Oke deh, gak usah banyak cincong, langsung ke bagian pembalasan review
Icha Clalu Bhgia:Iya bang, hehehe^^
Iya, emang sengaja aku panjangin, soalnya kebanyakan narasinya hehehe#ditendang
Oh iya ya, jadi sadar aku, aku jadi gak enak sama Fuyutsuki-san dan Himawari-san karena telah memakai nama mereka, Gomenasai Fuyu-san, Himawari-san. m(_ _)m.
tetapi jujur loh, nama itu aku karang sendiri dari otak dongkol aku, tolong jangan marah ya Fuyu-san, Hima-san. Aku khilaf, hehehe^^.
Makasih ya buat pujiannya, jadi geer nih, hehehe
Sip, ini udah lanjut, mohon koreksinya ya^^
Makasih ya reviewnya...
mou: Hehehe, makasih atas pujiannya^^
Iya ini udah lanjut kok.
Iya, aku sudah berusaha untuk tak membuat ceritanya ngegantung, mohon koreksinya ya^^
Hahaha, suka sama'si bingung' juga bang? Hehehe#plak
Makasih ya reviewnya...
maulana: Hemm, gomen ne, HNJP belum sempat kubuat, hehehe.
Baru sempat aku buat Anee-san! Onegai! Gomen ne maulana-san#peace
Makasih ya reviewnya...
aichan14: Hehehe, iya. Aku juga merasa begitu. Sekarang di chapter ini udah aku tambahin kok dialognya, mohon koreksinya ya. dan terima kasih buat reviewnya.
Soul Destination
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Genre: Humor, Friendship, Drama, Romance
Pairing: SasufemNaru
Chapter 2 – Kembali
Rate: T
Warning!: OOC, SasufemNaru SMP version^^, OC, Gaje
Mohon perhatiannya sebentar, disini aku akan menceritakan SasufemNaru yang jiwanya saling bertukar satu sama lain, jadi jika pada saat jiwa mereka bertukar maka aku akan memanggil Naruto yang berada di tubuh Sasuke menjadi "Naruto" dan Sasuke sebaliknya, Ne?
Yosh, ayo kita mulai!
NO FLAME!
Mereka berdua shock saat tiba-tiba saja melihat tubuh mereka berada didepan mereka layaknya sebuah cermin yang memantulkan tubuh mereka, tetapi yang mereka tahu disini tak ada cermin dan tubuh yang berada didepan mereka pun tak memberikan ekspresi ataupun gerakkan yang sama seperti yang dilakukan oleh mereka berdua.
Sasuke Uchiha yang awalnya selalu sok dingin, cuek, arogan dan pendiam tiba-tiba saja jadi suka berteriak, mudah panik, selalu mengatakan hal yang tak penting dan juga yang paling aneh adalah ekspresi yang tak pernah diberikan oleh si Uchiha bungsu itu, yakni ekspresi kaget yang berlebihan. Jika ada orang yang sangat begitu mengenal Sasuke, mungkin akan terkejut dengan mata membelalak sekaligus sweatdrop karena keheranan dengan sifat dan logat Sasuke yang tak seperti biasanya.
Sedangkan gadis yang berada didepannya yaitu Naruto Uzumaki yang dikenal sangat ramah, murah senyum, manis, dan lucu tiba-tiba saja jadi sangat dingin, pendiam, sok cantik dan cuek. Mata biru sapphire-nya yang biasanya selalu memancarkan kecerahan dan kehangatan layaknya matahari kini terlihat sangat suram, dingin dan kosong tak berisi.
Mereka berdua memberikan ekspresi yang saling berlawanan. Sifat dan logat mereka pun sangat berlawanan dengan karakter mereka sebelumnya seakan diri mereka bukanlah seperti diri mereka yang sebenarnya.
Naruto menundukkan kepalanya mencoba untuk memandangi seluruh tubuhnya dan kemudian ia mengarahkan bola mata biru sapphire-nya kearah buku yang ia pegang kembali, tak memperdulikan Sasuke yang sedang panik didepannya. Mata biru sapphire itu bergerak kesana-kemari disetiap tulisan buku tersebut bermaksud mencoba untuk mencari tahu arti dari isi buku dan kata-kata dalam buku tersebut. Di beberapa tulisan yang ia lihat ada beberapa yang bisa ia baca dan ada beberapa yang bahasanya juga tak bisa ia baca. Contohnya seperti tulisan 'Soule' dan 'Desctinacion', tulisan itu terdengar sangat familiar bagi dirinya, dan ia bisa memastikan kalau tulisan itu sangat familiar dalam arti tulisan 'Bahasa Inggris', dan cara bacanya pun hampir sama persis dengan cara baca dari kata Bahasa Inggris yang ia fikirkan. Dan jika memang benar, arti dari dua kata tersebut dalam Bahasa Jepang adalah 'Tamashii Saki' dan jika dalam Bahasa Inggris adalah 'Soul Destination' yakni adalah 'Perpindahan Jiwa'.
Itu baru cuma dua kata, belum semua dari buku tersebut yang bisa diartikan oleh Naruto, tetapi ketika mengetahui arti dari dua kata itu serta tubuh kecilnya ini, Naruto sudah bisa memastikan kalau jiwanya yang awalnya berada di tubuh aslinya kini berpindah ke tubuh yang lain atau bisa dibilang kalau dirinya berpindah ke tubuh 'Naruto', seorang gadis asing yang baru saja ia kenal.
Sekarang ia mengerti semuanya, berarti yang berada ditubuhnya adalah Naruto dan dirinya berada di tubuh Naruto. Mungkin sangat rumit jika dijelaskan dalam kata-kata, tetapi yang pasti dirinya sudah mengambil alih tubuh Naruto.
