"Maafkan hyung... semoga kita bisa bertemu lagi"

.

Sejak 2 minggu yang lalu, aku terus mengawasimu. Aku tertarik dengan kau yang mau merawat kucing di belakang toko kue itu sementara yang lain malah menendanginya yang sedang kesakitan. Beberapa waktu yang lalu juga aku sempat melihatmu membantu anak hilang mencari orang tuanya. Dan saat seorang anak hilang itu berceloteh tidak jelas, kau tetap berusaha seakan memahaminya untuk membuatnya senang. Saat itu pula aku memutuskan, kau bisa dipercaya.

.

Kemungkinan besar Hyukkie akan menangis karena aku tak ada bersamanya. Biasanya Hyukkie akan sangat menyebalkan di saat-saat itu. Saat menangis, ia akan memonopoli barang-barangmu. Ia akan mengembalikannya jika ia rasa, ia dapat percaya kepadamu. Awal-awal Hyukkie bertemu orang baru, ia akan menyembunyikan dirinya sebisa mungkin, di kamar yang paling pertama ia masuki. Mau itu kamarmu, kamar tetangga, kamar mandi, gudang, ataupun hal sejenisnya. Good luck!

Ps: JANGAN TITIP HYUKKIE KE ORANG LAIN! Atau aku akan menghantuimu jika operasiku gagal nanti! Atau jika berhasil, kusuruh bos-mu untuk mendepakmu keluar!

.

"Ini kamar Hyukkieeeeeeee!"

.

"Bukan begitu seharusnya cara memberi orang barang yang benar!"

.

.

.

.

.

Woof!

"Bada?"

Woof!

"Bada! Akhirnya aku menemukanmu!" seru Donghae begitu ia melihat anjingnya lama hilang, kembali kepadanya. Ia memeluk anjingnya dengan sayang, lalu mencium-ciumnya. Namun tiba-tiba saja, pelukannya melonggar. Dapat ia rasakan. Sesuatu yang aneh. Bada mendadak menjadi membesar, membesar, membesar, dan terus membesar.

"B-B-Bada?"

"Woof! Kau! Woof! Tak menemukanku! Woof! Saat aku hilang! Woof! Sebagai hukuman, kujadikan kau mainanku! Woof!"

Bada segera menahan tubuh Donghae, lalu menjilatinya hingga berlendir.

"Bada ampun!"

.

.

.

.

My Innocent Hyukkie

By: CLA

Rated: T

Genre: Romance, Humour, brothership, etc

Disclaimer: seluruh cast disini

milik Tuhan dan mereka sendiri

Cast: Eunhyuk, Donghae(main), Super Junior. Possible for another cast

Warning: OOC, BL, EYD, Typos, Super Innocent!Hyuk, Impossible things, etc

.

.

.

.

Donghae membuka matanya perlahan, tak bersuara. Jika biasanya sinar hangat matahari yang membangunkannya, maka lain halnya hari ini. Ia terbangun karena mimipinya yang mendadak menjadi mengerikan. Dari yang mengingatkannya kepada Bada, anjingnya yang menghilang sudah lebih 8 tahun lalu, sampai akhirnya Bada marah kepadanya, lalu menghukum Donghae dengan menjadikannya mainan, lalu menjilat Donghae hinggah basah karena lendir. Menjijikan.

Mimpi buruk tak begitu penting baginya. Lagipula mimpi itu tak buruk-buruk amat. Setidaknya membuatnya sempat senyum-senyum sendiri saat tengah malam. Yang penting, ia sangat penasaran, mengapa pipi kanannya seperti tertempel sesuatu, yang agak sedikit lembab dan... basah?

Donghae melirik ke samping kanan, dimana ada seekor... ani seorang manusia, tengah memejamkan matanya sambil mencium pipinya dari samping.

"HUWAAAAA!"

"HYAAAA!"

Donghae terduduk dengan kaki yang terjulur dan selimut jatuh kelantai, menunjuk kearah manusia tadi, yang kini terduduk –jatuh- akibat gerakannya yang mengejutkan. "S-s-s-siapa kau? Pencuri?!"

