Yuri kembali~ Setelah Lappie-chan yang sakit dibenerin oleh om gadget-ku tercinta... *curcol*

Langsung aja sebelum Yuri makin ngelantur, ini Chapter 2 dari lily in the middle of the dessert... Yuri kemaren lupa ngasih tulisan TBC di chapter 1... (dasar pikun) -.-

Di cerita ini kita pake gaara POV... happy reading aja deh... Semoga kalian suka nyo~ XD

Declaimer : Yuri Oohara *digetok* Iya, Iya, ini punya Masashi Kishimoto-sensei

Warning : OC, OCC, gaje, aneh, jayus de el el

Story : (sok) Romance & Friendship (yang mananya?)


The Desert


Gaara POV
-
2 Minggu setelah kejadian sore itu…-

"Waah, adekku udah gede… Huahaha" kata Temari (lagi-lagi) ngeledek aku dan disusul suara tawa Kankuro. Padahal kejadian itu sudah cukup lama. Tapi mereka belum puas menggodaku.

"Sial. Kubilang diam atau…" kata-kataku terpotong oleh kankuro

"'Atau nanti aku akan memeluk Yuri-chan lagi…' Begitu ya? Huahaha" Kankuro dan Temari semakin menjadi-jadi

Lebih baik aku pergi daripada membunuh mereka, kataku dalam hati

"Oi, Gaara, mau kemana? Jangan marah gitu dong…" kata Kankuro

"Mau nyoba mikir gimana cara ngebunuh kalian." kataku

Hening

.

"Kalau ngebunuh kita…" Temari mulai angkat bicara

"Ntar nggak dipeluk Yuri-chan lagi loh… Huahahaha" lanjut Kankuro terus dia guling-gulingan di lantai bareng Temari

"Cih…" cuma itu yang bisa aku katakan sambil pergi ke kamarku

Kenapa aku harus punya kakak kayak mereka berdua? Ya Tuhan, apa yang telah aku perbuat sehingga punya kakak yang nggak waras semua, kataku menangis dalam hati

Aku membuka jendela kamar dan memandangi bintang-bintang di atas sana… Pikiranku melayang ke 5 tahun lalu, dimana aku dan Yuri pertama kali bertemu…

5 tahun silam..

Srek srek srek
Terdengar suara gemerisik daun yang bergesekan. Aku melangkah menuju suara yang berisik itu.

"Si... Siapa itu?" terdengar suara seorang gadis

"..." aku hanya bisa diam
Aku berjalan menuju si pemilik suara tadi. Terlihat gadis kecil sedang gemetar ketakutan. Rambutnya berwarna biru donker, dan matanya berwarna biru cerah.

"Sa... Sasuke-kun? Kaukah itu? Kamu sedang mengujiku lagi ya?" kata gadis itu

"..."

"Kau Sasuke-kun'kan?' kata dia bertanya sekali lagi

"Sasuke pala lu peyang?" kataku akhirnya bersuara juga

"ja... Jadi, kau bukan Sasuke-kun?" tanyanya kembali gemetaran

"Bukan, aku penjual sikat gigi keliling." Kataku asal

"Ya... Yang benar?" kata gadis itu

"Ya nggak kali... Aku Gaara dari Sunagakure" kataku mengenalkan diri

"Jadi, be... beneran cowok?"

"Ya iyalah... kamu itu lemot atau bodoh sih?"

"HWAAA! MENJAUH DARIKU! PERGI KAU!" teriak gadis itu

'Hei... Hei... Apa-apaan ini? Tadi dia nanya-nanya dengan pertanyaan anehnya. Sekarang dia ngusir aku. Jangan-jangan dia autis lagi. Mana ada anak cewek di tengah hutan begini. Sendirian lagi.' Kataku dalam hati

"Hei... Hei... tenangkan dirimu" kataku menggenggam tangannya

"HWAAA! LEPAS!" teriaknya sambil memberontak.

"Kamu ini kenapa sih?" kataku menggenggam tangannya yang satu lagi. Kini kami berhadapan dengan tangan saling menggenggam

Bruk! Gadis itu pingsan.

