Naruto (ナルト) disclaimer Masashi Kishimoto
Sword Art Online (ソードアート・オンライン) disclaimer Kawahara Reki
NARUTO STORY IN THE NEW WORLD
Summary: Menceritakan kisah kehidupan sang pahlawan dunia shinobi di dunia barunya. Dia kini hidup dijaman yang serba modern, ribuan tahun setelah jaman shinobi berakhir. Bagaimanakah Kisahnya?
Chara : Uzumaki Naruto, Asada Shino, Konno Yuuki, Kirigaya Kazuto, Yuuki Asuna,
Rated : M
Genre: Romance, Fantasy, Game, Adventure, Friendship, Hurt/Comfort, Slice of Life
Warning : Ooc, Ada Fem Kirito, Semi canon, tidak suka tidak usah dibaca
Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainya atau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.
RnR please .. hehehehehe
ARC 1: MOTHER'S ROSARIO
OPENING : {Ost. Naruto Shippuden: Flow ~ Sign}
CHAPTER 2: Naruto vs Zekken
Di sebuah kamar yang cukup gelap, dengan jendela terbuka sedikit hingga cahaya matahari pagi sulit terlihat dari ruangan itu . Di dalam sana terdapat banyak komik dan beberapa peralatan elektronik yang tidak lain adalah konsol game yang tertata rapi dengan jam di atas meja samping kasur menunjukan pukul 07.00 A.M . Kamar itu milik anak berusia 16 tahun, pahlawan dunia shinobi yang bereinkarnasi kedunia ini empat tahun yang lalu.
Hari ini adalah hari minggu, Naruto yang biasanya berangkat kesekolah kini bisa bersantai dirumah.
Semenjak orang tua tirinya meninggal setahun yang lalu, dirinya kini hidup sendirian. Namun bukan berarti dirinya kesepian. Disekolah dia punya beberapa orang teman yang biasa bermain game VR dengannya.
Hari ini dia sedang berada di ruang makan sambil memakan sarapannya.
"...Hh!"
Sambil menghela nafas pendek, Naruto mengolesi roti bakar yang baru selesai dipanggang dengan selai madu.
Dengan ekspresi wajah yang datar, Naruto meratakan selai madu yang dia oleskan pada roti bakarnya yang baru saja dipanggang.
"Hh, sepertinya hari ini aku tidak ada kerjaan sama sekali..."
Naruto berkata dengan nada mengeluh sambil memasukkan roti panggangnya kedalam mulut.
Perasaan renyah saat menggigit roti pangganya dicampur dengan rasa manis dari madu yang dia oleskan pada roti panggangnya mencampur adukkan antara rasa manis dan juga renyah.
Dikehidupan barunya saat ini, Naruto memiliki kesibukan lain selain berlatih dan kerja part time. Yaitu bermain game VR. Game VR adalah semacam game yang bisa menciptakan sensasi seolah berada didunia lain bagi penggunanya.
Dan game yang saat ini sedang dimainkan oleh Naruto adalah Alfheim Online. Alfheim Online atau ALO adalah dunia dimana para pemain disana memiliki sayap peri, inilah alasan utama mengapa game ini bisa sangat terkenal. Digame ini, para pemainnya bisa terbang menjelajahi dunia. ALO sendiri terbagi menjadi beberapa negeri yang memisahkan ras peri.
Dipusat Alfheim sendiri terdapat sebuah pohon raksasa yang disebut sebagai Pohon Dunia.. Dipuncak pohon tersebut terdapat sebuah kastil legendaris. Ras peri dibagi menjadi sembilan ras, kesembilan ras tersebut berlomba-lomba untuk bisa sampai di kastil tersebut.
Disana juga terdapat sebuah kastil terbang bernama Aincrad. Aincrad sendiri adalah kastil terbang dengan 100 lantai yang ada didalamnya. Setiap lantai memiliki nuansa abad pertengahan dan boss lantai yang harus dikalahkan untuk bisa naik kelantai selanjutnya.
Seperti halnya game RPG, ALO sendiri menerapkan sistem berbasis dimana pemian harus menggunakan keterampilan mereka untuk meningkatkan kemampuan tempur maupun non-tempur.
Setelah Naruto menyelesaikan sarapannya, Naruto kemudian segera mengambil segelas air putih yang sudah dari tadi dia sediakan.
Sudah dua bulan berlalu semenjak Naruto mulai memainkan game Alfheim Online, namun Naruto tidak kunjung juga mendapatkan party. Sebenarnya dirinya sudah beberapa kali mencoba bergabung dengan beberapa party dan guild, namun selalu ditolak.
Alasan utamanya adalah Naruto hanya memiliki skill Hand Combat alias pertarungan tangan kosong. Dia juga tidak memiliki skill sihir yang berguna dalam pertarungan, itulah alasan mengapa tidak ada satupun guild yang mau menerima Naruto. Sementara di ALO sendiri, dalam pertarungan, seorang pemain minimal harus punya senjata atau kemampuan sihir.
Kemarin, Naruto akhirnya mempu membeli sebuah belati di toko pandai besi.
Hari ini pun, dia kembali berniat untuk bergabung dengan guild atau berparty dengan orang lain.
"Yosh, !"
Ucap Naruto sambil menyemangati dirinya sendiri
Setelah selesai sarapan, Naruto kemudian bergegas kembali kekamarnya untuk memainkan game VR MMORPG Alfheim Online.
Naruto kemudian segera mencolokkan router Nerve Gear kedalamnya, dan memasukkan ROM ke dalam slotnya. Setelah beberapa detik, cahaya indikator utama berhenti berkilat, dan berubah menjadi padat.
Dengan perasaan yang sedikit tidak sabaran, Naruto kemudian merebahkan dirinya ditempat tidru dan memasang Amusphere di kepalanya.
Sambil menurunkan detak jantungnya yang sedikit tidak karuan, Naruto menarik nafas perlahan dan berkata
'LINK START'!
.
.
.
Bulan besar menggantung di langit tak berawan, hutan di bawahnya dinaungi warna hijau biru oleh cahaya bulan.
Malam Alfheim sangat singkat, namun masih ada waktu sebelum subuh. Normalnya, hutan gelap semacam itu akan menjadi penyebab kecemasan, namun itu adalah kegelapan yang sama yang membuat mundur menjadi mustahil.
Naruto yang kini sudah login, membuka matanya secara perlahan.
Hal pertama yang dia dapatkan adalah suasana gelapnya hutan dimalam hari. Dia lupa bahwa waktu ALO dengan dunia nyata itu berbeda. Posisi badannya saat ini sedang duduk bersila sambil bersandari disebuah pohon.
"Un..."
Sambil berpikir untuk kembali memulai petualangannya, Naruto bangkit dari posisinya
SRAAT*
Namun ketika menjejakkan kakinya tiba-tiba saja tergelincir.
Perlahan tubuh Naruto mulai miring kearah kiri, dan pada saat itu juga dia menyadari bahwa dirinya bukan berada di atas tanah dan di atas pohon.
"Uaaagh!"
BRUAK!
Diiringi oleh teriakan yang menyedihkan, tubuh Naruto jatuh dari atas pohon.
Naruto pun jatuh dengan posisi wajah yang lebih dulu mendarat ditanah. Beberapa detik dia mempertahankan posisi itu, Naruto kemudian bangkit sambil mengelus-elus kepalanya walau tidak terasa sakit.
"Uh ... kenapa aku bisa ada di atas sana!?"
Sambil mengeluh, Naruto menengadahkan pandangannya keatas, ketempat dimana dia berada sebelum terjatuh.
Naruto membenarkan posisi duduknya sambil merasakan suasana sekitarnya.