Sosok itu, yang ternyata adalah Eunhyuk, menatap mata Donghae dengan terkejut, lalu mulai berdiri, bersiap-siap untuk lari. "H-Hyukkie bukan pencuri! Hyukkie cuma mau ngebangunin kamu! Ini sudah pagi!" teriaknya, sebelum akhirnya ia berlari untuk mengumpat, namun naasnya tersandung kaki Donghae.

Donghae yang tak mau dihantui kakak si anak aneh ini kalau sampai operasinya gagal, reflek menarik Eunhyuk, dan memeluknya.

"Hah! Menyusahkan! Itu nyaris! Bagaimana kalau nanti kau jatuh, terus sekarat, mati, habis itu menghantuiku? Kan aku yang repot! Bisa jadi aku juga dituding membunuhmu!"

Eunhyuk mencubit tangan Donghae kesal, lalu menjauhkan dirinya dari Donghae, bersiap untuk kabur lagi, tapi sayangnya Donghae sudah menahan tangannya, lalu kembali menarik Eunhyuk hingga jatuh terduduk di sofa. Dengan sigap, Donghae mengambil selimutnya yang tercecer di lantai, lalu mengurung Eunhyuk di dalamnya, membuat Eunhyuk meronta karena ia tak bisa melihat apa-apa.

Donghae menumpukan lengannya di punggung Eunhyuk yang tengah bergerumul dengan selimut, lalu menekannya, agar Eunhyuk sulit untuk bergerak. "Seharusnya kau berterima kasih karena sudah ditolong orang. By the way, terima kasih karena telah membangunkanku pagi ini. Now, my room is MINE! Not YOURS! Bye~"

Donghae segera berlari menelusuri tangga, lalu memasuki kamarnya dan mengunci pintunya, meninggalkan Eunhyuk yang masih protes di bawah sana.

Donghae tersenyum lega begitu melihat hanya ranjangnya saja yang berantakan, selebihnya rapih. Ia juga memeriksa di setiap bagian, apakah ada barangnya hilang atau tidak. Dan ia tersenyum puas begitu melihat kartu kreditnya yang masih selamat dan tidak dimakan. Ia lalu mengambil kartu kreditnya dan memindahkannya, dari laci buku, ke atas lemari pakaiannya, yang untuk mencapainya saja ia membutuhkan sebuah kursi agak tinggi. Begitu selesai, ia menaruh kursinya kembali ke samping laci buku, dan menaruh seluruh peralatan seperti boneka nemo, gantungan handphone, headset, dan segalanya agar tak terlihat mencurigakan.

Baru saja Donghae membereskan ranjangnya yang berantakan, ia mendapati suara ketuk- gedoran dari pintu kamarnya. Donghae pura-pura tak mendengarnya.

"Bukaaaaaaa! Hyukkie mau masuk! Ini kamar Hyukkie!"

Eunhyuk terus menggedor pintu kamar itu dengan kesal, lalu baru menyadari adanya kertas yang tertempel di pintu kamar itu, bertuliskan 'Lee Donghae's Room'. Ia membacanya dengan seksama, lalu mengambil dan merobek kertas itu.

"Donghae bukaaa! Hyukkie mau masukkk! Tangan Hyukkie sakit nih mukul pintu mulu!"

Donghae yang masih membereskan ranjangnya sambil bersiul, hanya menyahut dengan cuek. "Siapa yang nyuruh gedor pintu? Salah sendiri!"

Setelahnya, suara gedoran pintu tak terdengar lagi. Berganti dengan isakan tangis, yang agak sedikit membuat Donghae kecewa karena berbagai macam faktor.

"Hiks... Donghae jahat... hiks... Kyunnie-hyung~ Kyunnie hyung mana? Hiks Hyukkie mau sama Kyunnie hyung..."

Donghae berjalan kearah pintunya, setelah memikirkan berkali-kali apakah ia harus membuka pintu untuk mengecek keadaan atau tidak. Karena ia masih memiliki hati nurani dan tidak mau rumahnya mendadak banjir, ia akhirnya memutuskan untuk membuka pintu.

Dengan berat hati Donghae membuka gagang pintu setelah membuka kuncinya, lalu menarik pintunya sedikit untuk memberinya celah mengintip. Ia dapat melihat Eunhyuk yang kini terduduk dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dengan pundak gemetar.

