The Haze

Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Shim Changmin

Summary : Sebuah kalimat dapat membakar habis seluruh raga bahkan hati dan jiwa, hingga membutuhkan tetesan embun penyejuk untuk menghindari panasnya. Akankah sang embun akan tiba tepat pada waktunya? Kyumin

Chapter 2

Malam itu suasana club tampak ramai seperti biasanya. Sang master martial arts tampak sedang meliukan tubunhya di panggung club itu. Beberapa wanita berpakaian minim nampak mengelilinginya menambah panas suasana panggung club malam itu. Sudah tidak diragukan lagi Vincent Lee adalah bintang panggung club itu sejak satu tahun yang lalu.

Kedatangan Vincent Lee dalam club itu memberi daya tarik tersediri bagi setiap pengujung club sejak satu tahun yang lalu. Kemampuannya dalam meliukan tubuhnya membuat seluruh pengunjung nampak tak berkedip memandang tubuh indah Vincent Lee yang dengan mudah meliukan tubuhnya membentuk gerakan-gerakan yang begitu mengagumkan.

Tubuhnya mungil, ditambah dengan wajahnya yang manis dan tampan pada saat yang bersamaan membuatnya memiliki daya tarik yang dapat mejerat decak kagum setiap mata yang memandangnya. Tak hanya yoeja yang mengaguminya bahkan namja pun terpesona oleh wajah manisnya.

Di sudut Club itu nampak shim Changmin sedang duduk memandang bosan ke arah panggung yang memperlihatkan sang 'hyung' yang tengah dikerubungi oleh yoeja- yoeja genit serta tatapan lapar dari para namja yang sedang duduk di setiap sudut club itu.

Sungguh rasanya jika Changmin bisa, maka ia akan membuang semua yoeja yang mengerubungi 'hyungnya' tersebut dan menguburnya ke palung terdalam yang ada di dunia serta menutup seluruh mata namja yang memandang lapar kearah tubuh 'hyung'nya tersebut. Changmin mengakui sang hyung memang begitu mempesona. Namun, bukan sikap ini yang Changmin harapkan dari hyungnya tersebut. Sungguh berbeda ketika saat pertama kali Changmin mengenal sang 'hyung' yang begitu manis namun amat rapuh.

Sungguh Changmin akui ia lebih menyukai hyungnya yang dulu ketika ia masih selalu bergantung pada Changmin dan tidak bisa lepas darinya. Dibandingkan kini melihat hyungnya menjadi sosok manusia dingin sedingin es yang tak berperasaan sama sekali. Justru saat ini Changmin akui, dirinya lah yang bergantung akan keberadaan sang 'hyung'. Keberadaan hyungnya adalah oksigen bagi Changmin. Aapakah berlebihan? Memang itulah kenyataannya sekarang. Untuk itulah Changmin rela mengikuti kemanapun sang 'hyung' pergi. Meskipun ia harus meninggalkan negeri yang amat disukainya. Negeri sakura, negara yang pertama kali mempertemukan Changmin dengan sang 'hyung'.

Kini pemandangan yang lebih membuat darah Changmin mendidih adalah melihat hyungnya yang mabuk dan dikelilingi oleh yoeja yang haus akan sentuhan. Tangan tangan yoeja genit yang menggerayangi tubuh sang hyung membuat darahnya serasa mendidih dengan cepat. Segera saja ia berdiri dan menuju kea rah meja Sungmin dan menariknya keluar dari sana.

Namun kedatangan Changmin nampaknya tidak diharapkan oleh yoeja- yoeja genit yang sedang asyik mengerubungi hyungnya tersebut. Pandangan sinis dan umpatan dilayangkan yoeja tersebut kepada Changmin. Namun apa peduli Changmin. Toh yang dia tarik adalah hyungnya bukan yoeja genit itu.

" Berhenti Hyung, ayo kita pulang"

" Hahahahaha Minne-ah aku msih mau bersenang- senang.. hik… kau menggangguku hik Minnie" ucap Sungmin yang mabuk setelah minum bergelas-gelas wine dalam club malam tadi.

" Cukup Hyung, kau menyakiti dirimu sendiri"

' Dan menyakitiku hyung' lanjut Changmin pada dirinya sendiri.

" Hahahaha Minnie-ah kenapa kau peduli padaku hmmm?"

" Kenapa harus kau yang peduli padaku hmm?" tanya Sungmin melantur.

" Karena kau hyungku" Jawab Changmin lirih

' Dan karena aku mencintaimu hyung' lanjut Changmin dalam hati tentunya.

