Title [ Second Chance ]

Author [ Takii_yuuki]

Genre [ angst, drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Zhang Yixing/Lay,Wu Yifan/Kris

Kim Jaejoong,Jung Yunho

Shim Changmin,Cho Kyuhyun

Lee Donghae, Lee Hyukjae

Zhoumi

New Cast : SMRookies - Taeyong, Yuta, Jaehyun, Johnny

And other character..

Rating : M

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow kalau tidak suka silahkan di[x] ya, jangan bash author ya, saling menghargai. author menulis juga gak mudah. terima kasih pengertiannya. Maaf kalau pair utamanya belum keluar atau momentnya sedikit, ini kan meneruskan cerita sebelumnya, kalau tiba-tiba banyak moment mereka nanti ceritanya jadi aneh. maafkalau ceritanya jelek, hehehe, author sudah berusaha keras. terima kasih atas perhatiannya

At Morning at Gong Min Mansion

Yixing menggeliat, ia membuka matanya perlahan. Kepalanya terasa sedikit pusing. Ia mencoba bangun dan melihat dirinya sudah memakai kemeja putih kebesaran yang ia yakini milik Gong Min. Yixing juga melihat sprei dan bed cover-nya yang sudah berganti motif dan warna. Ia membathin, 'kapan Gong Min menggantinya?' Yixing melihat meja nakas ada sebuah surat untuknya yang diselipkan diantara gelas dan botol obat. Yixing mengambilnya dan membacanya. 'Baby, maaf aku tidak ada saat kau membuka mata dipagi ini. Aku harus menghadiri rapat dengan klien, jika kau butuh apa-apa kau bisa meminta pada Lin Xiao, dia sudah menyiapkan semuanya. Maaf untuk tadi malam aku sedikit memaksamu, aku melakukan itu karena aku mencintaimu. Love you baby. PS:Minumlah obat yang kusiapkan dimeja, itu bisa mengurangi pusingmu. Gong Min.

Yixing meletakkan kembali surat itu dimeja makan kemudian meminum obat yang disiapkan Gong Min untuknya. Setelah minum obat, Yixing mencari celana yang bisa ia pakai, ia menemukan celana piyama di lemari dan memakainya. Yixing pun beranjak keluar menuju ruang tengah. Pinggangnya sedikit nyeri jadi ia berjalan sedikit tertatih.

Sesampainya dibawah ia melihat Lin Xiao, sekretaris Gong Min sedang memberi arahan pada kepala Maid Juan. Lin Xiao yang melihat kekasih bos-nya berjalan menuju arahnya segera menyelesaikan pembicaraannya dengan kepala Maid Juan. Ia menyuruh Juan segera pergi dan dirinya menghampiri Yixing.

"Selamat pagi Lay," sapa Lin Xiao sambil membungkuk sedikit. "Mari ikut aku, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu sesuai permintaan Tuan Gong Min."Yixing sedikit canggung mengikuti Lin Xiao ke dapur. Ia melihat Lin Xiao sebagai sosok sekretaris yang loyal pada Gong Min, Gong Min memberi kepercayaan penuh pada Lin Xiao untuk menGurus keperluannya termasuk hal-hal seperti pagi ini. Lin Xiao terlihat sedikit sadis dan judes dimata Yixing namun sebenarnya dia baik. Yixing tak pernah menaruh cemburu pada Lin Xiao karena sebelum dia bersama Gong Min, Lin Xiao sudah mendampingi Gong Min sejak lama.

"Silahkan." Lin Xiao menunjuk kursi yang sudah disiapkan untuk Yixing. Ia mengangguk pelan kemudian ia duduk. "T-terima kasih." Para maid mulai melayani Yixing. Yixing benar-benar canggung, sebab selama ini dia terbiasa menyiapkan semua sendiri dan sekarang dia dilayani bak ratu di kediaman Gong Min sedangkan Lin Xiao,ia menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan memperhatikan Yixing. Yixing merasa tak enak karena ia diperhatikan saat makan, akhirnya Yixing pun buka suara. "Maaf Lin Xiao, kau tidak perlu menungguku makan. Aku merasa tidak enak kalau sedang makan ada yang memperhatikanku. Bagaimana kalau kita makan bersama, rasanya semua ini terlalu banyak."

"Aku sudah sarapan tadi, aku hanya memastikan kau menghabiskan sarapanmu, sebelum aku pergi. Itu perintah dari Tuan Gong Min."

"Ar..kau tidak usah khawatir, aku akan menghabiskannya, kau bisa pergi sekarang. Aku yakin Gong Min hyung membutuhkanmu."