Naruto a.k.a Sasuke kemudian menutup buku yang ia pegang sambil menghela nafas jengkel dan berjalan mendekati Sasuke a.k.a Naruto didepannya. Lalu sesampainya disana ia kemudian menyentuh bahu kanan Naruto pelan dan kemudian menjawab semua keresahan dan kepanikan yang selalu diserukan oleh Naruto.
Ketika Sasuke menyelesaikan semua penjelasannnya, Naruto terasa seperti tersambar petir dan dengan waktu bersamaan tubuhnya langsung melemas hingga akhirnya ambruk ke lantai dengan ekspresi masih tak percaya.
"Aku tahu kau masih tak percaya, dan aku juga tahu semua ini mustahil terjadi. Tetapi saat aku selesai membaca buku ini, semua ini memang benar terjadi apalagi dengan bukti-bukti yang telah terjadi kepada kita. Sebenarnya aku juga tak percaya dengan semua ini, tetapi...inilah kenyataannya."
Bibir Naruto bergetar setelah mendengar perkataan Sasuke, dan kemudian dengan kepala menunduk ia pun mulai menangis sekeras-kerasnya merasa tak terima dengan semua ini. Sasuke yang melihat Naruto yang memakai tubuhnya tersebut sedang menangis agak sedikit mengangkat sebelah alisnya jijik. Seumur hidupnya, Sasuke tak pernah menangis sekeras itu apalagi mengetahui kalau semua ini karena hal yang menurutnya sepele. Tetapi apa yang mau dikatakan, jika memang orang normal, mereka pasti panik jika mengalami kejadian aneh seperti ini. Jadi Sasuke hanya bisa diam dan membiarkan Naruto menangis sekeras-kerasnya dengan suara yang dimilikinya tersebut.
Ketikanya mereka keluar dari sekolahnya, mereka mulai berjalan menyusuri jalanan yang memang sudah agak sepi tersebut dan kemudian saat mereka berpapasan dengan jalanan pertigaan, tiba-tiba saja Sasuke terdiam ketika tiba-tiba saja sesuatu hal yang penting datang ke dalam otaknya. Ia memandangi Naruto yang masih berjalan kedepan dalam diam, didalam hati ia berkata-kata 'Kenapa aku baru memikirkan hal sepenting ini?' dengan ekspresi menyesal dan kemudian ia pun mulai berfikir dengan gaya logat yang biasanya ia lakukan ketika sedang memikirkan sesuatu bermaksud untuk mencoba mencari jalan keluar dari suatu hal yang baru saja masuk kedalam otaknya.
Lalu ketikanya ia yakin dengan keputusannya, ia langsung berlari mengejar Naruto yang memang sudah sangat jauh bahkan hampir berbelok kearah kanan. Sasuke sangat kesulitan dengan tubuh perempuan yang ia pakai ini, cara lari dan stamina yang dimiliki oleh tubuh perempuan ini sangat lemah dan cepat lelah, bahkan sekarang cara larinya pun semakin lambat seiring dengan kelelahan dan hembusan nafas yang semakin cepat dan cepat. Tetapi meskipun begitu, Sasuke tetap berusaha untuk terus berlari sekuat tenaga, tak memperdulikan rasa lelah yang ia rasakan ini. Dan usahanya untuk mengejar Naruto akhirnya tekabul juga, kini ia telah memegang pergelangan tangan Naruto bermaksud untuk menghentikannya untuk berjalan. Saat itu Sasuke berhasil menghentikannya tepat ketika Naruto baru beberapa langkah saja menuju jalan pertigaan tersebut. Naruto mengerutkan keningnya ketika melihat Sasuke yang memakai tubuhnya itu terengah-engah kelelahan, lalu tak lama kemudian Sasuke pun mulai membuka mulutnya dan berkata
"Seiring dengan kejadian ini...hosh...kita tak bisa...datang dengan seenaknya...hosh...kerumah kita masing-masing."
"Eh?"
"Kita...hosh...perlu...hosh...bertukar tempat tinggal untuk sementara."
"Apa yang kau katakan!?"
"Tunggu, jangan berteriak dulu! Aku akan menjelaskan semuanya! Sekarang dengarkan aku, apa kau tak menyadari kalau tubuh yang kita pakai adalah tubuh orang asing?"
"Aku menyadarinya, lalu apa?"
"Kalau kau menyadarinya seharusnya kau bisa membayangkan bagaimana ekspresi kedua orang tua kita ketika orang asing datang kerumah mereka?"
Naruto tersentak kaget ketika Sasuke mengatakan hal itu, 'Benar Juga' itulah yang ia katakan dalam hati. Seharusnya dirnya tak melupakan hal sepenting itu, dirinya sekarang adalah orang asing jadi mustahil kalau tiba-tiba saja dirinya masuk kerumahnya layaknya tak terjadi apa-apa. Jika hal itu terjadi mungkin kedua orang tuanya akan kebingungan dengan yang dilakukan olehnya itu, dan jika dia lagi sial, bisa saja kedua orang tuanya yang tak mengenali dirinya yang sekarang mulai mengambil keputusan untuk memanggil polisi dengan alasan bahwa dirinya sudah mencoba masuk kerumah orang yang tak dikenalnya layaknya pencuri. Naruto terdiam saat membayangkan hal itu, dan Sasuke yang sejak tadi memegang pergelangan tangannya akhirnya melepaskannya dan mulai berkata
"Untuk sementara, ayo kita saling bertukar tempat tinggal," lirih Sasuke menawarkan, sebenarnya ia sangat malu ketika menawarkan hal itu, karena yang ia katakan ini berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari, apalagi ketika tahu kalau dirinya akan menjalani hidup secara sementara dengan keluarga Naruto yang notabene adalah keluarga asing baginya. Sedangkan Naruto yang mendengar tawaran Sasuke pun juga ikut terdiam. Naruto juga memikirkan hal yang sama dengan Sasuke, tetapi apa boleh buat, sekarang dirinya bukanlah dirinya yang sebelumnya jadi tawaran yang dikatakan Sasuke bisa menjadi jalan keluar dari masalah aneh yang mereka dapatkan ini untuk sementara, dan juga bisa memberi mereka 'keamanan' tersendiri.
