I LOVE THIS WOLF

[ CHAPTER 2 ]

AUTHOR : HADI EKO SISWANTO PUTRO (Hadhi ESP)

CAST : MEMBER EXO

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE, YAOI, BOY X BOY

LENGTH : CHAPTER

DISCLAIMER :

Member EXO milik keluarga mereka dan tuhan, Fanfiction ini murni milik saya pribadi dari hasil pemikiran otak saya yang terbatas dan imajinasi liar saya ini, JANGAN COPAS atau PLAGIAT...

maaf ya kalo alur kecepetan.

Oiya, banyak banget TYPO disini... harap maklum ya !

WARNING : Mohon Jangan jadi SILENT READERS !

SUMMARY :

"Hati-hati dengan para pengurus OSIS" itulah nasihat pertama yang kudapat setelah pindah dari sekolah ini. Para pengurus Osis bagaikan Serigala Liar yang menguasai sekolah ini. Seharusnya aku perhatikan nasihat itu baik-baik sebelum bertengkar dengan salah satu dari serigala itu.

^^ HAPPY READING ^^

PENGUMUMAN DARI PENGURUS OSIS

Hari ini kami bermaksud merubah jadwal pelajaran dan mengadakan permainan PETAK UMPAT besar-besaran.

Yang akan menjadi Kucingnya adalah Para pengurus Osis (Wu Kris, Oh Sehun, Park Chanyeol, Xi Luhan).

Yang akan menjadi Tikusnya adalah Kim Jongin dari kelas 2-A.

Para murid yang lain diharapkan untuk meninggalkan sekolah ini dengan tenang,

Bel tanda pelajaran dimulai akan menjadi tanda dimulainnya permainan.

Begitu sang Tikus tertangkap, maka permainan akan selesai.

Sang Tikus akan menjadi BUDAK KAMI.

Selamat berjuang agar bisa lari dengan selamat.

TERTANDA PENGURUS OSIS.

"Yang Benar saja." Batinku takut.

PROKK PROKK PROKK

"Selamat pagi." Sapa seorang pria Jangkung yang lebih jangkung dari mereka, "Nah, sebentar lagi, kita akan mulai permainan yang menyenangkan."

- I LOVE THIS WOLF [Chapter 2] –

"Hahaha, konyol sekali, aku menolak." seruku getir, aku tidak tau darimana aku dapat keberanian berbicara seperti itu.

"Pilihan itu tidak mungkin." Ucap pria tinggi itu, kulihat sebuah nama di Name Tag-nya Wu Kris.

"Kau sudah tidak bisa keluar lagi, sampai ada seseorang yang menangkapmu." Tukas Sehun, dengan seringaian yang tidak membuatku takut sama sekali.

"Begitu sang Tikus tertangkap, maka permainan akan selesai. Sang Tikus akan menjadi BUDAK KAMI." Sebaris tulisan itu selalu terngiang di ingatanku.

"Jadi persiapkan dirimu, manis." Gumam seorang Pria yang menurutku bisa dibilang bukan seorang Pria karena parasnya yang begitu cantik, Xi Luhan, itu nama yang tertulis di Name Tag-nya.

"Dan juga siap-siap untuk menjadi budak kami, hahahah." Tawa seorang Pria yang tingginya dibawah Kris, Park Chanyeol, itu Nama yang tertulis di Name Tag-nya.

"Kau tenang saja, kami telah memberimu pertolongan dalam permainan ini." Kris menambahi.

"Hah, seperti orang bodoh saja, silahkan berbuat semau kalian, aku mau pulang." Kataku enteng sambil berjalan berlalu menjauhi ke-Empat srigala jadi-jadian itu.

"Pada hitungan ke-100 kami akan mulai mengejar." Terdengar teriakan dari kejauhan, aku hafal suara itu, milik Sehun.

Aku terus berjalan menuju pintu utama sekolah, aku tidak mengerti apa yang terjadi disekolah ini. Bagaimana bisa hanya Empat pengurus Osis saja bisa membuat sekolah ini kosong dalam sekejap, sungguh aneh.

"Eh, ini tidak bisa dibuka." Aku menarik keno pintu namun pintu itu terkunci.

"1 ... 2 .. 3 ... "

Terdengar suara, ternyata Srigala-Srigala itu sudah mulai menghitung, Oh sial, aku masuk perangkap sekawanan Srigala menjijikkan. Dan satu hal yang aku lupa, Sekolah ini adalah Surga bagi Kawanan Srigala itu. Bisa jadi suatu saat mereka akan menerkamku lalu memakanku hidup-hidup, seperti sekarang ini.

"Kalau tidak cepat lari, nanti bisa tertangkap loh." Luhan, ya itu suara Luhan, suara itu benar-benar menakutkan sekarang.

