Naruto(ナルト)disclaimer Masashi Kishimoto

Sword Art Online (ソードアート・オンライン) disclaimer Kawahara Reki

RE:Life-in Underworld

Summary: Sebagai permintaan maaf Kaguya setelah membuat kekacauan di kehidupan Naruto sebelumnya, Kaguya melakukan Kinjutsu kepada Naruto agar hidup kembali dikehidupan selanjutnya, akan tetapi walau dia mendapatkan kehidupan baru, peperangan tetap ada di kehidupannya kini, bagaimana kisah Naruto di Dunia barunya kali ini.

Chara: Naruto Uzumaki, Kirigaya Kazuto, Eugeo, Alice Schuberg dan Canaria Schuberg (OC)

Rated : M

Genre : Adventure, Fantasy, Romance.

Warning : Ooc, Semi canon, tidak suka tidak usah dibaca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan ficlainyaatau kesalahan penulisan karena fic ini karena setiap manusia tak lepas dari kesalahan.

RnR please .. hehehehehe

Arc 01 : Beginning

Chapter 02 : The Northern Mountains Expedition


Hari Pertama, Bulan 7, Tahun 372, Kalender Underworld

Desa Rulid, Kerajaan Norlangarth Utara

Naruto POV

Sudah hampir 1 hari aku berada disini, di Dunia baru yang baru saja aku mulai tinggali. Entah mengapa Di dunia ini rasanya begitu berbeda dengan Elemental National, yah perbedaanya adalah Dunianya yang begitu damai, teratur. Dan tertib.

Berbeda dengan Elemental National yang selalu mengalami peperangan, di Dunia baruku ini belum pernah terjadi peperangan, mengapa begitu. Mungkin karena adanya Taboo Index yang mengikat para manusia di Dunia ini. Aku ingat ada tiga aturan dasar yang harus dihormati oleh para manusia disini. Pertama dilarang menentang perintah Gereja Axiom, Kedua dilarang membunuh, Ketiga dilarang mencuri benda yang masih mempunyai hak kepemilikan. Serta masih banyak peraturan lainnya

Mungkin karena itulah peperangan tidak terjadi disini, Aturan yang mengikat mereka untuk mencegah hal itu semua, tapi walau begitu aku menyadari sedikit keanehan di Dunia ini, mengapa aku berasumsi begitu, jika Dunia ini terlalu damai, apakah memang ini adalah bentuk kedamaian sesungguhnya atau bisa saja masih ada bara api yang menyala didalam sekam. Ini sama seperti keadaan Konoha dulu, kedamaian yang didapat bukanlah berasal dari pengertian dan toleransi satu samalainnya, akan tetapi kedamaian itu didapat berdasarkan pengorbanan darah 1 Klan yang dimusnahkan dalam 1 malam saja.

Ah sebaiknya aku tidak terlebih dahulu untuk berpikiran negative, mengingat aku hanya baru beberapa hari saja tinggal disini. Mengeyahkan pikiranku itu aku perlahan menatap kembali langit-langit kamarku di Panti Asuhan,

Aku pun kemudian melihat kembali keadaan sekitarku, Tempat yang aku tinggali saat ini adalah sebuah kamar di lantai dua digedung panti asuhan yang jarang digunakan. Luasnya sekitar 6 tatami, dan di dalam ruangan itu sendiri terdapat sebuah kasur dengan dipan yang terbuat dari bahan berlapis besi sebuah meja lengkap dengan sebuah kursi, rak buku kecil dan lemari. Aku meletakkan selimut wol dan bantal yang ada di kaki ku ke seprai kasur, menyilangkan tanganku di belakang kepala dan berbaring. Lampu minyak di atas kepalaku mengeluarkan bunyi keriat-keriut seiring bergoyang-goyang. Begitulah keadaan kamarku kini.

Kemudian sambil menghelaa nafasku sejenak. Aku perlahan mulai menghilangkan pikiranku sejenak serta perlahan mataku mulai tertutup untuk beristirahat sejenak.

Naruto POV END


Normal POV

Keesokan harinya sinar mentari pagi yang cerah mulai menyelimuti Desa Rulid yang berada di ujung Dunia Manusia itu. Pagi ini waktunya sembahyang Di Gereja Desa. Tentu masyarakat Desa sudah bersiap-siap untuk melakukan peribadatan. Akan tetapi untuk Naruto yang masih belum terbiasa dengan kegiatan tersebut, sepertinya dia masih tertidur di Kasur kamarnya itu.

KLANG!

bunyi dentangan sebuah lonceng di kejauhan. Sebagai tanda bahwa beberapa menit lagi peribadatan akan dimulai. Tapi walau bunyi begitu memekakan telinga, Naruto masih santainya tidur pulas dikasurnya tersebut.

Melihat Naruto yang masih belum terbangun juga, Suster Azariya sendiri akhirnya memerintahkan Canaria untuk membangunkan Naruto yang masih tertidur pulas tersebut. Canaria pun akhirnya pergi kekamar Naruto untuk membangunkan dirinya itu.

"Naruto-kun, ayo bangun.., sebentar lagi kegiatan sembahyang akan dimulai" ucap Canaria

Akan tetapi Naruto masih saja tertidur..

"Naruto-kun, bangun.. sebentar lagi sembahyang akan dimulai" ucap Canaria sambil berusaha membangunkan Naruto dengan cara menggoyang-goyangkan pundaknya tersebut.

"ZZZZZzzzzzz…."

Akan tetapi suara dengkuran Narutolah yang menjadi balasan perkataan Canaria barusan, Canaria pun mencoba lagi untuk membangunkan Naruto. Kali ini ia lebih keras lagi menggoyangkan pundak Naruto.

"Naruto-kun.. bangun.." ucap Canaria

"Nghhhhh..10 menit lagi.." ucap Naruto

"Nggak boleh. Ini sudah waktunya bangun Naruto-kun." Ucap Canaria lebih kencang.

"3menit...3 menit aja..." ucap Naruto.

"Hah, kamu ini susah amat sih kalau dibangunkan" ucap Canaria sambil cemberut.

"Mungkin kamu harus menggunakan trik khusus untuk membangunkan si Baka ini, Canaria" ucap Kirito tiba-tiba berada didepan kamar Naruto.

"Eh Kirito-kun, sejak kapan kamu disini?" tanya Canaria

"yah aku sih sudah sejak 5 menit lalu berada disini, sepertinya memang si Baka ini susah dibangunkan yah" ucap Kirito

"yah begitulah Kirito-kun, sudah 10 menit aku mencoba membangunkannya tapi nyatanya dia masih saja tertidur" keluh Canaria.

"Oh kalau begitu serahkan saja padaku, aku jamin 100% si Baka ini akan terbangun" ucap Kirito sambil tersenyum misterius. Dia pun kemudian meninggalkan kamar Naruto untuk mencari sesuatu.

Sedangkan Canaria sendiri terheran-heran melihat senyum misterius Kirito itu, tetapi pada akhirnya dia tidak terlalu menggubris tingkah teman karibnya tersebut. Canaria kemudian tetap berusaha membangunkan Naruto akan tetapi hasilnya tetap sama seperti yang ia lakukan beberap saat lalu.

Kemudian setelah 2 menit berlalu Kirito pun datang dengan segayung air ditangan kanannya itu, rupanya dia sudah mengambil segayung air dari Sumur didepan gereja yang terkenal begitu dingin, apalagi diambil pada waktu pagi hari tentu tidak terbayangkan seberapa dinginnya air tersebut.

"Oke Naruto-baka waktunya bangun!" pekik Kirito sambil menyiramkan segayung air tepat diwajah Naruto.

BYYUURRRR..

"Wuaaaa ada banjir-banjir, selamatkan diri kalian semua ada banjir disini!" pekik panik Naruto sambil bertingkah seperti orang tenggelam disungai.

Kirito sendiri tak kuasa menahan tawa akibat melihat ekspersi si sahabat barunya itum dia sendiri dengan santainya tertawa terbahak-bahak melihat Naruto begitu panik saat dia mengira dirinya tenggelam dalam banjir bandang tersebut. Padahal air itu bukanlah banjir bandang, melainkan berasal dari Sumur tua didepan Gereja Desa.

Naruto sadar kalau dirinya dikerjai oleh Kirito pun, mulai mencak-mencak tak karuan kepada Kirito yang masih tertawa terbahak, sedangkan Canaria sendiri sedikit terkikik saat melihat tingkah konyol Naruto, meskipun dirinya sedikit merasa kasihan padanya karena dibangun kan dengan cara yang tidak enak.

"Oiii Kirito-teme, rupanya ini ulah kau yah, kau sengaja menyiramkan air tepat di wajahku kan!" ucap Naruto sambil mencak-mencak tak karuan.

"Pffffftttt hahahahaha habisnya, dari tadi kau susah banget dibangunkan, sudah begitu tidurmu itu kayak mayat saja" ucap Kirito

"Teme!, sini kau biar aku hajar kau Kirito-teme!" ucap Naruto

"Oke ayo sini kalau berani, biar aku tunjukan padamu pukulan ular mematok tikus milikku hayaaahh!" ucap Kirito sambil bergaya ala Kungfu.

"Sialan kau Kirito-teme kau meremehkanku hah!, akan ku hajar kau!" Ucap Naruto sambil mencoba memukul Kirito

Akan tetapi aksi mereka berdua malah dihentikan oleh Canaria, Canari malah menjewer telinga mereka berdua dengan kencang sekali, sehingga pertarungan Kirito Vs Naruto berhenti sampai disitu saja.

