Story 2

Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, Kim Kangin, Lee (OC), Kim Yongsuk, Kim Yongsun

Pair: Kihyun

Warn: Boys Love, Typos, AU

Genre: Romance, Brothership

Disclaimer: cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada nama tokoh yang sama dengan nama asli dari member the King of Kpop itu memang unsur kesengajaan karena penulis meminjam nama mereka.

Aku mau membuat pengakuan dulu, pas publish chap pertama dan pas nulis, jujur aja aku ga terlalu ngeh kalau ternyata cerita sejenis drabble itu adalah cerita yang pendek banget kurang dari 500 kata, makanya aku bikin judul 'Drabble Kihyun' dulunya, padahal ff yang kubuat chap 1 kemaren itu 3K+, maafkan aku yang masih amatir yang masih belum tau perbedaan jenis2 cerita. Untuk judulnya gausah diganti apa ya? Malu sekali saya, lain kali akan lebih teliti lagi soal ini, sekali lagi maafkan saya –bow bareng KiHyun-

Selamat membaca

Matahari kini sudah mulai beralih condong ke arah barat, hangatnya awal musim semi kali ini telah dapat dirasakan oleh kebanyakan warga Korea Selatan. Anak-anak berlari senang menyambut udara segar di sekitar sungai Han, suasana ceria dapat ditemui di sekitar tempat itu, namun semua itu tak terasa ketika kau berada di sebuah gang sempit di antara dua bangunan yang berdiri kokoh di daerah pertokoan Myeongdong, alih-alih suara perkelahian antar manusialah yang terdengar.

Suara erangan kesakitan yang disebabkan oleh patahnya salah satu lengan seorang berandalan memecahkan keheningan sore itu. Di gang sempit yang kotor itu Kim Youngwoon sedang menghajar beberapa berandalan, di pojok gang terlihat seorang namja sedang ketakutan, meringkuk memeluk lututnya. Youngwoon yang kalap tak menghiraukan lagi meski orang-orang yang dihajarnya meminta ampun padanya, sampai suara dengungan sirine polisi terdengar kemudian memisahkan mereka yang sedang berkelahi atau lebih tepatnya Youngwoon yang sedang menghajar anak orang. Polisi membawa mereka semua yang berda di TKP ke kantor polisi.

.KihyuN.

Kyuhyun menikungkan mobilnya masuk menuju parkiran kantor polisi, ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan telepon dari kantor polisi di jam kerjanya. Ia langsung memposisikan mobilnya di tempat yang sudah dihafalnya itu. Semenjak ia menjadi kekasih Kibum, Kyuhyun jadi sering memenuhi panggilan yang disebabkan oleh ulah adik dari kekasihnya itu. Entah itu panggilan dari Sekolah, Kantor Polisi, Dinas Sosial bahkan dari Rentenir. Kyuhyun pernah harus berhadapan dengan rentenir karena Youngwoon yang sok pahlawan membantu temannya yang mempunyai masalah ekonomi dengan berhutang pada rentenir, Kyuhyun akui kalau niat Youngwoon untuk membantu temannya itu memang baik tapi dia melakukannya dengan cara yang salah, melibatkan dirinya lagi dan berakhir dia yang harus membereskan semua kekacauan yang ditimbulkan adiknya itu. Apakah Kyuhyun melakukannya dengan suka rela? Jawabannya hanya Kyuhyun yang tau, dia selalu menggerutu bahkan mengomel panjang kali lebar sama dengan luas jika harus membereskan kekacauan demi kekacauan yang dibuat Youngwoon, tapi dia juga sadar tidak mungkin melibatkan kekasihnya untuk membereskan semua ini, selain karena Youngwoon takut akan dimarahi kakaknya juga karena Kibum itu seorang public figure yang tak memungkinkan untuk muncul di sembarang tempat, para pembuat berita pasti terlonjak senang dan banjir uang jika Kibum sendiri yang turun tangan untuk menghandle kenakalan remaja yang dilakukan oleh adiknya.

Begitu membuka kantor polisi, Kyuhyun bisa melihat beberapa anak yang memakai seragam SMA yang berbeda dengan adiknya itu duduk berjajar di lantai, dan seseorang yang sangat Kyuhyun kenali dengan rambut kuningnya yang berantakan sedang duduk di kursi dihadapan seorang polisi.

