Chapter 2 : Exhausting Middle Part

Setelah membersihkan dirinya, Ten berjalan keluar kamar untuk menikmati sarapannya. Ten sedikit kaget saat melihat meja makan yang penuh oleh makanan yang terlihat sangatlah mengguirkan. Tanpa menunggu apa-apa lagi, Ten langsung duduk disalah satu kursi yang tersedia di meja makan. "Woahh, makanannya banyak sekali."

Taeyong, yang memang sedari tadi sudah berada di dapur untuk memasak, menyadari keberadaan Ten di meja makan. "Oh, hai Ten. Silahkan dinikmati sarapannya. Aku membuatnya special karena kita hari ini dan beberapa hari kedepan akan libur." Ujar Taeyong dengan mulut yang sedidkit menyeringai tetapi tidak Ten lihat karena Taeyong tetap berkutik dengan masakannya saat dirinya sedang berbicara dengan Ten.

"Eum! Baklah hyung. Aku makan dulu nee." Lalu tanpa menunggu jawaban Taeyong dan tanpa menunggu yang lain, Ten memulai acara makan paginya sendiri.

"Woahhh mashitaaa~~" ujar Ten. Walau didalam dapur, Taeyong sedang beradu dengan panic dan penggorengan, tetapi ia masih bisa mendengar kata-kata yang Ten ucapkan. Seringaiannya pun melebar, karena Ten memakan makanan yang sudah disiapkan khusus untuknya.

"Hyung, kau dan yang lain tidak makan?" disela-sela acara makan paginya, Ten bertanya kepada Taeyong karena yang sedang makan hanyalah Ten seorang. Tidak ada satupun member lain yang ikut makan bersamanya.

"Tidak Ten, kau duluan saja. Lagipula member lain masih tertidur semua." Tentu saja tidak-lanjut Taeyong dalam hati-. Taeyong sudah membayangkan reaksi yang akan ditunjukkan Ten setelah Ten memakan makanan yang khusus disiapkan untuknya itu. Tetapi ia cepat-cepat menepis pemikiran itu agar tidak dicurigai oleh Ten.

Tiba-tiba, Ten datang ke dapur dan menaruh piring dan gelas kotor yang ia pakai tadi untuk makan. "Hoamm… hyung aku tidur lagi ne. Aku merasa ngantuk". Tanpa menunggu tinpalan dari taeyong, Ten berjalan menuju kamarnya tanpa rasa takut sedikitpun, karena ia tidak melihat seringaian Taeyong yang semakin menjadi-jadi.

Setelah dirasa aman, Taeyong mengeluarkan ponselnya dan menekan speed dial 1, yang membuat ponselnya langsung menghubungi Taeil. "Hyung, Ten sudah tertidur. Dan sebentar lagi, ia akan terbangun karena merasa kepanasan. Jika kau dan yang lain ingin melakukannya, cepatlah." Ujar Taeyong kepada Taeil disebrang sana.

Setelah mendengar penuturan Taeyong, Taeil langsung menutup ponselnya dan langsung menghampiri Johnny yang berada dikasur sebelahnya. "Youngho-ya bantu aku. Kita ambil Ten dan 'menatanya' di ruang tengah". Mendengar perintah Taeil, Johnny langsung mengekori Taeil dan mesuk kedalam kamar Ten perlahan seperti penyusup.

Setelah mereka mendapatkan Ten, Taeil dan Johnny mengangkat Ten perlahan-lahan ke ruang tengah agar tidak membangunkannya. Setelah mereka sampai di ruang tengah, Taeyong datang dan membantu Taeil serta Johnny untuk membaringkan Ten di karpet yang sangatlah lembut. Lalu Taeil menekan speed dial nomer 2 di ponselnya dan muncullah nama Hansol di layar ponselnya. "Hansol-ah, bawa box merah itu ke ruang tengah. Dan jangan lupa untuk memanggil Kun, Winwin, Doyoung, Jaehyun, dan Yuta kebawah".

Saat perintah dari Taeil selesai diumumkan, Hansol langsung mengantongkan ponselnya dan mengambil box merah yang kebetulan ada dikamarnya itu. Tidak lupa ia memanggil Kun, Winwin, Doyoung, Jaehyun, dan Yuta.

Sesampainya Hansol dibawah, ia cukup dikagetkan dengan pemandangan yang sangatlah menggairahkan. Bagaimana tidak, di atas karpet halus itu, terbaringlah tubuh naked Ten yang bagian sampingnya hanya tertutup sedikit oleh bulu-bulu karpet.