"Heh? Pingsan?" kataku bertanya pada diri sendiri
Aku baringkan dia di dekat pohon. Dan aku pergi ke sisi yang lainnya. Karena aku tahu, kalau pada saat dia bangun dan ada aku, dia pasti berteriak lagi.

.

"Uuukh... Kenapa aku di sini?" kelihatanya gadis itu sudah bangun

"Hei... kau sudah bangun?" tanyaku sambil menghampirinya

"Ga... Gaara-kun ya?" tanya dia gugup dan matanya mengarah ke arah lain

"Ya. Namamu siapa anak cewek di tengah hutan?" tanyaku

"A... Aku Yuri Kazami dari Konohagakure" katanya

"Oooh... Kenapa kau kelihatannya ketakutan?" tanyaku lagi

"I... Itu..." kata Yuri terputus karena ada orang yang menerobos semak depan kami. Dia Sasuke Uchiha.

"Yuri! Akhirnya aku menemukanmu!" kata Sasuke

"kau Gaara'kan? Yuri sudah merepotkanmu ya? Dia pasti teriak-teriak'kan? Dia ini phobia pada laki-laki. Kecuali orang yang sudah dia kenal dekat. Seperti aku!" kata Sasuke songong. Idungnya manjang. *plak*

"Ya... bawa dia pulang dan terapi dia sampe sembuh. Selamat berjuang." Kataku sambil pergi

"Tu... Tunggu Gaara-kun. Te... Terima kasih sudah menemaniku."kata Yuri

Siapa juga yang nemenin dia? Kataku dalam hati

-Flash back end-

Setelah pertemuan kami yang pertama itu, aku dan Yuri semakin sering bertemu. Mungkin takdir yang sudah mempertemukan kami. Akupun semakin dekat dengan Yuri. Dan aku sangat senang bisa bertemu dengannya. Entah kenapa aku merasa sangat beruntung bisa dekat dengannya. Pantas saja Sasuke yang biasanya pendiam jadi sombong. Aku sering mengejaknya jalan-jalan, entah itu di Sunagakura maupun Konohagakure. Dan lama-kelamaan, rasa takut Yuri terhadap laki-laki hilang. Aku masih ingat, ketika tahun kemarin aku berulang tahun ke 15.

-flashback (again)-

Ketika bulan purnama bersinar dengan anggun dan ketika dimana seharusnya semua orang tertidur lelap, Aku tak bisa tidur karena kegaduhan di luar kamarku.

Pasti si kuncir empat atau si badut lagi pesta lagi. Amit-amit, suaranya ribut banget. Mereka itu ngapain sih?, pikirku. Semakin lama suara itu bertambah gaduh. Aku sudah kehilangan kesabaran. Aku beranjak daru tempat tidurku dan membuka pintu.

"Otanjoubi Omedettou Gaara!" banyak orang yang (mungkin) sejak tadi berdiri di depan kamarku. Ada Temari, Kankuro, beberapa petinggi Sunagakure, teman-temanku dari Sunagakure, bahkan ada Naruto, Kiba, Shikamaru, Hinata, dan teman-temanku dari konohagakure. Tapi mataku terpaku pada seorang gadis berambut biru tua panjang yang sedang memegang kue tart yang indah.

"Otanjoubi Omedettou Gaara" katanya sambil tersenyum manis.

"AYO TIUP LILINNYA DENGAN SEMANGAT MASA MUDA!" teriak seorang om-om bertampang maho. Siapa lagi kalau bukan Gay-sensei. #BUAGH

Fuh! Aku meniup lilinnya dengan datar. Tapi semuanya tepuk tangan dengan semangat 45. Pokoknya, layaknya acara ulang tahun biasa. Tapi, bagiku ini pesta ulang tahun yang berkesan karena ini pertama kalinya aku melaksanakan ulang tahun kejutan apalagi ide ulang tahun kejutan ini dari Yuri. Entah kenapa aku sangat senang.

"Gaara-kun, selamat ulang tahun ya" kata Yuri sambil menyodorkan sebuah hadiah untukku.

