"SIXSENSE"
MAIN CAST :
· DO KYUNG SOO
· KIM JONG IN
· KIM JOON MYUN
GENRE :
· SUPERNATURAL
· ROMANCE
· ETC
RATE : T
SUMMARY :
SEORANG YEOJA MANIS YANG BERSEKOLAH DI SM ART HIGH SCHOOL BERNAMA XI KYUNG SOO MEMILIKI SIXSENSE SEJAK DIA KECIL, DAN HANYA SATU ORANG SAJA YANG MENGETAHUINYA YAITU XI LUHAN KAKAKNYA SENDIRI. KEHIDUPANNYA DIPENUHI DENGAN HINAAN KARENA KEKUATANNYA TERSEBUT. SAMPAI SUATU HARI ADA DUA ORANG NAMJA YANG MEMILIKI SIXSENSE SEPERTINYA DATANG DI KEHIDUPANNYA DAN AKHIRNYA MEMBUAT SEMUA HINAAN ITU MENGHILANG. NAMUN, TIBA-TIBA TERJADI KEJADIAN-KEJADIAN ANEH DI KEHIDUPAN MEREKA DAN MEREKALAH YANG AKAN MENYELESAIKANNYA. KEJADIAN DEMI KEJADIAN MEMBUAT KYUNG SOO MENYUKAI SALAH SATU NAMJA TERSEBUT DAN AKHIRNYA…
Prolog :
Kyung Soo hanya bisa melihat kakaknya pingsan, dia ingin memeluk tubuh sang kakak namun dia tidak bisa bergerak, dia ingin berteriak namun mulutnya tidak bisa terbuka, dia ingin menangis namun tenaganya sudah habis.
Tiba-tiba, satu orang laki-laki dan satu orang perempuan keluar dari sebuah lubang yang bercahaya. "Kyung Soo-ah gomawo, kami akan membalas kebaikanmu" kata perempuan itu yang ternyata perempuan yang tadi, mereka berduapun membawa Kyung Soo dan Luhan ke dalam kamar yang ada di rumah kakek mereka. Mereka pun menghilang setelah meletakkan mereka di atas kasur.
Setelah kejadian itu, Kyung Soo berubah menjadi sosok yang pendiam… mungkin karena kejadian tersebut dan dia berpikir dia akan memiliki tugas yang berat untuk di emban sendiri juga dia masih kecil.
Aneh… Kyung Soo tidak dapat mengeluarkan kekuatannya sama sekali, apa itu hanya sebuah keberuntungan. Berlari, bersembunyi, menangis, tertekan. Ya… itulah kehidupan Kyung Soo sekarang.
"BEGINNING"
"la la la la la la la… la la la la la la la…" suara tersebut menggema dimana-mana, telinganya bahkan tak dapat mengalihkan pendengarannya dari sumber suara tersebut. Kaki mungilnya melangkah maju, tubuhnya hanya terbalut gaun putih berjalan sesuai irama suara tersebut.
"Kyung Soo…" panggilan tersebut membuat Kyung Soo berhenti berjalan, wajahnya mengarah ke atas langit yang cerah yang tiba-tiba bewarna hitam gelap. Mata bulatnya seakan-akan diam dan tak menghiraukan keadaan langit tersebut.
Pandangan Kyung Soo sekarang berada di sebuah sekolah, dan tiba-tiba dia sudah berada di sebuah gudang. Tepatnya di depan pintu gerbang tersebut, pintu tersebut begitu tertutupi dengan parasit-parasit rumput yang tumbuh di dekatnya. "ketika matahari menghilang di gantikan hujan… ketika burung-burung gagak berterbangan… ketika beberapa orang yang serupa denganmu datang… maka, kau harus menemuiku…" naynyian tersebut terhenti seiring cuaca kembali ke asalnya.
"HYA !" teriak Kyung Soo, huhhh… huhhh… ternyata hanya mimpi, matanya tertuju pada jam beker yang terpajang rapi di meja nakasnya yang menunjukkan angka 1 am. Dia pun terdiam ditempatnya, ada apa ? siapa ? kenapa ? itulah pertanyaan yang bermunculan di kepalanya, cukup… kepalanya sudah sangat pusing dengan mimpi-mimpi tersebut. Mata bulatnya akhirnya tertutup karena kelelahan, tentu saja setiap malam dia harus terbangun karena mimpi sialan tersebut.
pintu kamarnya terbuka dan menampakan seorang Xi Luhan dengan selimut ditangannya. Didekatinya adik kesayangannya itu lalu mengecup lembut kening Kyung Soo, Luhan pun kemudian menyelimut Kyung Soo dengan selimut yang dia bawa, dia tau sekarang adiknya memerlukan ketenangan dan kehangatan untuk beristirahat total.