"Ittaaaii.. taaaiii!.." Pekik mereka berdua

"Kalian berdua bisa berhenti berkelahi tidak, atau aku akan menjewer kalian semakin kencang kalau kalian tetap berkelahi lagi!" ucap Canaria dengan nada marah.

"Ittaaaii!.. ah yah ampun.. ampun Canaria-sama, kami tidak akan berkelahi lagi" ucap mereka berdua memohon pengampunan pada Canaria.

Melihat mereka berdua meminta pengampunan padanya, akhirnya Canaria pun mulai melunak dan melepaskan jewerannya tersebut.

"Nah begitu dong, kalau begitu Naruto-kun lekaslah Mandi, sebentar lagi kita akan sembahyang pagi, dan untukmu Kirito-kun jangan lagi mengulangi kejailanmu " ucap Canaria sambil tersenyum manis.

Dengan senyumannya itu bahkan mampu melelehkan hati para pemuda saat menatap senyum Canaria yang menawan itu, akan tetapi bagi Naruto dan Kirito kini senyumannya itu ibarat Shinigami yang tengah menjemputnya dan mengantarkannya menuju Neraka, Aura kematian begitu terpancar dan membuat Naruto dan Kirito bergidik ngeri ketakutan.

"Ah yah… kami akan segera melaksanakannya Canaria-sama!" pekik Naruto dan Kirito

"Nah bagus, oke kalau begitu, aku mau pergi dulu untuk membantu Suster Azariya, ingat jangan membuat kekacauan lagi yah!" ucap Canaria.

"ya..yaa kami mengerti, kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi Canaria-sama!" pekik Naruto dan Kirito sambil bertingkah seperti prajurit yang mendapatkan perintah dari komandannya tersebut.

Melihat tingkah Naruto dan Kirito kini membuat Canaria sendiri terkikik dalam hatinya, yah memang sepertinya ini yang terbaik pikirnya, dia pun kemudia segera bergegas menuju Gereja Desa untuk membantu Suster Azariya disana.

Setelah kepergian Canaria disana, Naruto dan Kirito mulai menghembuskan nafas sejenak sebagai tanda kelegaan.

"Hah tak kusangka kalau Cana-chan marah, dia betul-betul sangat mengerikan." Ucap Naruto

"kau benar Naruto, baru kali ini aku melihat dia begitu marah tadi" ucap Kirito

"yah sebaiknya kita jangan memancing kemarahannya seperti tadi, bisa-bisa nasib kita akan tamat" ucap Naruto sambil bergidik ketakutan.

"yah kau benar, sepertinya kita harus berjaga-jaga jangan sampai Canaria marah pada kita" ucap Kirito menyetujui pendapat Naruto.

Sepertinya bukan hanya Alice saja yang mempunyai kemarahan mengerikan, rupanya saudari kembarnya mempunyai hal serupa, meski kelihatannya Canaria lebih lembut daripada Alice, akan tetapi Kemarahannya jauh lebih mengerikan dari kakak kembarannya tersebut. Seperti kata pepatah bagaikan pinang dibelah dua. Memang itu berlaku untuk Alice dan Canaria yang mempunyai kemarahan yang begitu mengerikan.

Setelah memikirkan hal itu, pada akhirnya mereka berdua meneruskan kembali rutinitas paginya tersebut.


SKIP TIME

Setelah peribadatan selesai, para penduduk pun mulai melanjutkan kegiatannya (Sacred Task) masing-masing. Begitu juga dengan Kirito dan Eugeo, sepertinya mereka akan bersiap kembali untuk menantang Gigas Cedar kali ini.

Tapi untuk Naruto yang masih orang baru disini, dia sendiri masih belum tahu akan melakukan apa, oleh karena itu dari pada ia menganggur dan tak ada kegiatan sama sekali, pada akhirnya Naruto memilih berinisiatif ikut bersama 2 sahabat barunya itu.

Tentu saja inisiatif Naruto tersebut langsung disetujui oleh Eugeo dan Kirito, kerena dengan semakin banyak penebang maka pekerjaan akan semakin cepat, meskipun terbilang mustahil menebang pohon legendaris Gigas Cedar secepat mungkin, itu karena butuh banyak generasi yang bisa menumbangkan Gigas Cedar yang memiliki Durabilty hampir 236 ribu tersebut.

Tapi mereka bertiga tidak mempermasalahkan itu, karena yang terpenting sekarang ini adalah usaha dan kemauan.

Diperjalanan sendiri Naruto mulai mengingat kembali apa yang dipelajarinya di Dunia baru ini, mulai dari Penciptaan Dunia ini oleh Dewi Stacia, tanah yang disuburkan oleh Dewi Terraria, cahaya matahari yang diberikan dari berkat Dewi Solus, dan masih banyak hal baru yang menurutnya begitu asing, seperti penggunaan mana dalam kehidupan sehari-hari.

"Ah aku tahu" gumam Naruto

Mendengar apa yang Naruto katakan, Kirito dan Eugeo berhenti sejenak sambil memandangi si bocah tan tersebut dengan pandangan heran.

"Naruto, memang apa maksudmu? 'Aku tahu' barusan " tanya Kirito

"Yah, itu loh...aku menemukan kalau melodi lonceng tadi berbeda-beda tiap kata lain, penduduk desa ini menggunakannya untuk menentukan waktu." Ucap Naruto

"Tentu saja, Lagu pujian untuk Matahari «Cahaya Solus» dibagi menjadi 12 irama. Ditiap-tiap pertengahan baitnya, akan ada sebuah dentangan. Sayangnya, bunyinya tak mampu mencapai Gigas Cedar,jadi aku hanya bisa mengecek waktu melalui ketinggian Solus." Jelas Eugeo

"Soukka, Jadi memang tidak ada jam yah disini?" tanya Naruto membuat Kirito dan Eugeo sedikit kebingungan

"Jam, apaan tuh?" tanya Eugeo

"Erm, ituloh jam adalah...sebuah alat yang berbentuk piringan bundar dengan angka-angka di atasnya dan ia ia punya jarum berputar untuk menunjukkan waktu... " jelas Naruto

Mendengar itu, wajah Kirito secara tak terduga mengeluarkan kilauan dan mengangguk.

"Ahh...yang itu toh. Aku pernah lihat di buku gambar ketika aku kecil. Dahulu kala, di pusat Capital nampaknya ada sebuah bangunan yang disebut «Divine Instrument of Engraved Time», namun orang-orang terkadang melihat ke Divine Instrument itu dan tak pernah bekerja dengan serius,hal itu membuat Dewa marah, dan Ia menghancurkan Divine Istrument itu dengan saat itulah, manusia hanya dapat menentukan waktu berdasarkan pada bunyi dentangan lonceng." Jelas Kirito

"He,Heh...yah mungkin kalau ada jam seperti itu, sama seperti aku selalu khawatir sih kapan waktunya pelajaran selesai... " ucap Naruto

"Ahaha. Jadi begitu toh .Dulu ketika aku belajar di gereja,aku selalu nungguin tuh waktunya lonceng tengah hari berdentang." Jelas Eugeo.

Eugeo terkekeh-kekeh sambil memalingkan muka. Sedangkan Kirito hanya tertawa kecil mendengar penuturan Eugeo, dan Naruto sendiri malah mengikuti arah pandangan Eugeo dan akhirnya melihat menara jam gereja. Di jendela yang didesain seperti talang berbentuk mirip koin, lonceng-lonceng segala ukuran berkilauan di tetapi,meski lonceng-lonceng tadi berdentang,tak ada satu orang pun yang dapat terlihat disana.

"Lonceng itu...kok bisa ya berdentang?" tanya Naruto

"Serius deh, Naruto ,kok bisa sih kau lupa soal hal itu?"

Eugeo mengatakannya dengan suara kaget namun gembira,berdehem di tengah kalimat, dan melanjutkan,

"Nggak butuh siapa-siapa kok buat adalah satu-satunya Divine Instrument yang ada di desa,ia akan secara teratur mendentangkan hymne pujian tanpa telat sedetik saja nggak cuma desa Rulid yang memiliki instrument ini. Zakkaria dan desa-desa serta kota-kota lainnya mereka semua memilikinya...ahh, tapi, bukan itu juga sih Divine Instrument satu-satunya..." jelas Eugeo

Penuturan penuh semangat Eugeo,yang sangat jarang,dan akhirnya kehilangan suara di bagian akhirnya,membuatku tetapi, Eugeo nampaknya tak ingin melanjutkan diskusi mengenai hal ini seraya ia menepukkan tangannya pelan dan berkata,

"Oh yah Naruto, sebenarnya kamu ini berasal dari mana, banyak hal yang tidak kamu ketahui disini?, biasanya orang luar saja masih mengetahui pengetahuan dasar seperti itu" tanya Eugeo

"Yah. Aku juga penasaran denganmu Naruto, apalagi kata Canaria kemarin, kau ini berasal dari hutan barat, apa kau dulunya tinggal didaerah Saint Galicia?" tanya Kirito

" Bukan-bukan, aku bukan berasal dari situ" jelas Naruto

" Lalu asalmu dari mana?" tanya Eugeo

Wajah Naruto tiba-tiba menjadi kaku, dia sendiri merasa dilema kalau dirinya mengatakan bahwa dia berasal dari Konohagakure, tentu pastinya tidak ada Desa bernama Konohagakure, mengingat malam kemarin ia berusaha mencari informasi dimana ia berada, tetapi yang hanya ia temukan bahwa dia kali ini berada di ujung dunia manusia, lebih tepatnya Desa Rulid, bagian Kerajaan Norlangarth Utara.