"Terima kasih Yuri. Boleh aku buka?" tanyaku

"Tentu saja boleh" katanya sambil tersenyum manis

Akupun membuka hadiah darinya. Ternyata sebuah buku sketsa.

"Aku dengar kau sangat suka menggambar. Jadi, aku berikan ini untukmu. Semoga berguna. Gambarlah hal-hal yang kau sukai. Gambarlah hal-hal itu dengan hatimu" kata Yuri
A/N : Sejak kapan gaara suka gambaaaar? *stress sendiri*

Aku menatapnya kagum, entah bagaimana rasa sukaku semakin dalam padanya. Ya, aku menyadari perasaan khusus ini padanya sejak aku mulai dekat dengannya.

-flashback end-

Sejak saat itu, seperti yang dikatakanYuri, aku menggambar "hal-hal" yang kusukai dan aku menggambarnya dengan sepenuh hati. Ya, yang ada di dalam buku sketsa yang diberikan Yuri padaku hanya Yuri, Yuri dan Yuri. Entah sejak kapan aku benar-benar terpaku padanya. Yuri adalah sosok yang aku rasa berbeda dari cewek lainnya, dia sosok yang bersahabat pada semua orang, anak yang baik dan polos tetapi tekadang bersifat keibuan dan terkadang sosok yang menyenangkan dan akku rasa dia selalu bisa membangkitkan semangatku jika aku terpuruk. Dia sangat membantu Sunagakure. Itulah kenapa warga Sunagakure sanagt menghormati dia.

Sosok yang sederhana biarpun klannya disebut-sebut klan terkuat di Konohagakure. Biarpun kelihatannya dia periang, tapi dulu dia sama denganku. Kesepian. Hanya dia yang tersisa dari klannya. Kerena klan terkuat, semua klan Kazami adalah pelindung utama Konohagakure. Jadi, jika ada yang menyerang desa, mereka harus berhadapan dulu dengan klan Kazami. Klannya habis ketika Kyuubi menyerang Konohagakure. Semua klan Kazami dikerahkan untuk menghadapi Kyuubi, bahkan ibu Yuri yang masih harus menjaga yuri yang masih beberapa bulan.

Tok tok... terdengar suara pintu kamarku diketuk

"Nggak dikunci" kataku

"Hai Gaara, apa kabar?" terdengar suara yang sangat aku kenal. Aku langsung berbalik menghadap si pemilik suara.

"Yuri! Sejak kapan kau datang" tanyaku

"Baru aja dateng" jawabnya

"Euh, kenapa kau tidak datang kemarin? Kau'kan sudah berjanji akan datang?" kataku, mukaku memerah. Aku takut dia tidak datang karena aku memeluknya.

"Kemarin aku ada misi dari Tsunade-sama" jawab Yuri

"Dengan tangan yang lagi luka seperti itu?" kataku

"Yah, misi kali ini cuma aku yang bisa ngejalanin misi kali ini" kata Yuri

"Cie, klan terkuat nih" kataku

"Hahaha... Oh iya, maaf terlambat, ini, aku harap ini juga bisa berguna bagimu. Selamat ulang tahun Gaara" kata Yuri sambil tersenyum. Cantik. Sangat cantik.

"Bukan buku sketsa'kan?" kataku bercanda

"Tentu bukan. Buka aja. Ayo, jangan malu-malu, biasanya juga nggak tau malu" kata Yuri

"Dasar, awas, nanti aku balas" kataku. Setelah aku buka, ternyata Yuri memberiku bibit bunga lili dalam pot.

"Rawatlah bunga itu baik-baik" pesan Yuri

"Mentang-mentang namamu Yuri (lili)" kataku

" Ya udah, balikin bunganya!" kata Yuri. Aku tahu dia pura-pura ngambek.

"Hahaha, bercanda, pasti akan aku rawat baik-baik seperti aku merawatmu" kataku. Aku melihat Yuri blushing.

"Da... Dasar Gaara, bercanda terus. Pokoknya aku nggak mau tau lili itu harus jadi bunga" kata Yuri

"Maksa, tapi, tenang aja, aku jamin, bibit ini akan jadi bunga lili terindah yang pernah kau lihat" kataku

"Aku bisa mempercayaimu. Sudah malam, ayo tidur, aku menginap di sini. Oyasumi" kata Yuri sambil membuka pintu.

