Cast :
- Kim Jong In
- Oh Se Hun
- And Other
.
Author : Real_dubu
.
Warning Typo(s)!
.
.
Aku melihatnya. Yang paling bersinar, yang paling indah dibandingkan lautan-lautan mahluk menjijikan disini.
Senyuman itu, senyum yang selalu kunanti. Mata indah yang selalu menampakkan sebuah kehangatan.
Aku benar-benar menyukainya, bahkan jatuh cinta pada namja manis berwajah malaikat itu Sejak awal aku bertemu dengannya.
Dan kutahu aku gila, aku mencintai seorang namja yang notaben nya diriku pun seorang namja.
Ck, hell yeah. Persetan akan itu semua.
Aku hanya ingin dia, dan hanya dia. Bagaimanapun caranya aku hanya menginginkan dia.
Dan seperti hari-hari sebelumnya aku selalu berkunjung pada restoran kecil milikku dimana namja manis itu bekerja. Yeah, aku memang pemilik restoran ini. Namun setiap aku berkunjung ketempat ini tak ada satupun orang yang mengetahui jika aku adalah pemilik tempat ini, terkecuali menejer Kim.
.
"Dasar yeoja tidak tahu diri"
"CUKU—"
.
PLAK
.
Huh? Shitt!
Pria bau tanah itu! Ia menyentuh malaikatku. Sedikit bermain denganku bukan masalah, kan?
"Kau! Ingin menjadi pahlawan disiang bolong seperti ini hah? Ck, bahkan demi yeoja munafik seperti dia"
Aku menyuruh menejer Kim agar menggiring pria tua itu untuk menuju gudang restoranku.
Yeah, karena ia sudah melukai malaikatku. Jadi sedikit membantunya untuk menuju surga bukankah perbuatan yang sangat terpuji, eum? Bahkan pria bau tanah ini pasti akan menuju neraka.
"Ya! mengapa kau membawaku kemari hah?"
"Atasanku akan mengganti kerugian masalah tadi tuan..."
"...dan saya permisi"
.
BLAM
.
"hey, Ya! mengapa kau meninggalkanku disini? Dan hey mengapa ruangan ini gelap sekali? Hallo! Ya… Sial"
Tikus bawah tanah itu mencicit bak gerisik sebuah alunan penghantar tidur. Apa kau memang sudah lelah dan ingin tidur, eum? baiklah.
"Ya! aiishh BODOH!"
.
SNAP
.
"eh?"
"Hallo, Tuan…"
"siapa kau?"
"Aku? Aku hanya seorang relawan yang akan membantumu untuk menuju kebahagian"
"A-apa… apa maksudmu?"
.
Hey, mengapa suara tikus busuk ini terdengar ketakutan? Aku hanya mengeluarkan sebuah gergaji mesin? Apa ini menyeramkan, huh?
.
"Haha aku tak bermaksud apa-apa Tuan…"
"Hanya saja membuatmu menuju ke surga bukanlah hal yang buruk 'kan?"
"A-apa… apa s-salahku?"
"Wow… kau bertanya apa salahmu? Bahkan ingatan pria tua sepertimu sudah sangatlah buruk"
"K-kumohon… apa salahku?"
"KAU MELUKAI MALAIKATKU, BODOH! Ah maaf, kurasa suaraku terlalu tinggi Tuan"
"M-melukai? A-aku… aku tak melukai siapapun"
"Hahaha kau membuat keributan di restoranku dan kau melukai malaikatku. Apa kau lupa?"
"T-tapi aku… a-aku tak m-melukai yeoja-mu"
"Kau memang tak melukai yeoja itu, TAPI KAU MELUKAI NAMJA-KU. Malaikatku"
"M-mwo? K-kau..."
"Wae? WAE!"
"KAU GILA! DIA NAMJA, DAN KAU PUN SEORANG NAMJA!"
"Lalu apa urusanmu? APA URUSANMU BRENGSEK?! Aku… aku mencintainya. Dan ia akan menjadi milikku, yeah dia akan menjadi milikku. Hahaha"
"Namja gila"
"Kuanggap itu sebagai pujian"
"A-apa… apa yang i-ingin kau lakukan? K-kumohon…"
.
Sepertinya bermain-main sejenak sangat menyenangkan. Dan bukankah kulit yang sudah mengkerut ini lebih baik dikupas hingga rata agar terlihat lebih menarik, eum?
.
"K-kumohon Tuan… a-aku benar-benar tidak tahu jika namja itu adalah milikmu… m-maafkan aku"
"Cih, kau meminta maaf setelah melukai wajah indah itu? Kau terlambat tuan"
Dan sepertinya benda bergerak ini sudah tak tahan ingin menyentuh tubuh tikus busuk ini. Ah, kurasa lebih cepat lebih baik ia sampai menuju neraka.
.
"AARRGGHHHTT!"