Dengungan dari serangga dan burung nokturnal dapat dengan jelas dia dengar, dari kejauhan suara auman hewan buas pun menggema di seluruh hutan. Serta aroma tumbuhan yang tercium dihidungnya.
"Huh..."
Sambil merilekskan bahunya, Naruto membuat sebuah gesekan diudara.
Kemudian jendela menu transparan terbuka diiringi oleh efek suara serta letupan cahaya yang terjadi. Naruto memencet tombol MAP yang berada di atas tombol jendela status, guna mengetahui dimana posisinya sekarang.
Naruto sekarang berada di tengah-tengah hutan keramat.
"Ah..."
Naruto mengeluarkan lenguhan pelan saat dirinya mulai teringat sesuatu, dia kemudian menengokkan pandangan kesekitar.
Di beberapa pohon terdapat bekas sayatan sebuah senjata tajam.
Kemarin setelah dia mendapatkan senjata barunya yang dia beli ketika berada di ibukota Syilvian, Naruto langsung pergi ke hutan keramat dan mencoba senjata barunya itu. Hasilnya, dia menciptakan beberapa bekas sayatan dari hasil dirinya yang berlatih menggunakan belatinya itu.
Bentuk dari senjatanya mirip dengan pedang cakra Konoha yang pernah dia gunakan saat menjelajahi Rouran didunianya dulu.
Dan Ngomong-ngomong soal ras, Naruto memilih ras Cait Sith.
Telinga yang lancip, ekor kucing dan juga tiga tanda wisker dipipinya yang semakin membuatnya benar-benar seperti manusia kucing. Si pemilik dari surai pirang jabrik tersebut juga tidak memakai zirah, kecuali di bagian dada, bahu dan juga lutut. Awalnya, Naruto memilih ras ini karena dia rasa karakter ras ini cocok dengannya yang cerewet dan hyperaktif.
"Hm ... didunia nyata, sekarang masih pukul tujuh pagi, kalau begitu ... aku punya cukup banyak waktu untuk bermain di ALO ... eh tidak, mungkin sebaiknya aku menjelajahi Dungeon di Aincrad" Ucap Naruto
Naruto mengerutkan dahinya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"A, Oh iya, benar juga ..."
Saat dirinya kembali mengingat sesuatu, Naruto kemudian menggesek jendela menu miliknya dann membuka jendela statusnya.
Disana dia melihat status karakter yang dia miliki. Kemampuan sihirnya cukup rendah, namun stamina dan kekuatan fisiknya berada dilevel atas. Mata Naruto kemudian bergerak kekiri bawah dari jendela status miliknya.
Disana menampilkan jumlah uang yang biasanya dimiliki oleh karakter
100 Ryo, itulah jumlah uang yang kini dia milliki.
"Yang benar saja... kalau uangnya sesedikit ini, aku tidak akan bisa mempelajari skill sihir... kalau begitu, sekarang aku harus bagaimana?"
Sambil berkata dengan nada mengeluh, Naruto memutar balikkan otaknya untuk mencari sesuatu hal yang bisa dia lakukan saat ini.
Yang sia ingin kan saat ini adalah menguasai skill sihir yang bisa digunakan dalam pertarungan. Naruto berniat mempelajarinya di perpustakaan kota Aarun yang menjadi kota terbesar di ALO. namun untuk itu memerlukan biaya yang cukup besar. Paling kecil biaya yang harus dikeluarkan adalah 500 Ryo, itu pun hanya mempelajari skill penyembuh.
Naruto pun hanya bisa menunjukkan ekspresi wajah kecewa disertai dengan helaan nafas pendek.
'Hh... kalau saja kekuatanku yang dulu bisa digunakan disini ... aku pasti akan menjadi karakter terkuat di game ini' Batin Naruto
"Haah ..."
Dia pun kembali menghela nafas pendek.
PLAK* seakan tidak mau terus seperti ini, Naruto pun menggerakan kedua tangannya dan menepuk pipinya sendiri.
"Tidak, mengeluh saja tidak akan mendapat apa-apa ... aku harus mencari cara agar aku bisa mendapatkan uang"
Setelah mengetahui tentang masalah keuangan yang dia dapatkan saat ini, Naruto menunjukkan sifatnya yang optimis dan tidak mudah menyerah.
Namun-
DEGG!
Dalam sekejap, jantungnya terasa berdegup lebih kencang dari biasanya. Suasana sekitar tiba-tiba menjadi mencekam membuat bulu kuduknya berdiri.
Akan tetapi, perasaan horor ini berbeda dari yang biasanya, aura yang terasa gelap dan juga dipenuhi dengan hawa nafsu.
'Perasaan apa yang kurasakan ini?'
Berasa suasana menjadi makin mencekam, Naruto langsung membuat posisi siaga.
Tiba-tiba saja suasananya menjadi makin mencekam.
Membuat Naruto makin meningkatkan kewaspadaannya, perasaan yang dia rasakan makin dingin dan juga tidak mengenakkan. Dari arah kejauhan, dia bisa mendengar ada sesuatu yang bergerak mendekat kearah dirinya. Namun belum bisa ditentukan dari mana dia akan datang.
Disekelilingnya hanya ada hutan yang gelap dan minim pencahayaan.
Dimalam hari, kebanyakan adalah makhluk nokturnal yang biasa berburu mangsa dimalam hari. Di ALO, para hewan yang biasa muncul kebanyakan adalah makhluk yang ada didalam mitologi dunia.
Namun tidak jarang juga, ada beberapa hewan purba yang berukuran raksasa seperti Sabertooth dan lain-lain.
"Uhn..."
Sambil berjaga-jaga untuk mengantisipasi serangan hewas buas, Naruto telah bersiap siaga dengan kedua senjata barunya.
Sebenarnya dia bisa saja melarikan diri dengan cara terbang dilangit.
Namun dia hanyalah orang bodoh yang memilih untuk menghadapi sesuatu tantangan dari pada harus melarikan diri seperti pengecut.
"ROAAAARRRR!"
"...!"
Telinga runcing milik Naruto langsung bergerak kedua arah yang berbeda ketika mendengar suara raungan yang cukup keras dari sisi lain hutan.
Tiba-tiba-
"GRAAA!"
Sesosok bayangan hitam berukuran besar melompat keluar dari balik kegelapan dan menerjang.
Beruntung, Naruto memiliki refleks yang bagus sehingga dia bisa dengan tepat waktu menghindari terjangan dari sosok tersebut. Berhsil menghindar, makhluk itu terlihat sangat kesal dan menatap tajam kearah Naruto.
Makhluk itu membuat posisi siaga, memperlihatkan tubuhnya yang kekar dan kuat. Keempat kakinya bergerak menggesek rerumputan yang dia injak, ditambah lagi gigi taringnya sangat panjang.
"Hh, tidak kusangka ... aku malah bertemu dengan hewan ini ditengah hutan"
Sabertooth, salah satu kucing terbesar sepanjang sejarah. Hewan yang seharusnya sudah punah sejak jaman es, di kini dibangkitkan lagi di dalam ALO. Walau ukurannya hanya sebesar singa, namun dengan gigi taring yang sepanjang itu sudah pasti dapat membuat siapa pun lawannya bergidik ngeri saat melihatnya.
Namun seperti halnya hewan langkah yang ada didunia nyata, jarang sekali ada yang bisa menemukan Sabertooth di ALO. itulah yang membuat harga taring dan daging hewan ini menjadi sangat mahal di pasaran dunia ALO.
"Heh ... kebetulan sekali, aku sedang bokek, taring dan dagingmu itu mungkin bisa kugunakan untuk mendapatkan uang" Ucap Naruto sambil tersenyum kecut.
