Best Friend, Enemy, or Love
Delu LoveKyuTeuk
Warning : Fanfic ini yaoi(boyxboy), dan juga Crack Pair
Disclaimer : Di SM cast punya Soman Ahjussi tapi di fanfic ini cast punya saya :p
Author's Note : Fanfic ini terinsipirasi dari drama Korea "School 2013" tapi ini versi yaoi-nya
kekeke..
Chapter 1
-He's Back-
.
.
.
Di pagi hari yang cerah di pinggiran kota Seoul, penduduk sudah mulai melakukan rutinitasnya. Sama halnya dengan namja yang sedang tertidur pulas di sebuah ranjang single berukuran kecil yang harus segera bangun dari tempat tidurnya untuk berangkat sekolah.
Neul gatteun goseseo
do oneul taeyang cheoreom~
365 nan maeil achim
chumdeun nolgeumyeon haru shijakhae!
365 ilbuneul junge
dundeo eobseul mankkeum hamkke halgeoya!
Woouwooo
365!
Ni soneul jabgo!
Woouwoo
365!
Nochi anheulge!
Alunan lagu dari salahsatu boyband yang saat ini sedang digandrungi para remaja terdengar cukup keras di kamar namja itu yang berasal dari iphone-nya. Namja itu bergegas bangun dari tempat tidurnya yang nyaman dan segera menuju kamar mandi sebelum ia pergi mandi ia melirik sekilas sebuah foto yang terpajang di meja nakasnya.
'Pagi, Kai' batinnya setelah melirik sekilas dan tersenyum pada foto tersebut .
BRAKK..PRANGG..
Tiba-tiba suara gaduh terdengar dari rumah yang ditinggali namja itu, setelah selesai mandi memakai seregam sekolahnya dan juga menyiapkan sarapan. Ia segera menuju ke asal suara yang berasal dari dalam kamar ayahnya.
"KENAPA KAMU MENIGGALKAN AKU CHAGI. APA KAMU GAK SAYANG LAGI AMA AKU CHAGI." teriak ayah namja itu marah pada sebuah foto keluarga yang didalamnya ada namja itu, appa-nya serta ada ibunya.
"Ayah" panggil lembut namja itu sembari menghampiri ayahnya.
"Kenapa dia meninggalkan kita, OH SEHUN. Apa dia gak sayang lagi ama kita, Sehun." ucap appa yang terdengar sangat pilu ditelinganya.
Eomma Oh Sehun sudah meninggalkan mereka 3 tahun yang lalu dikarnakan eomma Sehun tidak kuat lagi dengan keadaan mereka yang melarat itu. Eomma Sehun terlahir dari lingkungan orang kalangan atas maka dari itu eomma Sehun pergi dengan lelaki lain yang jauh lebih mapan dari appa Sehun. Itulah alasan mengapa appa sehun teriak-teriak dia tidak rela istrinya pergi dengan lelaki lain meskipun sudah 3 tahun lamanya istrinya pergi.
"Appa, aku pergi dulu yaa. Jaga diri ayah. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk ayah. " ujar Sehun meninggalkan appanya yang sudah lebih tenang.
"Appa sayang kamu, Sehun." Ucap appanya pelan.
"Aku juga sayang appa." Lirih Sehun yang kemudian meninggalkan rumahnya.
Sudah hampir 10 menit Sehun menunggu kedatangan bis di Halte, sampai akhirnya ia memasuki bis tesebut. Kemudian ia duduk di belakang dekat dengan jendela. Setelah beberapa menit bis berjalan dari Halte, bi situ pun berhenti di halte berikutnya. Ketika pintu terbuka masuklah teman sekelasnya yaitu Byun Baekhyun.
"Hai Sehun" sapa Baekhyun
"Hai"
Tiba-tiba pintu bis terbuka lagi dan masuklah geng berandal disekolahnya. Mereka menghampiri Sehun dan Baekhyun.
"Berdiri!" perintah Kris pada Sehun yang sedang duduk.
Sehun menurutinya ia berdiri kemudian Kris duduk ditempat Sehun duduk tadi.
"Yack..Kris kenapa kau seenaknya saja duduk ditempat Sehun." omel Baekhyun tak terima.
"Sehunnya saja tidak marah. Jadi untuk apa kau marah Kerdil" ucap Chanyeol membela Kris.
"Yack..Tiang Listrik jangan ikut campur." Omel Baekhyun pada Chanyeol.
"Kau duluan yang ikut campur, Dasar Cebol." Balas Chanyeol.
"Dasar kau.."
"Kalian berisik." Omel Kris pada Chan-Baek,
"Kalau kau ingin Sehun duduk disini, baiklah" lanjut Kris.
" Gege.." –batin Tao
Brek..
Kris menarik Sehun yang membuat Sehun sekarang berada di pangkuan Kris.
