GyuMin407

Present

"Broken Angel"

Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan

Romance, Drama, Angst, School Life.

Enjoy^o^

.

.

.

Sungmin meniup poni nya berkali-kali sebagai pelampiasan rasa bosannya. Sudah cukup lama dia berdiri di halte bis didepan sekolahnya menunggu Heechul yang katanya ingin menjemputnya tapi sampai sekarang masih belum juga menunjukan batang hidungnya. Sungmin lebih memilih menunggu daripada harus pulang sendirian, dia tidak mau mengambil resiko untuk tersesat karna tidak tau arah jalan pulang.

TIINN… TIINNN…

Sungmin mengeryitkan dahinya saat sebuah Audi hitam berhenti didepannya setelah membunyikan klakson tadi, ini jelas bukan mobil Heechul. Sungmin masih menatap heran mobil sport hitam itu saat sang pemilik mobil menurunkan kaca mobilnya.

'Dia?' batin Sungmin saat melihat siapa yang ada didalam mobil Audi hitam itu.

"Bagaimana jika pulang bersama?" Tawar pemuda berkulit pucat itu dari dalam mobil, pemuda itu sedikit mencondongkan tubuhnya kesamping kirinya. Sungmin memutar bola matanya jengah.

"Tidak perlu, aku dijemput." Jawab Sungmin singkat. Sungmin makin merengut saat melihat pemuda itu beranjak keluar dari mobilnya dan menghampirinya.

"Bagaimana jika jemputan mu tidak datang?" tanya pemuda itu santai.

"Tentu saja aku akan pulang, tapi tentu saja bukan dengan mu, Kyuhyun-ssi." Sungmin memandang sinis pemuda didepannya yang ternyata adalah Cho Kyuhyun. Kyuhyun tertawa kecil saat mendapat tatapan tajam Sungmin yang malah terkesan manis dimatanya.

"Kyuhyun-ssi? Wah.. Ternyata kau memperhatikan juga ya saat aku memperkenalkan diri tadi." Sungmin menatap pemuda didepannya jengah, namun sedetik kemudian dia tersenyum sumringah saat melihat mobil Heechul berjalan mendekat kearahnya.

Kyuhyun mengikuti arah pandang Sungmin yang ternyata tertuju pada seorang wanita dewasa yang sangat cantik dengan tubuh bak model, Kyuhyun mengeryitkan dahinya saat tau wanita itu adalah Kim Heechul.

'Heechul Noona? Ada hubungan apa Sungmin dengan Heechul Noona?' batin Kyuhyun.

"Minnie-ah, maaf Eonni telat.. Tadi Eonni harus bertemu dengan salah seorang klien dulu sebelum kesini… Eh- Kyuhyun?" Sungmin menatap bingung Heechul dan Kyuhyun bergantian, kenapa Heechul bisa kenal Kyuhyun?.

"Annyeong Noona." Sapa Kyuhyun. Heechul hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

"Kalian saling mengenal?" Tanya Sungmin dengan suara parau. Kedua orang itu mengangguk secara bersamaan.

"Dia sepupu jauh Hangeng, Min. Dan, Kyu. Ini Lee Sungmin, adik sepupu Noona yang minggu lalu Noona ceritakan. Oiya, Min. Eonni mendapat rekomendasi sekolah itu yaa dari Kyuhyun ini." Jelas Heechul, Sungmin hanya sweatdrop diposisinya.

'Kenapa dunia sempit sekali?' batin Sungmin menatap Kyuhyun dan Heechul dengan tatapan sendu.

"Apa kalian tadinya ingin pulang bersama? Ahh kalau begitu kenapa aku harus repot-repot kesini?."

"TIDAK! Aku tidak berniat pulang bersamanya!." Sangkal Sungmin tegas, Kyuhyun menatap Sungmin tajam dan tentu saja diabaikan Sungmin.

"Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang Eonni!" Sungmin pun berjalan kearah mobil Heechul dengan langkah yang tergesa-gesa. Heechul hanya menatap adik sepupunya itu dengan tatapan heran, sedangkan Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Baiklah Kyuhyun-ah, Noona duluan ne? Tuan putri itu menyebalkan kalau sudah merajuk."

"Ah, ne. Hati-hati dijalan Noona."

Heechul pun bergegas menghampiri mobilnya, ia hanya menggelengkan kepalanya kala melihat wajah Sungmin yang ditekuk dibalik kaca mobil.

.

.

.

"Wahhh… Kyuhyun sudah memulainya." Hyukjae tersenyum lebar dari tempat persembunyiannya bersama teman-temannya yang lain.