"Hansol-ah cepat bawa box itu kemari, nanti Ten keburu bangun." Tiba-tiba suara Johnny memecah imajinasinya yang sedang bergerilya. Ia pun berlari menuruni tangga dan memberikan box yang tidak ia tau isinya itu apa kepada Taeil. Taeil pun mengambil box itu dan segera mengeluarkan benda yang berada dipaling atas di dalam box itu.

"Kun, tolong gantung baju ini di kamar mandi dan jaga disana sampai Ten datang nanti. Cegat ia jika Ten akan kabur nanti." Perintah dari taeil langsung Kun kerjakan. Taeil, Johnny, Hansol, Taeyong, Doyoung, Winwin, Jaehyun, dan Yuta memilih duduk di sofa yang mengelilingi karpet ruang tengah dan menunggu Ten siuman yang kalau dihitung hanya perlu 30 detik lagi

"Eunnghhh." Suatu lenguhan terdengar di ruang tengah, yang sontak membuat semua orang yang ada di sekitarnya mengalihkan pandangannya kearah suara itu berpusat. Ditengah ruangan tv, terlihat Ten sedang menggeliat tak nyaman diatas karpet berbulu halus itu. Ia merasakan rasa yang sama seperti hari kemarin dimana ia dihajar habis-habisan oleh kelima adik termudanya itu.

"ahhh panashhh." Desahan Ten terus menggema di dorm NCT, yang membuat celana semua orang didalamnya menggembung dibawah pinggang. Tetapi semua dominan di bangunan itu, berusaha untuk menahan nafsunya karena mereka akan bermain-main terlebih dahulu dengan Ten.

"Ten, jika kau tidak ingin merasa panas lagi, cepat ke kamar mandi dekat ruang makan dan gunakan baju yang tersedia disana." Ujar Taeyong dingin dan penuh nafsu kepada Ten. Ten ingin sekali meredakan hawa panas ini, tetapi hanya ada satu cara, yaitu dipuaskan oleh orang lain. Maka dari itu, Ten hanya mengikuti arahan dari Taeyong.

Ten langsung melesat ke toilet dan langsung memakai baju yang tersedia disitu, tidak memperdulikan Kun dengan tatapan penuh nafsunya itu. Ten membulatkan matanya melihat pakaian yang tergantung dikamar mandi. Tetapi ia tidak peduli dan langsung memakai pakaiannya itu karena ia ingin permainan ini selesai dengan waktu yang cepat.

Seiringan dengan keluarnya Ten dari kamar mandi, Kun membelalakkan matanya melihat Ten yang sangat errr…. menggoda. Bagaimana tidak, Ten memakai pakaian maid berwarna hitam putih dengan bando telinga kucing, dan rok tutu yang sangatlah minim. Dan ia tidak memakai celana dalam. Muka Kun semakin menjadi-jadi saat Ten berjalan menjauhinya, dan terpampanglah pantat sintalnya yang sangat menggoda. Kun pun berjalan mengekori Ten ke ruang tengah

Sesampainya di ruang tengah, semua pasang mata tertuju kepada Ten. Semua raut muka para dominan di ruang itu tidak jauh berbeda dengan muka Kun saat pertama kali melihat Ten. Kilat mata mereka, menyiratkan bahwa mereka ingin memerkosa Ten ditempat itu dan disaat itu juga. Namun itu semua mereka tahan karena mereka akan bermain-main dengan Ten terlebih dahulu.

"Menarilah layaknya stripper, bitch." Satu kalimat yang sangat menyayat hati keluar dari mulut Taeil, orang yang menurut Ten sangat lah dewasa dan berwibawa. Ten sangat tidak menyangka Taeil akan menjadi seperti ini. "Jangan buat kami menunggu, jalang."

Ten hamper menangis ditempat saat itu juga, namun ia tahan karena tidak ingin dihukum lebih berat lagi. Dan mulailah aksi Ten, menari seperti stripper. Ia menari dengan gerak yang sangat sendual sambil memegang-megang tubuhnya sendiri, dan desahan menggairakan tak henti-hentinya keluar dari mulutnya.

"eunghh taeil hyunghhh sentuh akuhhh. Johnny hyunghhh penuhi akuhh. Taeyongh hyungg basahi akuh denganh sperma muhh." Dan seterusnya, Ten terus mendesahkan nama semua dominan yang berada disekitarnya.

"Ten, kemari." Panggil Yuta. "Duduk menghadapku diatas pahaku."