Setelah itu, Naruto pun mulai berduel dengan hewan buas tersebut.
SKIP TIME
Di kastil terbang Aincrad, tepatnya dilantai 50 Algade, dari arah barat central plaza, terdapat sebuah toko kecil disana. Didalamnya, sangat sempit hingga meski hanya ada 5 player saja terasa sempit disini, dan ada banyak papan toko seperti: Peralatan, Senjata, dan bahkan bahan makanan yang bertumpuk disini.
Di toko tersebut, nampak dua orang gadis bisoujo yang sedang memesan minuman.
Tidak lama setelah mereka memesan minuman, seseorang yang memiliki perawakan badan besar dan berkulit hitam serta kepala botak datang sambil membawa dua gelas minuman. Orang-orang disekitar mengenalnya dengan nama Agil, di pemilik dari toko ini.
"... Ini, pesanan kalian sudah tiba!"
Agil pun memberikan minuman tersebut kepada mereka berdua.
"Arigatou, Agil!"
Hal ini adalah hal yang jarang sekali dia lihat dari dua gadis didepannya saat ini.
Gadis pertama adalah gadis berambut biru muda dengan telinga runcing yang berada di atas kepalanya. Gadis dengan zirah minim dan pakaian yang dominan berwarna hijau. Dia memiliki mata yang biru seperti warna langit di siang hari. Matanya dilengkap dengan bulu mata yang agak panjang dan memberikan pesnoa terhadap dirinya dan juga bibir merah muda yang menawan.
Gadis dengan ras Cait Sith yang mampu memanah dari jarak yang sangat jauh, namanya adalah Shinon.
Salah satu pemanah terbaik di ALO.
Gadis yang kedua adalah seorang pengguna pedang, memiliki pakaian yang serba hitam. Penampilannya ini begitu melekat pada seorang laki-laki Spriggan dengan Kuro no Kenshi yang menjadi terkenal akhir-akhir ini. Namun yang ini sedikit berbeda, nyatanya dia adalah seorang perempuan. Gadis muda dengan rambut hitam yang pekat yang halus. Wajahnya terlihat putih seputih tangannya yang juga memiliki kulit yang mulus. Matanya berwarna hitam, sama seperti rambutnya, namun mengkilap dengan berlebihan. Mata itu yang dilingkari pinggirannya dengan bulu mata yang panjang memberikan sebuah penglihatan yang murni tetapi juga mempesona dari cermin. Dialah Kiriko, kembaran dari Kirito sang Kuro no Kenshi.
Sambil mendudukkan diri diatas kursi, Agil membuat dirinya menjadi sejajar dengan dua gadis didepannya itu.
"... ngomong-ngomong tumben sekali kalian berdua datang kesini!?"
Sambil membuka obrolan, Agil dapat melihat mereka berdua nampak mulai ikut terpancing untuk memulai pembicaraan setelah meminum minuman yang mereka pesan dari Agil.
"Yah, tidak apa-apa kan? ... sesekali kami berkunjung kesini, apa memangnya itu masalah untukmu?" Tanya Kiriko
"... Tidak, bukan begitu maksudku sebenarnya ... soalnya jarang sekali aku melihat kalian datang ketoko-ku, apalagi kali ini hanya berdua saja" Ucap Agil.
"Itu karena teman-teman yang lainnya sedang sibuk saat ini!" Ucap Shinon.
"Memangnya kesibukan macam apa yang kalian maksud?" Tanya Agil
"Hari ini Kirito sedang pergi berkencan dengan Asuna, sementara Lis dan Silica pergi entah kemana, kalau Klein ... hari ini dia sedang kerja" Jelas Shinon
"Lalu ... bagaimana dengan Leafa?" Tanya Agil
"Hari ini, sekolah asal Leafa-chan sedang menjalankan study wisata,... dia baru pulang kerumah nanti sore!" Ucap Kiriko
"Hm, begitu ya... lalu, bisa kalian jelaskan apa sebenarya tujuan kalian datang kesini? ... jika hanya sekedar untuk mengobrol saja kurasa itu tidak mungkin, kan?" tanya Agil
"Kau tahu, hari ini aku dan Shinon akan menjelajahi sebuah dungeon di lantai 60 Aincrad, tapi kau tahu ... aku tidak ingin jika kita hanya pergi berdua saja!" Ujar Kiriko
"Jadi ... maksudnya, kalian ingin aku bergabung dengan party kalian, begitu?"
"Itu benar, habisnya ... akan membosankan kalau kita hanya pergi berdua" Ucap Shinon
"Jadi begitu, lantai 60 ya..."
Kiriko dan Shinon berniat untuk mengajak Agil pergi bersama mereka berdua untuk menjelajahi dungeon di lantai 60.
Sebenarnya tempat itu biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa, akan tetapi beberapa hari yang lalu, ada sebuah party kecil yang menjelajahi dungeon tersebut. Diawal perjalanan normal-normal saja, akan tetapi begitu mereka memasuki sebuah ruangan. Party kecil tersebut langsung dikalahkan oleh seekor monster raksasa yang menghuni ruangan tersebut.
Belum diketahui dengan jelas seperti apa bentuk dan juga kekuatan dari sang monster tersebut.
Akhirnya, banyak pemain dan party yang berusaha untuk memecahkan misteri monster penghuni dungeon dilantai 60. Quest tersebut sudah di jalankan oleh banyak pemain, namun hingga kini belum ada satu pun yang berhasil. Bahkan meski quest tersebut sudah menyatakan bahwa mereka yang berhasil memecahkan misteri itu akan mendapatkan uang yang banyak.
Sambil memikirkan ucapan mereka berdua, Agil memegang dagunya dan membuat buat pose seprti orang yang tengah berpikir.
"Kau tidak perlu berpikir, langsung saja terima tawaran kami ... kalau soal uangnya, pasti akan dibagi rata" Ucap Kiriko
"Sebenarnya bukan itu masalah yang sedang aku pikirkan..."
"Lalu apa?" Tanya Shinon
"Kalian tahu kan? Kalau sudah banyak pemain yang berusaha memecahkan misteri monster dilantai itu ... tapi semuanya berakhir sama, ditambah lagi, monster yang sudah mengalahkan berbagai pamian itu pastilah sangat kuat, kalau hanya kita saja yang beraksi sudah jelas kita akan kalah" Ucap Agil
"Haah, kenapa kau malah jadi pengecut begitu..." Ucap Kiriko
Karena mendengar ucapan Kiriko tersebut, Agil secara tidak sengaja mengedutkan alisnya.
"Tidak, kalau menurutku, apa yang dikatakan Agil-san itu memang benar ... jika hanya kita saja yang beraksi sudah pasti akan kalah" Ucap Shinon
"Jadi kita harus mencari anggota lainnya, begitu?" Tanya Kiriko
"Itu ide yang bagus, Kurasa!" Ucap Shinon
"Tapi bagaimana caranya, ... jangan katakan kalau kita akan menarik perhatian orang dengan cara memohon agar mereka mau bergabung dengan kita!" Ucap Kiriko
Kiriko mengatakannya seolah dirinya pernah melakukan hal yang memalukan di masa lalu.
Dua bulan yang lalu, mereka berdua sempat berparty untuk menaklukkan boss lantai 55, namun jumlah mereka yang anya berdua jelas tidak cukup untuk melakukannya. Mereka pun memutuskan untukmencari orang lain yang mau berparty sementara dengan mereka berdua.
Dan pada akhirnya mereka malah menggunakan paras mereka agar orang lain mau membantu. Tidak heran jika itu menjadi hal paling memalukan yang pernah dilakukan oleh Kiriko.