"Nah..Dia sudah duduk kan jadi kalian tak usah bawel." Ucap Kris santai sambil melingkarkan tangannya di perut Sehun.
Deg
Deg
Degup jantung Tao berdetak merasakan kecemburuan terhadap tindakan yang dilakukan Sehun yang dipangku Kris hanya diam menerima perlakuan dari Kris. Bagaimana dengan Chan-Baek? Mereka kaget terlebih Baekhyun sedangkan Chanyeol hanya tersenyum penuh maksud.
"Bagaiamana apa kau senang dengan perlakuanku ini, Oh Sehun?" tanya Kris dengan suara yang diserendahkan mungkin di telinga kanan Sehun.
"engh..aku.."
"Kita sudah sampai Sekolah" ucap Tao memotong omongan Sehun.
"Ayo Sehun!" ajak Baekhyun sambil menarik tangan Sehun.
"Hyung, lepaskan!" pinta Sehun pada Baekhyun.
Baekhyun melepaskan tangan Sehun dari genggaman tangannya. Saat ini mereka sedang ada di Koridor sekolah yan masih sepi.
"Aku bukan anak kecil lagi, Hyung?" ucap sarkatis Sehun , kemudian ia pergi meninggalkan Baekhyun sendirian .
Selama dalam perjalanan kekelasnya Sehun hanya merengut dalam hati kenapa pagi-pagi dia sudah diberikan kejadian yang memalukan. Sesampainya Sehun di kelasnya, ia segera duduk di bangku yang berada di bagian paling belakang dekat jendela.
.
.
.
Tidak lama setelah Sehun sampai dikelasnya Baekhyun datang bersama teman-temannya.
"Jadi , bagaimana ceritanya Baekki?" tanya Xiumin, salahsatu teman Baekhyun.
"Sudahlah Xiumin. Aku tadikan sudah cerita di koridor jadi tidak usah dibahas lagi, arra?" ujar Baekhyun malas meladeni kebawelan Xiumin.
"Ne..ne." ucap Xiumin
"Hai Sehun!" sapa Do, salah satu teman Baekhyun pada Sehun yang sedang tidur-tiduran.
Sehun yang disapa hanya diam. Do yang menerima jawaban dari Sehun sudah terbiasa. Ia kemudian menghampiri Sehun.
"Ini bubble tea untukmu" ucap Do sembari memberikan bubble tea pada Sehun.
"Do, cepat duduk ada Seonsangnim" ujar Suho, namjachingu Do.
"Ne, Chagi" ucap Do mengiyakan ucapan Suho kemudian Do pergi ke bangkunya yang berada didepan.
Tak selang berapa lama Seonsangnim masuk.
"AnnyeongHaseyo, Naneun Sungmin Seonsangnim imnida. Dan saya disini selain menjadi guru Matematika saya juga akan menjadi wali kelas kalian. Maka dari itu mohon bantuannya." ucap Sungmin Seonsangnim memperkenalkan diri pada siswa-siswa yang ada di kelas tersebut.
BRAKK..
Pintu bagian belakang kelas terbuka dengan kasarnya yang dilakukan oleh Kris, ketua geng berandal itu masuk dengan santai tanpa peduli dengan tatapan tajam yang diberikan oleh seisi kelas(kecuali Sehun).
"Kris-shi lain kali datanglah sebelum bel masuk berbunyi, arraseo?" ucap Sungmin Seonsangnim tenang.
Kris yang sudah duduk ditempatnya yang berada dibelakang bagian tengah hanya diam tak menanggapi ucapan Sungmin Seonsangnim. Ia mengeluarkan iphone-nys dan bermain-main dengan iphonenya itu. Sungmin Seonsangnim yang melihatnya hanya bisa mengeluskan dada.
"sabar Sungmin, kau pasti bisa menghadapinya. Hwaiting" batin Sungmin Seonsangnim menyemangati dirinya sendiri.
"Baiklah anak-anak hari ini saya hanya memperkenalkan diri saya pada kalian. Dan besok kita akan melakukan pemilihan pengurus kelas. Jadi saya harapkan kalian bisa datang tepat pada waktunya." Ujar Sungmin Seonsangnim, kemudian ia keluar dari kelas.
Setelah Sungmin Seonsangnim keluar kelas, kelas menjadi rusuh kembali.
"Hey Chen belikan aku makanan!" perintah Kris pada Chen, anak cupu tapi pintar yang sedang membaca buku.
"I..i..iya, Kris-shi" ucap Chen gugup.
"Kau tidak perlu melakukan itu Chen. Biar mereka sendiri yang membelinya." Ucap Baekhyun yang mendengar ucapan Kris sembari mendeathglare Kris.
"Untuk apa kau ikut campur, Cebol." Ucap Chanyeol pada Baekhyun.