"Okay," sahut Naruto ketika ia memikirkannya matang-matang.
"Baiklah, kita berdua sudah saling setuju satu sama lain, jadi sudah diputuskan kalau kita akan menjalani kehidupan kita seperti yang kita lakukan sebelum kejadian ini dan mencoba membiasakan diri dengan suasana dirumah kita masing-masing seakan kalau semua ini tak pernah terjadi."
"Tetapi tunggu dulu, kita kan baru saja bertemu. Bagaimana bisa kita membiasakan diri kita dengan suasana rumah kita masing-masing?"
"Dengan kepercayaan diri dan juga dengan ini."
"Eh?"
Sasuke menunjukkan sebuah ponsel miliknya kearahnya, sedangkan Naruto hanya menarik nafas seakan tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Sasuke. Sasuke bisa menyadari ekspresi heran Naruto sehingga ia pun mulai menjelaskannya tanpa perlu menunggu Naruto bertanya lagi.
"Ponsel berguna untuk saling berkomunikasi bukan? Jadi kita bisa saling tanya jawab soal diri kita satu sama lain via email ketika diri kita ditanya oleh kedua orang tua kita atau orang yang kita kenal."
"Jadi maksudmu?"
"Ya, ayo kita saling tukar email?"
"Tukar email? Tetapi 'kan ponsel kita..."
"Aku tau maksudmu, sini berikan ponselku. Kita tak perlu tukar ponsel kita karena jika hal itu terjadi maka kedua orang tua kita akan mencurigai kita. Kita hanya perlu me-logout email kita masing-masing dan sign in kembali dengan email kita yang sebenarnya. Jadi semua beres bukan?" jelas Sasuke panjang lebar seraya mengotak-atik ponsel miliknya dan kemudian mengembalikannya kembali.
"O-Oh?" sahut Naruto salut dengan cara kerja otaknya tersebut dan kemudian menerima ponsel milik Sasuke tersebut ke tangannya kembali.
"Ini, cepat logout emailmu?"
"Oke."
Setelah Naruto me-logout emailnya dan memberikan ponselnya kembali ke Sasuke, mereka pun mulai memasukkan email mereka masing-masing dan kemudian pada tahap terakhir adalah
"De, ayo sekarang kita saling tukar email."
Naruto pun menganggukkan kepalanya menyetujui usul yang diberikan Sasuke dan kemudian mereka pun saling bertukar email satu sama lain. Setelahnya mereka selesai bertukar email, mereka pun mulai mengedit nama kontak email mereka masing-masing. Biasanya email yang dimiliki orang itu adalah email yang dibuat dengan nama mereka masing-masing agar bisa dikenali dengan orang lain yang memiliki emailnya, contoh seperti Naruto .jp. Tetapi email mereka berdua sangat berbeda dengan lainnya, nama email mereka berdua tak mencantumkan nama mereka sehingga memberi kesan misterius atau tak mau namanya disebar. Seperti Sasuke, email yang dimiliki olehnya adalah Blackhole .jp, sedangkan Naruto adalah Sunrise .jp. Jadi mereka berdua masih tak mengenali diri mereka masing masing. Sebenarnya mereka berdua berencana ingin saling tanya nama mereka masing-masing, namun karena mereka berdua merasa malu satu sama lain, jadi mereka mengurungkan niat tersebut untuk kapan-kapan kalau mereka berdua sudah saling berani satu sama lain.
Setelahnya Naruto selesai mengedit nama kontak email Sasuke, ia jadi tertawa-tawa sendiri dengan nama kontak yang ia buat, Sasuke mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah laku Naruto tersebut tetapi semua itu tidaklah lama, ia langsung mengabaikan tingkah aneh Naruto tersebut karena menurutnya itu tak penting. Sedangkan Naruto masih tertawa-tawa kecil saat melihat nama kontak email Sasuke yang diberikan nama 'The Chicken Butt'.
"Oke, kita sudah selesai tukar email, sekarang beri aku denah menuju rumahmu."
"Oke, dan kau juga buatkan aku denah rumahmu."
"Oke."
Ketika mereka telah selesai membuat denah menuju rumah mereka masing-masing dengan buku tulisnya, mereka pun mulai berjalan kearah yang berlawanan menuju rumah mereka yang notabene adalah rumah yang tak pernah mereka datangi sebelumnya.
Selang dua puluh menit Sasuke berjalan, tiba-tiba saja suara dering ponselnya berdering sangat keras, suara dering ponselnya a.k.a ponsel Naruto itu menurutnya terdengar sangat lebay dan aneh karena nadanya yang terdengar sangat bersemangat dan terkesan gembira. Tetapi dirinya tak ambil pusing dan langsung membuka ponselnya itu.
"Eh? dari si dobe itu ya?" gumamnya dengan suara yang dimiliki oleh Naruto dan kemudian membacanya.
