Title : fairy tale failed sehun wind witch
Main cast : Sehun, Kris and other
Pairing: Sehun centric/ kailu/ xiuchen
Genre: fantasy, humor(?) romance
Rating: SU ( semua umur )
lenght: sepanjang masa
Disclaimer: ?,,,,,,
ff yang aku garap ngak serius, chap depan paling tamat tapi ngak tahu
kapan post lagi bisa bulan depan atau tahun depan-_-"
.
.
Di sebuah kerajaan besar, seorang raja pemimpin negri duduk termenung memikirkan sesuatu, ia merasa gelisah dan nampak ketakutan lalu datang seorang namja yang terlihat masih muda dan berawakan pendek memakai jubah hitam, penampilanya mirip para penyihir pada umumnya dan memang dia seorang penyihir, penyihir do sebutanya.
" selamat siang yang mulia han " sapanya sopan, namja paru baya yang di panggil yang mulia han berbalik menatapnya, menghela nafas panjang ia berujar
" penyihir do. sepertinya anda sudah keterlaluan menghukum putraku, dia putraku satu-satunya, dialah penerusku satu-satunya, kalau dia tak kembali seperti semula akan seperti apa negri ini bila tak ada raja yang jadi penerusku " penyihir do tersenyum
" maaf... bukan maksud aku berbuat jahat pada anakmu tapi yang aku lakukan adalah pelajaran untuknya, tenang saja dia pasti akan kembali dengan pasanganya " jawab penyihir do, raja han menghela nafas lagi ia masih ragu dengan putranya, ia tidak yakin putranya akan segera terbebas dari hukuman itu apa lagi ia kembali membawa pasanganya?.
" jangan remehkan rencanaku yang mulia han. aku sudah menyusun siapa yang akan kelak akan mendampingi pangeran dan anda tak akan menyesal walau dia bukan dari kalangan orang biasa tapi orang yang luar biasa " yang mulia han mengerutkan keningnya dan menatap penyihir do penasaran.
" apa dia dari kalangan bangsawan? "
" kau tidak boleh tahu, ini akan menjadi kejutan "
yang mulia han menatapnya bingung
" nanti kau juga tahu, aku harap kau menerimanya " katanya dan mendadak ia menghilang dengan meninggalkan kepulan asap, yang mulia han menghela nafas berat, ia tidak mengerti dengan apa yang di rencanakan penyihir do, padahal setaunya, putranya bukan anak yang nakal, dia penurut dan sedikit manja, apa yang salah?. desah yang mulia han putus asa.
.
.
sementara itu di negri sebrang, di dalam sebuah istanah.
drap
drap
drap
" sehunah... " baekhyun salah satu pelayan kepercayaan permaisuri berlari menghampiri sehun yang sedang memasak menoleh kepadanya dengan tatapan bingung
" ada apa baek ? " tanyanya , baekhyun tidak bisa menjawab nafasnya masih tersegal-segal karena berlari dari kastil timur ke kastil barat yang jauh tanahnya 1000 hektar.
" yang mulia permaisuri mencarimu " jawabnya setelah nafasnya sudah kembali normal, sehun mengernyit bingung
" mencariku? " gumamnya
" iya, dia ingin tahu sup yang kau berikan tadi pagi, ayo ikut " baekhyun langsung menyeret sehun tak memberi kesempatan sehun menjawab, sehun memang agak bingung sejak ia di bawa kesini, terutama sang ratu yang tiba-tiba tertarik padanya, tidak ada yang istimewah hanya saja ia lebih di kenal ratu dan membuatnya banyak di benci para pelayan istanah yang sudah lama bekerja di kastil, mungkin mereka iri.
