Flying Mint Bunny

A/N : Eeek! Maaf author lama updatenya, author lagi sibuk sama sekolah, sekarang lagi musim banyak ujian jadi ga sempet deh buat lanjutin nih fanfic. Tenang aja! Author ga bakal lupain fanfic ini, tapi ya... updatenya lumayan lama hehe..

Disclaimer: Sayangnya Hetalia bukan milik saya, apabila Hetalia adalah milik saya Indonesia bakalan canon.


Well.. secara singkat mantra yang tadi diucapkan oleh England adalah mantra pengubah gender yang sebenarnya ingin ia tujukan kepada Frace tapi sayang sepertinya mantra tersebut hilang kendali dan membuat semua personifikasi pria berubah menjadi wanita, semua kecuali…


"Iggy! Kenapa kau masih seorang pria!" teriak America yang membuat personifikasi lainnya menatap kearah England. Dan ya, benar saja, England masih tetap sebagai seorang pria.

"Hey! Kau masih seorang pria! Itu tidak awesome!" terdengar teriakan dengan suara melengking dari Prussia yang sekarang memiliki rambut berwarna putih panjang dan tekstur wajah yang jauh lebih halus.

"Chigi! Tea bastard! Kembalikan aku seperti semula!" ucap Romano yang kini tengah dipeluk dengan erat oleh Spain -yang juga telah berubah menjadi seorang wanita- seraya asik bergumam mengenai tomatonya-yang-sangat-manis.

"Arthur-san tolong kembalikan tubuhku" kata Japan yang kini rambutnya berada tepat diatas pundak dan mengenakan sebuah jepit berbentuk bunga sakura.

"Aku ingin tubuh heroku kembali!" rengek America yang sepertinya tidak betah dengan keadaan tubuhnya.

"Haha.. aku pikir kalian semua terlihat cantik" ujar Hungary yang segera disetujui oleh Belgium dan personifikasi wanita lainnya yang untungnya tidak berubah menjadi pria karena mantra pengubah gender tersebut. Entah apa yang akan terjadi kalau mereka juga berubah gender.

"Bagaimana bisa kalian berjalan?! Fuck! Dada dan pantatku terasa berat!" keluh Denmark.

"Kyaa! Mulai saat ini aku bisa memakai dress apapun yang aku inginkan!" terdengar suara Poland yang sepertinya bahagia dengan situasi yang terjadi padanya, tidak seperti personifikasi Negara lainnya yang menginginkan tubuh mereka kembali.

"Kau terlihat manis kakak" puji Liechtenstein pada Swiss yang tengah memejamkan matanya dan berusaha untuk menenangkan dirinya dan tidak menembak siapapun.

"Hon hon hon.. walaupun seorang wanita aku masih tetap terlihat anggun" ujar France yang tengah menatap wajahnya disebuah kaca yang entah ia dapatkan darimana.

"DIAM!" kembali terdengar teriakan dengan kata 'diam' yang berbeda adalah teriakan tersebut terdengar lebih melengking dan orang yang meneriaki kata tersebut memiliki rambut pendek.

Semua personifikasi pun sontak terdiam dan menoleh kearah sumber suara yang ternyata adalah Germany versi perempuan. Germany menarik nafas panjang sebelum menatap tajam kearah England.

"England, tolong kembalikan kami semua seperti semula" ucap Germany dengan suara yang tenang walaupun dalam hati ia sendiri sedang panik, karena well.. bagaimana ia akan mandi dengan keadaan tubuh seperti ini? Lupakan mandi, bagaimana ia akan buang air kecil dengan tubuh seperti ini?!

England yang selama kepanikan tadi terdiam segera tersadar dari lamunannya dan mengambil tas kerja miliknya, dari dalam tas tersebut ia mengeluarkan sebuah buku besar yang terlihat sudah lapuk dan siap bersatu dengan tanah dan dengan perlahan ia membuka buku tersebut.