"Kali ini apa lagi ulahmu bocah!?" Kyuhyun langsung menjitak kepala Youngwoon ketika sampai di samping bocah SMA itu.

"Aduh, sakit hyung! Kau mengurangi kadar ketampananku!" masih sempat juga narsis si Youngwoon ini

"Makanya jangan membuat ulah terus!" Kyuhyun hampir menjitak sekali lagi bocah di depannya sebelum sebuah suara menginterupsinya.

"Maaf..."

Kyuhyun dan Youngwoon menoleh ke sumber suara, Kyuhyun berasa pernah melihat namja imut ini di suatu tempat tapi ia lupa dimana.

"Sebenarnya dia yang menolongku dari mereka hyung" namja itu menunduk seiring dengan suaranya yang semakin mengecil.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Youngwoon, mencoba meminta penjelasan dari adiknya.

"Ehemm" Youngwoon berdehem, mencoba menjernihkan kerongkongannya yang justeru membuat Kyuhyun mengernyit aneh "Sudahlah tak usah dibahas lagi, ayo pulang" Kyuhyun semakin mengernyit karena nada bossy yang dikeluarkan Youngwoon.

"Apa kau salah makan? Aku harus mengkonfirmasi dulu pada polisi, bodoh!" jawaban Kyuhyun yang seenaknya itu dibalas delikan dari Youngwoon yang bagi Kyuhyun sama sekali tak seram.

Setelah mengkonfirmasi semuanya pada polisi barulah Kyuhyun tau kalau sebenarnya ulah Youngwoon kali ini lagi-lagi merupakan tindakan sok pahlawannya yang bermaksud untuk menyelamatkan namja imut yang duduk di kursi pojok itu dari pelecehan yang dilakukan oleh namja-namja yang duduk berjejer tadi, hanya saja tindakannya itu terlalu berlebihan karena membuat sang pelaku justeru menjadi korban keganasannya, bahkan salah satu dari mereka menyerah dan menelepon polisi meskipun beresiko jadi tahanan rumah. Dan Kyuhyun sekali lagi harus meminta maaf pada para polisi yang harus kerepotan lagi gara-gara bocah SMA satu itu. Kyuhyun mengembalikan atensinya pada Youngwoon yang sekarang sedang melipat kedua tangannya di depan dada, menjawab pertanyaan sang namja imut dengan tingkah sok arogannya tanpa memandang yang mengajak bicara, Kyuhyun berjalan mendekat, matanya memicing saat berada di dekat Youngwoon. Kyuhyun paham sekarang, dia pernah mengalami masa remaja seperti Youngwoon dan tentu saja dia pernah mengalami cinta remaja, Kyuhyun mengeluarkan smirknya begitu ia paham kalau adiknya ini ada crush dengan namja di depannya.

"Kau tak perlu berterima kasih seperti itu, ini sudah menjadi kewajibanku, aku kan seorang laki-laki" lalu dia anggap apa makhluk di depannya itu, dengan suaranya yang sok cool benar-benar membuat Kyuhyun ingin tertawa.

"Sudahlah, ayo pulang!" Kyuhyun memilih untuk menengahi pembicaraan yang dianggapnya tak penting dari dua bocah SMA di depannya. Youngwoon yang menolak untuk diberi apapun sebagai ucapan terima kasih dan namja imut di depannya yang bertekad ingin membuatkan sesuatu sebagai ucapan terima kasih. "Aku harus kembali ke kantor setelah ini"

"Kau ikutlah bersama kami, atau kau memilih satu ruangan dengan mereka" Youngwoon menunjuk sekelompok remaja yang duduk berjejer dengan dagunya.

Si namja imut tampak berfikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya.

Kyuhyun mendecih, dasar anak-anak labil, benar saja teorinya kalau kau sedang jatuh cinta maka kau akan jadi berbeda dari dirimu sebelumnya kan? Contohnya ya si Youngwoon yang secara ajaib berubah menjadi sok cool hari ini.

.KihyuN.