sehun ingat ia berada di sini karena ikut 2 pemuda yang tak di kenal dan ternyata salah satunya yang berkulit agak gelap adalah pangeran dari kerajaan ini, sehun sempat kagum namun kekagumanya hilang setelah melihat sifat asli sang pangeran yang begitu sombong dan menyebalkan, sehun tidak betah tinggal di istanah yang membingungkan ini dan lagi ia tidak bisa bebas, sehun adalah wind yang berarti selalu bebas, ia benci selalu terkurung di istanah tapi mau bagaimana lagi ia lupa arah jalan pulang dan sepertinya tidak buruk juga ia tinggal di istanah, ia mendapat teman-teman baru yang menarik, ada baekhyun pengawal pribadi permaisuri, lay dan kyungsoo koki istanah, sehun sempat kaget pertama kali melihat kyungsoo yang begitu mirip dengan penyihir do dan ternyata bukan setelah ia menjelaskan kalau ia sudah menjadi koki istanah selama 5 tahun yang lalu dan ia juga mengatakan ia datang dari desa glory ( sehun tidak tahu letak desa itu, entah ada atau khayalan ) bersama hyunsik si tukang kebun, dan sehun percaya saja walau ia masih sedikit ragu.
oh ya. sehun di sini di angkat sebagai pelayan setelah jongin membawanya ke istanah, orang-orang keberatan sehun orang asing di anggap seperti tamu, begitulah akhirnya.
cklek
sehun tersadar dari lamunanya setelah mereka sampai di ruang pribadi sang ratu, mungkin saking jauhnya pikiran sehun sampai melayang kemana-mana(?).
baekhyun menyapa penjaga, lalu penjaga itu mengizinkan baekhyun dan sehun memasuki ruang pribadi ratu yang katanya tak sembarang orang boleh memasukinya termasuk pangeran jongin anaknya sendiri, di dalam ruangan seorang wanita paru baya yang terlihat masih cantik duduk dengan anggun dengan gaun warna ungu khas bangsawan, wanita itu mengalihkan tatapanya pada sehun dan baekhyun lalu tersenyum.
baekhyun dan sehun berdiri di depan wanita itu dan menunduk hormat
" yang mulia saya membawa sehun kemari " ucap baekhyun sopan
wanita yang di panggil yang mulia, berjalan mendekati sehun.
" kamu rupanya jago masak, aku kagum masakanmu " puji sang ratu, sehun hanya senyum-senyum salah tingkah
" sup apa yang kau sajikan tadi pagi, kenapa kuahnya warna-warni dan bentuk ampasnya juga lucu berbentuk binatang laut " kata sang ratu lagi, sehun diam, ia mulai merasa janggal.
" sup apa itu, sehun ? " tanyanya.
" sup kuda laut " jawabnya datar , baekhyun melotot lalu membenarkan ucapan sehun " rumput laut yang mulia " yang mulia ratu terdiam, meloading (?) lalu kemudian menganguk
" oh ya, bisakah kau membuat masakan yang lebih unik? menantuku besok akan datang " katanya
" sekarang kalian boleh pergi " katanya lagi mengusir (?) dua pelayan itu,lalu dua pelayan itu keluar ruangan , baekhyun menyeret sehun keluar ruangan yang lumayan jauh agar para penjaga dan pelayan lain tak mencurigainya,
" sup apa yang kau berikan pada ratu? " gertaknya memojokan sehun, sehun tentu tak gentar dengan gertakan baekhyun mengingat ia memiliki badan yang cukup tinggi jadi mana mungkin ia takut dengan baekhyun yang mirip kurcaci itu.
" sebenarnya itu bukan sup, itu eksperimen percobaanku " baekhyun melotot horor dan semakin menekan sehun ke dingding
" kau mau membunuh sang ratu, menjadikanya kelinci percobaanmu ? " sehun menyentak tangan baekhyun kasar, ia tersinggung baekhyun menuduhnya
" apa maksudmu, aku memang yang memasaknya tapi bukan aku yang menghidangkanya ke ratu " jelas sehun membela diri, baekhyun menyipitkan matanya yang sudah sipit malah makin tak terlihat
" kau pikir aku percaya?" ucapnya lalu berbalik pergi meninggalkan sehun, sehun mendengus kesal, ini bukan pertama kali sehun di tuduh, ia sering di tuduh dan fitnah saat pertama kali datang, sehun juga tidak tahu siapa yang tega melakukanya, sehun beramsumsi orang yang lebih senior(?) tidak menyukai kedatanganya, mungkin ini adalah rencana untuk menendangnya keluar, sehun tak keberatan keluar dari sini, tapi masalahnya ia tak tahu arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu...*plak.
