You're Not A Slut Soo~
.
Cast : Just KaiSoo Focus! And maybe the other Cameo and Couple
Genre : Romance. Angst. Hurt. Drama.
Rated : Mature(?)
Lenght : Chaptered
.
.
Warning : Shounen ai, BL, Yaoi, OOC, Gaje, Kependekan, and Typo(s).
Disclaimer : Cerita ini 100% hasil pemikiran saya. Saya Cuma pinjem nama doang sama sooman.
.
.
WARNING! YAOI HERE!
.
THIS FF IS HAVE MATURE CONTENT!
.
NO BASH NO FLAME YAA~~~
.
Don't like don't read~
.
.
Dapet ide ini gegara dengerin lagunya Sistar yang Give It To Me. Tiap Pheonix dengerin tuh lagu, bawaannya mikirin yadong#plak. Jadi deh nih FF~ wkwk. Tapi bukan lemon kok. Masih ada plotnya. Wwkwkwk. Yaudah gak pake bacot lagi. Check this! Oh dan maaf jika masih banyak Typo yang bertebaran. Kkk~
.
.
.
Park Pheonix
Present
2013
.
.
Mata itu.
Itu tidak asing bagi Jongin. Mata besar bulat yang ia rindukan selama ini. Jongin hanya terdiam ditempat berusaha mencerna apa yang ia lihat tadi. Sungguh! Apakah ia tidak salah lihat tadi?"
"YA! Jongin! Kau dengar tidak? Sudah jelas kan?" Suara Chanyeol seperti menyihir Jongin untuk kembali kedunia nyata.
Jongin sedikit berjengit. Ia benar benar tidak mendengarkan Chanyeol tadi.
"Aku tidak mengerti. Sebaiknya kau kekantin sekarang. Kau harus mengantarku!" Jongin berkata setelah berpikir sejenak.
Dan Jongin pun tersenyum seraya menarik handphonenya untuk menjauh. Telfonnya sudah terputus setelah Chanyeol mengatakan "baiklah" walaupun dengan nada terpaksa.
Jongin masih celingak celinguk berharap sosok tadi akan kembali kekantin atau sebaginya. Sungguh ia ingin memastikan bahwa apa yang ia lihat tidaklah salah. Dan Jongin menyesali dirinya yang hanya membatu saat melihat namja tadi.
"Soo Hyung. . ." Jongin berucap lirih dan menghembuskan nafas berat setelahnya.
.
.
.
Jongin menunggu Chanyeol dikantin. Sungguh Jongin sangat ingin tau seberapa jauh jarak kantin ketempat Chanyeol berada. Kantin sudah mulai ramai saat ini. dan beberapa mereka mulai berbicara heboh. Sama halnya dengan kumpulan beberapa namja dan juga yeoja yang ada didekat meja Jongin saat ini. dan tanpa Jongin bisa tolak, ia pun mendengar beberapa kalimat yang ada disana.
"Kau lihat? Dia menggunakan baju yang sama seperti kemarin"
"Pasti dia tidak pulang"
"Tentu saja! Dia kan Slut! Mana mungkin pulang kerumah!" seorang yeoja bersungut.
"Tapi tubuhnya memang benar benar menyenangkan kau tau?" Seorang namja berseru dengan semangat.
"kurasa aku akan menghubunginya malam ini.. ouuuhh" Desah seorang namja yang Jongin tebak sedang memikirkan hal yang 'iya-iya'
Semua yang Jongin dengar harus terputus saat tiba tiba Chanyeol datang dan duduk dihadapan Jongin yang masih sempat melirik kearah kumpulan tadi. Chanyeol mengikuti sejenak arah tatapan Jongin dan mendengarkan apa yang mereka katakan. Walaupun Chanyeol tau Jongin sudah tidak mendengarkan kumpulan itu.
"Mereka itu! Pagi pagi sudah bergosip!" Chanyeol bersungut saat mengetahui apa yang sedang dibicarakan kumpulan itu.
"Ternyata di Korea ada hal yang semacam itu. Kukira hanya di LA saja" Jongin menyahut.
"Yaahh begitulah." Chanyeol menaikkan bahunya acuh.