Donghae melebarkan celah pintunya, untuk melihat lebih jelas. Tanpa melewatkan kesempatan, Eunhyuk segera berdiri dan menerjang pintu kamar Donghae, membuat Donghae terhuyung hingga akhirnya kejedot tembok. Eunhyuk segera melompat-lompat diranjang Donghae sementara Donghae meringis kesakitan.

"Hei! Kepalaku sakit tau! Keluar! Ini kamarku! Dasar pembohong! Kukira kau benar-benar menangis!"

Bukannya mengindahkan kata-kata Donghae, Eunhyuk malah malah menjulurkan lidahnya kearah Donghae, meledek. "Donghae yang keluar! Ini kamar Hyukkie! Hyukkie bukan pembohong! Hyukkie tidak bilang kalau Hyukkie lagi menangis bweeee!" Setelahnya, Eunhyuk berlari ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Donghae itu.

Ingin sekali Donghae melempar wajah Eunhyuk dengan panci, kalau saja Eunhyuk tak pernah mengalami lupa ingatan seperti ini. Setelah membuat kepalanya terbentur tembok, membuat berantakan ranjang yang baru dibereskannya tadi, sekarang manusia yang lebih terlihat seperti adik raja iblis itu mengunci pintu kamar mandi.

"HEI! BUKA PINTUNYA! AKU MAU MANDI! Baju dan handukku ada di dalam!"

CKLEK

KRIEETTTT

Pintu kamar mandi pun terbuka, namun yang Donghae lihat adalah KOSONG! Donghae agak sedikit merinding jadinya. Tapi seumur-umur ia tinggal disini, tak pernah ia menemukan makhluk halus, jadi ia tidak terlalu takut masuk ke dalamnya. Baru saja Donghae membuka bajunya, ia hampir meloncat karena kaget melihat sesosok manusia sedang meringkuk di dekat pintu kamar mandi.

"YA! Kenapa kau sembunyi di balik pintu?! Keluar! Aku mau mandi!"

Eunhyuk menggembungkan pipinya kesal. "Hyukkie sudah disini dari tadi! Donghae saja yang tidak lihat! Hyukkie juga mau mandi!"

Perkataan atau pernyataan polos Eunhyuk barusan membuat Donghae merona malu. Sebelum ia sempat berfikiran gila dan abstrak, ia berjalan kearah Eunhyuk, lalu menariknya berdiri. "Keluar sekarang!"

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. "Hyukkie belum mandi! Nanti Hyukkie bau!"

"Keluar sekarang!"

"Tidak mau!"

"YA! Kubilang keluar ya keluar!"

"NGGAKKK!"

Dengan sangat terpaksa, Donghae memikul Eunhyuk seperti karung beras, membuka pintu kamar mandinya, lalu melemparkan Eunhyuk keatas ranjang.

"Kau!" tunjuk Donghae, "Jangan. Bergerak. Mandi setelah aku selesai!"

Donghae kembali ke kamar mandi, lalu menguncinya. Eunhyuk sendiri hanya terduduk memelas.

"T-tapi Hyukkie kebelet~"

Suara Eunhyuk yang masih terdengar sampai kamar mandi, membuat Donghae menjawab pernyataan namja polos itu.

"Dibawah, sebelum ruang tamu, ada toilet untuk tamu. Tidak ada shower, tapi bisa untuk buang air. Pergi sana!"

Eunhyuk segera berlari menuruni tangga hingga akhirnya ia menemukan toilet yang dimaksud Donghae.

Sementara itu di kamar mandi, Donghae terlihat seperti ingin menjedukkan kepalanya ke tembok, tapi sayangnya ia tak cukup tega untuk melukai dirinya sendiri.

"AAAA! AKU BISA GILAAAAA! 3 HARI LIBURANKU!"

Poor Hae.

~My Innocent Hyukkie~

Donghae membuka pintu kamar mandi sambil bersenandung ria. Sepertinya ia lupa dengan keberadaan namja yang super polos itu. Baru saja Donghae melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, kakinya dipegang oleh seseorang secara tiba-tiba, membuatnya terlonjak kaget.

"H-HUWAAAA! A-apaan tuh?" jerit Donghae, namun jeritan ketakutan itu berubah ketika ia melihat sosok Eunhyuk yang tengah terkikik di sebelah pintu kamar mandi.

"Apa yang kau tertawakan?! Kau kira lucu?"