.
.
malamnya waktu istirahat.
ruangan khusus tempat istirahat para pelayan, satu ruangan terdapat 4 tempat tidur bersusun, ranjang pertama di tempati hyunsik di kasur bawah, kyungsoo di atas, ranjang ke 2 di tempati baekhyun dan lay di atas, ranjang ke 3 di tempati hyunseung dan sungmin di atas dan ranjang terakhir di tempati dongho dan sehun di atas, awalnya sehun yang di bawa karena dia badanya besar dan tinggi tapi dongho tidak mau, dia bilang tidak suka tempat tinggi, dongho takut ketinggian.
seperti para pelayan pada umumnya, saat waktu istirahat sebelum tidur, para pelayan istanah mengerombol membentuk lingkaran dan mulai bergosip.
" kau tahu. aku dengar dari yang mulia ratu besok tunangan pangeran akan datang " mulai baekhyun yang merupakan telinga besar(?) sang ratu.
" benarkah? aku tidak sabar bertemu putri luhan " saut sungmin antusias.
" kau tahu... putri luhan sangat cantik,cuma dia yang pantas jadi pendampingnya pangeran jongin"
" iya-iya benar ! " hyunseung tak ketinggalan ikutan heboh, sehun yang tak ikutan obrolan itu hanya mendengus kesal pura-pura tidur, ia masih kesal dengan kejadian beberapa saat ini tentang seseorang yang berusaha menjebaknya.
tapi siapa, apa dia ada di antara mereka? sehun melirik sekilas segerombolan orang-orang yang sedang asyik bergosip itu.
kalau di antara mereka siapa menurutmu? apakah hyunsik yang tidak menyukai kehadiranya? tapi kayaknya tidak mungkin, dia terlihat biasa-biasa saja, tak ada rasa dendam, ketemu saja jarang dan mereka jauh, ketemu cuma waktu mau tidur doang, satu ruangan.
kyungsoo? dari awal sehun sudah mencurigainya, tapi sifat polos yang terlihat bego membuat sehun bingung, tapi bisa jadi dia pelakunya, kan dia juga koki bisa saja dia yang mencuri masakan sehun dan menghidangkanya pada ratu, sayangnya sehun tidak punya bukti kalau memang benar kyungsoo yang melakukanya, lalu apakah dia dongho, hyunseung, sungmin atau lay?.
menurut sehun, orang yang paling di curigai adalah baekhyun, dia adalah kaki tangan sang ratu, mungkin baekhyun tidak menyukainya karena ratu selalu kagum pada sehun dan menjadi pelayan favoritnya, bisa jadi! tapi ada beberapa keganjalan yang tidak mungkin baekhyun yang melakukanya itulah yang membuatnya bingung, di lihat dari cara-caranya orang itu memiliki kekuatan magis, itu berarti ada penyihir lain di istanah ini, dia pasti tahu sehun juga penyihir karena itulah ia sengaja memfitnah sehun agar ia di usir dari istanah, sehun tersenyum menyeringai, mengingat ada penyihir lain yang juga ada di istanah ini membuat sehun semangat dan betah berada di istanah , tak peduli ia saingan sekalipun. sehun senang karena akhirnya ia punya " teman bermain "
" aku ingin tahu siapa orangnya, berani-beraninya dia membuat masalah denganku, kau tidak tahu siapa aku, aku adalah penyihir angin, penyihir terkuat dari barat " batinya sombong, sepertinya ia lupa, ia sedang kehilangan kekuatanya dan tentunya tak akan menang melawan orang itu, yang entah penyihir atau manusia biasa.
sehun menutup matanya dan tertidur pulas tak mempedulikan dengan para pelayan yang masih asyik bergosip, salah satu dari mereka diam-diam memperhatikan sehun, lalu tersenyum sinis.
