"Long time no see .. honey"
"Eeehhhhh?!" ucapan Sasuke membuat seluruh murid XI-7 terkejut, bahkan Ino pun membelalak tak percaya dengan kalimat terakhir yang diucapkan Sasuke.
'Kami-sama aku akan mati sekarang' batin Sakura saat mendengar Sasuke mengatakan kalimat itu
"Uchiha-san apa kau mengenal Haruno Sakura?" Tanya Kurenai di sela momen yang mengejutkan ini.
"Tentu saja…"
'Jangan! Jangan katakana!'
"Dia ini.."
'Pantat ayam kau akan mati!"
"Tunangan ku Sensei"
'Tidaaaakkk'
"Nani?!" seluruh murid XI-7 dibuat terkejut (lagi) oleh ucapan Sasuke. Dan bagaimana dengan Sakura? Jika kita lihat dia sudah bagaikan batu karang yang terkena ombak besar.
…
Di kantin
"Baiklah jidat sekarang kau berhutang penjelasan pada kami" tuntut gadis berambut pony tail itu kepada sahabatnya.
"I..Ino-chan sudahlah mungkin Sakura-chan memang tidak bisa menjelaskan ini pada kita"
"Maaf Hinata aku tidak bisa mendengarkan saran mu saat ini, cepat Sakura jelaskan apa yang dimaksud dari 'TUNANGAN' itu?!" Tanya Ino dengan meningkatkan kalimat 'TUNANGAN'.
"Huweeee.. baiklah baiklah dia memang tunanganku" jawab Sakura putus asa disertai dengan air mata yang sudah bagaikan air terjun itu.
"J..jadi i..itu benar Sakura-chan?!" Hinata terkejut mendengar jawaban dari Sakura.
"Ya Hinata itu lah sebabnya aku selalu menolak setiap laki-laki yang mengutarakan perasaannya padaku"
"Baiklah kalau begitu, tapi apa kau menyukainya?" Tanya Ino kepada Sakura.
"Kami dijodohkan, aku juga tidak tau perasaan ku padanya maupun perasaan dia pada ku" jawab Sakura sedikit sedih.
"Apa? Dijodohkan? Bagaimana…" belum sempat Ino menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara cempreng dari seseorang.
"Yo Sakura-chan! Apa benar yang dikatakan anak baru itu?! Kau tunangannya?! Sejak kapan?! Bagaimana kau…"
'Ctakk'
"I..ittai apa yang kau lakukan Neji!"
"Kau sebagai seorang laki-laki terlalu berisik Naruto! Bisakah kau kecilkan suaramu itu?!" lak-laki yang di panggil Naruto itu hanya bisa memajukan mulutnya sambil mengusap kepalanya yang terkena jitakkan dari Neji –sepupu Hinata- yang mempunyai warna mata yang sama dengan Hinata, mereka adalah keluarga Hyuga yang memiliki pengaruh besar terhadap Konoha.
"Hai, kalian seperi biasa membuat keributan ada apa ini?" Tanya seorang laki-laki berambut hitam, berkulit pucat dan wajahnya yang selalu disertai dengan senyuman –Shimura Sai-.
"Yo Sai! Apa kau tau?! Sakura-chan, dia…"
'Ctakk'
"I..ittai.."
"Aku bilang pelankan suaramu Naruto!" ucap Neji untuk kedua kalinya yang sudaj jengkel dengan tingkah laku Naruto.
"Gomen Hyuga-sama" ucap Naruto dengan menekankan kalimat terakhir. "Yo Sai, apa kau tau hari ini ada anak baru di kelas kami dia bilang dia adalah tunangannya Sakura-chan" ucap Naruto dengan penuh antusias.
"Benar itu Sakura?" Tanya Sai kepada Sakura.
"Ya, tapi aku benar-benar tidak tau kalau dia akan benar-benar datang ke sekolah ini"
"Repot juga kalau begitu, aku rasa berita ini sudah menyebar ke seluruh sekolah sekarang. Lihatlah seluruh murid disini sejak tadi memperhatikan mu Sakura". Ucap Sai sambil melihat sekeliling kantin.
'S..Sakura-chan Sai benar mereka sedang memperhatikan mu" ucap Hinata yang langsung melihat seluruh kantin setelah mendengar ucapan Sai.
'Brakk'
"Kuso!" tiba-tiba Naruto berteriak sambil menggebrak meja kantin.
"Hei Naruto baka apa yang kau lakukan!" teriak Ino kepada Naruto.
