Si Pentung Jadi 3
Pairing : Kahoko x Len, Shōko x Keiichi, Manami x Ryōtarō
Genre : Romance, Friendship, Drama, dan dibumbui oleh sedikit Komedi
Rate : T
Warning : Sedikit OOC dan juga AC
Disclaimer :
La Corda D'oro punya kak Yuki Kure
Romeo n' Juliet punya om William Shakespare
Kyō Kara Ma-Oh punya kak Tomo Takabayashi
Naruto punyanya om Masashi Kishimoto
Si pentung punya D'kemp0ed, yey! Itu cerita buat drama saiia dulu loh *pamer
Summary :
Pada awal tahun'30-an saat masa-masa penjajahan belanda, Kahoko si gadis Belanda menjalin hubungan dengan Len anak kampung serta anak dari musuh ayahnya yang merupakan seorang bangsawan di kampung itu. Pelan tapi pasti, itulah prinsip cinta mereka berdua.
A/N :
Yuu-chan : ehem, ehem, kembali lagi bersama saiia si keren! GRUDUDUG*di lemparin barang2 aneh*
Yuu – chan : *bonyok* kalo ngefans gak segitunya kali
Lili : yuu-chan? Boleh ngomong sebentar gak?
Yuu – chan : iya ada ap? *sambil ngompres pake es*
Lili : nanti disini aku nongol gak?
Yuu – chan : Nggak, Ta-
Lili : APA? AKU GAK ADA DISINI?KAMU JAHAT BANGET SIH SAMA AKU *lnsung lari, eh terbang sambil mewek*
Yuu-chan : yah malah pergi, padahal belom selesai ngomong. Ya udah kita mulai baca aja. DON'T LIKE DON'T READ ya..^^
Si Pentung Jadi 3
By : Hihara Dena Yuukihara
Chapter 2 :The Fact is...
Di siang hari. Di mana matahari lagi bersinar terang-terangnya, terlihat seorang gadis berambut merah sedang berjalan di tengah keramaian pasar diiringi oleh 2 pelayan dan beberapa pengawal. Tiba-tiba...
"Eh prajurit gadungan! Ngapain lu ganggu-ganggu ade aye hah? Lu kira muka lu cakep apa?" Kata seorang pedagang yang biasa di panggil om Boy.
"Dasar gembel! Anda berani melawan saya?" kata salah seorang prajurit, anggap saja namanya PH.
"Jangan belagu deh lu! Lu kira aye takut apa sama idung belang kayak lu! Aye kagak terima sama kelakuan lu tadi yang ngeggodain ade aye!"
"I-." Kata PH dipotong– pake gergaji –oleh kehadiran Kahoko
"Maaf saya telah memotong pembicaraan kalian, tapi kalau boleh tau apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai semua orang berkerumunan seperti ini?" kata Kahoko yang sebenarnya sedang berkata lain di dalam otak narsisnya itu.
'Sebenernya sih aku males ngurusin beginian tapi gak apa-apa lah.'
"Begini nona, dia telah berani melawan saya."
"Apa benar begitu?" Tanya Kahoko ke om Boy.
"Itu salah nona, aye ngelawan die karena die dah ngeggodain ade aye dan cewek-cewek di kampung aye. Selain itu ada juga yang bilang kalo mereka suka ngintipin cewek-cewek mandi nona.
'Wew ternyata anak buah daddy mesum-mesum ya.'
"Dia bohong nona, mana mungkin prajurit seperti kami melakukan hal rendahan seperti itu nona." kata salah seorang teman PH.
"Dasar tukang bohong! Dah jelas-jelas kemaren lu ngintipin tetangga aye mandi." kata salah seorang warga.
'Makin runyam nih masalah, kira-kira sapa yang bener yah? Tang.. ting.. tung.. yang mana yang beruntung,, oh berarti si pedagang yang ngomong jujur.'
"Pengawal penjarakan prajurit-prajurit ini." Perintah Kahoko.
"Baik Nona."
