Rain on the Moonlit Night

Staring : Do Kyung Soo EXO, Byun Baek Hyun EXO,

Supporting Cast : Kim Taeyeon SNSD, Kim Young Min CEO SMe,

Cameo : Member EXO, Staff SM, Member SNSD

Length : Two Shoot (Tentative)

Rating : M

Disclaimer : Ini hanyalah fiktif belaka. Fakta-fakta yang disuguhkan hanyalah secuil kesengajaan yang digunakan sebagai kebutuhan cerita. Alur cerita terinspirasi dari lagu EXO-k Moonlight dan kisah-kasihnya BaekYeon. Perasaan Kyungsoo murni dari lirik lagu tersebut.

-Ai Zhi Lan-

Chapter 2,

.

"Siapa dia, Kyungsoo?"

Entah kenapa perasaan Baekhyun bisa campur aduk seperti ini. Kenyataan bahwa Kyungsoo suka atau bahkan mencintai sesama jenis memang membuat Baekhyun kaget. Namun dilubuk hatinya yang entah sebelah mana, ada perasaan tidak rela.

Perasaan tidak rela bila Kyungsoo harus mencintai orang lain. Harus membagi perhatiannya dengan orang lain. Namun di satu sisi, Baekhyun juga ingin tau, siapa orang yang dicintai Kyungsoo itu.

"Siapa, Kyungsoo?" Tanya Baekhyun untuk yang ketiga kalinya.

Mulut Kyungsoo perlahan membuka. Tanpa sepengetahuan Baekhyun, keringat dingin meluncur dari dahinya. Tangannya bergetar. Rasanya ingin kabur saja dari tempat ini. Rasanya ingin menarik kembali ucapannya barusan.

Oh… Seandainya ada mesin pembalik waktu. Tapi itu tidak ada dan kabur bukan pilihan yang tepat sekarang. Semua harus diperjelas sekarang. Perasaannya harus diperjelas sekarang.

"Kau." Tanpa sadar air mata meleleh dari sudut mata Kyungsoo.

Baekhyun membuka mulutnya tidak percaya. "Siapa?"

"Kau adalah orangnya. Kau adalah bulanku. Kau! Orang yang kucintai walaupun kau adalah lelaki yang normal! Walaupun kau menyukai Kim Taeyeon!" Kyungsoo menghirup nafas berat, sedapat mungkin memenuhi rongga paru-parunya dengan udara segar. Tapi rasanya sesak sekali.

"Selama ini, aku hanya bisa melihatmu dari belakang saat kau bersama wanita atau lelaki lain, berharap punggungmu akan membalik dan mencariku. Walaupun itu tidak pernah terjadi, tapi aku tetap senang memiliki perasaan ini kepadamu," Kyungsoo menatap Baekhyun yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Sepertinya aku sudah banyak bicara malam ini. Aku pergi dulu," Kyungsoo menyekai air matanya dengan kasar dan berlari pergi meninggalkan Baekhyun yang masih belum bisa mencerna apa yang barusan di dengarnya.

"Kyungsoo… menyukaiku?" Baekhyun menarik nafasnya pelan. Bau dingin dari air hujan masuk ke hidungnya. "Kyungsoo, bagaimana mungkin?"

Baekhyun terdiam dan ditengah diamnya, kata-kata Kyungsoo saat menyemangatinya untuk menembak Taeyeon perlahan muncul kembali ke otaknya.

"Seseorang yang sebelumnya tidak menaruh perasaan apa-apa kepadamu pasti akan berubah saat kau mengatakan kau menyukainya. Dia pasti akan merasakan getaran yang kau rasakan saat kau mengungkapkan perasaan itu. Jadi apa salahnya mencoba menyatakan cintamu?..."

Baekhyun menghirup nafasnya perlahan.

"…..Dia pasti akan merasakan getaran yang kau rasakan saat kau mengungkapkan perasaan itu,"

"…Getaran…

….Perasaan itu,"

"Kyungsoo… Sepertinya aku baru saja, merasakan getaran itu… Perasaan ini terasa aneh…" bisik Baekhyun.

.

Ai Zhi Lan

.

BLAM!

Kyungsoo menutup pintu kamar mandi dan bersandar dibelakangnya. Ia menyalakan shower untuk meredam isak tangisnya yang datang tanpa diminta.

