Naruto © Masashi Kishimoto
You're Remind Me About My Memories © Takamura Uru
wah Arigatou buat yang udah review yaaa~ Taka sangat senang karenanya ^w^
umm btw ini chapter tetakhir hehe X3 gomen kalau Taka lama updatenya Taka itu males-an sih hehe..
umm dari pada banyak bicara dan gak sabar mau baca mending baca aja yaaa~ haha XD
oh ya bagi yang gak suka harap klik tombol back :P
Genre : Romance/Hurt/Comfort
Warning : Typo, semua karakter mungkin OOC berat, gaje, abal, dan berbagai peringatan
aneh bin ajaib lainnya...
Pairing : NaruSaku
Rate : T
Request from : Ryu-uzumaki Uchiha Sena Yagami(My Friend)—nih fict request mu bebek, haha
gomen kalau ancur yah O.O selamat membaca bebek XD
.
.
.
"tidak!" ujar Naruto dengan ketus.
"tapi Naruto, kau butuh teman! Kau tidak..tidak harus sendirian seperti ini terus Naruto.."
"menyebalkan! pergilah" Naruto dengan cepat menutup pintu apartemen nya sebelum di cegah kembali oleh Sakura.
XXX
'BRUKK'
Sakura menghempaskan tubuhnya di atas kasur soft pink miliknya. Mata emerald nya tak henti mengeluarkan liquid bening yang hangat.
Sakura POV
"Naruto-kun...kau..kenapa?" gumam diriku sembari mengulang memori. Kurasa hatiku sekarang ini merasa sakit entah mengapa. Kurasa diriku ini mulai menyukai Naruto. Kalau begitu lukaku yang dulu sudah sembuh, tapi kenapa perjalanan cinta ku yang baru dimulai harus seperti ini. sejenak pikiranku melayang dan terlintas di memoriku tentang ucapan Sasuke waktu pertama kali dia menyatakan cintanya padaku.
...
"kalau kau memang cinta sejatiku aku tak akan melepaskanmu meski itu membutuhkan perjuangan berat" ucapku samar-samar menirukan ucapan Sasuke terhadap ku. Seulas senyum samar-samar kembali dari bibir mungilku. Aku sekarang berada pada posisi yang sama seperti Sasuke kala itu, yang hampir ku tolak karena aku selalu jengkel padanya. Aku tertawa kecil mengingat wajahnya yang malu-malu saat menyatakan cintanya. Hmm..mata emerald ku mulai menutup, kurasa sebentar lagi aku akan masuk ke dalam dunia mimpi. Dan semoga saja aku bermimpi indah, agar dapat menghilangkan luka yang tadi terbentuk. Secercah liquid bening kembali menetes dari mata emerald ku. Tapi itu mengungkap kan perasaan sedihku untuk terakhir kali di malam ini, yang akan segera menjadi cerah kembali esok hari
XXX
Naruto POV
Apa-apaan gadis itu?! kenapa tiba-tiba ingin menjadi temanku?. Hah padahal aku kan sudah mencoba keras terhadapmya. Akh gara-gara gadis itu beberapa hari ini suasana hatiku menjadi berubah. Cih..ku harap aku tidak jatuh cinta padanya.
'Ting Tong...'
bel? Siapa? Ini sudah malam, kenapa masih saja ada yang bertamu. Hh..merepotkan saja..
"ya siapa?" kubuka pintu, namun tidak ada siapapun di situ. Setelah kuperhatikan sekitar, kulihat ada sepucuk surat pink.
"surat dari siapa? Kenapa warnanya pink dan...hmm..cherry.."
Untuk Naruto,
Gomen ne~ Naruto, mungkin aku sudah membuatmu merasa tidak nyaman ya?
aku..sekali lagi minta maaf ^_^
dan kalau bisa kita jadi teman ya? hm walau kau tidak mau aku akan tetap menganggapmu sebagai teman hehe..Arigatou Naruto atas waktunya (^o^)/
sampai jumpa di sekolah..