Kibum mengambil sekenario yang tersedia di ruang tunggu khusus pemain drama di stasiun tv KBS, hari ini ia akan melaksanakan syuting di studio. Tak lama sang manajer masuk dengan ponsel pintar di tangannya.

"Kibum hyung, KIA motor akan mentransfer fee CF malam ini" biasanya seorang manajer akan lebih tua dari artis asuhannya tapi kali ini manajer aseli Kibum sedang cuti jadi dia digantikan seseorang yang seumuran Kyuhyun, 7 tahun lebih muda darinya.

Kibum hanya menggumam saja, kemudian ia teringat sesuatu "Masukkan saja ke rekening Kyuhyun"

"Kyuhyun yaaa" manajer Kibum yang bernama Yongsuk itu sedikit bergumam sambil mengutak-atik ponselnya, memasukkan nomor rekening Kyuhyun pada pihak KIA motor, Kibum sering memasukkan fee nya pada rekening Kyuhyun itulah mengapa Yongsuk sudah mengetahui nomor rekening Kyuhyun "Hyung, kalau aku boleh bertanya" Yongsuk menjilat bibirnya yang terasa kering, sedikit takut juga untuk bertanya "Apa benar hyung dan Kyuhyun akan segera menikah?" takut-takut Yongsuk melihat Kibum.

Kibum sendiri menghentikan aktifitas membaca naskahnya "Enatahlah" bagaimana ia akan menjawab? Dia siap menikah kapanpun tapi tidak dengan Kyuhyun.

Yongsuk hanya mengangguk-angguk, tak berani untuk bertanya lebih lanjut.

Drrrrtt... drrrrtttt...

Suara getaran ponsel milik Kibum kembali mengalihkan perhatian pria itu dari naskah yang sedang dipelajarinya. Melihat ID callernya lebih dulu, itu manajernya yang sedang cuti. "Wae?" ini merupakan kebiasaan Kibum saat menjawab telepon.

"Kau membeli satu tempat di central park II untuk kau jadikan restoran seafood?" suara dari seberang sana terdengar sedikit kaget.

"Ya" Kibum mulai melihat ke arah naskahnya lagi, sudah biasa ia melakukan multitasking.

"Kau yakin? Setelah kau mengeluarkan uang untuk membeli saham di Marriot, apa keputusanmu itu tidak terlalu terburu-buru?" pasalnya, manajer lamanya, Yongsun baru saja mendapat konfirmasi lewat e-mail, tidak menyangka jika Kibum akan bergerak secepat ini.

"Aku yakin"

"Kibum-ah, jika kau ada masalah kau bisa mengatakan padaku, jika kau tak ingin bekerja kau bisa bicara padaku, jika kau lelah, aku bisa mengambil jadwal istirahat untukmu" Yongsun merasa khawatir juga pada anak asuhnya ini, bertahun-tahun ia menghandle Kibum sebagai artisnya dan sepanjang itu pula Yongsun masih belum pernah menemukan satu haripun dimana Kibum mengeluh tentang pekerjaannya ataupun masalah pribadinya.

"Aku baik-baik saja"

Inilah yang Yongsun takutkan, keterdiaman Kibum terhadap situasinya membuatnya merasa tak berguna sebagai manajer ataupun sebagai seorang Hyung untuknya.

"Apakah ada masalah dengan Kyuhyun?" yang Yongsun khawatirkan adalah ketika anak asuhnya ini ada masalah dengan kekasihnya dan memilih mengalihkannya dengan menambah pekerjaan maupun bisnisnya.

"Kami tidak bermasalah" Kibum mulai mengernyitkan dahinya, merasa aneh dengan pertanyaan manajernya yang mulai berlebihan.

"Apa Kyuhyun masih belum mau menikah denganmu?"

Kibum meletakkan naskahnya kali ini, ada apa dengan manajernya? Kenapa aneh begini?

"Aku bisa mengajaknya bicara jika itu diperlukan, dia mungkin akan lebih menurut padaku"

"Hyung? Apa kau salah makan?"

"Yak! Kim Kibum! Aku sedang menghawatirkanmu tau! Ini bukan waktunya bercanda!" suara dari seberang telepon terdengar naik beberapa oktaf.

