Setiap hari adalah hari yang selalu menyenangkan bagi lelaki bertubuh mungil dengan wajah cantik yang membuat wanita iri dengan kecantikannya
Dia selalu bangun pagi membantu maid walau hanya sekedar memotong sayuran dan menyiapkan makanan yang sudah jadi ke meja makan sebagai sarapan.
Seperti sekarang, dia bangun pukul 5 membersihkan kamar tidur setelah itu bergegas mandi dan memakai seragam untuk ke sekolah nanti. Terlalu pagi memang. Bahkan jarak dari rumah ke sekolahan hanya memakan waktu kurang dari 10 menit.
Baekhyun--lelaki mungil-- itu turun menuju dapur melihat maidnya sedang memotong sayuran. Dengan segera Baekhyun mengambil alih kegiatan maid itu.
"Biar aku saja Ahjumma" Baekhyun memotong sayuran itu dengan cekatan karena mungkin sudah menjadi kebiasaan nya.
"Ah ne. Gunakanlah Apron agar seragammu tidak kotor" ucap maid itu sembari memberikan Apron pada Baekhyun
"Ayay kapten" ucap Baekhyun memberikan gestur hormat kepada maid itu
Song Ahjumma atau maid itu hanya terkekeh dengan perilaku anak majikannya itu.
Song ahjumma telah bekerja sejak sebelum Baekhyun lahir atau lebih tepatnya 21 tahun. Membuat hubungannya dengan keluarga Byun sangat dekat. Bahkan keluarga Byun telah menganggap Song Ahjumma sebagai keluarganya.
Keluarga Byun adalah keluarga yang terpandang, sukses memilik 5 cabang perusahaan di beberapa negara yang ada di Asia. Walaupun mereka Kaya, namun mereka sangat baik dan menghormati orang lain. Mereka mengajarkan kepada kedua putra nya untuk bersikap baik kepada orang lain.
"Kau sudah bangun hyung" ucap Baekhyun melihat Baekbom--hyungnya berjalan menuju lemari es mengambil minum.
"Ahh. Kau mengagetkan ku saja"
Baekhyun terkekeh sembari meletakkan makanan yang sudah jadi di atas meja makan.
"Hyung, hari ini aku berangkat dengan bus saja"
Baekbom yang baru saja menegak air seketika tersedak mendengar ucapan Baekhyun.
"Apa? Tidak tidak. Kau akan aku antarkan" tolak Baekbom kemudian melanjutkan minum nya yang sedikit tertunda.
"Hari ini saja hyung" mohon Baekhyun.
"Nanti Eomma memarahi ku jika membiarkanmu pergi ke sekolah sendiri"
"Aku akan berbicara pada Eomma hanya hari ini"
Baekhyun tetaplah Baekhyun yang keras kepala.
"Aish terserah kau saja" Baekbom duduk di meja makan menunggu kehadiran orang tuanya. Baekhyun juga mendudukkan diri di samping Baekbom
"Pagi sayang" sapa wanita yang sepertinya sudah berkepala 4.
"Pagi Eomma, pagi Appa" jawab Baekhyun dengan antusias.
Kemudian Baekhyun mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk kedua orang tua nya.
"Terima kasih" ucap Tuan Byun dan Nyonya Byun bersama.
"Eomma, aku ingin pergi dengan bus" ucap Baekhyun dengan hati hati.
Nyonya Byun mengernyit
"Mungkin lain kali saja, oke" jawab Nyonya Byun membuat Baekhyun menghembuskan nafasnya.
Seorang Byun Baekhyun tidak akan menyerah begitu saja.
"Selalu seperti itu" Baekhyun mempoutkan bibirnya "aku sudah dewasa Eomma"
"umurmu baru 16 Baekhyun" jawab Nyonya Byun sembari mengunyah makanan.
"Bahkan remaja berumur 14 tahun pun sudah boleh menaiki bus untuk pergi ke sekolah" protes Baekhyun.
"Ayolah Eomma. Aku akan baik-baik saja" lanjut Baekhyun.
"No..no..no" Nyonya Byun menggerakan telunjuknya kekanan dan kekiri membuat Baelhyun mendengus.
"Appa~ ayolah" rengek Baekhyun pada Appanya.
"Apa yang di katakan Baekhyun itu ada benarnya. Biarkan Baekhyun mencoba menggunakan kendaraan umum" jawab Tuan Byun membuat mata Baekhyun berbinar.
"Tapi itu berbahaya. Bagaimana jika--"
"Kumohon" ucap Baekhyun memotong ucapan Nyonya Byun dan memberikan Aegyo terbaiknya.