Dengan wajah yang sedikit memerah, Kiriko duduk sambil menyilangkan kedua tangannya.
Agil menaikkan sebelah alisnya saat mendengar ucapan Kiriko tersebut.
"Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Agil ke Kiriko
"... tidak, bukan apa-apa, itu bukan hal yang penting!" ucap Shinon
Disaat yang bersamaan, mereka mendengar suara pintu terbuka dari pintu masuk toko tersebut. Klinting*diiring oleh suara lonceng yang berbunyi.
Agil, Shinon, dan Kiriko melihat kearah pintu masuk toko yang dibuka dari luar.
Didepan pintu masuk yang sudah terbuka, mereka melihat seseorang yang mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan toko milik Agil tersebut. Seorang pemuda berusia sekitar 16 tahun. Dia memiliki rambut pirang jabrik yang sedikit pendek dan dibiarkan kebawah. Telinga runcing yang menunjukkan bahwa dia dari ras Cait Sith. Kelopak matanya yang terbuka menunjukkan iris biru shappire yang seindah samudra. Dikedua sisi pipinya terdapat tiga tanda wisker yang membuatnya makin terlihat real sebagai manusia kucing. Pemuda itu tidak memakai zirah, kecuali di bagian dada, bahu dan juga lutut.
"Haah..."
Dengan ekspresi wajah yang kecewa, dia berjalan dengan gontai memasuki ruanga toko milik Agil.
Naruto kemudian mendudukkan dirinya disebelah kursi yang berada disebelah Agil. Dengan ekspresi wajah yang kecewa, Naruto kembali menghela nafas untuk yang kedua kalinya.
"Haah..." hela Naruto
"Ada apa denganmu?" Tanya Agil
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa kalau hari ini aku sedang sial saja!" Ucap Naruto
"Sial? Memangnya ada kejadian apa?" Tanya Agil
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu... aku pesan satu gelas air putih!?" Ucap Naruto dengan nada lesu
"Eh ... oh, baiklah ... tinggu disini sebentar!"
Agil pun langsung pergi untuk mengambilkan air putih untuk Naruto.
Sementara itu, Naruto yang tadi langsung masuk dan duduk di bangku begitu saja tanpa lihat-lihat situasi. Tidak menyadari kalau disana ada dua gadis yang terus menatapnya sejak dirinya masuk ruangan.
Tidak lama setelahnya, Agil datang membawakan segelas air putih.
"Ini..."
Ucap Agil menyerahkan segelas air putih itu.
"Hn, Arigatou!"
Tanpa segan-segan, Naruto pun menerimanya. Dan dia pun langsung meminum air putih itu guna membasahi tenggorokanya.
Tegukan demi tegukan, perlahan air minum di gelas tersebut mulai berkurang. Namun meski begitu, Naruto masih belum selesai meminum segelas air yang diberikan Agil barusan. Sementara Shinon dan Kiriko yang sedari tadi berada disana, mengerjapkan mata mereka beberapa kali sambil menunjukkan ekspresi wajah yang seolah menannyakan 'Siapa orang ini?' atau 'Ada apa dengannya?'.
Naruto pun akhirnya berhenti meminum air minum itu dan meletakkann gelasnya dimeja.
"Haah..."
Gelas yang kini isi airnya hanya tinggal setengah tersebut, diletaakkan dimeja yang dijadikan sandaran bahu oleh Naruto yang sempat kembali menghela nafas pendek.
Namun ketika Naruto mengarahkan pandangannya kedepan, barulah dia menyadari kalau ternyata ada dua orang gadis yang sudah lebih dulu berada di toko tersebut sebelum Naruto
"Agil, mereka siapa?" Tanya Naruto ke Agil
"Oh ... perkenalkan, dua gadis ini adalah teman-temanku ... yang rambut biru namanya Shinon, dan yang rambut hitam namanya Kiriko!"
"Tunggu sebentar, Agil-san! Apa kau mengenal orang ini?" Tanya Shinon ke Agil
"A, aa... yah, begitulah ... dia ini, pelanggan tetap ditokoku!" Jawab Agil
Shinon memberikan anggukan kecil sambil ber-"Oh" pada kata-katanya.
Sementara Naruto sendiri, dengan senyuman yang lebar dan penuh percaya diri, dia menjulurkan tangannya menunjukkan salam perkenalan.
"Namaku Naruto, kalian bisa panggil aku Naruto, salam kenal!"
"Hn..."
Namun uluran jabat tangan dari Naruto tidak disambut oleh dua gadis itu. dan mereka hanya menjawabnya dengan sebuah "Hn" saja oleh mereka berdua. Seketika Naruto langsung sweatdrop ditempat, dan kemudian menarik kembali tangannya sambil menggerutu didalam hati.
'Dua gadis sialan, mereka membuatku terlihat seperti orang bodoh!'
Dengan perasaan yang sedikit kesal, Naruto membuat ekspresi wajah jutek, namun meski begitu, Agil maupun Shinon dan kiriko terlihat tidak memperdulikannya.
"Jadi ... ada perlu apa kau datang ketoko-ku, Naruto?" Tanya Agil
"Huft ... kau mungkin tidak akan percaya ini, karena ini hal yang cukup mengejutkan" Ucap Naruto
"Sudahlah, jangan bertele-tele ... lengsung keintinya saja!" Ucap Agil
"Hari ini aku sedang kekurangan uang, jumlah uangku hanya ada 100 Ryo, dan saat aku beretmu dengan Sabertooth tadi, aku berniat untuk menjual taringnya"
Naruto menjelaskan seluruh kejadian yang dia alami sebelumnya dengan santai, namun juga sedikit lenguhan di akhir kalimatnya.
Akan tetapi, walau sudah menjelaskan semua yang dia alami, dia tidak mendengar maupun melihat respon dari tiga orang yang ada disana. Naruto pun bergerak menegapkan kepalanya dan megarahkan pandangannya kearh tiga orang tersebut yang menatapnya dengan tatapan seolah mereka baru saja melihat sesuatu hal yang mustahil.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Tanya Naruto
"Anu ... bisa kau ulangi perkataanmu tadi!" Ucap Agil
"Haah, seperti yang aku bilang ... tadi aku sempat bertemu dengan Sabertooth, dan karena keuanganku sedang menipis, aku berniat untuk menjual taringnya, namun sayangnya dia berhasil mealirkan diri!"
"Oh begitu ya..."
Shinon bergumam sambil menarik nafas lega karena sempat terkejut tadi.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Agil dan Kiriko, mereka kembali merelakskan bahu yang sempat menegang. siapa yang menyangka kalau ternyata ada player yang berhasil menemukan Sabertooth meski akhirnya dia tidak berhasil mendapatkan taringnya.
Agil, si pria besar dengan kepala botak dan kulit hitam itu akhirnya menyadari akan sesuatu yang muncil dikepalanya.
"Hey, apa ini berarti kau sedang mencari uang?"
"Tentu saja iya, uang yang aku miliki saat ini hanya 100 Ryo, sementara aku butuh lebih dari 100 Ryo untuk membeli perlengkapan yang baru"
"Kalau begitu, ini benar-benar pas..." Ucap Agil
"Apa maksudmu?" Tanya Naruto
"Saat ini... aku, Shinon, dan Kiriko sedang berparty untuk menaklukan sebuah dungeon di lantai 60 Aincrad, kalau kau mau, kau bisa ikut dengan kami!"
Puk*namun sedetik setelahnya, Kiriko langsung memegang pundak dari Pria berbadan besar itu. Agil pun menolehkan wajahnya kearah Kiriko.
