Halo semuanya...
Maaf di chapter sebelumnya belum sempat kenalan,,,,
disini Mimi dan ini fanfic pertamaku Sebelumnya maaf kalau ada banyak kesalahan dalam penulisan dan mengurangi kenyamanan saat membaca...harap maklum ya hehehe

Ini balasan reviewnya buat:
Catherina Theresia terima kasih, hu'um kemarin sempat eror, hehe

Yanz Namiyukimi-chan terima kasih,, ini lanjutan ceritanya silahkan dibaca. Iya aku pengen ga selamanya Ichi perfect terus, hehe. Uhm kalau yang naksir siy kayaknya Ichi dulu tapiiii,,,,,ya ntarlah, aku juga masiy bingung, hehe

Spita-ja-nes Maturnuwun banget. Tanpa kamu aku ga bisa upload fanfic ini,, hehe

Dina rukia kuchiki D'hollow Terimakasih. Kayaknya gak akan sampai menantang maut kok. Soalnya aku ga tega nyakitin Ichi ma Ruki,, hehe

aRaRancha Terimakasih nasehatnya,, maaf kalau kurang nyaman saat membaca, akan aku perbaiki, terus kasih aku nasehat ya, hehe

Selamat membaca...

Chapter 2: Dia, dia, dia...

Pagi ini Rukia sengaja berangkat sekolah lebih pagi. Alasannya karena dia ingin melihat sekolah barunya ini lebih detail. Ya inilah Rukia. Dia tak puas hanya mendengar cerita dari Momo saja. Ia ingin melihat-lihat sendiri Karakura High School. Seperti saat ini, Rukia masih asyik berjalan jalan disepanjang koridor sekolah. Dilihatnya ruangan demi ruangan dengan cukup seksama. Sampai di aula, Rukia masuk begitu saja ke dalamnya. Rukia kagum ketika melihat aula yang cukup luas. Di ujung aula terdapat panggung yang cukup besar. Rukia berandai-andai bisa berdiri diatas panggung itu dan menerima sebuah penghargaan.

Jdug jdug ..

Bunyi sesuatu yang membentur lantai membuyarkan angan-angan Rukia. Ia lalu mengalihkan pandangannya kea rah sumber suara tadi. Dilihatnya salah seorang murid laki-laki tengah asyik mendribel bola. Badannya tinggi dan rambutnya coklat. Beberapa detik kemudian siswa itu melempar bola ke ring dan,,,,,, masuk!

Mata Rukia masih asyik mengamati siswa yang menurutnya adalah kakak kelasnya itu.

"Hey,, kau sedang apa di sana?" tiba-tiba siswa tadi berbicara

Rukia yang tak tahu kalau sedang diajak bicara jadi celingak-celinguk sendiri

"Hey aku bicara padamu gadis kecil" kali ini siswa itu mengalihkan pandangya dari ring ke Rukia

"Aku?" rukia menunjuk dirinya dengan telunjuknya

"Tentu saja. Memang siapa lagi?"

Rukia mengerucutkan bibirnya menyebalkan sekali dia menyebutku gadis kecil. Tapi dia itu sungguh tampan. Benar-benar seperti malaikat.

"Jawab pertanyaanku" kata orang itu sambil memasukkan bola ke ring lagi

"Ano emm gomen,,aku tak bermaksud menggangu, tadi aku cuma melihat-lihat saja dan..."

"Siapa namamu?" orang itu memotong kalimat Rukia

Rukia mendegus kesal. Kuchiki Rukia ucap Rukia

"Baiklah Rukia sebaiknya kau kembali ke kelasmu. Kau kelas 2 kan? kelasmu ada di lantai dua dan jauh dari sini. Dan Lima menit lagi bel akan berbunyi" kata orang tadi dengan diakhiri sebuah senyuman. Kemudian ia berjalan kearah tasnya tergeletak dan mengambilnya. Ia hendak pergi ketika .,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

"Tunggu,,,siapa nama kakak?" Tanya Rukia

Orang itu menoleh, tersenyum lalu

Kaien Shiba kemudian dia benar-benar pergi

"Kaien" gumam Rukia lalu tersenyum senang. Akhirnya dia menemukan orang yang membuatnya tertarik di sekolah ini

Rukia P.O.V

"Rukia,,,.,dari mana saja kau?" itulah kata pertama yang terucap dari bibir Momo ketika melihatku masuk ke dalam kelas

"Aku hanya jalan-jalan sebentar saja tadi" jawabku lalu duduk manis di bangkuku

Teeeet teeeet

"Selamat pagi anak-anak,,,," sapa Mayuri sensei, guru mata pelajaran fisika yang baru saja masuk ke dalam kelas dengan menenteng map berisi banyak kertas

"Pagi sensei" jawabku dan semua teman-teman serempak

"Baiklah segera keluarkan kertas, kita ulangan" kata Mayuri sensei sembari membagi soal yang dibawanya tadi

Semuanya bergumam tak jelas. Tapi tidak dengan diriku. Kurasa aku mewarisi sifat ayah yang selalu tenang dalam menghadapi apapun. Lagipula tadi malam toh aku sudah belajar.

