Hai semua! Balik lagi! Lanjutin ya!
Disclaimer: Peach-Pit and Me (Utau)

Chapter 2: Pertengahan dari semua ini

Di kelas..

"Hei, kalian. Enggak mau masuk kelas khusus buat musik? Ada pertukaran pelajar buat kelas musik" Kata Luka member tahu

"Ha? Emangnya ada Miss" Tanya Miku

"Ada, baru dibuat" Kata Luka

"Boleh tuh! Mau gak? Miss infonya apa aja?" Tanya Rin

"Umur harus sekurang-kurangnya 16 tahun. IQ Di atas 200, dan tahu tentang music. Pastinya bisa main musik" Kata Luka

"Yey! Terpenuhi semua!" Kataku

"Miss sekarang pelajaran apa?" Tanya Miku

"Komputer" Kata Luka

"Ke ruang computer?" Tanyaku

"Enggak usah. Udah ada laptop di kolong meja" Kata Rin yang sudah memainkan laptopnya

"He? Miss.. Ini dikasih?" Tanyaku

"Iya" Kata Luka BRUKK! Suara pintu dibanting dengan keras

"Gomen ne! Aku telat miss!" Kata Amu yang ngos-ngosan

"Amu~~ Your in cleaning Duty after School!" Kata Luka

"Oh no.." Kata Amu yang langsung duduk

"Miss, komputerkan?" Tanya Amu

"Iya" Jawab Luka

Tak Tik Tak Tik suara jari-jari kecil mengetik. KRING! Suara bel terdengar,

"Miss jangan pulang dulu ya, mau latihan. Miss nilai ya lagunya" Kataku yang melihat Luka beres-beres

"Huh? Ok..Ok" Katanya sambil memasukkan bolpoinnya ke dalam tas

"Ok! Ichi! Ni! San! Shi!" Kata Rin

Kami bernyanyi lagu 'My World Is Mine' Itu loh.. Lagu yang di studio kemarin!

JREENG… Suara gitarku menandakan lagu habis

"Bravo!" Kata Luka yang mulai suka dengan lagu itu. Tapi kalo benar-benar bagus, dia bilang 'BRAVO!' sambil tepuk tangan

"Arigatou miss" Kata kami

"Kalian boleh pulang" Kata Luka sambil keluar

Di jalan aku melihat Rin erlari, sepertinya dia telat les. Tiba-tiba saat Rin di tengah jalan (Udah mau nyampe ke seberang) Ada moil lewat

"RIN! AWAS!" Teriakku

"AA!" Rin berteriak BRUK! Rin tertabrak mobil itu, tapi mobil itu tetap berjalan. Aku berlari kea rah RIn membawanya ke pinggir. Dari jauh terdengar suara

"Rin! Tunggu! Kau terlalu cepat!" Kata orang itu, sampailah orang itu di depanku. Ternyata itu Ren

"R-Rin?" Katanya tak percaya

"Ma-Maaf, ini salahku.. AKu tak menyuruhnya untuk berhenti" Kataku

"Bukan.. Ini salahku, aku telah menghabiskan waktunya hanya untuk membeli buku catatan yang cocok untuk dipakai.. Dan dia bilang 'ini menghabiskan waktuku aku harus pergi ke les' lalu berlari aku yang masih membawa buku harus membayar dulu baru bisa mengejarnya.. Ini.. Salahku" Katanya sambil menangis

"Sudahlah, ayo bawa dia ke rumah sakit" Kataku sambil memegang pundaknya Hangat kataku dalam hati

"Aku bisa bawa motor, aku ambil dulu ya.. Dekat kok" Katanya sambil berlari.

5 menit kemudian.. BRUM! Tin tin! Suara motor Ren dari belakang terdengar

"Ayo naik, bawa dia ke rumah sakit" Kata Ren dari motor. Kami (Aku dan Rin) langsung naik

"Hei, kau saudara kembar Rin ya?" Tanyaku

"I-Iya" Katanya

"Tapi.. Kalau ku lihat, sepertinya kau menanggapnya pacar" Kataku

"Tidak.. Itu dilarang di sekolah dan di rumah.. Tapi, memang benar.. Aku suka padanya aku ini anak angkat. Entah bagaimana kita kembar" Kata Ren menjelaskan

Aku kaget! Ternyata Ren adalah anak angkat!

