Post Me Notes

Disclaimer :

Naruto Masashi Kishimoto

Story :

Punya saya, semua karakter dipinjam dari punya om MK

Genre : Romance, Drama.

Rating : T, K+

Pairing : SasuNaru (Sasuke X Naruto)

Warning : AU, Two Chapter, Typos as always, OOC, Boys Love, Shounen-Ai Sasuke X Naruto, Don't like don't read! Feel free to leave this page if you don't like it. I've warned you already.

Summary : Kehilangan suaranya karena kecelakaan membuat Naruto begitu frustasi, ia menarik diri dari lingkungan sekitar, tidak ingin berinteraksi dengan siapapun, bahkan setelah dirawat selama seminggu, para perawat pun menyerah. Sampai pada akhirnya notes-notes kecil membuatnya kembali tersenyum (Sasuke's Point Of View).

.

.

.

ENJOY

.

.

.


~ナルトはサスケへ~

- Sasuke's side -

Bangun pagi bahkan saat matahari belum menampakkan sinarnya, mempunyai kesenangan tersendiri bagi Sasuke. Sebab ia akan melihat Naruto yang masih tertidur lelap dengan nafas turun naik secara beraturan. Posisi tidur Naruto juga menyamping, menghadap ke arah tidur Sasuke. Tangan pucat milik Sasuke menahan kepalanya agar melihat Naruto semakin jelas. Senyumnya mengembang tipis, jemari pucat itu memainkan poni yang jatuh menutupi sebagian kening sudah menjadi kebiasaan yang tidak pernah diketahui oleh Naruto semenjak mereka memutuskan untuk tinggal bersama. Setidaknya itu yang diketahui Sasuke.

Terhitung seminggu lebih semenjak kejadian Naruto kembali berbicara. Awalnya Naruto bingung bagaimana caranya sampai ia bisa berbicara kembali? Saat itu dengan tenang Sasuke menjelaskan jika Naruto mengalami bisu sementara akibat shock saat kecelakaan, belum lagi Naruto menolak untuk berinteraksi dengan siapapun, bahkan dengan Neji yang meminta ijin kerja hampir seminggu untuk merawatnya dan karena tidak berinteraksi itu, semakin membuat alam bawah sadar Naruto menahan suaranya agar tidak keluar.

Tiga hal yang membuat Naruto trauma, kecelakaan yang tiba-tiba, kecelakaan hampir membuat nyawa seorang anak kecil melayang dan terakhir Naruto ternyata sedang merindukannya saat itu dan saat kesadaran pulih, Sasuke tidak menemani bahkan tidak kabar, itu membuat Naruto berpikir Sasuke akan meninggalkannya jika tahu ia bisu.

Bahkan sejak kejadian tak terduga tersebut, Naruto tidak secerewet biasanya. Naruto seolah takut jika ia berbicara terlalu banyak, suaranya akan kembali hilang. Butuh banyak usaha dari Sasuke seperti berbicara banyak hal sehingga Naruto menimpali ucapannya. Syukur bagi Sasuke, Naruto akan banyak bicara jika membahas tentang anak-anak balita tempatnya mengajar. Sasuke yang tidak begitu tertarik dengan dunia anak-anak pun akhirnya mulai mencari info. Itu semua dilakukannya agar Naruto tidak berdiam lagi.

Naruto hanya tidak tahu jika Sasuke merasa seperti tersambar petir di siang bolong saat mendapat kabar Naruto mengalami kecelakaan.

Sasuke ingat, saat itu ia sedang berdiskusi dengan rekan kerjanya, ketika Neji menghubunginya beberapa saat setelah Naruto dilarikan kerumah sakit. Sasuke langsung melupakan diskusi mereka, menjadi panik bahkan terburu-buru memesan tiket pesawat dan meninggalkan negara tempatnya bekerja.

Saat akhirnya pesawat mendarat di negara asal mereka, barulah pikirannya sedikit jernih untuk menghubungi pihak kantor dan memberitahu alasannya pergi secara tiba-tiba. Namun sial, karena kurang berhati-hati, ponselnya malah tertinggal begitu saja di bandara. Itu alasan Sasuke tidak bisa dihubungi seorangpun setelahnya.