Om Boy menatap PH dengan tatapan mampus lo.
"Te-terima kasih nona." Kata om Boy
Kahoko mengabaikan perkataan om Boy dan pergi bersama kedua pelayannya ke arah yang berlawanan dengan pengawalnya tadi. Dengan background daun-daun pohon pete yang berguguran dan angin yang menerpa rambut merahnya ia berjalan ala slow motion dengan harapan terlihat lebih cool di depan orang-orang itu.
'Kalau begini kan aku keliatan cool hehehe.' -masih sempet-sempetnya dia-
Sampailah Kahoko di kuburan, yup benar sekali kuburan. Bukan untuk nyantet, ngepet, ataupun ngasih sesajen, melainkan berziarah ke makam ibunya.
"eh Shouko, beliin minum dong, aus nih!" kata Kahoko dengan santainya. Kalau dibelakang orang-orang kecuali kedua pelayannya ini, sikap Kahoko bisa berubah 360 derajat loh! Eh salah 180 maksudnya.
"Baik nona." Lalu Shouko pergi membeli minum.
Selagi menunggu Shouko membeli minum. Kahoko menanyakan sesuatu ke Minami.
"Eh Min, tadi aku keren gak pas di pasar?"
"Keren banget nona, apa lagi pas nona jalan ninggalin mereka, suasananya mendukung banget tuh! Pake ada angin segala lagi nona! Pokoknya keren deh!" Kata Minami sambil mengacungkan jempolnya ala Guy dan Lee.
"hehehe, baguslah kalau begitu! Kalau gini kan lumayan juga ke pasar." Kata Kahoko dengan senyum yang sumringah karena mendengar perkataan pelayan pribadinya tadi.
Dari pada kita ngedengerin percakapan gaje kayak gitu lebih baik sekarang kita cek keadaan Shouko.
"Bu beli air 1." Kata Shouko lalu ibu itu pun –anggapa aj namanya Mpok Leha- mengambil air kardusnya.
"Nih neng."
"Satu lagi deh bu." kata Shouko, sebelum mpok Leha berjalan mengambil air, Shouko pun berkata.
"Eh dua deh bu." mpok leha mulai berjalan, dan Shouko bilang.
"Jangan deh bu tambah jadi 4."
"hn.." mpok Leha rada illfil.
Setelah berhasil mendapatkan barangnya dengan penuh negosiasi dengan si pedagang–sapa suruh jadi orang plin plan–Shouko pun pergi ke kuburan lagi. Saat ia sedang berjalan sambil memikirkan
'Kan nona rakus, kalau satu pasti kurang. Belom lagi si Minah dia kan sama rakusnya sama nona, tapi kok badannya gak gede-gede ya.'
Terdengar suara gaduh yang lebih gaduh dari pada di pasar tadi. Karena Shouko memiliki rasa penasaran yang tinggi, ia nekat mengikuti sumber suara. Dan alhasil ia bersembunyi dibalik pohon mangga yang letaknya tak jauh dari pohon beringin asal suara gaduh itu. dan ia mendengar.
"Dasar popok ayam! Bisa gak sih kalian berdua diem? Nanti kalau masker aku rusak gimana?" Kata si ungu.
'Wah ternyata disini juga ada yang sejenis Gunther ya. Gimana kabarnya tuh anak ya?' ia teringat dengan tetangganya yang satu jenis dengan Azuma.
"Dasar Bencong! Diem aja lu!" jawab si hijau dan juga si biru bersamaan.
"Biffa vak ffih ffuuaffian fak bveranvem fehuafhi safhha?" kata si lumut.
"Ane gak ngerti ente ngomong apa!" kata si hijau.
"Azuma translate-in!" perintah si biru
"Iya, iya, katanya BISA GAK SIH KALIAN GAK BERANTEM SEHARI AJA?"
"GAK!" jawab si biru dan hijau.
"Kya! Jangan teriak-teriak gitu donk, aku jadi takut tau!" kata si ungu.