From: 'Si DOBE' sunrise .jp
To: 'Uchiha' blackhole .jp
Subject: DENGAR!
Hei! Aku lupa ingin memberitahukan ini.
Dengarkan aku teme, kau tahu 'kan kalau aku ini adalah cewek? jadi jangan pernah seenak udelmu melakukan hal mesummu itu kepada tubuhku, aku tahu sifat dan karakter seorang cowok dan menurutku cowok itu 'HENTAI' jadi kuperingatkan padamu, jangan pernah sekalipun kau melakukan hal yang aneh-aneh pada tubuhku, jika aku tahu kau melakukan hal itu maka aku tak segan-segan untuk mempermalukan tubuhmu ini ke semua orang, MENGERTI?!
Oke, hanya itu saja.
Oyasumi.
"Hn. Kenapa dia harus menuliskan peringatan padaku sebanyak dua kali begitu? Dasar dobe, aku juga tahu. Untuk apa aku melakukan hal yang tak penting seperti itu."
-x-x-x-x-
Seperti mengangkat beban berat di punggungnya, Sasuke agak sedikit membungkukkan tubuhnya pada pagi hari itu, mata biru milik Naruto yang sekarang menjadi mata miliknya kini tak sama sekali memancarkan warna biru seperti sebelumnya, kini mata itu sangat suram dan lemah dengan sedikit bulatan hitam di sisi pinggiran matanya.
Ia menguap panjang setelahnya dan kemudian mengedipkan mata beberapa kali mencoba untuk mengoptimalkan cahaya matanya yang memang sejak tadi pandangannya kelihatan mengabur karena mengantuk. Yah, Sasuke kurang tidur sejak kejadian semalam. Ia kebanyakan begadang tak jelas karena memikirkan kejadian yang ia lakukan semalaman, jika dirinya yang sekarang ini benar-benar berada ditubuhnya yang asli, maka pasti dirinya akan dikeluarkan di keluarga Uchiha karena telah melakukan 'hal itu'. Tetapi dirinya yang berada di tubuh Naruto ini bukan berarti dirinya telah aman, malahan memakai tubuh Naruto ini bahkan lebih parah daripada dirinya dikeluarkan dari gelar Uchiha.
Ya, semalam tepatnya ketika ia pulang kerumah Naruto, ia dimarahi habis-habisan oleh ibu Naruto yang menurutnya sangat kasar dan jahat layaknya raja iblis dengan alasan bahwa dirinya telah telat pulang kerumah, dan kemudian karena hukumannya yang telat pulang ia pun juga mendapatkan pukulan kasih sayang dari ibunya serta uang jajannya dipotong ayahnya. Awalnya ia santai-santai saja ketika ayah Naruto itu memotong uang jajannya karena menurutnya hal itu tak ada kaitannya dengannya karena dirinya bukanlah Naruto, tetapi ketika ia tahu kalau dirinya tak memiliki uang sepeserpun di saku seragam milik Naruto, dirinya jadi panik dan akhirnya pundung memikirkan uang jajannya yang telah dipotong oleh ayah Naruto. Tetapi yang paling parah adalah ketika dirinya disuruh mandi oleh ibu Naruto, ia sangat terkejut mendengarnya, pada saat itu ia berkata dalam hati, 'jika hal itu terjadi maka ia bisa melihat tubuh bugil milik Naruto ini bukan? Hal itu melanggar perjanjiannya dengan Naruto bukan?'. Karena hal itu, ia bermaksud untuk tak mandi sehari karena menurutnya mungkin keesokan harinya semua akan kembali seperti semula.
Tetapi ketika ia mencoba menolak perintah ibu Naruto, wajah seram ibu Naruto membuat Sasuke mengurungkan niatnya untuk menolak perintahnya dan akhirnya dirinya malah berakhir dengan melihat tubuh bugil milik Naruto di kamar mandi. Didalam hati ia selalu komat-kamit mencoba menahan dirinya agar tak terangsang, dan ia mencoba untuk membayangkan kalau dirinya adalah Naruto dan menganggap semua ini adalah 'normal', tetapi sayangnya semuanya gagal, ia tiba-tiba saja 'Membasah' dan akhirnya wajahnya pun memerah malu dengan apa yang ia lakukan itu hingga kemudian menenggelamkan wajahnya ke air hangat yang sekarang merendam tubuhnya.
Membayangkan hal itu lagi, wajah Sasuke kembali memerah karena malu kemudian ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil membayangkan hal lain bermaksud untuk mencoba menghilangkan fikiran-fikiran anehnya tentang kejadian semalam.
Lalu beberapa menit kemudian ia rasanya ingin mati ketika menyadari kalau pemuda tampan berambut pantat ayam yang notabene tak mau ia temui telah berdiri tepat didepan gerbang sekolah, mata hitam kelam itu memancarkan tatapan aneh yang seakan seperti menyelidik. Dengan langkah sok gagah, pemuda itu berjalan menghampiri Sasuke sedangkan Sasuke malah menelan ludah merasa ketakutan dengan pemuda itu. Pemuda itu adalah Naruto Uzumaki, si gadis yang tubuhnya telah dipakai oleh Sasuke sedangkan si gadis memakai tubuh Sasuke.
Ketikanya mereka sudah saling berhadapan, mereka pun saling bertatapan satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat malu-malu dan semua itu memakan waktu sekitar 10 menit, mengetahui kalau mereka berdua sama-sama tak punya topik pembicaraan, lalu tak lama kemudian Naruto mulai menghancurkan keheningan tersebut dengan berkata
"Hei, aku ingin menanyakan sesuatu?"