"Itu, erm... Aku juga tidak tau dari mana Aku berasal... Aku mendapati diriku sedang tertidur di tengah hutan saat Aku bangun..." ucap Naruto

Sedangkan mendengar penuturan Naruto barusan, Kirito dan Eugeo sendiri masih terlihat terkejut, dan Kirito kembali menanyakan apa yang dibenaknya pada Naruto.

"Hmm... tidak tau dari mana kamu berasal... lalu bagimana bisa kamu sampai disini Naruto...?" tanya Kirito

"A-Ah... Aku tidak ingat. Satu-satu nya hal yang kuingat hanyalah nama ku..." jelas Naruto

"...Benar benar mengejutkan ...«Perbuatan Iseng Vector», huh. Meskipun sebelum nya Aku pernah dengar... tapi ini pertama kali nya Aku benar-benar melihatnya." Gumam Eugeo sambil berpose ala detektif.

"Perbuatan iseng... Vector...?" gumam Naruto

Sedangkan Kirito sendiri mulai berkata sambil berekspresi kaget saat Naruto bergumam hal tersebut.

"Eh, kamu tidak pernah mendengar nya dari kampung halaman mu? Itu loh yang dikatakan penduduk desa ku kalau ada orang suatu hari tiba-tiba menghilang, dan kemudian, tiba-tiba muncul kembali di hutan atau di lapangan. Dewa kegelapan Vector senang berbuat iseng pada manusia dengan menculik nya, dan mengambil ingatan nya sebelum melempar nya ke tanah yang jauh. Dulu sudah lama sekali, wanita tua di desa ku juga menghilang." Jelas Kirito

"H-Heh... Kalau begitu mungkin Aku juga seperti itu..." ucap Naruto sambil tersenyum kikuk.

Walau masih tampak tidak masuk akal bagi Kirito dan Eugeo, tetapi pada akhirnya mereka percaya, karena bagi mereka saat ini Naruto memang seperti orang yang tersesat, jadi tidak mungkin ia berbohong akan hal itu.

"yah walau terdengar tidak masuk akal, tapi untung kau bisa selamat dari Dewa kegelapan itu Naruto" ucap Kirito

"Ya, benar apa yang dikatakan Kirito, seharusnya kau sudah bersyukur bisa selamat, biasanya saja kalau sudah diculik oleh Vector, bisa saja hanya tubuhmu yang tertinggal dihutan bukan" ucap Eugeo

"yah kalian benar, aku memang bersyukur akan hal itu" ujar Naruto

"Yah sudah lupakan hal tadi, daripada terus saja memikirkan hal itu, bagaimana kita lomba lari untuk mencapai Gigas cedar, siapa yang kalah harus traktir 1 botol Air Siras, bagaimana?" ucap Kirito sambil tersenyum provokatif.

"Oke, aku setuju.. baiklah aku mulai duluan yah!" pekik Naruto sambil berlari kencang meninggalkan Kirito dan Eugeo yang masih terbengong

Kirito dan Eugeo pun akhirnya sadar kalau Naruto sudah mencuri start duluan.

"Hey! Kau curang Naruto, aku kan belum bilang mulai bukan!" pekik Kirito sambil berlari di ikuti Eugeo yang berlari dibelakangnya tersebut.

"Hahaha, tapi kau tadi tidak berkata untuk berlomba secara sportif bukan, jadi ini bukanlah kecurangan!" ucap Naruto yang berlari diarah terdepan.

Dan Kini mereka malah mengadakan lomba siapa yang menjadi tercepat untuk sampai di pohon Gigas Cedar.


Gereja Desa, Desa Rulid, Kerajaan Norlangarth Utara

Cahaya pagi bersinar terang, burung-burung pun berkicauan disana, langit pun terlihat cerah tampak sangat mendukung untuk aktivitas para penduduk seperti bekerja atau lainya, terlebih lagi bisa dilihat salah satu sudut Gereja Desa, kini terlihat beberapa Suster muda tengah belajar disana.

Gereja Desa ini merupakan satu-satunya bangun tempat Peribadatan warga Desa Rulid disana. Bangunannya bergaya arsitektur eropa kuno, disana juga juga terdapat Menara Lonceng jam yang tingginya sekitar 17,5 mel. tapi walau tingginya hanya seperempat dari pohon Gigas Cedar, keberadaan Menara ini begitu penting, karena Menara ini berperan sebagai pertanda pergantian jam.

Kemudian disisi selatan gereja terdapat sebuah sekolah milik gereja, tempat dimana para suster muda belajar untuk menjadi penerus suster senior selanjut, dan Kini di salah satu ruang sekolah terlihat Canaria sedang sibuk melihat lembar buku miliknya, tampak seperti ia belajar dengan sungguh kala itu.

Akan tetapi disela-sela kegiatanya itu dirinya kembali membayangkan Naruto, dia membayangkan Naruto dengan gagah berani menyelamat dirinya di siang itu, ia tampil bak Ksatria untuknya, mengalahkan para musuh dihadapanya, terlebih lagi melihat wajah nya rupawan itu membuat konsentrasi Canaria buyar seketika.

"Horaa..Cana-chan, .. jangan melamun disini" pekik suara itu

Sontak suara itu membuyarkan lamunannya.

"Eh Alice Nee-chan, maaf kalau aku tadi sedang melamun" ucap Canaria

"yah ampun, kenapa sih akhir-akhir ini kamu sering melamun Cana-chan, lihatkan tugasmu saja belum selesai begini" keluh Alice

"Eh sumimasen Nee-chan" ucap Canaria.

"Ah yah sudah, aku mengerti kok. Selain itu apa sih yang kamu lamunkan, coba ceritakan padaku?" ucap Alice

"eh tidak ada yang perlu diceritakan, semua yang kupikirkan itu tidak penting kok Nee-chan" ucap Canaria dengan gugup

"lalu kenapa kamu terus melamun kalau itu adalah soal yang tidak begitu penting, atau jangan-jangan.." ucap Alice

Canaria sendiri mulai sedikit gugup dengan Intrograsi yang dilakukan oleh kakak kembaranya itu, apa dirinya akan ketahuan kalau dia sedari tadi tengah melamunkan si pemuda pirang jabrik itu.

"..pasti kamu sedang melamunkan sosok Naruto-san bukan" goda Alice

Sontak godaan dari Alice tersebut membuat Canaria sendiri salah tingkah, tampaknya wajah Canaria kini diselimuti bercak cat merah, dan itu sangat terlihat jelas untuk Alice.

"Heehehe tuhkan ayo ngaku, aku tak menyangka kalau Naruto-san bisa berhasil mengambil hati Imouto yang kawaii ini" goda Alice

"Mou Nee-chan, jangan terus menggodaku, lihat aku jadi susah berkonsentrasi nih" ucap Canaria dengan wajah cemberut.

"hehehe sudah kuduga, pasti soal itukan, kamu ini jangan meremehkan Nee-chan mu ini, begini juga kita kan adalah kembaran jadi aku begitu mengerti semua pola tingkah laku dirimu" ucap Alice sambil mendekapkan tangannya didada sebagai rasa bangga.

"Huh baiklah, kau menang Alice Nee-chan, aku akan cerita padamu" ucap Canaria

"Jadi memang benar Naruto-san yang berhasil mengambil hati adik kesayanganku ini?" tanya Alice

"yah begitu deh Nee-chan, entah mengapa sejak kejadian itu, saat aku melihat Naruto-kun rasanya jantung Cana mulai berdebar tak karuan" ujar Canaria

"Eh benarkah, lalu bagaimana bisa adikku yang kawaii ini bisa jatuh cinta sama Naruto-san?" tanya Alice dengan penuh nada selidik

"Eh yah soal itu, sebenarnya aku sudah jatuh cinta sejak dia menyelamatkanku" ujar Canaria

"Ah Nee-chan jadi penasaran, coba ceritakan lagi bagaimana dia menyelamatkanmu Cana?" tanya Alice

"Waktu itu saat aku terpojok dimana aku akan diserang oleh Goblin tersebut, tiba-tiba saja Naruto-kun menyelamatkanku, dan malah aku semakin terkejut ketika dia menggendongku layaknya tuan putri, terus saat dia menenangkanku dari rasa takut dia bilang 'Berlindunglah disini, sisanya serahkan padaku', dan akhirnya dia menghajar Goblin itu, dan berhasil menyelamatkanku. dia benar-benar hebat, sampai-sampai aku benar terperangah melihat aksinya tersebut" ujar Canaria sambil berblushing ria.

"Wah Sugoiii, kalau begitu pasti dia sangat keren bukan" ujar Alice

"Yah dia sangat keren" ucap Canaria

"selain itu dia pasti sangat romantis bukan" ucap Alice

"yah Nee-chan benar dia sangat romantis" ucap Canaria

"pasti kamu sangat ingin menjadi istrinya bukan?" tanya Alice

"yah aku sangat ingin menjadi...eh tunggu dulu kenapa Nee-chan terus mengarahkan aku kepertanyaan itu!" ucap Canaria

"hehehehe sudahlah kamu jangan membohongi Nee-chan, lihat pandangan matamu saja berkata kalau kamu begitu mencintainya bukan" ucap Alice

"Ah yah sejujurnya aku sangat mencintainya, bahkan aku sangat berharap bisa menjadi istrinya kelak" ucap Canari sambil merona merah.