" Kenapa bukan dia yang peduli kepadaku? Kenapa dia harus membenciku? Hahahahaha aku menyedihkan Changmin-ah. Sangat menyedihkan ne?" ucapan Sungmin semakin melantur mencoba membebaskan seluruh beban yang menyesakkan dadanya.

" saranghae" ucap Sungmin lirih.

Brukkkk

Tubuh Sungmin limbung dikarenakan tubuhnya yang telah mengkonsumsi bergelas-gelas wine membuatnya jatuh di depan club malam tadi.

"Aish " Changmin mengacak rambutnya frustasi.

Akhirnya ia menggendong tubuh hyungnya yang tertidur tersebut dipunggungnya. Changmin berjalan meninggalkan area club malam tadi sambil menggendong Sungmin.

" Hiks…. Saranghae.. Kyunie" igauan sang hyung menambah perih di hati Changmin. Seperti ditusuk dengan pisau belati rasa hati Changmin saat ini.

' Tak bisakah kau melupakannya hyung?' tanya Changmin dalam hati.

Sungmin sudah tenang, ia kembali jatuh tertidur dipunggung Changmin. Mereka berjalan melewati deretan kerlip lampu malam kota Seoul yang tak pernah tidur.

" Kenapa kau begitu mencintainya Hyung?" tanya Changmin lebih kepada dirinya sendiri karena ia tahu sang hyung telah jatuh tertidur di punggungnya.

" Kenapa kau tak mencoba melihatku hyung? Aku selalu disampingmu. Tak tahukah kau hyung hatiku sakit melihatmu seperti ini. " ucap Changmin lirih, tak terasa ia meneteskan airmatanya ketika mengatakan hal itu.

" Bahkan aku menangis karenamu hyung."

"Hah…." Changmin menghela nafasnya, seolah dengan begitu berbagai beban yang menumpuk dihatinya dapat ikut pergi bersama hembusan nafas yang keluar melalui hidungnya tersebut.

" Kau bodoh hyung. Jeongmal pabbo." Ucap Changmin.

" Tapi aku lebih bodoh lagi karena tak bisa berhenti mencintaimu hyung. Meski ku tahu dihatimu hanya ada dirinya" ucap Changmin lirih.

Changmin melanjutkan langkahnya menggendong Sungmin menuju apartemen mereka berdua. Tanpa Changmin sadari, Sungmin mendengar semuanya, semua yang Changmin katakan Sungmin mendengarnya.

'Mianhae Changmin-ah' Ucap Sungmin dalam hati. Ia menggigit kuat bibirnya untuk menahan isak tangis yang bisa kapan saja meluncur dari bibir indahnya.

' Bantu aku Changmin-ah' lanjut Sungmin dalam hati.

Mereka telah sampai di apartemen. Segera saja Changmin masuk ke apartemen itu dan menidurkan sang hyung di kamarnya. Ia tak berani mengganti baju sang hyung. Ia hanya membaringkannya dan menyelimuti hyungnya tersebut.

Dan …..

Cup …. Changmin mengecup kening Sungmin pelan. Amat sangat pelan, seolah hal tersebut adalah hal terakhir yang dapat dilakukan Changmin kepada hyung yang amat dicintainya tersebut.

Changmin keluar dari kamar hyungnya tersebut. Ia mendudukan dirinya di sofa apartemen itu. Meski bukan apartemen mewah namun tempat itu amat rapi dan ditata dengan baik. Tak banyak perabotan yang ada di sana, semuanya hanya perabotan sederhana yang ditata sesuai dengan fungsinya.

Changmin menerawang mengingat kembali pertemuannya dengan sang hyung tiga tahun yang lalu, saat musim semi. Di negeri sakura.

Flashback On

Cekrek…. Cekrek…

Bunyi kamera Changmin mengabadikan setiap moment indah di taman bunga sakura tersebut.

Changmin melihatnya , seorang pemuda manis nampak duduk termenung di bangku taman dekat dengan pohon sakura. Saat namja itu mendongak maka nampaklah pahatan wajah manis nan sempurna karya yang maha kuasa di hadapan Changmin. Tanpa sadar ia mengarahkan kameranya mengabadikan setiap moment ekspresi yang dibuat namja itu. Namun hampir semuanya sama. Tak ada kebahagiaan yang terpancar didalamnya. Hanya ekspresi terluka dan kecewa yang terpancar dari mata indahnya.