Kini ketiga pemuda itu tengah bersembunyi dibalik semak-semak dekat halte, mengawasi Kyuhyun yang menurut sudut pandang mereka tengah membujuk Sungmin agar mau pulang bersamanya. Mereka tidak tau kalau tawaran Kyuhyun untuk mengatar Sungmin sedang ditolak habis-habisan oleh Sungmin.

"Hm.. Tapi sepertinya ini tidaklah mudah." Sahut Donghae, Hyukjae dan Minho pun mengangguk setuju dengan ucapan Donghae.

.

.

.

"Ini bukan jalan pulang, kita mau kemana?" Sungmin berbicara tanpa mengalihkan pandangannya yang kini menatap keluar jendela, menatap gedung-gedung pecakar langit yang berjejer dengan angkuhnya dihampir setiap sudut jalan.

"Kerumah sakit."

Sungmin langsung menegakkan tubuhnya dan memandang Heechul geram, sedangkan yang ditatap tidak mengalihkan pandangannya dari arah jalan didepannya.

"Aku tidak mau kesana. Turunkan aku disini, atau aku akan melompat!." Ancam Sungmin, Heechul masih belum menunjukan tanda-tanda berhenti, dengan gerakan cepat Sungmin melepas seatbeltnya dan hendak membuka kunci pintu saat Heechul tiba-tiba menghentikan mobilnya dengan sangat mendadak, membuat Sungmin harus rela dahinya memerah karena tersantuk dashboard mobil.

"KAU GILA?! KAU MAU MATI, HAH?!" Teriak Heechul kalap, dia tidak bisa membayangkan jika tadi Sungmin benar-benar membuka pintu mobil dan melompat keluar. Sungmin menatap Heechul tak kalah tajamnya dengan tatapan Heechul pada Sungmin.

"AKU SUDAH BILANG KAN, AKU TIDAK MAU KERUMAH SAKIT! JANGAN MEMAKSAKU!" Sungmin membuka pintu mobil dan menutupnya kasar hingga terdengar suara dentuman yang cukup keras.

Heechul hanya menatap punggung Sungmin yang menjauh dengan tatapan sendu. Heechul menyayangi Sungmin, Sungguh. Dia hanya tidak mau Sungmin seperti ini terus, dia hanya tidak mau Sungmin terus-terusan hidup dalam luka nya dimasa lalu. Dia hanya ingin Sungmin nya yang dulu kembali lagi, hanya itu keinginanya. Dan tak lama kemudian terdengar suara isakan dari dalam mobil itu.

"Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini?" lirih Heechul.

.

.

.

Sungmin berjalan dengan langkah tergesa-gesa, tak dipedulikannya sudah berapa banyak orang-orang yang mengumpatinya karna tak sengaja ditabraknya. Sungmin tidak tau akan kemana langkahnya akan membawanya, ia hanya ingin menjauh, menjauh dari semuanya, menjauh dari Seoul, dari Korea Selatan.

BRUUKK

Sungmin terjatuh saat menabrak punggung seorang pria yang berdiri didepannya, Sungmin tidak mencoba untuk bangun dari jatuhnya, tenaganya sudah habis karna berjalan tadi. apalagi hatinya, hatinya sudah terlalu lelah menanggung semuanya sendirian.

Beberapa orang yang kebetulan lewat pun hanya memandang Sungmin prihatin, gadis itu nampak sangat kacau. Seragam sekolahnya kusut, rambutnya berantakan dan basah karena keringat yang mengalir didahinya, matanya berkaca-kaca menahan tangis, wajanya pun kini memucat.

"Sampai kapan kau akan duduk disitu? Semua orang memperhatikanmu." Sungmin mengadahkan kepalanya keatas menatap seseorang yang tadi berbicara dengannya. Sungmin agak tersentak saat tau Kyuhyun lah yang ada didepannya.

"Ayo, berdiri dan tunjukan wajah angkuh mu." Kyuhyun mengulurkan sebelah tangannya kearah Sungmin, menunggu gadis itu untuk menggapainya. Namun, tentu bukan Sungmin jika dia menggapai tangan itu, dengan angkuhnya gadis itu beranjak berdiri dan menatap Kyuhyun tajam.

"Nah, begini lebih baik. Kau tau? Wajahmu tadi sungguh menyedihkan." Kyuhyun menarik sebelah tangannya dan memasukannya kedalam saku celananya, menatap Sungmin intens didepannya.

"Urus saja urusanmu sendiri." Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang kini tengah menatapnya dalam diam. Kyuhyun hanya memperhatikan Sungmin dari tempatnya sebelum akhirnya memutuskan untuk mengikuti gadis itu.

