Chapter 2
Chapter 2 udah datang nih...
RnR please!
.
.
.
Pagi itu aku menyusuri lorong sekolah setelah mengganti sepatuku. "Sakura" ada seseorang menyapaku dari belakang. Aku menolehkan kepalaku mendapati Sasuke sedang tersenyum tipis padaku. "Ohayou, Sasuke" aku berbalik dan tersenyum padanya. "Ohayou mo" ucap Sasuke. Kami berjala bersama menelusuri lorong sekolah.
"Sasuke-kuunn!"
"Sasukeeee!"
Ups, baru kali ini aku mendengar banyak siswi yang menyerukan nama Sasuke. Sepertinya ia sangat terkenal. "Rupanya kau terkenal di kalangan para siswi" bisikku di dekat telinganya walaupun aku harus menariknya untuk merunduk terlebih dahulu. "Kataku juga apa, aku ini terkenal Sakura" ucapnya pelan tapi masih terdengar olehku. "Dasar kau ini, mulai sombong ya" aku menyikut pelan perutnya. Kesananya kami tertawa bersama. Aku cukup senang bisa berada disampingnya.
Setelah beberapa lama aku menuju kelasku juga Sasuke yang menuju kelasnya. Kami berpisah dilorong karena kelas kami bersebelahan. "Wah, sepertinya kalian berdua senang sekali" aku lihat Ino sudah duduk dikursiku dan mengejekku. Entah ejekan tentang apa. "Senang? Berdua? Siapa?" tanyaku dengan pandangan intens. "Kau dengan Sasuke. Kalian tadi dilorong tertawa bersama. Kapan kau mengenalnya, forehead?" sekarang dia mulai menatapku penuh selidik. "Nanti aku jelaskan. Lebih baik sekarang kau pindah ke tempat dudukmu karena aku sudah pegal berdiri terus, pig"
"Oh, gomen. Baiklah, aku pindah" Ino beranjak dan duduk dikursinya tepat dibelakangku. Aku beranjak dan duduk di tempat dudukku. "Jadi bagaimana kau dapat mengenalnya?" dia mencolek pundakku membuatku harus memutarkan kursiku dan menatapnya. Aku menceritakan semua kejadian kemarin pada Ino. Ya, bagaimanapun dia adalah sahabatku dan aku pasti harus menceritakan apapun yang dia inginkan kecuali hal-hal pribadiku.
Jam istirahat tiba dan aku masih duduk dikursiku sementara Ino sudah pergi entah kemana. Tidak peduli istirahat, aku meneruskan membaca bukuku.
"Ada Sakura?"
Aku melihat orang yang mencariku itu. Ternyata itu adalah Sasuke. Semua orang memandangku dengan pandangan aneh, mungkin karena yang mecariku adalah Sasuke si siswa yang terkenal.
"Ada apa, Sasuke?" aku beranjak dan mendekatinya yang berada diambang pintu kelas. "Ayo ikut denganku" ucapnya, dia langsung menarikku keluar dari kelas. Terus berjalan menyusuri lorong dan menuju atap sekolah. Entah kenapa aku dibawa ke tempat ini.
"Ini untukmu" dia menyodorkan sekotak bekal makanan padaku. Aku hanya menerimanya dan membuka kotak bekal makanan itu. Aku lihat didalam kotak bekal itu ada roti lapis dan kue manis lainnya. "Kau penyuka manis, Sasuke?"
Dia hanya menggelengkan kepalanya dan menunjukkan bekal miliknya. "Aku bukan penyuka manis. Aku memberikan itu untukmu karena aku pikir kau penyuka manis" ucapnya yang langsung memakan bekal miliknya itu. "Aku memang penyuka manis. Arigatou, Sasuke" aku agak tersipu malu juga rupanya dia mengetahui aku adalah penyuka manis.
Untung pulang sekolah hari ini tidak turun hujan jadi aku tidak perlu repot-repot ikut dengan Sasuke lagi. Aku terus menyusuri lorong dan langkahku terhenti saat melihat ada tiga orang gadis berdiri tepat didepanku. "Kau Sakura 'kan?"