BRUK! Terlihat Kankuro dan Temari jatuh membentur lantai

"Rasain. Kalian nguping'kan?" kataku pada mereka berdua

"Siapa yang nguping? Kita nggak nguping kok" kata Temari

"Cuma ngedenger pembicaraan kalian berdua" tambah Kankuro. Alhasil dia dijitak Tema-chan

"Sejak kapan kalian nguping?" tanyaku

"Baru 10 menit yang lalu" kata Temari dengan tampang sok polos

"Baru" dia bilang? Berarti mereka mendengar semua pembicaraan aku dan Yuri, kataku dalam hati

"Sana pulang ke kamar masing masing, aku mau tidur. Oyasumi" kataku sambil menutup pintu kamar. Aku menutup jendela kamar dan meletakkan bibit dari Yuri di meja dekat tempat tidurku. Dan aku menutup mataku dan tertidur ditemani sang dewi bulan.

Esok harinya...

"Ohayou Gaara" kata Yuri dengan senyum manisnya

"Eh, Ohayou yuri-chan" kataku

"Kau memanggilku Yuri-chan" kata Yuri

"Eh, ah, itu... Maaf, aku tak sengaja" kataku salah tingkah

"Hihihi... Kau lucu, ayo sarapan, Temari-san dan Kankuro-kun sudah pergi tadi. Padahal ini hari Minggu" kata Yuri

"Dasar mereka itu" kataku sambil menuju meja makan. Aku tahu Temari dan Kankuro sengaja pergi pagi-pagi. Mereka sudah merencanakannya untuk meggoda adiknya yang tampan ini. (Gaara jadi GR)*Author dimarahin sama Masashi-sensei*

"Maaf sarapannya hanya ini, aku memakai bahan-bahan yang ada di dalam lemari" kata Yuri. Aku melihat menu makanannya. Sepiring pancake, dan ini buatan tangan.

"Aku makan ya" kataku

" Silahkan, hanya itu yang bisa aku buat dari bahan-bahan sisa di lemari" kata Yuri. Hanya dia bilang? Temari saja belajar setengah mati untuk memasak. Temari saja baru bisa memasak dengan baik dan benar belum lama ini, itu pun rasanya masih aneh. Sedangkan dia usia 16 tahun sudah bisa membuat pancake yang rasanya benar-benar enak.

"Enak sekali, sungguh!" kataku memuji masakan Yuri

"Benarkah? Terima kasih, Syukurlah kau suka" katanya sambil tersenyum. Rasanya kalau melihat senyumannya aku jadi ingin meleleh seketika.

"Kamu nggak makan?" tanyaku

"Tadi sudah duluan, maaf ya aku nggak nungguin kamu" katanya lalu duduk di kursi sebelahku

"Yuri, ada satu hal yang selama ini bikin aku penasaran" kataku

"Apa? Cerita aja" kata Yuri

"Kenapa kamu bisa tinggal bareng si Uchiha itu?" kataku, jujur saja kalau aku selama ini cemburu

"Ah, itu, kau tahu'kan klan ku habis karena melawan Kyuubi? Dan aku satu-satunya orang yang tersisa dari klanku. Pada waktu itu, Itachi-kun yang waktu itu adalah kekasih kakakku menemukan aku yang masih bayi dan membawaku ke kediaman Uchiha dan Aku dirawat oleh ibu Itachi-kun dan Sasuke-kun . Aku sudah dianggap keluarga oleh klan Uchiha. Dan aku sendiri sudah menganggap mereka keluargaku tapi tetap saja aku adalah aku yang bermarga klan Kazami. Awalnya aku tinggal di rumah keluarga Sasuke-kun bersama keluarganya, sampai terjadi kejadian 'tragedi klan Uchiha' dimana itachi-kun membunuh semua keluarganya kecuali aku dan sasuke. Dan sejak itu aku hanya tinggal berdua dengan Sasuke-kun. Dan pekerjaan rumah tangga aku yang menangani tapi terkadang Sasuke-kun juga membantuku" cerita Yuri

