All Of Me Chapter 2
By Naravhychan
Naruto © Masashi Kishimoto
Kali ini saya menyelesaikan dua chapter sekaligus. Terima Kasih telah menyemangati saya melalui fanfic yang telah saya buat beberapa waktu yang lalu. ^^
HAPPY READING
.
.
.
.
"What would I do without your smart mouth?
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright… "
"Hiks….Hikss.. Itachiii-kun.. Ke..kenapa..kenapa kita dipertemukan lagi? aku sangat merindukanmu… kenapa kau seperti itu sekarang…. apa kau malu dengan keadaanku" Sakura menangis sejadi-jadinya di pinggiran ranjangnya. Ia selalu membayangkan jika bertemu Itachi nanti ia akan mendapat senyuman manis dan pelukan hangat dari Itachi. Ternyata TIDAK! Mengenalnya sajapun TIDAK! Sakura memutuskan untuk melupakan kenangan indahnya bersama Itachi. Namun ia tidak berani melepas gelang yang pernah diberikan Itachi untuknya – tepatnya 6 tahun yang lalu. Sakurapun terlelap dalam bayangan Itachi yang semakin buram.
.
.
.
Esok pagi di rumah kediaman Uchiha.
"Ohayou Sakura-chan!" sapa seorang pelayan yang tengah membersihkan halaman keluarga Uchiha.
"Ohayou Bi…. " balas Sakura tak kalah riangnya. Ia segera berjalan ke belakang pintu untuk segera masuk ke dalam dapur dan mempersiapkan sarapan untuk Uchiha bersaudara. Meski waktu masih menunjukkan pukul 06.02 pagi tapi tak menyurutkan semangat Sakura untuk bekerja. Sakura menaruh barang-barang miliknya di kamar yang telah disiapkan pelayan yang lain. Yah, mulai hari ini Sakura akan tinggal di rumah keluarga Uchiha. Mikoto paham betul dengan kondisi Sakura sebagai seorang Mahasiswi dan menawarkan pada Sakura untuk tinggal di rumahnya sementara waktu. Sakura sangat senang dan langsung menerima tawaran Mikoto meski harus bertemu lagi dengan Itachi.
Sup tomat adalah menu yang akan dibuat oleh Sakura saat ini. Baginya itu sangatlah mudah, praktis dan menu yang sehat tentunya.
"Semoga mereka mau memakan makanan ini…" Batin Sakura
Tok…Tok…..
Tok..Tok..Tok
Clek…..
"Hn? " Tanya seorang pemuda yang baru saja membuka pintu kamarnya
"Ano.. sarapan sudah siap Sa..suke-sama.." ucap Sakura gugup. Sasuke mengamati wajah Sakura sejenak. Cantik! Itulah kata pertama yang keluar dari hatinya. Rambutnya yang berwarna pink lembut, kulit putih nan mulus serta matanya yang selalu bersinar bagaikan emerald mampu membuat Sasuke kagum. Namun karena Sakura hanya seorang pelayan biasa ia membuang jauh-jauh pikiran itu.
"Aku ingin mandi dulu…" jawab Sasuke datar dan langsung menutup pintu kamarnya..
Sakura yang sudah melakukan pekerjaannya bergegas mengambil tas miliknya. Jam delapan pagi ia akan masuk kuliah. Setelah berpamitan pada Mikoto, Sakura segera berjalan menuju kampusnya.
Tak sampai 10 menit Sasuke akhirnya keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Didapatinya Itachi sudah duduk kewalahan tak sanggup lagi menyuap makanan itu ke mulutnya.
"Hah… cobalah Sasuke.. kalau kau tidak akan melepaskannya …" kata Itachi sambil menepuk-nepuk perutnya..
"Cih, makanan murahan ini mana bisa selalu turun di perutku." Balas Sasuke lalu duduk bersebrangan dengan Itachi.
"Apa itu benar? Kemarin saja kau menghabiskan 2 piring Sa…suke." Itachi tersenyum sinis pada Sasuke sambil menunjuknya dengan sumpit.
"Hn. Baiklah…Makanan ini memang sangat enak." Sahut Sasuke datar.
Kedua Uchiha bersaudara itu betul-betul kagum dengan kemampuan Sakura dalam memasak.
"Pasti si pinky itu sudah lama sekali jadi pembantu" gugam Sasuke menyeringai.
…..