"Sebelum aku pergi, Tuan Gong Min memberikan ini padamu." PLOK! Lin Xiao menepukan kedua tangannya dan tak lama kemudian seorang Maid datang membawa sebuket bunga mawar merah. "Bunga mawar ini sebagai tanda permintaan maaf Tuan Gong Min untukmu." Maid itu mengulurkan buket itu pada Yixing dan Yixing menerimanya dengan sedikit ragu. "Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu dan mobil untuk mengantarmu pulang. Jangan lupa setelah sampai di rumah, kau harus menghubungi Tuan Gong Min."

"N-Ne Lin Xiao. Terima kasih." Ucap Yixing.

"Ingat, kau harus habiskan sarapanmu, jika tidak, kau tidak dizinkan meninggalkan meja makan. Para Maid akan mengawasimu." Ancam Lin Xiao, Yixing mengangguk pelan. Lin Xiao hanya tersenyum tipis kemudian melenggang pergi meninggalkan Yixing. Yixing melihat bunga yang diberikan Gong Min padanya, mawar merah menunjukkan arti cinta sejati. Ia mengambil kertas yang terselip di dalamnya. Mawar cantik untuk kekasihku yang cantik. With Love, Gong Min. Yixing tersenyum samar, ia meletakkan mawar itu di meja dan melanjutkan makannya.

SECOND CHANCE

Taeyong berlatih gerakan baru dengan traine lain termasuk Johnny. Keringat mengucur deras dari pelipisnya namun ia tak mempedulikannya. Jika berhubungan dengan Dance, Taeyong benar-benar bersemangat dan focus.

CKLEK! Pintu ruang koreo terbuka. Pelatih KangTa datang dengan membawa map. Mereka pun menghentikan latihannya.

"Selamat Pagi semua." Sapa Kangta

"Pagi pelatih." Jawab mereka serempak.

"Kalian berlatih keras hari ini. AKu memiliki pengumuman untuk kalian semua. Tolong perhatikan. Agensi kita akan memulai program pra-debut kalian. Kalian akan dibagi menjadi beberapa sub unit. Setiap sub unit berisi dari 3-4 trainee. Rookies A, Rookies B itu adalah nama sub unit kalian. Agensi sudah membagi nama kalian dalam unit masing-masing. Aku bacakan. Rookies A – Hansol, Taeyong, Johnny. Taeyong kau leadernya. Rookies B (Abaikan, pokoknya sampai Rookies D). baiklah semua sudah dibagi dalam unit masing-masing. Besok aku akan memberikan materi dance yang akan kalian latih untuk pra debut. Sekian dariku, sekarang kalian istirahatlah." Ucap Kangta yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan. Dan Mereka pun beristirahat.

"Wah kita satu sub unit Johnny." Ucap Taeyong dengan berbinar. Johnny hanya mendengus kesal. "Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bersama, benarkan?" seru Taeyong dengan mengedipkan matanya ke arah Johnny. Johnny mengalihkan pandangannya dari Taeyong. Ia sedang tidak ingin bicara atau menatap wajah 'menyebalkan' Taeyong.

"Hansol, nanti kau main kerumah ya, Halmeoni-ku masak banyak hari ini." Ajak Taeyong pada sahabatnya Hansol.

"Memang ada apa?"

"Yuta hyung berulang tahun hari ini. Jadi kami mengadakan makan-makan dirumah."

"Tumben tidak dirayakan diluar seperti Jaehyun?"

"AKu tidak tahu, katanya dia ingin merayakan dirumah."

"Ekhemm.." Johnny menginterupsi pembicaraan Hansol dan Taeyong. Taeyong menoleh ke Johnny. "Johnny,ada apa?"

"Emm.. Ekhemm.."

"Ada apa?" Taeyong semakin penasaran. "Kau batuk? Tenggorokanmu sakit?"

"Pfftt.." Hansol terkikih.

"Jin Hansol, diam kau. Biarkan Johnny bicara." Tegur Taeyong pada Hansol,"Hei, kau kenapa?"

"Eum.. Yu-Yuta ulang tahun hari ini?" Tanya Johnny tanpa melihat Taeyong. Ia mengambil botol air mineral dan meminumnya.

"Oh itu, iya hari ini Yuta Hyung berulang tahun. Kenapa tiba-tiba kau bertanya?" Taeyong melirik Johnny dengan tatapan menggoda, "Hayoo, kau…kau.."

"T-tidak, tidak apa-apa. Aku kan hanya bertanya. Ak-aku tidak apa-apa."Jawabnya dengan sedikit belepotan. Johnny semakin gugup. Ia takut dikira macam-macam oleh Taeyong.