"kalau begitu tunggu apalagi, cepat kejar hatinya jangan sampai direbut oleh orang lain loh" ucap Alice

"Eh tapi..." ucap Canaria

"sudahlah sekali-sekali perempuan itu harus agresif, Nee-sama punya usul bagaimana kalau kamu menjadikan dia sebagai Ksatria kamu, nah dengan begitu kesempatan untuk mendekatinya semakin terbuka lebar bukan" ucap Alice

"Hemm sebenarnya aku sudah memikirkan hal itu Nee-chan" ujar Canaria

"Hoo benarkah, ternyata kita sepemikiran rupanya yah" ucap Alice

"Heheh tentu saja, tadi Nee-chan bilang bukankah kembaran itu saling mengerti satu sama lainya" ucap Canaria

"Hehehe yah Nee-chan setuju akan hal itu" ucap Alice sambil terkekeh kecil

Canaria sendiri hanya tersenyum kecil mendengar penuturan Alice tersebut.

"Tapi kalau dipikir-pikir Naruto-san itu lumayan tampan juga, ah sepertinya Nee-chan juga mulai tertarik padanya" goda Alice membuat Canaria sendiri cemberut.

"Mou Nee-chan jangan mulai lagi deh, kalau Nee-chan seperti itu, bagaimana dengan Kirito-kun? Nee-chan mau kalau Cana aduin ke Kirito-kun, Kalau Nee-chan lebih tertarik pada Naruto-kun" ancam Canaria

"Ehhhh jangan-jangan Cana-chan, aku tadi hanya bercanda kok, pokoknya jangan pernah aduin apapun ke Kirito oke " ucap Alice

"Heee.. benarkah.., aku masih tidak percaya?" goda Canaria

"Hora! Sudah kubilang aku hanya bercanda Cana-chan!" ucap Alice sambil cemberut.

Sedangkan Canaria sendiri hanya terkikik halus melihat wajah cemberut saudari kembarnya tersebut, kali ini rupanya dia sudah berhasil menggoda Nee-chan nya yang sedari tadi juga menggoda dirinya tersebut.

Yah bisa dilihat mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lainya, Alice Schuberg sosok yang begitu mirip dengan Canaria Schuberg, dia memiliki fisik yang sama, manik mata blue shapire yang sama, bahkan tinggi badannya juga sama, hanya yang membedakan Alice dan Canaria adalah Alice bergaya rambut terikat Pony tail dan dikucir dengan rapi sedangkan Canaria memiliki gaya rambut tergerai bebas sepunggung, jika saja Alice menggerai rambutnya yang mencapai sepinggang itu tentu akan sangat mirip sehingga membuat orang baru mengenal mereka tampak kebingungan.

Meski begitu bagi yang sudah mengenal mereka berdua tentu akan mengetahui kalau mereka berbeda satu sama lainya, Alice memiliki kepribadian cukup vokal, berani dan keras kepala sedangkan Canaria dikenal memiliki kepribadian kalem, pemalu dan ramah, sungguh 2 perbedaan dari masing-masing karakter yang membuat eksistensi mereka kian menarik.

Kemudian kita alihkan sejenak kegiatan sikembar identik tersebut dengan sosok tokoh utama kita..

Naruto Kini berada di area Pohon Gigas Cedar, dia berada disana, untuk membantu Kirito dan Eugeo dalam menyelesaikan Sacred Task mereka hari ini, yaitu bertarung melawan Gigas Cedar, awalnya Eugeo dan Kirito sendiri merasa ragu untuk membiarkan Naruto membantu mereka berdua. Mengingat beratnya kapak tulang naga yang hanya bisa diangkat oleh yang sudah terbiasa, apalagi untuk seukuran fisik seperti Naruto yang tak pernah mengangkat Dragon Bone Axe itu sangatlah mustahil.

Akan tetapi mereka malah kini dikejutkan oleh Naruto, bahkan dengan mudahnya ia mengayunkan kapak tersebut dengan tangannya. Naruto sepertinya memang belajar cepat, apalagi peragaaan yang dilakukan oleh Kirito dan Eugeo membuat ia begitu cepat paham. Memang dalam urusan teori dia memang agak terbelakang, tetapi jika menyoal praktek tentu otak Uzumakinya tersebut mampu menangkap dengan baik.

Bahkan ia sendiri berinovasi dengan sedikit mengalirkan Cakra angin miliknya agar membuat mata kapak tersebut lebih tajam, dia sendiri melakukan hal itu sekalian dengan mempertajam kembali control cakra miliknya dan hasilnya sungguh membuat Eugeo dan Kirito begitu terperangah. Bagaimana mereka berdua tidak kaget, selama ini mereka bekerja keras selama dua bulan untuk mengurangi Durabilty Gigas Cedar sebanyak 50 poin saja, sedangkan Naruto hanya membutuhkan 50 ayunan untuk mungurangi Durability Gigas Cedar sebanyak 100 poin.

Itulah membuat mereka begitu terkejut bukan main, bahkan mereka meminta Naruto mengulangi ayunan kapaknya sekali lagi, menuruti hal tersebut Naruto pun sekali lagi mengayunkan kapak yang berlapiskan cakra angina miliknya kearah pohon Gigas Cedar. Setelah Naruto melakukannya, Kirito dan Eugeo pun langsung memeriksa Durability Gigas Cedar tersebut dan hasil tetap saja membuat mereka terkejut. Dalam 1 kali ayunan, Naruto mampu mengurangi 2 poin Durabilty Gigas Cedar.

Tentu Kirito dan Eugeo kali ini hanya menelan ludahnya saat melihat hal tersebut. Bagi mereka berdua butuh waktu 2 minggu untuk mengurangi 2 poin dari Durabilty Gigas Cedar tersebut, akan tetapi bagi sang Uzumaki yang baru mereka kenal itu, hanya membutuhkan 1 ayunan saja untuk mengurangi 2 poin dari Durabilty Gigas Cedar tersebut.

Mereka berdua sendiri membayangkan kalau Naruto ini sebenarnya mantan Ksatria atau pertarung handal, buktinya Naruto terlihat masih belum mengalami kelelahan walaupun sudah mengayunkan Dragon Axe Bone sebanyak 50 kali untuk menantang pohon Legendaris tersebut.

"Hey Kirito, Eugeo, mau sampai kapan kalian terbengong disitu, sekarang giliran kalian berdua nih" ucap Naruto

"Bagaimana kami masih terbengong Naruto, kami benar-benar terkejut dengan apa yang kau lakukan barusan, kami saja untuk mengurangi 2 poin Durability Gigas Cedar ini membutuhkan waktu bermingggu-minggu, tetapi kau hanya membutuhkan 1 kali ayunan saja untuk melakukan hal tersebut!" Pekik Eugeo

"Yah Eugeo benar, aku malah jadi penasaran tubuh mu ini terbuat dari apa Naruto, mengingat dibutuhkan banyak stamina untuk melakukan hal tersebut?" tanya Kirito

Naruto sendiri mendengar penuturan teman-teman barunya itu hanya tersenyum kikuk, yah kalau dipikir-pikir tanpa mengalirkan Cakra angin miliknya mana mungkin ia bisa melakukan hal itu, paling kalau hanya memakai stamina terkuat saja, dia mungkin hanya bisa mengurangi Durability Gigas Cedar itu, sebanyak 0,025 poin saja, akan tetapi bila ia menggunakan Cakra anginya, efektivitas serta ketajaman Dragon Bone Axe pun akan meningkat, mengingat Cakra Angin sendiri mampu melakukan hal itu. Itulah sebenarnya cara kerja diterapkan oleh Naruto barusan.

"Yah sebenarnya sih aku menggunakan sedikit Cakra Angin millikku, untuk meningkatkan ketajaman Dragon Bone Axe" Jelas Naruto

Tentu penjelasan Naruto barusan membuat Kirito dan Eugeo sendiri mengernyitkan kedua alisnya. Sebagai tanda kebingungan. Apalagi mereka berdua baru mendengar tentang Cakra. Bagi mereka kata-kata Naruto tersebut sangatlah asing untuk ditelinga mereka berdua.