"Ooh begitu, maaf ya" kataku

"Kenapa minta maaf, Gaara? Aku senang kalau kau bertanya" kata Yuri sambil tersenyum. Pesssh, aku ingin menghilang saking senangnya

"Oh iya Yuri, kapan kau pulang?" tanyaku

"Mungkin besok, atau lusa. Soalnya aku harus mengurus Sasuke-kun, dia nggak betah aku pergi lama-lama" katanya

Ukh, Sasuke lagi Sasukel agi. Terkadang aku sedikit menyesal dilahirkan di Sunagakure

"Bagaimana kalau kau menginap 5 hari lagi? Pulangnya aku akan mengantarmu. Aku janji. Dan aku jamin pulangnya akan lebih cepat" kataku mengutarkan apa yang ada di otakku

"Eh? Benarkah Gaara akan mengantarku?" katanya

"Iya, kau tidak mau ya?" kataku

"Bukan begitu... Hanya saja, aku sangat senang" katanya

"Ehm, oke, nanti kau akan kuajak jalan-jalan keliling Sunagakure" kataku

"Arigatou" katanya

"Ayo kita jalan-jalan" ajakku

"Eh? Sekarang? Bagaimana dengan pekerjaanmu sebagai Kazakage?" katanya

"Itu sudah diatur, aku sedang cuti" kataku *ceilah, ada cutinya segala*

"Baiklah, tolong temani aku ya" kata Yuri.

Kemanapun kau pergi pasti akan kutemani, kataku dalam hati

Dan sepanjang hari inipun aku habiskan dengan jalan-jalan bersama Yuri. Dan kebetulan sedang ada festival di sini. Itulah kenapa aku mencegahnya pulang. Karena selain keegoissan pribadiku, aku juga ingin memperlihatkan festival ini pada yuri yang pada hari ke-5 akan diadakan pesta kembang api dan aku tahu kalau Yuri itu suka pesta kembang api. Banyak warga yang senam-senyum melihat aku dan Yuri. Aku tahu benar arti tatapan itu. Tapi Yuri yang polos tak menyadarinya, apalagi menyadari perasaanku padanya yang bahkan semua warga Sunagakure mengetahui perasaanku. Ini sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, perasaanku pada Yuri terlihat jelas dari sifatku yang protective pada Yuri yang terkadang sedikit ceroboh.

"Uwah! Kazakage-sama, selamat ya! Tak kusangka hari ini akan terjadi juga" terdengar suara Hiyono dari belakang

"Yah, padahal aku sudah mengharapkan kazakage-sama, tapi tak apalah, karena ini adalah Nona Yuri" kata Hiyoko

Kazakage-sama, Nona yuri, selamat ya. Semoga sampai ke jenjang yang lebih serius, tulis Ran di bukunya

"Hah? Maksudnya apa?" tanya Yuri dengan tampang innocent

"Ka... Kalian itu... Kami... Belum seperti itu... Maksudku tidak seperti itu... Aku... Aku hanya..." katakku salah tingkah dengan muka yang dijamin merah padam

"Belum ya?" goda Hiyoko

"Kumohon hentikan" kataku

"Hahaha. Aku belum pernah melihat Kazakage-sama seperti ini. Pasti hanya yuri –sama yang bisa membuat Kazakage-sama seperti ini" kata Hiyoko lagi

"Sudahlah kalian, kasian Gaara, tuh, dia jadi ngeringkuk dipojokan" kata yuri sambil menunjuk ke arahku yang lagi pundung di pojokan

"Maafkan kami ya Yuri-sama, Kazakage-sama" kata Hiyono

"Ya, tak apa, kami mau jalan-jalan, kalian mau ikut?" ajak Yuri

'Boleh Nona?' tanya Hiyono

"Asik! Kita ganggu Yuri-sama dan Kazekage sama!" kata Hiyoko

Hancur sudah kencanku, kataku dalam hati

Akhirnya kami ber-5 pun menghabiskan hari dengan berjalan-jalan di festival. Beegitupun dengan 5 hari berikutnya. Temari dan kankuro benar-benar membuatku hanya berdua dengan yuri. Sebenarnya aku kesal pada mereka berdua, tapi aku juga merasa berhutang dam berterima kasih pada mereka. Yuri semakin banyak bercerita padaku. Tapi tetap saja dia sama sekali tidak menyadari perasaanku padanya. Bahkan aku pernah berkata :

"Yuri, bagaimana kalau aku suka padamu?"

