"apa hyung pernah memikirkan sedikit saja perasaan appa, eomma dan hyungku?"

"justru karena aku memikirkan mereka, makanya aku melakukan ini"

"aku lelah dengan semua hubungan ini"

"hyung bahkan lebih lelah lagi"

"terima kasih sudah pernah mencintai ku, sekarang bisa kau membebaskanku?"

"sakit, ini terlalu sakit, aku tidak sanggup"

"aku mohon berbaliklah, ku mohon berbaliklah, satu detik saja agar aku punya alasan untuk tetap menahanmu di sisi ku"

"biarkan ini menjadi jalan kita, biarkan ini menjadi kisah kita, biarkan ini menjadi pilihan kita"

This is our

-WAY-

Author: Wonkyu-na a.k.a chohyunnie

Pair: Wonkyu, HanChul

Warning: BL, kalau ga suka baca male x male mending ga usah baca, oke ^^ attention, GS for Heechul, sorry for typos, or bad plot

Disclaimer: semua pemain punya diri mereka sendiri dan Tuhan, I only have the plot

summary: "biarkan ini menjadi jalan kita, biarkan ini menjadi kisah kita, biarkan ini menjadi pilihan kita" / Siwon, Kyuhyun, wonkyu ~ everything will gonna be okay

Chapter 2

Author POV

Hening. Hanya itulah yang terjadi dalam mobil selama perjalan dari incheon airport. Sejak kembali dari toilet, kyuhyun hanya diam, dan tanpa kata - kata ia menarik tangan changmin, memaksanya berlari menuju tempat parkir. Kyuhyun juga meminta changmin untuk menyetir.

Tanpa mengatakan apapun, changmin menuruti semua permintaan kyuhyun. Dia tahu, sesuatu telah terjadi pada namja itu. Tapi changmin diam saja, dia tidak akan memaksa kyuhyun menceritakannya jika ia tidak mau.

Kyuhyun hanya memandang kosong kearah jalanan melalui jendela mobilnya. Percakapan singkatnya dengan siwon tadi membuatnya merasa seperti orang bodoh. Siwon telah menikah dan memiliki seorang anak. Seorang anak laki - laki yang bernama choi kyuhyun, istrinya bernama choi heechul. Air mata perlahan menetes dari mata kyuhyun ketika mengingat percakapannya dengan siwon. Siwonnya telah berubah, kini siwon hyungnya telah menjadi orang yang hebat, menjadi salah seorang direktur sebuah perusahaan periklanan, dan menjadi seorang suami serta seorang ayah. Kyuhyun tiba - tiba merasa dadanya sangat sesak. Sia - siakah dia menunggu selama dua tahun ini? Sementara orang yang ditunggu telah hidup bahagia?

Sia - siakah airmata yang dua tahun ini selalu dia keluarkan? Sia - siakah semua mimpi buruk yang selama ini dia alami? Kyuhyun tidak sanggup menerima ini. Secuil hatinya yang masih berharap bisa kembali bersama siwon tiba - tiba menjadi hancur. Air mata semakin deras mengalir dari kedua mata kyuhyun. Tidak dia perdulikan changmin yang sedari tadi berusaha berkosentrasi menjalankan mobil yang sedang dikendarainya.

Terisak, akhirnya kyuhyun tidak sanggup lagi menahan semuanya. Dia terisak hebat. Changmin menghentikan mobilnya dan hendak meraih kyuhyun dalam pelukannya, namun kata - kata kyuhyun menahan tindakannya, "jangan hentikan mobilnya min, jebal, teruslah menyetir"

"Berjanjilah padaku kyu, setidaknya sampai di rumah kau tidak boleh masih menangis" ucap changmin berusaha mengerti keadaan kyuhyun, kyuhyun hanya mengangguk kecil.

"Mian aku tidak bisa mengatakan apapun padamu, aku tahu kau pasti khawatir, tapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang min"

"Gwaenchana kyu, kau tidak lari dariku saja aku sudah berterima kasih" jawab changmin sambil tersenyum, mau tak mau senyum itu membuat kyuhyun ikut tersenyum meski hanya senyum kecil.