"Sebenarnya apaan itu Cakra, aku benar-benar tak mengerti penjelasanmu Naruto?" tanya Eugeo

Dan Kirito juga menganggukan kepalanya pada Naruto sebagai tanda kalau ia juga tak begitu mengerti

"Cakra itu sebenarnya berasal dari Energi yang diolah didalam tubuh kita, yah didalam tubuh kita ini ada 2 macam Energi, pertama Energi Spirtual dan kedua Energi Fisik, jika kita mengolah kedua Energi itu secara bersamaan dan seimbang maka timbulah Cakra, dan Cakra itu yang baru saja kugunakan untuk memperkuat ketajaman kapak ini" jelas Naruto

"Oh intinya kau menggunakan Energi mirip seperti Sihir, hanya saja sumbernya berbeda, untuk kami yang tinggal disini kami bisa melakukan sihir-sihir dasar melalui Sacred Art, dan semua itu berasal dari Mana Energi yang berada dalam tubuh kita, tetapi ada juga profesi tertentu menggunakan mana sebagai Sihir penyembuhan seperti para Suster Desa kayak Alice, Canaria dan Suster Azariya, mereka semua bisa melakukan Sihir penyembuhan untuk menyembuhkan luka serta beberapa Penyakit" jelas Kirito

"Yah bisa dibilang seperti itu Kirito, sebenarnya Cakra juga bisa digunakan untuk penyembuhan seperti Medic Nin, mereka semua menggunakan Cakra penyembuhan untuk mengobati para pasiennya, begitu" jelas Naruto

"tetapi yang kulihat disini, kau sedikit berbeda Naruto, dibandingkan dengan masyarakat umumnya hanya mengetahui sihir dasar kehidupan sehari-hari, kau mampu menggunakan nya sepanjang waktu seperti saat kau lakukan dalam pekerjaanmu tadi" ucap Eugeo

"Ah tidak begitu juga Eugeo, pada dasarnya Cakra yang ada didalam tubuh manusia itu hanya terbatas, tetapi dalam beberapa kasus ada juga Cakra yang memiliki kapasitas tak terbatas" jelas Naruto

"lalu contohnya seperti apa?" tanya Kirito

"Seperti Senjutsu, Senjutsu merupakan Energi alam yang dimanfaatkan serta diolah sebagai Cakra, mengingat sumbernya berasal dari luar, bisa dikatakan itu sangat melimpah dan tak terbatas, selain itu menggunakan Senjutsu membuat stamina, serta tubuh kita semakin kuat dan bugar" jelas Naruto

"Wah kalau begitu itu sangat menguntungkan untuk kita jika kita berhasil menguasai Senjutsu, bahkan batasan yang ada bisa kita lewati dengan itu" ucap Eugeo

"Yah walaupun banyak menguntungkan bagi manusia, tetapi ada beberapa kelemahan fatal yang tidak bisa kita perbaiki dalam penggunaan Senjutsu" jelas Naruto

"Kelemahan Fatal?" gumam Kirito

"yah kelemahanya yaitu karena banyaknya energy negative yang beredar dialam ini, membuat kita dituntut untuk menguasai tingkat control Cakra yang sangat tinggi, kalau kita tak bisa mengontrolnya yang ada Energi Negative tersebut akan menelan dan menghancurkan tubuh kita secara perlahan-lahan, kedua kita juga harus duduk diam sejenak menyatu dengan alam agar bisa merasakan, mengumpulkan, serta mendapatkan Energi Senjutsu, dan yang terakhir Senjutsu memiliki batasan waktu dalam penggunaannya, biasanya hanya sekitar 5 menit saja, itu dikarenakan hanya disitulah batas kemampuan tubuh manusia dalam menampung energy alam yang begitu tak terbatas. " Jelas Naruto

"Jadi intinya bukan orang sembarangan lah yang bisa menguasai Senjutsu, tetapi hanya orang memiliki tingkat control Cakra yang tinggi yang mampu melakukan hal itu yah, mengingat banyaknya tingkatan serta kesulitan yang dihadapi dalam upaya untuk mengusai Senjutsu yah" ucap Kirito

"Yah seperti itu, oleh karena itulah Senjutsu itu hanya digunakan dalam keperluan mendesak saja" ujar Naruto.

"Oh begitu rupanya, sayang sekali yah padahal kalau Senjutsu tak ada batasan, tentu pekerjaan manusia akan banyak terbantu kerena penggunaan Senjutsu tadi" gumam Eugeo

"Yah memang sangat disayangkan, tetapi itu lebih baik dari pada manusia bisa menguasai energy yang tak terbatas, kalau itu terjadi dampak negative nya begitu banyak, contohnya seperti rasa tidak akan puas terhadap apa yang ia miliki membuat ia kehilangan jati dirinya, padahal kekuatan bukanlah sebagai alat untuk meraih kekuasaan, melainkan sebagai media penyampaian perasaan manusia agar kita dapat saling mengerti satu sama lainya." Ujar Naruto

"Yah kau benar Naruto, memang sebaiknya itu adalah yang terbaik, jika Dunia ini tak seimbang bagaimana kita akan bisa hidup kedepannya" ujar Kirito

Naruto sendiri mendengar penuturan Kirito sendiri mengiyakan apa yang dimaksud Kirito, berbeda dengan Eugeo sendiri, ia sepertinya merasa masih belum paham dengan apa yang dikatakan Kirito barusan.

"Ah kalian berdua ini bicaranya seperti Kakekku saja, selalu saja seperti orang sok bijak" ucap Eugeo

"Heee.. jangan samakan kami dengan Kakek mu itu Eugeo, otakmu saja yang masih dangkal karena tak mengerti apa yang kuutarakan barusan" ujar Kirito

"Yah aku setuju denganmu Kirito, sepertinya ini memang karena kau kurang rajin belajar Eugeo, mangkanya otakmu itu memiliki daya tangkapnya begitu kurang" ucap Naruto sambil tersenyum provokatif kearah Eugeo.

"Teme!.kalian berdua sedang mengejek ku hah!" pekik Eugeo

"Kami tidak sedang mengejek disini, yang kami utarakan itu memang kenyataan, hanya saja kau tidak bisa menerimanya kan Eugeo" ucap Naruto

"Itu benar, sudahlah akui saja kalau kami berdua ini lebih pintar darimu Eugeo" ejek Kirito.

"Argghhh aku tidak tahan lagi, sini kalian berdua akan kuhajar kalian!" pekik Eugeo.

Eugeo sendiri mulai mengerjar Naruto dan Kirito disana, sedangkan Naruto dan Kirito sendiri berlari menghindari Eugeo untuk menangkap mereka, mereka berdua malah berpura-pura seperti akan ditangkap oleh Integrity Knight saat Eugeo akan menangkap mereka berdua.

"Uwwaaaa Kaasaan!... lihat ada seorang Intergrity Knight, yang mau menangkap kami berdua!" pekik Kirito sambil bercanda.

"Uwaaa dia semakin mendekat, Kami-sama tolong kami berdua!" pekik Naruto dengan nada anak kecilnya.

"Koraa! Kalian berdua lihat saja nanti, kalau aku menangkap salah satu dari kalian, tidak ada ampun lagi!" pekik Eugeo

Sedangkan Naruto dan Kirito malah tertawa renyah melihat Eugeo terpancing kerena godaan mereka berdua. Akan tetapi mereka berdua tidak sadar kalau Eugeo semakin dekat, dan akhirnya Eugeo menangkap salah satu kaki mereka berdua. Tentunya tangkapan Eugeo membuat Naruto dan Kirito terjatuh ditanah.

Mereka pun malah berguling-guling, berputar-putar tak karuan, bahkan akibat mereka masih saja bermain-main dipermukaan tanah tersebut, baju mereka malah dipenuhi debu dan kotoran disana. Setelah berguling-guling sebanyak 3 kali akhirnya Eugeor berhasil mendapatkan salah satu dari kedua telapak kaki merek berdua tersebut.

"Rasakan ini, pukulan maut dari Eugeo-sama, hahaha bersiaplah kalian berdua" pekik Eugeo

Sementara berteriak dan tertawa, dia menarik salah satu kaki kedua sahabatnya tersebut dengan tangannya yang kotor, Eugeo lalu secara bergantian menjadi menggelitik salah satu telapak kaki mereka berdua itu. Dan hasil tentu rasa geli yang begitu tak tertahan kan bagi Naruto dan Kirito.

"Ugya, Eugeo...h-hahahaa..." ucap Kirito dan Naruto bersamaan dan kehabisan nafas saat dia berjuang melawan penahanan dan digelitik, tetapi bukannya puas akan hal itu Eugeo malah semakin intens menggelitiki telapak Kaki kedua sahabatnya itu sehingga suara tawa Naruto dan Kirito begitu terdengar di area Gigas Cedar tersebut.

Sayangnya Acara itu harus berakhir karena tiba-tiba saja terdengar suara keras yang datang dari belakang mereka bertiga.

"Hora! Kalian bertiga, sepertinya kalian malah bermain-main lagi disaat bekerja!" teriak suara bersamaan dari 2 orang feminim tersebut.

"Uu..." gumam Eugeo

"Ini buruk..." gumam Kirito.

"Yah benar-benar sangat buruk" gumam Naruto

Yah mereka bertiga benar-benar panik, saat mendengar suara yang sangat dikenalnya tersebut, perasaanya mereka mulai was-was, sejenak Naruto, Kirito dan Eugeo mulai mengalihkan pandanganya kearah sumber suara itu, sedikit menggerakan leher mereka bertiga dengan patah-patah, rupanya tepat di dekat batu besar tersebut, ada 2 gadis muda seumuran dengan mereka bertiga tengah berdiri disana sambil membawa masing-masing 1 keranjang rotan. ciri-ciri fisik mereka begitu sangat dikenal oleh Naruto, Kirito dan Eugeo, mereka berdua memiliki surai pirang cerah, tinggi tubuh yang sama, kulit putihnya yang sama dan juga jangan lupakan manik mata blue shapire yang begitu identik. Hanya saja ada beberapa perbedaan diantara mereka berdua, yaitu anak gadis pertama dia memiliki gaya rambut pony tail yang dikepang begitu rapi, panjangnya hingga sepinggang, sedangkan anak gadis yang kedua memiliki gaya rambut yang tergerai bebas dan panjang rambutnya kira-kira sama dengan anak gadis pertama.