"Hei, apakah Rin tahu soal ini?" Tanyaku

"Tidak, dia belum tahu" Jawab Ren "Kita sampai" Lajutnya

"Ayo" Kata Ren lagi sambil menggendong Rin. Mereka menemui dokter dan menunggu di ruang tunggu

"Lin! Ren! Hah..hah.." Teriak Luka, Miku, dan Amu yang berlari ngos-ngos-an

"Hai semua" Kata Ren lesu, aku berbisik pada Ren 'Hei, bolehkah aku beri tahu mereka soal kau dan Rin?' Tanyaku

"Ya, beritahu saja" Kata Ren

"Um.. Ano.. Ren.. Ren dan Rin.. Mereka," Kataku ragu-ragu.. Sedangkan mereka yang mendengarkan bertanya-tanya apa yang akan aku katakana

"Kami bukan saudara kandung" Lanjut Ren yang melanjutkan kata-kataku dengan lesu

"Apa?" Teriak mereka

"Tolong jadikan ini rahasia" Kataku memohon

"Baiklah.. Tapi, kenapa?" Tanya Luka

"A-Aku.. Su-suka.." Kata Ren

"Kau suka Rin?" Apa? What the hell is going on here?" Teriak Amu

KRUKK.. Suara pintu digeser..

"Ka-kau.. Su-Suka.. a-Aku?" Kata Rin yang keluar sambil memegangi perutnya

"Kau.. Bu-Bukan.. Anak kandung Ibu.." Katanya lemas lalu jatuh ke lantai

"R-Rin!" Teriak Kami. "Rin! Sadarlah! Rin!" Kata Ren yang menangis

"Rin.." kami semua berbicara dengan nada yang sangat kecil

"Dokter! Ada pasien yang pingsan! Gawat darurat!" Teriak suster yang melihat Rin jatuh ke lantai

"Baik, bawa dia ke dalam. Kalian harus menunggu di luar" Kata dokter sambil masuk ke ruangan itu

"Aku harap.. Hiks.. R-Rin.. Baik-baik.. Sa-Saja" Kata Ren sambil menangis

"Sudahlah Ren, kalau kamu menangis, Rin pasti juga sedih" Kataku sambil memegang pundak Ren lagi, terasa aura hangat dari pundaknya

"Te-Terima kasih" Kata Ren sambil mengelap air matanya. Kami semua duduk dengan perasaan khawatir. 25 menit kemudian, dokter keluar

"Dok! Bagaimana hasilnya dok?" Tanya Ren mendahului kami yang baru mau buka mulut

"Dia.. Maaf.. Dia harus dirawat selama 2 minggu" Kata dokter

"Rin.." Ren kembali menangis

"Rin.. Sudah, kau harus ingat yang diketakan Lin tadi" Kata Miku

"Benar. Kau harus bersabar.. Kuatkan dirimu" Kata Amu

"Terima kasih semua" Kata Ren. Aku hanya dapat diam tegak berdiri melihat Ren yang menangis

"Hai! Kalian!" Teriak Kaito, Len dan Tadase

"Oh.. Hai semua" Kata Miku lesu

"Ada apa? Apa yang terdaji dengan Rin?" Tanya Kaito

"Di-Dia.. Dia harus dirawat selama 2 minggu" Kata Miku yang mulai memeluk Kaito sambil menangis

"Hei..Hei.. Jangan menangis seperti itu" Katanya sambil melepaskan pelukan itu

"Kaito.. Aku butuh saranmu. Jika kau mempunyai kembaran, dan kau anak angkat dari keluarga itu. Tapi kau mencintai kembaranmu, tapi kau tak berani mengungkapkannya dan dia tak tahu kalau kamu anak angkat. Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Ren

"Well.. Aku akan mengaku kalau aku suka jangan marah, Ren hanya meminta pendapat. Dan aku akan memintanya 'Will you be my girlfriend?'" Kata Kaito. Muka Miku seolah marah

"Hei, hei.. Sudah kubilang jangan marah.. Ren Cuma meminta pendapat" Kata Kaito

"Ayo, sebaiknya kita pulang.." Kata Luka

"Baik miss" Kata Amu pasrah, tapi sebenarnya ia masih ingin lebih lama lagi di sini, tapi ini sudah hampir larut. Mama pasti marah. Semua pulang dengan keadaan bersedih

Di kamar Ren..