Bukan tanpa alasan Kyuhyun bisa muncul di hadapan Sungmin tadi, sebenarnya Kyuhyun memang sudah mengikuti gadis itu sejak melihat Sungmin keluar dari mobil Heechul dengan raut wajah kesal dan penuh emosi. Kebetulan saat dijalan tadi, mobil Kyuhyun berada tidak terlalu jauh dari mobil Heechul, Kyuhyun sempat bingung saat melihat mobil Heechul tiba-tiba menepi dan berhenti. Tapi setelah melihat Sungmin keluar dari mobil dengan wajah seperti itu, Kyuhyun menyimpulkan bahwa kedua gadis itu sedang bertengkar.

"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dibalik poker face mu itu, Lee Sungmin?" Gumam Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung Sungmin yang berjalan tidak terlalu jauh dari nya.

.

.

.

"Maaf Paman, Sungmin mungkin sedang lelah karna ini hari pertamanya disekolah jadi dia tidak bisa mampir kesini untuk menjenguk bibi." Heechul membungkukkan tubuhnya sebagai permintaan maafnya kepada Paman dan Bibinya.

"Anak itu benar-benar!" Sungut ayah Sungmin emosi, Heechul semakin menundukan wajahnya kala melihat tatapan penuh emosi ayah Sungmin.

"Kangin-ah, sudahlah…" ayah Sungmin menoleh kearah wanita disampingnya, ia menghembuskan nafasnya berat kala melihat tatapan lembut istrinya. Tatapan wanita itu selalu lembut, penuh kasih sayang. Sayang, hanya Sungmin yang tidak bisa merasakan tatapan itu.

"Kau selalu membelanya, Leeteuk-ah. Bahkan dia belum sekalipun menjenguk mu sejak pertama kali dia menginjakan kakinya disini." Wanita paruh baya itu tersenyum lemah kearah suaminya.

"Aku mengerti kenapa dia tidak mau menjenguk ku, aku mengerti kenapa sampai sekarang dia masih membenciku, aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Hanya tau dia mau menetap disini sampai aku sembuh saja itu sudah cukup bagiku." Wanita itu tersenyum lagi. Sungguh, wanita ini sangat baik, andai saja Sungmin bisa melihat kebaikan dan ketulusannya. Heechul membuat tekad didalam hatinya, dia akan membuat hubungan Sungmin dan ibunya membaik. Dia berjanji.

.

.

.

Pria paruh baya itu menatap sebuah foto ditangannya dengan tatapan sendu. Seorang wanita cantik dengan seorang bayi digendongannya terlihat begitu bahagia dengan semyum yang menghiasi wajah cantik wanita itu.

"Biasanya, jika aku merindukan mu… Aku akan menatap wajah Sungmin untuk mengobati rasa rinduku, tapi sekarang Sungmin tidak disini. Aku merindukanmu, Jae. Merindukan Sungmin juga. Aku merindukan kalian berdua, sungguh." Pria paruh baya itu tersenyum miris menatap foto yang digenggamnya. Bayangan akan masa lalunya dengan ibu Sungmin mulai berlalu-lalang diotaknya, sampai sebuah ketukan pintu akhirnya menyadarkannya kembali.

"Silahkan masuk." Ucapnya tegas, ia kembali memasukan foto digenggamannya kedalam laci meja kerjanya.

"Ada klien dari China yang ingin bertemu dengan Direktur."

"Oh, persilahkan dia masuk kalau begitu."

Sekretarisnya pun mengangguk dan segera menghilang dibalik pintu, begitu kembali dia membawa seseorang klien dari China tersebut. Seorang pengusaha yang bisa dibilang sangat muda karna usia nya yang baru menginjak 25 tahun namun sudah menjadi salah satu CEO disalah satu anak perusahan ayahnya.

"Hangeng-ah!" sapa pria paruh baya itu. Pemuda yang ternyata Hangeng itu pun melangkah mendekati pria paruh baya itu dan beranjak memeluk pria paruh baya yang sudah ia anggap ayahnya ini.

"Yunho Ahjussi, lama tidak bertemu"

.

.

.

Sungmin terduduk didepan gundukan tanah itu, sudah lebih dari sepuluh tahun dia tidak mengunjungi makam ibunya. Sebenarnya dia sangat ingin kesini, tapi dia tidak mau menginjakan kakinya lagi di Negara ini sejak 10 tahun yang lalu, dia yakin ibunya pasti mengerti alasan mengapa dia tidak mengunjungi makam ibuya selama 10 tahun belakangan.

