Title: Dismiss Love

Pair: Kyuhyun x Sungmin

Genre: Romance, Hurt (little bit)

Disclaimer: This story is belong to me, but KyuMin belong to each other

Length: Twoshoot!

Warning: BoysLove! Mpreg!

'Sungmin dilema, di satu sisi ia ingin menceraikan suaminya yang cacat fisik,Cho Kyuhyun. Satu sisi lainnya, hatinya masih mencintai sosok bongkok itu yang telah menemani hidupnya 10 tahun terakhir. Apa yang harus Sungmin lakukan dikala Tuhan hendak mengambil Kyuhyun pergi'

*Dismiss Love*

Sungmin mengerjapkan kedua matanya berusaha membiasakan cahaya yang diterima kedua obsidian foxy nya. Bau obat yang mendominasi ruangan itu membuatnya tahu bahwa ia sedang berada di rumah sakit. Tapi kenapa sepi? Dimana Minhyun dan Sunghyun? Dan dimana Kyuhyun?

Sungmin yang teringat dengan kondisi fisik Kyuhyun terakhir kali sebelum ia terjatuh pingsan membuatnya segera bangun dari ranjang dan berlari menuju tempat para suster berjaga. Pikirannya berkecamuk, ia tak ingin hal buruk menimpa calon mantan suaminya itu.

"Apa ada pasien yang bernama Cho Kyuhyun disini?" tanya Sungmin pada salah satu orang perawat yang sedang berjaga.

" Tunggu sebentar, Tuan." Jawab perawat tersebut, dengan cepat perawat itu mencari nama Cho Kyuhyun di layar komputernya. Sungmin masih menunggu dengan jantung yang berdebar-debar. Tak lama perawat tersebut menghadapkan kembali wajahnya kepada Sungmin sambil tersenyum,

"Tuan Cho Kyuhyun ada di ruang 271 di lantai 3, Tuan."

"Ah. Gomawo." Sungmin yang telah mendapat jawaban dari perawat tersebut langsung bergegas menuju kamar rawat Kyuhyun. Ia berjalan menuju depan lift dan memencet tombol 'naik'. Tak lama menunggu, pintu lift pun terbuka dengan cepat Sungmin memasukinya dan menekan tombol 'tiga'.

Sungmin benar-benar gelisah.

'Mengapa lift ini berjalan lama sekali?' batin Sungmin. Ia mondar-mandir di dalam lift, untung hanya ada dirinya sendiri di dalam lift tersebut.

TING

Bunyi yang menandakan Sungmin sudah mencapai lantai yang ingin ia tuju pun terdengar. Pintu terbuka, ia berjalan menerobos beberapa pengunjung rumah sakit yang hendak memakai lift tersebut. Ia langkahkan kakinya dengan cepat di koridor rumah sakit, matanya fokus mencari pintu bertuliskan angka '271'. Sungmin sampai di penghujung lorong, kamar 271 terletak di sisi kanannya persis. Ia membuka pintu kamar tersebut dengan perlahan, berusaha untuk tidak mengganggu Kyuhyun.

Kyuhyun yang sebenarnya sudah siuman menolehkan kepalanya kearah pintu dan menemukan lagi siluet calon mantan 'istri' nya. Dilihatnya Sungmin melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur yang ia tiduri. Matanya terus menatap gerak-gerik namja manis itu.

"Kau sudah sadar?" tanya Sungmin yang kini telah sampai di pinggir tempat tidur. Kyuhyun hanya mengangguk kecil.

"Oh.. Lalu dimana anak-anak?" tanya Sungmin lagi. Sungguh, ia ingin sekali mendengar suara bariton milik Kyuhyun, ia tak cukup hanya dengan mendapat anggukan kecil dari sosok bongkok yang sedang duduk tak berdaya di atas kasur dengan kepalanya yang dihiasi perban.

"Anak-anak sudah pulang dengan eomma dua jam yang lalu" jawab Kyuhyun dengan suara lirih.

Kini gantian Sungmin yang mengangguk-angguk kecil, setelah jawaban keluar dari bibir Kyuhyun, tak ada lagi obrolan. Hening. Mereka sama-sama merasa canggung. Sungmin yang masih merasa bersalah tak tahu harus berbuat apa. Kyuhyun yang terlampau gugup karena sosok yang masih sangat dicintainya ini ternyata masih mau menjenguknya.

"Mianhae.." ucap Kyuhyun memecah keheningan.

