kita kesana."
*Di Restoran Meiya*
" Mengapa kau baru kemari?" tanya Inoue.
" Byakuya nii-sama baru saja memberiku izin."
" Kau beruntung sekali ya….masih punya kakak yang begitu menyayangimu. Andai kak Sora masih hidup…"
" Inoue..sudahlah. Kita jangan menyesali berlarut-larut kepergian orang yang kita sayangi." ucap Rukia.
" Kau habis darimana?"
" Aku baru saja membeli ini semua."
Inoue menunjukkan plastik yang didalamnya berisi benang wol.
" Tugas dari klub kerajinan tangan ya?"
Inoue menggeleng.
" Sebelumnya aku pikir bahwa aku hanya akan 5 kali jatuh cinta pada orang yang sama."
Rukia menyeruput Capuccino yang terhidang di hadapannya.
" Tapi aku salah,.. ternyata aku jatuh cinta untuk yang keenam kalinya kepada orang yang berbeda."
" Lalu?" tanya Rukia.
" Sebentar lagi dia akan berulang tahun…apakah menurutmu dia akan menyukai apapun yang kuberikan?"
Rukia bingung.
" Ulang tahun? Bukankah Ichigo berulang tahun pada bulan Juli? Sekarang kan November." batin Rukia.
" Tentu saja Inoue."
" Ishida-kun akan menyukainya walaupun syal buatanku jelek?"
" Jadi Ishida…aku tidak menyangka." batin Rukia.
Rukia mengangguk pasti. Senyumnya terkembang.
Inoue tersenyum senang. Wajahnya merona merah.
" Aku akan berusaha sebaik-baiknya."
" Lakukan yang terbaik, Inoue…."
" Ya. Terima kasih Kuchiki. Umm….bagaimana kalau kau menginap di rumahku saja selama kau disini? Akan sangat menggembirakan bagiku jika kau bersedia."
" Baiklah, jika kau tak keberatan."
***
" Apakah kau sudah bertemu Kurosaki?" tanya Inoue ketika mereka akan tidur.
" Belum."
" Tahu tidak Kuchiki, Kurosaki pernah berkata seperti ini ' Apakah Rukia telah melupakan kita semua? Aku khawatir jika dia lupa cara minum dari minuman kotak.'"
Rukia tertawa.
" Haha…bodoh sekali dia itu, tentu saja aku tidak lupa."
Wajah gadis berambut hitam itu sedikit merona.
" Mulai besok kau akan kembali ke sekolah kan?"
" Tidak. Aku tidak akan berlama-lama disini. Setelah urusanku selesai, nii-sama menyuruhku segera pulang. Lagipula ada banyak yang harus kukerjakan di batalionku."
" ….jadi begitu, aku pikir kau akan tinggal disini lagi."
" Jangan sedih begitu Inoue, aku janji akan sering-sering mengunjungi kota Karakura."
" Apakah kakakmu tidak keberatan jika suatu saat aku mengunjungimu di Soul Society?"
" Mmm…..aku tidak dapat menebak isi pikiran nii-sama tapi aku pikir dia tak akan keberatan."
Biip…biip…
Terdengar suara jam weker Inoue yang menunjukkan pukul 22.00.
" Inoue…mengapa kau menyetel alarm pada pukul 22.00?"
" Untuk mengingatkanku kalau ini sudah waktunya tidur…hihi…Kuchiki selamat tidur ya? Semoga mimpi indah.''
***
" Teman-teman, maukah kalian ke rumahku sepulang sekolah nanti?" ajak Inoue.
Sikap Sado datar seperti biasa. Sedangkan Ishida, " E…aku tidak keberatan, Inoue-san."
Wajah Inoue bersemu merah, "Terima kasih Ishida."
"Mmm…aku juga sudah mengajak Tatsuki, Ryo, dan Chizuru." tambahnya.
"Memangnya ada perlu apa Inoue?" tanya Ichigo.
" Kalian akan tahu sendiri nanti, aku punya kejutan buat kalian semua, Kurosaki bisa ikut kan?"
" Maaf ya, Inoue…sepertinya aku tidak bisa."
" Kau ada keperluan lain ya?"
" Aku sudah janji menemani Yuzu menjenguk gurunya yang sakit sepulang sekolah nanti."
Terlihat ekspresi kecewa di wajah Inoue.
………………………………………………….
Chapter 2 selesai
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Chiba : Oh…iya buat yg jawab Hisana,selamat ya! Jawaban kalian benar…..
Yoriko: Mohon review-nya lagi ya temen2…..di chapter 2 ini, aku juga minta saran nih… Menurut kalian pas Ishida dkk nyampe rumah Inoue, baiknya Rukia ada di rumah atau lagi pergi?
Chiba : He, maaf juga klo chapter ini malah ngga lebih bagus dari chapter 1 kemaren. Author saat ini lagi agak sakit, mungkin karena kecapean ngurusin ultah skul di skulnya. Gimana sih kamu…bukannya sabtu kemaren abis sakit, kok sekarang sakit lagi?
Yoriko : Iya nih..ngga tahu, mangnya sakit itu keinginanku sendiri?! Karena review dari temen2 aku jadi seneng, walau sakit aku nge-usahain update fic-ini.
Chiba : Ouw…moga cepet sembuh deh kalo gitu..
Yoriko : Amin. Sekedar info, fic ini mungkin selesai di chapter 3 kalo ngga chapter 4.
Chiba+Yoriko P: Sekali lagi, mohon review-nya!
(^_^)
Hinamori14137 Yoriko