.
Kurasakan darah amis itu mengenai wajahku. Ck, baru ku sentuh gergaji mesin ini menuju lehernya. Mengapa secepat ini robeknya?
.
"Uhuk… aarrghh, T-tuan… uhuk… t-tolonghh …a-aakuhh… uhuk"
Tolong? Lucu sekali tikus ini. Mengapa ia meminta tolong? Seharusnya kalimat terakhir ia sebelum menuju neraka, ia harus berterima kasih padaku. Si tua Bangka bodoh.
"Ah mianhae tuan, sepertinya gergaji mesin milikku salah menyentuh kulitmu. Biar kubenarkan"
"AARGGGHHTTT…"
Suara cicitan pria tua ini terdengar merdu ditelingaku. Bukankah terlihat indah saat daging leher itu terkoyak habis karena gergaji ini. Dan bau anyir itu semakin menyeruak masuk kedalam indera penciumanku.
"Baiklah, selamat menikmati masa indahmu di neraka tuan. Dan kau harus berterima kasih padaku"
.
.
Author's POV
.
"Ya Tuhan, dia namja? Aku… argghtt"
"kumohon Jonginnie, hanya ini satu-satunya jalan agar kau tak menjadi budak wanita gila itu"
"Tapi—"
"...mengapa aku?"
Suaranya melemah. Ia bingung harus bagaimana. Mengapa dunia seolah menyudutinya dalam suatu pilihan yang… yeah, entahlah. Semuanya terasa ambigu.
"Maafkan aku, hanya kau satu-satunya…"
.
Diam. Hatinya benar-benar merasa dilema.
.
Bukankah ini gila? Ia seorang namja yang normal, bahkan ia dan kakak perempuannya masih mengenal sebuah hukum agama.
Dan lebih mimpi indahnya ia memiliki seorang yeoja cantik nan lembut yang bahkan mencintainya juga. Bukankah ini indah? Namun akan menjadi buruk.
.
Oh Sehun. Hanya secercah nama itu yang ia ketahui— Calon suaminya?
.
.
.
Hari ini sama seperti hari-hari biasanya. Jongin, namja manis itu melakukan aktifitasnya seperti biasa— bekerja.
Namun pikirannya tak sampai pada pekerjaan yang tengah ia lakukan.
"Oppa… ada apa?"
Tetap tak bergeming. Piring yang ia pegang tak satupun ada yang selesai ia cuci.
"Oppaaa~"
Mengguncang tubuh namja yang sudah berganti status menjadi namjachingu nya.
"Eh? emm… ada apa?"
"Huh… seharusnya aku yang bertanya ada apa padamu, oppa?"
"Aku? Mengapa aku?"
"Kau benar-benar aneh hari ini"
Tersenyum tipis akan sebuah fakta yang dilontarkan yeoja cantik dihadapannya ini. Aneh? Mungkin memang benar jika hatinya sekarang tengah aneh.
"Kau tahu?...". Membersihkan kedua tangannya sebelum ia membalik kearah kekasihnya.
"Apa?"
"Cinta? Kau tahu akan cinta?"
"Hah? Cinta? Maksudmu?"
"Cinta… 5 huruf yang biasa kau dengar. Kau tahu makna cinta?"
Melirik dengan sebuah senyum yang ia tahan.
"Cinta… sesuatu yang bisa dikatakan sakral. Sesuatu yang memiliki banyak makna namun tak memiliki satu arti yang benar-benar logis. Satu kata yang selalu diagung-agungkan semua manusia. Siapa yang tak mengenal cinta? Berani bertaruh jika bocah TK berumur 5 tahunpun mengenal kata cinta. Namun bukan itu yang ingin aku beritahu padamu tentang cinta. Kau tahu? Cinta itu misterius, cinta sulit untuk ditebak dan cinta bisa kapan dan dimanapun datang begitu saja. Dan sepertinya kali ini aku tengah merasakan sebuah cinta"
Tersenyum lembut pada yeoja-nya sampai membuat semburat merah itu menghiasi pipi putih mulusnya.
"Cinta bagiku adalah Kau, Cinta bagiku adalah dirimu dan Cinta bagiku adalah Han Seung Hyun. Karena kau, karena dirimu dan karena Han Seung Hyun. Aku merasakan sebuah degupan jantung yang berbeda dari biasanya, merasakan dada yang bergumuruh hebat hanya karena melihatmu. Merasakan panas yang menjalar pada kedua pipiku hanya karena berbicara padamu. Merasakan sesuatu yang meluap-luap pada diri ini. Dan itu semua biasa orang sebut dengan sebuah 'Cinta'. Aku merasakan cinta dan aku tengah jatuh cinta, pada seorang Han Seung Hyun"
Yeoja cantik itu hanya diam akan untaian demi untaian kata yang dituturkan namja manis dihadapannya. Tak menyangka namja pemalu sepertinya dapat mengatakan sesuatu yang bahkan itu terdengar gombal walaupun… romantis.