GREKKK GREKKK

"Bahkan jendela juga tidak bisa dibuka." Aku coba membuka paksa semua jendela namun percuma tidak ada satu pun yang terbuka, mereka ternyata memang benar-benar sudah mempersiapkan semuanya, semua jebakan ini, jebakan untukku.

"15 ... 16 ... 17 ... "

Astaga, bagaimana ini, aku harus bersembunyi dimana? Aku terus saja berlari kesegala arah, aku bingung harus bersembunyi dimana, aku tidak tau tempat mana yang paling aman untuk bersembunyi, karena sudah pasti seluruh penjuru sekolah ini sudah diketahui para Srigala-Srigala itu. Aku benar- benar tertekan sekarang.

Aku masih berlari, mencari tempat persembunyian yang aman menurutku, walaupun aku tau tidak ada tempat yang aman disini, dari kejauhan aku melihat ada sesuatu tergeletak dilantai. Aku perlahan mendekatinya.

"Astaga, Baekhyun-ah, Kyungsoo-ya, ada apa dengan kalian? Bangun." Sesuatu yang tergeletak itu tubuh Baekhyun dan Kyungsoo, mereka sepertinya pingsan.

Aku mengguncang-guncangkan tubuh mereka berdua, berharap mereka sadar dari pingsan mereka. Aku heran kenpa mereka berdua bisa pingsan disini, bukankah mereka berdua tadi berlari keluar sekolah ya?. Ahh, aku lupa, pasti ini semua perbuatan Srigala-srigala itu. Hufft, kali ini apa lagi yang mereka perbuat.

"Baekhyun-ah, Kyungsoo-ya, Bangun." Aku terus mengguncang tubuh kedua temanku ini. Ada gerakan dari Baekhyun dan Kyungsoo, akhirnya mereka sadar juga.

"Eughh, dimana aku?." Tanya Baekhyun setengah sadar, sambil mengucek matanya.

"Disekolah Baekhyun-ah." Jawabku

"Disekolah? Bukannya tadi yang kuingat aku dan Baekhyun keluar dari sekolah ini?." Kyungsoo yang sepenuhnya sudah sadar malah bertanya padaku.

"Aku tidak tau, kenapa kau tanya aku." Hindarku, aneh juga kenapa mereka tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi dengan mereka.

"35 ... 36 ... 37 ... 38 ... "

"Apa itu?." Pekik Baekhyun tertahan, terlihat wajahnya begitu panik. Begitu juga dengan Kyungsoo.

"Astaga aku sampai lupa, ayo cepat kita bersembunyi." Ajakku pada Baekhyun dan Kyungsoo, aku sudah berdiri dan bersiap berlari untuk mencari tempat persembunyian.

"Bersembunyi? Untuk apa?." Tanya Kyungsoo dengan polosnya.

"Apa kalian tidak membaca pengumuman dimading tadi padi? Kulihat kalian ada disana tadi dan membacanya. Disana ditulis Kalau ada yang tertangkap akan mereka jadikan budak mereka." Jelasku panjang lebar.

"Pengumuman apa sih? Aku tidak ingat." Kali ini Baekhyun bertanya dengan polosnya padaku.

Sebenarnya ada apa dengan mereka? Ahh, lebih tepatnya adaapa dengan otak mereka?. Apa mereka pingsan tadi gara-gara dipukul ? sampai-sampai memori jangka pendek mereka pun tidak ingat. Aku masih saja tidak habis pikir dengan tingkah teman-temanku ini.

"Sudah tidak ada waktu untuk menjelaskan, ayo kita cari tempat persembunyian." Aku menarik tangan Kyungsoo dan Baekhyun untuk berlari mencari tempat persembunyian bersamaku.

"55 ... 56 ... 57 ... 58 ... "

"Tuh kan, ayo cepat tidak ada waktu lagi." Kami bertiga pun bergegas berlari kesegala arah mencari tempat persembunyian yang aman.

"75 ... 76 ... 77 ... 78 ... "

Aku berhenti sejenak menghentikan langkahku mencari tempat persembunyian, lalu berbalik melihat kearah Kyungsoo dan Baekhyu. "Hmm, kalian kan yang sudah lama sekolah disini, pasti kalian tau tempat persembunyian yang bagus. Dimana itu?."

Kyungsoo dan Baekhyun saling memandang satu sama lain, mereka saling melempar pandangan aneh. Aku juga memandang mereka dengan pandangan aneh, aku aneh dengan perilaku aneh mereka sedari tadi. Ada apa sebenarnya dengan mereka?

"Hmmm, ayo ikut aku." Baekhyun memberi saran, "Ikut aku."

"98 ... 99 ... 100 ... "

Kami bertiga berlari kesuatu Ruangan yang bertuliskan "Ruang Penyimpanan". Diasana banyak sekali bola mulai dari bola basket, voli, takraw dll, buku-buku pun berserakan disana sini, kain-kain warna warni pun juga banyak tertumpuk disana sini. Sepertinya ini seperti sebuah Gudang sekolah.