.
.
ke esokan paginya istanah sudah heboh dengan kabar berkunjungnya sang tunangan pangeran, entah seperti apa orang itu? kenapa semuanya nampak sibuk? seperti apa orang yang bernama luhan? kelihatanya semuanya nampak sehun jengah, ia bosan dengan semua pelayan yang antusias saat menyebut nama luhan, entah seperti apa orangnya mengapa di eluk-elukan?.
" hei, sehun! " seseorang tiba-tiba memanggilnya, sehun menoleh dan melihat jongin tepat berdiri di belakangnya memamerkan senyum menyebalkan menurut sehun
" ada apa ? " saut sehun ketus, sehun memang terkenal tidak ada sopan santunya pada siapapun, anehnya ratu malah menyukainya.
" temani aku "
" kemana? " tanya sehun
" kemana saja " jawab jongin cuek dan berjalan meninggalkan sehun, sedangkan sehun terpaksa harus mengikuti pangeran pergi, dengan setengah hati ia berlari mengejar jongin yang sudah lumayan jauh,
jongin berjalan menghampiri kudanya lalu menaiki, ia menatap ke bawah ke arah sehun yang terengah-engah mengatur nafasnya karena berlari.
" ayo naik " sehun membulatkan matanya shok, ' apa tadi katanya? jongin menyuruhku naik ke kudanya? kita akan naik kuda bersama?" batin sehun tak percaya
" ck, maksuku naik ke kudamu kita akan balapan " kata-kata jongin menyadarkan khayalan sehun, sehun cemberut kesal lalu berbalik menatap kuda coklat dengan telinga putih dan ekornya juga putih di depanya, corak kudanya sedikit aneh tapi memiliki tubuh yang gagah.
" wah... kuda yang perkasa, tapi bukankah kebanyakan kuda pacuan betina, apa dia kuda betina? " gumam sehun heran
" aku namja " sehun membulatkan matanya bisa bicara?.
" aku tahu kau adalah penyihir dan aku juga tahu kau memahami bahasa kami! namamu sehun witchykan? " sehun makin melebarkan matanya, tak di sangka identitasnya diketahui dengan mudah oleh seekor kuda.
hup
sehun menarik leher panjang kuda itu untuk membungkuk menyamai tingginya agar tidak di dengar jongin.
" bagaimana kau tahu siapa aku? " bisik sehun pelan berharap jongin dan pelayan yang memegang kudanya tidak itu memutar bola matanya lalu menjawab.
" tentu saja aku tahu, kami bangsa binatang memiliki kelebihan, kelebihan kami bisa melihat isi hati seseorang " jawab sang kuda, sehun cemberut ia kesal gara-gara terlalu sering bergaul dengan manusia membuatnya ia lupa dengan kekuatanya yang bisa berkomonikasi dengan binatang.
" siapa namamu? " tanya sehun
" suho...dan yang di naiki pangeran, siwon kakaku " jawab sang kuda
" oke suho! aku minta jangan bocorkan rahasia ini " suho mengakat alisnya ( yang sebenarnya tidak punya alis ) menatap sehun jengah.
" dengar ya sehun pinky-"
" sehun witchy " ralat sehun, suho memutar bola matanya malas
" oke, sehun witcy, dan lagi aku kuda tak ada manusia yang mengerti bahasaku jadi itu tidak mungkin mereka akan tahu rahasiamu, aku teriak-teriak sampai lehernya putus mereka juga tak akan mengerti "
" good...dengar aku sengaja menyembunyikan identitasku karena aku sedang mencari penawar untuk menyembuhkan kecadelanku "
" pfftttt..." suho hampir saja meledak tawa mendengar perkataan sehun barusan, sehun menatap kesal.