"karena kau… kau adalah 'cinta'ku"
"huh… sejak kapan kau belajar gombal seperti itu, oppa?"
"mwo? Aku gombal? Itu fakta baby"
"Hah? B…baby? kau semakin gombal saja"
"tidak… tidak. Itu benar baby"
"Ya~ kau— ahh, kau mengotori wajahku, oppa. Rasakan ini"
Dan tampaknya kedua insan ini begitu bahagia.
Jongin. namja manis itu sedikit melupakan masalah yang tengah membelenggu dirinya. Semakin sulit saja.
.
.
.
"Kau ingin pulang bersamaku?"
.
Mengamati sang kekasih yang tengah sibuk membersihkan beberapa benda pada gudang restoran itu. Namja manis ini sedikit bingung karena tak biasanya atasannya itu menyuruh pegawai wanita untuk bekerja sampai selarut ini.
"Ah, aniyo. Aku masih harus membereskan beberapa benda ini"
"Apa perlu kutemani agar pekerjaanmu lekas selesai, eum?"
"Tak usah, oppa. Aku tahu kau begitu lelah. lebih baik kau pulang duluan saja. Aku tidak apa-apa"
Tersenyum untuk meyakinkan sang namja agar percaya padanya, bahwa ia akan baik-baik saja disini.
"Kau yakin?"
"Hu'um…"
"Baiklah. aku pulang, jika terjadi sesuatu. Kau harus menghubungiku ya?"
"Tentu oppa. Sudah, lebih baik kau cepat pulang"
"Baiklah. jika sudah selesai, kau cepat pulang"
.
Mengangguk polos sambil menatap kepergian sang kekasih. Melanjutkan kembali aktifitasnya sampai beberapa menit berlalu ia mendengar derap langkah seseorang menuju kearahnya. Sedikit tersentak akan seseorang yang menyapanya.
.
"Kita bertemu, Nona Han"
.
.
Kim Jong In. namja manis itu berjalan dengan sebuah senyuman yang terukir diwajah itu. Mengingat hal menyenangkan yang ia alami bersama sang kekasih. Namun sekelebat bayangan masalah itu kembali lagi dan mau tak mau ia harus mengingat nama itu— Oh Sehun.
.
Menikah? Oh Sehun? Dan dia seorang namja.
.
Bukankah hidupnya teramat konyol? Ia mempunyai kekasih dan ia akan menikah. Bukan, bukan bersama kekasihnya. Namun dengan yang lain, bahkan dengan seorang namja. Namja? Bukankah iapun seorang namja? Entahlah.
"Mobil siapa? Apa ada tamu?"
Melangkah dengan gusar. Takut-takut wanita tua itu datang kembali dan membuat masalah pada kakak perempuannya.
"Noona. Apa seseo—"
"Ah, Jonginnie. Dia… emm, maksudku perkenalkan ia…"
"Apa ia kekasihmu, Noona?"
Jong In melihat ekspresi wajah sang kakak yang terbelalak kaget. Apa ia malu mengakui kekasihnya?, Pikir Jong In. dan matanya beralih menatap pada sang namja dengan wajah dinginnya tengah duduk dengan charisma. Ia akui jika namja itu memiliki wajah yang tampan.
"Ani! Ahh… maksudku, bukan… namja ini bukan kekasihku. Dan dia…"
Menunggu lanjutan ucapan yang menggantung dari sang kakak. Dan yeoja bermanik bulat itu tengah gusar untuk mengatakan sesuatu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Dia… dia… emm, dia Oh Sehun, calon suamimu"
Dan manik sendu itu terbelalak sempurna.
.
.
.
.
.
TBC
.
balasan review :
.
miszshanty05 : makasih udah mau baca, ini udah di lanjut ko =)
pandarkn : makasih udah mau baca, udah chapt 2 nih :)
SehunBubbleTea1294 : makasih udah mau baca, udah lanjut nih :)
LoneyReaders : makasih ya udah sempet baca, masa sih? padahal kayanya abal dan ngebosenin banget deh nih cerita u,u
ini udah dilanjut =)
miyuk : makasih udah mau baca, masa sih? padahal kayanya abal dan ngebosenin banget deh nih cerita u,u
udah lanjut ko :)
Ryeolu : wahh, iya nih Sehun segitunya ya.. do'a-in aja biar mereka cepet punya anak :D
makasih udah mau baca, ini udah lanjut ko :)
thor : makasih udah mau baca, ini udah di lanjut =)
flamintsqueen : iya nih aku juga, makasih udah mau baca :)
myuu myuu : makasih udah sempet baca :)
mikokim : Sehun ga elit banget ya, makasih udah sempet baca, ini udah lanjut ko :)