"Agil, bisa kita bicara sebentar!?"
Agil si pria besar itu sedikit kebingungan dengan sikap Kiriko dan juga Shinon yang menarik dirinya kearah sudut pojok toko dan membelakangi Naruto.
Dengan saling mendekatkan telinga mereka masing-masing, nampaknya mereka berbicara dengan nada berbisik agar Naruto tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"Hey, apa kau yakin dengan hal ini?" Tanya Kiriko
"Apa maksudmu?" Ucap Agil
"Kau yakin akan mengajak dia untuk berparty dengan kita?" Tanya Kiriko lagi
"ya tentu saja, memangnya kenapa?" Jawab Agil dengan santai
"Jujur saja, kelihatannya dia tidak terlalu kuat dan selain itu aku juga tidak terlalu percaya dengan anak itu!" Ucap Kiriko
"Em ... iya sih, dia itu memang tidak bisa menggunakan sihir atau pun sword skill, dia hanya bisa menggunakan skill Hand Combat ..." Ucap Agil
"Skill pertarungan tangan kosong, ya! ... tapi yang seperti itu tidak akan terlalu membantu di ALO ini!" Ucap Shinon
"Itu benar, kalu ingin bergabung dengan party, setidaknya dia harus punya sword skill atau kemampuan sihir!" Ucap Kiriko
"He-hey, jadi maksud kalian ..."
"Dia itu tidak berguna!" Ucap Kiriko
Kiriko mengucapkan kata-kata itu tanpa ada beban sama sekali. Namun disaat yang telinga Kucing mulik Naruto bergerak menagkap suara dan perkataan yang tidak sengaja dia dengar.
Untuk beberapa saat mereka semua terdiam, sebelum akhirnya Shinon pun angkat bicara.
"Sebenarnya aku tidak mau mengatakannya, tapi apa yang dikatakan Kiriko barusan itu ada benarnya ... aku tidak mau jika kita sampai terhambat nantinya!" Ucap Shinon
"Hey, hey, bukankah ucapan kalian itu agak sedikit keterlaluan...!"
"Tapi kenyataannya memang begitu!" Ucap Kiriko
BLAAM!
Akan tetapi, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh sebuah suara yang cukup keras di ruangan itu.
Namun saat mereka melihat, di ruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain mereka. nampaknya pelaku dari suara keras barusan adalah Naruto yang membanting pintu masukknya saat saat dia keluar dari ruangan.
SKIP TIME
Lantai 24 Aincrad adalah lantai limnetik yang hampir seluruhnya terisi oleh air. Corak-nya sangat mirip dengan kota danau yang belum dirilis «Salemburg» di lantai 61 .
Blok utamanya bernama «Panareze». Terdesain sebagai pulau buatan manusia di tengah danau besar, terhubung dengan pulau-pulau kecil yang tak terhitung banyaknya melalui jembatan melayang tersebar ke semua arah.
Naruto saat ini sedang menatap datar kearah depan, sebenarnya dia bisa saja terkesima dengan pemandangan didepaannya. Namun saat ini suasana hatinya sedang tidak mood untuk menikmati pemandangan.
Alasannya karena ucapan dari seorang gadis bernama Kiriko saat berada di sebuah toko yang ada di Algade lantai 50 tadi.
Dia saat ini sedang duduk di pesisir selatan pada pulau kecil di sedikit arah utara dari blok utama. Pohon besar di belakang mereka bertunas, ombak kecil menyapu kaki mereka. Angin hangat berhembus di sekitar danau meskipun saat ini sedang musim dingin, dan rumput di sekitar bergemerisik lembut.
Saat ini, didunia nyata mungkin sudah menunjukkan pukul tiga sore, namun di ALO saat ini masih pukul dua belas tengah hari.
Naruto menarik nafas dalam-dalam dan menahannya. Tak diduga, suara bergaung di dalam telinganya.
"Dia itu tidak berguna!"
Naruto menggertakkan giginya dan membuang jauh suara dalam pikirannya. Dia mengepalkan tanganya kuat-kuat mengeluarkan semua perasaannya.
Dihina seperti itu oleh seorang gadis, Naruto jelas tidak bisa menerimanya walau apa yang dia katakan hampir semuanya adalah benar. Dia yang sekarang hanya bisa menggunakan skill Hand Combat dan juga hanya memiliki sebuah belati sebagai senjatanya.
Naruto mengepalkan tangannya kuat-kuat dan menghantamkannya ketanah dengan penuh emosi.
"Sial, pasti ada cara untuk mengubah semua ini!"
Sembari menggerutu dan menengadahkan pandangannya kelangit, Naruto menyadari peningkatan jumlah pemain yang terbang dari Panareze ke pulau ini. Yang lain terbang melewati dirinya, menuju pohon besar di tengah pulau.
"Ada apa ini?"
Sembari mengedipkan matanya melihat jumlah pemain yang makin banyak, Naruto kemudian berdiri.
Mengangkat dirinya dengan sayap di belakangnya, dan perlahan tubuh Naruto terangat dan mengikuti kemana arah para pemain lain pergi.
Naruto dna pemain lain terbang rendah dalam satu baris, menuju tengah pulau yang tak bernama. Bukit tinggi membumbung di pandangan mereka sambil mereka bergerak menembus pepohonan yang makin menjauh. Cabang-cabang pohon mencuat dari pohon besar pada puncaknya, dan kumpulan besar pemain telah berkumpul melingkar di dasarnya. Sorak sorai bergemuruh bagai tsunami.
Ketika Naruto menyadari terdapat ruang di antara penonton dan mendarat, seorang pemain terjatuh jauh dari atas disertai dengan jeritan. Secara brutal dia jatuh dengan kepala terlebih dahulu di dasar pohon, menghasilkan awan debu tebal.
Swordsman yang nampaknya seorang Salamander terlentang di lantai untuk sementara sebelum akhirnya menggelengkan kepala dan menghentak. Dengan ekspresi yang masih menunjukkan benturan akibat terjatuh, dia mengangkat kedua tangannya dan berteriak.
"Aku kalah! Aku menyerah! Aku berhenti!"
Di saat yang sama, suara yang menandakan akhir dari duel berbunyi dan suara tepuk tangan dan sorak sorai menjadi lebih kencang.
"Luar biasa, ini sudah menjadi ke-67 kali kemenangan berturut-turut, tidak adakah yang bisa menghentikan orang itu". Teriakan seperti itu yang tak terhitung banyaknya dipadu dengan pujian dan riuh. Mendengar itu, Naruto menyipitkan matanya dan melihat seolah untuk memastikan pemenangnya.
Di dalam pancaran sinar matahari yang membekas di antara cabang-cabang pepohonan, sebuah siluet pemain berputar turun.
"...!"
Naruto menaikkan sedikit alisnya saat melihat seorang player bertubuh kecil turun, dan mungkin ukurannnya lebih kecil dibanding Naruto. Sosoknya makin jelas terlihat ketika dia turun dari atas berselimutkan cahaya.
Warna kulitnya putih susu dengan sedikit gambaran warna ungu, karakteristik unik dari Imp. Rambut panjangnya yang hitam-keunguan terlihat begitu berkilauan dan indah. Obsidian Armor yang melindungi dadanya sedikit menonjol, blus dan dress dibawahnya berwarna ungu biru-botol. Pada pinggangnya tergantung sarung hitam tipis.
Naruto kembali menaikan kedua alisnya lebih tinggi, seorang swordswoman dengan cepat berputar dan mendarat ringan dan anggun. Lalu dia mengangkat ujung roknya, meletakkan tangan di depan dadanya dan membungkuk layaknya seorang aktris. Di saat yang sama, lelaki di sekitarnya bersiul dan bersorak.