Sasuke tengah berjalan menuju kamarnya. Namun langkahnya terhenti di depan pintu kamar Sakura. Entah apa yang ada dipikiran Sasuke, iapun segera masuk ke dalam kamar Sakura. Kamar Sakura begitu rapi. Semua barang-barang pribadi milik Sakura terpampang di meja kecilnya. Sasuke tertarik pada deretan buku-buku milik Sakura yang tak seberapa banyak. Sasuke terkekeh dengan semua buku-buku milik Sakura.
"Hahah, pembantu itu punya selera yang bagus juga. Buku tentang anatomi manusia, biokimia, fisiologi manusia dan buku kesehatan masyarakat dia punya." Sahut Sasuke sembari membuka lembar demi lembar. Buku yang agak usang menandakan bahwa buku itu sering dibuka dan dipelajari. Ayolah ini seorang Uchiha. Ia pandai menganalisa sesuatu. Iyakan? Ditambah lagi ia adalah seorang calon dokter.
Sambil memegang buku Sakura Sasuke memperhatikan pakaian milik Sakura yang Sakura lipat tadi pagi menurutnya jauh dari kata 'layak' untuk dikenakan gadis secantik dia. Sasuke mendesah. Ia tiba-tiba teringat Karin yang selalu saja menghambur-hamburkan uang demi baju pajangan di mall dan tak pernah absen berkonsultasi di klinik kecantikan . Toh wajahnya masih kalah cantik dengan wajah milik Sakura yang super natural.
"Tapi dari tadi pagi aku tidak melihat pinky itu. Kemana yah dia?" batin Sasuke lalu menutup buku Sakura Setelah puas melihat isi kamar Sakura, Sasuke segera berjalan keluar.
.
.
.
.
"Tadaima…" sahut Sakura sambil melepas sepatunya.
"Okaeri Sakura-chan" kata seorang pelayan di dapur.
"wah, kelihatannya enak Bi." Kata Sakura sambil memegang perutnya yang keroncongan daritadi
"Aku sengaja membuatkanmu Sakura. Kau pasti sangat lelah. Sudah.. sekarang kamu mandi dulu sana." Balas Bibi itu dengan tersenyum
"Arigatou Bi.." Sakura menghambur pelukannya untu Bibi yang baik hati itu…
Skip time
Akhirnya sudah seminggu lebih Sakura tinggal dikediaman megah Uchiha. Tak banyak yang berubah.
"Sakura… Sakura.." panggil Mikoto dengan riangnya. Ia mencari-cari Sakura. Dan yap! Sakura sedang mengepel kamar milik Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya tiduran sambil membaca komik naruto (*pisss ^_^) ia melihat ibunya sekilas lalu kembali berkonsentrasi penuh dengan komiknya.
"Sakura… minggu ini Sasuke dan Itachi akan pergi ke villa keluarga. Tolong kamu siapkan semua keperluan mereka berdua yah." Sahut Mikoto
"Baik, Bi.." balas Sakura sambil menunduk.
"Aku ingin Sakura juga ikut." Suara bariton itu membuat Mikoto sangat senang. Akhirnya ia lega, Sakura pasti akan melayani semua keperluan anaknya disana dan membuatnya tidak khawatir lagi.
"Ta..tapii…" raut ragu muncul di jidat Sakura
"Ide bagus Sasuke.! Sakura kamu juga berkemas yah…" sahut Mikoto dengan riangnya.. sedangkan Sasuke hanya tersenyum simpul dibalik komiknya.
Di kamar Sakura.
Sakura tengah mengacak-acak isi tas besarnya. Ia mencari dan memilih pakaian yang akan dikenakannya nanti selama 3 hari disana. Ia mulai putus asa.
"Ada apa?" suara Sasuke di depan pintu mengagetkan Sakura.
"Ah..tidak apa-apa Sasuke-sama…" sahut Sakura lalu kembali berkutik dengan tasnya.
"Apa kau sibuk? Bisa temani aku belanja?" Tanya Sasuke
DEG…
Sakura menjadi salah tingkah. Pergi berduaan saja dengan Sasuke? Ah yang benar saja…
"Eh..I..iyaa Sasuke-sama… " balas Sakura gugup.
"Ah…dia manis sekali" batin Sasuke
"Aku menunggumu dibawah Sakura…." Sasuke lalu pergi meninggalkan Sakura mematung di dalam kebahagiaan (?)
Sedangkan Itachi? Ada dimana dia?
"Semoga kau bisa menerima Sasuke nanti sebagai penggantiku Sakura" batin Itachi yang memperhatikan mereka berdua sambil tersenyum.