Sasuke sampai di rumah sakit hari itu juga, tapi Naruto masih terbaring lemas dan pingsan selama dua hari. Orang yang paling terpukul saat tahu Naruto tidak bisa berbicara selain Naruto adalah Sasuke. Sempat Sasuke melihat Naruto mencoba berteriak, tapi setelah mencoba berulang kali, Naruto malah semakin frustasi dan membuang barang disekitarnya. Setelah itu Naruto memilih untuk diam, kadang termenung lalu memilih untuk tidak merespon apapun.

Sasuke tahu Naruto begitu mencintai pita suaranya, karena suara itu yang menghubungkannya dengan anak-anak.

Tindakan Naruto yang menutup dirinya, Sasuke jadi enggan untuk bertemu. Takut jika bertemu Naruto malah menjauhinya, karena Sasuke tahu, Naruto tipe orang yang akan semakin pesimis dimasa sulitnya, yang ada di kepala Sasuke saat itu adalah bagaimana jika Naruto menolaknya saat ia memaksa bertemu? Sedang ia sendiri tidak pandai merangkai kata untuk membuat Naruto merasa lebih baik.

Naruto memang begitu, suka pesimis terlebih dahulu. Bahkan disaat Sasuke dulu menyatakan rasa sukanya. Naruto hanya tertawa kecil dan menganggapnya sebagai lelucon. Sasuke memang populer dan Naruto merasa tidak akan seimbang jika mereka bersama. Padahal Naruto sendiri punya banyak penggemar karena wajah manis dan sikap cerianya.

Dokter sudah memberitahu tentang perihal bisu Naruto yang bukan permanen pada Sasuke. Bisu itu bisa sembuh jika Naruto sudah bisa 'berdamai' dengan trauma pasca kecelakannya. Tidak mengejutkan karena yang hampir ditabrak taxi tumpangan Naruto adalah anak-anak, tentu saja Naruto akan shock.

Hal itu juga ingin dokter beritahukan pada Naruto, tapi Naruto terlebih dahulu menutup telinganya dan mulai melempar benda-benda terdekatnya kesegala arah, menolak untuk mendengar perkataan dokter, sehingga dokter memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu. Jadi, sehari sebelum Naruto keluar, ide menulis notes pun tercetus dibenaknya. Sasuke lalu meminta tolong perawat yang merawat Naruto untuk menuliskan notes-notes dan menyelipkan catatan tersebut saat Naruto lengah.

Well, mereka sudah cukup lama hidup bersama, sudah pasti Naruto akan mengenali tulisan Sasuke dengan mudah. Oleh karena itu, Sasuke meminta bantuan perawat.

~ナルトはサスケへ~

Tangan Sasuke yang sedari tadi tidak bergerak karena tertidur pulas, kini bergerak meraba-raba bagian sisi tidur Naruto.

Kosong?

Perlahan iris kelam yang masih terbungkus kelopak mata itu terbuka dan melihat Naruto sudah tidak ada lagi, bahkan sisi kasur itu terasa dingin, pertanda Naruto sudah bangun cukup lama.

Rupanya Sasuke kembali tertidur saat menikmati wajah pulas Naruto. Baru saja Sasuke ingin bangun dan mencari Naruto, sudut matanya menatap keberadaan benda asing di atas bantal kepala milik Naruto.

Sticky Notes berwarna orange, warna kesukaan Naruto.

Sasuke tersenyum karena hal itu dan dengan gerakan cepat meraih kertas bertulis tangan milik Naruto.

Haiii...

Tidurmu nyenyak sekali, aku jadi tidak tega membangunkanmu.

Bersihkan dirimu dan temui notes lain di dalam kamar mandi.

Senyuman Sasuke kian melebar, sepertinya ia mulai menyukai permainan post me notes ini. Sasuke menurut permintaan itu dan beranjak ke kamar mandi masih dengan tubuh berbalut piyama.

Benar ada satu notes tertempel dibotol shampo beraroma jeruk milik Naruto.

Jangan coba-coba menggunakan shampo milikku...