"XI KYUNG SOO !" teriak Eommanya yang berada di lantai satu tepatnya di dapurnya sambil meletakkan beberapa roti di atas meja juga selai coklat dan stoberi kesukaan suami dan juga kedua anak perempuannya. Dan dia tak lupa membuat teh hangat juga susu coklat hangat dan susu stoberi hangat.
Kyung Soo yang sedang berada di dalam kamarnya tengah merapikan seragamnya agar pada saat acara upacara penerimaan siswa baru juga memasuki asrama yang akan dia tempati selama dia bersekolah disana, "Kyung sudah siap ?" tanya Luhan sambil memasuki kamar adiknya tersebut dengan seragam yang sama juga koper di tangannya, Luhan adalah angkatan kedua setelah Kyung Soo di sekolah tersebut. "ne.." jawab Kyung Soo seadanya.
Mereka sekarang sudah berada di dalam mobil appanya untuk menuju sekolah mereka. Dengan wajah datar Kyung Soo memilih melihat ke arah jendela dan melihat sekeliling daerah yang dia lewati. Luhan pun memegang tangan Kyung Soo dan membelai rambut Kyung Soo, apa dia bisa merawat adiknya tersebut ?
Dengan koper di tangannya, Kyung Soo berjalan menuju gerbang asrama untuk tahun ajaran yang baru. Lelah tentu, dia terus berjalan dan sekarang akhirnya dia berada di depan gerbang mereka.
Seseorang menangis, di depan gerbang dengan baju piyamanya. Siapa dia ? kenapa dia di luar dengan menggunakan baju piyama tipis ? didekatinya yeoja tersebut lau menepuk bahunya "hiks… aku ingin masuk sekolah ini hiks…" tangis yeoja tersebut.
Mata Kyung Soo semakin membulat lalu langsung berlari menuju asramanya, kenapa disiang hari ini dia harus melihat sesuatu yang aneh.
Setelah merapikan semua barang-barangnya, dia pun berjalan ke arah kelasnya dan mencari letak bangkunya. Tatapan tajam dan dingin… wajahnya pucat dan membeku, Kyung Soo terdiam tidak tau apa yang harus dilakukan.
Degg… "hya !" teriak orang saat tubuhnya terbakar lalu menghilang, "duduklah" kata seorang namja yang memeluknya tiba-tiba, mata onyx lelaki tersebut menatap ke arah kursi Kyung Soo.
Brushh… "Ya ! baju ku basah Hyung !" teriak namja tersebut kepada namja yang menyemburkan air tepat ditubuhnya. Air yang aneh guman Kyung Soo, air tersebut mengeluarkan cahaya.
"Kya ! Kai dan Suho ada disini !" suara histeris itu membuat gendang telinga Kyung Soo sakit dan seakan-akan ingin pecah ! tak bisakah dia mendapatkan ketenangan di sekolah maupun di rumah atau asramanya. "annyeong namaku Kim Jong In… dan ini Kim Joon Myun kakakku… kau pasti… Do…Kyung…Soo ?" tanya Kai kepadanya, namun Kyung Soo tak menggubrisnya dan langsung duduk di bangkunya.
"ya… Kai biarkan dia sendiri…" perintah Suho lalu menarik kerah seragam Kai dengan keras dan duduk di bangku mereka masing-masing. Kyung Soo pun duduk diam sambil mencatat beberapa pelajaran yang akan dia pelajarai sambil mendengarkan mp3 di telinganya.
SKIP TIME !
Blushh ! suara gemercik air terdengar keras di kolam renang yang ada di sekolah tersebut. Kyung Soo sedang berenang untuk menghilangkan pikirannya tadi, ya… olahraga yang satu ini bisa membantu Kyung Soo untuk menenangkan dirinya dari semua pikirannya.
Drtt… Drtt… ponselnya berbunyi membuat dirinya harus naik ke atas dan mengeringkan badannya. Pesan masuk, Kyung Soo langsung menghela napas. Pasti Eonninya akan bertanya dia dimana.
To : Xi Kyung Soo
From : Xi Luhan
Eodi ? aku sedang ingin berenang. Mau ikut ?
Kyung Soo tersenyum, Eonninya begitu mengerti keadaannya. Dengan cepat Kyung Soo mengirim pesan agar Luhan cepat ketempatnya dan berenang bersama. Kyung Soo pun duduk setelah memakai Bathropenya, mengambil bakpao mini kesukaannya di dalam tasnya kemudian memakannya.