"Biar saja. Memang kalian siapa berani-beraninya memerintah teman sendiri." Ucap Baekhyun sambil menatap tajam geng berandal itu.
Sehun yang dari tadi tidur-tiduran pun lelah mendengar ocehan mereka semua.
"Sudah biar aku saja yang membelinya." Ucap Sehun kemudian ia pergi meninggalkan mereka semua.
"Jadi bagaimana dengan kelasmu Sungmin Seonsangnim?" tanya Heechul Seonsangnim.
"Mereka anak-anak yang baik dan ramah, Park Seonsangnim." Jawab Sungmin Seonsangnim.
"Kau bohongkan, Sungmin Seonsangnim. Kudengar dari guru-guru yang lain kalau kau mengajar di kelas geng berandal itu." Ucap Sooyoung Seonsangnim yang ikut nimbrung(?).
"Eeh..i..itu.."-Sungmin Seonsangnim
"Sudah hentikan obrolan kalian, aku punya informasi untuk semua staf guru disini." Ucap Wakil Kepala Sekolah Kangta-Shi pada staf guru yang saat ini berada di ruang guru.
"Hari ini kita kedatangan seorang Ahli Matematika Muda yang sangat terkenal di Korea, ia bernama Cho Kyuhyun. Silahkan Kyuhyun-Shi memperkenalkan diri." Ucap Kangta-Shi.
Terlihatlah namja berambut ikal dan berkulit putih pucat sedang berdiri di samping Kangta-Shi.
"AnnyeongHaseyo, Naneun Cho Kyuhyun imnida. Mohon bantuannya." Ucap Kyuhyun-Shi memperkenalkan diri yang disambut dengan pandangan berbinar-binar dari guru wanita dan juga guru berstatus uke.
"Baiklah Kyuhyun-Shi. Silahkan anda duduk disamping Sungmin-Shi." Ujar Kangta-Shi sembari menunjuk tempat duduk Sungmin Seonsangnim.
"Sungmin-Shi tolong kau bantu Kyuhyun-Shi!" seru Kangta Seonsangnim pada Sungmin Seonsangnim.
"Ne." balas Sungmin Seonsangnim.
"Annyeong." Sapa Sungmin pada Kyuhyun yang sedang serius dengan komputernya.
"…"
Sungmin yang melihat tidak ada tanggapan dari Kyuhyun itu pun berbicara lagi.
"Aku Lee Sungmin. Aku mengajar Matematika seperti bidang keahlianmu itu."
"…."
Masih belum ada tanggapan dari Kyuhyun.
"Sabar Sungmin sabar. Kau harus tetap bersosialisasi dengannya." Batin Sungmin Seonsangnim.
"Mari kita bekerjasama yaa." Ucap Sungmin lagi
"…."
BRAKK
Meja Kyuhyun Seonsangnim digebrak(?) dengan cukup keras
"KAU TIDAK PUNYA MULUT YAA" omel Sungmin Seongsangnim yang emosi melihat kecuekan Kyuhyun Seonsangnim itu.
"Apaan sih kau. Berisik sekali. Gara-gara kau aku game overkan." Keluh Kyuhyun Seonsangnim pada Sungmin Seonsangnim.
"Apa tadi kau bilang game over?" ucap Sungmin sembari melihat apa yang dilakukan Kyuhyun Seosangnim yang ternyata sedang bermain game di computer.
" Sialan kau, aku sudah capek-capek bicara malah kau main-main ini" omel Sungmin Seonsangnim marah sembari mengacung-acungkan jarinya di muka Kyuhyun Seonsangnim.
"Siapa suruh, aku tidak minta kok." Ucap Kyuhyun Seonsangnim santai sembari focus kembali pada komputernya.
"Dasar kau…"
"ehm..ehm..Sungmin Seonsangnim" panggil seseorang dibelakang Sungmin Seonsangnim.
"Apaan sih sudah diam. Aku sedang marah-marah tau." Omel Sungmin tanpa melihat siapa yang dibelakangnya.
" Berani sekali kau Lee Sungmin." Ucap seseorang itu menahan emosinya.
"Tentu saja aku berani memang kau sia.."
Ucapan Sungmin terhenti karena ia sudah melihat siapa yang dibelakangnya yang ternyata Kepala Sekolah Star High School yakni Boa-shi.
"Boa-Shi saya tidak bermaksud.."
"Ke kantor saya segera" ucap Boa-Shi memotong ucapan Sungmin yang kemudian meninggalkan ruang guru.
"Mati aku" batin Sungmin Seonsangnim.
.
TETT…TETTT..TEEEEEETTTT (Bunyi bel istirahat)
.