"Kau, kau…" diam sejenak, "Kau ingin ikut makan dengan kami ya? Kau penasaran dengan masakan Halmeoni-ku? Kalau kau mau ikut, ayo kita pergi, Hansol juga akan ikut. Kau bisa Tanya pada Hansol, betapa nikmatnya masakan Halmeoni-ku." Bangga Taeyong.

"MWO!" Johnny terbelalak dengan kata-kata Taeyong.

"Kau kenapa? Mau atau tidak?"

"T-tidak usah, aku ada acara."

"Ya sudah kalau tidak mau." Taeyong beralih pada Hansol dan melanjutkan perbincangan mereka. "Eh Han kau tahu, Yuta hyung semakin manis. Kekeke. Tapi kalau aku bilang manis di depannya, dia bisa melemparku dengan boneka gajah miliknya."

"Iya, kemarin aku melihat Yuta semakin manis, boleh tidak aku menembaknya menjadi namjachinguku. Aku kan tidak kalah tampan denganmu."

BRAKK! Taeyong dan Hansol bersama yang lain terkejut dengan suara yang tiba-tiba terdengar cukup keras di telinga mereka dan mereka pun terdiam. Taeyong dan Hansol yang paling terkejut karena suara itu berasal dari meja dekat mereka. Mereka saling mengerutkan dahi dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Ternyata pelakunya adalah Johnny, ia meletakkan botol minumnya dengan cukup keras hingga menimbulkan bunyi yang membuat seisi ruangan terdiam. 'Dia kenapa?' para trainee lain saling berbisik namun tidak ada jawaban yang mereka dapatkan.

"K-kau kenapa?" Tanya Taeyong pelan-pelan. Johnny menatap Taeyong dengan tatapan yang sulit diartikan, antara marah, kecewa atau cemburu. Nafasnya terdengar memburu. Taeyong mengerutkan dahinya, "Se-serius, ka-kau k-kenapa?" Tanya Taeyong penasaran. Johnny tak menjawab, ia langsung berbalik meninggalkan Taeyong dan trainee yang lain, "Apa lihat-lihat lanjutkan istrahat kalian." Perintah Johnny sebelum pintu ruang koreo berdebum keras. Para Trainee yang cengo melihat sikap Johnny, mereka pun melanjutkan kegiatan masing.

"Dia kenapa?"

"Aku tidak tahu. Apa karena dia tidak ku undang, makanya dia marah?"

"Kau kan sudah menawarinya tadi. Eh Minggu depan sudah masuk tahun ajaran baru. Kau sudah lihat pengumuman?"

"Yuta hyung sekelas denganku dan kau sekelas dengan Jaehyun Hyung."

"Sayang sekali tapi aku tetap bolehkan mendekati hyungmu yang manis itu?" rayu Hansol.

"Dalam mimpimu." Ucap Taeyong sambil menoyor sahabatnya tersebut, kemudian ia pergi meninggalkannya.

"Hei, Jung Taeyong, awas kau." Kejar Hansol.

SECOND CHANCE

Kris mengeratkan syalnya dan melanjutkan perjalanannya, jalan-jalan malam di kota Praha. Kris mengingat kenangannya bersama Yixing saat mereka liburan di Praha.(Lihat MV Kris-Kris dan yeoja itu berlarian dimalam hari kan, bayangkan itu Kris dengan Yixing) Kris tersenyum mengingat semua itu. Angin malam itu bertiup pelan namun hawa dingin itu masih bisa ia rasakan akhrinya ia memutuskan memasukkan tangannya ke dalam saku mantelnya.

Kris berjalan melewati bangunan yang dulu pernah ia lewati dengan Yixing, banyak yang berubah namun ada juga yang masih tetap sama seperti dulu. Saat ia melewat restaurant Italia, Kris teringat bahwa jarak beberapa meter dari restaurant itu ada toko music. Toko music yang bernama Monic pernah ia singgahi bersama Yixing.

Saat itu Yixing melihat ada grand piano yang dipajang di etalase dan Yixing meminta Kris agar ia bisa bermain dengan piano itu, Kris cukup terkejut dengan permintaan Yixing namun saat ia melhat airmata Yixing, Kris tak mampu menolaknya, jadi dengan sedikit berat hati, Kris meminta izin pemilik toko untuk bermain sebentar dengan piano itu. Untung pemilik toko itu baik, ia mengizinkan Yixing bermain dengan piano-nya karena piano itu akan segera diambil pembeli yang sudah membelinya beberapa hari yang lalu. Lucky Yixing. Kris melihat betapa bahagianya Yixing saat ia bermain piano itu, Yixing memang berbakat bermain piano selain dance.

Lagi-lagi Kris tersenyum mengingat hal itu, ia menggelengkan kepalanya dan kemudian melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba Kris melihat seorang namja keluar dari toko music tersebut, namja itu kelihatan sedang menunggu seseorang. Namja itu menunggu dibawah lampu penerangan dan ia berbalik menghadap ke etalase. Berkat lampu penerangan itu Kris bisa melihat wajah itu dari samping.