Kyungsoo bodoh!

Tidak seharusnya kau mengatakan hal tersebut kepada Baekhyun!

"Bagaimana sekarang? Bagaimana aku harus memandang Baekhyun setelah kejadian malam ini? Bagaimana aku bisa mengangkat daguku saat bertemu dengannya?

Kyungsoo bodoh! Ottohkae?" Tubuh Kyungsoo melorot kelantai dengan kedua kakinya terangkat menutupi kepalanya.

Ottohkae…

Dan airmata Kyungsoo turun bersamaan dengan air dari shower yang terus mengguyur tubuhnya.

Gaseumi unda…

Gaseumi Sorichinda…

Han sarameul saranghago shiposeo..

(Hatiku menangis, Hatiku berteriak, Karena aku ingin mencintai seseorang.)

.

Ai Zhi Lan

.

Baekhyun tidur telentang menatap langit-langit kamarnya. Tidak benar jika disebut menatap, karena sebenarnya tatapan matanya kosong. Matanya menerawang mencoba menerka apa yang akan terjadi padanya di masa depan.

Kau adalah orangnya…

…Kau adalah orang yang kucintai.

Baekhyun mengacak-acak rambutnya dengan sebal, begitu kalimat Kyungsoo berputar kembali di otaknya. Ia memegang dada bagian kirinya, tepat dimana jantungnya berdetak tidak keruan.

"Perasaan ini… Aku belum pernah merasakannya saat bersama Taeyeon noona, bahkan saat ia menciumku..."

Perasaan ini berbeda…

Lalu bayangan akan perjumpaan Baekhyun pertama kali dengan Kyungsoo. Matanya yang bulat. Tatapan tajam yang menghujam…

Senyumnya…

Senyum lebar di bibirnya dan senyum melengkung yang manis di matanya…

Deg! Deg! Deg!

Dada Baekhyun kembali berdegup tidak keruan. Mata sipitnya melebar, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dipikirkannya.

"Ah! Ini semua membuatku gila!" pekik Baekhyun. Ia segera mematikan lampu dimeja dan menarik selimut tebal hingga menutupi kepalanya.

Kyungsoo… Sebenarnya apa yang kurasakan ini? Apa aku juga menyukaimu?

"AAAH!" Baekhyun menendang gulingnya sampai jatuh ketanah kemudian menarik selimutnya lebih erat ketubuhnya. Dia kesal tanpa tahu apa yang dikesalkannya.

.

Ai Zhi Lan

.

"Kyungsoo… kau cukup tersenyum ramah," Kyungsoo menggumam dan menatap wajah tampannya di cermin. Dari bibirnya tersimpul senyuman yang dibuat-buat.

"Kau cukup menyapanya, 'hai Baekhyun, apa kabar?' lalu pelan-pelan kau katakan, 'Baekhyun Ah, tolong lupakan kata-kataku semalam'," Mata Kyungsoo berbinar cerah. "Ide yang bagus," batinnya.

Namun tidak butuh waktu yang lama untuk senyum itu kembali memudar. "aku tidak yakin bisa melakukan itu."

Kyungsoo memegang tengkuknya dan berangsur-angsur keluar dari kamarnya. Diluar kamar semua orang sudah berisik membicarakan jadwal mereka masing-masing. Kyungsoo yang masih memegangi tengkuknya, bingung apa yang harus dilakukannya.

Dari kejauhan, Baekhyun menatap Kyungsoo. Mulutnya membuka hendak berbicara dan kakinya terangkat hendak berjalan, namun Kyungsoo buru-buru menghindarinya. Sepertinya ini tidak akan mudah bagi keduanya.

Baekhyun mendesah pelan sebelum bergabung dengan pembicaraan member lainnya.

.

Ai Zhi Lan

.

Ada yang berbeda dengan mobil yang ditumpangi EXO-k hari ini. Yeah… bukan mobilnya yang berubah. Melainkan suasana didalamnya. Baekhyun tidak banyak bicara. Baekhyun tidak banyak tertawa dan melakukan hal yang tidak penting seperti biasanya.

Mata sedihnya menatap punggung Kyungsoo yang duduk di bangku depan bersama Suho. Walaupun mereka tidak melakukan apa-apa, tapi tetap saja itu menyebalkan. Biasanya, Kyungsoo kan selalu duduk disampingnya? Atau setidaknya, tidak pernah jauh-jauh darinya.