"Maaf untuk apa, Kyuhyun-ah?" tanya Sungmin. Ia tak mengerti mengapa suaminya meminta maaf padanya, seharusnya ia lah yang harusnya meminta maaf. Kyuhyun sama sekali tak memiliki salah.

"Hmm... Maaf karena membuatmu kerepotan karena harus datang menjenguk, padahal kau masih sakit juga. Dan maaf karena lalai menjaga anak-anak. Jeongmal mianhae,Ming"

Hah? Tidak-tidak. Sungmin sama sekali tak merasa kerepotan harus datang menjenguk Kyuhyun, dan apa ini? Lalai menjaga anak-anak?

"Tidak, Kyuhyun-ah. Aku sama sekali tak merasa kerepotan. Aku jujur benar-benar merasa panik saat tak melihatmu saat aku siuman tadi. Dan apa? Lalai menjaga anak-anak? Kau sudah melakukan yang terbaik,Kyu. Kecelakaan itu murni tak sengaja. Aku yang seharusnya meminta maaf." Jelas Sungmin panjang lebar.

Kyuhyun mengernyitkan dahi.

"Aku... Aku sebenarnya masih sangat-sangat mencintaimu, Kyuhyun-ah. Sebelum kecelakaan, aku merasa Tuhan menegurku bahwa seharusnya aku berterima kasih padamu karena kau selalu ada untukku. Menghidupiku dan anak-anak, mencintaiku sampai saat ini. Aku merasa seperti menjadi penjahat, Kyu. Kau yang selalu menerima pribadi ku apa adanya, mempelajari watakku dengan baik dan berusaha menyimbangkan pribadimu denganku. Sedangkan aku? Hiks... Bisa-bisanya aku merasa jijik dengan fisikmu dan mulai berencana untuk meninggalkanmu. Aku benar-benar istri yang jahat,Kyu. Hiks.." Ucap Sungmin panjang lebar diselingi dengan isakan tangis.

Kyuhyun mendengarkan dengan baik semua perkataan Sungmin, jadi Sungmin malu dengan kondisi fisiknya? Apa Kyuhyun marah? Tidak, Kyuhyun tidak marah ia hanya kecewa. Kini ia tau apa yang menjadi alasan 'istri' cantiknya ini menggugat cerai. Tapi pengakuan Sungmin bahwa namja manis itu masih sangat mencintainya, membuat hati Kyuhyun bergetar dan berdegup kencang. Ia ambil tangan kanan Sungmin dan ia satukan jemarinya dengan jemari lentik Sungmin.

"Hiks...Sebenarnya, aku hendak membatalkan gugatan ceraiku. Tapi setelah kupikir-pikir alangkah lebih baik jika kita berpisah. Aku tidak bisa menjadi istri yang baik bagimu, pendamping hidupmu yang setia. Aku telah mengecewakanmu. Meskipun aku masih sangat-sangat mecintaimu, aku tak apa jika kau meninggalkanku. Kau berhak,Kyu. Hiks.. Kau berhak meninggalkanku dan mencari penggantiku. Seseorang yang lebih baik dariku, sosok ibu yang lebih baik bagi Sunghyun dan Minhyun."

Kyuhyun dengan cepat menggeleng tak setuju dan langsung membawa tubuh Sungmin ke atas kasur untuk duduk bersamanya, ia peluk tubuh mungil milik Sungmin, "Tidak-tidak... Untuk apa aku melepasmu di saat aku juga masih sangat mencintaimu. Aku hanya kecewa, Ming. Tapi tak pernah sebersit pikiran meluncur di otakku untuk melepasmu. Maaf kalau keadaan fisikku membuatmu jijik dan malu. Ku mohon, bertahanlah bersamaku." Kyuhyun mengecup kening Sungmin. Dan Sungmin yang masih menangis mengeratkan pelukannya.

"Ayo. Kita mulai semuanya dari awal. Anggap saja Tuhan sedang menguji cinta kita, sayang. Aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik bagi seorang Cho Sungmin." Ucap Kyuhyun.

"Ya... Ayo kita mulai semuanya dari awal,Kyunnie. Aku akan membatalkan gugatan cerai, setelah itu aku juga akan berusaha menjadi sosok yang lebih baik lagi bagimu, sosok yang selalu mendukungmu apapun yang terjadi. Ayo kita mulai semuanya dari awal bersama Minhyun dan Sunghyun. Gomawo, Kyuhyun-ah." Sungmin menarik kepalanya dari dada Kyuhyun dan menatap wajah tampan milik suaminya. Lalu mendekatkan bibir ber-shape M miliknya dengan bibir tebal Kyuhyun.