_Way_

Sungmin terbengong bengong ketika kyuhyun melewatinya begitu saja tanpa mengucapkan apapun ketika sampai di rumah. Changmin yang mengikuti di belakangnya hanya bisa tersenyum getir membalas pandangan bertanya sungmin.

"Aku akan ceritakan padamu nanti hyung, tapi biarkan aku mandi dan istirahat dulu okey, aku lelah" ucap changmin langsung naik ke lantai dua kediaman keluarga cho.

"Ya! shim changmin! Ini rumahku, kenapa kau bersikap seperti tuan rumah hah!" bentak sungmin sebal dan dibalas dengan gelak tawa changmin.

Changmin memang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga cho, jadi ketika dia pulang ke korea disinilah rumahnya, karena itu adalah wasiat ke dua orangtua changmin sebelum meninggal. Maka dari itu tidak heran jika changmin langsung berjalan begitu saja menuju kamarnya dilantai dua.

Langkah changmin terhenti ketika ia berada di depan kamar milik kyuhyun. Changmin menghembuskan nafasnya dan menatap sendu pintu kamar berwarna baby blue itu.

"Ini gila…" desah changmin dan berjalan menuju kamarnya yang tepat berada disamping kamar kyuhyun.

Sementara itu, kyuhyun duduk dengan tatapan kosong sambil memandang sebuah boneka kumbang yang cukup besar yang ada di depannya, pikirannya menerawang mengingat bagaimana boneka itu ada di hadapannya saat ini, "Beewon.."

Flashback

"Hyung hyung lihat ini, boneka kumbang ini lucu sekali" kyuhyun menarik siwon mendekat.

Siwon memperhatikan boneka itu baik baik sambil melihat boneka yang lain,

"Ah ani kyu, itu tidak lucu, lebih lucu yang ini" siwon mengangkat sebuah boneka sambil tersenyum lebar.

"Ya! Hyung mana ada lucu lucunya boneka angry bird itu, jelek, lebih lucu ini" kyuhyun mengangkat boneka kumbang yang daritadi di pegangnya

"Baby, sekali - sekali mengalahlah pada hyung, masa hyung terus yang mengalah" ucap siwon dengan mimik seperti anak kecil.

"Aniyo! Hyung itu sudah besar, lebih tua dariku kenapa aku harus mengalah pada orang yang lebih tua dariku eoh, dimana - mana yang tua mengalah pada yang muda" jawab kyuhyun cepat, "sudahlah hyung, kita beli sepasang boneka kumbang ini ya"

Siwon tetap merajuk, dia tidak mau melepaskan sepasang boneka angry bird warna merah yang dari tadi dipegangnya, "kalau hyung melihat boneka ini, hyung jadi mengingatmu baby, ah bagaimana kalau boneka ini kita beri nama angkyu" tawa siwon pecah begitu menemukan nama yang pas untuk boneka angry birdnya.

"Mwo?! Andwae, aku tidak mau hyung, jelek sekali namanya, memangnya aku sama seperti boneka itu hah?"

"Sama kyu, baby, kau kan pemarah, sama seperti boneka ini, walau wajahnya terlihat selalu marah, tapi dia manis, angkyu benar - benar manis"

Wajah kyuhyun memerah mendengar ucapan siwon, siwon selalu bisa meluluhkan hatinya dengan kata - katanya, siwon selalu bisa membuatnya bahagia walau hanya dengan satu kata "kalau begitu, kita beli satu angkyu dan aku mau kumbang ini, aku akan beri nama beewon"

"Mwo?!" kali ini siwon yg terkejut, "Nama apa itu baby? Jelek sekali"

"Aku tidak perduli hyung, aku maunya beewon, aku mengijinkan hyung menamai boneka itu angkyu, kali ini aku mau hyung mengijinkanku memberi nama boneka ini beewon. Titik. Aku tidak mau ada bantahan"

Flashback End

"Dia sudah menikah dan punya anak, bagaimana ini, apa aku sudah tidak punya harapan lagi?" kyuhyun memeluk erat boneka kumbang yang dibelinya bersama siwon tersebut.