"Udah ah! Gua bosen dengerinnya tau! Dari dulu kalian tuh berantem mulu! Biar kalian diem gua yang nyuci tuh baju deh!" kata si lumut.
Pas Shouko lagi seneng-senengnya cekikikan melihat mereka. Si ungu –sebutan yang seenaknya Shouko berikan ke Azuma– melihat dirinya di balik pohon mangga. Shouko gemeteran karena takut di keroyok sama 4 orang yang dari tadi dia ketawain.
'Waduh gawat nih! Kalau di keroyok bisa mampus aku!'
Tapi apa yang Shouko pikirkan salah total. Bukannya menghampiri mereka malah lari sambil teriak "ADA SETAN !"
Lalu Shouko celingak-celinguk kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah, serong kanan, se- heeh? Udah, udah-Tapi ia tidak melihat setan sedikitpun.
'Jangan-jangan aku disangka setan lagi?'
Gimana mau nggak, kulit putih Shouko yang super pucat tentunya membuat orang-orang yang melihat menyangka dirinya setan.
"A-a-aku bukan setan!"
Lalu ia mengejar 4 orang-orang itu, tapi udah keberu jauh jadinya dia nyerah deh. Dan ia melihat Si kuning-Keiichii maksudnya- terbangun. Yang mulai mencoel-coel kakinya dengan ranting. Padahal ia sudah mencoba menjlaskan kalau dia itu bukan setan, tapi suaranya terlalu kecil untuk didengar oleh Keiichi, apa lagi Keiichi masih dalam keadaan setengah tertidur.
'Ini kesempatan!' kata Shouko saat melihat Kei sedang menengok ke arah lain.
Ia lansung berlari dengan cepat sambil membawa kantung plastik isi air.
"Eh Minah, kok si Shouko lama banget ya? Emang orang yang jual air jauh ya?" tanya Kahoko.
"Benar kata nona. Padahal tukang air ada di pasar. Apa ada apa-apa sama dia ya?"
"Hn... Eh itu dia!" sambil menujuk Shouko yang sedang lri seperti di kejar anjing.
"Kenapa dia lari-lari begitu."
"Hh, hh, ma-maaf nona lama." Kata Shouko
"Kamu kenapa ko? Dikejar anjing?" tanya Kahoho
"Ng-nggak nona nggak ada apa-apa. Ini nona airnya." Kata Shouko sambil memberikan kantung plastik berisi 5 air minum.
Lalu Kahoko langsung meminum airnya. Minami juga sama, dan Shouko jiga minum tentunya.
"Huah! Seger!" Kata Kahoko yang telah menghabiskan satu –apa ya? Dulu udah ada botol apa belum?-
"Bener nona seger banget." Kata Minah yang sudah mengabiskan satu botol juga.
"Huwa! Kembung nih!" Kata Shouko yang sudah menghabiskan 3 botol air.-padahal tadi dia yang bilang kalau Kahoko sama si Minah yang rakus, ternyata sendirinya juga-
Berhubung waktu sudah mulai sore, dan pastinya pengawal Kahoko sudah mencari-cari dirinya di pasar, ia mulai berjalan diiringi oleh kedua pelayanya itu menuju pasar tentunya.
Saat di pasar, Shouko kaget melihat lima pemuda yang nyangka dia itu setan. Ia merasa aman karena ada beberapa pengawal di sekitarnya. Jadi kalau ada apa-apa aman. Dan Kahoko serta pelayan dan pengawalnya kembali ke Mansion mereka.
A/N :
Yuu-chan : jadi yang mereka liat pas di chp. 1 tuh bukan kunti, setan, awan, atau apalah itu tak lain dan tak bukan adalah Shouko.
SQ n Readers : owh begitu. *nganguk-nganguk*
Yuu – chan : sebelum keadaan menjadi runyam, saya tutup saja sekarang. Seperti biasa tolong di Riview ya..^^
Matta ne!
*lambay'in tangan ala miss. Universe*