Hari berikutnya masih sama seperti berikutnya, Changmin melihat pemuda yang sama duduk ditempat yang sama. Tak melakukan apapun hanya terdiam dan kosong tak berekspresi.

Sudah satu minggu chngmin melihatnya. Changmin membulatkan tekadnya untuk bisa kenal sang namja manis itu. Akhirnya Changmin memberanikan diri untuk mendekat kea rah namja manis itu.

" Annyong haseyo,…. Bolehkan saya duduk disini?" tanya Changmin.

" Ne gwenchana" ucap suara namja itu dingin.

"…" tak ada percakapan apapun lagi diantara mereka berdua.

" Changmin, shim Changmin imnida" ucap Changmin mendahului membuka percakapan diantara keduanya. Ia mengulurkan tangannya.

Sementara itu sang namja manis hanya menatap Changmin, tak mengucapkan apapun selama beberapa saat.

" Sungmin" ucap namja manis itu sambil menerima uluran jabat tangan dari Changmin.

Berawal dari pertemuan itu khirnya Changmin sering pergi ke taman dibanding ke game centre untuk melihat sang namja manis. Hingga akhirnya musim liburan kuliah telah berakhir, Changmin kembali ke kampusnya. Ia melihatnya lagi, namja manis itu rupanya adalah sunbae baru di kampusnya, Kyoto University. Sejak saat itulah Changmin memutuskan untuk melakukan akselerasi mata kuliahnya. Ia mengambil semua jatah sks mata kuliahnya hingga penuh agar dapat satu tingkat dengan namja manis tersebut.

Usahanya membuahkan hasil, cahngmin dapat satu kelas dengan namja manis itu. Namun alangkah terkejutnya Changmin mengetahui bahwa sikap namja manis itu berbanding terbalik dengan wajah manisnya. Sering bergonta ganti pacar bahkan sering mengunjungi club malam adalah kebiasaan sang namja manis. Kenyatan ini membuat Changmin terkejut.

Namun Changmin sadar, namja itu begitu kesepian. Ada beban berat yang dipikulnya hingga membuat namja manis itu bersikap demikian. Changmin bertekad akan mengembalikan senyum dan menghilangkan beban sang namja manis.

Itu janji Changmin.

Flashback Off

" Hah…." Changmin menghela nafasnya dengan kasar. Hatinya terasa semakin sakit melihat hyungnya seperti ini.

'saranghae' lirih Changmin dalam hati dan membawanya jatuh tertidur di sofa ruang tengah apartemen itu.

Tanpa Changmin sadari, disana, didalam kamar yang tertutup itu Sungmin sedang menahan tangisnya dengan membekap mulutnya agar suara isak tangisnya tidak di dengar Changmin.

Ia memukul-mukul dadanya sendiri seolah mengatakan bahwa hatinya mat kesakitan kini. Semuanya terasa sangat menyakitkan di hatinya.

" Mianhae Changmin-ah. Jeongmal mianhae" ucap Sungmin sangat lirih di sela-sela isak tangisnya.

Sementara itu, di tempat lain pada waktu yang sama….

" Kau menemukannya pak Kim?" tanya namja itu. Cho Kyuhyun.

" Mianhae tuan muda. Informasi yang saya dapatkan tiga tahun lalu tuan Sungmin meninggalkan korea menuju Jepang tuan." Ucap namja tua yang dikenal dengan pak Kim salah satu pengacara kepercayaan keluarga Cho.

" Lalu kau tahu dimana dirinya sekarang?" tanya Kyuhyun pada tuan Kim.

" Mianhae tuan, satu tahun yang lalu tuan Sungmin menghilang. Menurut keterangan kampusnya tuan Sungmin memutuskan pindah kuliah. Padahal tahun ini adalah tahun terakhirnya tuan." Ucap tuan Kim menjawab pertanyaan Kyuhyun.

" Sekarang?" tanya Kyuhyun menggantungkan pertanyaannya.

" Mianhae tuan. Kami kehilangan jejak tuan Sungmin. Sampai saat ini kami masih mencarinya tuan."

" Mungkinkah ia kembali ke korea?" tanya Kyuhyun lagi.

" Sepertinya belum tuan. Rumah keluarga Lee masih belum ada yang menempati. Tuan Park sebagai pengacara keluarga Lee juga belum dihubungi oleh tuan Sungmin." Jawab tuan Kim.

" Hah….. baiklah kau boleh pergi pak Kim. Terima kasih." Ucap Kyuhyun mengakhiri pembicaraanya dengan tuan Kim.