Tertanda, Sakura
Dia..sungguh keras kepala. Dan aku..kenapa jadi begini. Kenapa mukaku terasa memanas? Jangan bilang jika aku benar-benar jatuh hati padanya. Uhh..bagaimana ini Kami-sama, aku takut jika aku mencintai seseorang, aku akan jatuh dalam kesedihan kembali...
Normal POV
Naruto yang semakin memikirkan semua perasaan yang kini tengah meluap di dalam hatinya, tidak menyadari jika setetes liquid bening hangat yang sudah sekian lamanya tidak muncul akhirnya muncul kembali.
"kami-sama tolong aku..." ujar Naruto yang kini tengah meringkuk di atas kasur menahan semua perasaan sedihnya yang sudah lama dia tahan. Kini dia sudah tidak perduli lagi dengan perkataan orang –orang jika lelaki tidak boleh menangis.
"kami-sama tolog buat aku menjadi benci padanya..." perlahan permata safir itu terpejam melepaskan setetes liquid bening. Mencoba meraih dunia mimpi, dimana semua yang tidak mungkin menjadi nyata namun tetap semu.
XXX
"Ohaiyou Sakura-chan" sapa seorang perempuan yang bernama temari.
"ah Temari-chan? Mm Ohaiyou.." balas Sakura disertai seyuman lembutnya.
"doushite sakura-chan?" tatap Temari cemas kepada Sakura.
"mm aku tidak apa-apa kok, memangnya kenapa?" Tanya Sakura sembari mengibaskan surai merah jambunya yang tergerai panjang.
"apanya yang tidak apa-apa! Lihat di wajahmu ada kantung matanya tuh seperti habis ...nangis!" ujar Temari sambil memegang wajah Sakura dan di perhatikannya baik-baik bagian kantung mata Sakura.
"e-eh? Aku..aku gak nangis kok. Ini hanya kurang tidur.." Sakura berbohong lalu melepaskan pegangan tangan Temari pada wajahnya.
"emm yah yah Sakura kan anak rajin jadi begadang buat belajar. Tapi itu gak baik lho Sakura-chan!" ucap Temari sambil mengarahkan telunjuknya kesana-kemari.
"hehe iya.." Sakura berjalan menuju kelasnya.
Di sepanjang jalan mata Sakura tak henti-henti nya memengadangi suasana di luar jendela seperti sedang memikirkan sesuatu. Setelah sampai dikelas sakura duduk di tempatnya dan mengeluarkan sebuah bingkisan yang bungkusnya berwarna oranye.
"Naruto sudah datang belum ya.." gumam Sakura sembari memainkan bungkusan itu.
'Zruuggh'
Sakura agak kaget mendengar barang yang di jatuhkan tepat di meja Naruto, tapi perasaan Sakura lege saat melihat yang menjatuhkan barang itu adalah Naruto sendiri. Seperti biasa Naruto datang sambil mengenakan headset kuning kesukaan. Jadi Sakura harus mencari cara agar Naruto dapat mendengarnya.
"Narutooo~ " ucap Sakura agak keras sambil menepuk pundak Naruto. Dan Sakura dengan sukses mendapat tatapan tajam dari mata sapphire Naruto.
"eeto~ Naruto aku...ingin memberi mu ini.." Sakura menyerahkan sebuah bingkisan oranye taadi kepada Naruto.
"untuk apa kau memberi ku ini?" jawab Naruto acuh tak acuh.
"Otanjoubi omedetto Naruto-kun.." ucap Sakura sembari memberi bungkusan yang ternyata kado ulang tahun untuk Naruto. Sontak wajah Naruto tiba-tiba memerah. Dan Naruto dengan cepat melepas head set miliknya untuk dapat mendengar semua perkataan Sakura saat ini.
"Dari mana kau tahu?" dengan tampang datar Naruto berusaha menutupi semburat merah di pipinya.
