Hai ho Minna-san tachi!~ Author kembali lgi, usahain UPDATE KILAT. Okay, sebelum masuk ke Chappie berikutnya, Author mau balas review dulu *seruput jus jeruk* okay, langsung aja yang pertama:
~ Pidachan99
Yup! Telah hadir Sekuel Team Nashi: First Mission, avaible in store now! (emgnya barang apa -_-") Oke, ttp update FF ini, check, ttp bkn Pida-chan penasaran, silang #PLAK
~ Mizuna-san
Thanks ya, Mizuna-san!~ Oooo, iya ya *manggut-manggut* lain kali itu hrs dihapus (memang seharusnya -_-") Okay! Dimengerti! Umur Author 1 Dekade x 1 Dasawarsa = (hasilnya) - 1/2 Abad = (hasilnya) - 1 dasawarsa = (hasilnya) di-overdosiskan 1 tahun = (cari sendiri hasilnya) #Perasaan panjang bener Rumus buat cari umur Author -_-"
Okay, tanpa basa-basi panjang kali lebar lagi...~ Ini dia Team Nashi: Remember Me Chappie 2!~
Sebelumnya:
"Hai Nashi!"/"Suara itu...sebenarnya siapa kamu!?"/"Namaku adalah..."
Rated: T
Disclaimer: Hiro Mashima-sensei
WARNING(!): OOC, Typo bertebaran sembarangan di FF ini, Gaje dan Abal juga sudah bermigrasi ke FF ini. dan ras-ras lainnya ynag mengikuti ke-4 pemimpin mereka ini.
REMEMBER!
Don't Like Don't Read~
Nashi POV
"Namaku adalah..." terlihat sosok wanita berumur 32 tahun berambut putih panjang. "CEPATAN LAH! STOK KATAMU HABIS APA!?" teriakku kehabisan kesabaran. Kenapa? KARENA DARI 30 MENIT YANG LALU IA TERUS MENGUCAPKAN KATA-KATA ITU! GIMANA AKU GAK KEHABISAN KESABARAN!? "Eh, iya iya, Namaku..." ucap wanita berumur 32 tahun itu, "Meccaline".
"Mecca..nik...apa?" tanyaku bingung.
"Meccaline Nashi! Bukan Mekanik dan sejenisnya, panggil saja Lince biar gak susah!" ujar wanita berumur 32 tahun itu.
"Oh...~ Apa?"
Ia menepuk keningnya, "MECCALINE BODOH!"
"Oh ya ya, Mekanik..."
"Bukan Mekanik! Meccaline woi! Meccaline!"
"Ya ya, panggilannya siapa?"
"Lince"
"Line? Namamu garis? Kamu aja gak mirip kayak garis!"
Ia menepuk keningnya, "Ternyata ini anak bodoh badai!", "WOI, LINCE WOI! LIN-CE!"
"Lin..ce? Lince? Aneh kali!"
"Lince dibacanya (dibaca: Lins)" ia sweatdrop.
"Oh ya ya"
"Dimengerti anak-anak?"
"Dimengerti bu~ Masalahnya cuman ada 1 anak disini~"
"Ya, terserah"
Aku bisa merasakan kakiku menginjak sesuatu, seperti tanah. Tapi, tembus pandang. Toh, aku tak peduli. Aku segera berlari menuju Mekanik Garis itu. "Ini dimana?" tanyaku. "Di alam bawah sadar mu, Nashi" jawab Lince. "Eh, ngapain aku disini? Terus, aku pingsan gitu ceitanya?" tanyaku lagi.
"Gak bodoh, kamu bangun didunia nyata sana"
"Ohhh~"
"Tapi, dalam kondisi amnesia"
"Eh, Amnesia!? Tapi, kenapa!?"
"Efek samping,"
"Efek samping mantra waktu itu ya?"
"Iya" ia mengangguk.
"Terus...kapan aku kembali mengingat semuanya?"
"1000 abad ditambah 10 dasawarsa dikali 6 juta lustrum lalu di kurang 1 triwulan"
Aku bergumam, "itu namanya aku udah mati"
"Emang"
"JADI SELAMANYA AKU AMNESIA!?"
"Tentu tidak bego"
"Lalu, bagaimana cara...tunggu dulu, kalau kau ingin bertemuku, kenapa harus lewat alam bawah sadar ku!?"
"Aku hanya bisa menghubungimu lewat sini"
"Ohh~ Begitu toh, kalau gitu, bagaimana caranya aku mendapatkan kembali ingatanku?"
"Satu-satunya cara untuk mengembalikan ingatanmu adalah dengan melindungi harta karun terbesarmu!"
"Harta karun terbesarku" aku bergumam.
"Iya"
"Itu artinya, aku harus melindungi anggota Fairy Tail untuk mendapatkan ingatanku kembali"
"Iya, jika itu memang harta karun terbesarmu"
"Kalau aku mati?"
"Derita lo mah itu, bukan urusan gue!"
Aku memasang muka datar, "dasar"
"Setelah ini, kamu bisa mengendalikan tubuhmu, seperti melihat, mengendalikan tangan, kaki, dan hal lain sebagainya"
"Bagaimana dengan mulut dan ingatanku?"
"Tentu saja ingatanmu tidak bisa! Kalau mulut, kau tidak bisa mengucapkan hal-hal yang bersangkutan dengan ingatanmu!"
"Ohh~ Begitu, dimengerti!"
"Oke, sekarang aku pergi dulu, selamat menjalani hari-hari mu, sayang!" ia mulai menghilang dibalik cahaya putih kekuning-kuningan.
"Oke, sampai jumpa lagi, Mekanik Garis!"
"Namaku Meccaline, Lince!" serunya sebelum benar-benar menghilang.