_Way_

Sementara itu disebuah apartment mewah di kawasan gangnam, seorang namja dengan tubuh atletis memeluk erat sebuah boneka angrybird berwarna merah yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi, "kyuhyunnie... Bogoshippoyo... Mianhae..." siwon, namja tersebut menghela nafasnya dan berjalan menuju koper yang sedari tadi tergeletak di dekat ranjang king sizenya.

Siwon mengambil sebuah foto yang terselip di agenda kerjanya. Fotonya yang membawa sebuah boneka angry bird merah dan seorang namja yang membawa boneka seekor kumbang. Ke duanya tersenyum bahagia saat itu. Senyum terakhir sebelum kejadian penyergapan itu terjadi keesokan harinya.

Siwon meringis mengingat kejadian memilukan tersebut, kejadian empat tahun lalu, dimana ia baru saja diangkat menjadi seorang manager keuangan di perusahaan milik keluarga cho. Pandangan mata siwon meredup saat ia teringat bagaimana ia dijebak oleh seseorang dan dianggap melakukan penggelapan dana hingga membuatnya mendekam di penjara dua tahun lamanya. Bisa dia ingat itulah awal kehancuran hidupnya. Kedua orang tuanya bunuh diri, kecaman dan hinaan dari orang orang disekitarnya. Bagaimana bisa namja yang cukup berada dan sealim siwon yang sering ke gereja melakukan penggelapan dana. Belum lagi hinaan dan cacian yg diterima oleh keluarga cho karena kekasih putranya melakukan penggelapan dana di kantor milik keluarga kekasihnya sendiri. Bagaimana ia mati matian meyakinkan semua orang bahwa ia tidak bersalah, ia dijebak. Ia pun tahu bagaimana mati – matiannya keluarga cho membersihkan namanya, bahkan rela bisnis mereka kacau balau akibat masalah ini. Dan yang terpenting, bagaimana shock-nya kyuhyun ketika melihat siwon ditangkap di depan matanya sendiri.

Itulah yang membuat siwon sadar, sejak resmi menjadi kekasih kyuhyun, apa yang terjadi padanya bukan lagi melibatkan dirinya sendiri, namun juga keluarga cho. Karena itulah dengan berat hati siwon harus melepaskan kyuhyunnya. Pergi menjauh sementara agar ia bisa sukses dan membersihkan nama baiknya yang telah tercemar. Dan dua tahun adalah masa - masa berat yang harus ia lalui tanpa kyuhyun tercintanya.

Pertemuan dengan pasangan Hangeng dan Heechul membuatnya bangkit dan berjuang lebih keras di jerman, hingga menjadikan dirinya seperti saat ini. Seorang direktur periklanan yang cukup disegani di eropa. Siwon benar – benar bersyukur bisa bertemu dengan mereka.

Dering ponsel membuyarkan lamunan siwon, ia segera mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat nama penelpon, "yeoboseyo"

"Shi yuan kau sudah di apartment?" ucap suara lembut di seberang sana.

"Ah, hangeng gege," siwon tersenyum lebar, "ne, aku sudah di apartment"

"Baiklah, aku hanya ingin mengingatkanmu, besok acara pembukaan cabang perusahaan kita di seoul, jangan sampai terlambat"

"Ne gege, gege tenang saja, aku tidak akan mengecewakan kalian yang sudah begitu baik padaku" ucap siwon tegas.

Hangeng tertawa di seberang sana, "Kau selalu saja seperti itu siwon-ah, tidak perlu sungkan, kita ini saudara mengerti"

"Ne, hankyung hyung" jawab siwon ketika hangeng menyebut nama koreanya. Keduanya kembali tertawa kecil.

"Oh ya, ngomong – ngomong bagaimana keadaan jagoan kecilku? Apakah dia masih sering memanggilmu appa?"

Siwon merengut, "Tentu saja, setiap kali aku bertemu dengannya dia selalu memanggilku appa, sedangkan appanya itu kau hyung" siwon mengatakan itu dengan nada sedikit kesal, namun tidak dengan hatinya, hatinya merasa sakit jika harus mengingat anak kecil itu. Mengingat kebodohannya.