Nyonya Byun menghela nafasnya. "Baiklah. Berjanjilah pada Eomma kau akan baik-baik saja. Cepat hubungi Eomma atau Hyung mu"
Baekhyun terpekik senang mendengar ucapan Eommanya. Dia mencium pipi Eommanya dan mengucapkan "terima kasih Eomma" tak lupa Baekhyun memeluk Eommanya.
"Baekbom akan mengantarmu sampai di halte" ucap Appanya.
"Baik Appa" jawab Baekhyun patuh.
Baekhyun melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 6:15. Baekhyun segera menyelesaikan makannya.
"Hyung aku sudah selesai" ucap Baekhyun.
"Baiklah" Baekbom keluar menuju garasi mengeluarkan mobilnya.
"Eomma, Appa aku berangkat ne"
Baekhyun mencium kedua orang tuannya.
"Ingat pesan Eomma"
"Ne Eomma" jawab Baekhyun kemudian dia menyusul Baekbom.
"Hati-hati. Aktifkan selalu ponsel mu. Hubungi Hyung kalau terjadi sesuatu"
Baekhyun mengangguk kemudian keluar dari mobil. "Siap kapten. Pai pai" Baekhyun melambaikan tangan pada Baekbom.
Setelah kepergian Baekbom, Baekhyun duduk manis di Halte menunggu bus yang akan mengantarnya menuju sekolah.
Kling..
Sebuah pesan masuk di ponsel Baekhyun.
From: Eomma
Bagaimana? Sudah sampai di Halte? Ingat jaga dirimu baik baik. Kau terlalu keras kepala ingin menaiki bus membuat Eomma khawatir.
"Kkk. Eomma cerewet" Baekhyun terkekeh melihat pesan dari Eommanya. Baekhyun mengetikkan suatu pesan balasan untuk Eommanya.
To: Eomma
Baru saja sampai Eomma. Baekhyun sudah dewasa dan Baekhyun bisa menjaga diri. Eomma sangat cerewet kkk~
Bruk!
Ponsel Baekhyun terjatuh karna tersenggol oleh orang lain.
Orang itu kemudian mengambilkan ponsel Baekhyun yang sudah tergeletak di aspal pinggir jalan.
"Ah. Maafkan aku. Aku tidak sengaja" ucap lelaki yang menjatuhkan ponsel Baekhyun.
"Tidak apa. Aku tau kau pasti tidak sengaja" jawab Baekhyun tersenyum manis pada lelaki itu dan mengambil ponsel yang ada di tangannya.
"Apakah rusak?" Tanya lelaki tinggi.
Baekhyun mencoba menghidupkan ponselnya. Untung saja tidak rusak.
"Tidak" Baekhyun tersenyum kembali "Ngomong-ngomong seragam kita sama" ucap Baekhyun yang sadar bahwa seragam mereka sama
"Ya kau benar. Aku baru menyadarinya" ucap lelaki tinggi.
"Tapi aku tidak pernah melihatmu"
"Aku siswa baru di sana" jawabnya.
"Benarkah? Pantas saja kau tampak asing kk. Perkenalkan aku Byun Baekhyun. Mungkin kita bisa menjadi teman dekat" ucap Baekhyun sembari mengulurkan tangannya pada lelaki itu.
"Aku Park Chanyeol. Kau benar" jawab Chanyeol yang masih terdengar kaku.
"Kau juga menunggu bus?" Tanya Baekhyun.
Chanyeol menganggukan kepalanya menatap Baekhyun yang menarik perhatiannya.
Menurut Chanyeol Baekhyun sosok yang Supel, cerewet, cantik dan menggemaskan. Entahlah Chanyeol terpikat dengan pesona seorang Byun Baekhyun.
"Chanyeol ayo kita berangkat" ajak Baekhyun menyadarkan Chanyeol. Bus yang akan mereka tumpangi sudah ada di depan mereka.
"Baiklah ayo" Chanyeol menggandeng Baekhyun sampai ke dalam bus.
Di dalam bus, mereka berdua terdesak-desak dengan penumpang lainnya membuat Baekhyun harus menghembuskan nafasnya panjang berkali kali.
"Baekhyun, kau tidak apa?" Tanya Chanyeol khawatir melihat Baekhyun
"Oh uh ya aku baik saja. Hanya saja aku sedikit kesulitan bernafas" jawab Baekhyun.
"Kau baru pertama kali naik bus?"
"Ya. Tapi ini menyenangkan" jawab Baekhyun tersenyum manis.
Cantik - batin Chanyeol.
TBC?