Jika biasanya orang-orang akan ketakutan jika dibentak dengan wajah beringas, lain halnya dengan Eunhyuk. Ia malah menyahuti pertanyaan Donghae dengan kalimat yang tak kalah mematikan. "Memang lucu kok. Kenapa?"

Donghae menepuk dahinya. Sikap namja di depannya ini sudah diluar akal sehat. Takut keesokan harinya Donghae langsung ubanan karena terlalu sering marah, ia beralih bertanya kepada Eunhyuk.

"Kau tidak mau mandi?"

"Tidak ada handuk."

Donghae dengan segera membongkar lemarinya dan mengambil handuk, lalu melemparkannya kepada Eunhyuk. Eunhyuk segera memasuki kamar mandi. Baru saja Donghae bisa bernafas, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.

"Cepat sekali mandinya?"

"Tidak ada pakaian"

Donghae benar-benar ingin menjedukkan kepalanya saat ini juga. Tapi karena takut terluka, ia menjedukkannya di bantal kepala, lalu beranjak menuju lemari. Ia mengeluarkan pakaian layak pakainya, dari luar, sampai dalam.

"Ini! Pakai!"

Eunhyuk segera kembali memasuki kamar mandi.

~My Innocent Hyukkie~

Pintu kamar mandi terbuka, membuat Donghae yang sedang tiduran sambil mendengarkan lagu di ranjangnya menoleh. Raut wajahnya agak sedikit abstrak begitu melihat Eunhyuk keluar dengan pakaian serba kebesaran. Bisa ia lihat juga Eunhyuk yang memegangi celana panjangnya karena kedodoran.

Donghae menghela nafas berat, lalu kembali membongkar lemarinya.

"Ini! 1 Stel pakaianku pemberian Jihyun yang kekecilan! Hanya ada ini! Pakai saja!"

Eunhyuk mengangguk, lalu menggantungkan handuknya di tempat Donghae menggantung handuk, setelah itu bersiap-siap untuk mengganti bajunya.

Baru saja Eunhyuk membuka kaos kelebaran Donghae sampai setengah perut, Donghae sudah mengoceh kepadanya, membuatnya terpaksa tidak melakukan sesuatu lebih lanjut.

"KAU! Apa yang kau lakukan?"

Eunhyuk menoleh kearah Donghae dengan pandangan bingung. "Mengganti bajuku, wae?"

Donghae menepuk dahinya. Kepolosan Eunhyuk itu sudah diluar batas! Lama-lama kepolosan Eunhyuk bisa mengganggu iman Donghae juga.

"Ganti baju di kamar mandi! Jangan disini! Sekarang! Atau setelah ini kita tidak akan keluar mencari makan!"

Mendengar Donghae yang mengajaknya keluar, mata Eunhyuk berbinar-binar. Dengan segera Eunhyuk menurunkan kaos kebesarannya tadi seperti semula, lalu berjalan kearah kamar mandi, beserta baju kekecilan milik Donghae.

"Mungkin ini apa yang dirasakan eomma dan appa saat aku masih kecil dan belum punya baju ya? Huwaaa seharusnya kan yang jalan-jalan hanya aku! Bukan dia!"

~My Innocent Hyukkie~

"Jadi, kau mau memesan apa?" tanya Donghae yang jengah melihat Eunhyuk sedari tadi tak habis-habisnya membolak-balik buku menu, tanpa memutuskan apa yang akan ia makan satupun.

Eunhyuk terlihat mengerutkan alisnya, lalu kembali membolak-balik halaman, membuat Donghae hanya bisa memutar bola matanya kesal. Tiba-tiba saja Eunhyuk menginjak kaki Donghae, membuat Donghae menahan teriakannya karena kesakitan. Sabar Donghae, sabar...

"Ini! Aku mau ini!" tunjuk Eunhyuk kepada Donghae yang sedang melakukan aksi menekan emosi.

"Waffle stroberi?"

Eunhyuk mengangguk dengan senyum merekah. "Minumnya, aku mau ini!" tunjuknya, membuat Donghae lagi-lagi harus melihat gambar yang ditunjuk Eunhyuk.

"Milkshake storberi? Kau benar-benar menyukai stroberi?" tanya Donghae, begitu ia mengingat stroberi masuk ke dalam daftar makanan favorit Eunhyuk.