"Aku harus melakukan apa? Tuhan..Tolong aku! Aku bingung! Agrh!" Katanya yang melemparkan bantal, rambutnya yang rapi, menjadi berantakan

"Haruskah kulakukan yang Kaito bilang?" Tanyanya pada dirinya sendiri

"Ren! Makan malam sudah siap!" Teriak ibunya dari bawah

"Iya.. Aku ke sana!" Teriak Ren balik

Meanwhile..Di kasur Rin

"Kenapa ia menyembunyikan hal itu dariku?" Tanya Rin

"Kenapa? Aku bingung! Aku memang suka padanya.. Tapi, kami sudah menjadi keluarga.. Walaupun ia anak angkat. Tapi kita keluarga" Kata Rin. TOK..TOK..TOK..

"Masuk" Kata Rin

"Nona Rin, sudah waktunya minum obat" Kata Suster

"Sus.. Aku sakit apa?" Tanya Rin

"Hmm.. Kami..Kami belum tahu nak" Kata Suster itu
"Terima Kasih sus" Kata Rin dengan senyum yang dipaksakan

Keesokan harinya, Ren masuk sendiri tanpa memegang tangan Rin yang sudah menjadi kebiasaannya.

"Rin.. Bagaimana.. Keadaanmu" Kata Ren yang berdiri sambil menatap langit. Angin yang berhembus sejuk, menemaninya dalam lamunannya

Selesai sekolah, Ren berlari menaiki motornya dan ngebut ke rumah sakit. Ia ragu-ragu untuk masuk ke ruangan dimana Rin dirwat, suster yang mau member obat kapada Rin lewat

"Kau.. Ren? Mau masuk?" Tanyanya

"Sus.. Bisa minta tolong enggak? Tolong tanyain apakah Rin mau bertemu denganku" Kata Ren

"Boleh.. Tunggu di sini ya" Kata suster itu seraya memasuki ruangan. Lalu keluar

"Hmm.. Dia mau.. Tapi Cuma sebentar" Kata suster itu lalu pergi. Ren langsung masuk

"R-Rin.. Kau taka pa-apa?" Tanya Ren sambil berdiri di samping tempat tidur Rin

"R-Ren.. Aku senang kau datang.. Tapi, apa benar kau menyukaiku?" Tanya Rin

"S-Soal itu.. A-Aku.. Huh.. Ya, aku menyukaimu. Will you be my girlfriend?" Tanya Ren sambil mengeluarkan 2 cincin dari sakunya

"R-Ren.. Ta-Tapi.. Kita keluarga" Kata Rin yang ragu-ragu untuk mengambil cincin itu

"Tapi kita bukan saudara sekandung" Kata Ren yang memegang tangan Rin

"R-Ren.. Jangan" Kata Rin yang menarik tangannya, tapi Ren mengambilnya lagi. Apa daya, ia harus pasrah. Perlahan, ia pasangkan cincin itu ke tangan Rin yang mungil

"R-Ren.." Kata Rin 'blushing'

"Terima kasih tak menolak" Kata ren yang langsung keluar

"R-Ren.." Kata Rin yang blushing. Lalu ia tertidur

Keesokan harinya, Rin mencoba untuk bangun dan berjalan.. Tapi..Kejadian buruk menimpanya, ia terjatuh saat di tengah ruangan. BRUK.. AA! Teriak Rin

"R-Rin?" Kata Rend an yang lainnya yang sudah ada di depan pintu

"Rin? Kau taka pa-apa?" Tanya Miku sambil membantu Rin berdiri, aku juga membantu