Kenapa Kyungsoo harus seperti ini? Menyebalkan…

.

Ai Zhi Lan

.

Masih sama seperti di dalam mobil. Kyungsoo selalu menempel dengan Suho dan Baekhyun menatap punggungnya dari belakang.

"Inikah rasanya? Melihat punggung seseorang dari belakang dan berharap punggung itu akan berbalik?" batin Baekhyun.

Baekhyun masih berjalan dengan linglung saat ia dan rombongan EXO bersebelas melewati baris Sembilan gadis yang tampak segar dengan seragam khas Sekolah Menengah Atas. Bukan. Mereka bukan trainee baru atau murid sekolah yang salah masuk, mereka adalah SNSD.

Mata Baekhyun langsung melebar begitu sadar siapa yang baru saja melewatinya dan tersenyum basa-basi kepadanya.

"Kim Taeyeon ssi…" Teriak Baekhyun.

Tidak hanya Taeyeon yang menoleh melainkan Kyungsoo. Ia sudah mengira ini akan terjadi. Dan ia harus dipaksa melihat punggung itu perlahan menjauhinya. Seperti biasa…

Tidak ada yang berubah. Tidak akan.

.

Ai Zhi Lan

.

Taeyeon menatap lalu lintas yang bergerak ceepat dari rooftop gedung SMe. Angin usil membelai rambut panjangnya yang terurai. Oh… Bukankah, rambut itu baru saja ditata oleh hairstylist-nya tadi? Hufft… Angin ini benar-benar menyebalkan.

"Apa yang ingin kau tanyakan, Baekhyun Ah?" Taeyeon menoleh dan membiarkan rambutnya menyapu wajahnya.

Baekhyun memandang pemandangan itu dalam diam, "Aku hanya ingin mengatakan hal yang selama ini ingin kukatakan.. sebagai kekasihmu."

Taeyeon membulatkan matanya dan membuka mulut seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Kau…?"

"Aku tahu mungkin selama ini noona tidak menyukaiku. Dan aku pikir aku sangat mencintai noona sampai-sampai mataku tidak bisa melihat orang lain selain noona," Baekhyun menatap kedalam mata Taeyeon yang menatapnya perhatian.

Diluar dugaan wanita itu memperhatikan setiap kata-kata yang keluar dari mulut slengekan Baekhyun.

"Apa kini kau sudah menyukai orang lain?" tanya Taeyeon tepat menusuk jantung Baekhyun.

"Ap… Apa? Aku… bukan itu," Baekhyun gugup dan itu terlihat jelas di mata Taeyeon.

"Lalu apa yang mau kau katakan?"

"Aku mohon noona mau menjadi partnerku. Aku akan bekerja dengan baik. Aku tidak akan menjadi parasit lagi bagimu. Jika aku melakukan kesalahan kau boleh memukulku," ucap Baekhyun bersungguh-sungguh. Ia menundukkan kepalanya sebagai bentuk keseriusannya.

Taeyeon menyunggingkan senyum singkat di bibirnya. Ia mendekati Baekhyun dan menangkap kedua bahu Baekhyun dengan tangannya.

"Rain on the Moonlit Night," kata Taeyeon. Baekhyun yang tidak mengerti mengangkat kepalanya dan menatap Taeyeon.

Taeyeon melepaskan pegangan tangannya di bahu Baekhyun seraya berkata, "Dunia hiburan diibaratkan sebagai malam dengan gemerlapnya bintang. Bulan adalah siklus popularitas para bintang yang menghiasi malam, dan hujan adalah skandal yang menutupi cahaya dari sang bulan."

Baekhyun yang tidak begitu mengerti dengan ucapan Taeyeon, mencoba memutar otaknya lebih keras. Sementara itu, mata Taeyeon menerawang kearah bulan yang terlihat samar disebelah timur, tertutup oleh senja yang cantik.

"Bulan purnama adalah puncak kesuksesan seorang artis. EXO tengah mengalami hal itu, mengalami saat-saat ia berada di puncak dengan sinarnya yang penuh berkilat-kilat di malam hari…"

"Dan sekarang, kami mengalami banyak masalah termasuk skandalku dengan noona, yang disebut dengan hujan?" sela Baekhyun mencoba mencari jawaban dari peribahasa yang diucapkan Taeyeon.

