Disclainer = Naruto hanya milik Masashi Kishimoto

Ini lanjutan dari yang kemarin , maaf jika fanfic yang kemarin kurang sempurna

chapter 2

selamat membaca ...

Saat perjalanan pulang para shinobi konoha terlihat tanpa beban begitu pula Naruto yang sedang berbincang dengan sasuke . Tsunade yang berjalan paling depan di ikuti Kakashi . Sesampainya di gerbang Konoha terlihat para warga Konoha telah menyambut , para shinobi pun berlarian menuju keluarganya masing-masing . Naruto dan Sasuke yang melihat kejadian itu hanya menghela nafas .

"Hey Naruto sepertinya kita perlu mandi dan beristirahat . " gunam Sasuke .

" ya kau benar " balas Naruto .

Naruto langsung menuju apartemennya dan Sasuke langsung ke kediaman Uchiha yang nampak sepi , Sasuke pun terkejut melihat ada beberapa warga yang sedang membersihkan komplek tersebut .

" gomen .. , oji-san apa yang kau lakukan ? " tanya sasuke heran .

" apa kau tidah lihat aku sedang bersih-bersih Uchiha muda ? " balas si Kakek

" arigatou ji-san " ucap Sasuke sambil membungkukan badan .

" silahkan beristirahat " balas sang kakek .

Sementara di apartemen Naruto . Naruto terlihat sedang melihat keluar dari apartemennya .

' akhirnya perdamaian dapat di raih . ' gunam Naruto .

Naruto pun masuk ke alam bawah sadarnya dan berbicara dengan para biju .

"Hoy Naruto " sapa Shukaku

"Hai Shukaku , ternyata ini wadah pertemuannya ? " jawab Naruto .

" ya itu benar , jika kau butuh bantuan jangan sungkan untuk meminta cakra kami . " ucap Sun goku

" arigatou , hoy Kurama apa aku bisa menggunakan kekuatan mereka ? " tanya Naruto .

" tentu , asalkan kau berlatih jangan bermalas- malasan bodoh " ledek Kurama .

" ya .. baik lah , aku pergi dulu . " jawab Naruto malas .

Naruto kembali tersadar dan dia bertekad akan berlatih keras agar bisa menggunakan kekuatan para biju .

Mentari yang sudah kembali ke singasananya , burung - burung yang bernyanyi menandakan dimulainya pagi ini .

" hooammmmzzzz , sudah pagi ya ? " Naruto mulai bangun dari tidurnya .

" pagi Naruto-kun " ucap seorang anbu

" ya pagi , ... Nani ... ? Siapa kau ? " tanya Naruto kaget .

" anbu utusan godaime-sama , anda diperintahkan menuju kantor hokage sekarang . " perintah anbu .

" baiklah aku mau mandi dulu . " jawab Naruto .

" ha i (poof) " anbu tersebut menghilang .

Sesampainya di gedung Hokage , terlihat rookie 12 sudah berkumpul .

" hoy Naruto .." panggil Kiba sambil melambaikan tangan

" Kiba .. " balas Naruto sambil berjalan ke arah Kiba .

" ada Shino dan Akamaru juga rupanya " ucap Naruto .

" hah .. Naruto-kun " bisik Hinata dan langsung bersembunyi .

" eh .. " Naruto heran .

" itu pasti Hinata " ucap Shino

" ya itu benar " timpal Kiba .

" oh Hinata , tunggu (Naruto memimirkan sesuatu) " balas Naruto

Flashback

" selamat tinggal naruto , jadilah Hokage yang bisa melebihi kami . " kata sandaime hokage .

" aku akan menceritakan kisahmu ini pada Kaa-chan . dan jagalah dia (sambil menunjuk Hinata ). Hehehe . " kata Minato .

" baik tou chan " kata naruto sambil mengangkat jembolnya dan senyum khasnya .