"Kau sangat aneh, tiba-tiba bertanya tentang pekerjaan, bisnis lalu Kyuhyun"

"Hah, mungkin memang pikiranku saja yang berlebihan"

"Bagus jika kau sadar"

Jawaban yang menyebalkan itu tentu saja memunculkan perempatan imajiner di dahi Yongsun "Kau,, segeralah menikah dengan Kyuhyun supaya aku tak berlebihan memikirkanmu lagi!"

"Geulsse" Kibum menyenderkan bahunya ke kursi "Jika itu terjadi maka kau bersiaplah untuk mencari artis baru hyung" lanjut Kibum dengan santainya.

Kata-kata Kibum barusan bukan hanya sukses mengagetkan lawan bicaranya di telepon, tetapi juga orang yang ada dihadapannya, mungkin akan ada rotasi manajer besar-besaran di agensinya jika Kibum berniat berhenti.

"Yak mungkinkah..." Yongsun menjeda kata-katanya untuk berfikir untuk kedua kalinya "jangan bilang kalau kau akan berhenti dan menjalankan semua bisnis yang baru saja kau rintis?"

"Mungkin"

Untuk beberapa menit keheningan menyelimuti ruangan bernuansa putih tersebut, tak ada yang berniat berbicara, hanya helaan nafas berat yang terdengar.

"Apapun keputusanmu aku pasti akan mendukungmu Kibum!"

"Hm"

"Aku akan kembali bekerja besok lusa jadi baik-baiklah bersama adikku"

"Hn"

Tak lama ponsel dimatikan oleh Yongsun, Kibum kembali berkutat dengan naskahnya sedangkan Yongsuk masih diam, ingin bertanya tapi tak berani, Kibum itu punya aura menyeramkan menurutnya.

.KihyuN.

Kyuhyun memasuki dapur apartemen Kibum dengan wajah lelahnya, sedikit mengantuk karena sebelumnya ia hanya tidur 2 jam karena menyelesaikan level terakhir gamenya. Matanya seketika melebar begitu melihat banyak hidangan tersedia diatas meja makan, mendekati makanan-makanan itu dengan wajah bodohnya yang membuat satu-satunya makhluk disana tertawa melihat tingkah menggemaskan kekasih kakaknya itu.

"Dari mana kau dapatkan semua ini Kim? Kau merampok restoran mana eoh?" Kyuhyun masih dengan tampang lucunya, juga terlihat binar dimatanya setelah melihat makanan-makanan itu dari dekat.

Youngwoon jadi semakin tertawa terbahak karena tingkah lucu calon kakak iparnya itu "Sudahlah jangan banyak omong! Makan saja"

Kyuhyun langsung menggeplak kepala Youngwoon karena perkataan bocah itu tak ada sopan-sopannya sama sekali, sedangkan si korban harus rela tersedak karena kaget ketika kepalanya didaratkan sebuah geplakan, sibuk meminum air putih yang tersedia di meja. Kyuhyun sendiri tanpa rasa bersalah mengambil piring di rak kemudian memilih-milih makanan yang akan ditempatkan diatas piringnya.

"Kau seenaknya hyung! Bagaimana kalau aku mati tersedak?" kesal juga jadi Youngwoon, kesedak itu tidak enak rasanya nafasmu terhambat di tenggorokan, sungguh menyakitkan.

"Kalau mati kan tinggal dikremasi" Kyuhyun dengan santainya menjawab sambil memasukkan potongan daging yang cukup besar ke dalam mulutnya.

Wah benar-benar makhluk satu ini, kalau calon kakak iparnya ini tidak se-unyu penampilannya sekarang saat sedang makan dengan lahap, ia pasti akan menggeplak balik. Oh tidak mungkin se-ekstrim itu kan Kim Youngwoon? Kau bisa dihukum berat oleh kakakmu kalau sampai berani menyentuh kekasihnya.

"Oh ya, siapa yang membawa makanan ini?" Kyuhyun sampai lupa tadi, makanan ini pasti tidak akan berada di atas meja dapur dengan sendirinya kan?

"Lee membawakannya untuk kita, dia bilang sebagai ucapan terima kasihnya untukku" kangin menjawab sambil membawa piring kotornya menuju meja cuci dapur.