Eunhyuk kembali mengangguk, lalu menunjuk ke menu. Lagi. "Aku juga mau ini!"

"Banana split? Tidak boleh! Ini masih pagi! Nanti kau sakit perut!"

Eunhyuk hanya bisa cemberut sementara Donghae memesan makanan ke pelayan.

"Saya ulangi lagi, waffle stroberi 1, milkshake stroberi 1, fish & chips 1, dan 1 air mineral. Ada tambahan?"

"Sudah itu saja."

Pelayan itu pergi ke meja kasir dan dapur sementara Donghae dan Eunhyuk hanya bisa diam. Donghae sendiri memasang earphone ke telinganya, sementara Eunhyuk hanya duduk dengan menumpukan dagunya ke tangannya yang terlipat, memperhatikan apa yang dilakukan Donghae. Meskipun Donghae agak risih, tapi ia biarkan saja. Mungkin Eunhyuk sedang berusaha menganggap Donghae bisa dipercaya. Itu jauh lebih baik dibandingkan Eunhyuk menggigit kukunya karena bosan. Beruntung Eunhyuk tidak memiliki kebiasaan itu.

Pelayan datang, membawa seluruh pesanan milik Donghae dan Eunhyuk. Tanpa basa-basi lagi, mereka langsung memakannya. Terkadang, Donghae memerhatikan Eunhyuk yang makan dengan lahap dan riangnya. Ia tersenyum sendiri. 'Lucu, seperti kucing. Makannya belepotan.'

Donghae menyodorkan tisu ke Eunhyuk. "Lap mulutmu. Belepotan sekali seperti kucing." Eunhyuk dengan segera menyambar tisu yang Donghae berikan, lalu mengelap mulutnya. "Sudah kan?"

Donghae mengangguk, kemudian melanjutkan aktifitas makannya. Sebenarnya Donghae sadar, Eunhyuk sedari tadi juga memerhatikannya. Ah bukan, memerhatikan makanannya. Tapi ia menunggu namja manis itu untuk terlebih dahulu berbicara. Mana tau bisa membuat Eunhyuk dekat dan percaya kepadanya sehingga barang-barangnya selamat.

"Eung... itu enak...?"

Donghae mengangguk. "Kau masih lapar?"

Kali ini Eunhyuk yang mengangguk. Donghae tak terlalu terkejut, karena si pengirim surat sudah memberitahunya tentang porsi makanan Eunhyuk yang berkali lipat dibanding porsi makanan orang lain meskipun ia kurus.

"Baiklah, karena menunya masih ada di sebelahmu, pesan makananmu."

Eunhyuk menggeleng. Donghae menatapnya bingung.

"Kenapa?"

"Pesenin~"

Entah mengapa, makan menjadi berat bagi Donghae. Ini menyebalkan. Apa si pengirim surat tidak mengajari Eunhyuk untuk bersikap mandiri?

"Kenapa tidak pesan sendiri saja?"

Eunhyuk menggeleng. "Tidak bisa. Hyukkie tidak tau caranya."

Tuh kan. Donghae semakin merasa ingin menelan makanannya bulat-bulat sebelum ia kehilangan nafsu makan. Ia kemudian menaruh pisau dan garpunya, lalu bertanya kepada Eunhyuk. "Kau sudah tau mau memesan apa?"

Eunhyuk mengangguk, lalu menunjuk makanan yang akan dipesannya. Donghae mengangguk paham.

"Bagus. Sekarang, angkat tangan kananmu."

Eunhyuk mengikuti apa yang Donghae katakan.

"Lalu, panggillah. Pelayan. Sebut saja pelayan."

"Pelayan..."

"Aish! Suaranya yang keras!"

"P-pelayan!"

Tak lama, datanglah seorang pelayan, ke meja dimana Donghae dan Eunhyuk duduk. Eunhyuk agak gugup begitu pelayan itu menanyakan mereka. "I-ini..." tunjuk Eunhyuk. Pelayan itu mengangguk mengerti. "Baiklah, satu sandwich panggang ayam dengan ekstra telur. Ada lagi?"

Eunhyuk menggeleng. Pelayan itu tersenyum. "Boleh saya ambil menunya?"