Kris terkejut dengan apa yang dia lihat, 'Yixing, bukankah itu Yixing?' Bathin Kris. Kris berjalan mendekati Yixing, namja itu menoleh ke arah Kris. Benar, itu adalah Yixing, Yixingnya. Matanya memanas melihat Yixing yang ia rindukan berada didepannya, Ingin rasanya Kris mendekapnya dan menciumnya, menyalurkan rasa rindu yang selama ini terpendam, namun Yixing hanya terdiam, tak bereaksi apa-apa. Yixing menatap Kris seperti ia tidak pernah mengenal Kris.

"Y-Yi.." Tangan Kris reflek terulur ingin menyentuh Yixing namun tiba-tiba seorang namja keluar dari toko itu dan mendekati Yixing. "Baby, maaf lama. Tadi aku berbincang sebentar dengan Tuan Igor." Ucap Gong Min. Yixing berbalik dan melihat Gong Min. "Kau pasti kedinginan, itu karena kau selalu melupakan syalmu." Ucap Gong Min sambil mengalungkan syal ke leher Yixing.

"Maaf." Ucap Yixing tertunduk.

"Besok jangan diulangi lagi. Aku tidak mau kau sakit." Gong Min menyentil hidung Yixing dan Yixing hanya tersipu. Sepertinya ada yang terlupa disini, sejak tadi Kris melihat keintiman Gong Min dan Yixing di depan matanya sendiri, bagaimana mungkin Yixing melupakannya? Bagaimana bisa? Apa Yixing sesakit itu hingga Yixing melupakan dirinya? Setidaknya Yixing menyapanya walaupun hanya sesaat, namun saat ini Yixing melihat Kris seperti orang asing. Apa yang terjadi? banyak pertanyaan yang keluar dari benak Kris.

"Kita pulang sekarang?" Tanya Gong Min, Yixing mengangguk, Gong Min menggandeng Yixing dan mengajaknya pergi. Sebelum pergi Yixing sempat menoleh ke arah Kris lalu kembali. Kris terdiam, ia tak percaya dengan apa yang dia lihat, Yixing tak mengenalinya dan yang lebih menyakitkan Kris, Yixing sudah memiliki kekasih. Kris menangis, ia tak sanggup menahan airmata yang sedari tadi ia tahan saat melihat Yixing bersama namja lain. Tubuhnya merosot ke tanah, kepalanya mendadak sakit. Kris mengambil obat dari saku mantelnya dan meminumnya.

"Akkhh.." Kris menelan 2 butir sekaligus, karena dia rasa sakit di kepalanya kali ini lebih dari yang biasanya. Kris mencoba berdiri, walaupun sulit namun ia berhasil. "Yixing, apa yang terjadi denganmu?" ucap Kris lirih. Ia mengambil ponselnya dan menelpon Appa-nya.

SECOND CHANCE

At Jung Mansion

Tok!Tok!Tok! terdengar suara pintu diketuk. "Taeyong,tolong buka pintunya."pinta Jaejoong pada Taeyong yang sedang menyiapkan piring untuk makan malam.

"Ne Halmeoni." Belum sempat Taeyong berbalik Yuta sudah duluan berjalan ke arah pintu

"Aku saja Halmeoni." Sela Yuta.

"Terima kasih hyung."Yuta berjalan menuju pintu dan membukanya. CKLEK! "Johnny?" Yuta terkejut melihat Johnny datang. "A-ada apa kau kesini?"

"I-ini untukmu." Johnny menyerahkan sebuah bingkisan untuk Yuta.

"Eh apa ini?" Tanya Yuta sambil menerima hadiah dari Johnny.

"Se-selamat ulang tahun."

"Ulang tahun? Siapa yang ulang tahun?" Tanya Yuta mengerutkan dahinya.

"Taeyong bilang kau ulang tahun hari ini."

"Aku?" tunjuk Yuta pada dirinya sendiri. Yuta terdiam sejenak lalu kemudian,"Owhh.. Ahh anak itu. Johnny maaf,sebenarnya bukan aku yang berulang tahun tapi hari ini yang berulang tahun itu Taeyong. Aku masih 2 bulan lagi. Dia mengatakan padamu kalau aku berulang tahun hari ini? Awas saja anak itu. Maaf Johnny."

"MWO!" 'Hari ini ulang tahun Taeyong, dia membohongiku,dasar kurang ajar.' Bathin Johnny marah.