" aku tidak tahu siapa penyihir itu, dia menyihirku menjadi cadel saat mengucapkan mantra dan jadinya aku tidak bisa mengunakan mantraku dan aku yakin dia juga ada di kastil ini " suho menganguk mengerti
" ooh...kau mencari penyihir lain? " sehun menganguk
" memang benar di kastil ini ada penyihir lain selain kau " jawab suho yang membuat sehun penasaran
" dia sudah ada di sini sebelum pangeran lahir " sehun makin penasaran dan tidak sabar ingin mengetahuinya " dia-"
" yaa sehuanah apa yang kau lakukan, apa kau sedang bicara dengan kuda? " teriak jongin mengejek, ia cukup jengah menunggu sehun yang malah asyik bercanda dengan kuda, jongin tidak heran sehun bisa berkomunikasi dengan kuda karena menurutnya sehun itu tinggal di hutan dan tentu teman-temanya binatang, siapa lagi tidak mungkin ada manusia di sana.
" kita bicara nanti saja " kata sehun lalu melompat menaiki punggung suho dan berlari menyusul pangeran.
.
di tengah hutan exosia
pasangan xiuchen tetangga sehun, keluar dari pondok dengan membawa bekal, chen mengunci rumah lalu mengankut barang-barangnya ke pundak ,kelihatanya mereka akan pergi, kris yang sedang duduk di teras rumah menanti sang majikan menatap mereka penasaran.
" oh kris..., jangan merindukanku ya, kami akan pergi ke barat mengunjungi saudara kami merayakan natal di sana, mungkin kami akan kembali saat musim semi, jadi maaf aku meninggalkanmu, beritahu sehun kalau dia sudah kembali " kata xiumin pada kucing hitam itu, kris menatapnya sebal, sudah beberapa hari majikanya tidak pulang dan ini satu-satunya tetangganya akan pergi ke barat itu berarti dia akan sendirian di hutan.
" bye~bye , kris~ " ucap chen melambaikan tanganya, kris tahu ia sedang mengledeknya, lalu pasangan itu kris sendirian.
kris masih duduk di teras rumah ia masih setia menunggu sang majikan, kris senang sehun tak ada di rumah, tapi sehun pergi terlalu lama, jujur kris merindukan sehun walau majikanya sangat menyebalkan ( menurut kris ) karena dirinya selalu di jadikan kelinci percobaan tapi kris merindukan sehun.
dia memang seekor kucing tapi kesetiaanya melebihi seekor anjing pada majikanya.
gresek, gresek
telinga hitamnya berkedut, merasakan ada seseorang yang datang, kris berdiri dan hampir melompat ( dan mencakarnya ) kalau seandaianya itu majikanya yang pulang tapi rupanya bukan.
sesosok besar berbulu hitam dan putih datang menghampirinya dengan berjalan 4 kakinya, kris menatap sosok itu waspada, sosok besar itu memang mendekat tapi tidak menyerang kris melainkan masuk kedalam rumah, kris menatapnya heran lalu mengikuti mahluk itu.
di dalam, mahluk itu mengobrak-abrik isi rumah mencari makanan, kris menatapnya ngeri ia takut majikanya pulang melihat ke adaan rumahnya kacau balau. kris melompat mendekati sosok besar itu, berdiri di depanya dan mendesis marah, memperingatkanya berhenti namun sosok besar itu tak peduli, kris ingin melawan dan mengusirnya tapi mengingat dia seekor kucing kecil tak memungkinkan dia menang dan akhirnya kris terpaksa membiarkan mahluk itu memonopoli rumah dan makananya.
.
.
sementara itu istanah
.