Tuan kim meninggalkan ruangan itu. Tampak Kyuhyun sendirin diruang kerjanya saat itu. Meski usia Kyuhyun masih muda ia kini telah menduduki jabatan sebagai manajer produksi di kantor ayahnya. Ia telah menyelesaikan pendidikannya satu tahun yang lalu dengan nilai yang memuaskan sehingga ayah Kyuhyun mempercayainya untuk menjadi manajer produksi di kantornya.

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di kursi ruang kerjanya. Tampak ia memijat pelan kepalanya. Tubuhnya terasa lelah, dua tahun ini ia telah mencoba menemukan namja manis yang pernah disakitinya dulu. Sungguh ia menyesal dengan segala perbuatannya dulu. Seandainya dulu ia tak mengatakan hal-hal yang membuat namja itu meninggalkannya. Pasti kini ia dapat tersenyum bahagia bersamanya.

Seandainya, ya seandainya.

Penyesalan memeng selalu di takdirkan untuk datang terlambat setelah namja manis itu meninggalkannya sendiri.

" Hah …" Kyuhyun menghela nafasnya. Sungguh penyesalannya kini semakin mendalam terasa.

" Kau kemana Minnie-ah?" lirih Kyuhyun dalam hatinya kini.

TBC

Annyong Chingudeul… mianhae ne….. kalau FF saya mengecewakan ne hehehehe mian sampai chap 2 ini saya belum mempertemukan kyumin hehhehehe mungkin saya tidak akan mempertemukanya karena Sungmin milik saya #plakkk hehehehehe bercanda ne…..

Gomawo buat chingu yang sudah review hehehehe

Jangan bosan review terus ne hahahaha

Balasan Review yuhuuuuuuuuuuuu…..

kms : hehehehe ne gomawo, jangan lupa review ne hahah

minoru hehehe ne sudah dilanjut chingu, jangan lupa review ne wkwkwkwkwk

Princess Pumkins ELF:gomawo chingu, ne sudah dilanjut hehehehe

sitapumpkinelf : ne gomawo chingu, iya sudah dilanjut hehehehe

Jihyun1289 : hehehehe ne sudh dilanjut

Cho Na Na : hahahaha ne chingu sama wkwkwkwkwkw

Arvita kim : chingu, pertyaannya sudah terjawab ne? hehehehe

JOYeerrElpeu : hehehehe ne chingu sudah dilanjut hehehehehe

paprikapumpkin : ne, anio chingu, tetap dilanjut ini hehhehehe gomawo ne, sudah ketahuan kan changmin siapanya sungmin?

Love Clouds: ne chingu sudah dilanjut

Dyna : ne saeng hehehehehe,... jangan lupa review ne hahaha

KYUMINGswife137 : hehehe mian, ini kurang panjang chingu hehehe

jejesaranghae : ne chingu gomawo

han : ne sudah dilanju hehehe

MinnistrategyCHU : hehehehe silahkan dibaca chingu hehehe di chap ini kyumin belum ketemu wkwkwwkwkwk

ming0101: hahahaha ne chingu, ming benci tapi cinta wkwkwkwkwk, ne chingu kabut hehehe...kabut akan menutupi pandangan namun kabut akan menjadi penyejuk bila menjadi bentuk lain chingu , apakah itu? itulah jawaban kenapa saya pakai judul haze hehehehe

Mingre : hehehe ne sudah dilanjut chingu, review ne hehehehe

HeeKitty : ne chingu, sudah dilanjut hehehe semoga suka wkwkwkwkwkw

Yefah KyuminShippClouds : ne chingu hehehehe gomawo, iya sudah di update kilat ini hehehehe

CharolineElf : hehehehe ne setuju #plak

tiffyminnie : ne chingu, sudah di update kilat hehehehe

zaAra evilKyu : hahahaha kabut chingu, segalanya masih tertutup kabut dan akan menjadi penyejuk ketika berubah bentuk hehehehehe,

HyunHee98 : hehehe ne saeng gomawo, hwaiting.

.sparkyu1208 : hahahaha ne tetep ming yang tersakiti hanya saja penyebab dan karakter yang dimainkan berbeda hehehe, saya suka menyiksa kyu heheheheheh #gubrak

achalopeumin : hahahaha ne saya juga suka wkwkwkwkw

Andin : hehehehe ne jangan lupa review ne hehehehhee

Kamsahamnida untuk semua chingu yang sudah review, jangan lupa review terus ne...

gomawo

*Bow*