Dan dia hanya menjawab : "Uhm, entahlah, mungkin aku akan sangat senang"

Dasar Yuri, terkadang dia sangat bijak dan bisa diandalkan serta terlihat mengagumkan, tapi biar begitu dia terkadang sangat polos dang menggemaskan. Itulah yang kusuka dari Yuri.

Di hari terakhir...

'Yuri, ayo, ada yang ingin kutunjukkan padamu" kataku menarik tangan Yuri sambil berusaha agar mukaku tidak memerah. Aku mengajaknya naik awan yang kubuat dari pasir.

"Lihatlah ke sana" kataku sambil menunjuk arah utara

"Tidak ada apa-apa" kata Yuri versi polos

"Bukan sekarang. Sebentar lagi akan ada sesuatu yang hebat" kataku berhiperbola. Tak lama kemudian, pesta kembang api pun berlangsung. Yuri sangat menikmati pemandangan dari atas sini.

"Gaara" katanya memanggilku

"Ya, kenapa Yuri?" kataku

"Arigato. Terima kasih sudah memperlihatkan ini padaku. Aku sangat senang" katanya

"Tidak, ini sebagai rasa terima kasihku pada Yuri yang sering mengunjungi Sunagakure ini. Padahal tempat ini isinya pasir semua, tapi sepertinya kamu betah di sini ya" kataku

"Warga Sunagakure tak kalah menyenangkan dengan Honokagakure. Entah kenapa aku betah di sini" katanya

"Ehm... Apa Gaara akan mengantarku besok?" tanya Yuri

"Tentu saja, akan kubuat perjalanannya lebih cepat" jawabku

Keesokkan harinya...

"Yuri, Kau sudah siap?" kataku

"Iya, aku akan pamit ke Hiyoko, Hiyono dan Ran dulu ya" kata Yuri sambil pergi

"Wah, mimpi apa aku semalem adekku hari ini nganterin ORANG YANG SANGAT DISUKAINYA pulang" kata Temari

"Memangnya siapa adekmu hah?" kataku emosi

"Kamu" kata Temari

"Nggak sudi!" kataku

"Sudi atau nggak sudi kamu tetep adekku" kata Temari. Aku kalah telak.

"Nanti aku bilang ke Nara-kun ada salam dari Temari" kataku

"EH! APA-APAAN ITU!" Kata Temari kalap. Khukhukhu... Kelemahannya sudah kupegang.

"Udah ya, nanti aku sampein kok... Dah, aku pergi dulu ya" kataku sambil kabur

"KEMBALI KAU JELEK! AWAS KALAU KAU MELAKUKANNYA! AKU AKAN MENGASINGKANMU DARI SINI!" teriak Temari. Senangnya bisa ngebales perbuatan dia. (sosok baru Gaara : adek yang nyebelin)

Lalu, aku dan Yuri pergi menuju Konoha. Waktu tempuh perjalanan kali ini adalah 2 hari. Karena kami mengejar waktu. Kata Yuri, Sasuke belum dikasih makan. (emang binatang piaraan?)

Setelah satu malam berlalu, matahari akhirnya kambali menyinari pagi ini. Sinarnya menerpa wajahku dan Yuri yang sedang tertidur. Aku memandangnya. Wajah yang manis dan polos, wajah yang menghiasi hari-hariku biarpun tak setiap hari. Aku takut wajah ini tak akan bisa menemaniku lagi selamanya. Aku takut ia akan membenciku. Dan, aku ragu, apakah ia mau menyukaiku. Aku takut karena penantianku selama ini akan hancur. Karena ini pertama kalinya aku jatuh cinta, dan aku yakin rasa sakit karena hancurnya perasaan ini akan lama untuk sembuh.