" ya kau terlihat sangat cocok dengan Hyuga itu . " timpal Tobirama dengan wajah dinginnya.

Flashback end

" baiklah , " ucap Naruto penuh semangat sambil berlari menuju Hinata .

" hey Hinata kenapa bersembunyi ? "

" Na-naru-to -kun " kata Hinata tergagap gagap , mukanya langsung memerah mengingat orang yang dikaguminya sejak kecil ada di depannya . ' jangan pingsan , jangan pingsan ' batin Hinata .

"Hey Hinata kenapa kau melamun ? " ucap Naruto sambil mengibaskan tangannya di depan muka Hinata .

" ti-tidak ap-a Naruto-kun " jawab Hinata tergagap -gagap .

Naruto hanya tersenyum melihat tingkah Hinata

" kau nampak manis jika Gugup seperti itu " ucap Naruto sambil menunjukan cengiran khasnya .

Hinata hanya terdiam , mengingat apa yang baru saja Naruto katakan . ' Naruto-kun menyebutku manis . ' batinya , muka Hinata semakin memerah .

" sudah lah Hinata ayo kita ke gedung hokage , teman- teman sudah menunggu . " ucap Naruto sambil menarik tangan Hinata .

Hinata yang diperlakukan seperti itu hanya bisa memerah ? Walaupun di dalam hatinya dia sangat senang .

Sesampainya di gedung hokage , Ino yang melihat itu langsung menggoda kepada Hinata .

" Wah wah , Hinata kau nampak cocok dengan Naruto . " Goda Ino .

Hinata langsung meleaskan tangannya dari Naruto , Naruto hanya heran .

" cepatlah masuk ! " terdengar suara Tsunade .

Setelah rookie 12 berkumpul , mereka dengan tertib berjalan ke atas atap gedung Hokage .Tsunade pun angkat bicara , terlihat juga para jounin dan tetua sudah ada di sana .

" baik semuanya sudah berkumpul , aku akan membicarakan hal yang penting . " ucap Tsunade .

Para jounin dan rookie pun terlihat bingung .

" aku akan mengundurkan diri dari jabatan hokage . " kata Tsunade

" eehh .. , obaa-chan lalu siapa yang akan menggantikan mu ? " tanya Naruto heran .

" dan yang menggantikanku adalah , Kakashi Hatake . " ucap Tsunade tegas .

" Kakashi sensei selamat .. " ucap Naruto

" yah , hehe .. ," Balas Kakashi .

" aku akan lebih fokus mengurus rumah sakit konoha . Kakashi kau mulai bertugas besok " ucap Tsunade

" Sekarang kalian boleh pergi . " ucap Tsunade .

Para Rokie 12 dan para Jounin pun pergi

" hey aku lapar , kita ke ichiraku saja , " ajak Naruto pada Sakura dan Sasuke .

" aku harus ke Rumah sakit Naruto " jawab Sakura .

" aku juga harus melapor ke Kakashi sebagai anggota baru anbu " timpal Sasuke .

" baik lah aku sendiri saja " jawab Naruto .

Dalam perjalanannya menuju ichiraku , tak sengaja dia melihat seseorang yang sedang latihan . ' ternyata yang sedang latihan itu Hinata ' batin Naruto. Naruto pun langsung menghampiri Hinata .

" Hei Hinata " sapa Naruto .

Hinata yang terkejut pun langsung membalikan badannya dan ..

"Jyuken " tanpa sadar Hinata memukul dada Naruto .

" ahh ittai " Naruto pun terlempar beberapa meter dan langsung terjatuh .

TBC

Hayati JeWon : makasih , ini saya lanjutkan

Yogi.35912 : ini saya lanjut

kemarin baru permulaan

uzumaki-irat : ini saya lanjut

SteFanny Elizabeth : sekarang udah agak panjang , ini saya lanjut

The KidSNo OppAi : belum , ini saya lanjut

m. : musuh ? tentu saja