Taeyeon tersenyum, "Rain on the Moonlit Night. Hujan disaat malam bulan purnama. Skandal disaat kesuksesan para artis." Ia memandang Baekhyun sesaat, "Tenang saja. Saat hujan itu mereda dan mendung menghilang, sinar bulan memang meredup tapi bukan menghilang, melainkan berganti dengan sinar matahari yang begitu terang di pagi hari…"

Baekhyun tersenyum walaupun hanya sedikit yang ia mengerti dari ucapan Taeyeon. Yeah, bukankah intinya adalah kata-kata positif dari seorang sunbae yang sudah mencapai puncak kepopularitasnya, kepada seorang hoobae yang baru belajar berjalan seperti dirinya?

"Mulai sekarang, mari kita menjadi partner yang romantis. Bukankah kita sepasang kekasih?" Taeyeon tersenyum bahagia berlatarkan angin usil yang menerbangkan rambutnya.

Sekarang, Kim Taeyeon terlihat lebih cantik dari sebelum-sebelumnya. Baekhyun menyukainya yang seperti ini. Perasaan seorang fanboy yang mendapatkan fanservice dari idolnya. Perasaan ini akan tetap menjadi seperti ini. Menjadi perasaan seorang fanboy. Tidak akan lebih.

"Terimakasih noona."

Taeyeon melipat bibirnya dan terdiam beberapa saat. "Aku juga minta maaf karena terlalu kasar padamu beberapa hari belakangan. Aku hanya tidak ingin perasaan fans fanatikku dimainkan oleh orangtua itu."

Baekhyun tertawa lepas disambut oleh Taeyeon.

"Sepertinya aku harus kembali sekarang. Selesaikan semua masalah hatimu dan jadilah Byun Baek Hyun yang selama ini dikenal oleh fansmu," ujar Taeyeon sembari mengacak-ngacak rambut Baekhyun, sebelum melambaikan tangan dan pergi dari hadapannya.

"Gomawoyo Kim Taeyeon ssi," Kata Baekhyun menatap punggung Taeyeon yang semakin menjauh. "Sekarang, mari kita selesaikan perasaanku dengan Kyungsoo."

Baekhyun berjalan sambil mengangguk-angguk berusaha membuat kalimat yang tepat jika ia bertemu dengan Kyungsoo nanti. Akankah semuanya berjalan dengan mudah?

.

Ai Zhi Lan

.

Kyungsoo melirik jam dinding yang terpajang di atas televisi. Belum begitu malam, bahkan bisa dibilang masih sangat sore, tapi kesembilan member EXO sudah tertidur pulas ditempatnya masing-masing. Jadwal individual maupun grup yang padat, membuat semuanya langsung terlelap begitu melihat bantal. Terkecuali, Baekhyun yang memang ada urusan diluar…katanya, dan Kyungsoo yang entah kenapa tidak bisa tertidur sampai saat ini.

Kyungsoo berjalan menuju pintu depan dan menyibak tirai yang menutupi jendela disamping pintu depan. Dari situ ia bisa melihat sosok Byun Baek Hyun yang berjalan menuju tempatnya sekarang.

"Wajah yang bahagia itu? Sepertinya Kim Taeyeon akan selalu menjadi satu-satunya orang yang ada dihatinya," lirih Kyungsoo yang langsung menutup tirai dengan kasar.

Dari luar Baekhyun melihat itu semua. Melihat saat Kyungsoo memandangnya dan menutup tirainya. Seolah mendapatkan pertanda buruk, Baekhyun segera berlari meraih gagang pintu. Namun…

"Sial! Dikunci!"

Baekhyun buru-buru mencari kunci dorm di saku celananya dan berusaha membuka pintu itu setenang mungkin. Ia tidak ingin membangunkan para member lainnya dan merusak waktu berduanya dengan Kyungsoo, karena ia yakin Sembilan orang itu pasti sudah bermimpi dialamnya masing-masing saat ini.

"Kyungsoo ya…" Baekhyun mencoba memanggil Kyungsoo dari balik kamar Kyungsoo, Sehun, dan Luhan.

