A/N: Kembali lagi bersama saya, ternyata fic ini terus terpikirkan dan muncullah chapter ini. Saya menyalahkan sahabat saya yang juga memiliki akun disini.

-/-/-/-

Chapter II: Memori

Sehari setelah kunjungan Sasuke dan kawan-kawan ke rumah Naruto, di pagi harinya, entah kenapa setelah terbangun... Sasuke kejang-kejang.

Lalu, setelah terbangun kembali, Sasuke teringat. Ia kejang-kejang karena kejadian di rumah Naruto.

"Ah! Sasuke! Lagi!"

"Ahn..."

Rasanya Sasuke ingin sekali muntah. Yah, dia memang muntah saat itu juga.

"Anata?!"

-/-/-/-

Sai, entah kenapa, pada hari ini, merasa seperti ada yang janggal pada dirinya. Lebih tepatnya ingatannya.

Pikiran Sai sudah memunculkan kata sudahlah, namun, ketika ia ingin membuat goresan-goresan di lukisannya yang baru, tiba-tiba ada suara yang aneh di kepalanya.

"Hah... Hah... Bagus Sai..."

"Nnn... Terus Sai,"

Botol tinta yang ia celupkan dengan kuas tumpah dan Sai pun seketika kejang-kejang.

"Mama! Papa tumbang!"

-/-/-/-

"Shikadai, habiskan makananmu,"

"Hah, baiklah."

Shikamaru membalik korannya; sebuah cerutu menetap di mulutnya. Matanya fokus terhadap berita-berita terbaru yang bisa ia simak.

Namun, ketika matanya mendarat ke sebuah kalimat, "Satu Malam Saja" tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Che, kau kurang cepat... Lebihkan lagi!"

"Hah merepotkan saja kau, terima ini!"

Rokok di mulutnya terjatuh, dan koran yang ia pegang terbakar, Shikamaru akhirnya mengalami kejadian yang mungkin juga dialami oleh teman-temannya.

"Ibu! Ayah pingsan."

Untung saja, Temari telah memadamkan api sebelum rumah mereka ikut terbakar.

-/-/-/-

Hari ini adalah hari yang sibuk bagi sang Hokage, tumpukan demi tumpukan berkas yang rahasia ataupun bukan terpampang di atas meja kerjanya.

Si pria berambut kuning berpikir, apa boleh ia menyerahkan semua pekerjaan ini ke para bunshinnya. Namun, seorang Hokage haruslah bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Tetapi, pikiran Naruto melayang kesana kemari, layaknya layang-layang.

"Naruto... Naruto!"

Naruto yakin ada yang salah dengan kepalanya karena dia mendengar suara-suara. Yah, dia memutuskan untuk beranjak dan meminum kopi. Mungkin pikirannya bisa menjadi jernih kembali setelah itu.

Setelah mendapati secangkir kopi di genggamannya entah dari mana, sang Hokage kembali duduk, lalu mulai meminum kopi itu. Rasa pekat kopi Espresso membuat Naruto berpikir apakah lebih baik dia meminum Capuccino yang creamy.

Belum sempat memikirkan jenis-jenis kopi yang lainnya, sebuah adegan berputar di kepalanya.

"Keluar!"

"Sasukeee!"

Cangkirnya terjatuh, kopinya tumpah, apa yang ada di mulutnya tersembur, sensasi panas membara membasahi area di selangkangannya, lalu fenomena kejang-kejang terjadi dan akhirnya sang Hokage tidak sadarkan diri di atas meja kerjanya.

"Hokage-sama! Anda baik-baik saja?!" Lalu seorang ninja figuran menerobos masuk karena mendengar suara kaca yang pecah.

"Kyaaaa!" Lalu lelaki itu berteriak seperti gadis muda di akademi yang baru saja melihat seekor kecoa terbang.

Dan ketika para ninja lainnya datang, tidak ada yang menyalahkannya untuk menyangka Hokage telah dibunuh, namun bisikan rasa kasihan terdengar setelah mereka melihat bagian bawah yang basah. Baik milik yang sadar maupun yang tidak.

-/-/-/-

Akhirnya, tibalah saat dimana SSSN bertemu kembali.

"Tolong katakan padaku kalau kita tidak mengalami hal yang sama." Ucap seorang Nara yang brewokan.

Sebuah tangan terangkat, bersamaan dengan wajah yang berseri-seri.

"Sensei! Jawabannya iya!"

Lalu, ada tangan lagi.

"Sensei, saya melihat klimaks cerita ini tidak akan berjalan mulus."

Shikamaru menampar wajahnya sendiri sembari menggeram. Berpikir apakah dia masih berdosa karena telah dianggap sebagai guru oleh Sai dan juga seseorang yang seharusnya lebih tinggi posisinya daripada dirinya.

Walau tidak nampak di wajahnya, sebenarnya Sasuke sedikit tercengang akan apa yang terjadi di hadapannya. Garisbawahi sedikit.

"Jadi, kita harus mengetahui sebuah misteri." Ujar Sasuke serius.

"Ya...?"

"Apakah kita sudah berdosa atau tidak."

Shikamaru bersumpah ia melihat petir. Petir yang tidak mengenakkan. Hari pasti akan berjalan dengan tidak mulus.

To Be Continued...

A/N: Untuk mengklarifikasi, saya pastikan tidak ada yang ekstrim... Semua akan dijelaskan di chapter berikut. Terimakasih saya ucapkan kepada yang sudah meng fav, follow, dan review. Well, stay tuned.