Disclaimer: Boboiboy milik Animonsta Studio/Monsta. Tak ada keuntungan materiil yang saya dapat dalam membuat cerita ini.
.
.
.
.
.
Wrong Choice
Warn: gaje beserta kawan-kawannya/?
.
.
.
.
.
Chapter 1: Meeting
.
.
.
Semilir angin sejuk membelai lembut membuat semak hijau bergoyang teratur. Pohon Zruith berdaun merah kirmizi dengan buah berwarna hijau zamrud yang hampir matang tumbuh lebat di sekeliling hutan yang agak sunyi. Sungai panjang bermata air jernih mengalir deras membelah dua daratan yang sama besar. Berbagai jenis ikan berkembang-biak disana, secara tidak langsung menjadi penghuninya.
Sejumlah jejak kaki tercetak di jalan setapak yang sedikit berlumpur. Kicauan burung dan bunyi jangkrik beradu dengan suara langkah berat sepasang kaki yang terbungkus sepatu boots. Tangannya menenteng busur besar. Kaos hitam berompi merah juga celana pendek senada dengan kaos membalut tubuhnya, tak lupa tas kecil berisi puluhan anak panah bersandar manis di punggungnya.
Ia mendongak, sinar matahari langsung berebut untuk bertemu paras tampan pemuda. Sebelah tangan ia gerakkan untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke retina.
Sadar matahari sudah sejajar dengan kepala, pemuda itu memutuskan untuk istirahat sebentar dari kegiatan berburu kijang (belum mendapat hasil) yang dilakoninya sejak 1 jam yang lalu. Gemericik air mengusik pendengaran, dengan tangkas ia berlari menuju asal suara.
Sungai Crythes kini ada di hadapan. Bibir tebal itu membentuk lengkungan kurva yang sempurna, menambah taraf ketampanan sang pemuda menjadi 3 kali lipat. Satu per-satu pakaian yang menempel di tubuhnya ia lepas, langsung menceburkan diri kala sudah tak tahan menerima panasnya suhu.
Gelombang kecil terbentuk, harmoni deburan air buatan menggema di tengah hutan. Pemuda itu berenang kesana-kemari, berkeliling sembari mencari ikan untuk dibakar guna mengganjal perut yang sudah keroncongan.
SREK
Ia dengar itu, namun memutuskan untuk tetap memposisikan tubuhnya berada di dalam air. Kepalanya sedikit muncul di balik sungai, menatap sekitar dengan was-was. 1 ikan yang berhasil ditangkap menggeliat membuatnya agak terganggu.
SREK SREK
"Hei kau, taruh kembali semua barang-barangku!" netranya berkilat. Seorang gadis berpakaian tomboy pelakunya, "Apa kau dibesarkan untuk menjadi seorang pencuri?" ia berenang ke tepian, mendekati sang gadis cuek.
"Makhluk tak tau malu. Apa begini caranya manusia bersikap di depan seorang gadis?" gadis itu berjengit kesal, melempar kasar benda yang tadi digenggamnya, "Dengan tampil tanpa sehelai benang?" wajah putih susu sang gadis sedikit bersemu.
"Jadi... kau seorang iblis?"
Gadis itu melipat lengannya, "Seharusnya kau sudah tahu,"
Pemuda itu mengangkat bahu, "Yah, tidak juga. Kau hanya datang di waktu yang kurang tepat," ikan dijatuhkan dan sukses mencium tanah berumput dengan mesra, "Tak usah munafik. Aku tahu kaum iblis sudah sering melihat yang seperti ini di pinggir-pinggir jalan," ia merentangkan tangannya lantas tersenyum sinis, "Benar kan?"