Naruto, Kirito dan Eugeo sendiri hanya tersenyum kikuk melihat kedua sosok itu, rupanya dia adalah Alice Schuberg dan Canaria Schuberg, anak dari kepala Desa Rulid.

Saat ini si Kembar identik tersebut tengah menampakan senyum manisnya kepada ketiga bocah laki-laki yang mereka tegur itu, senyuman si Kembar indentik itu bahkan mampu melelehkan hati para pemuda saat menatap senyumnya yang menawan itu, akan tetapi bagi Naruto, Kirito dan Eugeo kini senyum itu ibarat Shinigami yang tengah menjemputnya dan mengantarkannya menuju Neraka, Aura kematian begitu terpancar dan membuat Ketiga bocah laki-laki tersebut mulai bergidik ngeri ketakutan.

"Jadi apakah ada dari salah satu kalian bertiga bisa menjelaskan apa yang kalian perbuat sekarang ini?" ucap Alice sambil tersenyum manis.

"Kalau tidak, kalian semua sudah tahu akibatnya bukan?" ucap Canari sambil tersenyum manis juga.

Tentu saja Naruto, Kirito dan Eugeo bergidik ngeri mendengar penuturan Canaria barusan, mereka bertiga bisa membayangkan kalau salah satu daun telinga mereka akan lepas ketika si kembar indentik tersebut menjewer salah satu daun telinga mereka bertiga.

Melihat tidak ada jawaban dari mereka bertiga, membuat Alice dan Canaria mulai semakin tersenyum manis, mereka berdua pun semakin mendekati ketiga bocah itu.

"Jadi adakah dari kalian bertiga berniat melakukan pembelaan disini?" tanya Canaria sambil tersenyum manis.

Melihat senyuman Shinigami milik Canaria membuat Kirito dan Eugeo malah mendorong Naruto kearah Canaria yang berdiri disana. Tentu Naruto sendiri merasa kesal karena dirinya malah dikorbankan oleh mereka berdua.

'Sialan kalian, kenapa kalian berdua malah mendorongku kehadapan mereka berdua' ucap kesal Naruto dalam hatinya sambil mengarahkan pandangan terhadap Kirito dan Eugeo untuk meminta penjelasan.

Akan tetapi bukannya penjelasan yang ia dapatkan melainkan siulan tak jelas dari kedua bocah itu. Dan itu tentunya membuat perempatan kekesalan didahi Naruto saat ini juga.

"Nee Naruto-san? Jadi apa alibimu kali ini?" tanya Alice sambil tersenyum dan merilekskan tangannya tersebut.

"yah kami berdua menunggu jawaban darimu Naruto-kun" ucap Canaria sambil melakukan hal sama dengan Alice

Bagaikan menghadapi vonis menuju Neraka, Naruto sendiri mulai bergetar ketakutan melihat ekspresi si kembar identic tersebut, bahkan banyak peluh keringat kini membasahi wajah Naruto saat ini juga

'Kami-sama, jika kau memang mau menjemputku, hamba mohon jangan bawa hamba bersama kedua Shinigami didepan hamba ini, Hamba belum siap Kami-sama' jerit Naruto dalam hati.

"Ahh hehehe.. anoo ituuu sebenarnya kami.. sedang melakukan senam kebugaran, yah begitu.. itulah yang baru saja kami lakukan hehehe" ucap Naruto

Akan tetapi mendengar jawaban Naruto tersebut membuat Kirito dan Eugeo menjerit dalam hatinya merutuki serta mengutuk kebodohan Uzumaki Naruto kali ini.

'Ahooo.. kenapa kau mengatakan alasan macam itu!' pekik Eugeo dalam hati

'Baka! Mana mungkin mereka berdua percaya dengan alasan konyol tersebut' pekik Kirito dalam hati

Sedangkan Alice dan Canaria malah tertawa kecil dan menampilkan Ekspresi Psycho saat mendengar penuturan Naruto yang begitu konyol.

"Hehehehehe, sayangnya alasan yang kamu utarakan tadi, kami tolak Naruto-san" ucap Alice dengan ekspresi Psycho miliknya.

" Heh kenapa begitu, bukankah senam kebugaran itu sehat" gumam Ngawur Naruto dengan nada panik.

"Sudahlah tidak ada pembelaan lagi, terima saja hukuman ini untuk kalian bertiga hehehehe!" ucap Canaria dengan ekspresi Psycho miliknya.

"tapi.. tapi.." ucap Naruto

"Sudahlah terima saja Hukaman ini Naruto-kun" ucap Canaria sambil tersenyum Psycho.

Dan adegan selanjutnya ada Naruto, Kirito dan Eugeo mendapatkan bonus berupa jeweran telinga yang terkenal begitu maut dari si kembar identic tersebut, tentunya disertai teriakan kesakitan dari Naruto, Kirito, dan Eugeo yang begitu membahana di area pohon Gigas Cedar tersebut. Bahkan belum sampai disitu saja, Alice dan Canaria juga memberikan beberapa petuah untuk ketiga bocah nakal tersebut agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

Mengelus daun telinganya yang panas tersebut, Kirito, Eugeo dan Naruto hanya menggerutu saat mereka menahan rasa perih di daun telinganya tersebut.

"Iteei! Kau kejam sekali Cana-chan, lihat kupingku sampai merah begini" gerutu Naruto

"Mou sudahlah Naruto-kun, ini juga demi kebaikanmu bukan" ucap Canaria.

"Huh yah.. yah aku mengerti Cana-chan, aku janji tak akan mengulanginya lagi" ucap Naruto sembari cemberut.

Canari sendiri hanya tersenyum kecil melihat wajah cemberut Naruto kala itu, begitu juga dengan Alice. Setelah melihat Canaria sudah selesai menasehati Naruto, kini Alice mulai menatap Kirito dan Eugeo yang masih mengelus daun telinga mereka.

"dan untuk kalian berdua juga, aku harap kalian berjanji tak akan mengulanginya lagi" ucap Alice sambil menatap Kirito dan Eugeo yang masih mengelus daun telinga mereka yang masih memerah tersebut.

"Yah.. yah … kami mengerti Alice" ucap Kirito disusul anggukan Eugeo sebagai tanda mengerti.

penuturan Kirito dan Eugeo tersebut hanya direspon dengan senyuman kecil yang terpancar di wajah Alice. Setelah itu dia pun kemudian mengusulkan untuk makan siang bersama

"Nah dari pada kalian cemberut begitu, mendingan kita lanjutkan saja dengan acara makan siang, yah kan Cana-chan" ucap Alice

"Yah, selain itu kita harus cepat-cepat mengingat beberapa life makanan tertentu tak begitu tahan dengan teriknya sinar matahari bukan" ucap Canaria

Dan ucapan mereka berdua tentu disambut anggukan Antusias Naruto, Kirito dan Eugeo.

Tanpa basa-basi lagi Alice kemudian meletakkan 2 keranjang rotan itu di tanah, mengambil kain berukuran besar dari dalamnya, lalu membentangkan itu. Ia juga memilih tempat yang landai dan membentangkannya berdua bersama dengan Canaria. setelah selesai terbentang, Kirito dan Naruto dengan cepat melepas sepatunya dan segera mendudukinya. Eugeo kemudian duduk setelahnya, lalu makanan itu dijejerkan satu demi satu di depan tiga pekerja yang lapar tersebut.

Menu hari ini sama seperti kemarin siang, yaitu daging asin dan pai dengan isi kacang panggang, roti hitam berlapis keju dan irisan daging asap, beberapa jeni buah dikeringkan, dan susu hasil perahan tadi pagi. Bahkan meskipun semua makanan selain susu dapat disimpan untuk dimakan nanti, tapi sinar matahari yang kuat di bulan ketujuh masih dapat menghabiskan «Life» dari makanan ini tanpa ampun.

"Cana-chan, tolong periksa Life nya dulu sebelum menghidangkan makanan yah" ujar Alice

"Haii.. Nee-chan" ucap Canaria.

Canaria pun dengan cekatan memeriksa Life makanan yang mereka berdua buat tersebut, dengan memeriksa Stacia Window di masing-masing makanan dan minum, melihat tidak ada masalah, Canaria pun langsung mempersilahkan para pekerja lapar itu untuk memulai acara makan siang.

Tetapi sebelum itu, Alice sedikit memberi isyarat kepada semuanya agar berdoa terlebih dahulu sebelum memulai acara makan siang, mereka semua kecuali Naruto memberikan untaian doa kepada Dewi penciptaan agar acara makan siang ini mendapat keberkahan. Sedangkan Naruto sendiri hanya diam, karena dia sendiri tak begitu mengetahui apa yang mereka panjatkan mengingat dia sendiri baru beberapa hari di Dunia barunya tersebut.

Kemudian setelah selesai berdoa mereka pun memulai acara makan siang bersama di bawah pohon Gigas Cedar tersebut.

Mereka berlima melanjutkan makan tanpa mengatakan apapun. Itu sudah jelas dengan tiga anak laki-laki yang kelaparan. Semua makanan segera habis satu demi satu. Pertama tiga potong pai, diikuti oleh sembilan potong roti hitam, lalu sebotol toples susu itu habis, dan, setelah itu mereka berlima menghela nafas lega.

"Minna.. bagaimana rasanya?" tanya Alice

"Kupikir ini lebih baik dari kemarin Alice, yah itulah kurasa" ujar Kirito disusul anggukan Eugeo dan Naruto bahwa mereka menyetujui pendapat Kirito kali ini.