"kemarin sebelum kita ke taman aku sempat mengujungi perpustakaan dan disana aku melihat-lihat buku. Kebetulan aku menemukan buku daftar siswa dan kubaca saja. Entah kenapa aku terpikirkan nama N, saat kulihat ada nama Naruto-kun dan ternyata ulang tahun Naruto adalah hari ini jadi kemarin aku sempat pergi ke toko untuk membeli hadiah..jadi tolong terima hadiah ini Naruto-kun.." semburat merah juga mulai muncul di wajah manis Sakura.
"untuk apa kau repot-repot lebih baik kau simpan uang mu itu untuk hal yang lebih berguna.." jawab Naruto yang kemudian memelingkan wajahnya untuk memakai head set kembali sembari menunggu bel tanda mulai pelajaran.
Sakura yang mendengar perkataan Naruto tadi langsung terdiam dan menundukkan kepalanya. Sepertinya sekarang ini perasaan Sakura seperti teriris pisau, karena Naruto yang notabene nya sekarang adalah seseorang yang disukai oleh Sakura menolak hadiah ulang tahun pemberian darinya. Sakura lalu duduk masih dengan posisi diam dan menundukkan kepalanya namun samar-samar terdengar Sakura menggumamkan sesuatu yang sudah pasti tidak akan didengar oleh Naruto.
"Naruto-kun Aishiteru yo~..." lalu dengan cepat Sakura menghapus setetes liquid bening yang sempat keluar, kemudian mengangkat kepalanya. Sakura menoleh ke arah Naruto dan tersenyum lembut kepadanya, tepat saat itu Naruto sedang melirik Sakura. Naruto agak bingung dengan kelakuan Sakura yang senyum-senyum sendiri, namun Naruto tidak mau ambil pusing dan kembali menikmati lagu yang tengah didengarnya.
XXX
'Clek' pintu atap sekolah terbuka membuat seorang pemuda oranye yang tengah tertidur sedikit kaget dan menoleh ke arah asal suara. Dan didapati nya seorang gadis merah muda ynag tengah tepatri berdiri di ambang pintu.
"Naruto-kun boleh aku mengatakan sesuatu.." ucap Sakura yang berjalan perlahan menuju tepat di depan Naruto.
"mengatakan apa?" tanya Naruto bingung.
"aku...aku suka Naruto.." ujar sakura sembari menoleh ke arah lain menyembunyikan semburat merah di pipinya. Dengan mengatakan itu sudah cukup membuat Naruto terdiam dan mesih pada posisi nya tidak berubah sama sekali.
"boleh aku mencintaimu? Dan masuk kedalam dunia mu? Naruto.." tanya Sakura sembari menduduk kan dirinya berhadapan dengan Naruto. esaat naruto tersadar dan sebuah kepalan tangan mulai mengeras terlihat dari Naruto.
"Kau..bukan siapa-siapa ku jadi kau tidak berhak masuk kedalam dunia ku. toh, aku sudah bahagia dengan dunia ku sekarang ini.."uacp Naruto seraya berdiri hendak meninggal kan Sakura.
"tapi Naruto-kun.." Sakura memberikan jeda sedikit sebelum dia memulai kembali perkataannya. "kurasa kau tidak bahagia..kukira kau begitu sedih dengan kematian orang tua,sahabat dan kekasihmu itu kan?" lanjut Sakura dengan tatapan sendu.
"cukup! Kau tidak perlu mencampuri urusanku lagi! Lagi pula aku sudah merelakan orang tuaku,Sasuke dan Hinata!" ujar Naruto sambil menggebrak meja yang kebetulan ada di samping Naruto. Sakura terperangah dengan ucapan Naruto yang mengucapkan kata 'Sasuke' dalam kalimatnya tadi.
"Naruto-kun...jadi...kau..sahabat Sasuke-kun.." mata emerald Sakura mulai berlinang liquid bening yang terlihat hendak menumpahkan isinya yang sengaja dibensung oleh sang gadis merah jambu tersebut.