Kyuhyun memagut bibir Sungmin, menghisapnya pelan. Berusaha merasakan rasa manis dari bibir Sungmin. Kini ciuman tersebut mulai berubah panas. Sungmin mengeluskan tangannya di punggung Kyuhyun berusaha menunjukkan pada Kyuhyun bahwa ia menyukai apa yang suaminya itu lakukan.

Kyuhyun mengalungkan tangannya pada pinggang Sungmin, lidahnya berusaha menerobos masuk ke dalam rongga mulut Sungmin. Mengabsen semua deretan gigi Sungmin. Gairah telah membakar tubuh keduanya. Dengan masih berciuman panas, jemari nakal Kyuhyun sudah mulai membuka satu-persatu kancing kemeja Sungmin, Sungmin yang menyadarinya langsung menahan tangan Kyuhyun dan melepaskan ciumannya.

Kyuhyun mengerutkan keningnya keheranan.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun. Apa Sungmin sudah tak mau ia sentuh? Pikiran macam itu menari-nari di kepalanya.

"Kau masih sakit,Kyu. Dan ini rumah sakit. Aku tak mau kondisimu semakin memburuk karena kelelahan." Ucap Sungmin.

Raut wajah Kyuhyun berubah sedih, " Tapi aku sudah ON, Ming. Ayolah. Aku akan mengunci pintu." Kyuhyun masih bersikukuh.

"Tidak.. Aku bilang tidak ya tidak. Bisa-bisanya dalam kondisi tubuhmu yang lemah seperti ini sifat pervert mu itu kambuh. Hahaha.. Ternyata kau masih Kyuhyunku yang mesum. Maka kau harus cepat sembuh, aku berjanji kita akan melakukannya sampai kau puas. Jadi, tidak sekarang,oke?" Sungmin mencoba menawar.

"Jinjja? Sepuasku? Hahaha..Baiklah.. Ku tunggu janjimu, sayang."

Kyuhyun sedikit bergeser dan mengajak Sungmin tiduran di ranjang sempit itu. Saling berbagi kehangatan. Tangan Kyuhyun yang memeluk pinggang Sungmin dan tubuh Sungmin yang menghadap ke dada bidang milik Kyuhyun. Tak ada lagi keraguan, rasa malu dan rasa jijik dalam hati Sungmin. Ia telah memantapkan hatinya. Bahwa ia akan mencintai Cho Kyuhyun sampai ajal menjemputnya nanti.

"Saranghae, Daddy Kyu..." ucap Sungmin lalu merapatkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun.

"Nado saranghae, Mommy Ming.." balas Kyuhyun diiringi kecupan lembut di kepala Sungmin.

Kini Sungmin tahu, Tuhan yang penuh kasih tidak menunjukkan mukjizat tanpa alasan. Semua itu berawal ketika Minhyun dan Sunghyun minta izin untuk ikut dengan Kyuhyun, dilanjutkan dengan handphone yang membuatnya teringat dengan namja berperawakan bongkok itu, dan puncaknya adalah ketika ia tiba di tempat kejadian dan berhasil menyelamatkan semuanya. Dan kini Sungmin tak membutuhkan hal lain untuk meyakinkan betapa ia mencintai Cho Kyuhyun yang sebenarnya telah memotivasi hidupnya selama ini..

Tuhan tidak membuat mukjizat jika segalanya masih terikat baik.
Pikirkan apa yang akan terjadi jika bara api cinta yang ada tidak pernah di jaga..
Ketika kita menghadapi kesulitan, biarlah cinta yang mengatasinya.

END

Akhirnya selesai! Maaf banget nunggu sampai lama gini. Dan maaf juga kalau chapter duanya tidak seperti yang kalian inginkan. Banyak typo ya pasti? Alurnya aneh ya? Maaf banget yaaaa... Ternyata aku Cuma bisa jadiin twoshoot. Bingung kalo di buat panjang-panjang. Untuk kedepannya, aku bakalan ada ff berchapter yang udah aku siapin. Look forward ya...

Gak mau banyak cuap-cuap.

Jangan lupa review... Kamsahamnida... Saranghae! *kecup atu-atu*