"Kris-ge tadi kenapa kau memangku Oh Sehun itu?" tanya Tao pada Kris yang sedang tidur-tiduran di atap sekolah
"Bukan apa-apa, aku Cuma iseng aja kok." Jawab Kris santai
"Kau kenapa Tao? Apa kau cemburu?" tanya Chanyeol yang sebenarnya sudah tahu perasaan Tao pada Kris.
"ehh..ti..tidak kok. Kita ini kan sahabat jadi mana ada rasa cemburu seperti itu." Elak Tao gugup.
"Kita itu sahabat jadi tidak yang nama cinta diantara kita." Ujar Kris yang membuat hati Tao hancur.
"Ngomong-ngomong dimana Oh Sehun itu aku sudah lapar." Keluh Kris menanti makanan yang dibawa Sehun.
" Kalian membicarakanku yaa." Ucap Sehun santai sembari menghampiri mereka dengan membawa makanan.
"Ini" ucap Sehun sembari memberikan makanan yang dibawanya pada Kris
"Kenapa cuma satu?" tanya Chanyeol bingung.
"Kan tadi kau tidak bilang berapanya jadi aku Cuma membawa satu." Ucap Sehun polos.
BRAKK
Kris mendorong Sehun ke dinding gudang yang berada di atap sekolah itu.
"Dasar kau ini. Apa kau ingin menantangku HAA?" bentak Kris kesal pada tindakan yang dilakukan Sehun yang dianggapnya menantang dirinya.
"Akan kuberi kau hukuman atas tindakanmu itu" lanjutnya sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Sehun.
"Engghh.."
Sehun mendesah saat Kris meniup telinganya.
"Ternyata kau sensitive juga yaa.." ucap Kris santai sembari mendekatkan bibirnya dengan bibir Sehun.
DUKK
Sehun menendang selangkangan Kris
"awww"
Kris berteriak kesakitan.
"Kau pikir aku apa?" omel Sehun kesal atas perlakuan Kris padanya.
Kemudian Sehun pergi meninggalkan Kris yang masih kesakitan, Tao yang menenangkannya dan Chanyeol yang sedang bersmirk ria.
"Lihat saja nanti Oh Sehun. Kubalas kau." Ucap kris dendam.
.
TETT..TETTTT.. (bunyi bel pulang sekolah)
.
"Apa kau sudah bisa berjalan Kris?" tanya Chanyeol pada Kris yang sedang dipapah Tao.
"hn"
"Hey itukan Oh Sehun." Ucap Chanyeol sembari menunjuk Sehun yang sedang berjalan meninggalkan area sekolah.
Kris melihat arah yang ditujukan Chanyeol, ia menyeringai dan segera mengikuti Sehun. Sedangkan Sehun yang diikuti tidak menyadarinya, ia terus berjalan dengan tenangnya.
"Hey Kris tunggu kami!" seru Chanyeol dan Tao yang kemudian mengikuti Kris dan Sehun
Setelah hampir 10 menit mereka mengikuti Sehun yang saat ini sudah berada di gang yang cukup sepi. Kris menarik tangan Sehun yang ada didepannya. Sehun yang kaget itu pun segera menolehkan kepalanya dan melihat Krislah yang menarik tangannya.
"Kau, apa yang kau lakukan?" tanya Sehun sembari menatap tangannya yang digenggam erat Kris.
"Memberi hukuman padamu." Jawab Kris yang kemudian mendorong ke dinding gang dan mendekatkan wajahnya pada Sehun.
"Kau tahu Sehun aku tidak akan memukul wajahmu karena wajah terlalu sayang untuk dipukuli, wajahmu putih bersih mulus. Bagaimana kalau aku menciumi setiap inci wajahmu." Ucap Kris seduktif sembari meniup telinga kanan Sehun."
"Enghh.." desah Sehun.
Disaat Kris ingin mulai mencium Sehun ada seseorang yang memukulnya.
BUKKK
Chanyeol dan Tao yang melihat itu hanya mengangakan mulutnya kaget melihat ada yang berani memukul Kris. Sedangkan Sehun langsung menjauh dari Kris dan si pumukul itu.
"Berani-beraninya kau memukulku. Siapa kau?" ucap Kris kesal ada yang menggangu kesenangannya.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang perlu kau tahu adalah jangan pernah sekalipun melecehkannya." Ucap Si pemukul santai.
"Sialan kau" umpat Kris sembari ingin menyerang Si pemukul.
Tiba-tiba ada petugas polisi yang sedang berpatroli mendekati tempat mereka berada, mereka pun segera kabur terkecuali Sehun dan Si pemukul.
"Terima Kasih , Kai" ucap Sehun berterima kasih pada si pemukul wajah Kris yang ia sebut dengan Kai.
Si pemukul diam tidak menanggapi ucapan terima kasih Sehun, ia pergi meninggalkan Sehun.
"Aku senang kau kembali, Kai" batin Sehun yang kemudian juga pergi dari gang itu.
.
.
.
ToBeContinued