"iya! Apa masalahmu huh?" ujar Naruto yang kelihatan kesal.
"dia..Sasuke..dia adalah kekasih ku Naruto..." liquid itu kini tak dapat lagi di bendung oleh sang gadis merah jambu yang langsung menumpahkan segala perasaan yang ditahannya sedari tadi disini, didepan Naruto.
"ha?! Tapi Sasuke tidak pernah cerita padaku kalau dia mempunyai seorang kekasih?! Apa kau berbohong ?" tanya Naruto tidak percaya.
"memang kami sengaja menyembunyikan hubungan ini karena sesuatu, yaitu supaya bisa mengejutkan mu karena Sasuke yang selama ini kau anggap tidak pernah suka wanita akhirnya menyukai seorang wanita dan punya pacar..yah memang aku jujur tidak mengenalmu karena aku hanya tau dari cerita Sasuke..dan aku juga baru menyadarinya tadi saat kau bilang kau adalah sahabat Sasuke.. " cerita Sakura diikutii oleh liquid miliknya yang semakin deras keluar.
"kalau begitu kenapa Sakura? Kenapa? ...kau begitu tegar dan tidak menjadi rapuh seperti diriku sekarang ini.? " ucap Naruto yang tiba-tiba menjadi melunak terhadap sakura.
"itu karena..aku harus melangkah kedepan menapaki masa depanku..aku juga sudah di ajari oleh Sasuke banyak hal.." ujar sakura kali ini di sertai senyum yang mulai mengembang di bibir mungilnya.
"apa itu Sakura?" ujar Naruto yang kini telah terduduk berhadapn kembali dengan Sakura.
"salah satunya yaitu..'jika kau mencintai sesuatu bahkan sangat mencintainya jangan menjadi seseorang yang rapuh, kau harus kuat. Karena ada saatnya nanti kau kehilangan sesuatu yang kau cintai itu'...dan karena aku terus mengingat perkataan Sasuke yang satu ini maka aku tetap tegar walau sesekali aku tetap menangis Naruto.. " ujar Sakura yang mulai menghapus liquid bening yang membasahi kedua belah pipi mulusnya. Lalu Sakura mengambil sesuatu yang dia sembunyikan di balik badannya sedari tadi. "Naruto...sekali lagi, otanjoubi omedetto..." Sakura menyerahkan kado itu untuk kedua kalinya kepada Naruto, namun bedanya kali ini Naruto menerimanya dengan senang hati setelah lama tercengang dengan perkataan Sakura.
"arigatou Sakura-chan..karena dirimu sekarang aku tidak akan merasa tidak percaya lagi akan cinta dan persahabatan..aku..akan berubah menjadi diriku yang baru..Sakura-chan.." ucap Naruto dengan senyum sumringahnya yang sudah sangat lama tidak ia perlihatkan.
"douitashimashite Naruto-kun umm eeto~..silahkan dibuka kado ulang tahun dari ku.." jawab Sakura malu-malu.
Kemudian Naruto membuka hadiah nya dengan tidak sabar. Dan ternyata isinya adalah sebuah syal berwarna oranye dengan hiasan daun hijau di ujung bawahnya.
"wah Sakura-chan ini bagus sekali..tapi..memangnya sekarang musim gugur atau dingin ya?" tanya Naruto bingung.
"mm kan musim gugur minggu depan Naruto-kun..apa kau lupa?" tanya balik sakura dengan wajah maklum.
"ah yaah aku memang lupa hehehe" ucap Naruto di sertai senyuman lebarnya yang dulu.
"humm syukurlah Naruto-kun kau sudah kembali.." gumam Sakura pelan dan mungkin hanya didengar olehnya seorang.
XXX
"Naruto-kun..nanti setelah pulang kita ketaman gincko ya seperti biasa, belajar.." ujar Sakura disela-sela mengerjakan tugas dari guru nya.