"Biarkan saja siwonnie, dia sangat senang memiliki dua appa, dan aku harap dia juga akan memiliki dua eomma, cepatlah menikah dan temani istriku menjadi eomma ke dua anak kami nantinya"

"Aish, hyung, aku sedang tidak ingin membalas pernikahan sekarang. Lebih baik hyung segera kemari, aku tidak ingin malah hyung yang terlambat di acara besar kita besok" siwon segera memutus sambungan telpon membuat hankyung mendesah pasrah di seberang sana.

Siwon memasukkan foto kyuhyun kembali ke dalam agendanya dan kembali mengistirahatkan tubuh lelahnya di kasur sambil memeluk boneka angrybird kesayangannya, membayangkan sosok itu sebagai kyuhyunnya. Bolehkah ia masih menganggap kyuhyun sebagai kyuhyun-nya?

_Way_

"Mwo? Apa min? Kau akan bekerja di HanSi advertising cabang korea yang akan diresmikan besok? Perusahaan periklanan terkenal itu?" suasana pagi di keluarga cho terlihat ramai pagi itu, ramai karena kekagetan putra sulung keluarga cho yang histeris karna sahabatnya akan bekerja di perusahaan besar.

"Ya! Kenapa kaget begitu hyung? Hyung kira aku bercanda? Atau hyung kesal karna aku tidak bekerja di cho corporation? Tapi maaf ya, aku lebih tertarhk di dunia periklanan daripada mengurusi hotel atau apalah itu gedung – gedung yang kalian bangun atau sewakan" jawab changmin dengan santainya.

"Aish kau ini sombong sekali" sungmin menyenderkan tubuhnya di sofa.

"Seharusnya hyung senang kalau aku dapat pekerjaan" jawab changmin,

"Kenapa kau bisa diterima di perusahaan itu min? setahuku mereka sempat menolakmu kan?"

"Aku rasa karena mereka akan membuka cabang di seoul makanya mereka menolakku bekerja di jerman, bagian personalia perusahaan itu menelfonku, katanya mereka akan merekomendasikanku menjadi salah satu pegawai di HanSi seoul yang akan diresmikan besok. Makanya aku kembali ke korea saat ini"

"Tapi shim changmin, apa kau tahu siapa salah seorang di balik HanSi advertising itu?" Sungmin memandang changmin lekat, tadi malam changmin sudah menceritakan apa yang terjadi saat di bandara. Dan itu sukses membuatnya terkejut, dan kejutan itu berlanjut di pagi harinya saat changmin mengatakan akan bekerja di HanSi advertising.

"Memangnya siapa yang ada di sana hyung?" Tanya changmin, namun mendadak ia seperti teringat sesuatu, "jangan bilang kalau di sana ada…. Choi siwon?" sungmin mengangguk pelan mendengar jawaban changmin, "omo, hyung, kau jangan bercanda"

"Apa aku terlihat sedang bercanda? Kau kira aku dua tahun ini diam saja melihat dongsaengku satu – satunya menangis setiap malam? Asal kau tau min, aku sedikit banyak tahu apa yang terjadi pada choi siwon"

"Termasuk pernikahannya?" Tanya changmin,

"Entahlah min, aku tidak tahu kalau soal itu, mata – mata yang ku suruh tidak ku perintahkan untuk mencari tahu kehidupan pribadinya, aku hanya memintanya untuk memastikan siwon mendapatkan hidup yang layak setelah keluar dari penjara dan begitu aku mendengar dia menjadi salah seorang direktur HanSi advertising, aku memerintahkan mata – mataku untuk berhenti mengawasinya"

"Hyung, seandainya kyuhyunnie tahu… ah, tidak tidak, kyuhyunnie tidak boleh tahu. Aku akan menyembunyikan hal ini darinya"

"Sampai kapan? Sebentar lagi kyuhyunnie akan masuk dalam perusahaan, dan aku yakin cepat atau lambat dia pasti akan mendengar soal HanSi advertising juga siwon"

"Kalau begitu kita lakukan segala cara agar kyu tidak mengetahuinya hyung, cara apapun boleh, termasuk menolak perusahaan kami jika kami ingin bekerja sama dengan kalian nantinya"

Sungmin memandang changmin penuh selidik, "Jawab aku dengan jujur shim changmin, apa kau… menyukai dongsaeng ku?" Tanya sungmin langsung, yang membuat changmin menghindari tatapan sungmin,

_Way_

Keesokan harinya, changmin menghadiri acara pembukaan yang di adakan oleh HanSi advertising. Rata – rata semua pegawai yang ada di perusahaan itu adalah orang korea, dan changmin cukup senang, setidaknya tidak seperti yang dia kira, banyak pegawai asing yang akan menemani hari – hari bekerjanya nanti.