"Maaf Johnny. Sebagai tanda permintaan maafku, bagaimana kalau kau ikut makan malam bersama kami. Teman Taeyong tidak bisa datang jadi hanya kami sekeluarga yang merayakannya."

"Teman Taeyong? Hansol tidak datang?"

"Tidak. Katanya dia mendadak harus ke Gwangju."

"T-tidak usah, aku ada urusan. Maaf."

"Jadi hadiah ini untukku apa Taeyong?"

"Hadiah itu untukmu. Kalau begitu aku pergi dulu, selamat malam." Johnny membungkuk pamit dan kemudian langsung pergi. Yuta pun segera kembali ke meja makan. Semua sudah berkumpul disana.

"Siapa yang datang hyung?" Tanya Taeyong sambil mencopot secuil daging ayam panggang. "Eh kau bawa apa?" tunjuk Taeyong pada bungkusan yang dibawa Yuta.

"Apa yang kau bilang pada Johnny tadi?"

"Johnny? Aku tidak mengatakan apa-apa. Tadi yang kesini Johnny ya?"

"Kau bilang kalau hari ini aku berulang tahun, padahal hari ini adalah ulang tahunmu. Lihat dia memberikan kado ini untukkuu karena dikira ini ulang tahunku."

"Aku kan hanya bercanda tadi tapi kenapa dia menganggap serius begitu. Dasar aneh."

"Aish kau ini, aku kan jadi tidak enak padanya."

"Kalau aku bilang hari ini ulang tahunku, dia tidak mungkin datang, jadi aku berbohong kalau hari kau yang ulang tahun, lo dia merespon serius dan membelikan hadiah untukmu, pasti dia menyukaimu hyung." PLAKK! Yuta menggeplak lengan Taeyong. "Ow, sakit hyung." Ucap Taeyong sambil mengelus lengannya.

"Kalau bicara jangan asal."

"Eh kalian lupa, kalian tidak boleh pacaran sampai usia kalian 17 tahun." Changmin mengingatkan kedua putranya termasuk Taeyong.

"Tapi sepertinya Yuta hyung sudah memiliki calon."

"JUNG TAEYOOONGG… Halmeoni Taeyong harus dihukum." Rajuk Yuta.

"Ne nanti Halmeoni hukum."

"Halmeoni mau menghukumku?"tanya Taeyong tak percaya.

"Ne, setelah ini selesai, kau yang mencuci piring."

"MWO!" Taeyong terbelalak. Yuta menjulurkan lidahnya pada Taeyong dan memilih duduk di dekat saudaranya Jaehyun. "Rasakan."

"Halmeoni…" protes Taeyong.

"Kalau kau janji tidak jahil lagi, Halmeoni akan mengurangi hukumanmu."

"Kalian tidak adil." Gantian Taeyong yang merajuk.

"Kalau kau marah hukuman ditambah jadi 2 hari."

"ANDWEEE!" jerit Taeyong. Mereka semua tertawa melihat reaksi Taeyong yang lucu. Ya begitulah keluarga Jung Yunho saat ini. Meskipun Taeyong agak sedikit nakal tapi mereka begitu menyayangi Taeyong. Keluarga Yunho saat ini berbeda dengan yang dulu. Changmin dan Kyuhyun mendidik Yuta dan Jaehyun untuk saling menyayangi dan menghargai begitu juga dengan Jaejoong saat merawat Taeyong.

SECOND CHANCE

"Yixing mengalami amnesia permanen, Kris. Kecil harapan untuk mengembalikan ingatannya seperti dulu."

"MWO! Amnesia permanen? Jadi dia tidak mungkin akan mengingat masa lalu-nya?"

"Ya, begitulah. Dia benar-benar memulai hidupnya dengan membuka lembaran baru dan membuang semua hal di masa lalu-nya."

"Jadi Yixing juga tidak ingat kalau dia pernah memiliki anak."

"(Menghela nafas) Kau sudah tahu jawabannya Kris."

"Tapi Appa, aku mencari informasi di kedutaan, tidak ada orang yang bernama Zhang Yixing disini. Dalam 15 tahun terakhir ini tidak ada WNA yang masuk dengan nama itu."

"Yixing adalah nama yang diberikan Jiaheng, itu bukan nama aslinya Kris. Apa kau tahu nama aslinya?"

"Aku tidak tahu Appa."

"Kalau nama orang tuanya, Lee Donghae dan Lee Hyukjae?"

"Tidak ada juga Appa. Apa mungkin mereka memiliki nama lain?"

"(Menghela nafas lagi) Aku akan coba tanyakan pada Jaejoong, pasti dia tahu nama asli Yixing."

"Appa yakin akan menghubungi mereka setelah selama ini tidak pernah berkomunikasi?"