Pakai punyamu, karena aku suka aroma shampomu.

Setelah membersihkan dirimu, temui notes lain di lemari pakaian kita.

Sasuke ingin tertawa karena lelucon Naruto, ia memang sering menggunakan shampo milik Naruto jika merindukan pemuda-nya ini.

Setelah habis ber-shower, Sasuke segera melangkah kearah lemari pakaian mereka. Penasaran dengan catatan selanjutnya.

Pakai baju ini dan temui aku di ruang makan.

Sasuke mengenyitkan karena permintaan ini. Baju yang dipilih cukup formal, kemeja putih polos dengan celana formal berwarna hitam.

Kejutan apa ini?

Tapi, Sasuke memilih untuk mengikuti permainan ini. Jadi meski pakaiannya formal tanpa menggunakan sepatu alias dengan bertelanjang kaki, Sasuke menuju ke ruang makan apartemen mereka.

Naruto ternyata sedang menyiapkan sesuatu di pantry dan membelakangi Sasuke. Pakaiannya juga tidak kalah rapi dibanding Sasuke. Sepertinya Naruto tidak menyadari kedatangannya.

"Dalam rangka apa, kau menyiapkan semua ini?" Tanya Sasuke begitu berdiri di belakang Naruto, tidak lupa mencuri ciuman kilat meski itu hanya dibahu.

Awalnya Naruto sempat terkejut sebelum akhirnya tersenyum. "Anggap saja dalam rangka kesembuhanku dan kau yang akhirnya kembali bekerja disini." Naruto segera berbalik dan meletakkan sup tofu buatannya yang merupakan makanan kesukaan Sasuke.

Sasuke mengangguk mengerti, kemudian menuju ruang tamu dan menarik kursi tepat di depan Naruto untuk duduk. Sasuke memang sudah kembali bekerja di tempat asalnya ini. Bukan perkara gampang saat mengajukan kepindahannya, tapi Sasuke takut terjadi apa-apa jika ia meninggalkan Naruto. Mendengar Naruto kecelakaan saja, Sasuke rasanya kehilangan nyawanya saat itu juga.

"-Makanlah dahulu sebelum dingin." Ujar Naruto sebelum duduk dan mulai menikmati sarapannya dalam diam. Mau tidak mau Sasuke mengikuti dan mulai menikmati makanan mereka.

Makanan itu enak seperti biasanya. Sup tofu bukanlah makanan Sasuke dulu, tapi begitu ia mencicipi buatan Naruto, sup ini menjadi sup favoritnya. Rasanya tidak akan pernah sama jika orang lain yang membuatnya. Begitu pula dengan Naruto, susu coklat hangat buatan Sasuke adalah hal yang paling disukai. Sekedar info saja, jika Naruto mulai merajuk, hanya butuh segelas minuman itu dengan tangan Sasuke yang meracik-nya dan viola, Naruto tidak akan merajuk lagi.

Sudut bibir Sasuke membentuk senyuman jika mengingat hal itu.

"Kau membuatku merinding dengan senyuman itu, teme... Ada apa, hm?" Tanya Naruto disela-sela menyuapi sarapannya.

"Tidak ada, dobe... Hanya berpikir jika aku merindukan masakan buatanmu ini." Jawab Sasuke ringan.

Teme, Dobe...

Bukan panggilan yang manis untuk sepasang kekasih. Sasuke sudah tidak ingat lagi awal mereka saling mencela dengan panggilan itu, tapi itu merupakan ciri khas mereka. Jika ada yang menyebut dobe, dipikiran Sasuke adalah Naruto dan jika sebaliknya menyebut teme, yang ada dipikiran Naruto adalah Sasuke.

Di awal hubungan mereka, panggilan itu digunakan untuk mengejek, menyindir atau saat sedang bertengkar. Meski pertengkaran mereka pun bukan pertengkaran besar-besaran. Lagian mereka sudah hidup bersama cukup lama dan melewati fase remaja. Mereka cukup dewasa sekarang, pertengkaran mulai berkurang, yang ada adalah berusaha saling memahami. Mereka juga bukan pasangan yang suka pamer diumum, tapi aslinya tidak sedekat itu. Mungkin dimata orang mereka terlihat dingin, kadang berselisih, tapi lebih dari itu, yang penting adalah Naruto sangat tahu seberapa besar rasa pedulinya terhadap pemuda ini dan sebaliknya Sasuke tahu seberapa pedulinya Naruto padanya.