Tenang… damai… tanpa ada gangguan. Itulah yang Kyung Soo suka saat ini, karena itu dia kembali memasuki air yang mengandung klorin tersebut untuk berenang.
Tap… tap… suara kaki berlari terdengar di telinga Kyung Soo, itu pasti Eonni gumannya.
"Eonni !..." Kyung Soo terkejut, itu bukan Eonninya tapi…
"Kyung Soo !" seru Kai sambil berteriak lalu berlari mendekatinya dengan keadaan toples dan itu membuat Kyung Soo terkejut dengan mata membulat. DBUGG ! "Kai… kau itu harus tau dia itu yeoja jadi kau harus tau batasan-batasannya !" bentak Suho setelah menarik dan menjatuhkan tubuh Kai ke lantai.
"Kyung Soo-a !" teriak Luhan dari arah pintu masuk bersama seseorang Nugu ? Luhan pun mendekati Kyung Soo lalu melihat keadaan adiknya tersebut. Syukurlah guman Luhan lalu memeluk tubuh Kyung Soo. "apa disini kita sedang melihat drama gratis ?" tanya Kai dan membuat Luhan menatapnya tajam.
"Kyung Soo… itu Kai… itu Suho… dan itu Sehun…" jelas Luhan sambil menunjuk ke arah ketiga namja tersebut.
Mood Kyung Soo berubah menjadi sangat buruk, dengan cepat Kyung Soo menaiki tangga pantulan yang ada disana untuk melompat ke arah kolam renang. Pilihan Kyung Soo sekarang adalah pantulan yang begitu tinggi.
Kai panik, Suho terdiam dan hanya menonton, Sehun menggeliat manja ke arah Luhan, sedangkan Luhan merasa bersalah membawa Kai dan Suho kesini… tapi Luhan hanya berniat untuk memberitahukan bahwa Suho dan Kai sama sepertinya.
Ketenangannya, kedamaiannya, sirna dalam sekejap. Cihh, menyedihkan. Kyung Soo pun langsung melompat ketika sudah sampai di atas. Dengan sedikit gaya ketika melompat membuat Kai teperangah bersama Suho, cantik guman mereka berdua.
Blushh ! Kyung Soo memasuki air dengan gaya meluncur yang sangat indah, Kyung Soo pun menaiki daratan dan langsung memakai bathrope sebelum berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari zat klorin di air kolam renang tersebut. Tanpa menoleh ke arah mereka Kyung Soo melewati mereka dengan tatapan dingin dan menakutkan.
Kyung Soo lalu membuka bathropenya kemudian menyalakan shower dan membersihkan tubuhnya. Kepalanya pusing, penglihatannya buram seketika, namun Kyung Soo tak menggubrisnya kemudian penglihatannya kembali membaik.
Kai, Suho, Luhan, dan Sehun pun pergi dari tempat itu dan memutuskan untuk membeli bubble tea. Namun, Kai merasakan sesuatu yang tak enak menurutnya dan memutuskan untuk menunggu Kyung Soo di kolam renang.
Ketika Kyung Soo merapikan pakaiannya tepat di depan cermin besar di ruang ganti, dengan menghela napas Kyung Soo mengangkat tasnya dan membalikkan tubuhnya.
DEGG… wajah Kyung Soo memucat, sungguh kenapa harus ada makhluk yang menghalanginya untuk beristirahat. Tangan pucat tersebut menarik tangan Kyung Soo menuju suatu tempat.
Astaga ! sudah cukup Kyung Soo sudah sangat lelah, kenapa dia sekarang harus berhadapan dengan dua orang ahh… dua makhluk halus ini. Namun, ini sebuah keberuntungan baginya mereka berdua tidak berwujud yang mengerikan dan bisa saja Kyung Soo langsung meninggalkan mereka.
Merasa ada yang aneh dengan Kyung Soo, Kai pun memilih mengikuti Kyung Soo yang sedang berjalan menuju keluar dan menghilang dari daun pintu tersebut. Bahkan ketika Kai keluar, dia tidak dapat menemukan Kyung Soo disana.
.
.
.
.
Pintu itu…
A/N :
Annyeong haseyo :)
gomawo buat reviewnya ne :) itu bikin saya semangat ngelanjutinnya (y)
oh iya makasih saran buat Summarrynya agar bikin pake huruf kecil, dan maaf apabila mata anda sakit :)
oh iya, ada yang mau FF Rate M about psikopat ? bukan NC ! karena saya masih di bawah umur
lanjut ? 20 coment i will publish chap 2 !