"Yang memiliki masalah dengan kita adalah Eunhyuk bukan Jaejoong. AKu yakin dia akan membantu kita."

"Ne, aku tunggu kabar darimu Appa. Terima kasih." PIP! Kris menutup teleponnya. Ia berpikir sekali lagi, tapi kemudian ia teringat bahwa namja yang bersama Yixing itu pernah berkata kalau ia sempat mengobrol dengan pemilik toko Tuan Igor, berarti pemilik toko itu kenal dengan kekasih Yixing. Kris mengambil mantelnya dan pergi ke toko music Monic.

#

"Namja? Namja yang mana? Banyak namja yang datang kemari beberapa hari ini."

"Namja yang datang 2 hari lalu, malam hari. Dia memakai mantel dan syal berwarna biru. Datang kesini dengan kekasihnya yang berwajah manis, kekasihnya memakai mantel berwarna coklat muda." Tuan Igor berpikir keras setelah mendapat ciri-ciri dari Kris. lalu kemudian wajah Tuan Igor berubah terang.

"Ah, Tuan Gong Min. maksudmu Tuan Gong Min?"

"Gong Min?"

"Ya, namanya Gong Min, dia langgananku disini. Dia kesini untuk memesan piano untuk kekasihnya. Mungkin kekasihnya yang dia bawa itu."

"Anda tahu siapa nama kekasihnya?"

"Tidak tahu."

"Maaf tapi siapa Gong Min? dia terlihat seperti bos besar."

"Dia CEO Hansen Grup. Perusahaan itu memiliki cabang di berbagai Negara. Termasuk disini."

KRING! Ada pelanggan datang. Terdengar dari lonceng pintu yang berbunyi."Sebentar aku ada pelanggan." Tuan Igor menghampiri pelanggannya. Kris menoleh ke arah Tuan Igor. Tuan Igor terlihat berbincang serius dengan seorang yeoja yang cukup anggun di mata Kris. tak lama setelah menyerahkan sebuah amplop pada Tuan Igor, Yeoja itu berlalu. Tapi sebelum pergi Yeoja itu sempat bertatapan dengan Kris.

"Kau tahu siapa yang baru saja datang?" Kris menggeleng. "Dia sekretarisnya Tuan Gong Min, Nona Lin Xiao."

"Sekretarisnya?"

"Orang kepercayaan Tuan Gong Min. Dia memberiku sisa pembayarannya dan alamat dimana Piano-nya nanti dikirim."

"Boleh aku melihat alamatnya?" Tuan Igor menyerahkan alamat itu pada Kris. Kris menatapnya dalam-dalam, ia harus menemui Yixing, pikirnya.

SECOND CHANCE

TUT!TUT!TUT! PIP! Jaejoong mengangkat teleponnya.

"Yeoboseyo…" sapa Jaejoong pada si penelpon.

"Hai Jae.."

"Ne, ini siapa?"

"Apa kau masih mengingatku Jae?"

"Kau siapa? Maaf.."

"AKu Zhoumi, Appa-nya Kris."

"Zhoumi?" Jaejoong terbelalak dengan orang yang menelponnya saat ini. "D-darimana kau dapat nomor ini?"

"Aku mendapatkannya dari temanku."

"Ada apa Mimi?"

"AKu ingin menanyakan sesuatu padamu."

"Ne, kau ingin bertanya mengenai apa?"

"Ini soal Yixing."

#

Kris melajukan mobilnya menuju alamat yang dimaksud. Setelah beberapa saat mengendarai mobilnya, ia sampai dialamat tersebut dan mendapati rumah Gong Min begitu megah seperti istana. Kris tidak masuk, ia hanya mengamati dari mobilnya. Tidak ada pergerakan yang berarti namun beberapa saat kemudian, dua mobil datang, mobil berwarna putih dan hitam. Dari mobil hitam keluarlah 2 orang namja, Yixing dan Gong Min. mereka tidak masuk ke dalam rumah namun Gong Min mengantar Yixing menuju mobil putih. Sebelum mereka pergi, Gong Min sempat mencium mesra Yixing, ia bisa melihat betapa bernafsunya Gong Min mencium Yixing. Mereka berciuman sekitar 5 menit dan kemudian Gong Min membuka pintu mobil untuk Yixing. Mobil putih itu melaju meninggalkan Gong Min, Gong Min sendiri kembali masuk mobil dan mobil itu berputar arah. Kris melajukan mobilnya mengikuti mobil putih yang membawa Yixing. tak berapa lama kemudian, mobil itu berhenti di sebuah tempat, seperti sekolah dance.

'Impianku, aku ingin mendirikan sekolah dance, Kris.' kata-kata itu terngiang di kepala Kris.