.
para pelayan berjejer menyambut tamu kehormatan yang namanya di eluk-elukan sejak kemarin, sehun sampai bosan mendengarnya.
kereta kencana mewah berhenti tepat di depan pintu masuk, sang butler membuka pintu kereta itu dan mengulurkan tangan membantu "sang putri " turun dari kereta.
tangan putih halus muncul dari dalam kereta menyambut uluran tangan sang butler dan kemudia muncul orang yang menjadi bahan pembicaraan kemarin, putri luhan yang 'katanya 'sangat cantik, menantu raja yang satu-satunya lebih pantas mendampingin pangeran jongin, luhan perjalan dengan anggun di atas karpet merah menuju raja dan ratu serta pangeran jongin yang sedang tersenyum menyambut luhan.
sehun yang di barisan paling ujung penasaran ingin melihat orang yang bernama luhan, ia terus mengerutu menunggu luhan lewat di depanya tapi belum sampai-sampai. sehun terus mengumpat menyebut luhan siput karena jalanya sangat lambat, baekhyun yang tepat berdiri di sebelahnya menyengol pundak sehun menyuruhnya diam karena sedari tadi sehun bergerak-gerak tidak tenang tapi sehun malah bersikap tak peduli dan makin menjadi bergerak kesana-kemari, baekhyun yang kesal akhirnya menginjak kaki sehun, sehun tak terima dan membalas menginjak kaki baekhyun dan terjadilah kegaduhan, yang mulia raja berdehem keras menegur mereka dan akhirnya mereka berhenti dengan saling mengumpat dan saling melotot(?).
tap
tap
sehun akhirnya menghela nafas lega begitu orang yang ingin di lihatnya sudah hampir sampai di hadapanya, sehun langsung berdiri tenang.
luhan tersenyum pada semua pelayan yang menyambutnya dan inilah yang paling di sukai semua pelayan, pelayan juga balas tersenyum.
deg
luhan berjalan melewati sehun, sehun yang sedari tadi antusias tiba-tiba mematung.
puk
baekhyun menepuk pundak baekhyun, sehun tersadar dan rupanya semua pelayan sudah bubar barisan dan akan kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
sehun masih diam baekhyun menatapnya heran sehun yang tiba-tiba terdiam padahal tadi bergerak terus seperti cacing kepanasan, dalam hati baekhyun tertawa ia mengira sehun pasti terpesona dengan kecantikan putri luhan
" se-"
" dia..." sehun terbata, baekhyun mengernyit penasaran ingin tahu apa yang akan di katakan sehun.
" dia penyihir ..." lirihnya, baekhyun makin mengerutkan alisnya
" iya dia penyihir ! " serunya menunjuk luhan, semua orang menatapnya terkejut terutama orang yang di tunjuk.
" heiiii penyihir,kau pasti akan melukai pangerankan? " terjang sehun menubruk luhan dan duduk di atas tubuh luhan menahanya bergerak lalu menjambak rambut silver luhan.
" akh.."
" yaa apa yang kalian lakukan? penjaga-penjaga " murka sang raja berteriak-teriak, 4 orang penjaga berlari mendekat menahan sehun dengan mengunci dua tanganya menyelamatkan luhan yang di aniyaya sehun.
" dia penyihir, aku yakin dia penyihir yang akan menhancurkan kerajaan kalian " sehun meronta-ronta, kedua tanganya di tahan oleh 2 penjaga tadi, dan luhan yang penampilanya acak-acakan karena ulah sehun tidak terima dan membalas menjambak rambut sehun.
orang-orang melihat pertunjukan itu bukanya melerai mereka malah bengong menatapnya, pertengkaran mereka seperti 2 anak gadis yang bertengkar merebutkan sesuatu, baekhyun juga diam membeku ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan.
bruk
" yang muliaaaaaaa " baekhyun berlari menghampiri permaisuri yang tiba-tiba pingsan melihat pertengkaran aneh ini, melihat permaisuri yang pingsan, raja makin murka.