"Mungkin Bersembunyi disini lebih, Aman." Seru Baekhyun yang menyempilkan tubuhnya dbalik tumpukan buku-buku yang berdebu. Aku pun menyembunyikan tubuhku dibalik tumpukakn kain-kain, kyungsoo pun mengikutiku.

"Membosankan, sekarang sudah Game Over nih ... "

"Chanyeol, Ba-Bagaimana Bisa kau –."

"Hhahaha, aku tidak menyangka kalian bersembunyi disini." Badannya dengan sigam menangkap tangan Baekhyun yang memang bersembunyi dekat dengan pintu masuk Ruang Penyimpanan. Aneh sekali bagaimana Chanyeol dengan sangat mudah bisa mengetahui dimana Aku dan kedua sahabatku bersembunyi? Apa sekolah ini juga memiliki navigasi orang? Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa aku mendaftar disekolah seperti ini.

"Lepaskan dia ... " aku berteriak pada Chanyeol supaya melepaskan Baekhyun.

"Jongin-ah, sudah jangan hiraukan aku selamatkan dirimu saja, Cepat lari." Perintah Baekhyun

"Tapi Baekhyun-ah, kau tid –."

"Jongin-ah, sudah cepat Lari ... "

Tanpa pikir dua kali lagi aku berlari menarik tangan Kyungsoo menjauhi Ruang Persiapan itu. "Mianhae, Baekhyun-ah."

Aku terus berlari bersama Kyungsoo mencari lagi tempat persembunyian yang benar-benar membuat kita aman, tapi aku tidak tau dimana itu. Seolah-olah dimana kita bersembunyi bisa diketahui oleh para Srigala-Srigala aneh itu.

"Hosh .. Hosh ... Mungkin disini kita bisa aman, Kyungsoo-ya." Aku mati-matian mengatur nafas, karena sedari tadi aku dan Kyungsoo berlarian tak tentu arah. Kami sampai disuatu ruangan yang menurutku bisa dijadikan tempat bersembunyi. Tidak ada sautan dari Kyungsoo, "Kyungsoo, apa Kau Tid –."

Mataku membulat sempurna saat aku berbalik melihat dimana Kyungsoo berdiri tadi, mulutnya ternyata sudah dibekap oleh sang ketua Osis, Kris.

"Tak bisakah kau mencari persembunyian yang aman, Kim Jongin? Temanmu suddah kami tangkap semua, sekarang kau menyerah saja." Ucap Kris sambil menyeringai.

"Jongin-ah, Lari ... jangan diam saja seperti itu." Pekik Kyungsoo padaku.

Tap-Tapi Kyungsoo-ya, Ak –."

"LARIIIIIIIII ... "

"Mianhae, Kyungsoo-ya." Aku berlari meninggalkan Kris dan Kyungsoo, pikiranku begitu kacau kali ini, bagaimana bisa Srigala-Srigala itu menemukan kami dengan mudahnya, apa mereka semua itu Siluman? Ahh, Tuhan tolong aku. Aku bukannya Egois pada diriku sendiri karena tidak menyelamatkan sahabatku, namun aku juga tidak mau ditangkap oleh Srigala-srigala itu dan dijadikan budak Oleh mereka.

Aku sudah tidak bisa berpikir apa pun lagi, aku sudah tidak tau harus mencari tempat persembunyian yang paling aman dimana. Sepertinya semua tempat disekolah ini sudah sangat dihapal oleh para Srigala-srigala itu.

Aku menghentikan lariku saat aku melihat sebuah pintu, aku mencoba membukannya, ternyata tidak dikunci. Aku pun masuk kedalamnya, ternyata ini lapangan Basket indoor. Ruangan ini cukup gelap walau agak samar-samar cahaya dari luar mencuri masuk keruangan itu.

"Sepertinya aku bisa aman disini."

PROKKKK PROKKK PROKKKK

Terdengar suara tepukan tangan yang menggema diruangan itu, aku pun menoleh kearah suara itu. Aku menyipitkan mataku, memperjelas penglihatanku. Namun langsung kupejamkan mataku saat semua lampu dilapangan Basket itu dinyalakan, aku membuka mataku perlahan, menormalkan penglihatanku. Aku langsung membulatkan mataku sempurna saat tau siapa yang kulihat didepanku.

"Lu-Luhan, Bagaimana Kau Bis –."

"Kim Jongin, kali ini kau Game Over."

- TO BE CONTINUED –

HAI,, author gak jelas balik lagi,, Hadhi ESP inmida ^^

Ini Chapter 2-nya.. MAAF YA LAMA ... heheheeheh

Ternyata banyak juga yang minat sama FF ini ...

Gak jadi saya Musnahin FF ini,,

Tunggu Sequel selanjutnya ^^

Makasih yang selama ini udah baca semua FF saya.

Makasih yang selama ini berbaik hati komen..

Dan SILENT READERS MATILAH KAU ...