Personifikasi lainnya hanya dapat terdiam dan menatap kearah England dengan harap-harap cemas, belum ada satu hari menjadi seorang wanita tetapi mereka sudah merindukan tubuh pria mereka.

Satu pelajaran yang mereka dapatkan dari kejadian ini adalah, menjadi wanita itu tidak mudah.

Ck.. Bagaimana bisa mereka tidak lelah membawa beban berat a.k.a dada dan pantat mereka setiap hari? Para personifikasi pria yang kini berubah menjadi wanita hanya dapat bersyukur karena mereka tidak sedang datang bulan, entah apa yang akan terjadi apabila mereka secara tiba-tiba mengeluarkan darah dari vital region mereka.

"Ini dia!" seru England yang langsung menarik perhatian nation lainnya.

"Good job Iggy!" seru America seraya mengacungkan jempolnya "Sekarang cepat ubah kami!"

Dengan buku ditangan sebelah kirinya dan tongkat sihirnya ditangan satu lagi England kembali memejamkan matanya dan menggumamkan beberapa kata. Dan sama seperti sebelumnya sinar berwarna hijau kembali terpancar dan membuat nation lainnya menutup mata mereka.

Merasa bahwa cahaya tadi telah hilang para personifikasi Negara segera membuka mata mereka tapi sayang oh.. sayang, mereka masih saja dalam keadaan seperti semula, masih seorang wanita.

"Iggy! Kenapa mantranya tidak berhasil!" ujar America, sama seperti hero kita yang satu ini, nation lainnya juga bertanya-tanya kenapa mantranya tidak berhasil seraya berusaha untuk mempersiapkan mental mereka apabila mereka benar-benar sudah tidak dapat kembali normal.

"Mon lapin sepertinya kau juga tidak berbakat dalam hal ini" timpal France seraya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.

"Shut it! Itu baru satu mantra! Masih ada beberapa mantra lainnya!" ujar England yang kembali memmbuka-buka buku mantranya. Nation lainnya hanya dapat menghela nafas dan kembali meratapi nasib mereka.

"England! Aku membawa buku sihirku juga!" seru seseorang berambut blonde dengan mata berwarna merah yang setelah beberapa detik diperhatikan ternyata adalah Romania, salah satu anggota dari Magic Trio.

Romania berjalan mendekat kearah England dan menaruh buku sihirnya yang keadaannya tidak jauh berbeda dari buku sihir England dan mulai membantu pria British tersebut untuk mencari mantra penangkal.

"Aku juga membawa buku sihirku" ujar seseorang dengan suara monotone dan sekali lagi para personifikasi lainnya harus menatap wanita tersebut selama beberapa detik sebelum mengenali sosok tersebut sebagai Norway karena rambut blonde, mata ungu, wajah datar, dan jepit yang ia gunakan.

"Waaw! Norway kau terlihat cantik!" puji Denmark yang hanya dijawab dengan kata 'bodoh' dari Norway.

England, Romania, dan Norway yang kini sudah berkumpul bersama dan mengeluarkan buku sihir mereka saling mencari dan sesekali mencoba mantra yang mereka temukan, namun naas, sudah hampir 4 mantra yang mereka ucapkan tapi para nation tetap saja belum kembali normal.

"Hh.. aku ingin makan hamburger!" ujar America yang kini sepertinya telah kehabisan energinya dan meletakkan kepalanya di meja rapat.

"I know mon cheri"


"Hahaha.. kau terlihat manis Malon" terdengar suara riang dari seorang gadis berambut hitam yang diikat satu dan berkulit tan.

"Diamlah Indon!" balas Malon alias Malaysia yang tidak terima diejek oleh kakaknya Indon atau yang lebih dikenal dengan nama Indonesia, sambil menarik-narik rambutnya yang kini telah menjadi panjang.

"Maaf Malaysia, tapi benar kata kakak, kau terlihat manis" kata Singapore yang sepertinya berhasil membuat pria ah.. bukan.. wanita Melayu tersebut tambah muram.

"Haha.. India dan Thai juga terlihat manis!" puji Indonesia kepada Thailand dan India yang hanya dibalas dengan senyuman dari Thailand dan helaan nafas dari India.