Suasana kelas menjadi hening. Semua fokus pada soal yang ada dihadapan masing-masing. Segera kuambil pulpen kesayanganku yang selalu ku selipkan di saku seragamku. kutarik nafas panjang dan segera kukerjakan soal-soal itu.

Kulirik jam di dinding. Tepat setengah jam ulangan ini berlangsung. Dan aku telah menyelesaikan setengah dari jumlah semua soal yang diberikan oleh Mayuri sensei

"Maaf anak-anak,,saya baru saja mendapat sebuah berita bahwa ada seseorang di kelas ini yang membuat contekan. Maka aku akan memeriksanya" kata Mayuri sensei tiba-tiba

Semuanya diam. Tak ada satupun yang bersuara. Mereka saling melihat dan akhirnya hanya menggeleng satu sama lain. Begitu pula aku dan Momo. Aku hanya mengangkat bahu. Kulihat Mayuri sensei menghampiri tiap meja dan memeriksa barang-barang tiap siswa. Yap yang ku dengar dari Momo, beliau adalah salah satu guru yang sangat disiplin saat ulangan.

Sampailah beliau di mejaku. Aku tetap fokus pada beberapa soal yang belum kukerjakan.

"Apa ini Kuchiki?" kata Mayuri sensei sambil memperlihatkan selembar kertas yang dilipat sangat kecil tepat didepan mukaku

"Ma-af, sa-ya juga tidak tahu sen-sei,," jawabku terbata-bata. Aku sangat kaget melihat kertas yang diperlihatkan Mayuri sensei kepadaku. Bagaimana bisa benda itu ada di dalam kotak pensilku?

"Bagaimana mungkin kau tidak tahu Kuchiki? Jelas-jelas ini ada di dalam kotak pensilmu. Dan isi kertas ini adalah beberapa rumus materi yang saya jadikan soal. Kau mencontek!" tegas beliau

Mendengar nada beliau yang cukup tegas nyaliku jadi agak ciut. Aku yakin mukaku sekarang pucat pasi. Takut bercampur malu.

"Tapi itu tak mungkin sensei. Saya tidak mencontek" kataku terbata-bata

"Ini buktinya Kuchiki. Sekarang keluarlah. Silahkan berdiri di koridor depan kelas sampai jam pelajaranku selesai. Dan istirahat nanti temui aku di ruanganku.!" ucap beliau ketus

Aku sudah tidak bisa melawan lagi. Aku bangkit dari kursi dan keluar kelas dengan diiringi tatapan heran seisi kelas, tatapan khawatir Momo dan yang paling menyebalkan adalah tatapan plus senyum mengejek dari si strawberry orange.

'huh apa maksudnya?'

Ini menyebalkan dan sangat memalukan.

Normal P.O.V

Rukia berdiri di samping pintu.

jdug jdug

Rukia kembali mendengar suara itu. kemudian sosok Kaien muncul. Rukia jadi blingsatan sendiri. Dia sangat malu jika dilihat oleh Kaien dalam keadaan seperti ini. Bagaimana nanti kalau dia bertanya?

Dan dugaan Rukia ternyata benar

"Hey kau gadis yang tadi kan? Rukia?" kata Kaien sesampainya di depan Rukia.

Rukia yang menunduk sejak melihat sosok Kaien dari kejauhan tadi lalu mengangkat kepalanya

"Iya" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Rukia

"Sedang apa kau disini?"

Rukia berfikir sejenak untuk menjawabnya. Tak mungkin dia menjawab kalau sedang dihukum. Mau ditaruh mana nanti mukanya?

"Aku sedang terkena musibah. Hehe,,," jawab Rukia sekenanya

Kaien sempat heran. Tapi dia lalu tersenyum.

"Kau ini ada-ada saja. Ya sudahlah. Sampai jumpa,,," kata Kaien, kemudian dia melangkah pergi

Rukia menghembuskan nafas lega karena Kaien percaya padanya. Ya walaupun tidak seratus persen percaya. Tapi Rukia sungguh senang. Tadi Kaien bilang sampai jumpa. Itu berarti dia masih ingin bertemu dengan Rukia. Setidaknya itulah isi otak Rukia sekarang.