"Begitu yah, syukurlah kalau begitu" ucap Alice

"Tapi sebenarnya sih ada yang mengganjal dibenakku kali ini?" gumam Naruto

"memang ada yang tidak enak yah dari makanan buatanku dan Nee-chan yah Naruto-kun?" tanya Canaria harap-harap cemas

"Bukan-bukan itu kok, yang mengganjal pikiran sekarang ini, kenapa sih setiap kita makan siang bersama dibawah sinar matahari, kita harus menghabiskan nya cepat-cepat, padahal kalau bisa menurutku kenapa tidak dinikmati saja" ujar Naruto

"Mau bagaimana lagi Naruto, kan sudah pernah kujelaskan sebelumnya bukan, kalau life sebagian makanan tidak tahan dengan sinar matahari. Kalau kita tak segera memakan makanan tersebut, otomatis makanan itu tidak bisa lagi untuk kita makan" ujar Eugeo

"Yah kau benar, tapi seadainya ad acara untuk mengawetkan makanan tersebut lebih lama" ucap Naruto

"Nah itu, aku setuju denganmu Naruto, oleh karena itu kita tetap akan menjalankan rencana itu kan, Eugeo, Alice?" ujar Kirito sambil menatap Eugeo dan Alice disana.

Eugeo sendiri hanya membalas dengan tatapan pasrahnya sedangkan Alice hanya tersenyum saat mendengar penuturan Kirito

Tapi bagi Naruto dan Canaria kini, mereka berdua malah menjadi kebingungan karena tak begitu mengetahui apa yang dimaksud oleh Kirito barusan.

"Sebenarnya kalian bertiga merencanakan apa sih, memang ada cara untuk mengawetkan makanan untuk lebih tahan lama?" tanya Naruto

"Yah ada kok, dengan es." Ujar Kirito

"Tapi bukannya sekarang ini musim panas, mana es dipanas terik seperti ini" ujar Naruto

"Yah karena itulah kita semua akan mengadakan ekspedisi menuju pegunungan utara" jelas Kirito

"Memang apa hubungnya Pengunungan Utara dengan Es?" tanya Naruto

Dan kali ini Kirito mulai menjeleskan rencana mereka bertiga pada Naruto dan Canaria, Kirito menjelaskan bahwa mereka bertiga akan pergi kepegunungan Utara untuk mencari Es disana, jika rencana mereka berhasil tentu nya ini akan membantu mereka semua dalam usaha mengawetkan makanan, dia secara rinci menjelaskan rencana tersebut, bahkan Kirito sendiri juga menceritakan legenda yang masih ada kaitannya dengan Pegunungan Utara.

Mendengar pemaparan Kirito barusan membuat Naruto dan Canaria mengangguk paham.

"jadi bagaimana, kau mau ikut tidak Naruto?" tanya Kirito

"Hee sepertinya ini sangat menarik, apalagi menyangkut tentang naga yang kau ceritakan barusan, sepertinya sangat menarik, baiklah aku ikut Kirito" ujar Naruto

"Yosh, lalu bagaimana denganmu Canaria? Apa kau akan ikut juga?" tanya Kirito

"Aku sih sebenarnya ingin pergi, tapi apa ini tidak apa-apa yah?" tanya Canaria

"Tenang saja, ini akan baik-baik saja kok, lagi pula Alice dan juga Naruto akan ikut bersama kita, jadi bagaimana Canaria, kamu mau ikut atau tidak?" tanya Kirito

"Baiklah, aku akan ikut juga, aku juga penasaran seperti apa itu Pegunungan Utara." Ujar Canaria.

"Yosh kalau begitu kita sudah putuskan besok, saat hari libur tiba, kita berlima akan pergi ke pegunungan Utara" ucap Kirito sambil mengepalkan tangan diudara.

Dan semuanya pun menyutujui ekspedisi kali ini..


SKIP TIME

Hari ke 3, Bulan ke 7, Tahun 372 Dunia Manusia.

Kelihatannya, cuaca itu sangat bagus di hari ketiga di hari libur di bulan ketujuh. Hanya di hari libur anak-anak yang berumur diatas sepuluh, yang sudah diberi Sacred Task mereka, diperbolekan bermain hingga sampai waktu makan malam seperti saat mereka masih kecil. Eugeo dan Kirito biasanya menghabiskan waktu itu dengan melakukan sesuatu memancing dan berlatih teknik pedang dengan anak laki-laki lainnya, tetapi, untuk hari ini bersama dengan Naruto, kini mereka berdua meninggalkan rumah mereka bahkan sebelum kabut pagi menghilang, serta menunggu Alice dan Canaria di bawah pohon tua yang ada di pinggiran desa.

"...Mereka berdua terlambat!" gerutu Naruto

Bahkan meskipun dia telah menunggu bersama Eugeo dan Kirito hanya untuk beberapa menit, Naruto sudah mengeluh.

"Aku tidak mengerti kenapa berdandan jauh lebih penting dibandingkan dengan datang tepat waktu bagi perempuan." Ujar Naruto

"Itu tidak dapat diharapkan, perempuan memang seperti itu." Ujar Kirito

"Yah memang terkadang mereka itu banyak melakukan hal yang merepotkan" Ujar Eugeo

Setelah mengatakannya dengan senyuman masam, Eugeo lalu tiba-tiba memikirkan tentang apa yang akan terjadi lima tahun kedepan.

Alice dan Canaria mungkin masih akan menjadi gadis tanpa Sacred Task, orang-orang disekitarnya mungkin akan membiarkan keinginan mereka berdua untuk terus bersama dengan Eugeo dan kedua sahabatnya itu. Tapi karena mereka berdua adalah anak perempuan dari kepala desa, sebagian besar itu telah diputuskan bahwa dia harus berperilaku sebagai contoh dasar bagi perempuan lain di desa. Itu tidak akan lama lagi, mereka berdua akan dilarang untuk bermain dengan anak laki-laki, dan tidak diragukan lagi bahwa mereka berdua harus belajar tidak hanya dengan sacred art tapi juga tentang perilaku sopan santun.

Lalu...Apa yang akan terjadi setelah itu? Terutama untuk Alice kedepannya, Akankah dia harus menikah dengan keluarga lain?, seperti saudara perempuan tertua Eugeo, Sulinea, jika memang begitu, apa yang akan dipikirkan oleh kedua partnernya tersebut...?

"Oi, kamu terlihat terhuyung. Apa kamu cukup tidur malam kemarin?" Dengan tatapan yang tiba-tiba dari Naruto dengan ekspersi yang penuh dengan keraguan, Eugeo mengangguk dengan cepat.

"Yah aku baik-baik saja" ucap Eugeo

"kau yakin, tapi sepertinya kau terlihat melamunkan sesuatu? memang ada apa Eugeo?" tanya Kirito

"Y-Yeah, tidak ada apa-apa kok sungguh, aku baik-baik saja...Ah, dia sudah datang." Ucap Eugeo

Sambil mendengar langkah pelan, dia menunjuk ke arah yang menuju desa. 2 orang yang terlihat dari kabut pagi yang tebal adalah Alice dan Canaria, seperti yang Naruto telah katakan, Alice dengan rambut pirangnya yang disisir rapi telah diikat dengan pita, yang berayun diatas celemek polosnya. Begitu juga dengan Canaria yang rambutnya sedikit memakai pita bunga berwarna merah, dibiarkan tergerai bebas, lurus dan sedikit bercahaya emas. Dan jangan lupakan dia juga memakai gaun warna merah dilengkapi dengan celemek polos miliknya itu.

Eugeo tanpa sadar bertukar pandangan dengan kedua sahabatnya, sementara Naruto dan Kirito sendiri mencoba untuk tidak tersenyum, lalu mereka berbalik untuk berteriak pada saat yang bersamaan.

"Kalian berdua terlambat!" ucap Kirito dan Naruto

"Kalian saja yang terlalu cepat. Berhenti berperilaku seperti anak kecil setiap waktu." Ucap Alice

"Nee-chan sudahlah, lagian kita juga sedikit lama tadi, maaf yah kalau kami terlambat" ujar Canaria

"Sudahlah Cana-chan, jangan meminta maaf, lagi pula perempuan itu membutuhkan waktu lebih banyak dibandingkan anak laki-laki, seharusnya kalian bertiga mengerti dong" ucap Alice

Saat dia selesai mengatakan itu, Alice mendorong keranjang rotan yang di tangan kanannya pada Naruto dan botol air minum di tangan kirinya pada Kirito.

Mereka berdua secara insting mengambil barang itu sebelum berbalik mengarah ke jalan sempit yang terbentang dari utara. Alice membungkukkan badannya untuk memetik sepucuk rumput, mengangkatnya dan mengarahkan ujungnya menuju gunung batu tinggi, dia lalu berteriak dengan penuh semangat.

"Kalau begitu...Kelompok pencari es di musim panas, berangkat!" seru Alice

"Ayee!" seru semuanya secara serempak sambil mengepalkan tangannya diudara tersebut kecuali Eugeo hanya mengangguk pasrah.

Kenapa kita selalu berakhir sebagai (Dua tuan putri dan tiga pengawal?) Sementara memikirkannya, Eugeo bertukar pandangan dengan Kirito serta Naruto dan berlari mengejar si kembar indentik yang sudah berjalan lebih dulu.