"Sekolah dance? Apakah ini milikmu Xing?"Kris turun dari mobilnya dan masuk ke dalam sekolah itu.

"Permisi ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis.

"Maaf, saya mencari teman saya. Teman lama, tapi saya lupa namanya. Tapi saya yakin dia baru saja masuk kemari."

"Maaf, teman ada seorang Guru, atau orang tua siswa?"

"AKu juga tidak tahu, tapi dia baru saja masuk. Dia yang baru saja masuk, memakai kemeja warna biru dan syal merah."

"Oh, Tuan Lay. Maksud anda Tuan Lay? Dia pemilik sekolah ini."

"Lay? Namanya Lay?"

"Ada apa Kimi?" Tanya seseorang yang suaranya tak asing bagi Kris. Kris sudah bisa menebak bahwa itu adalah suara orang yang dia cintai selama ini. Kris menoleh kesamping dan tebakannya tidak salah, namja yang baru saja bicara itu adalah Yixing.

"Tuan Lay, Tuan ini mencari anda."

"Anda siapa? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Yixing dengan lembut. Kris tak percaya dengan apa yang dia lihat, Yixing berdiri tepat di depannya tapi saat ini namanya bukan Yixing tapi Lay. Yixing masih seperti dulu, tetap cantik dan lembut.

"Wu Yifan, panggil saja Kris." Kris mengulurkan tangannya pada Yixing. Yixing pun membalasnya. "Lee Eunhae, panggil saja Lay." Jawab Yixing sambil tersenyum. Kris membalas senyuman Yixing, 'AKu akan membuatmu mengingatku lagi Xing.' Bathin Kris.

#

"Ada apa Boo? Kenapa tiba-tiba sejak tadi saat makan malam kau diam saja." Tanya Yunho saat mereka bersiap untuk tidur.

"Tadi siang aku mendapat telepon." Jawab Jaejoong memunggungi Yunho.

"Dari siapa? Apa ada yang penting?"

"Dari Zhoumi." Jaejoong membuka laci meja riasnya, ia mengambil sesuatu dari situ. Sebuah foto.

"Zhoumi? Zhoumi, Appa-nya Kris? ada apa dia menelponmu?"

"Kris sudah sembuh dan dia mencari Yixing di Praha."

"Mereka sudah bertemu?"

"Ne, tapi Yixing melupakannya."

"Bagaimana sekarang, apa kita harus memberitahu Taeyong kalau orang tuanya masih hidup?"

"Tunggu sampai Taeyong berusia 17 tahun dan kita tunggu apa Kris berhasil membuat Yixing mengingat masa lalunya." Jawab Jaejoong sambil menatap foto Yixing.

SECOND CHANCE

SM-Jes High School, sekolah khusus namja. Yuta, Jaehyun, Taeyong dan Hansol sahabat Taeyong masuk ke SMA itu. Taeyong, Yuta masuk kelas 1 A sedangkan Jaehyun dan Hansol di kelas 1 B.

Kelas 1A, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Mulai dari mengobrol, membaca buku, bahkan bercermin dan banyak lagi. Yuta memilih duduk di dekat Taeyong. Tak berapa lama kemudian, Guru Han datang.

"Selamat pagi anak-anak."

"Pagi Sir.."

"Ayo masuk." Ajak Guru Han pada seseorang yang berada diluar kelas. Akhirnya namja yang dipanggil Guru Han pun masuk. Ia segera memperkenalkan diri.

"Perkenalkan namaku John Suh, panggil Johnny saja."

"Kau duduk di dekat Yuta. Silahkan." Johnny tersenyum, ia menghampiri Yuta dan duduk disampingnya.

"Johnny kita satu kelas ternyata." Ucap Yuta

"Ne,aku juga baru tahu tadi."

"Wah sepertinya kita memang berjodoh Johnny, buktinya kita satu kelas sekarang, kemarin kita satu team sekarang kita satu kelas, wah senangnya." Taeyong kegirangan mengetahui Johnny menjadi teman sekelasnya sekarang. Johnny hanya mendengus malas mendengar 'ocehan' Taeyong.

"Maafkan Taeyong ya, dia memang agak sedikit jahil tapi sebenarnya dia baik kok. Terima kasih hadiahmu. Lucu sekali." Yuta menunjukkan hadiah yang diberikan Johnny padanya. Johnny tersenyum

"Hyung, pinjam pulpen-mu, aku lupa bawa."pinta Taeyong dengan mode puppy eyes-nya.

"Dasar pemalas." Yuta mengambil pulpen miliknya dan menyerahkannya pada Taeyong.

"Pensil juga."

"Ini, apa lagi?"

"Nanti lagi. Hehehe." Jawab Taeyong beralih ke depan.

"Dia manja sekali padamu?"