"..."
Sasuke hanya terdiam sambil menelan ludahnya ketika Naruto berkata demikian, ia hanya bisa memandangi Naruto dengan mata biru sapphire-nya sambil menunggu perkataan Naruto selanjutnya.
"Kau...kau..."
"..."
"Kau...nama kau Sasuke Uchiha bukan?"
"Eh?"
"Ano ne...aku tahu kalau perkenalan ini kelihatan tak elit, tetapi kurasa kita perlu kenal satu sama lain. Dan juga aku merasa kalau...aku perlu kenal lebih dekat dengan orang yang memakai tubuhku, Itu saja."
Naruto menundukkan kepalanya malu-malu bermaksud untuk mencoba menyembunyikan wajah memerahnya dari Sasuke, sedangkan Sasuke malah menghela nafas lega ketika tahu kalau Naruto hanya menanyakan hal itu, jadi sekarang ia selamat.
Tetapi tak lama setelah itu, dirinya dan Naruto merasa seperti sedang dipandangi sehingga dengan refleks Sasuke menolehkan kepalanya ke segala arah bermaksud mencoba untuk memastikan perasaannya itu. Dan benar saja, banyak para murid yang lewat disana menatapi mereka...tidak, bukan, para murid disana hanya menatapi Naruto yang memakai tubuhnya, yang pada saat itu sedang menyembunyikan wajahnya sambil meremas-remas ujung baju seragam sekolahnya layaknya seperti logat perempuan. Lalu bisikkan aneh dari para murid pun mulai terdengar ke telinga Sasuke, banyak sekali desas-desis bisikkan itu yang terdengar ke telinga Sasuke, tetapi yang paling membuatnya seperti kesambar petir adalah ketika mendengar bisikkan 'Itu Sasuke Uchiha bukan? Kenapa ia malu-malu kucing begitu didepan cewek, bukankah dia pria yang dingin? Kok jadi seperti banci begitu sih, hahaha'.
Bisikkan itu terasa seperti menurunkan harga dirinya sebagai seorang pria, sehingga ia harus mengambil alih ini semua dengan menarik Naruto kedalam sekolah tanpa memikirkan Naruto yang mencoba memberontak dari pegangannya.
-x-x-x-x-
Suara dering bell berdering sebanyak dua kali menandakan kalau jam istirahat telah tiba. Sasuke yang sejak tadi pagi berada di kelas Naruto kini sedang duduk santai sambil membaca buku aneh berwarna coklat kusam itu. Buku kusam tersebut ia ambil dari klub supernatural yang sudah tak terpakai lagi, tepatnya ia mengambilnya ketika kejadian ini terjadi. Saat ini dirinya sedang mencari celah dari permasalahan yang dirinya dan Naruto alami. Dirinya tak mau terus-terusan memakai tubuh ini, ia ingin kembali seperti semula, menjalani hidup seperti semula dan bergaya seperti semula. Jika dia terus-terusan begini maka dirinya bisa-bisa menjadi gila. Begitupula dengan Naruto, Naruto pun juga memikirkan hal yang sama dengannya. Naruto bilang, dirinya juga tak kuat jika terus-terusan begini. Dan hal yang paling penting adalah karena menurut mereka sifat karakter mereka masing-masing sangat sulit sekali untuk dibiasakan oleh mereka berdua, semua yang mereka lakukan selalu saja menghasilkan kesalahan dan juga keanehan sehingga jika mereka mencoba menjadi orang lain, rasanya seperti bukan diri mereka sendiri. Jadi mereka berdua bertekad, mulai hari ini mereka akan mencoba mencari jalan keluar dari semua permasalahan ini, dengan cara saling berbagi tugas. Saat ini Sasuke bertugas untuk mencari arti dari buku kusam yang jadi dalang semua permasalahan ini, dan ia berharap kalau semoga saja ada beberapa huruf yang bisa ia artikan dalam kosakata yang 'benar-benar' bisa dimengerti. Sedangkan Naruto bertugas mencari informasi tentang semua ini ke semua orang, tetapi bukan berarti Naruto harus membocorkan rahasianya itu ke semua orang, hanya sekedar bertanya kepada para murid dimana alamat rumah mantan anggota klub supernatural yang masih tinggal disekitar Konoha, karena ia dengar-dengar sejak pembubaran klub, mereka semua telah pindah ke sekolah lain dikarenakan mereka tak terima dengan keputusan kepala sekolah serta anggota dewan. Awalnya Naruto merasa tak percaya diri dengan tugasnya ini, tetapi ketika mendapatkan kabar kalau ada satu anggota yang masih tinggal di kota Konoha, ia merasa masih ada sedikit cahaya untuk membuka permasalahan ini.
Kembali ke Sasuke, kini Sasuke masih sedang sibuk-sibuknya membaca buku kusam itu, otaknya terus-terusan berputar-putar berusaha untuk mencari arti dari semua tulisan yang tertulis di buku itu, tetapi sayangnya tak ada satupun tulisan maupun kosakata yang tercantum ke otaknya itu, sehingga ia merasa sedikit putus asa dengan apa yang ia lakukan tersebut.
Ia tak menyadari sama sekali kalau para murid yang berada dikelas tersebut telah dibuat heran olehnya. Karena mereka bingung dengan logat si gadis manis yang mereka lihat, gadis yang mereka anggap 'Naruto' itu tak pernah sekalipun membaca buku di kelas, apalagi kalau buku yang tebal. Buku yang ia baca itu 'kan termasuk tebal? Kenapa gadis itu mau membacanya? Begitulah yang ada di fikiran teman sekelas sementaranya itu. Hal yang mereka lihat itu sangat langka sekali, jadi ada beberapa dari temannya yang mencoba mengambil gambar Naruto a.k.a Sasuke tersebut dengan kamera ponsel mereka yang bermaksud untuk mencoba mengabadikan momen langka ini.