Swordswoman tersebut mengangguk perlahan dan berdiri, wajahnya dipenuhi senyuman dan dengan polos membuat tanda V. Dia jelas lebih pendek dari Naruto. Terdapang lesung pipit wajahnya yang kecil, hidung yang agak ke atas serta matanya yang besar dan bersinar seperti kilau Amethyst.
Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali dan bertanya pada salah satu pemain.
"Siapa dia?"
"Oi, Oi, jangan bilang kalau kau tidak tahu soal Zekken!?"
"Zekken,?... memangnya siapa dia?"
"Dia seorang pemain baru. Namun skill levelnya cukup tinggi. Awalnya, sebuah pengumuman dipasang di «MMO Tomorrow» untuk merekrut penantang. Sekitar 30 orang ikut serta beranggapan itu hanya pemula yang terlalu percaya diri dan akan langsung kalah, tapi... mereka semau dikalahkan" jelas pemain tersebut.
"Apa! I-itu tidak mungkin!?" Ucap Naruto tidak percaya
"Apa yang aku katakan barusan adalah benar, bahkan disetiap duelnya, health milik Zekken tidak pernah berada di bawah 70%, Beserk Healer dan Kuro no Kenshi bahkan tidak bisa mengalahkannya"
"Dan selain itu, dia juga memiliki Original Sword Skill 11 Hit Combo!" tambah pemain lain
"Heee... Tidak dapat dipercaya" Ucap Naruto
Selagi berkata, Naruto membuat ekspresi kagum.
Saat itu sang Salamander bangkit berdiri, tersenyum meskipun dia kalah dan menjabat tangan Zekken sebelum berbalik arah dan kembali ke sudut penonton. Gadis yang mengenakan bando merah pada rambutnya yang hitam menggunakan sihir penyembuhan level terendah pada dirinya sendiri dan memandang sekitar.
"Lalu, penantang berikutnya, apakah ada?"
Suaranya pun adalah suara gadis muda yang tinggi dan memikat. Nada suaranya terdengar cemerlang dan tidak berdosa, membuatnya sulit untuk menghubungkannya sebagai seorang pejuang yang berpengalaman.
ALO tidak mendukung pergantian jenis kelamin, maka pemain itu pastilah perempuan, namun tubuh virtual yang terbentuk secara acak tidak merefleksikan umur dan fisik seseorang. Meskipun begitu, sikap nyata dari «Zekken» membuat orang lain percaya bahwa itulah umur dan penampilan aslinya.
'Kenapa kamu tidak pergi', 'Tidak mungkin, aku akan terbunuh dalam beberapa detik', percakapan seperti ini terus berdatangan dari sekitar, namun tidak seorangpun yang berani. Namun disaat itu, Naruto kemudian depan beberapa langkah.
Kini dia berdiri tepat dihadapan Zekken.
"Oh, Nii-san, mau berduel denganku?"
Dengan senyuman kecil diwajahnya, Naruto hanya bsia berkata.
"Yeah, kurasa begitu!"
Zekken pun menjentikkan jarinya dan memberikan isyarat pada Naruto.
Dengan tekadnya yang sudah bulat, Naruto kemudian berjalan menuju tengah-tengah arena bertarung.
"Pertarungan darat atau pertarungan udara, mana yang lebih kau sukai?"
"Ettoo ... kurasa, pertarungan darat lebih cocok untukku!"
"Oke... Boleh melompat, tapi tidak boleh menggunakan sayap!"
Zekken kemudian kemudian melipat sayap perinya yang berwarna ungu gelap dengan lapisan cahay kecil yang kerlap-kerlip seperti bintang. Disaat yang sama, Naruto juga melipat kembali sayap perinya yang berwarna jingga itu.
Selanjutnya, Naruto memastikan «Multicolor Pointer» dari gadis yang dikenal sebagai Zekken.
Jendela kecil ini secara otomatis muncul di dekat orang yang di fokuskan. Selain menampilkan nama target, HP, MP, dan ikon kecil untuk buff dan debuff, warna jendela juga menunjukkan hubunganmu dengan si target. Kondisi seperti ras yang sama, ras netral, ras musuh, teman, guild, party, dan yang lainnya akan merubah warnanya, karena itulah disebut sebagai multicolor pointer / pointer multiwarna.
Saat ini, Zekken mungkin sedang memandang pointer Naruto, setelah terfokus sedikit jauh dari Naruto sekali lagi dia memandang langsung dirinya dengan mata ungunya yang indah. Dia tersenyum, melambaikan tangan kanannya dan dengan mahirnya mengatur jendela sistem yang muncul. Setelah itu, permintaan untuk duel muncul di pandangan Naruto disertai dengan efek suara yang menggerakkan hati. Baris atasnya tertulis—
'Yuuki menantangmu'.
Naruto pun meng-klik OK. Nama Yuuki muncul di pointer multiwarna gadis tersebut. Di saat yang bersamaan, pointer yang sedang dilihatnya juga akan menampilkan nama Naruto.
Jendela menu duel menghilang secara otomatis, digantikan dengan timer selama 10 detik. Naruto dan Yuuki menghunus senjata mereka bersamaan.
KACHINK*
Dua suara jernih saling bertautan. Yuuki memposisikan pedangnya di depan pinggangnya, dan secara alami merendahkan tubuhnya.
Disaat yang sama, Naruto menarik dua buah belati keluar dari sarungnya. Ketika dia menunjukkan senjatanya, banyak penonton yang tersenyum meremehkan dirinya.
'Belati?'
'Huh, yang benar saja! dia mau mengalahkan Zekken hanya dengan belati!?'
'Hal itu jelas mustahil!'
'Dia pasti akan langsung kalah'
Ucapan macam itulah yang terus terdengar dari orang-orang disekitar. Namun Naruto tidak memperdulikannya.
Dengan tatapan wajah yang serius, Naruto berusaha untuk mengatur detak jantungnya yang sedikit tidak karuan sambil menunggu hitungan mundur mencapai angka nol.
Dalam sekejap kata 'DUEL' tersiar, dan-
DRAAP*
Naruto kemudian langsung berlari mendekati Zekken dengan memposisikan belati di belakang.
Dengan segenap kemampuan, Naruto kemudian menggerakkan tangan kanannya membentuk garis lengkung kearah senjata milik Zekken.
TRAANG!
Dan hasilnya, belati miliknya pun bertubrukan dengan pedang milik Zekken. Dan dengan tekadnya, Naruto mengerahkan otot tangan kanannya mendorong pedang milik Zekken.
Zekken atau gadis yang bernama Yuuki itu hanya membuat ekspresi wajah yang tenang. Naruto sedikit menarik tangan kirinya dan kemudian mendorongnya dengan sepenuh tenaga, menusuk kearah sang lawan. Pedang milik Yuuki yang tertahan kemudian bergerak secara diagonal dari arah kanan, dan menangkis serangan Naruto.
TRANG!
Tidak sampai disitu, denagn kecepatan yang luar biasa, Yuuki kemudian kembali menarik pedangnya dan menusukkannnya layaknya sebuah panah. Untungnya, Naruto berhasil menghindar di saat yang tepat dan tusukkan tersebut sedikit meleset dan hanya menggores rambut pirangnya.
Tidak mau kalah, Naruto pun membuat gerakan berputar dan mengarahkan sebuah tendangan cepat dengan kaki kiri.
TAP*
Sementara tubuh Yuuki tiba-tiba saja bergerak menyamping dan menghindari serangan. disaat menyadari ada celah untuk menyerang, Yuuki kemudian kembali membuat tusukkan dengan pedangnya.