"Jadi, nama calon adik iparku itu Lee?" menampilkan smirknya untuk menggoda bocah SMA yang sekarang menatapnya iritasi. "Bagaimana kalau Kibum tau ya?" Kyuhyun menaik turunkan alisnya berniat menggoda adiknya itu, kapan lagi dia bisa menggoda seorang Youngwoon.

"Tidak-, aku bukan-, dia-, tidak seperti apa yang kau pikirkan!" youngwoon tergagap,

membuat Kyuhyun terkikik geli, dia akan mengontrol agar tak tertawa karena ia sedang makan tentu saja "Memangnya apa yang kupikirkan?"

"Aishh, sudahlah!" Youngwoon merasa mati kutu, malu juga kalau ia ketahuan memang menyukai namja yang tadi ditolongnya itu "Aku akan istirahat di kamar, capek"

Kyuhyun mencebikkan bibirnya, ia tau bocah itu berusaha kabur secepat kilat dari interogasinya bahkan sekarang jejaknya sudah tak terdeteksi lagi. Segera menghabiskan makanannya kemudian membawa piring kosongnya ke meja cuci di dapur, pelipisnya muncul perapatan imajiner ketika melihat cucian kotor milik Youngwoon yang belum bocah itu cuci. Terpaksa ia yang harus mencucinya, setelah selesai ia beranjak menuju sofa, menunggu Kibum datang sambil memainkan gamenya yang sempat tertunda karena tertidur.

"Beri jarak 30 cm dari matamu saat kau memainkan benda ini"

Kyuhyun hampir saja terlonjak dari sofa jika saja tubuhnya tak ditarik ke dalam pelukan seorang pria, bagaimana mungkin kekasihnya ini datang tanpa suara yang ia dengar? Ingatkan Kyuhyun kalau suara psp yang sejak tadi ia mainkan itu menimbulkan suara yang teramat keras.

"Kau mengagetkanku Kibum!" merasa kesal dan pura-pura merajuk "Aaaakkk!" Kyuhyun langsung menjerit begitu tulisan 'You Lose' terlihat di layar pspnya, baru beberapa detik saja ia teralihkan perhatiannya dan sekarang ia harus menerima kalau pesawatnya baru saja menjadi santapan pesta musuhnya. "Kau membuatku kalah Kibum!" menepuk-nepuk dada kekasihnya dengan brutal.

Kibum yang terganggu dengan kelakuan kekasih unyunya ini langsung mencekal kedua tangannya, menarik tubuh di depannya kemudian 'cupp' mengecup bibirnya sekali

"Jangan menciumku!" Kyuhyun berkata segalak mungkin.

'cupp' satu lagi ciuman singkat dicuri Kibum

"Kibum!" kali ini Kyuhyun melotot pada kekasihnya, mencoba memberi tau kalau dia benar-benar kesal.

Kibum melepaskan kedua tangan Kyuhyun, bukannya menyudahi aksinya tadi alih-alih ia menarik tengkuk Kyuhyun dengan tangan kirinya dan menarik pinggang pemuda itu dengan tangan kanannya kemudian menraup bibir berwarna plum itu dalam lumatan-lumatannya. Sepertinya kali ini giliran Kibum yang sedang merindukan Kyuhyun.

"Kibum" Kyuhyun memanggil nama kekasihnya begitu pagutan keduanya terlepas. "Aku belum mengijinkanmu menciumku" pemuda itu membuka matanya yang langsung berhadapan dengan mata sekelam malam milik kekasihnya.

"Kau milikku" kata-kata itu terdengar dengan nada yang tegas "Aku tak perlu meminta ijin darimu"

"Ya" Kyuhyun membenarkan ucapan Kibum, lalu menempelkan kening keduanya, menggesekkan hidungnya pada hidung kekasihnya, sedang ingin bermanja saja.

Tiba-tiba Kibum menarik tubuhnya untuk berbaring di sofa, dengan pria itu diatasnya, memandangi wajah yang sangat ia rindukan. Kibum tersenyum tipis ketika melihat semburat merah yang menjalar di pipi kekasihnya.

"Kau kedinginan?"