….
Sakura dan Sasuke kini telah tiba disalah satu pusat perbelanjaan termahal di Tokyo yap Tokyo Midtown. Sakura membelalakkan matanya.
"Besar sekali.." gugam Sakura dengan mata berbinar
"Ehemm.." kode dari Sasuke membuat Sakura cepat-cepat menyamai langkah Sasuke yang sudah lebih dulu berjalan masuk ke dalamnya.
"Aku ingin melihat-lihat pakaian disini. Tidak lucu kan kalau kau menunggu dan mengikutiku. Disana ada pakaian wanita. Kau kesanalah kalau ada yang kau suka bawa saja kemari." Ucap Sasuke datar dan menyisakan Sakura dengan ekspresi kaget dan tidak percaya.
"Ta…tapi.."
"Apa kau ingin terus disini dan mengganggu konsentrasiku?"
"Ba..baikk Sasuke-sama.." jawab Sakura dan segera berjalan menuju tempat yang Sasuke tunjukkan.
"Wahhh semuanya bagus.." batin Sakura.
Ia dengan girangnya melihat-lihat pakaian di mall itu. Beberapa perempuan cantik nan seksi yang melihat Sakura Nampak menertawakan gaya busana jadul yang Sakura kenakan. Sakura yang refleks menyadari hal itu hanya bisa pasrah dan berdiam diri.
Sedangkan Sasuke memilih pakaian sembari menatap Sakura dari kejauhan yang sedang kebingungan. Ia kemudian mengambil satu potong pakaian dan berjalan menuju kasir untuk segera membayarnya.
"Aku harus pilih yang mana" Tanya Sakura dalam hati. Jujur saat ini ia sangat membutuhkan pakaian-pakaian ini.
"Biar kubantu" suara baritone Sasuke lagi-lagi mengagetkan Sakura.
"Bagaimana dengan ini?" Sasuke mengambil sebuah dress berwarna kuning.
"A..ano Sasuke-sama maaf.. potongannya terlalu pendek.."
"Yang ini?"
"Gomen Sasuke… kainnya sangat tipis dan transparan…"
"Hn.. jadi seperti apa yang kau inginkan Sakura.?" Sasuke memutar matanya bosan
Perempuan-perempuan yang menertawakan Sakura tadi kini hanya bisa gigit jari melihat pemandangan yang indah. Ya siapa lagi kalau bukan Sasuke Uchiha sang pria tampan itu. Namun mereka justru iri pada Sakura yang kini berhadapan dengan Sang Uchiha.
Sakura kemudian dengan cekatan memilah-milah deretan baju itu. Sakura menemukan 5 potong pakaian yang ingin dicobanya dahulu. Sasuke juga memberikan 5 potong pakaian lagi pada Sakura. Sakura hanya mengangguk dan kemudian masuk untuk mencobanya.
Pakaian pertama…
Dress merah jambu dengan pita hitam sebagai ikat pinggangnya..
"Bagaimana dengan ini Sasuke?" Tanya Sakura sambil menggoyang-goyangkan dressnya. Sasuke benar-benar takjub dengan penampilan Sakura. Sangat cantik! Puji Sasuke dan sukses membuat Sakura tersipu malu. Akhirnya baju yang terakhir. Sakura keluar dari ruang ganti dengan wajah lelah.
"Hah. Ini yang terakhir Sasuke semuanya bagus-bagus. Gomenasai." Sahut Sakura menunduk.
"Hn..Semua bajunya cocok kau kenakan Sakura. Kau boleh mengambil sepuluh pakaian itu biar aku yang bayar " kata Sasuke. Namun Sakura justru menolaknya.
"Eh..tidak Sasuke-kun. Aku hanya ingin baju yang ini. Aku hanya butuh satu." Ucap Sakura jujur dan segera mengembalikan sembilan pakaian yang lain ke namun ditahan oleh Sasuke.
"Tolong bawa semuanya ke kasir." Perintah Sasuke dan langsung dituruti wanita penjaga itu yang diam-diam juga naksir sama Sasuke (?)
Sepanjang Perjalanan Pulang Sakura tidak banyak bertanya pada Sasuke. Sedangkan Sasuke juga berkonsentrasi dengan mobilnya. Entah mengapa perasaan Sakura yang dulu hampa kini telah terisi oleh kehadiran Sasuke di dekatnya. "Arigatou Sasuke-sama!" kata hati Sakura malu-malu.