Changmin termenung di pintu keluar kantor, matanya sedikit mengelam ketika teringat ucapan sungmin kemarin.

"Jawab aku dengan jujur shim changmin, apa kau… menyukai dongsaengku?"

Changmin menhela nafas, kenapa sungmin bisa berfikir seperti itu? "aku saja tidak tahu apakah aku menyukai kyuhyunnie, tapi, haishhh" Changmin menggeleng – gelengkan kepalanya, ia tidak mau memikirkan masalah yang rumit dulu, tapi tetap saja otaknya tidak mau di ajak bekerja sama. Ia bahkan lupa bahwa sebentar lagi para direktur dari HanSi corporation akan dating dan memberikan pidatonya.

_Way_

Sementara itu di salah satu ruangan mewah milik cho corporation, Cho Sungmin menatap foto Kyuhyun yang ada di meja kerjanya, namja itu tersenyum tipis melihat tawa kebahagiaan sang dongsaeng, tawa karena berhasil menjadi kekasih Choi Siwon, sungmin tersenyum miris mengingat kisah cinta dongsaengnya, "Maafkan aku changminnie, bukannya aku tidak senang kau menyukai dongsaengku, tapi dongsaengku begitu berharga untuk menjadi milik orang lain selain Choi Siwon" Sungmin menatap sebuah kertas berisi laporan yang dikirim mata – mata yang di utusnya sejak kemarin siang. Laporan mengenai Choi Siwon.

_Way_

Kyuhyun berjalan pelan memasuki sebuah gedung berlantai 9, semua pegawai menunduk hormat pada namja manis tersebut, ia melangkah dengan santai menuju lantai 9 tempat hyung tersayangnya berada, senyum terus terukir di bibir merahnya, menandakan ia sedang gembira. Ya, Cho Kyuhyun sedang gembira setelah kedua orang tuanya mengijinkannya bekerja di perusahaan, sekarang ia tidak lagi duduk diam di rumah sambil memainkan gamesnya dari pagi hingga malam, sekarang ia akan menjadi salah seorang pegawai di jajaran tinggi cho corporation.

Siwon berdiri berdampingan dengan seorang namja berwajah oriental dan seorang yeoja cantik yang menggendong seorang anak kecil, wajah mereka tampak bahagia dan puas akan dibukanya cabang baru perusahaan mereka. Setelah memberikan pidato singkat, Siwon segera berjalan melihat – lihat kantor yang akan dipimpinnya sebentar lagi,

"Choi Siwon, aku ingin bertanya padamu, apa maksud kata – katamu waktu itu? Apa kau lupa, nama putraku adalah Tan Gui Xian, bukan Kyuhyun" sebuah suara mengagetkan namja yang sedang asyik memperhatikan setiap detail kantor barunya tersebut,

"noona…"

Sepertinya jalan bagi mereka mulai terbuka sedikit demi sedikit, saat ini semua tergantung takdir, ke mana ia akan membawa kehidupan mereka selanjutnya

Tbc or end?

Chapter dua updateeee…. Wuaaaahhhh annyeonghaseyo, chohyunnie imnida… bener – bener ga nyangka ada yang mau membaca fict abal satu ini. Aku bener – bener mengucapkan terima kasih bagi kalian semua yang sudah baca, follow, favorite apalagi yang sudah review.

Big thanks to :

FiWonKyu0201 – EvilkyulovKyu – heeeHyun - Kayla WonKyu – ratnasparkyu – wonkyufa – yeyeye – Wonkyuxx – minnah - amanda wu - evil kyu

Pertanyaan kalian hampir semuanya sudah terjawab di chap ini kan? hehe dan mianhae kalo chap ini jadi berasa makin aneh, bener – bener ga ngerti kenapa tiba – tiba jadi seperti ini.

Oke, selanjutnya, mind to review?