"Sial sekali si Uchiha itu! Baru saja pindah kesini sudah seenaknya saja mengatakan kalau Sakura-chan adalah tunangannya! Aku saja yang sudah 3 tahun menyukai Hinata belum sempat mengutarakan perasaan ku padanya!"
Tiba-tiba suasana kantin menjadi sunyi.
"Naaniii?!" seluruh murid di kantin berteriqak secara bersamaan.
"Hei baka! apa yang kau ucapkan tadi?!" ucap Neji yang terkejut mendengarkan ucpan Naruto.
"I..itu ano N..Neji" jawab Naruto dengan tergagap, sepertinya ia baru sadar dengan apa yang ia katakan tadi. sementara itu Hinata yang mendengar pernyataan cinta secara tidak langsung itu tentu saja langsung kehilangan kesadarannya.
'Brukk'
"H..Hinata!" Ino yang terkejut langsung saja menopang tubuh Hinata.
"Hei Naruto apa yang telah kau lakukan hah?!"
"Ne..Neji aku.. huwaaaa" Naruto langsung saja kabur dari kawan-kawan nya karena merasa takut dengan apa yang akan ia terima nanti dari Neji.
…
"Mengerikan sekali si Neji itu, untung saja aku bias lolos dari nya kalau tidak aku sudah tidak tau nasibku akan bagaimana" gerutu Naruto saat ia berhasil kabur dari Neji. Saat Naruto sedang asik menggerutu ia tidak sengaja menabrak seseorang.
"A..ah gomen"
"…"
"Sasuke?"
"Hn" jawab laki-laki yang dipanggil Sasuke itu.
"Hei bisakan kau bicara selain 'hn' hn' ?"
"Hn"
"Ah sudahlah, heh apa kau benar-benar tunangannya Sakura-chan?" Tanya Naruto dengan sinis.
"Ya, memangnya apa urusan mu?" akhirnya Sasuke menjawab selain 'hn' nya itu.
"Aku hanya heran kenapa Sakura-chan mau bertunangan dengan kau yang sedingin es itu".
"Apa kau bilang?!" mendengar ucapan Naruto, Sasuke sedikit geram dan langsung mencengkaram seragam Naruto.
"Hei hei ada apa ini?" tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang memilik tato 'ai' di dahi kirinya.
"Gaara.." ucap Naruto yang melihat Gaara menghampiri mereka.
"Naruto ada apa ini? Apa kalian bertengkar?" Tanya Gaara kepada Naruto.
Sasuke yang tidak mau ambil pusing langsung saja melepakan cengkramannya pada Naruto.
"Fuuiihh.." Naruto merasa lega karena terlepas dari cengkraman Sasuke.
"Hei apa kau Uchiha Sasuke yang baru saja pindah ke sekolah ini?" Tanya Gaara kepada Sasuke.
"Hn"
"Gaara kau tau Sasuke?"
"Tentu, dalam sekejab seluruh murid perempuan disini membicarakannya" terang Gaara kepada Naruto.
"Cih apa keren nya dia, lihat saja rambutnya yang aneh seperti pantat ayam!" ejek Naruto, tentu saja membuat Sasuke kesal.
"Apa kau bilang?! Lihat dirimu berisik seperti perempuan!" balas Sasuke karena tidak terima dengan ucapan Naruto.
"Apa?! Dasar kau Sasuke Teme!"
"Berisik kau Naruto Dobe!"
Gaara yang melihat ini hanya bisa pasrah melihat kelakuan mereka yang seperti anak kecil.
"Dasar kau Teme! Aku bingung kenapa Sakura-chan mau berunangan dengan orang sepert dirimu!"
"Apa? Tunangan?" Ucapan Naruto membuat Gaara terkejut.
"Iya, dia adalah tunangannya Sakura-chan" terang Naruto.
"Benarkah? Aku tidak tau tentang hal itu". Gaara semakin bingung.
Sasuke yang sudah merasa bosan dan jengkel memilih untuk pergi dari tempat itu. Naruto yang melihat Sasuke hendak pergi memiliki ide yang dapat menghentikan langkah Sasuke.
"Iya Gaara, berani sekali ia mengaku sebagai tunangannya Sakura-chan padahal kau ini kekasihnya"
'Tep'
Sasuke menghentikan langkahnya, mengetahui hal itu Naruto mulai berseringai.
"Kau..kekasih Sakura?" Tanya Sasuke kepada Gaara dengan tatapan mata yang tajam.
"Hah? Tentu saja bu.."
"Ya, Gaara dan Sakura-chan sudah menjadi sepasang kekasih sejak kami masih sekolah dasar". Potong Naruto membuat Gaara bingung dan terkejut.
