"Hmm.. Kenapa aku melakukan ini lagi?", aku bergumam pada diriku sendiri sambil sweat-drop.

Aku ada di (kelihatannya) sebuah gang sempit di sebuah jalan. Saat aku sedang berjalan-jalan, aku melihat Momo-chan yang sedang dikejar oleh fans-nya, dan aku mengikutinya. Sepertinya dia menginginkan liburan, tapi itu mustahil dengan kekuatan matanya yang 'menarik' semua orang. Yah, aku memang tidak suka terlibat dengan sesuatu yang rumit, tapi tentu saja aku tidak berhati dingin. Dan aku memutuskan untuk menghampirinya— Ah? Bukankah itu Kido? Apa yang dia lakukan bersama Momo-chan?

Momo-chan mengikuti Kido dan aku memutuskan untuk mengikutinya. Mereka berjalan dengan santai, dan aku bersyukur untuk itu. Sebelumnya, Momo-chan berlari dengan lumayan cepat, dan aku akan berbohong kalau bilang aku tidak capek. Saat mereka berhenti dan memasuki sebuah apartemen, aku berhenti dan mengamati pintu apartemen tersebut.

Pintu apartemen itu terbuat dari kayu sederhana yang sudah dipoles. Di pintu itu, terdapat papan nomor apartemen, bertuliskan 107. Hmm, jadi ini tempat mereka tinggal sekarang? Tapi aku yakin kalau hanya Seto yang bekerja untuk mencari uang. Yah, hanya perasaan saja sih. Mungkin itu benar, mungkin juga tidak.

Jadi, apa aku masuk kesana? Aku memutuskan menunggu beberapa menit sebelum mengetuk pintu apartemen itu. Aku yakin Kido punya alasan sendiri untuk membawa Momo-chan kesini, iya kan?

*..tok,tok*

"Siapa yang datang kesini?"

"Mungkin tukang koran? Tidak mungkin Seto sudah pulang dari kerjanya", terdengar suara familiar milik Kido dan Kano. Ah, benar kan? Hanya Seto yang bekerja.. Saat pintu terbuka, aku bisa melihat wajah terkejut Kido. Aku juga bisa melihat Momo-chan yang sedang duduk di sofa yang berada di ruangan itu dan Kano yang berdiri di belakang sofa.

"M-Megumi-san..?", Kido bertanya dengan nada tidak percaya, aku hanya tersenyum kecil melihat ekspresinya. Kalau saja aku membawa kamera..

"Halo"


"Megumi-san, lama tidak bertemu! Bagaimana kabarmu?", Kano bertanya dengan antusias. Sekarang, aku sedang duduk di samping Momo-chan yang terlihat bingung.

"Aku baik-baik saja, Kano. Terima kasih telah bertanya", aku menjawab Kano dengan tenang.

"Bagaimana kamu bisa menemukan apartemen ini?", tanya Kido bingung.

"Aku melihat kamu menghampiri Momo-chan, dan memutuskan untuk mengikuti kalian sampai kesini"

"Megumi-san, kamu kenal dengan orang-orang ini?", tanya Momo-chan.

"Ya, begitulah. Sebut saja kami teman lama...", aku berkata sambil tersenyum dan melihat mereka berdua.

Kido dan Kano tersenyum saat mendengar kata teman lama. Kurasa mereka senang karna aku masih menganggap mereka sebagai teman? Entahlah..

"Ah, aku lupa tentang Mary", Kido berjalan ke sebuah kamar, dan saat dia keluar, Kido berada disebelah seorang anak perempuan. Dia mempunyai rambut putih bersih yang panjang dan kelihatan seperti kapas. Anak perempuan itu memakai sebuah gaun berwarna biru dan putih, dengan pita pink di rambutnya. Di lehernya bisa terlihat kalung dengan dua buah kunci yang terlihat antik. Dia terlihat seperti Azami.. Ah, lupakan saja.

"Ini Mary, member kami yang ke-4", jelas Kido sambil melihat ke arah Mary.

"N-Namaku Mary. Salam kenal..."

"Halo Mary. Namaku Megumi. Senang bertemu denganmu", aku tersenyum melihat Mary. Sepertinya dia adalah orang pemalu.