"Eomma… Akhirnya aku disini. Maaf aku tidak pernah mengunjungi mu sepuluh tahun belakangan ini, Eomma pasti mengerti kan bagaimana perasaan ku? Karna didunia ini hanya Eomma dan Yunho Appa lah yang paling mengerti perasaan Sungmin." Isakan Sungmin mulai terdengar, pertahanannya sejak tadi hancur sudah. Gadis ini menangis sejadi-jadinya didepan makam ibunya. Meluapkan semua keluh kesahnya pada Eommanya, Eomma kandungnya.

"Eomma, aku tidak suka disini. Semua orang disini jahat, aku lebih suka bersama Yunho Appa di Jepang Eomma… Eomma, Sungmin rindu Eomma…" Sungmin menelengkupkan wajahnya diantara kedua tangannya.

Sementara dibalik pohon maple tak jauh dari makam ibu Sungmin, Kyuhyun memandang punggung Sungmin miris. Dia mendengar semuanya, keluh kesah dan beban apa yang tadi Sungmin ceritakan didepan makam ibunya dia dengar. Kini dia bisa sedikit memahami gadis itu, kenapa gadis itu terlihat dingin dan angkuh, kenapa gadis itu menutup diri dari dunia luar seakan dia tidak membutuhkan siapa-siapa didalam hidupnya. Gadis itu kesepian, gadis itu tidak memiliki tempat untuk bersandar saat dirinya kalut. Dia memiliki luka yang Kyuhyun tidak tau apa yang tidak bisa disembuhkan gadis itu sampai sekarang, gadis itu sendirian, dan dia kesepian.

"Aku akan membantu mu." Gumam Kyuhyun pelan, bahkan sangat pelan hingga hanya dirinya sajalah yang mampu mendengarnya.

.

.

.

Sungmin mendengus kesal saat melihat Kyuhyun tengah bersandar didepan mobilnya yang diparkir tak jauh dari area pemakaman.

'Apa anak ini mengikuti ku sampai kedalam? Tidak mungkin, hanya ada aku saja tadi didalam.' Batin Sungmin was-was, bisa gawat kalau sampai Kyuhyun mengetahui sisi rapuhnya.

"Mata mu bengkak, habis menangis?" Kyuhyun menunjuk kedua mata Sungmin yang merah dan membengkak, Sungmin memutar bola matanya malas dan memukul tangan Kyuhyun yang menunjuk kedua matanya.

"Bukan urusanmu." Sungmin baru saja akan melangkah pergi saat tangan Kyuhyun mencekal sebelah tangannya. Sungmin menatap tangan Kyuhyun , lalu beralih menatap Kyuhyun.

"Lepaskan! Aku mau pulang!"

"Aku antar!" Kyuhyun langsung menarik tangan Sungmin masuk kedalam mobilnya, setelah memasangkan seatbelt pada Sungmin, Kyuhyun bergegas masuk kedalam mobilnya dan mengunci pintu. Kyuhyun terkekeh saat melihat Sungmin tengah memandangnya dengan tatapan jengkel dan kesal, menurut Kyuhyun, wajah Sungmin akan terlihat sangat manis jika sedang memerah. Meski memerah karna kesal.

"Kau menyebalkan!." Sungut Sungmin, gadis itu lebih memilih untuk membuang mukanya menatap keluar jendela.

"Aku anggap itu pujian." Sahut Kyuhyun cuek dan mulai menjalankan mobilnya menjauhi area pemakaman.

.

.

.

Sungmin memasuki rumah dengan langkah gontai, dia merasa tenaga nya terkuras habis-habisan hari ini. Ia mengacuhkan Heechul yang tengah duduk disofa ruang tengah dan melipat tangannya didada, dan jangan lupakan tatapan nya yang mengerikan itu.

"Lee Sungmin, dari mana saja kau?" Heechul sebenarnya sudah tau Sungmin kemana, karna Kyuhyun tadi memberitahunya lewat telfon. Tapi dia hanya ingin tau, apakah Sungmin masih marah dengannya atau tidak.

"Bukan urusanmu." Sungmin melangkah menaiki tangga kelantai dua tempat kamarnya berada. mengacuhkan tatapan kaget Heechul, dia hanya ingin istirahat dengan nyenyak dikasurnya sekarang.

"Ternyata dia masih marah." Heechul menghela nafasnya lelah.

.

.

.

"Oh, ada Hangeng Gege…" Sungmin sedikit tersentak saat melihat tunangan Heechul itu kini tengah duduk dimeja makan bersama Heechul, Hangeng tersenyum tipis melihat keterkejutan Sungmin.