"Ayo kuantar sekarang" Chanyeol menambahkan
Jongin pun mengangguk anggukkan kepalanya mengerti. Tapi sungguh awalnya Jongin hanya mengira kampusnya akan sama seperti kampus yang ia bayangkan sebelumnya. Dipenuhi anak anak polos dan pergaulan yang biasa saja. Tetapi Jongin harus menarik hipotesisnya saat mendengar hal yang dikatakan kumpulan barusan.
Di LA, Untuk hal seperti mahasiswa yang menyandang gelar 'slut' akan terdengar seperti hal yang biasa saja dan lumrah. Namun, untuk di Korea, Jongin belum pernah membayangkan hal tersebut. Oh ya, sekarang Jongin tau bahwa tidak ada bedanya di LA dan di Korea.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
Akhirnya Jongin dapat bernafas dengan lega karena Chanyeol telah mengantarkannya kegedung dimana jurusan Bisnis Management berada. Oh jika kalian ingin bertanya mengapa Jongin memilih jurusan ini? jangan mengira bahwa ini paksaan orang tuanya. Memang benar Jongin adalah anak tunggal dari keluarga yang sangat kaya. Tapi, orang tua Jongin tidak pernah memaksakan dengan apa yang Jongin lakukan. Jongin memilih jurusan bisnis karena ia memang berniat menggantikan posisi ayahnya. Mengenyampingkan kecintaannya pada seni demi keluarga tidak akan terlalu membuatnya rugi.
Berbeda dengan Chanyeol. Dia memilih jurusan Seni karena dia memang sangat menyukai seni. Terlebih lagi Chanyeol terlalu idiot untuk jurusan Bisnis menurut Jongin. Yang ada nantinya perusahaan yang Chanyeol pimpin akan gulung tikar dalam waktu singkat. Nista sekali jika itu terjadi.
Jongin pun memasuki kelas pertamanya di pukul 10.00 KST. Karena dia mahasiswa baru, maka diadakan basa basi seperti biasa. Perkenalan singkat sebelum dia mulai menyibukkan dirinya dalam materi materi yang diberikan dosennya didepan kelas.
.
.
.
.
Jongin melirik handphone yang ia letakkan pada mejanya. Terdapat sebuah nama yang tertera disana. Park Chanyeol Calling. Jongin pun menutup buku yang ia baca sebelumnya dan beralih mengangkat telfon dari sepupunya itu.
"Wae?" Jongin tidak ingin berbasa basi dengan Chanyeol.
"Jinjja? Arra arra. Aku akan kesana. Jika kau membohongiku. Mati kau!" Jongin pun memutus panggilannya dan beranjak untuk meninggalkan kelasnya menuju Art building-tempat Chanyeol berada-.
Ditelfon tadi, Chanyeol dengan kemurahan hatinya menawarkan Jongin untuk datang kekelasnya dan menyantap kue buatan Baekhyun kekasihnya Chanyeol-Jongin belum tau pasti-. Sebenarnya Jongin agak malas walaupun jarak antara kelasnya kekelas Chanyeol tidak terlalu jauh. Namun semua itu Jongin singkirkan saat Chanyeol menyebutkan jenis kuenya. Cheese cake. Jongin tidak pernah bisa menghindar dari Cheese. Chanyeol tau itu. Makanya Chanyeol menghubunginya untuk menawarkan cake tersebut. Perlu Jongin akui. Chanyeol lumayan baik.
.
.
Jongin menghela nafas saat berada tepat di depan kelas Chanyeol. Baru saja kakinya hendak memasuki ruangan tersebut. Namun terhenti ketika seorang namja imut bermata bulat keluar dari ruangan tersebut dan menghalanginya. Tapi, dikarenakan Jonginlah yang mematung di tempatnya saat ini. maka Jongin lah yang menghalangi namja berbibir tebal tersebut.
"Kau tidak bisa minggir?" Namja itu-Kyungsoo- berkata dengan nada datar yang kentara.
Seketika hati Jongin mencelos mendengar suara tersebut. Sungguh ia sangat ingin mendengarkan suara ini. namun bukan dengan nada dan intonasi yang begini. Jongin pun sibuk dnegan pemikirannya. Masih memandangi seluk beluk wajah yang ada di hadapannya. Sungguh ia sangat ingin memeluk sosok ini.