"Aku Momo! Senang bertemu denganmu, Mary-chan!"

Mary tersenyum kecil setelah mendengar nama kami. Dia pemalu, dan tidak baik dengan orang asing. Mary lalu pergi ke dapur untuk mengambilkan kami minum. Hah, benar-benar anak yang baik..

"Jadi, Megumi-san.."

"Hm?"

"Apa yang mau kamu lakukan?", tanya Kano penasaran.

"Ah, aku belum memikirkan tentang itu", aku berkata dengan santai, membuat yang lainnya sweat-drop.

"Yah, paling aku hanya mampir kesini", aku menjawab pertanyaan Kano tadi.

"Mampir?"

"Kamu tidak ingin masuk Mekakushi-dan?", tanya Kido kecewa. Ah.. Tidak bisa! Aku masih harus mengunjungi Shintaro! Aku memalingkan wajahku dari tatapan Kido.

"A-Akan kupikirkan tentang itu..", aku menjawab dengan gugup.

"Ahaha.. Megumi-san masih tidak bisa tahan dengan tatapan Kido?", Kano menggodaku, menyebabkan dia terkena pukulan perut dari Kido dan K.O. di lantai sambil memegang perutnya kesakitan.

Setelah itu, Mary kembali dengan membawa dua gelas berisi minuman. Aku punya firasat buruk tentang ini. Yah, sedikit saja tidak akan apa-apa, benarkan? Aku mengaktifkan kekuatan mataku untuk sesaat, dan melihat arah gerakan Mary. Mataku berubah menjadi merah, dan saat aku berkedip kembali menjadi ungu terang. Uh, kalau melihat gerakan Mary, dia akan terjat—

"Kyaa!", Mary berteriak dan terpeleset. Kedua cangkir itu terbang dan aku berhasil menangkap satu, tapi yang lainnya tidak bisa kutangkap dan mendarat di Momo, yang kebasahan karna minuman.

"Ah, Momo-chan! Kamu baik-baik saja?", aku bertanya khawatir.

"M-Maaf!", Mary terlihat panik dan ketakutan, tapi Momo-chan yang tertawa membuat yang lain bingung, dan aku hanya tersenyum. Sepertinya dia sudah menemukan kebahagiannya sendiri.


"Yah, kalau begitu aku pulang dulu..", aku berkata sambil berdiri dari sofa.

"Eh? Megumi-san sudah mau pergi?", tanya Kano kecewa. Aku hanya menghela nafas dan melihat ke arah Momo-chan.

"Aku punya seorang NEET yang harus kuurus. Iya kan?", Momo-chan tertawa mendengar ini, sedangkan Kido, Kano, dan Mary hanya terlihat bingung dan penasaran. Aku tertawa melihat ekspresi mereka dan berjalan keluar dari apartemen 107. Memang benar, aku masih punya seorang NEET untuk dijaga. Siapa yang tau apa yang sedang dilakukan Ene dengan Shintaro?

"Sampai jumpa lagi, itu kalau kita bertemu", perkataanku membuat semuanya melihatku dengan bingung, dan aku hanya tersenyum.


"Kido, apakah kamu melihat yang tadi?", tanya Kano kepada pemimpin Mekakushi-dan.

"Ya. Untuk sesaat, mata Megumi-san berubah merah"

"Eh? Apa itu artinya Megumi-san juga punya kekuatan mata?", tanya Momo kaget.

"Itu juga benar. Dan berarti.."

"Kita akan mengundangnya kesini!", kata Kido dan Kano sambil tersenyum.


Author's Note : Yah, rencananya, sang author pemalas ini akan mengupdate seminggu sekali, tapi kalau mood-nya lagi baik, beginilah jadinya #ahaha..

Semoga kalian menikmati cerita ini, dan terima kasih banyak atas perhatiannya!

Ayame : Karna Ayame lagi ngantuk, langsung saja ya.. Shintaro-kun!

Shintaro : Kagerou Project hanya milik Jin (Shizen no Teki-P). Ayame-san hanya punya OC dan sedikit jalan cerita.

Ayame : Sampai jumpa minggu depan, di chapter selanjutnya! *lambaikan tangan*

-harukawaayame