Aku membuka mataku perlahan. "Ohayou, Nashi" sapa Mama ketika pertama kali kubuka mataku di hari ini. "Ohayou, kaa-chan" sapaku tersenyum ke arahnya. "Sekarang, kita sarapan dulu, baru ke guild" ucap Mama tersenyum maniiiiisss~ kepadaku. "Okay!~" aku segera beranjak dari ranjang dan menuju ruang makan yang berhubungan langsung dengan dapur. Disana terdapat Papa dan Sakaki yang sedang makan dengan lahap+berantakan. Dan Sakiko anteng dengan Sarapannya.
Lalu -dengan sendok di mulutnya- ia menoleh ke arahku. "Ah, Ohayou, Nashi-nee!" sapanya, sendoknya bergerak-gerak sendiri. Papa dan Sakaki yang tadi sibuk makan menoleh ke arah ku, "Ohayou!". "Ohayou Sakiko...Sakaki dan...Pa..pa" sapaku sambil mengingat-ingat-dunia nyata. "Ih! Susah sekali sih, rasanya pengen ngomong dengan lancar, sebagaimana mestinya aku mengingat semua hal itu!" aku -rohku- menjambak-jambak rambutku karena kesal. "Ayo, makan dulu Nashi, setelah itu baru kita pergi ke guild!" ujar Mama mempersilahkan kau duduk di kursi. "Oke, Ma" aku tersenyum ke arahnya. "Terkadang enak juga ya amnesia, diperlakukan baik!" aku bergumam sambil bersenyum gila.
Selesai sarapan, aku pergi ke guild bersama keluarga ku. Seperti biasa, selama perjalanan menuju guild, banyaaaakkk~ Sekali yang mengganggu Mamaku, aku dan Sakiko. Papa memasang Death Glare mematikannya yang -sepertinya- ia pelajari dari bi Erza. Sakaki juga begitu, ia memberi Death Glare yang tak kalah mematikan nya dari Papa. Sepertinya ia mempelajari itu dari bi Erza, atau Vivi. Vivi itu mirip sama bi Erza asal kalian tahu. Sebenarnya, ia itu TSUNDERE -bisa jadi. Ia sebenarnya baik, walaupun agak mengesalkan.
Kamipun sampai di Guild. "OHAYOU!~" teriak Papa dan Sakaki. "Oi, Flame Head, Bising tahu!" ujar paman Boxer yang tak lain adalah paman Gray. Ia pun cuman memakai Boxer. Sungguh terlalu! Aku berjalan menuju meja bar, dimana terlihat bi Mira sedang mengelap gelas bar. "Ohayou, Na-chan!" sapa bi Mira sambil mengelap gelas bar. "Ohayou..." aku ingin memanggilnya 'Bi Mira' cuman tidak bisa. "Mirajane" lanjut bi Mira. "Ah ya, bi Mirajane!" ujarku baru ingat-bisa jadi. Rasanya, aku ingin menonjok mulutku itu. Susah sekali! Aku ingin teriak sekencang mungkin. Aku duduk di salah satu kursi bar. "Kamu mau minum apa, Nashi?" tanya bi Mira meletakkan gelas yang sedari tadi ia lap di depanku. "Ng...Milkshake rasa Vanilla?" tanyaku -seperti- gugup. "Tentu sayang, sebentar!" Bi Mira mengedipkan matanya, lalu membuatkan Milkshake Vanilla untukku.
Sambil menunggu milkshake, aku melihat keliling Guild Fairy Tail. Aku bisa melihat Papa dan Paman Boxer lagi berantem habis-habisan. Dan, datang bi Erza menonjok kepala keduanya. Aku tertawa kecil melihatnya. Lalu, aku merasa ada yang memperhatikan ku. Aku menoleh ke belakang, aku melihat Regret melihatku. Merasa ketahuan melihat diriku, ia lalu memalingkan kepalanya, dan menyeruput jus jeruk kotaknya. Aku tersenyum kecil ke arahnya. "Ohayou, Nashi!" sapa seorang gadis berambut biru dengan tato di wajahnya. Ia menepuk pelan meja bar dan duduk di sebelahku. "Ohayou, Miya-san!" sapaku, tanpa ada kata-kata yang tidak ingat. "Ini dia minumanmu, Nashi! Ah, Miya-san! Ohayou!" seru bi Mira mengisi gelas di depanku dengan milkshake. "Ohayou, Mira-bachan!" sapa Miya. "Mau minum apa?" tanyanya mengelap tangannya di bajunya. "Ng...jus Alpukat aja!" jawab Miya. "Oke" bi Mira mulai membuat jus Alpukat untuk Miya.
Aku menyeruput Milkshake ku. Lalu, menghela nafas sambil menyeruput minumanku. "Aku ingin cepat amnesiaku kembali!"batinku.
~To Be Continued~
Autthor: JYAAA~~~! Akhirnya selesai juga Chappie 2!~ Bisa-bisain update cepet!~ Oh ya Nashi, sabar ya, kalau kamu udah kembali ingatannya, ini Fic gak jadi dech
Nashi: Biarin, yang penting aku ingin INGATANKU KEMBALI!
Author: Sabar oi *sweatdrop*
Nashi: Tidak bisa, aku ingin ingatanku kembali sekarang!
Author: Orang Sabar di Saynag Tuhan!
Nashi: *mencekram bahu Author* Cepat kembalikan ingatanku *memasang death glare*
Author: Eh, iya iya...tapi sabar ya~
Nashi: Janji!?
Author: Iya, janji, tapi nanti, oke, jangan lupa Review ya Minna-san tachi, ARIGATOU GOZAIMASU!
Nashi: Arigatou!~
*Tirai di Ditutup*