BUG
Tinju yang keras melayang dengan cepat bagai anak panah yang dilesatkan, sudut kiri bibirnya lecet. Namun sang pemuda nampak datar-datar saja. Tak ada raut kesakitan, seakan sudah terbiasa mendapat serangan semacam itu, "Menarik," ia sedikit meringis, "Iblis pengendali waktu, eh? Sungguh menakjubkan,"
"Cih," gadis itu mendesis, "Jangan berpikir kau tahu segalanya tentang kehidupan di Kerajaan Odyssey,"
"Oh...," pemuda itu memberikan komentarnya, "Jika sampai segitunya, kupastikan kau ini salah satu anggota Kerajaan Odey itu," lengannya meraih pakaian yang tergeletak lalu memakainya dengan cepat, "Kau pasti Putri Ying,"
"Ody-ssey, dasar manusia hina! Kau ini tak bisa mengeja hah?" iris cemerlang bak angkasa milik Ying berapi-api.
"Manusia hina? Lalu kau sebut dirimu sebagai apa?" pemuda itu menatap Ying serius.
"Aku? Tentu saja makhluk sempurna! Iblis ditakdirkan sebagai kaum paling atas di dunia,"
Pemuda itu tertawa sinis, "Baik. Kita ganti topik," belati yang berada di kantung celana ia keluarkan, "Apa yang dilakukan Putri Kerajaan sepertimu berada di perbatasan? Oh bukan, ini bahkan sudah masuk wilayah Kerajaan Humanuous,"
Ying meghentakkan kakinya pelan ke tanah beralaskan rumput, "Hutan Athroluth ini wilayah netral. Bukan milik Humanuous ataupun Odyssey,"
"Hmm... begitukah?" ikan dibersihkan sisiknya, "Boleh kutebak alasannya? Apa karena bosan? Eh tidak mung-"
"Ya,"
"Huh?"
Gadis itu perlahan duduk, "Aku bosan. Bayangkan saja, yang kulakukan hanya duduk sepanjang hari tanpa boleh melakukan hal yang kusuka,"
"Menurutku itu bagus," lengan kekar pemuda tampan itu terulur mengambil ranting yang berserakan, "Lagipula, apa yang disukai iblis itu biasanya berdampak buruk bagi kaum manusia,"
"Permisi, apa maksud dari perkataanmu tadi?"
Manik ruby melirik, "Biar kuberi contoh," api muncul setelah tangan terampil sang pemuda berhasil menggesekan dua buah ranting, "Menurut buku yang kubaca di perpustakaan kota. Dulu sekitar 300 tahun lalu, Raja iblis pertama, Fehua Cyril, membuat kekacauan dengan menyuruh para penyihir untuk melemparkan bola api ke pusat kota Kerajaan Humanuous hanya untuk menghilangkan rasa bosan-"
"He-hei tunggu sebentar," gadis berparas oriental itu menghela napas, "Apa maksudmu Lord Fehua membuat kekacauan? Yang kutahu, Raja dari Kerajaan Humanuous-lah yang pertama kali menyerang Kerajaan Odyssey tanpa sebab yang jelas. Jadi mungkin, kekacauan yang kau bilang tadi itu adalah balasan atas apa yang pemimpin kaum-mu perbuat,"
"Hahh... bukan hanya licik. Iblis ternyata mempunyai kemampuan memanipulasi informasi. Mencuci otak semua generasinya," beberapa menit kemudian, ikan yang dibakar tanpa bumbu hampir matang, "Asal kau tahu Putri, semua itu tidak benar,"
SRAT
Cairan kental berwarna merah menetes pelan membasahi kaos sang pemuda, "Agresif sekali," ia raba leher kanannya yang ia yakin terbeset kuku panjang sang Putri, "Tidak mau mengakui kenyataan, hm?"
"Aku tidak akan pernah percaya pada manusia hina sepertimu," Ying bangkit, memandang rendah makhluk yang berbeda ras dengannya.
"Ah sebutan aneh itu..., andai kau laki-laki salah satu anak panahku pasti sudah menancap di tubuhmu daritadi," salah satu ikan dilahap dengan tak sabaran, "...sayangnya aku sudah terikat janji,"
"Tangan mungil sang Putri terkepal erat, wajahnya mengeras, "Kau meremehkanku?"
"Aku hanya berusaha untuk bersikap gentle, Putri,"
"Hmh!" iblis berkelamin perempuan itu mendesah kasar. Napasnya memburu namun segera ia berusaha menetralkan amarahnya, "...bilang saja kau takut!"