Ten pun menurut saja dan melakukan apa yang disuruh oleh Yuta. Yuta yang telihat sudah sangat tidak tahan lagi itu, mulai menggerayangi tubuh Ten.

"euunghhh hyu-".

"call us daddy, Ten."

"eunghh daddy yuta, touch me morehhh fill me daddyhhh." Nafsu Yuta semakn menjadi-jadi mendengar desahan Ten. Namun ia masih bsia menahan dirinya. Untuk langsung melahap Ten. Yuta memasukkan kedua jarinya kedalam mulut Ten untuk membasahinya sekaligus mengobrak-abrik isi mulut Ten. Setelah dirasa cukup basah, Yuta mengeluarkan jari-jarinya dari mulut Ten dan mengarahkannya ke hole merah berkedut milik Ten.

Yuta mengusap-usapkan jarinya ke mulut hole kemerahan Ten. "eunghh daddy ahhh don't teasehh mehhh."Yuta menyeringai mendengar perkataan Ten.

Yuta pun langsung melesakkan jarinya kedalam lubang Ten, tetapi jari itu kurang panjang untuk mengenai titik kenikmatan Ten. "akhhhh daddyyhhh."

"Kau ingin kuperlakukan seperti ini? Hmm?" Yuta terus memasuk-keluarkan jarinya dari lobang Ten, yang terus dibalas dengan desahan erotis Ten. Yuta baru mengeluar-masukkan jarinya di lobang Ten selama 1 menit, namun Ten sudah menunjukkan tanda-tanda dirinya akan cum. Melihat itu, Yuta mengedipkan sebelah matanya ke Winwin, dan Winwin langsung datang dan memasangkan cockring ke penis berkedut Ten.

"Akhhhh Winwin daddyhh biarkan akuhh cum, ahhh appoohhh." Ten mengalami organsme kering pertamanya dihari itu.

"Tidak hyung, kau harus dihukum agar tidak menggoda orang lain lagi selain kami." Winwin pun berjalan ke sofanya tadi dan tidak memperdulikan rengekah permohonan Ten. Melihat Ten yang menurutnya semakin menggoda itu, Yuta langsung menaruh Ten di sofa yang ia duduki dan berdiri untuk melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada tubuh atletisnya itu. Ten membulatkan matanya saat melihat ukuran penis Yuta, yang lebih besar sekitar 4-5 inchi dari milik minirookies kemarin. Dan tanpa basa-basi Yuta memutar tubuh Ten, sehingga posisi Ten sekarang adalah menungging seperti anjing. Lalu Yuta meludahkan hole Ten sebagai pelumas.

"AAAAAKHHHH DADDY APPOOOOO AKKHHHHH." Yuta memasukkan penisnya dalam satu hentakkan ke hole Ten. Ten merasa jika penis Yuta itu sama dengan penis Mark dan Haechan saat mereka memasukkannya kedalam hole Ten.

Tanpa menunggu satu detik pun, Yuta langsung menggenjot Ten dengan ritme tidak teratur, tetapi yang pastinya lebih ganas dari Mark dan Haechan. "ahh daddy feels good ahhh deeper da-AAAKHHHH."

Tiba-tiba Ten berteriak karena titik kenikmatannya baru saja dihujam penis Yuta denagan sangat kuat. Yuta pun menyeringai dan terus-terusan menghujam titik itu. Ten tidak henti-hentinya mendesah yang membuat junior milik para dominan makin tegak. Bahkan Doyoung, Kun, dan Taeyong sudah melakukan servis solo.

Mendengar desahan menggairahkan Ten, Johnny berjalan kedepan Ten, dan menyodorkan penisnya yang berukuran lebih besar sedikit dari milik Yuta. Ten yang mengerti maksud dari Johnny pun langsung menyambar penis besar itu dengan mulutnya. "Ahhh suck it more bitch fuck so good." Johnny terus-terusan meracau tak jelas saat Ten menyedot penisnya dan memberikan sedikit gigitan.

Johnny sudah sangat tidak tahan. Ia pun menarik penisnya dari mulut Ten, dan memberi kode kepada Yuta untuk memutar badannya, sehingga Yuta berada dibawah Ten.

Setelah kodenya dilakukan dengan baik, Johnny pun berdiri didepan Ten dan memasukkan penisnya kedalam hole Ten yang sudah berisi penis Yuta tanpa persiapan terlebih dahulu.