"Nggh! Ah, Eh, O, Ohayou Gaara" kata Yuri

"Ohayou" kataku

"Ayo, kita siap-siap untuk melanjutkan perjalanan, Konohagakure sudah tinggal sedikit lagi" kataku

"Iya" kata Yuri

Aku pun melanjutkan perjalanan dengan Yuri. Setelah 2 jam, akhirnya kami sampai di gerbang Konohagakure.

"Kazekage-sama? Kenapa Anda tidak memberi kabar tentang kedatangan Anda?" kata seorang ninja yang menjaga gerbang

"Ah, untuk apa? Aku hanya datang untuk mengantar Kazami -san pulang" kataku

"Panggilan apa itu?" protes Yuri

"Hahaha. Bercanda, ayo, kita ke kediaman Uchiha" kataku

Aku pun berjalan berdampingan dengan Yuri. Orang-orang awalnya memperhatikanku dengan Yuri lalu senyam-senyum sendiri, ketika mereka sadar, mereka lalu membungkuk.

Nggak di Suna, nggak di Konoha, reaksi orang-orang sama aja, kataku membatin

"Gaara, jangan ngelamun! Kita udah sampai!" kata Yuri mengingatkanku

"Ah, iya, Gomen" kataku

"Ayo masuk. Kau pasti lelah, ayo jangan malu-malu" kata Yuri sambil mendorongku ke dalam

"Permisi" kataku. Terlihat sasuke Uchiha menatapku dengan pandangan tak suka.

"Sasuke pasti senang mendapat teman mengobrol" kata Yuri dari belakangku

Udah jelas-jelas tatapannya itu tatapan keluar-lu-ato-nggak-gua-sambit , kataku dalam hati

Akhirnya aku menginap di Konohagakure lebih tepatnya di rumah Yuri. Aku berada di konoha selama 3 hari karena Yuri memaksaku. Dia mengajakku jalan-jalan berkunjung ke tempat-tempat perbelanjaan di Konoha. Dan juga tempat favoritnya, sebuah padang bunga yang sangat indah, dari sini kita dapat melihat seluruh Konohagakure. Lalu, di mengajakku ke makan keluarga Kazami serta ke rumah klan Kazami yang tersembunyi. Serta pergi bermain-main dengan Naruto dan yang lainnya. Dan hari-hari cepat berlalu, hari ini aku harus kembali ke Sunagakure. Sulit sekali untuk menginjakkan kaki pergi dari sini. Saat ini aku sedang ada di Gerbang Konohagakure dan siap untuk kembali ke Sunagakure.

"Jaga kesehatan" kata Sakura

"Nanti aku akan main ke sana" janji Naruto

"Lain kali main ke sini lagi ya!" kata Yuri sambil menggenggam tanganku. Ingin rasanya aku meledak karena malu. Rasanya berat untuk melepaskan genggaman tangan hangat ini. Tapi apa boleh buat, aku harus menunaikan kewajibanku sebagai Kazekage.

"Hati-hati" kata Sasuke

"Iya, baiklah, aku pergi dulu ya" kataku pamit

"Tunggu dulu Gaara, ada satu hal yang ingin aku sampaikan" kata Sasuke mencegahku

"Eh? Apa?" kataku bingung

"Bunga lily tidak akan pernah bisa tumbuh di gurun" kata Sasuke berbisik padaku lalu dia langsung pergi begitu saja. Tapi yang pasti biarpun hanya sekali diberitahu, aku paham betul arti dari kalimatnya itu.

Tapi, aku akan membuktikan padamu, bunga lily pun bisa tumbuh dengan cantik biarpun di gurun sekalipun, segersang apapun gurun, pasti tersembunyi air agar makhluk-makhluk di gurun tetap hidup, kataku dalam hati

~TBC~


Omake~

Thanks for reading my story...

Dan makasih buat Tambal Panci, Kateriana Emiko Aureliana, Angle's Apple dan Kanna Ayasaki... Makasih udah ripiu dan makasih komen dan sarannya ya... *meluk-meluk*

Review please *puppy eyes* for the FASTER update... (siapa juga yang ngarep)