"Kyungsoo, aku tahu kau ada di dalam. Tolong keluarlah sebentar, aku ingin bicara," ucap Baekhyun lirih.

"Kau saja yang masuk."

"Sehun dan Luhan hyung tidak ada di dalam," ujar Kyungsoo sebelum pada akhirnya membukakan pintu untuk Baekhyun dan menantangnya dengan tatapan mata yang tajam. "Ada apa?"

Baekhyun terkejut dengan perubahan Kyungsoo yang mendadak menjadi sedingin ini. Diluar itu, Kyungsoo-pun tidak mengerti kenapa dia bisa semarah ini dengan Baekhyun. Apa salahnya jika namja itu menemui Taeyeon yang notabene-nya adalah kekasih Baekhyun sendiri?

"Kau marah? Padaku?" Tanya Baekhyun mencoba mencari jawaban dari wajah Kyungsoo yang tiba-tiba menunduk.

"Tidak. Aku hanya ngantuk, aku ingin tidur," Kyungsoo mengangkat wajahnya kembali dan merubah raut mukanya menjadi ramah walaupun terkesan dipaksakan. "Sehun dan Luhan hyung tidur di kamar member yang lain, sebagai gantinya kau boleh menggunakan kamar ini."

Mata Baekhyun lupa bagaimana caranya berkedip. Ia terus memandang Kyungsoo yang mulai risih dengan sikapnya dan perlahan membalik badanya meninggalkan Baekhyun.

Tepat saat kaki Kyungsoo melangkah untuk yang ketiga kalinya, Baekhyun melangkahkan kakinya lebih cepat dan mendekap tubuh mungil Kyungsoo dengan sigap.

Kyungsoo tidak punya waktu untuk menghindar dan ia juga tidak ingin lepas dari pelukan Baekhyun sebenarnya.

"Baekhyun ah…"

"Tolong jangan menolak. Sebentar saja…" Baekhyun mempererat pelukannya dan meletakkan dagunya di bahu kanan Kyungsoo. Kyungsoo sendiri tidak menolak, ia memegang tangan Baekhyun yang melilit tubuhnya dan bermain dengan buku-buku jari Baekhyun.

"Ada apa? Apa Taeyeon noona menyakitimu lagi?"

Baekhyun menggeleng pelan. Kepalanya menyusup keleher Kyungsoo dan mencium aroma tubuh namja itu. Hati Kyungsoo berdesir. Apa yang Baekhyun lakukan?

"Kalau boleh aku bertanya…"

"Ne…" Jantung Kyungsoo mulai berdegup kencang. Ia tidak sanggup dengan apapun yang ditanyakan Baekhyun setelah ini.

"Sabun apa yang kau gunakan saat mandi tadi?"

Mata Kyungsoo melebar dan ia sempat berhenti bernafas untuk beberapa detik, sebelum melepas lilitan tangan Baekhyun dan menjauhkan kepala Baekhyun dari bahunya.

"Dasar gila! Mandilah dan segera tidur," Kyungsoo bergerak menuju pintu, menutupnya dengan pelan, lalu beranjak tidur di ranjangnya.

Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kenapa Kyungsoo seperti itu? Padahal Baekhyun baru saja akan mengeluarkan kata-kata yang romantis setelah itu. Sial! Ia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Sempat ia melihat Kyungsoo yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Ia baru sadar, udara benar-benar dingin setelah Kyungsoo melepaskan pelukannya.

Ah! Apa yang kau pikirkan Baekhyun Ah!

.

Ai Zhi Lan

.

Kyungsoo yang sebenarnya belum tertidur, tiba-tiba saja dikejutkan oleh tangan dingin yang menggenggam tangannya.

"Baekhyun Ah?"

"Ne?" Jawab Baekhyun dari balik punggung Kyungsoo.

"Tanganmu… dingin," Ujar Kyungsoo basa-basi menyembunyikan kegugupan di hatinya dan debaran jantungnya yang tidak bisa diam.

"Sepertinya aku kedinginan,"

"Oh…"

Hening sejenak. Tubuh Baekhyun semakin merapat ketubuh Kyungsoo, dan ia bisa merasakan tangan dingin itu memeluk tangannya yang sedang memeluk guling.

Kyungsoo menarik gulingnya kedadadanya. Ia tidak ingin, Baekhyun mengetahui degupan dadanya yang semakin mengencang seiring dengan bertambah eratnya pelukan Baekhyun ditubuhnya.