"AAAAKHHH DADDY NOOO ANDWAEEEE HOLE KU ROBEK AAAAAKHHHH." Jujur, 2 penis minirookie saja sudah membuat holenya sangat kesakitan. Dan kini, penis Yuta dan Johnny di waktu yang bersamaan, sama saja seperti 4 kali penis minirookies yang terasa sangatlah menyakitkan. Namun, hentakkan pertama Johnny , sudah membuat desahan kesakitan Ten berubah menjadi desahan nikmat karena Johnny kangsung menemukan titik kenikmatannya, yang berarti titik itu dihujam berulang-ulang kali oleh 2 penis raksasa.

Ten sudah mengakami organsme kering keduanya, namun Johnny dan Yuta baru saja memberikan kode bahwa mereka akan segera mengalami organsme pertamanya. Dan benar, tak lama kemudian, Johnny dan Yuta menyemburkan spermanya kedalam hole Ten yang terasa lebih banyak dibandinkan total sperma 3J kemarin.

Johnny dan Yuta pun menarik penisnya dari hole Ten, diikuti dengan melubernya sperma mereka berdua dari hole Ten. Namun tak lama, datanglah Taeil, Hansol, Jaehyun, Kun , Winwin, dan Taeyong kehadapan Ten.

Tak membuang waktu sedikitpun, Jaehyun pun mengambil posisi seperti Yuta tadi dan Taeil seperti Johnny. Mereka berduapun langsung melesakkan penisnya kedalam hole Ten. "AKKKHHH jangann kumohonn." Namun takada satupun yang mendengarkan permohonan Ten.

Berbeda seperti tadi, kali ini Hansol memasukkan penisnya ke hole Ten melalui tempat yang tersedia diantara Taeil dan Jaehyun. "AAAAKHHHHH DADDY ANDWAEEEE JANGANNNN AKKHHHHHH." Namun Hansol tetap memasukkan penisnya kedalam hole Ten yang sangat menggoda.

Winwin yang sudah sangat tidak tahan pun mulai beraksi. Ia berjongkok diatas muka Ten dan langsung memasukkan penisnya ke mulut Ten. Winwin melakukan Throat fuck terhadap Ten, yang membuat Ten tersedak kala ujung penis Winwin menyentuh pangkal tenggorokannya.

Tak berhenti disitu, Taeyong dan Kun mengambil posisi masing-masing disebelah kiri dan kanan Ten. Lalu mereka berdua mengambil tangan Ten untuk mengocok penisnya. Meliat Ten yang sangat kesakitan karena tidak bisa organsme, akhrinya Taeil melepaskan cockringnya dan tersemburlah sperma Ten yang sempat tertahan itu. Tak lama, Winwin pun menyembutkan spermanya di mulut Ten dan membuat Ten tersedak, lalu meminum semua spermanya Winwin.

Begitu pula dengan Taeil, Hansol, dan Jaehyun. Mereka bertiga organsme didalam Ten yang terasa jauh lebih penuh dari campuran sperma Johnny dan Yuta tadi. Jika saja Ten mempunyai rahim, ia sudah dipastikan langsung hamil, mungkin langsung lebih dari satu anak.

Tangan Ten terus mengocok penis Taeyong dan Kun, dan akhirnya mereka berdua pun menyemprotkan spermanya di muka Ten. Jujur, Ten merasa sangat seperti jalang. Tetapi munafik jika ia bilang bahwa ia tidak menyukai permainan hyung dan dongsaengnya itu. Ten pun langsung terlelap karena seluruh tenaganya jauh lebih terkuras dari hari kemarin.

Melihat Ten yang terlelap, Taeyong pun iba. Ia mengangkat tubuh Ten kekamarnya dan membilasnya sebentar. Kemudian ia memakaikan piyama kesukaan Ten, dan menyelimutinya di kasur. Sementara dominan yang lainnya membersihkan sisa permainan tadi.

TBC

Annyeong semuaaaa. Sumpah ini ff nista banget aku gangerti lagi sama dirikuuuu~~

Maybe berkat kedua grup gesrek yang seru itu, aku medapatkan ide dan bisa nyelesaiin ff ini sampe jam 2 pagi T.T

Oiya aku mau ngasih tau. Kalo ada yang mau masuk grup jaeyong shipper atau hunkai shipper bisa kirimin id line kalian di pm aku dan bilang kalo kalian mau masuk grup yang mana. Tapi kalo yg grup hunkai itu cocok untuk author yang ingin belajar menjadi nista *plakkk

Lastly review juseyooo

XOXO

aegiji