"Ada apa Uchiha, kau terkejut? Heh, tentu saja Sakura-chan pasti lebih memilih Gaara, karena Gaara adalah tim basket sekolah ini dan pasti lebih hebat dari pada kau Teme".
"Naruto kau terlalu berlebihan" bisik Gaara.
"Tenang saja sekarang dia pasti kesal".
Benar saja, jika dilihat Sasuke sedang mengepalkan tangan nya kuat-kuat, sepertinya ia terpancing dengan ucapan Naruto.
"Hn baiklah kalau begitu kita bertanding" ucap Sasuke tenang namun menakutkan.
"Apa?" Gaara terkejut dengan pernyataan Sasuke.
"Kita tunjukkan siapa yang lebih pantas ntuk Sakura"
"Tapi.."
"Baiklah kami terima tantanganmu" potong Naruto " Jika kau kalah kau harus menjauhi Sakura-chan, bagaimana?"
"Hn, baiklah. Tapi jika Gaara yang kalah ia juga harud pergi sari kehidupan Sakura" jawab Sasuke dengan penuh keyakinan.
"Baiklah Teme, pulang sekolah nanti di gedung olah raga"
…
'Teeettt' bel sekolah berbunyi, seluruh siswa KHS mengemaskan buku-buku mereka dan bergegas pulang.
'Drrrt…drrtt' Sakura merasakan hand phone nya bergetar.
"Kaa-san?" Sakura langsung menekan tombol answer "Moshi-moshi ada apa Kaa-san?"
'Saku-chan Kaa-san dengar Sasuke sudah sampai di Konoha dan sekarang ia sekelas dengan mu?!'
Ucapan Mebuki Haruno sontak membuat Sakura tekejut.
"A..ano itu benar Kaa-san" jawab Sakura.
'Nani?! Saku-chan kenapa kau tidak memberitahu Kaa-san?'
"E..etto.."
'Saku Kaa-san tidak mau tau nanti malam ajak dia kerumah kita, kita akan makan malam bersama'
"Ta..tapi"
'Tidak ada penolakan Saku, dan Kaa-san harap kau sudah membeli hadiah untuk Sasuke'
'tuutt..tuut..'
Telpon terputus, Sakura yang merasa frustasi hanya bisa pasrah menuruti perintah Kaa-san nya. Mau tidak mau ia harus mengajak Sasuke makan malam dirumahnya.
"Kami-sama kenapa hari ini aku sial sekali" ucap Sakura lesu.
Sakura melihat seluruh kelasnya hampir seluruh teman-temannya sudah pergi meninggalkan kelas termasuk Ino dan Hinata. Bagaimana dengan Sasuke? Yap, Sakura hanya melihat tas Sasuke yang berada di atas meja Sasuke yang terletak di barisan paling belakang dekat jendela.
"Si pantat ayam itu belum pulang rupanya. Baiklah aku akan mencarinya, toh dari pada menunggu di kelas pasti akan membosankan" ucap Sakura sambil menunggalkan kelas dan mencari Sasuke.
…
"Yo Gaara ganbatte ne!" seru Naruto di pinggir lapangan basket. Saat ini sedang berlangsung duel antara Gaara dan Sasuke. Jika dilihat skor saat ini adalah 48 untuk Gaara dan 36 untuk Sasuke.
"Ada apa Uchiha-san apa hanya ini saja kemampuan mu?"
"Urusai!" Sasuke langsung saja berlari sambil mendrible bola basket yang ada di tangannya. Tapi..
'hup'
Gaara berhasil merebutnya dan 'shoot' bola masuk kedalam ring Sasuke. Bersama dengan itu waktu pertandingan pun berakhir.
"Yeeeyy Gaara kau hebat!" seru Naruto sambil berlari menghampiri Gaara.
'Hosh..hosh' Sasuke terengah sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat menahan kesal karena kekalahan yang dialaminya.
"Ada apa Uchiha-san? Sepertinya kau tidak terima dengan kekalahan mu" ucap Gaara tenang.
"…"
"Tentu saja Gaara, hei Teme sudah lah kau harus merelakan Sakura-chan" sambung Naruto membuat Sasuke semakin geram.
"Sudah jelas sekarang, Sakura adalah milikku.."
'Bugh'
Sasuke langsung memukul wajah Gaara dengan tangannya.
"G..Gaara! hey apa yang kau…"
'Bugh'
Naruto juga terkena pukulan Sasuke tepat di perutnya. Saat Sasuke ingin melanjutkan pukulannya tiba-tiba..
"SASUKE!"
To be continue