Ichigo P.O.V

Masih teringat dengan jelas di otakku muka si midget saat Mayuri sensei membentaknya tadi. Dia sangat kaget. Mungkin seumur hidupnya baru kali ini dia ketahuan mencontek dan dimarahi guru. Mukanya pucat pasi.

"Hoi Ichigo,,,,melamun terus. Pasti soal Rukia" kata Renji seraya menepuk bahuku dan lalu duduk di samping kiriku

"Jangan bilang itu tadi kau yang melakukannya" kata Hitsugaya yang lalu duduk di depanku. Oh ya saat ini kami sedang ada di kantin

"Mukanya itu lucu sekali. Hahaha..." Aku masih terus ingin tertawa kalau mengingatnya

"Jadi benar kau yang mengeerjai Kuchiki?" tanya Hitsugaya

Aku hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Hitsugaya

"Tega sekali kau Ichigo..." itu yang kudengar dari mulut Renji

"Kau tidak lihat kemarin dia membantahku di depan banyak orang?"

"Tapi kenapa harus Mayuri sensei? Aku tak bisa membayangkan hukuman apa yang akan dia dapat" kata Hitsugaya

Angan-anganku melayang. Dulu pernah ada siswa yang ketahuan mencontek oleh Mayuri sensei. Dan hukumannya membuat tulisan 'aku berjanji tidak akan pernah mencontek lagi sampai kapanpun' sebanyak satu buku. Ditambah membersihkan kaca semua jendela yang ada di lantai satu. Entah hukuman apa yang akan didapat oleh si midget itu.

"Bagaimana bisa kau menulis contekan itu dengan tulisan yang mirip tulisan tangan Rukia?" tanya si baboon Renji

"Disekolah ini banyak yang tulisannya hampir mirip dia. Lagi pula siapa sih yang bisa membantah Mayuri sensei" jawabku tenang

"Ichi...sayang,," seru seseorang dari jarak yang tak terlalu jauh. Suara yang kubenci. Terdengar manja dan menjijikkan

"Sepertinya tuan putri sudah merindukanmu Ichigo" ucap Hitsugaya mengejek

"Diam kau!" ucapku ketus

"Ichi ayo nanti malam kita pergi nonton. Filmnya bagus lho" kata gadis itu sambil mengalungkan tangannya dileherku dari belakang "Inoue apa kau tidak mengerti juga.? kita ini sudah putus" kataku sambil melepaskan tangannya dari leherku

"Tapi kan Ichi..., aku belum setuju kalau kita putus,,," Gadis berambut coklat itu masih ada dibelakangku dan kembali mengalungkan tangannya dileherku

"Cukup Inoue!" Aku pergi dari tempat itu. Benar-benar gadis yang merepotkan dan menjengkelkan

Normal P.O.V

"Rukia,,, bagaimana? kau baik-baik saja kan?" seru Momo dan langsung memeluk Rukia saat melihatnya keluar dari ruangan Mayuri sensei

"Aku baik-baik saja Momo..?" kata Rukia tenang

"Apa hukuman yang diberikan untukmu? aku akan membantumu menyelesaikannya" Ucap Momo seraya melepas pelukannya

"Kau baik sekali Momo,,,. Terima kasih,,, Aku hanya harus membersihkan seluruh kaca jendela yang ada dilantai satu pulang sekolah nanti" jawab Rukia sedikit lesu

"Oh Rukia aku akan membantumu. Tenang saja"

"Terima kasih Momo. Ayo kita kembali ke kelas, jam istirahat sudah usai"

"Oh ya Rukia, aku tahu siapa yang melakukan ini padamu," ucap Momo tiba-tiba

"Siapa?"

"Ichigo"

'Ternyata dugaan ku benar,' ucap Rukia di dalam hati

Saat pulang sekolah...

Rukia menyemprot kaca dengan cairan pembersih kaca lalu mengelapnya, begitu pula dengan Momo. Mereka berdua masih asyik bekerja sambil bercanda meskipu matahari sudah menggantung di sebelah barat. Sampai tiba-tiba Hp Momo berbunyi.

"Halo, ya bu...,,,,,,,,,,,,,baiklah" Momo memasukkan Hpnya ke dalam tasnya

"Ada apa Momo?" tanya Rukia

"Maafkan aku Rukia,, aku harus pulang. Tak apa kan?"