"Aku ingin tubuhku kembali" ujar seseorang dengan suara monotone yang langsung menarik perhatian Indonesia dan setelah beberapa detik diperhatikan ternyata wanita dengan rambut cokelat panjang tersebut adalah Hong Kong.

"Waah! Hong Kong kau terlihat sangat anggun!" Indonesia terlihat takjub melihat perubahan Hong Kong yang kini terlihat seperti seorang wanita Asia dari keturunan kaisar, seraya sedikit iri karena dirinya sendiri tidak seanggun itu.

Hong Kong yang mendengar pujian dari Indonesia hanya terdiam. Namun sayang bagi wanita Asia tersebut karena kini Taiwan, Singapore, bahkan Vietnam juga ikut memujinya, tidak menyangka bahwa Hong Kong menjadi sangat cantik.

"Well! Jangan khawatir apabila kalian tidak kembali menjadi pria aku, Singapore, Taiwan, dan Vietnam akan membantu kalian untuk mencari pakaian dan kebutuhan wanita lainnya" seru Indonesia yang sepertinya sudah semangat dengan acara shopping bajunya.

Personifikasi Asia yang berubah lainnya hanya dapat menghela nafas sambil bertanya-tanya bagaimana gadis Melayu tersebut bisa sangat semangat diatas penderitaan mereka.

"Tapi mate aku ingin tubuhku! Bagaimana bisa aku berselancar dengan tubuh seperti ini!" ujar Australia yang sedari tadi mendengar percakapan diantara Negara Asia tersebut.

Indonesia menatap tajam kearah teman sejak jaman dulunya tersebut seraya berkata "Hey! Kau pikir hanya karena kau wanita kau tidak dapat berselancar dan melakukan kegiatan lainnya huh!" sebal karena merasa seperti dihina bahwa wanita tidak dapat melakukan apa-apa.

Australia yang sepertinya dapat mendeteksi amarah dalam perkataan Indonesia hanya memilih untuk diam daripada harus menghadapi amarah Negara ribuan pulau tersebut.

Terakhir kali ia berhadapan dengan Indonesia yang tengah marah, ia berakhir di pulau Komodo dengan beberapa Komodo yang sudah siap untuk menyantapnya, untung saja Komodo tidak dapat berenang kalau saja kadal buas tersebut bisa berenang, matilah dia.

"Sudahlah kak, jangan pikirkan perkataan Australia" ujar Singapore berusaha untuk menengahi pertengkaran yang akan terjadi tersebut. Dalam hatinya Australia berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Singapore seraya berjanji akan membelikan hadiah pada gadis tersebut.

Indonesia hanya memutarkan bola matanya sebelum memandang kearah kumpulan Magic Trio berambut blonde, England, Norway, dan Romania yang kini tengah mengucapkan mantra ke um.. 9? 10? Entahlah ia tidak begitu memperhatikan.

"Indonesia, apa menurutmu mereka bisa menemukan mantra untuk mengembalikan personifikasi lainnya?" Tanya Taiwan dengan nada khawatir "Aku kasikan pada aniki" lanjutnya seraya menatap kearah China yang masih berlari mengitari ruang rapat agar bisa menjauh dari Korea.

Indonesia hanya dapat tertawa pelan seraya menatap China yang entah bagaimana masih kuat untuk berlari mengitari ruang rapat sebelum menghela nafas pelan dan menatap Taiwan dengan senyum ragu.

"Entahlah Taiwan, tapi aku juga berharap semoga mereka bisa menemukan mantra yang tepat, Malon sepertinya sudah siap untuk bunuh diri haha" kembali gadis Melayu tersebut tertawa diikuti oleh Taiwan sambil memandang kearah Malaysia yang sepertinya sudah siap untuk menangis.