Saat Sasuke selesai dengan sarapannya dan mulai meneguk air putih di gelas, satu lembar sticky notes tertempel ditelapak tangannya yang terletak di atas meja makan. Sasuke mengernyit karena perbuatan Naruto itu.

Buatkan aku susu coklat, please.

Mata hitam Sasuke terangkat dan menatap Naruto yang mengangkat bahunya ringan.

"Sekarang?" Tanya Sasuke masih sedikit heran dan anggukan dengan senyuman lebar Naruto yang didapat sebagai jawaban.

Ah... Senyuman itu. Senyuman yang membuatnya terjerat.

Sedikit menghela nafasnya, Sasuke bangun dari posisinya, "Baiklah... Tunggu disini. Aku akan membuatnya tidak lebih lama dari lima menit." Sekali lagi Sasuke hanya mendapat anggukan sebagai jawaban.

Sasuke menepati perkataannya, tidak sampai lima menit, ia kembali dengan susu coklat hangat ditangannya. Susu itu diletakan persis di depan Naruto.

"Minumanlah sebelum dingin..." Ucap Sasuke setelah selesai meletakkan minuman itu dan kembali ke tempat duduknya.

Ada senyuman tipis diwajah Naruto.

"Ada apa?" Tanya Sasuke penasaran. Sasuke tahu, Naruto-nya suka tersenyum, tapi rasanya sedari tadi Naruto bersikap aneh.

Senyuman itu berganti menjadi cibiran, "Bukan apa-apa. Hanya saja kau selalu bilang 'minumlah sebelum dingin' saat memberikan minuman ini." Jelas Naruto dan mulai meneguk minuman hangat itu. "Well, aku merindukan saat-saat seperti ini..." Ucapannya terdengar seperti bisikan.

"Ya... Aku juga..." Balas Sasuke membenarkan dan Naruto kembali meminum minumannya.

Sasuke menatap Naruto yang menikmati minuman itu dengan lambat sekali. Butuh berapa waktu lamanya sampai minuman itu habis setengah gelas. Ada jeda diantara mereka yang saling menatap satu sama lain. Naruto yang memutuskan kontak mata mereka terlebih dahulu dengan meneguk minuman buatan Sasuke. Gelas masih melekat dibibir ketika Naruto menyodorkan makanan penutup yang tertempel dua sticky notes dibagian depan dan belakang.

Di notes bagian depan tertulis,

Habiskan dulu dessert ini sebelum membaca sticky notes yang di belakang.

Sasuke menatap Naruto takjub, sejak kapan dessert ini disiapkan. Rasanya tadi tidak ada di meja makan. Tapi, tatapan balasan Naruto diiringi gerakan tangan seolah menyuruh Sasuke untuk makan tanpa ada penolakan. Jadi, Sasuke menurut saja, memakan dessert itu sambil terus memandangi Naruto.

Selesai menghabiskan dessert tersebut, Sasuke menatap Naruto dengan alis bertaut. Naruto sedikit mengigit bibir bawahnya, minuman susu coklat panas buatannya pun masih tersisa di gelas tersebut. Padahal biasanya Naruto menghabiskan minuman itu dengan secapat kilat. Sasuke masih menatap Naruto sampai pemuda itu memberikan instruksi pada Sasuke untuk mulai membaca sticky notes yang satunya lagi.

Sasuke meraih dan membuka sticky notes itu. Notes itu memang terlipat rapi, berbeda dengan sebelumnya. Sasuke membaca dan tertegun.

Hey, jadikan aku milikmu dengan memberi cincin untuk dipakai dijari manisku, Sasuke.

Itu tulisan yang membuat Sasuke tertegun.