"Terserah saja,"
ZUNG ZUNG
Kedua insan itu terkejut. Suara gong Kerajaan yang merambat di udara membuat Ying cemas. Bertolak belakang dengan si pemuda yang kini tengah mencuci tangannya, "Sepertinya Raja Kaizo mengkhawatirkanmu, Putri," satu ikan bakar tandas sepenuhnya, "...sebaiknya kau segera pulang,"
Putri Kerajaan Odyssey membuang wajahnya ke samping, "Tanpa kau suruh juga aku akan segera pulang," ia mulai menutup kelopak matanya, berusaha berkonsentrasi mengumpulkan kekuatan pada satu titik.
"Halilintar,"
Kelopak mata Ying terbuka disertai alis yang menukik, "Kau mengatakan sesuatu?"
"Namaku Boboiboy Halilintar," pemuda yang baru saja memperkenalkan diri itu berdiri, "...manusia hina yang akan membunuh Raja-mu," mendekati sang Putri, Halilintar meraih telapak mungil Ying, "Salam kenal," pucuk tangan itu dikecup pelan.
"...sialan," Ying mengumpat kecil, "Beraninya kau berkata seperti itu?"
Halilintar tak merespon, hanya tersenyum miring sambil terus menatap intens iris Ying yang indah.
"Kurasa aku tak perlu memperkenalkan diri," matanya balas menatap tajam Halilintar, "...dan aku mohon jangan bermimpi di siang bolong begini,"
SSSHH
Cahaya biru bersinar terang. Dalam sekejap mata tubuh Ying menghilang dari hadapan Halilintar, tangannya kini menggenggam udara, "Jangan bermimpi di siang bolong? Geez," tas punggung diangkat, "...cepat atau lambat itu akan terjadi Putri Ying Sythern,"
.
.
.
.
.
#WrongChoiceTrivia
Pohon Zruith: Pohon yang bisa tumbuh hingga 2 meter lebih dan hanya ditemukan di hutan Athroluth. Buahnya mirip apel hanya saja lebih besar.
Hutan Athroluth dan Sungai Crythes: Perbatasan antar kerajaan. Menjadikannya wilayah netral, manusia ataupun iblis boleh mondar-mandir disana.
Kerajaan Odyssey: Kerajaan para kaum iblis. Berada di sebelah timur hutan Athroluth.
Kerajaan Humanuous: Kerajaan para kaum manusia. Barat hutan Athroluth lokasinya.
.
.
.
.
Balasan review:
Cutemuslimah and alf: hehe Alhamdulillah kalo Utie suka *-* Hmm pertanyaan Utie udah kejawab ya di ch ini~ makasih semangatnya Utie dan untuk Alf... uhk saya suka banget sama karaktermu, mirip Hali banget uhh :v
Khairul487: semoga dengan di-updatenya ch ini, 'mungkin bagus' bisa jadi 'bagus' /plak. Makasih ya~
Guest: sayangnya kehidupan rl saya lagi padat"nya, jadi ya maaf" aja kalo up-nya lelet*-*
Vanilla Blue12: makasih loh Nisa~ pertanyaannya udah kejawab ya hm- tentu dong masih lanjut, buktinya hari ini di-up*-*
Rose Fruits: pertanyaannya udah kejawab tuh haha. Makasih~
siti wulandari: kamu sukanya apa? nanti saya ngikut usulmu deh haha /plak.
Guest: hm, maksudnya ff 'Shoes' ya? Masih dalam tahap peng-idean(?) jadi tungguin aja. Saya juga sebenernya kasian, tapi ya mau gimana/?
JellyChoco: makasih*-*
nichola: makasih, saya terharu ada orang yg bilang kalo prolog kemarin yang masa pengerjaannya hanya 20 menit itu dibilang bagus. Kyaa~
.
.
.
Saya sangat-sangat-sangat menghargai kalian yang udah review,favorite dan follow ini kasih banyak. Otak ini bekerja setelah lelah dibaperin temen sekelas. Hahh...
See u and lvoe u guys~