"Tidak" Kyuhyun malu, ia mengalihkan tatapannya kesamping, tak ingin melihat seringai menyebalkan yang di tunjukkan sang kekasih. "Kibum, Youngwoon,"

"Hn, dia kenapa?" Kibum menarik kesamping kerah kaos yang dikenakan Kyuhyun supaya ia bisa leluasa menjelajahi leher putih kekasihnya itu.

"Aku tadi menjemputnya di kantor polisi karena habis berkelahi, ah Kibum jangan disanahh" Kyuhyun berakhir mendesah karena kekasihnya itu sedang bermain-main di area sensitif lehernya dengan gigi-gigi, lidah dan bibirnya. "Kibum, kau dengar tid- ahh" sekali lagi pria diatasnya itu mempermainkannya. "Kib-mmfft" kini giliran bibir Kyuhyun yang harus rela di bungkam oleh Kibum.

"Kau cerewet! Nikmati saja!" setelah melepaskan sebentar pagutan bibirnya Kibum kembali mengeksplor bibir kekasihnya yang mulai menikmati permainannya.

Dua orang yang tak tau situasi, kondisi dan domisili itu mulai saling menempelkan badan masing-masing, mengelus semua bagian tubuh yang bisa dielus, menanggalkan pakaian yang mulai terasa mengganggu, mendesah-desah ketika merasakan sensasi aneh dalam tubuh akibat rangsangan lawan mainnya.

Youngwoon berniat untuk keluar mengambil minum dan harus melotot tak percaya melihat adegan yadong di depannya secara live segera setelah ia membuka pintu. Awalnya ia hanya mengamati saja sebelum sebuah ide jahil lewat di kepala berbalut surai kuningnya, ia langsung masuk kembali ke kamarnya menggeledah laci dan lemari sampai akhirnya ia temukan benda yang sejak tadi ia cari. Youngwoon menghidupkan benda itu membawanya ke pintu kamarnya, menekam mode rekam pada action kamera yang dibelikan Kibum sebulan yang lalu karena timnya menang di pertandingan baseball antar sekolah. Lama-lama Youngwoon terangsang juga meskipun hanya melihat, ia meletakkan action kameranya di meja dekat pintu kamarnya, ia harus segera pergi menyelesaikan sesuatu yang mulai menggembung di antara pahanya, segera menutup pintu perlahan dan menyelesaikan gembungan di selangkangannya di kamar mandi akibat menonton adegan live oleh dua orang tak tau diri yang satu tempat tinggal dengannya. Yang tak ia tau adalah Kibum, kakaknya itu sempat melirik lewat sudut matanya apa yang ia lakukan barusan.

Lebih dari dua jam kemudian setelah menyelesaikan masalahnya kemudian mandi dan berganti pakaian, Youngwoon menempelkan telinganya ke pintu, mencoba mendengarkan apakah kedua orang dewasa itu masih di ruang tengah atau tidak, setelah dirasa kalau kedua orang itu telah berpindah tempat, Youngwoon keluar dari kamarnya dengan membuka pintu perlahan-lahan, bermaksud mengambil kamera miliknya tapi ternyata tak ada dimanapun. Ia mulai merasa takut jika nanti ia ketahuan Kibum telah berbuat jahil terhadap keduanya karena hyungnya mungkin akan menghukumnya bila ia nakal pada hyung datarnya. Dengan wajah muram Youngwoon pergi ke dapur bermaksud menyimpan makanan yang tadi ada di meja, ia yakin kalau Kyuhyun belum melakukannya karena mungkin Kyuhyun menunggu Kibum untuk makan.

Beberapa menit kemudian hyungnya keluar kamar dengan pakaian rapi, berjalan menuju dapur, Youngwoon masih pura-pura sibuk memindahkan lauk ke wadah tupperware.

"Kau kehilangan sesuatu?" nada datar itu mengagetkannya sampai sendok yang ia pegang jatuh ke meja.

"An-, anni" mengambil sendok dimeja untuk melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat tertunda.

"Hey" Kibum meminta atensi pada adiknya, begitu bocah SMA itu melihat kearahnya –hupp- ia melemparkan action camera yang tadi dipakai Youngwoon untuk merekam aktivitas keduanya yang ditangkap oleh Youngwoon dengan sigap. "Buang sampah, cuci piring dan antarkan pakaian ke bagian loundry besok pagi karena besok Bibi Jang tidak bisa datang" Kibum langsung berbalik menuju pintu keluar apartemen.