" BAWA PENYIHIR ITU KEPENJARA, HUKUM SEBERAT-BERATNYA "
sehun tersenyum senang sepertinya raja percaya dengan ucapanya
tapi...
grep
sepertinya dugaanya salah kedua penjaga itu malah memegang ke dua tanganya dan menyeretnya menjauh.
" lepaskan akuuuuuui"
.
.
" yaa! aku bukan penyihir lepaskan aku! " ronta sehun 2 penjaga bertubuh kekar menyeretnya dan membawanya ke ruangan yang cukup gelap, sehun tentu takut apa yang di lakukan penjaga padanya, tempat itu bukan hanya gelap, lembab, pengap dan juga dingin dan rupanya itu adalah sel penjara untuknya, sehun hampir menangis saat salah satu penjaga membuka kunci salah satu pintu besi, ia tak menyangka hidupnya akan berakhir disini keinginanya untuk bebas dan kembali kerumah justru malah kebalikanya.
pintu besi itu terbuka salah satu penjaga menyeret sehun dan mendorongnya masuk kedalam ruangan yang mengerikan itu menutupnya kembali dan mengunci sehun di dalam sana. sedangkan sehun hanya bisa meneriakan protes sambil menangis.
" lepaskan aku...aku memang penyihir tapi aku bukan orang jahat ..." rintihnya meratapi nasib buruk yang menimpanya
" kenapa penyihir sepertiku tidak boleh bebas? " rintihnya
" asal kalian tahu aku tidak berbahaya jangankan menyihir, mengucapkan sihir saja tidak bisa, kalau hitungan 3 tidak ada yang mau membuka pintu maka terpaksa aku harus merobohkanya"
1...2...3...
" oh, sepertinya memang tak ada yang mau mendengarkanku ya? jangan salahkan aku kalau pintu ini rusak " katanya pada dirinya sendiri lalu berdiri dari duduknya yang setia menatap pintu besi, sehun bersiap memasang kuda-kuda matanya menatap fokus pada pintu itu, jari tangannya mengepal dan...wusss
sehun berlari menerjang pintu, bersiap mendobraknya ia percaya dengan kekuatanya yang bisa melelehkan besi baginya merobohkan pintu besi itu mudah karena dia penyihir tapi...
DOENGGGG
" AKHHH.."
sehun jatuh menabrak pintu, jurus melelehkan besi rupanya tidak mempan-_-"
" bodoh..."
sehun terperanjat mendengar suara orang di belakangnya ia langsung bangkit berdiri dan menatap di belakangnya, rupanya ia tidak sendiri di ruangan ini ada seorang lagi sepertinya namja, ia duduk di pojok bersandar pada dinding memakai topi koboi dan pakaian serba hitam, sehun mengernyit penampilanya seperti ...zoro?.
" aku bukan zoro " sehun membelalak kaget, orang ini bisa membaca pikiranya? batinya tak percaya.
" namaku zelo " ucap orang itu memperkenalkan dirinya, sehun memutar bola matanya jengah padahal dirinya tak bertanya apa-apa orang ini dengan pedenya memperkenalkan dirinya, berasa pahlawankah?.
" aku tidak tanya namamu " saut sehun ketus, orang itu menyeringai
" kau penyihir ya?"
" bagaimana kau tahu? " kaget sehun, sepertinya orang ini bukan orang sembarangan, dia punya kekuatan telepati' batin sehun
" bodoh...kau sendiri yang bilang barusan " sehun menepuk jidatnya, memang tidak salah sebutan bodoh untuknya, karena dia memang benar-benar bodoh, bisa-bisanya dia lupa dengan ucapanya sendiri.
" la...kamu sendiri apa, kenapa bisa di penjara juga? "tanya sehun mengalihkan, orang di depanya yang ternyata cukup lebih tinggi sedikit denganya mendekat dan menatap sehun dengan tatapan menyebalkan.
" kau terlihat masih kanak-kanak " kata sehun dengan remeh
" aku jelas lebih muda denganmu, kau penyihir usiamu sudah ratusan tahun harusnya kau sudah keriput "
twit
ok, sehun iritasi dengan pujian itu, dirinya memang penyihir tapi dia tak setua itu dan apa katanya? keriput ? sehun jijik dengan kata itu.