"Dia memang begitu tapi aku sayang sekali padanya." Johnny tidak suka melihat Taeyong bersikap terlalu manja pada Yuta, ia kelihatan cemburu melihat Taeyong.

Waktu makan siang tiba, Taeyong, Yuta, Hansol dan Jaehyun pergi ke kantin. Mereka memesan makan siang dan duduk berempat di meja pojok. Saat mereka menunggu makanan diantar, Taeyong melihat Johnny berjalan sendiri. "Johnny.."panggil Taeyong sambil melambai. Johnny menatap malas Taeyong. "Kemari.." awalnya Johnny enggan ikut dengan Taeyong namun setelah melihat Yuta ada disana, Johnny pun mengikuti ajakan Taeyong.

"Kau sudah pesan? Aku pesankan ya?" Tanya Taeyong sambil memainkan ponselnya

"Aku sudah pesan." Jawabnya datar.

"Kau pesan apa?"

"Spagetti. Aku belum tahu makanan Korea." Jawabnya berubah lembut saat Yuta yang bertanya. Jaehyun, Hansol mengerutkan dahinya sedangkan Taeyong masih sibuk dengan ponselnya.

"Oh, nanti kau coba punyaku, aku pesan kimchi jigae."

"Ne.. terima kasih."

"Taeyongg kau sibuk apa sih?" Tanya Yuta yang sedari tadi terganggu dengan aktifitas Taeyong.

"Game hyung, game.. aku belum menyelesaikan level ini."

"Kau sampai level berapa? Tanya Jaehyun juga mengambil ponselnya.

"20, kau?"

"32." Jawab Jaehyun bangga.

"MWO! Tunggu saja aku akan mengalakanmu hyung." Taeyong kembali ke ponselnya.

"Try!"

"Kalian ini, kalau sudah bermain game, kalian melupakanku." Yuta merajuk, ia mempuotkan bibirnya dan itu kelihatan imut sekali.

"Yuta, kau kelihatan manis kalau sedang marah." Hansol bertopang dagu sambil menatap wajah Yuta. Johnny tak tinggal diam, ia tak 'sengaja' menyenggol minuman yang ada disampingnya hingga jatuh membasahi celana Hansol. "Aw… hei.." Hansol berdiri dan mengusap celananya yang basah

"Ow.. maaf. Maaf." Taeyong dan Jaehyun menghentikan gamenya dan beralih ke Hansol begitu juga Yuta.

"Ada apa?" Tanya Yuta.

"Aku tidak sengaja menyenggol minumanku dan mengenai Hansol. Maaf." Ucap Johnny.

"Aku ke kamar mandi dulu." Hansol langsung melesat ke kamar mandi. Sekarang tinggalah mereka berempat. Tak berapa lama kemudian makanan mereka datang. Mereka pun segera makan. Di tengah makan, Johnny melihat bibir Yuta terdapat sisa saus, ia mengambil tissue dan ingin memberikannya pada Yuta namun ia kedahuluan Taeyong. Taeyong tak hanya memberikan tisu tapi juga membersihkannya. "Makanmu belepotan hyung."

"M-maaf.." ucap Yuta. Johnny bisa melihat pipi Yuta merona merah karena perlakuan Taeyong padanya, sedangkan Johnny hanya bisa menatapnya saja. Johnny menggenggam sendoknya semakin erat, ia tak suka melihat Yuta dekat-dekat dan Taeyong. Mungkin Johnny mulai menyukai Yuta.

Jangan tanyakan bagaimana Yuta saat Taeyong menyentuh bibirnya, dadanya berdegup kencang. jelas ia kaget karena tiba-tiba Taeyong mengusap bibirnya tapi sepertinya ada hal lain yang mengganjal.

Taeyong, ia sempat, sejenak menatap Yuta, ia akui Yuta begitu manis, dadanya sedikit berdesir namun semua itu ia tepis.

Dari 3 orang itu, Jaehyun mengamati aktifitas ketiganya dengan sedikit keheranan. Johnny terlihat marah saat melihat Taeyong mengusap bibir Yuta. Ia melihat Yuta, ia terlihat salah tingkah di depan Taeyong. Sedangkan Taeyong, anak itu begitu cuek sehingga tak menyadari kalau adiknya, Yuta sedang menahan degup jantungnya karena perbuatannya itu. Jaehyun hanya bisa tersenyum simpul melihat hal itu.

TBC

Maaf ceritanya semakin gaje. Butuh review buat perbaikan. Jangan bash author ya, author juga kerja keras lo buat cerita ini. terima kasih untuk selalu menunggu update'an cerita ini. maaf kalo banyak typo bertebaran. buat para pembaca setia ff ku terima kasih banyak