"Tak apa Momo, aku sudah sangat berterimakasih padamu, pulanglah. Sebentar lagi juga selesai"

"Baiklah Rukia aku pulang dulu ya" Momo pun pergi dari tempat itu

'tinggal 5 jendela lagi, huft' gumam Rukia

"Wow ada cleaning service baru ya disekolah" Ucap Ichigo yang masih mengenakan seragam club basketnya berjalan ke arah Rukia. Tak lupa sebuah bola basket ada ditangannya.

Rukia menoleh dan mendegus kesal melihat wajah Ichigo yang sedang mengejeknya

"Kau menyebalkan sekali kepala orange. Kenapa kau lakukan ini kepadaku ha?" tanya Rukia sambil berkacak pinggang

"Maksudmu?" Ichigo malah balik bertanya

"Jangan pura-pura tidak tahu strawberry. Aku sudah tahu kalau kau yang mengerjaiku dan membuatku dihukum Kyoraku sensei"

"Hmmh bagaimana rasanya? enak kan?" ejek Ichigo

"Kau..." belum selesai Rukia bicara, Ichigo telah menempelkan dahinya ke dahi Rukia, hingga membuat Rukia terdiam

"Makanya jangan macam-macam denganku midget,, akibatnya tidak menyenangkan bukan?"kata Ichigo dengan seringai khasnya..."Dan jangan panggil aku seenaknya. Namaku Ichigo"

Cukup lama Ichigo mempertahankan posisinya. Dia senang melihat mata violet Rukia yang memancarkan kemarahan. Sementara Rukia masih tetap diam. Matanya tetap menatap tajam mata coklat musim gugur Ichigo. Dia tak ingin kalah oleh pesona seorang Kurosaki Ichigo yang mampu meluluhkan semua gadis yang digodanya.

Ichigo tersenyum sekali lagi lalu meninggalkan Rukia. Rukia memandang kepergian Ichigo dengan tatapan kesal. Lalu dia melanjutkan pekerjaannya

"Ini untukmu" kata seseorang menyodorkan sebotol air mineral kepada Rukia. Rukia lalu menolehkan kepalanya. Alangkah senangnya Rukia karena didapatinya Kaienlah orang itu

"Arigatou Kaien-senpai" ucap Rukia seraya menerima air mineral itu

"Tadi aku dengar dari Ichigo kalau ada teman sekelasnya yang dihukum oleh Kyoraku sensei. Ternyata kau Rukia" kata Kaien sambil tersenyum

uhuk

Rukia tersedak tersedak mendengar ucapan Kaien

"Kau tak apa-apa Rukia?"tanya Kaien cemas

"Tak apa, trima kasih Kaien senpai"

"Sama-sama. Tak usah panggil Kaien senpai, panggil Kaien-dono saja. Oke? Aku duluan ya" kata Kaien mengacak-acak rambut Rukia dan tak lupa tersenyum manis sebelum pergi

Rukia hanya bisa mengangguk dan membalas senyum itu.'oh Kami-sama mimpi apa aku semalam' batin Rukia

Keesokan harinya

"Kepada Ishida Uryuu (maaf author lupa penulisan nama ishida), Nemu Kurotsuchi, Ichigo Kurosaki, dan Rukia Kuchiki dimohon segera datang ke ruangan Yoroichi sensei. Terima kasih" itulah pengumuman yang terdengar dari radio sekolah

Keempat orang yang dimaksud pun segera datang ke ruangan sensei yang disebut

"Baiklah anak -anak,, aku memanggil kalian disini bukan karena alasan sepele" Yoroichi mengusir keheningan yang sejak tadi menyelimuti ruangannya

"Kalian terpilih untuk mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat tingkat SMA se-Jepang" Lanjut beliau

Keempat siswa itu masih terdiam

"Oleh karena lomba diadakan di dua tempat, maka aku akan membagi kalian menjadi dua tim. Tim pertama Ishida dan Nemu akan mengikuti lomba di Osaka, sedangkan tim kedua Ichigo dan Rukia akan mengikuti lomba di Tokyo."

"Apa?" teriak Rukia dan Ichigo serempak

To be Kontinyu

Hehe chapter dua selesai Maaf banget kalau masih banyak kesalahannya dan juga masih pendek ceritanya Pokoknya buat para senior-senior Mimi di dunia fanfic ini jangan bosen ya buat nasehatin dan ngasih saran ke Mimi. Ditunggu lho, hehe Maaf belum ada sisi romancenya, tapi Mimi janji akan segera Mimi tampilkan di chapter-chapter berikutnya

Oh ya ada yang bisa kasih tau ga cra paling enak buat balas review? soalnya aku masih agak bingung,,,hehe

Terima kasih semua

Jangan lupa review ya,,,,,...
hehehehe