Bukankah ini sama saja dengan Naruto mengajaknya menikah? Padahal jika Sasuke bercanda soal menikah, Naruto selalu tidak merespon. Kadang Sasuke sendiri yang meragu, jika Naruto benar-benar menyukainya.

Perlahan Sasuke menatap langsung mata Naruto yang semakin mengigit bibirnya, gelisah. Susu coklatnya terlupakan.

"Habiskan dulu minumanmu." Tegur Sasuke dan Naruto menurut dengan meneguknya secara cepat. Setelah minuman habispun Naruto menatap Sasuke dengan pandangan was-was. Sasuke jadi ingin tersenyum karena tingkah Naruto, tapi ia menahannya.

"-Bukankah kau sudah menjadi milikku?" Tanyanya seolah memastikan tulisan tadi sekaligus ingin main-main. Sasuke ingin Naruto mengatakan secara langsung, tidak perlu memakai perumpamaan.

"Bukan seperti itu maksudku..." Ada dengusan nafas pelan disela Naruto mengucapkan kalimat itu. "...Maksudku... Well kau tahu seperti...-" Kali ini ada jeda panjang, mata Naruto bergerak liar, seolah kesulitan menemukan kata-kata.

"-Seperti... Menikahlah denganku." Ucap Naruto pasti dan menatap mata Sasuke tanpa ada binar keraguan.

Rasanya Sasuke ingin tersenyum lebar karena pernyataan itu, tapi lebih memilih untuk tetap terlihat biasa. "Bukankah aku yang harus mengatakan itu? Aku pihak seme disini." Protes Sasuke sambil melipat tangan di dada dan mendengus secara kasar.

Mata Naruto melotot kesal karena ucapan itu. "Tidak perlu membahas posisi... Cukup jawab saja..."

Sasuke terkekeh karena jawaban itu. "Memangnya itu berupa pertanyaan yang perlu dijawab? Bukankah kau mengatakannya tanpa kata tanya?"

Mata Naruto berkedip beberapa saat sebelum akhirnya ia juga ikut mendengus kasar. "Kalau begitu, jawabannya juga aku yang tentukan dan itu harus ya!" Kali ini Naruto ikut melipat tangan di dada.

Yup, Naruto kembali dengan sifat tsundere-nya.

"Asal kau tidak membuatku kuatir dan menghindariku seperti minggu lalu." Jawab Sasuke menatap Naruto yang seperti sedang menahan nafas. "Jawaban sudah pasti ya..." Lanjut Sasuke tetap mempertahankan nada tenang dalam suaranya.

Butuh beberapa lama untuk Naruto mencerna ucapan Sasuke, "Syukurlah..." Hembusan nafasnya terdengar lega.

"Tapi, seharusnya aku yang melamarmu, dobe..." Sasuke tetap memprotes. Sudah lama sekali mereka tidak bertengkar hal sepeleh seperti ini.

Bola mata Naruto langsung memutar jengah, "Kita berdua sama-sama laki-laki. Siapa yang melamar terlebih dahulu bukan masalah besar, teme..." Naruto memang berusaha menjawab dengan kesal, tapi tidak bisa menyembunyikan senyuman kecil diwajahnya.

"Terserah kau sajalah..." Jawab Sasuke ikut berpura-pura kesal.

Sasuke lalu meraih sticky notes yang sebelumnya digunakan Naruto dan mulai menulis.

Jadi, kapan kita membeli cincinnya?

Tanya Sasuke dibalik sticky notes yang sebelumnya dipakai oleh Naruto.

Sesegera mungkin?

Itu jawaban Naruto dengan sticky notes baru.

Dan kemudian senyuman kedua melebar. Lamaran mereka bukan dengan cara yang umum, mereka memang berpakaian formal, walaupun kaki mereka tidak menggunakan sepatu formal dan hanya bertelanjang kaki saja, tapi itu cukup memudahkan kaki mereka untuk saling bersentuhan dan bermain-main di bawah meja makan. Toh, cara melamar mereka tetap membuat bahagia.

"Hey~ Sering-seringlah menuliskan notes padaku..."

Sasuke tersenyum karena permintaan itu.

"Ya... Aku akan selalu menuliskan notes padamu."