"Baekhyun Ah?"

"Ne?"

"Bukankah kau tahu, kalau aku menyukaimu?" Kyungsoo menggigit ujung gulingnya.

"Iya, aku tahu."

"Lantas kenapa kau melakukan ini kepadaku?"

"Udara sangat dingin Kyungsoo, selimut saja tidak cukup untukku."

Kyungsoo memejamkan matanya dan membenamkannya di guling empuknya, mencoba untuk tidak terisak atau sekedar menitikkan airmata.

"Hanya sekedar menghangatkan diri," batin Kyungsoo pilu.

"Tapi aku tidak mungkin melakukan hal ini kepada orang yang tidak aku cintai."

Hati Kyungsoo mencelos namun ia berusaha realistis dengan menganggap ucapan Baekhyun barusan mungkin saja berarti lain. Berbeda dengan yang ada dipikirannya. Bukankah selama ini begitu?

"Kalau boleh tau apa yang kau bicarakan dengan Taeyeon noona tadi?"

Baekhyun gusar. Tubuhnya bergerak-gerak tidak tenang sebelum kembali memeluk Kyungsoo dengan lembut. "Bisakah kita tidak membahas itu?"

"Aku ingin tau, sebagai seseorang yang bersedia memberikanmu kehangatan malam ini," ucap Kyungsoo yang heran dengan apa yang barusan ia katakan. Darimana ia mendapat kalimat seperti itu?

Tangan Baekhyun yang tadinya melingkar di tangan Kyungsoo turun keperutnya dan menggapai resleting celana Kyungsoo.

"Aku berhenti mencintai Taeyeon noona, karena aku telah menyukai orang lain,"

Kali ini Kyungsoo benar-benar lupa bagaimana caranya bernafas. Ini terlalu tiba-tiba. Ini… tidak bisa dipercaya…

CTEK!

SRAT…

Kyungsoo bisa merasakan tangan dingin Baekhyun melepas kancing celana dan membuka resletingnya. Kyungsoo hanya bisa merasakannya tanpa bisa bereaksi apa-apa saat tangan itu menyusup kedalam celana dalamnya dan menyentuh sesuatu yang tengah terbangun didalamnya.

"Baeky?"

"Kamu tidak bertanya, siapa dia?"

"Aku hanya tidak mau menebak dan tidak mau berharap apapun dari dirimu Baekhyun… Eungh," Kyungsoo menggigit gulingnya dan mencengkramnya erat-erat berusaha meredam desahannya saat tangan Baekhyun mengelus-elus penisnya.

"Kalau perkataan dari mulutku tidak bisa membuatmu percaya, Kyungsoo… Biarlah tubuh kita yang berbicara," Baekhyun menggenggam penis Kyungsoo yang mengeras dan mencengkeramnya dengan keras. Sektika itu juga Kyungsoo berteriak melupakan segala pikiran tidak penting yang sempat menyusupi pikirannya.

.

.

To Be Continued

NC for the next chapter…

Plis ya... ini bulan puasa, NCnya ntar aja kalo habis lebaran. Habis ngitung uang saku masing-masing trus sisihin buat beli pulsa deh... Sukur-sukur kalo ada dari para reviewers yang mau ngebeliin gue pulsa.. :P

HAHA...

Btw, Thank You for all reviewers or bacoters... :3

OhSooYeol, justicedamnbhoon , ellaelysia , Song hyo ji , Song hyo ji , , Kim Leera, Retnoelf, LuBaekShipper, SooBabyBee , adindaptr1524, , marcul

justicedamnbhoon, you win golden reviewers for chapter 1. Gue demen bacotan elu! (y) (y) (y) Hadiahnya daun pisang buat bungkus koci-koci.. :3

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1435 H Maafin semua kesalahan gue ya gaiz, segala bacotan gue dan ke-slengekan gue. Gue emang orangnya kayak Baekhyun gitu suka ceplas-ceplos tapi sebenarnya gue asyik banget koq orangnya (Tapi kalo ga ada gue jauh lebih asyik).

Oke, sepertinya gue kehabisan kata-kata dan lagi kena yang namanya sindrom onew condition. Sekian, Thank You~~ Annyeong~~