Menyadari akan hal tersebut, Naruto segera melompat mundur dan menciptakan jarak diantara mereka.
Baru beberapa detik kakiknya menjejak tanah, Naruto kembali melakukan serangan.
SYAAT!
Dia melempar belatinya seperti melempar sebuah kunai yang bergerak lurus kearah Yuuki.
Yuuki memiringkan kepalanya menghindar belati tersebut sebelum kemudian dia mulai melompat maju. Belati milik Naruto akhirnya menancap disebuah batang pohon.
Pedang obsidian milik Yuuki datang mengayun dari arah kiri, dengan satu belati yang masih tersisa di tangan nya, Naruto menggunakannya untuk menahan serangan Yuuki.
TRAANG!
Menggunakan pedangnya yang tertangkis, Zekken dengan cepat kembali mengayunkanya seolah dia tidak merasakan berat dari senjatanya, dia menyerang lagi dan lagi. Kecepatannya begitu tinggi sehingga sangat mustahil untuk bereaksi ketika kamu melihat serangannya. Akan tetapi sungguh luar biasa, Naruto menangkis semua serangannya dengan mulus walau hanya dengan satu tangan.
Namun dia akan kesulitan jika hanya menggunakan satu tangan. Naruto kemudian mencari celah agar dia bisa mengambil belati yang dia lempar tadi.
Yuuki kemudian menusukkan pedangnya seperti panah, akan tetapi Naruto menggunakan ujung belati miliknya dan menggeser sedikit jalur serangan Yuuki. Naruto kemudian melompat melewati Yuuki.
Menjejak tanah dengan kaki kanannya, dan kemudian melompat lagi membuat jarak yang aman.
Meskipun Naruto membungkuk rendah sebagai persiapan untuk serangan pengejaran, Zekken tetap dalam senyum yang sama, berhenti bergerak dan sekali lagi mengangkat pedangnya di pinggangnya. Naruto menenangkan detak jantungnya dan membalas senyumannya.
"Hee ... ternyata kau lebih hebat dari dugaanku!"
"Arigatou ... Nii-san juga tidak terlalu buruk, kok!"
Sambari menarik nafas dalam-dalam, Naruto menegapkan badannya.
"Namaku Naruto, kalau kau siapa?"
"Panggil saja aku Yuuki!"
"Yuuki? ... sokka, jadi namamu Yuuki, ya!"
"Umu..."
Yuuki membalasnya dengan senyauman ceria dan mengangguk.
Dengan wajahnya yang polos dan juga manis, tidak heran jika banyak orang yang tertipu olehnya. Namun entah karena Naruto itu bodoh atau apa, dia sama sekali tidak tertarik dengan wajah manis dari sang Zekken.
ZLEPP*
Suara macam itulah yang terdengar ketika Naruto menarik paksa belatinya yang tertancap. Dia kemudian kembali berjalan ketengah lapangan.
"Nah, sekarang bisa kita lanjutkan lagi pertarungannya?"
"Umu ... tentu saja!"
Yuuki kembali menjawab dengan sebuah senyuman manis yang dapat membuat orang terkecoh.
Sembari memacu dirinya, Naruto manarik nafas pendek dan memposisikan salah satu belati didepan sejajar dengan pundaknya.
Sebuah senyuman kecil tercipta diwajah Naruto, dia kemudian bergerak menundukkan bdannya dan berkata-
"Pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai!"
Bersamaan dengan kata-kata tersebut yang menggema, para penonton kembali dibuat menegang, karena perkataan tersebut menyatakan bahwa Naruto baru mulai serius saat ini.
Tak seperti sebelumnya, kali ini Yuuki menatap Naruto engan tatapan yang sangat serius tanpa ada senyuman sedikitpun, begitupula dengan Naruto, mereka berdua saling melotot satu sama lain mebuata suasana jadi makin menegang.
DAASH!
[Background soundtrack *Naruto Shippuuden OST = SHIPPUUDEN*]
CRASSSSSHHHHHHHHHHHHHH...
Bunyi hantaman senjata keduanya begitu memekakkan telinga para penonton, belum lagi angin yang bertiup dengan kencang akibat keduanya membuat beberapa penonton hampir terjatuh ketanah.
Selagi kedua senjata mereka masih saling mendorong satu sama lain, Yuuki merasakan bahwa dia melakukan sedikit kesalahan dengan menghadapi serangan Naruto. Meski dia hanya memakai dua buah belati, Yuuki merasakan bahwa serangan Naruto cukup berat dan juga kuat.
Mereka berdua kemudian kembali saling berpisah jarak satu sama lain.
Setelah berhasil mendarat dengan mulus menggunakan kedua kakinya, dengan cepat Naruto kembali memperpendek jarak diantara mereka berdua dan menerjang kearah Yuuki dengan memposisikan belati sebelah kiri didepan wajahnya sedikit dibawah pandangan matanya.
Kali ini, Yuuki mengayunkan pedangnya menyilang dari arah kiri,
TRIING...
Serangannya berhasil ditangkis, Naruto tidak tinggal diam.
Dengan cepat Naruto segera menarik kembali tangan kirinya, belati di tangan kanan kemudian datang secara menyilang dari arah kanan bawah dan menghantam pedang milik Yuuki dan mendorongnya keatas.
TRAANG...
Menggunakan pedangnya yang tertangkis, Yuuki dengan cepat kembali mengayunkanya seolah dia tidak merasakan berat dari senjatanya, dia menyerang lagi dan lagi. Kecepatannya begitu tinggi, namun Naruto menangkis hampir setiap serangan Yuuki.
Meski kecepatannya mengarikan, Naruto berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan dan menganalisa setiap gerakan lawannya. Dengan darah yang terpacu, Iris Shappire milik Naruto mengikuti setiap gerakan ayunan pedang dari Yuuki.
Kedua tangannya yang memegang belati juga bergerak mengikuti irama pertarungan mereka. menangkis, maupun menyerang, kecepatan Naruto dan Yuuki hampir seimbang.
TRANG ... TRIING ... TRANG ... TRIING ...
TRANG ... TRIING ... TRANG ... TRIING ...
TRANG ... TRIING ... TRANG ... TRIING ...
TRANG ... TRIING ... TRANG ... TRIING ...
Kedua senjata mereka saling bertukar serangan, tidak ada yang mau mengalah baik itu Naruto maupun Yuuki. Angin pun bergerka secara liar mengiringi pertarungan mereka berdua. Mereka kini seperti sedang menari diatas panggung dengan indahnya hingga membuat para penonton terkesima.
TRAANG!
Pada salah satu cela, Naruto berhasil menahan serangan Yuuki dengan senjata ditangan kirinya. Sementara tangan kiri sibuk menahan, tangan kanannya Naruto memutar belati 180 derajat berlawanan dengan arah jarum jam. Dengan reaksi yang secepat kilat, Naruto menarik tangan kanannya keatas dan menggores bagian kanan armor dadanya Yuuki.
Yuuki melompat ke belakang dan melompat sekali lagi dengan kaki kanannya sebelum berhenti pada jarak yang aman.
Dia kemudian bersiap kembali dengan kedua belatinya
TRANG ... TRIING ... TRANG ... TRIING ... TRIING ... TRANG
Baku hantam antara dua senjata tersebut pun kembali terjadi.
Para penonton yang menyaksikannya hanya bisa meneguk ludah sambil menikmati irama pertarungan Naruto dan Yuuki. Tak ada satupun dari mereka yang mengedipkan matanya sedikitpun. Sensasi yang mereka rasakan saat ini membuat mereka tidak bisa untuk berpaling dari pertandingan tersebut. Mereka juga tidak bisa menebak siapa yang akan menang karena Naruto dan Yuuki kelihatan bermain imbang.