.

.

.

THE END

.

.

.


Note:

*Fic pemanasan buat SasuNaru day. Can't wait for*

First of all, thank you untuk para reviewers! Awalnya tidak begitu yakin dengan cerita ini, tapi diluar didugaan ternyata banyak yang bilang manis (seriusan saya tidak merasa ini dikategorikan fic manis) Tapi anehnya fic-fic saya pasti mayoritasnya bilang sweet. Tapi, saya senang juga baca review readers sekalian karena menambah motivasi & memperbaiki gaya penulisan saya. hehehe. Arigatou~

Q & A

Q : choikim1310

A : Ch 2 updated, disini giliran Sasuke yang curhat..

Q : uzumakiey resty tafrijian

A : hahaha, tetap terima kasih sudah meninggalkan jejak

Q : Mizuumi Yoite

A : Arigatou~ sudah di-update semoga tetap suka.

Q : CacuNaluPolepel

A : *pukpuk* Iya, Naru-chan akhirnya bisa bicara, bisunya bukan permanen.

Q : uzumaki 'namikaze' piiu-chan

A : Arigatou, happy ending kok cerita-nya.

Q : Retnoelf

A : Naruto bisa bicara lagi karena dia bukan bisu permanen.

Q : UchiKaze Ammy

A : Waahhh terima kasih sudah suka. Iya, Naru bisa bicara~

Q : versetta

A : Arigatou~ Un! Ganbarimasu! Cuma ingin saja buat Sasuke jadi tipe yang diam-diam, tapi sweet. Khekekeke

Q : Habibah794

A : Sejak Sasuke mengenal Naruto *eeaaaaa* Yup! Sudah dilanjutkan.

Q : Himawari Wia

A : Sweet kah? Awalnya tidak yakin loh bakal dibilang sweet. Yup! Sudah dilanjutkan, makasih review-nya.

Q : Akira Veronica Lianis

A : Aaaa... Mirip ya? Saya sengaja kok *plaakkkk* Tidak disengaja, hehehe. Judulnya beda tipiisss dengan punya-nya Nightbloodybaby san Post Me Nots. dan sudah saya baca juga karena dikasih tahu Akira-san,, tapi rasanya punya author Nightbloodybaby lebih manisss. Keterangannya-nya memang sengaja dimunculkan dari sisinya Sasuke. Oke tidak apa-apa, saya malah senang kalau review-nyapanjang, makasih, ya.

Q : TemeLoveDobeChan

A : Terima kasih sudah sangat suka dan terima kasih buat review-nya.

Q : SapphireOnyx Namiuchimaki

A : Uuuhhh... Sweet kah? Sudah dilanjutkan. Diusahakan juga untuk tetap menulis.

Q : Guest (1)

A : Yeeyyy... Iya ada lagi, biar bisa tahu kokoro Sasuke waktu tahu Naru kecelakaan.

Q : Nikeisha Farras

A : Jangan terhura, ini happy ending kok TwT... So Sweet ya? Padahal menurut saya biasa saja, loh *Oi* Mungkin yang sweet dan tamvan kayak Sasuke sudah tidak ada lagi, cuma sisa Sasuke yang punya Naruto saja *Khekeke* Un! Naru tidak bisu permanen dan POV Sasuke sudah di-update.

Q : NauchiKirikaRE22

A : Hehehe, makasih sudah mau baca fic SN lagi. Semoga tetap suka ya sama ch ini.

Q : 7965319

A : So sweet ya? Padahal tidak menyangka sebelumnya kalau dianggap swet. Makasih review-nya.

Q : Iyeth620

A : Terima kasih sudah mau terharu, saya memang ingin buat kesan kalau Naruto benar-benar terpukul.

Q : Sondankh641

A : Ya, Naruto memang bisu, tapi karena trauma. Jadi, kalau trauma sudah hilang bisa sembuh kembali. Di chapter ini sudah dijelaskan.

Q : uzuryu

A : Terima kasih... ^^

And the least not the last,

Our Ship Doesn't Need A Canon For It To Sail!

.

.

.

Best Regards.

~09-07-2016~