"Te-Terima kasih semua" Kata Rin lemas

"Ka-Kau.. kau seharusnya tak melakukan itu! Itu dapat membuat keadaanmu semakin parah!"Teriak Ren sambil menangis

"Iya.. Aku tak apa-apa.. Jangan khawatir. Aku sudah besar, kuat, dan pintar. Aku selal menggunakan otakku" Kata Rin sembari memeluk Ren "Terima kasih sudah mengkhawatirkanku" Lanjutnya. Rin digendong Ren sampai di tempat tidur. Ren mengelus rambut Rin hingga ia tertidur

"Sebaiknya kita pergi, aku tak mau membangunkannya" Kataku sambil menarik tangan mereka

"Sampai jumpa lagi" Kata Ren pelan sambil keluar ruangan. Di dalam tidurnya, Rin tersenyum kecil.

Di rumah Miku, *Keesokkan harinya*

"Huh.. Ini hari ke-5 sekolah.. Dan 10 hari pertama dinilai. Tapi.. AKU SUDAH TELAT! Kenapa aku harus menunggu Miku ya?"Tanya Ren

"Karena Rin sedang sakit. Ayo" Kata Miku sambil menarik tangan Ren lalu berlari

"Hei, aku bawa motor" Kata Ren sambil menarik tangan Miku kea rah yang berlawanan

"Ok.. Ok.." Kata Miku. BRUM.. Motor melaju pesat, sampai di sekolah. Miku langsung ke kelas karena sudah mau telat

"Ohayou!" Sapa Miku. Terlihat sesosok perempuan di kelas. Ia adalah kepala sekolah *Yang perempuan, karena ada 2 kepala sekolahnya*

"Oh.. Miku, kau hamper telat. Duduk di kursimu" Kata Luka

"Baiklah.. Saya dengar, kalian dapat memainkan music dengan baik. Jadi.. minggu depan, ada lomba musik. Yang menang akan mendapatkan tiket tour ke Prancis" Kata Meiko kepala sekolah itu.

"Ha? Minggu depan? Rink an belum sembuh miss" Kata Amu dan aku

"Tenang.. Tadi aku menelpon dokter. Katanya keadaan Rin mulai membaik, mungkin 4 hari lagi ia akan sembuh" Kata Luka

"Huh.. Syukurlah" Kataku dan Amu lagi

"Meiko, kau dipanggil kepsek Gakupo" Kata sekertaris sekolah

"Baik, saya kesana.. Ganbate ne! Minna-san!" Katanya sambil melambai keluar

"Dia baik.." Kataku kagum

"Dan cantik" lanjut Miku

"Baik, kita latihan" Kata Luka

"Yang nyanyi?" Tanyaku

"Dia" Kata Luka sambil menunjuk lelaki di depan pintu "Masuk!" Suruh Luka

"He? Ren?" Miku kaget

"Aku akan menggantikan Rin selama ia di rumah sakit" Kata Ren

"Ichi! Ni! San! Shi!" Kata Ren

Bla, bla, bla *Skip Mode: On*

JREENG… SUara Gitar menunjukan lagu sudah selesai terdengar

"Kalian boleh pulang" Kata Luka sambil membereskan barang-barangnya

"Yey! Ayo ke rumah sakit!" Kata Amu. Ren satu motor denganku. Amu dengan Tadase yang juga membawa motor. Sedangkan Miku.. Siapa lagi.. Kaito-lah!

Di rumah sakit.. Kejadian buruk mulai terjadi lagi.. Apakah itu? Rin.. Dia..

Bersambung! Hah.. Pegel nih! Rin-chan! Pijiting dong!

Rin: Ogah ah! Author geplek! Masa aku sakit, trus aku dikasih cincin, trus aku jatoh

Iya-iya.. Maaf deh.. kalo gitu.. Ren! Pijitin!

Ren: Yosh! Thanks telah memberikan Romance Aku dan Rin *Sambil memijit*

Sama-sama

*Kami detendang ke bulan sama Rin*

Rin: huh.. Mereka.. Eh, Reader.. Jelek ya? Di flame enggak apa-apa kok..

Review ya^^