Youngwoon melotot, apa dia sedang dihukum sekarang? Biasanya kalau Bibi Jang tak bisa datang kan Kibum memanggil pembantu pengganti.

"Satu lagi" Kibum berhenti berjalan, tanpa menoleh ia berkata "jatah bulananmu kupotong karena kau berkelahi lagi" Kibum mulai berjalan "satu lagi, jangan coba-coba mengganggu ataupun meminta bantuan Kyuhyun" lalu menutup pintu untuk kembali bekerja.

Youngwoon menggerutu, Kyuhyun itu memang pengadu, selalu mengadukan dirinya pada sang kakak dan berakhir dengan hukuman yang ia dapat. Dia mencoba mengecek kamera yang tadi dilempar Kibum, dan tentu saja videonya sudah tak ada disana lagi, padahal kalau tadi ia dapat videonya bisa digunakan untuk mengancam Kyuhyun kalau pemuda unyu itu bertingkah menjengkelkan lagi.

20 menit kemudian Kyuhyun keluar kamar dengan keadaan yang berantakan dan bibir yang maju beberapa centi. Ia belum lama istirahat tetapi harus terbangun karena Kibum tak ada di sampingnya. Ia berjalan kedapur dan menemukan Youngwoon yang masih disana mengutak-atik ponsel dihadapannya sambil sesekali tangannya meraih snack di toples yang tersedia di depannya.

"Hyungmu sudah pergi?" Kyuhyun ikut mendudukkan dirinya di samping Youngwoon.

"Hn" Youngwoon masih asyik dengan ponsel pintar di tangannya, tak memperhatikan wajah sulking di sampingnya.

Kyuhyun ikut merusuh mengambil makanan di toples yang sama dengan Youngwoon, "Youngwoon, kakakmu itu sangat menyebalkan" Kyuhyun mulai dengan kecerewetannya, Youngwoon yakin ia akan mendengarkan keluhan yang sama setiap bertemu jika pemuda di sampingnya ini tak dihentikan

"Kangin, hyung Kang-in!" mencoba membenarkan nama panggilannya karena jujur saja ia lebih suka di panggil Kangin daripada nama aslinya.

"Youngwoon, Young-won, Young to the won" Kyuhyun tersenyum cerah, melupakan kekesalannya tadi pada kekasihnya

Youngwoon atau Kangin menatap Kyuhyun dengan pandangan iritasi, apa yang harus ia lakukan pada calon kakak ipar kekanakannya ini? Seandainya tadi ada rekaman mereka berdua pasti Kyuhyun akan sangat mudah dibungkam.

Suara pesan dari ponsel Kyuhyun mengalihkan pemuda itu dari senyum cerah cerianya yang ia pamerkan pada Kangin ke arah ponselnya dan sukses mengganti ekspresinya dengan wajah grumpy-nya setelah melihat isi pesan yang baru saja ia dapatkan.

"Lihatlah Kangin apa yang dilakukan kakakmu" kalau ia sedang sebal dengan Kibum bisa saja ia memanggil dengan nama 'Kangin' tanpa sengaja "Dia mengirimiku uang sebanyak ini setelah puas meniduriku" Kalau dibilang puas, untuk Kibum menyentuh Kyuhyun itu tak pernah punya rasa puas, selalu ingin saja "Dia memperlakukanku mirip gigolo, cih" Kyuhyun mendecih hebat karena ia baru saja menerima transfer uang dari KIA Motor, dan siapa lagi yang mengiriminya kalau bukan Kibum.

Youngwoon mengangguk-anggukkan kepalanya "iya" membenarkan perkataan Kyuhyun barusan.

"Yak! Berani sekali kau mengataiku bocah!"

"Kau sendiri yang bilang"

"Tapi tak perlu kau iyakan bocah!"

"Kalau begitu menikah sana sama hyung biar tidak seperti yang kau katakan tadi" tidak mau menyebutkan kata yang berawalan huruf 'G' itu atau Kyuhyun akan menggeplaknya seperti tadi sore.