"iya pasti Sakura-chan..." balas Naruto sambil mengacungkang jempolnya.
'Kriinggggg' bel pelajaran terakhir telah berbunyi seluruh siswa lega karena kini mereka bisa pulang dan bebas dari sekolah. tapi berbeda dengan Sakura dan Naruto, mereka masih harus melanjutkan pelajaran mereka tapi yang pasti bukan disekolah.
"Naruto-kun umm nanti olimpiade nya awal musim gugur kan?" tanya Sakura.
"iya, kau sudah tau kan, kenapa harus bertanya lagi Sakura-chan.." jawab Naruto santai sambil memakan ice cream rasa jeruk nya.
"eeto~ bukan begitu maksudku..aku mau saat olimpiade kau pakai syal buatan ku yah sebagai jimat keberuntungan mu hehe.." ujar Sakura sembari tertawa renyah.
"uhuk..eh..i-iya Sakura-chan pasti.." ujar Naruto yang sebelumnya tersedak sesaat setelah Sakura berbicara.
XXX
Awal musim gugur,
"yosh Naruto-kun semangat yaa~ " ucap Sakura sembari menepuk pundak Naruto.
"iya Sakura-chan doakan aku ya! wah kereta nya sudah mau berangkat aku pergi dulu ya jaa~" salam Naruto sebelum hilang tak terlihat di dalam kereta.
"hh..Naruto, aku yakin kau pasti bisa.."gumam Sakura yang masih berdiri di pinggir peron kereta walau kereta Naruto telah berangkat 5 menit yang lalu.
Dengan berat Sakura melangkah menuju depan stasiun menunggu adanya taxi yang lewat. Beruntung baru 3 menit menunggu sudah ada txi yang lewat dan kebetulan kosong. Tak mau menyia-nyiakan, Sakura langsung memberhentikan taxi tersebut dan menaikinya.
"Konoha Central Park.."ujar Sakura kepada supir taxi tersebut
"baik nona.."
Di perjalanan Sakura terus memikirkan bagaimana jalannya olimpiade Naruto sekarang. Dia merasa ada firasat buruk, tapi semua itu di tepisnya. Tak lama berselang Sakura sampai di persimpangan terakhir menuju Konoha Central Park. Saat supir taxi tengah membelokkan mobilnya kearah kanan dan dari arah berlawanan datang sebuah truk container yang terlihat seperti lepas kontrol. Sakura sempat panik, namun lama-lama dia mulai merasa rileks kembali. Dia sadar sekarang lah waktunya untuk pergi, dia sudah tidak bisa lebih lama lagi dengan Naruto. Dan benar saja truk container itu oleng dan menabrak mobil taxi dari arah depan, yang membuat mobil itu terpental 500 meter ke belakang. Sontak orang-orang yang berlalu lalang disana panik, dan menghampiri mobil taxi yang ditumpangi Sakura. Orang-orang tersebut lalu menelpon ambulan. Saat ambulan itu tiba Sakura dan supir taxi itu cepat-cepat di larikan kerumah sakit menuju IGD.
XXX
-Flashback-
"Dan pemenangnya adalah Naruto Uzumaki dari Konoha Senior High School...selamat Naruto kau akan membawa pulang medali dan hadiah uang sebesar 500.000¥"
"terima kasih ini semua berkat teman ku..Sakura.."
-Flashback off-
"akhirnya aku menang, huumm tunggu aku Sakura-chan" gumam Naruto yang sedang berada di dalam kereta menuju ke Konoha. Tak lama sebuah sms masuk kedalam hp nya membuat Naruto yang sedang melamun agak terkejut.
'Naruto, ini aku ibunya Sakura..aku lihat kau ada di daftar sms terakhir nya. Kau itu sedang olimpiade kan? Kalau sudah selesai cepat datang ke Global Hospitaly di ruang IGD, Sakura sedang kritis dia berkata ingin menemuimu.. '
"Sakura! " pekik Naruto tertahan setelah dia membaca pesan dari orang tua Sakura. Sekarang hal yang dipikirkan Naruto adalah ingin dengan cepat menemui Sakura dan berharap dia baik-baik saja.