Setelahnya mereka selesai mengambil gambarnya, mereka saling terkikik senang lalu beraktifitas kembali seperti biasa. Pada saat yang sama, Sasuke pun mulai menyadari atas apa yang mereka lakukan, tepatnya ketika teman sementaranya itu mulai beraktifitas kembali. Sasuke memancarkan mata biru sapphire-nya yang menyeramkan itu kearah mereka. Mata yang ia buat seram itu memberikan kesan dingin dan kosong, namun sayangnya tak ada satupun dari temannya yang takut kepadanya, bahkan sebaliknya, mereka malah terpesona dengan tatapan mata itu. Karena menurut mereka ketika Naruto a.k.a Sasuke sedang marah maka mereka bisa melihat ekspresi Naruto yang super duper lucu dan imut. Sasuke mengangkat sebelah alisnya keheranan, didalam hati ia bertanya-tanya kebingungan dengan sifat teman sekelas sementaranya dan kemudian ia kembali membaca buku kusam tersebut bermaksud untuk mengalihkan perhatiannya dari teman sementaranya yang terus-terusan melihatnya.
Kemudian tak lama setelah Sasuke mengalihkan perhatiannya, tiba-tiba saja salah satu teman perempuan sementaranya berjalan menghampirinya. Sasuke menyadarinya, dan ia merasa risih ketika temannya itu berjalan menghampirinya, karena sebelum ia mengalami kejadian aneh ini, ia selalu saja dihampiri oleh kaum hawa yang setiap harinya selalu saja mengelillinginya dan meneriakkinya tak jelas layaknya seperti memujanya seperti dewa. Dan hal itu terus-terusan dialaminya setiap kali ia keluar rumah ataupun pergi ke sekolah, karena hal itulah Sasuke merasa bosan dan risih dengan tingkah laku kaum hawa sehingga membuat dirinya sangat dingin kepada para wanita.
"Hei, Naru-chan!" seru temannya itu seraya menepukkan bahunya pelan. Dia adalah Himawari Tsuki, gadis manis yang kemarin mengajak Naruto untuk berkaraoke.
Sasuke merasa ingin beranjak berdiri dan pergi dari tempat ini, tetapi ia tahu kalau dirinya yang sekarang tak memakai tubuhnya melainkan memakai tubuh 'Naruto', jadi ia harus mencoba membiasakan diri dengan segala hal yang menurutnya kebalikannya ini. Memikirkannya saja Sasuke sudah merasa kesal, tetapi apa boleh buat, meskipun ia sangat benci dengan tingkah laku ini, ia harus berusaha untuk menjadi 'Naruto', sampai pada akhirnya tubuh mereka kembali ke mereka lagi.
"Ha'i" sahut Sasuke mencoba berusaha seperti Naruto.
"Apa yang kau baca?"
"Buku kusam."
"Eh, boleh kulihat?"
"Silahkan," balas Sasuke seraya memberikan buku kusam itu ke Himawari. Dan Himawari dengan senang hati menerimanya.
"Hm, bahasanya sulit dimengerti...eh tunggu, bukannya ini buku milik klub supernatural yang dibubarkan itu?" seru Himawari kaget seraya membolak-balikkan isi buku tersebut. Sedangkan Sasuke hanya menganggukkan kepalanya.
"Eh, untuk apa kau membaca buku gak jelas begini?" lanjut Himawari
"Aku hanya penasaran saja."
"Hmm, aku sih bukannya mengejek ya, tetapi bahasa seperti ini hanya bisa diartikan oleh anggota klub aneh itu, kau tak akan mungkin bisa membacanya."
Mendengar Himawari berkata demikian, Sasuke ingin sekali membentaknya atau mungkin bisa dibilang ingin sekali memukulnya atau menamparnya kalau mau, lagipula sekarang ia memakai tubuh Naruto yang notabene adalah tubuh seorang wanita, jadi tak ada kaitannya dengan dirinya yang notabene pria bukan?. Namun sebelum ia melakukan hal itu, Himawari mulai berbicara lagi, dan apa yang ia bicarakan itu membuat Sasuke tersentak karena apa yang ia bicarakan benar-benar hal ingin ia cari bersama Naruto.
"Kenapa kau tak bertanya ke Hikari saja, dia itu 'kan mantan anggota klub aneh itu. Dia tinggal di dekat sini kok. Kalau kau mau, aku bisa memberitahukan alamatnya."
"Baiklah, boleh aku meminta alamatnya?"
"Eh? ya ampun Naru-chan, kau benar-benar penasaran dengan buku itu ya? oke-oke. Sini biar kutuliskan di buku."
Setelah Himawari berkata demikian, ia pun langsung memberikan buku tulisnya ke Himawari dan Himawari dengan senang hati menulis alamat tersebut. Sedangkan Sasuke yang sudah memberikan buku tersebut ke Himawari, malah membuka ponselnya mencoba untuk mengabari Naruto kabar baik itu. Namun sebelum ia selesai mengetik emailnya, tiba-tiba saja ponselnya bergetar pelan menandakan kalau sebuah email telah masuk ke dalam ponselnya. Tanpa fikir panjang lagi Sasuke pun membuka inbox emailnya dan membaca email tersebut yang notabene dari Naruto.
From: 'Si DOBE' sunrise .jp
To: 'Uchiha' blackhole .jp
Subject: Aku mendapatkannya!