"Hai, Min. Duduklah, kita sarapan bersama." Sungmin mengangguk dan segera melesat duduk dikursinya, tepat dihadapan Heechul.

"Kau masih marah padaku, Min? Eonni minta maaf, Min. Eonni tidak bermaksud begitu." Hangeng hanya tersenyum melihat interaksi kedua saudara itu, Heechul memang sudah menceritakan masalahnya dengan Sungmin semalam.

Mendengar suara tangisan Heechul saat menceritakan masalahnya semalam membuat Hangeng merasa tidak tega dengan tunangannya, ia pun langsung bergegas untuk pulang ke Korea. Bahkan dia baru sampai diKorea 1 jam yang lalu dan langsung kesini untuk melihat keadaan tunangannya.

"Aku sudah tidak terlalu memikirkannya kok. Eonni apa kau menangis semalaman? Aishh lihat matamu jadi bengkak begitu, kau tidak cantik lagi tahu!"

"YAAAA! Aku menangis juga gara-gara siapa? Huh."

"Sudah-sudah… cepat habiskan sarapan kalian." Hangeng terkekeh melihat wajah muram Heechul dan Sungmin yang sedang tertawa. Hangeng jadi teringat percakapannya dengan Yunho kemarin.

"Oiya, Min. Kemarin Gege bertemu dengan Yunho Ahjussi, dan ada berita bagus untuk mu."

"Benarkah? Apa itu?" Sungmin menghentikan makannya dan memilih menatap Hangeng intens.

"Beliau akan ke Korea minggu depan, itu pun jika tidak ada halangan…"

"Benarkah? Waa..." Sungmin menghentikan ucapannya saat mendengar bel rumah berbunyi karna ditekan seseorang.

"Biar aku yang buka!" Ucap Sungmin semangat dan langsung melesat keluar. Hangeng dan Heechul hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin.

.

.

.

Sungmin terkejut bukan main saat melihat Kyuhyun lah yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya. Untuk apa anak ini ada disini pagi-pagi begini? Pikir Sungmin.

"Mau apa kau disini?" Tanya Sungmin dingin, Kyuhyun hanya tersenyum dan langsung melenggang masuk kedalam rumah, tidak memperdulikan tatapan heran Sungmin padanya.

"Oh, Kyu? Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Hangeng bingung saat melihat adik sepupunya tengah duduk manis dimeja makan.

"Menjemput Sungmin. Dan, kapan Hyung kembali dari Jepang?"

"Baru saja. Kamu dekat dengan Sungmin, Kyu?" Sungmin yang baru sampai dimeja makan pun hanya mendengus sebal melihat kelakuan Kyuhyun, lihat saja, pemdua itu kini mengambil alih piring sarapan Sungmin dengan seenak jidatnya.

"Kami satu sekolah, Hyung." Jawab Kyuhyun dengan mulut penuh dengan makanan.

"Sudah, habiskan sarapan kalian dan lekaslah berangkat." Titah Heechul.

"Apa? Berangkat dengan dia? Tidak, terimakasih!" Sahut Sungmin.

"Lalu kau akan berangkat dengan siapa? Aku dan Hangeng ada urusan setelah ini, dan kebetulan kan Kyuhyun ada disini dan dia satu sekolah denganmu. Kalau kamu tidak mau ya terserah, naik bis saja sana." Sungmin melotot mendengarnya, ia menghentakkan kakinya sebal dan bergumam tidak jelas, Kyuhyun hanya tertawa melihat tingkah Sungmin yang kekanakan menurutnya.

"Aiishhhhhh!" desis Sungmin sebal. Pagi-pagi sudah ada saja yang membuat moodnya jelek begini.

.

.

.

To be continued

.

.

Wahh responnya ternyata lumayan yaaa hehe :D tapi ini masih percobaan, kalau yang minat sedikit, yasudah tamat sebelum waktunya hehe._.

Tetep review yaaa, semakin banyak review akan semakin cepat saya update hihi^^

Hmm.. sedikit curhat, ini cerita sebenernya pasaran banget-_- para readers pasti pernah deh nemu-nemu ff yang jalan ceritanya begini. Tapi, Author bakal coba buat bikin ff ini beda dari yang lain *Asooyyyy. Ya meski gak beda-beda banget sihh…

Meski gak jelas namun saya masih sangat mengharapkan setidaknya kritik dan saran dari reader. Jadi, stay tune dan tetep review, ne? :D

Big Thanks To : InnaSMI137, is0live89, Kyutmin, Lilin Sarang Kyumin, dan ImSFS

-GyuMin407-