" hei anak kecil! beraninya kau menyebutku keriput kau belum merasakan menjadi kodokkan? "ancam sehun berbahaya dan bukanya takut zelo malah tertawa mengejek.
" kau memang penyihir tapi tidak saat ini hahaha " zelo makin mengejek sehun, sehun tentu terhina dengan ejekan anak di bawah umur(?) ini.
" kau-"
DUK
DUK
DUK
" sehunah...kau di dalam sana? " teriak sebuah suara yang entah ada di mana, sehun terdiam mengingat-ingat suara si pemangil, suaranya tidak seperti suara baekhyun? bukan! kyungsoo? bukan! lay? bukan!batinya ...ah!
" suhooooooo" teriaknya setelah lama berikir -_-" suho kau ada dimana? tolong keluarkan aku!" teriaknya heboh sambil clingak-clinguk mencari keberadaan suho, zelo speclees ia tidak mendengar suara manusia yang memanggil mahluk berambut pink ini justru yang terdengar suara kuda sedang berlatih mungkin?.
" kamu gila ya? " dengusnya lalu menjauhi sehun, sehun tak peduli ia masih mencari keberadaan suho.
" kau dimana?" teriaknya frustasi begitu tak menemukan keberadaan suho, zelo yang duduk tak jauh darinya berusaha menutup telinga, mahluk rambut pink ini benar-benar berisik batinya.
" aku ada di atas, kau di bawah sehun "
" hah!"
" ck, kau di penjara bawah tanah pabo " kesal suho dengan kelemotan sehun
" terus bagaimana caranya aku bisa keluar?"
" lewat ventilasi udara di atasmu " saran suho, sehun mendongak menatap langit-langit yang ada ventilasi kecil dan jaraknya lumayan jauh sekitar 10 meter dari lantai yang sehun pijak.
" kau gila? itu tinggi sekali! " sehun makin frustasi
" mau bebas tidak? itu tidak terlalu tinggi kau bisa minta bantuan pada temanmu " kata suho dengan enteng, sehun cemberut kuda itu terlalu gampang bicara lagian siapa yang dia maksud teman? orang itukah? zelo alias zoro?.
sehun menghela nafas, sepertinya tak ada pilihan lain ia terpaksa meminta bantuan namja yang baru di kenalnya, dengan ragu sehun berjalan mendekati zelo yang lagi tiduran di lantai.
" hei, zelo " panggilnya
"..."
" kau mau bebas tidak? "
"..."
tak ada jawaban lagi, sehun mulai kesal tak mendapat sautan dari anak ini dan sepertinya harus mengunakan cara yang halus , dengan kasar ia menarik kasar tangan zelo membuat orang itu berdiri seketika.
" apa yang kau lakukan?" pekik zelo, sehun tak peduli dan menetap kan zelo di tengah ruangan yang sempit itu.
" diam di sini! " titahnya tegas
zelo(?)
sehun berlari ke pojok, tatapan menatap zelo tajam, kaki kirinya maju ke depan, zelo heran dengan apa yang sehun lakukan, menurutnya penyihir ini sudah mulai gila dan ia mulai terbawa suasana gilanya(?)
drap
darp
drap
sehun berlari kencang ke arah zelo, zelo yang tentu terkejut sehun akan menerjangnya memejamkan mata erat-erat.
tap
" suho-ahhh tendang ventilasinyaaaaaaa"
" yaa, kenapa kau menginjak kepalaku!"
BRUAK
" yesss "
.
.
TBC
.
ini cuma ff selingan buat obat stres, ff humor(?) emang bisa membawa emosi yang nulis, yang baca pasti pada kecewa karena ni ff ngak ada main pair, romance dan love-love-an ada sih dikit.
ff ini cuma sehun centric.