"HAA!"
Yuuki meneriakkan teriakan bersemangat yang mengagumkan, diimbangi dengan pedangnya yang mulai bersinar ungu. Menyadari bahwa Yuuki mulai mengaktifkan OSS miliknya, Naruto dengan segera menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan Yuuki. Itu lebih baik dari pada dia melarikan diri dan terkena serangan dari belakang. Namun dengan reaksi Yuuki yang kecepatannya sangat mengerikan itu, jelas mustahil untuk bisa melarikan diri.
Yuuki langsung menebas pundak kanan Naruto kearah kanan bawah, dia melakukan tebasan tersebut untuk beberapa kali. Dia menebas hanya dengan satu tangan dengan kecepatan yang luar biasa.
Meski HP milik Naruto perlahan masuk ke zona kuning, dia tetap memilih untuk bertahan menghadapi serangan OSS milik Yuuki.
Berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini Yuuki tidak menghentikan serangannya pada hit combo yang kelima.
Dia melanjutkan hit combo beruntun dengan sangat cepat hingga sepuluh Hit dan membuat belati ditangan kanan Naruto terlempar keudara.
HP point milik Naruto kini berada di zona merah, dan percaya atau tidak, jika dia menerima satu tebasan lagi, maka HP-nya akan habis.
Pedang Yuuki masih menghasilkan sinar berwarna ungu, sword skillnya belum berakhir.
Sekali lagi menarik pedangnya, dia mengarahkannya ke pusat tubuh Naruto, tepatnya pada bagian dadanya.
Tanpa ampun hit ke-sebelas datang dan-
KABOOOMMMM...
Terjadi sebuah ledakan asap kecil berwarna ungu
Semua berpikir bahwa ini sudah berakhir, memang tidak ada yang bisa menghindari dari OSS milik Zekken bahkan untuk player top sekelas Beserk Healer dan Kuro no Kenshi saja itu mustahil.
Dengan serangan yang seperti itu, sudah pasti bahwa Zekken adalah pemenangnya, namun
"—!"
Ketika perlahan asap ungu tersebut mulai menghilang, dugaan para penonton tersebut ditangkis.
Naruto masih belum kalah, karena disaat-saat terakhir, dia menggunakan seluruh tenaga di tangan kirinya untuk menangkis serangan lawan
'Tidak mungkin ... hit ke-sebelasku ... berhasil ditangkis?'
Seketika juga pikiran ini terlintas di benak Yuuki.
Nampaknya alasan utama Naruto menerima semua serangan hit combo Yuuki sebelumnya adalah untuk melihat pergerakannya.
Dan dengan hasil analisanya tersebut, Naruto berhasil memberikan kejutan pada bagian akhir. Yuuki membeku dalam posisi tangan kanannya teregang ke depan untuk sepersepuluh detik- recovery time.
Sementara itu, Naruto menengadahkan tangan kanannya kearah belakang. Menciptakan sebuah bola energi berwarna jingga, bentuk dari bola energi tersebut sangat tidak beraturan
VUUUUUNNNGGGG
Perlahan namun cepat, bola yang memancarkan cahaya jingga yang indah tersebut makin membesar hingga seukuran bola voli.
"HUOOOOOO!"
Dibarengi dengan teriakan penuh semangat ala seorang laki-laki, Naruto mendorong bola energi tersebut dengan sekuat tenaga kearah Yuuki. Yuuki melebarkan matanya saat bola energi tersebut mulai mendekatinya. Sinar jingganya yang indah dapat terpancar dari mata ungu milik Yuuki.
DUAARRRRRRRRRRR
Saat bola energi tersebut mengenai badan Yuuki, ledakan kecil berwarna biru yang berputar disekitar merka berdua, namun jangkauan dari ledakan yang berputar tersebut makin meluas hingga mengenai pohon besar yang ada disana.
Semua penonton yang ada disana hanya bisa terbengong setelah mereka melihat serangan kejutan yang diberikan Naruto disaat-saat terakhir.
"Are ... yang tadi itu ..."
Sambil menegapkan kembali posisi badannya, nampaknya Naruto tidak sadar akan serangan yang baru saja dia lakukan barusan.
'Yang tadi itu, kan...'
Ketika awan debu yang tebal mulai menghilang, sosok Yuuki mulai berjalan mendekat.
"Yare-yare, ini pertama kalinya aku kalah!"
"Eh!?"
Suasana penonton yang tadinya sempat terdiam beberapa saat tiba-tiba saja menjadi penuh dengan sorak sorai.
"Luar biasa, setelah 67 kali menangan berturut-turut pada duel ke 68 akhirnya Zekken berhasil dikalahkan",. Teriakan seperti itu yang tak terhitung banyaknya dipadu dengan pujian dan riuh.
Yuuki meletakkan kembali pedangnya dan untuk beberapa alasan dengan segera berjalan ke arahnya. Dia menepuk bahu Naruto dengan tangan kirinya, tersenyum cerah. Membuka bibirnya, dan dengan penuh semangat berkata.
"Tadi itu duel yang hebat, selamat atas kemenanganmu! Aku sekarang memilihmu!"
"Ha...?"
Nauto sudah tidak mengerti sama sekali dan hanya bisa mengeluarkan suara yang linglung.
"Selama ini aku terus menerus mencari orang yang tepat, akhirnya sekarang aku menemukannya! Nee, Nii-san, apa yang akan kau lakukan setelah ini?"
"Uh ... kurasa, tidak ada..."
"Kalau begitu, ikutlah denganku sebentar!"
Sang Zekken, Yuuki menyarungkan kembali pedang miliknya di sarungnya yang berada di pinggang dengan bunyi denting dan dengan penuh semangat mengulurkan tangan kanannya. Naruto juga menyarungkan kedua belati miliknya sejenak dan menggenggam tangannya.
Di saat yang bersamaan, Yuuki melebarkan punggungnya dan mengaktifkan perintah untuk mengembangkan sayapnya. Sayap kelelawar yang tembus pandang kembali muncul, mengangkat tubuhnya sedikit.
"Ah,... baiklah"
Dengan segera Naruto mengulurkan kedua tulang belikatnya, memunculkan sayap miliknya dan menghentakkan dirinya dari dasar. Yuuki tersenyum sekali lagi, menggenggam tangan Naruto, berbalik dan dengan cepat terbang ke atas seperti roket.
Sayap Yuuki mengeluarkan cahaya ungu dan dia langsung memasuki ledakan kecepatan. Dengan tangan kanannya yang sedang ditarik, dengan panik Naruto mengepakkan sayap di punggungnya, mencoba mengikuti punggung dari swordswoman muda misterius tersebut.
Namun tiba-tiba mereka berhenti tepat di atas awan yang berada diluar kastil terbang Aincrad.
"Ano..."
Yuuki kemudian melepaskan pegangan tangannya, dan secara tiba-tiba dia menundukkan kepalanya dihadapan Naruto.
"Aku mohon ..., kami memerlukan bantuanmu!"
"Ha...?"
Sekali lagi, Naruto membuat suara seperti orang yang linglung. Dirinya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh sang Zekken tersebut
ENDING : {Ost. Sword Art Online S II: LiSA ~ Shirushi}
BERSAMBUNG...
Yosh akhirnya selesai juga Chapter 1. awal dari sebuah kisah Naruto dalam melakukan petualangannya didunia game, jadi ikuti terus cerita ini jika anda penasaran. maaf yah mungkin banyak typo, atau duelnya yang kurang seru. dan banyak kekurangan lainya.
Silahkan RnR Minnaa...