"Sakura…. Aku ingin menanyakan sesuatu." Tanya Sasuke hendak memulai percakapan.
"Silahkan Sasuke-sama" balas Sakura cepat.
"Kenapa kau memutuskan jadi seorang pelayan? Orang tuamu ada dimana memangnya?"
"…."
Sakura menunduk sedih. Matanya terlihat berkaca-kaca dan membalikkan wajahnya kea rah kaca mobil.
"mereka sudah lama meninggal dan sejak kecil aku sudah terbiasa menghidupi diriku sendiri. Makan dari sisa makanan orang lain, dan tidur ditempat yang sepi dan aman. Aku bahkan rela makan hanya 1x sehari untuk menabung uang demi membayar uang sekolahku." Ujar Sakura pasrah mengingat masa lalunya yang begitu suram.
Sasuke hanya diam mematung. Menunggu cerita Sakura selanjutnya.
"Namun saat aku SMA kehidupanku agak sedikit berubah. Aku selalu dipanggil untuk menjadi guru privat oleh orang tua. Mereka memercayaiku mendidik akhirnya bisa mendapat uang tambahan lagi Dan sampai akhirnya saat aku lulus SMA aku nekat melanjutkan pendidikanku. " Sakura tersenyum pahit.
"Selama 2 tahun jadi mahasiswi aku selalu bekerja paruh waktu. Sampai akhirnya saat aku hendak melamar di toko bunga aku bertemu ibumu. Entah mengapa hari itu ibumu terus memperhatikanku sampai akhirnya beliau menawarkan pekerjaan di rumahnya. Dan tadaaa! Aku ada disini sekarang berkat ibumu." Sahut Sakura tersenyum lebar.
"Ja..jadi kau seorang mahasiswi?" Tanya Sasuke tak percaya.
"Ya, sama dengan dirimu, aku juga calon dokter." Ujar Sakura tersenyum manis. Sasuke hanya takjub melihat sosok wanita hebat disampingnya. Ia Nampak terkagum-kagum dengan kehidupan Sakura.
"dokter? That's Amazing girl" batin Sasuke.
"Pantas saja aku menemukan banyak buku kedokteran di kamarmu" ucap Sasuke.
"Hey, kau baru saja menjelajahi kamarku yah?" Sakura menuding Sasuke dengan ekspresi was-was.
"Memangnya kenapa? Kamarmu bagian dari rumahku." Balas Sasuke.
SKAK MAT…
Sakura hanya terdiam. Memang betul yang dikatakan Sasuke. Sakura berpikir pasti ini baju-baju ini ada hubungannya saat Sasuke masuk ke dalam kamarnya dan melihat semua barang-barangnya.
"Sasuke-sama… Arigatou-" kata Sakura tiba-tiba
"Apa? Aku tidak mendengarnya? Bisa ulangi lagi?" ujar Sasuke tersenyum sambil mendekatkan kupingnya.
"Ck, tidak jadi.." balas Sakura cepat. "Ternyata keluarga uchiha mempunyai pendengaran yang buruk-." Sambung Sakura. Sasuke hanya tertawa.
"Apa kau bilang?" heii aku ini majikanmu tahu-."
"Iya aku tahu.. Terima kasih yah Sasuke-sama." Ujar Sakura tersenyum pada Sasuke.
"Hn…" Sasuke membalas senyuman Sakura.
Mobil Sasuke berhenti saat berada di garasi mobilnya. Sakura bersiap-siap untuk turun.
"Sakura..?"
"Besok aku akan mengantarmu ke kampus."
Hening…
"Kenapa? Kau tidak mau yah?"
"Mengantarku dengan mobil ini Sasuke-sama?'' Tanya Sakura tak percaya.
"Iya Sakura-chan!" Sasuke memutar matanya bosan.
"Ta..tapi.."
"Kenapa? Tidak sudi yah?"
"Bu..bukan begi-"
"Lalu apa?"
"Masalahnya kampusku ada diseberang rumah besarmu ini SAAAASSSUKEEE-SAMA! " balas Sakura sambil terkekeh.
Karena tujuan hidupmu bukan untuk membahagiakan masa lalumu..
Tapi membuat masa depanmu bercahaya..
Mereka yang telah tiada ada di masa lalu
Mungkin saja menantikanmu di masa depan
Sabar dan berusahalah.
To Be Continued
Terima kasih telah membaca sampai akhir
Mind to Review? ^^