XXX
"Sakura!" ucap Naruto yang dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruang IGD tempat Sakura di rawat. Disana terlihat seorang wanita yang masih cukup muda berdiri di samping Sakura, dapat di tebak itu adalah ibu nya Sakura.
"Naruto, akan kutinggalkan kalian berdua.." ucap ibunya Sakura yang langsung melenggang pergi keluar ruangan. Naruto mengangguk dan berjalan mendekati Sakura. Dan kini ia sudah berdiri tepat di samping tubuh Sakura yang terbaring lemah.
"Sakura-chan kenapa kau begini? Apa ini karena aku pembawa sial ya.." ujar Naruto yang mulai mengeluarkan liquid bening dari mata sapphire nya.
"mmhh..Na-ru-to..kau..bukan pembawa sial..ini memang sudah waktunya.." ucap Sakura lirih.
"Sakura..aku tidak bisa menjaga siapapun..Hinata, Sasuke, Kaa-san, Tou-san,dan sekarang kau..aku payah Sakura..aku.."
"tidak Naruto ini semua bukan salahmu, tapi takdir yang menentukannya.." jawab Sakura sembari menyentuh pipi Naruto.
"tapi Sakura.."
"sudahlah Naruto..jika aku pergi kau harus meng-ikhlaskan ku dan kau juga harus berjanji agar kau tetap ceria.." ujar Sakura yang lalu menteskan liquid bening dari mata emerald nya.
"tidak! Kau tidak akan mati! Kau harus tetap hidup!" ujar Naruto dengan agak berteriak dan liquid beningnya yang sekrang sudah deras keluar.
"kau..harus janji Naruto..Aishiteru yo~ " kata-kata ini adalah yang terakhir keluar dari bibir mungil Sakura sebelum akhirnya dia memejamkan matanya untuk selama-lamanya.
"SAKURAAAAA...!" tangis Naruto pecah saat mengetahui bahwa Sakura telah tiada.
XXX
"payah..aku bahkan belum sempat mengatakan kalau aku suka padamu Sakura-chan.." sesal Naruto di tengah acara pemakaman Sakura. "kalau bisa aku akan menjadi seperti sebelum-sebelumnya Sakura, tapi teringat janjimu aku akan terus ceria menjalani hidup ku ini..." gumam Naruto sambil melenggang pergi.
"hei Naruto.." panggil seorang gadis yang bernama Temari.
"ya?" jawab Naruto disertai senyumannya. Dan ajaib nya kini Naruto sudah tidak begitu merasa sedih lagi. Sekarang Naruto bisa kembali ceria, karena senyumannya dan semangat dari Sakura yang telah menyuruhnya untuk tetap ceria.
"woah kau sudah ceria kembali Naruto..seperti dulu..syukurlah..." ujar Temari.
"hehe ini semua karena Sakura yang mengajari ku banyak hal.." jawab Naruto di sertai senyuman bahagianya. Sekarang dia bisa menjadi tegar, karena dia mengerti semua pasti akan kembali ke asalnya. Dan walaupun di tangisi akan percuma, satu-satu nya yang dapat dilakukan setelahnya hanya mencoba tegar dan bahagia demi seseorang yang meninggalkannya tersebut.
~Owari~
waahhh akhirnya selesai juga fyuuhh Taka capeekkk berjam2 Taka negtik ini ggak berhenti2 =3=
tapi gpp yang penting selesai juga eheh X3 Taka gak tau nih fict happy ending atau bad ending yah XDa yasudahlah fict ini intinya berakkhir dengan gaje ==" Taka masih belum bisa membuat fict yang feel nya dapet Taka masih harus terus belajar umm akhir kata...
.
.
.
.
Review Please :D