Hei, aku mendapatkan alamat mantan anggota klub supernatural itu. Katanya dia tinggal di dekitar sini, ayo sepulang sekolah kita mencarinya?
Aku tak sabar kembali ke tubuhku, hehehe :p
Setelah ia selesai membaca email tersebut, Sasuke langsung kembali membalasnya.
To: 'Si DOBE' sunrise .jp
Subject: RE: Aku mendapatkannya!
Iya, aku juga mendapatkannya dari temanmu yang bernama Himawari. Sekarang dia sedang menulis alamatnya disebelahku. Katanya mantan anggota klub supernatural itu bernama Hikari, dia juga tinggal disini. Ini awal yang bagus bukan? Baru saja mencari informasi, kita sudah bisa mendapatkan petunjuk.
Sasuke langsung mengirim emailnya tersebut ke Naruto dan beberapa menit kemudian emailnya pun langsung dibalas oleh Naruto. Sejenak ia berkata dalam hati kalau si Naruto cepat sekali membalas emailnya hingga kemudian ia mulai membaca emailnya lagi.
From: 'Si DOBE' sunrise .jp
To: 'Uchiha' blackhole .jp
Subject: RE: Aku mendapatkannya!
Wahhh, itu nama yang sama dengan nama anggota yang kudapatkan?!
Mou, kenapa kau harus mendapatkan hal yang sama sih denganku? -_-
Tetapi yasudahlah, lebih cepat lebih baik. Tak perduli informasinya sama atau bukan, yang penting kita bisa datang kerumahnya dan memintanya untuk mengembalikan tubuh kita.
Yosh, aku akan menunggumu di gerbang sekolah sepulang nanti, oke.
Jaa.
Sasuke menghela nafas jengkel ketika membaca email Naruto tersebut hingga kemudia ia memasukkan ponselnya itu kedalam sakunya kembali. Ia tak menyangka kalau Naruto itu benar-benar bodoh, jika Naruto tahu kalau informasi yang Naruto dapatkan itu sama dengan informasinya, seharusnya Naruto mencari informasi yang lain karena itu adalah tugasnya, jadi ketika salah satu dari mereka tak tahu menahu tentang buku itu, mereka berdua sudah mendapatkan cadangannya. Tetapi ya apa boleh buat, mereka berdua mau sama-sama ingin kembali seperti semula, jadi mereka berdua lebih baik mengambil jalan cepat ini. Untuk masalah gagal atau tidak...nanti bisa difikirkan lagi.
-x-x-x-x-
Naruto dan Sasuke sekarang sedang berada di bus yang menuju alamat yang mereka tuju, yakni alamat mantan anggota klub supernatural sekolahnya. Hikari.
Seketikanya duduk di kursi yang bersebelahan, Naruto dan Sasuke tak menyadari jarak mereka yang sangat dekat di kursi tersebut layaknya sepasang kekasih. Mereka memperdekat jarak karena mereka sedang mencoba mencocokkan alamat yang mereka dapatkan dari informasi mereka masing-masing, karena mereka berfikir mungkin alamat yang mereka dapatkan berbeda satu sama lain dan alhasil beginilah jadinya, mereka sangat dekat dan sering bersentuhan satu sama lain. Tetapi meskipun begitu mereka tak memiliki respon apapun dengan apa yang mereka rasakan. Layaknya seperti teman, mereka bersikap biasa-biasa saja, tak merasa malu dengan setiap sentuhan yang mereka dapatkan dari lawan jenisnya tersebut.
Alasan kenapa Sasuke dan Naruto menaiki bus, itu karena menurut mereka naik bus itu lebih sedikit memakan waktu daripada berjalan kaki. Dan lagipula, alamat yang mereka dapatkan itu lumayan jauh dari sekolahnya. Jadi lebih baik mereka berdua mengambil jalan alternatif sepert ini.
10 menit pun berlalu, bus yang mereka taikki akhirnya berhenti di halte bus tempat tujuan mereka. Tanpa fikir panjang lagi Naruto langsung turun dari bus tersebut meninggalkan Sasuke yang sedang membuka dompetnya untuk membayar tarif bus mereka berdua. Dan kemudian ia pun turun bersama dengan Naruto yang telah berjalan lebih dulu.
Seiring mereka berjalan, akhirnya mereka tiba di tempat yang mereka tuju, yakni adalah rumah Hikari Hyuuga. Orang yang 'mungkin saja' bisa mengembalikan mereka seperti semula. Rumah 'Hyuuga', begitulah yang tertulis di papan nama rumahnya tersebut, meskipun rumahnya itu terlihat besar tetapi entah kenapa suasana di dekat rumah ini sangat tenang dan damai, mungkin karena desain rumahnya ini yang terlihat tradisional jadi terkesan damai dan tenang.
"Akhirnya kita sampai juga."
"Hn."
Mereka saling pandang sejenak dan kemudian mereka berdua pun tersenyum puas karena semua usaha yang mereka lakukan benar-benar ada hasilnya, kini mereka pasti akan berubah menjadi diri mereka lagi. Membayangkan kalau Naruto akan kembali semula, Naruto merasa tak kuat menahan air matanya karena terharu hingga kemudian Naruto menekan bell rumah berpapan Hyuuga tersebut dengan tekanan lembut dan perlahan sehingga memberikan suara dering 'Ting tong' dengan nada lembut. Naruto dan Sasuke menunggu sejenak agar si pemilik rumah merespon bell mereka, namun sayangnya selama mereka berdiri disana, tak ada jawaban apapun dari si pemilik rumah. Naruto kembali menekan bell-nya lagi sambil berkata dalam hati 'Mungkin tak terdengar olehnya', tetapi setelah lima menit ia menekan bell tetap saja tak ada jawaban dari si pemilik rumah.