Tawa personifikasi Negara khatulistiwa itu kembali menghilang, diganti dengan raut wajah serius dan kembali memandang kearah England, Norway dan Romania. Taiwan yang melihat perubahan pada raut wajah temannya hanya dapat terdiam dan memandang dengan khawatir, Singapore yang sadar akan perubahan mood kakaknya juga ikut menatap personifikasi Negara tersebut dengan khawatir.

Tentu saja itu tidak akan berhasil, pikir Indonesia, menatap magic trio dengan seksama. Sihir yang mereka gunakan kurang kuat untuk menangkal sihir yang tadi digunakan oleh England. Hh.. bahkan apabila mereka menggunakan mantra terkuat yang ada di buku tersebut belum tentu semua nation akan kembali normal.

"Kakak" terdengar suara ragu dari Singapore yang sukses menarik Indonesia dari lamunannya. Indonesia menatap kearah adiknya sebelum tersenyum kecil.

"Ya Singapore?"

"Mm.. bagaimana kalau kakak coba untuk menolong mereka?" Tanya Singapore dengan suara lirih, takut kalau saja ada orang lain yang mendengar percakapan mereka, ia tahu bahwa hanya beberapa orang saja yang tahu kakaknya dapat menggunakan sihir.

"Dan membiarkan orang lain tahu kalau kakak bisa menggunakan sihir?" Tanya Indonesia balik yang langsung membuat Singapore menatap kakaknya dengan tatapan horror, kenapa horror? well.. kakaknya yang gemar menolong ini menolak untuk menolong para nation jadi tentu saja ia terkejut.

Indonesia tetawa geli melihat raut wajah adikknya sebelum mengatakan "tapi kakak akan membantu untuk mencari mantranya" yang dengan spontan membuat Singapore tersenyum lega, lega karena ternyata kakaknya tidak kerasukan jin aneh atau semacamnya.

Mata cokelat indah milik Indonesia memandang keseluruh ruangan dengan teliti, memandang setiap sudut ruangan, setiap personifikasi Negara yang kebanyakan tengah berbincang dengan yang lainnya, dan setiap makhluk ghaib yang ada di dalam ruangan tersebut. Matanya melebar ketika menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

Pantas saja sihirnya sulit untuk dihilangkan, batin Indonesia sambil melihat kearah seorang peri yang tengah duduk di pundak kiri England dan beberapa peri lainnya yang tengah asik bermain di dekat jendela.

Pasti peri-peri tersebut membantu England ketika ia melemparkan mantranya dan dengan tidak sengaja membuat mantra tersebut lebih kuat.

"eaque militia remove, ac efficiat omnes reditum" kembali terdengar mantra yang kini diucapkan oleh Norway dan kembali pula terdengar helaan nafas karena mantra tersebut tidak berhasil.

"Singapore" ucap Indonesia yang langsung mendapatkan perhatian dari adiknya yang tengah berbicara dengan Thailand.

"Ya kak?"

"Buat Negara Asia lainnya sibuk, kakak akan melakukan sesuatu, dan jangan ganggu kakak" perintah Indonesia kepada adiknya yang langsung ditanggapi oleh anggukan.

Entah darimana ia mendapatkan benda tersebut tapi tiba-tiba saja Singapore mengeluarkan sebuah monopoli ukuran besar yang lebarnya hambir menyamai lebar meja rapat yang mereka gunakan.

"Bagaimana kalau kita bermain monopoli?" tanya Singapore dengan senyum manis yang langsung dijawab oleh teriakan penuh semangat dari beberapa nation. Malaysia, Taiwan, Japan, Belgium, Finland, America, bahkan Hong Kong ikut dalam permainan tersebut dan sukses mengalihkan perhatian mereka semua dari sosok Indonesia.

Haha.. adikku yang satu ini memang bisa diandalkan tidak seperti adikku yang satu lagi. Nah.. karena sekarang perhatian mereka telah teralihkan aku bisa melanjutkan rencanaku.


A/N : Terima kasih buat yang udah follow dan favorite fanfic ga jelas ini, terutama buat kyu kyu neko, Guest, .718, dan Hay Anime14 yang udah susah payah buat review! Thank you so much!