Kyungsoo mendecih kesal dan hendak mendorong Jongin. Namun, tiba tiba seorang namja datang dan merangkulnya. "Hai manis. Aku membutuhkanmu malam ini. kau ada waktu?" Namja itu berkata seraya mengangkat dagu Kyungsoo agar menatap ke arahnya. Sungguh Jongin sangat tidak suka melihat ini semua.
"Tentu" Kyungsoo mengangguk seadanya. Tidak ada penolakan sama sekali. Dan setelah namja tak tau diri itu menyebutkan tempat dan jam pertemuannya, dia pun pergi menghilang. Kyungsoo kembali menatapi jongin datar karena Jongin belum beranjak sedikitpun.
"Hyung.." akhirnya Jongin mengeluarkan suaranya. Sungguh suaranya terdengar sangat serak dan pilu. Entahlah Jongin pun tidak tau mengapa.
Kyungsoo hanya memandangi Jongin dalam diam.
"Oh! Jongin! Kemari!" Chanyeol datang dengan suara yang menggelegar dan membuat Kyungsoo mengalihkan perhatiannya dari Jongin dan berlalu pergi tanpa menghiraukannya sedikitpun.
Chanyeol merangkul Jongin yang masih terdiam ditempatnya. "Hei! Jangan bilang kau juga menggunakan Kyungsoo hm?" Chanyeol bersuara.
Dan butuh beberapa detik untuk Jongin mengerti semua ucapan Chanyeol. "Apa maksudmu?" Jongin pun bertanya pada Chanyeol karena dia tidak mengerti kemana arah pembicaraanya.
"Kyungsoo! Dia itu slut yang dibicarakan banyak orang! Dia terkenal sekali di kalangan para pria hidung belang. Oh dan kau menemuinya untuk menyewanya kan?" Chanyeol berkata enteng.
"Jaga mulutmu Chanyeol. Jangan menuduh orang sembarangan! Kau tidak mengenalnya!" Jongin sedikit membentak Chanyeol. Chanyeol hanya terkesiap melihat perubahan yang terjadi pada Jongin.
"Aku tidak menuduh. Semua orang di kampus ini juga tau bahwa Kyungsoo adalah seorang—"
"Berhenti!" Jongin memotong ucapan Chanyeol.
"Jangan menyebutnya seperti itu Chanyeol! Atau kubunuh kau!" Jongin berkata bengis dan meninggalkan Chanyeol yang hanya cengo tidak mengerti mengapa jongin seperti itu.
.
.
Jongin dengan langkah kasar memasuki kelasnya dan mendudukkan dirinya di kursi miliknya. Tatapannya kosong. Jongin kembali sibuk dengan pikirannya. Sungguh ia tidak percaya dengan apa yang Chanyeol katakan padanya. Kyungsoo.. dia tidak seperti itu! Jongin tau Kyungsoo tidak akan melakukan hal yang seperti itu. Tetapi, jongin kembali mengingat percakapan Kyungsoo dengan namja tadi.
"Hai manis. Aku membutuhkanmu malam ini. kau ada waktu?"
Jongin mengacak dan mengerang frustasi. Kembali hatinya mencelos saat memikirkan bahwa mungkin saja apa yang dikatakan Chanyeol padanya adalah benar adanya.
Dan satu hal lagi. Mengapa Kyungsoo seakan tidak mengenalinya? Oh Jongin semakin frustasi memikirkannya. Akibat semua itu, Jongin pun menghabiskan jam jam berikutnya dengan pikrian yang entah pergi kemana. Sedangkan jasadnya berada dikelas dengan mata kosong memandangi Dosen yang ada didepan.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
"Hyung.."
Kyungsoo kembali mengingat sahutan lirih dari namja berkulit tan tadi. Sungguh Kyungsoo tidak tau mengapa itu terjadi, tapi jika Kyungsoo harus jujur. Saat mendengar namja itu darahnya berdesir begitu saja. Tetapi sekeras apapun Kyungsoo berpikir. Ia tetap tidak menemukan jawabannya. Siapa namja tersebut. Dan mengapa Kyungsoo seakan mengenalnya. Pandangan matanya. Suaranya. Dan postur tubuhnya seakan tidak asing baginya.
Tapi Kyungsoo bukanlah orang yang terlalu suka membuat sesuatu menjadi lebih ribet. Jika orang itu memang ia kenal, ia pasti akan mengingatnya. Toh, sepertinya orang itu bukanlah orang jahat yang akan memberikan pengaruh buruk padanya.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
.