"Ya, ada apa?"
"Kenapa kau tadi pagi kau bersama Sasuke-kun? Apa hubunganmu dengannya?" rupanya mereka ini adalah penggemar Sasuke.
"Aku hanya temannya. Dan tidak ada hubungan apa-apa"
Tiga orang itu mendekatiku dan menatapku dengan tajam. "Kau pasti berbohong" ucap salah satunya yang terlihat seperti pimpinannya. Aku tidak mengetahuia siapa nama mereka. "Mana mungkin aku berbohong"
Plakk!
"Akh.." aku merasakan rasa sakit yang menjalar dipipiku. Bagaimanapun juga aku sudah ditampar oleh salah satu dari mereka. "Apa yang kalian inginkan dariku?" aku masih menahan rasa sakit itu. "Akh..." sial mereka menarik rambutku dan menarikku menuju toilet. Sungguh aku tidak bisa melawan.
Tap! Tap! Tap!
Aku mendengar suara langkah kaki saat mereka akan menenggelamkan kepalaku ke wc. "Ada yang datang" aku mendengar salah satu dari mereka yang tidak menarik rambutku terdengar ketakutan. "Jangan takut, itu bukan siapa-siapa"
"Apa yang akan kalian lakukan pada Sakura?" suara baritone itu, aku ingat siapa pemilik suara baritone itu.
Sasuke.
Itu pasti dia.
Rupanya mereka melepaskan tarikannya dari rambutku. Akhirnya aku dapat merasa bebas. "Ka-kami tidak melakukan apa-apa, Sasuke-kun" aku dengar salah satu dari mereka menjelaskan pada Sasuke.
Aku merasakan tanganku ditarik dan aku hanya mengikuti langkahnya. "Jangan pernah menyakitinya jika kalian tidak ingin aku sakiti" aku melihat Sasuke sedikit mengancam para gadis itu dan mereka hanya mengangguk. Selanjutnya aku terus ditarik oleh Sasuke hingga berada diluar sekolah dia berhenti menarikku.
"Kau baik-baik saja, Sakura?" ucapnya dengan memandangku dan memegang kedua pipiku. Aku hanya mengangguk pelan. "Ayo kita pulang" dia melangkahkan kakinya dan aku hanya mengikutinya dari belakang. "Sasuke, apa mereka adalah penggemarmu?" aku lihat dia hanya mengangguk.
Duk!
Dia selalu saja berhenti tiba-tiba. "Sakura, gomen" ucapnya pelan. "Eh, maaf untuk apa?" aku beranjak untuk berdiri di depannya. Aku bingung kenapa dia meminta maaf?
Apa salahnya?
"Kenapa kau meminta maaf padaku, Sasuke?" tanyaku saat aku sudah berada didepannya.
"Karenaku mereka semua menyakitimu" dia menatapku begitu dalam.
"Itu bukan apa-apa untukku Sasuke"
"Kau memang gadis yang kuat berbeda dengan yang lainnya" dia mulai mengacak-ngacak rambutku.
"Ayolah Sasuke kau selalu saja mengacak-ngacak rambutku"
"Gomen"
"Oya, memang aku berbeda dengan siapa?"
"Gadis lainnya. Dulu juga ada yang dekat denganku tapi sepertinya setelah diganggu para penggemarku itu mereka semua menjauhiku"
"Kenapa kau tidak menyelamatkannya seperti tadi?"
"Aku tidak tahu kapan kejadiannya terjadi Sakura" dia sepertinya kesal dengan pertanyaanku tadi. Kamipun kembali berjalan.
"Lalu, kenapa kau tadi bisa menyelamatkanku?"
~To Be Continue~
Sekali lagi aku minta maaf. Pasti alurnya kecepetan.
Gomenasai
#bungkuk 90°
Sampai ketemu di chapter selanjutnya...
Mata ashita...