Eunhyuk mengangguk. Pelayan itu mengambil menu yang dipegang Eunhyuk, lalu bergegas menuju dapur setelah mengucapkan terima kasih.

"Bagaimana? Pelayannya tidak menggigitmu kan?" tanya Donghae, setengah bercanda. Eunhyuk hanya bisa mengangguk-ngangguk saja sambil menunggu makanan tambahan yang dipesannya datang.

.

.

.

TBC

.

.

.

Author's Territory:

Masih mau lanjut readers? Gimana? Hyuknya terlalu polos gak sih? Next chap, Eunhyuk's shopping day ya haha.

helloimhhs: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Vaa: hmm... kyu... mati nggak ya? Haha. Bercanda. Karena lagi baik(?), bocoran deh. kyu nggak mati xD udah lanjut :D dengan senang hati izin diberikan :D gomawo reviewnya ^^

Ikhaosvz: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Hyukkie'sJewels: uhh... mian... tapi chingu reviewer ke-4. Kabulin nggak ya? Hahaha. Iya deh, karena belum melebihi reviewer ke-5, permintaan dikabulkan xD udah apdet nih, sehari xD gomawo reviewnya ^^

bebe fujo: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

love haehyuk: makasih QAQ ini udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

yohhanna: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

myfishychovy: udah lanjut :D gomawo reviewnya :D

SuYeollie: udah lanjut xD gomawo reviewnya ^^

sasurissawinchester: nanti deh kalo hae udah bosen, hyuknya dikirim ke chingu ^^ udah lanjut :D gomawo reviewnya xD

triple A: udah lanjut nih, secepat yang CLA bisa :D gomawo reviewnya :D

BlaueFEE: iya, kyu sakit beneran haha. Efek kecelakan hyuk, jadi seenaknya haha. Hae pasti sabar, meski dia bakal ubanan duluan haha #plak *apa sih* gomawo reviewnya :D

myhyukkiesmile: pasti dilanjut kok, demi chingu *mulai dah* udah lanjut tuh :D gomawo reviewnya ^^

sweetyhaehyuk: udah lanjut! xD gomawo reviewnya :D

Aiyu Kie: huwaaa jangan gantung diri Dx ini nih, udah dilanjutin. Gomawo reviewnya :D

Daevict024: udah lanjut :D gomawo reviewnya :D

Citcitcit: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

AnggiHaeHyukELF: nggak kok, bukan alien :D udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Jiaehaehyuk: hmm.. hae itu belum ketauan loh pervert apa nggak haha. Tapi sih moga-moga nggak lah yah xD udah lanjut, gomawo reviewnya :D

ming: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

nanalee: oke sip, pasti hae bakal dibuat susah xD. Udah lanjut, gomawo reviewnya ^^

Cho Miku: karena dimasukkin ke kardus itu sudah terlalu biasa haha. Udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Lee Eun Jae: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

suju shipper: wuahhh diancam Dx #plak *apa sih?* Iya nih, udah di apdet, gomawo reviewnya :D

Asha lightyagamikun: hae gak kasih, takut dihantuin kyu kalo mati haha. Udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

anchofishy: pasti susah lah... udah lanjut :D gomawo reviewnya ^^

RieHaeHyuk: kewalahan lah, gak mungkin nggak hehe. Udah lanjut, gomawo reviewnya :D

AyalisseHan0730: udah lanjut kok ^^ gomawo reviewnya :D

YukimaruNara: udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

Elfishy: bukannya agak, tapi memang aneh. Gomawo reviewnya xD

Kyuhyuk Love: udah dilanjut ^^ gomawo reviewnya :D

mingmiuu: udah diapdet ^^ gomawo reviewnya :D

Lee Eun In: iya, udah lanjut tuh ^^ gomawo reviewnya :D

reaRelf: iya beneran sakit ^^ gomawo reviewnya :D

nurul. p. putri: iya, pemandangan indahnya itu mengganggu iman haha. Iya sakit. Gomawo reviewnya :D

EunsooJewel: hmm... ga pasti sih, belum tamat, tapi bakal lebih dari 5 ^^ udah lanjut ^^ gomawo reviewnya :D

shizu indah: haha, gomawo reviewnya xD

Thanks bagi yang fav, follow, review, visitors maupun readers!

See you~