Dengan sedikit tergesa gesa Jongin melangkahkan kakinya menuju Art building untuk pergi kekelas Chanyeol. Hari ini dia pulang dnegan Chanyeol. Dan kebetulan mereka memiliki jam pulang yang sama hari ini. Jongin agak sedikit telat pulang karena harus menyalin beberapa materi dengan temannya maka dari itu Jongin tergesa gesa. Jongin tergesa gesa bukan karena takut akan ditinggalkan Chanyeol. Itu semua karena ia ingin segera menyusul Kyungsoo dan menanyakan sesuatu yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Ia benar benar berharap jika Kyungsoo masih ada disana sekarang.
.
Setelah sampai dikelas Chanyeol. Jongin hanya mengumpat kesal karena tidak menemukan Kyungsoo disana. Malahan Jongin menemuka dua insan yang sedang asyik bercumbu mesra. Jongin memasuki kelas tersebut dengan sedikit berdeham dengan suara yang sengaja dikeraskan. Membuat dua insan yang tengah berciuman dengan sangat mesra itu pun menghentikan aktivitasnya.
"Eheem" dapat Jongin lihat bekas saliva di sudut bibir mereka berdua. Menandakan ciuman yang baru saja mereka lakukan bukanlah ciuman biasa. Jongin pun seketika melupakan tentang Kyungsoo karena melihat adegan barusan yang membuatnya sedikit kesal. Entahlah.
Saat mereka melepas pautan bibirnya dapat terlihat jelas ekspresi mereka saat ini. ekspresi kecewa Chanyeol dan ekspresi caggung dari Baekhyun. Oh sekarang Jongin tidak ragu lagi jika namja itu kekasih Chanyeol.
"Mengganggu saja kau!" Chanyeol menggerutu kesal menumpahkan kekecewaanya karena Jongin datang dan mengganggu aktivitasnya dengan Baekhyun.
"Hei, itu kekasihmu ya? Kau tidak ingin mengenalkannya padaku?" Jongin duduk disalah satu meja yang ada disana.
"Tidak! Kau bisa saja merebutnya dariku Jongin!" Chanyeol mendekap Baekhyun. Sungguh konyol menurut Jongin.
Baekhyun yang dipeluk dnegan kuat pun menghadiahkan sebuah jitakan mesra dikening Chanyeol dan sukses membuat Chanyeol meringis. Bahkan Jongin ikut meringis karena ia mendengar betapa keras jitakan yang Baekhyun berikan padanya.
"Namaku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu" Baekhyun menatap Jongin dengan senyuman manisnya dan sedikit menunduk. Jongin tau mengapa Chanyeol begitu menyukainya. Karena Baekhyun benar benar mempesona.
"Ah.. namaku Kim Jongin. Bagaimana bisa kau menjadi kekasih dari si idiot ini?" Jongin bertanya lagi mengacuhkan pandangan terkejut Chanyeol yang terlalu mendramatisir.
"Entahlah." Baekhyun menjawab seadanya.
"Yeol, aku pulang dulu. Aku ada urusan. Annyeong Jongin!" Baekhyun melambaikan tangannya pada Jongin dan pergi meninggalkan Jongin dan Chanyeol dikelas tersebut.
"Apa maksudmu mengataiku idiot didepan Byunbaek-ku tercinta eoh?" Chanyeol mencoba memulai introgasi.
Namun, yang diintrogasi malah tidak menghiraukannya karena ada sesuatu yang ia ingat kembali. "Hei. Kau bisa beri tau aku beberapa hal tentang Kyungsoo?" Jongin malah bertanya pada Chanyeol.
Chanyeol memicingkan sebelah matanya dan menatap Jongin aneh. "Sebenarnya kau mau apa dengan kyungsoo?" Chanyeol pun bertanya dnegan raut wajah serius.
"Aku tidak bisa ceritakan padamu. Dan kau tau dia seorang slut hanya dari pembicaraan orang lain kan? Atau kau juga ehmm menggunakannya?" Jongin sedikit ragu dengan kata kata terakhirnya.
Seketika Chanyeol membelalakkan matanya kaget. "Aku tidak akan melakukannya jongin! Oh demi Tuhan! Jika aku ingin melakukannya, aku tinggal menggoda Baekhyun saja!" Chanyeol berkata dengan suara tinggi. Dan detik berikutnya ia sadar bahwa yang ia ucapkan salah.