"Mwo?" kaget tentu saja, baru kali ini Youngwoon membahas soal pernikahan, bocah itu biasanya selalu cuek terhadap hubungannya dengan Kibum.

"Kau sering berada di aprtemen ini, sering tidur dengan hyung, mendapat uang dari hyung, kalian akan mendirikan restoran bersama bahkan ibu dan ayah sudah menganggapmu menantu mereka, lalu apa yang kau tunggu? Kau hanya tinggal menikah" Youngwoon berkata sambil matanya menatap ponselnya tak menyadari wajah keruh makhluk disampingnya "Kalau aku jadi hyung, aku tak mau menunggumu selama empat tahun atau bahkan lebih, kau tau hyungku bisa mendapatkan pasangan seperti apapun yang ia ma-u~" kata terakhir Youngwoon sempat tersendat karena saat ia berpaling dari ponsel pintarnya ia melihat seraut wajah murung yang sedang menundukkan wajahnya, sudut matanya sudah mengumpulkan titik-titik air. Youngwoon tertegun, ia baru sadar kalau salah bicara, ia panik, bagaimana cara mengatasi situasi ini? Youngwoon mengedarkan pandangannya dan baru menyadari detail pakaian Kyuhyun, dengan hanya mengenakan kemeja putih kakaknya yang memperlihatkan paha putih mulusnya dan betis yang errrr berbulu?

"Hyung, aku baru tau kalau betismu itu berbulu"

Mendengar perkataan Youngwoon yang tidak nyambung dengan perkataan sebelumnya membuat Kyuhyun bengong, "Hah?"

"Seingatku saat ada dalam mimpiku betismu itu mulus dan menggairahkan"

Kyuhyun mengedip-ngedipkan matanya, otaknya sedang loading, dipaksa berhenti memikirkan hal-hal menyedihkan dan berganti dengan mencerna perkataan Youngwoon yang terkesan sedang melecehkannya. "Kapan aku masuk ke dalam mimpimu?" Kyuhyun bertanya dengan nada jutek khas seorang Cho Kyuhyun.

Rasanya kangin ingin menarik-narik kedua pipi yang terlihat lebih bulat malam ini, tapi takkan ia lakukan atau Kyuhyun akan mengamuk dan Kibum yang akan mengembalikannya ke mokpo. Youngwoon berdiri dari duduknya, masih diawasi Kyuhyun dengan tatapan bertanya miliknya "Sebenarnya hyung," Youngwoon mulai berdiri di belakang kursi, mengatur jarak agar ia bisa langsung lari ke kamar tanpa hambatan "Aku memimpikanmu saat mimpi basah pertamaku"

Kyuhyun mengernyit, sebelum otaknya selesai memproses perkataan yang masuk telinganya, Youngwoon sudah kabur lari ke dalam kamarnya "YOUNGWON BODOH! SIALAN! OTAK GANGGANG!" ini suara teriakan Kyuhyun begitu tersadar akan perkataan yang diucapkan Youngwoon, membuahkan tawa menggelegar dari dalam kamar di samping ruang tengah.

Kyuhyun mendecih hebat saat ia tak bisa berbuat apapun, menempelkan kepalanya ke meja makan, Youngwoon yang bodoh itu mencoba menghiburnya dengan kejahilan yang sungguh menyebalkan dan berhasil mengubah moodnya yang tadi sempat mendung kelabu. Kyuhyun jadi tersenyum, bersyukur karena dipertemukan dengan mereka berdua, Kibum yang akan menghiburnya dengan gombalan khasnya dan Kangin sialan yang selalu menghiburnya dengan kejahilannya, kakak beradik yang teramat berbeda sifat, siapa sangkan kalau mereka adalah saudara kandung.

Fin

Untuk chapter ini telah selesai sampai disini.

Duh, maafkan aku karena moodku lagi down, jadi mungkin feelnya ilang. dan maafkan sekali lagi karena update-an nya telat sehari.

Terima kasih bagi yang telah membaca, memfavoritkan, dan memfollow ff ini. Yang bersedia mereview, mengkritik maupun memberi saran kuucapkan lebih banyak terimakasih, semoga kalian semua tetap sehat! Dan semoga kita bisa ketemu lagi di ff selanjutnya. Pai-pai~~