Naruto dan Sasuke mulai panik dan fikiran-fikiran negatif pun mulai bermunculan di otak mereka, terutama fikiran kalau 'Hikari' sudah pindah rumah.
"Dare desuka?"
Tiba-tiba saja terdengar suara lembut bagaikan melodi disebelah mereka sedang menanyakan siapa mereka. Karena hal itu, Naruto dan Sasuke menoleh kearahnya dan mendapati seorang gadis manis berambut lavender berdiri didekatnya. Gadis itu memiliki postur tubuh yang tinggi dengan rambut lavender indah yang panjangnya sampai ke pinggangnya. Ia memiliki mata putih yang sangat indah dan parasnya memberikan kesan lembut dan dewasa. Dan jika dilihat lebih teliti, mungkin umur si gadis ini lebih tua dari mereka berdua.
"Ano, Onee-san, aku ingin mencari Hikari Hyuuga, apakah beliau ada dirumah?" tanya Sasuke a.k.a Naruto memberanikan diri bertanya kepadanya.
"Iya, itu saya sendiri. Ada perlu apa dengan saya?" balas gadis tersebut sopan.
"Aku ingin meminta bantuanmu untuk mengembalikan kami ke tubuh kami seperti semula," ikut Naruto a.k.a Sasuke to the point.
"Mengembalikan apa?"
"Ano, gomenasai Hyuuga-san. Kami adalah murid kelas satu di SMP Oukagami, kami datang kemari ingin meminta bantuanmu untuk mengembalikan roh kami seperti semula dengan buku ini," gumam Naruto seraya memberikan buku kusam bersampul coklat tersebut ke Hikari.
"Jadi kalian membaca buku ini? tetapi bagaimana kalian bisa membacanya? Bukankah klub itu sudah di kunci?"
"A..."
"Kami awalnya ingin mengambil tali untuk gantungan tas saja, tetapi si dobe ini malah membaca buku itu sehingga beginilah hasilnya," potong Sasuke.
"Hei! Jangan panggil aku dobe, dasar teme!"
"Hn."
"Hehehe, sou ka. Baiklah, aku bisa mengembalikan roh kalian masing-masing, sekarang ayo masuk kedalam. Kita lakukan didalam rumah."
"Hm"
Naruto dan Sasuke hanya menganggukkan kepala setelah Hikari berkata demikian, hingga kemudian mereka pun mengikuti Hikari dari belakang. Akhirnya semua nya akan berakhir, semua yang mereka jalani selama 2 hari itu akan berakhir.
-x-x-x-x-
-4 bulan kemudian-
Hari itu, adalah hari keempat dari musim panas. Sasuke dan Naruto sekarang sedang berdiri di depan sebuah makam bertuliskan 'Kyuubi Uzumaki'. Sambil berjongkok, Sasuke mulai menyirami air beraroma bunga tersebut ke makam bertuliskan 'Kyuubi Uzumaki' tersebut. Ya, itu adalah makam kakak Naruto, kakak yang dibanggakan oleh Naruto semenjak beliau hidup.
Sasuke menoleh kearah Naruto yang berdiri didepannya. Mata biru sapphire Naruto yang ia lihat itu sangat kosong sekali layaknya tak memiliki setitik cahaya pun ketika melihat pemakaman tersebut.
Melihat Naruto yang terdiam seperti itu, Sasuke pun mulai beranjak bangun dari jongkoknya dan kemudian berjalan 1 langkah mendekati Naruto. Naruto yang menyadari kalau dirinya sedang dilihati oleh Sasuke, malah mengalihkan perhatiannya kearah lain seakan dirinya tak mau melihat ekspresi datar si pemuda.
"Hei?"
"..."
"Hei?"
"..."
"Kau mendengarkanku tidak sih?!"
"Hn, ada apa?"
"Jangan kau pasang wajah datarmu itu ke Onii-chan. Tidak bisakkah kau lebih cerah dan tersenyum kepadanya. Untuk kali ini saja, bisakkah kau tak bersikap dingin seperti itu. Aku tak mau Onii-chan salah sangka denganku."
"Aku sudah mencoba, tetapi ini sangat sulit. Gomen."
"Ha-ah, konno teme. Ne, tinggal berapa hari lagi?"
"20 hari lagi."
"Cih, kenapa masih lama sekali."
"Bersabarlah sedikit dobe, inilah syarat yang harus kita lakukan sebelum semuanya kembali."
"Ha-ah, wakatta-wakatta..."
Ya, memang kutukkan itu sudah dibebaskan oleh Hikari Hyuuga, tetapi meskipun sudah dibebaskan, Hikari Hyuuga meminta mereka untuk menunggu selama 140 hari sebelum roh mereka kembali ke tubuh mereka masing-masing. Karena hal itulah Naruto dan Sasuke harus bersabar menunggu dan harus tetap menjalani kehidupan mereka sebagai Sasuke dan Naruto palsu untuk sementara.
-OWARI-
A/N: Dan berakhir dengan gajenya, hehehe^^
Bagaimana menurut Minna? gaje-kah?^^
Gomen ne ya kalau akhir cerita ini membosankan, habis aku tak terlalu jago sih dalam pembuatan akhir cerita, jadi begini deh hasilnya. Rada bagaimana gitu, Hehehe
Oke deh, tunggu ceritaku yang selanjutnya ya,
Bye-bye^^v