"Jadi kau sudah sering melakukannya eoh? Sialan kau Park Chanyeol!" Jongin mengumpat kesal dan berjalan keluar kelas terlebih dahulu. Sungguh Jongin tidak pernah menyangka jika Chanyeol akan sehebat itu.
.
.
.
.
O. o. O. o. O. o. O. O
Kyungsoo menapaki kakinya disebuah kafe tempat dimana ia berjanji dengan salah seorang temannya yang katanya ingin 'bermain' dengannya malam ini. Kyungsoo mendudukkan dirinya dan memesan minuman untuk mengisi waktu luangnya. Kyungsoo melirik jam tangan yang melingkar manis di tangannya.
'patner'nya kali ini agak terlambat. Tapi tak apalah, Kyungsoo pun saat ini sedang ingin bersantai lebih lama.
Kyungsoo mengerutkan dahinya saat sebuah tangan memegang pergelangan tangannya dan menyeretnya untuk berdiri. Bahkan namja itu menyeretnya dengan cepat. "Apa apaan ini?" kyungsoo tidak bisa memberontak karena cengkraman namja tersebut cukup kuat. Dan namja tersebut memaksa Kyungsoo untuk memasuki sebuah mobil mewah berlabel Audi dengan warna hitam mengkilap.
"Kyungsoo kembali terkesiap saat melihat namja yang masuk dan duduk disampingnya. Namja itu. Namja yang tadi siang berada didepan kelasnya.
'mau apa dia?' batin Kyungsoo tertahan.
.
.
.
.
-TBC-
Saya balik meng-update nih ff gaje~~#tebar menyan.
Pertamaaaaa makasih banyak untuk respon yang lumayan ini. saya terharu hiks. Hiks.
Keduaaa. Jika kependekan maafkan saya. Karena saya nggak mau buat panjang panjang dan buat kalian yang baca malah nggak ngerti. Dan saya juga orangnya gabisa nulis panjang panjang. Chap ini udah aku panjangin kok. Lebih dari 2k loh! #bangga sendiri.
Ketigaaa. Maaf di chap ini gaada NC! Mungkin di chap depan ada adegan NC-an. #lapin iler# hehe.
Keempaaaaat. Saya memang memfokuskan ff ini pada ceritanya bukan NC nya .
Oo iyaaa mau cerita niih. Tadi disekolah, aku sama temen aku yang sama sama suka Exo lagi ngobrol nih. Lalu aku bilang "Kok perasaan aku kayaknya EXO bakal comeback lagi ya?" aku ngomong gitu karena aku emang punya firasat. Dan temen aku langsung aja nabok aku#lebay. Soalnya kita kan mau Exam, jadi dia pasti galau kalo EXO beneran comeback.
Dan tau nggak? Gak berselang lama dari omongan aku. Pas dia buka Kakaotalk. Dan bener aja EXO bakalan comeback 5 december nanti. Wkwkwk berasa kayak cenayang deh gua~~.
Hehe. daaaaannnn
Sekian aja. Makasih buat yang mau review. Favorite ataupun follow. Sekali lagi makasih banyaaak. Oh iya. Buat yang review. Saya bales reviewnya lewat PM. Jadi, cek PM aja. Saya pikir kalo lewat PM bisa lebih dekat dengan para readers tercintah mumumu~~ hehe
Oh iya? Diantara para readers ada yang suka vidio vidio trailer fanfic nggak?
Oh dan Author sekarang lagi suntuk dan butuh teman. Jika kalian mau nemenin author nista ini. PM aja yaaa~~ #ngarep. Dan juga HBD buat Chanyeol yang kemaren ultah wkwkw #padahal udah kelewat.
Big Thanks To :
kaisooism. Insooie baby. Diary1412. Michelle kim. Jung Eunhee. Kim Hyunshi. miszshanty05. ParkOna. . baekyeolidiots. RirinSekarini. Thousand Spring. Dyodyokyung. Kadislove. uwiechan92. I Was A Dreamer. exindira. loveHEENJABUJA. KaiSoo Fujoshi SNH. yamanaka aya. opikyung0113. ulfarafida. Lalala Kkamjong. Jonginnie. Kai's twin. WulannS. Myeonsoo baby.