Desa ini memiliki jalan yang terbentang dari utara hingga selatan, sementara jalan di sisi selatan yang rata karena langkah kaki manusia dan kendaraan yang datang dan pergi setiap waktu, jalan di sisi utara, yang hampir tidak ada seorangpun tinggal di sana, memiliki banyak akar pohon dan kerikil yang membuat berjalan menjadi sulit.

Tapi, Alice dengan mudahnya melompat melalui jalan kasar itu seolah-olah itu adalah jalan yang rata, berjalan meninggalkan mereka berempat saat dia bersenandung.

Bagaimana mengatakannya, dia memiliki kontrol yang bagus pada tubuhnya?, adalah apa yang Eugeo pikirkan. Beberapa tahun lalu Alice kadang-kadang mengikuti latihan pedang bersama anak nakal di desa, dan ranting tipisnya selalu mengenai Eugeo dan Kirito tak terhitung jumlahnya. Tongkat itu seolah-olah itu bisa memotong udara, bahkan jika lawannya adalah roh angin. Jika dia terus melatihnya, itu akan mungkin bahwa Alice akan dapat menjadi penjaga perempuan pertama di desa.

"Penjaga, huh..." Eugeo berguman dengan suara pelan.

Sebelum Sacred Task untuk menebang pohon besar telah diberikan padanya, mungkin itu adalah impiannya, meskipun itu samar-samar dan luar biasa. Semua anak di desa berharap terpilih menjadi seorang penjaga, sebagai ganti dari tongkat kayu yang dibuat dari cabang pohon, mereka akan diberikan pedang besi baru, dan akan belajar di sekolah seni pedang asli.

Tidak hanya itu. Setiap musim gugur, semua penjaga di setiap desa di daerah utara dapat berpartisipasi dalam turnamen pedang yang dilaksanakan di Zakkaria, di bagian selatan. Jika seseorang mendapat peringkat yang tinggi, mereka bisa menjadi penjaga—diakui sebagai swordsman sungguhan baik dari nama dan kenyataan, serta diperbolehkan meminjam pedang resmi yang ditempa oleh pandai besi dari pusat.

Tapi, impiannya belum berakhir hanya sampai disitu. Jika mereka bisa menunjukkan prestasi mereka sebagai penjaga, mereka akan mendapat hak untuk mengikuti ujian masuk «Akademi Master Pedang», yang memiliki sejarah lama dan dibanggakan. Setelah melewati ujian yang sulit, dan lulus dari akademi setelah dua tahun belajar, mereka dapat berpartisipasi dalam turnamen ilmu pedang yang dihadiri Raja Kerajaan Norlangath Utara.

Bercouli yang melegenda dikatakan berhasil memenangkan turnamen ini dengan sangat baik. Pada akhirnya, terkumpulnya semua pahlawan di seluruh penjuru Dunia Manusia yang digelar oleh Gereja Axiom itu sendiri, «Turnamen Persatuan Empat Kerajaan». Hanya seseorang yang memenangkan pertarungan yang bahkan dapat dilihat oleh dewi dengan jelas, orang yang terkuat dari semua swordsman, untuk bertarung melawan mosnter dari tanah kegelapan, untuk diangkat dengan tugas sebagai penunggang naga, seorang «Integrity Knight»—

Sampai titik itu, impiannya telah melewati imajinasinya, tapi mungkin, ada waktu dimana Eugeo memiliki pemikiran tentang itu. Mungkin, jika Alice meninggalkan desa bukan sebagai swordswoman tapi sebagai murid penyihir art, untuk belajar di Zakkaria atau bahkan di «Akademi Master Art» di pusat, pada saat itu, dengan di sampingnya sebagai pengawal, dengan tubuhnya memakai seragam pengawal berwarna hijau dan coklat muda, dengan pedang resmi yang berwarna keperakan berkilauan di pinggangnya, adalah dia...

"Impian itu masih belum berakhir." Tiba-tiba, bisikan datang dari Kirito yang berjalan di sampingnya. Eugeo

mengangkat wajahnya dengan penuh keterkejutan. Kelihatannya, hanya dengan helaan nafas yang dikeluarkan olehnya sebelumnya, Kirito dapat mengetahui semua arti dibalik itu. Instingnya masih tajam seperti biasa. Eugeo membuat senyum masam dan berguman sebagai balasannya.

"Tidak, itu sudah berakhir." Ucap Eugeo

Ya, impian itu sudah berakhir. Di musim semi tahun lalu, Sacred Task sebagai murid penjaga diberikan kepada Jink, anak dari kepala penjaga yang sekarang. Bahkan meskipun kemampuan pedangnya jauh lebih lemah dibandingkan dengan Eugeo dan Kirito, dan tentu saja Alice. Eugeo melanjutkan perkataannya dengan nada yang tercampur dengan sedikit kejengkelan.

"Setelah Sacred Task diberikan, bahkan kepala desa tidak dapat merubahnya." Ucapnya

"Dengan satu pengecualian, bukan?" ucap Kirito

"Pengecualian...?" gumam Eugeo

"Ketika tugas itu telah diselesaikan." Ujar Kirito

Kali ini dia membuat senyum masam pada sifat keras kepala Kirito. Patnernya ini masih tidak akan membiarkan ambisinya untuk menebang Gigas Cedar pada generasinya.

"Setelah kita menebang jatuh pohon itu, pekerjaan kita benar-benar akan selesai. Setelah itu kita dapat memilih Sacred Task kita sendiri, bagaimana?" ujar Kirito

"Itu benar, tapi..." ucap Eugeo

"Memang kalian berdua sedang membicarakan apa?" tanya Naruto dengan tiba-tiba mengintrupsi pembicaraan Kirito dan Eugeo, karena sedari tadi dia hanya mendengarkan Kirito dan Eugeo berceloteh ria.

"yah sebenarnya kami berdua ingin menjadi seorang Knight" ujar Kirito

"Oh seorang Knight, seperti itu sangat menarik, lalu kenapa kalian tak mewujudkannya saja?" tanya Naruto

"Bagaimana kami bisa mewujudkan hal itu semua, dengan Sacred Task yang menjengkelkan ini, dan juga beberapa hal yang terjadi di Desa, aku pikir semuanya sudah berakhir" ucap Eugeo

"Kau ini Eugeo, selau saja pesimistis, kalau kau memang ingin cita-citamu terwujud, maka kuat kanlah usaha dan tekadmu untuk meraih itu semua" ujar Naruto

"Mudah mengatakan hal itu, tapi kau lihat sendiri bukan, Sacred Task milik kami itu mustahil diselesaikan dalam waktu dekat, asal kau tahu itu butuh waktu 900 tahun lagi untuk menyelesaikan itu semua" ujar Eugeo

"Jika memang begitu, tinggal berusaha 1000 kali lipat dari usahamu hari ini Eugeo" ujar Naruto

"Yah aku setuju denganmu Naruto, lihat selama ada kemauan pasti ada jalan bukan" ucap Kirito dengan optimis.

"Yah.. yah aku tahu itu" ucap Eugeo

"Nah begitu dong, harus semangat, oh yah bagaimana denganmu Naruto? Apa kau tidak memiliki cita-cita?" tanya Kirito

"Cita-cita yah" gumam Naruto sambil menatap langit

Tentu dahulunya Naruto adalah anak yang begitu ambisius seperti Kirito, sejak kecil dia selalu lantang berteriak untuk menjadi Hokage terhebat sepanjang masa, akan tetapi kenyataanya dia bahkan sudah tak bisa menggapainya karena sudah berada dikehidupan yang berbeda.

'Ah, dari pada aku memikirkan masa lalu, lebih baik aku kembali menatap hidupku' pikir Naruto

"Dulu sih aku punya, tetapi karena aku tidak ingat sama sekali apa cita-citaku, jadi aku tak tahu harus menjadi apa" jelas Naruto

"Ah kalau begitu bagaimana kau ikut saja bersama kami, kita bertiga pasti bisa menjadi Knight terhebat sepanjang masa bukan" ucap Kirito

"Yah mungkin aku akan memikirkannya kembali, menjadi Knight tidak terlalu buruk juga" ucap Naruto

"Yah, kita bahkan bukan hanya menjadi Knight biasa saja, bahkan Intergrity Knight pun kita juga bisa melakukannya kalau ada kemauan dari diri kita" ujar Kirito

"yah aku sangat setuju denganmu, lalu sebenarnya apa yang mendasari Keyakinanmu bahwa kita bisa melakukan hal itu semua Kirito?" tanya Naruto

"Sebenarnya Aku sangat senang, aku tidak mendapat Sacred Task sebagai penggembala atau petani. Tugas itu tidak pernah akan berakhir, tapi tugas kita berbeda. Aku yakin pasti ada cara, dalam tiga...Tidak, dua tahun kita semua akan menebangnya, dan lalu..." ucap Kirito

"Kita akan mengikuti turnamen ilmu pedang di Zakkaria." Ucap Eugeo

"Apa? Apa kau memikirkan hal yang sama, Eugeo?" ucap Kirito

"Yah, tapi sayangnya Aku tidak akan membiarkan Kirito dan Naruto terlihat hebat seorang diri." Ucap Eugeo

"Begitu juga dengan Aku, aku tidak akan membiarkan kalian berdua terlihat hebat, lihat saja nanti kedepannya Uzumaki Naruto akan Knight lebih hebat dari kalian berdua" ucap Naruto sambil tersenyum provokatif

Tentu penuturan Naruto sendiri hanya mengundang gelak tawa dari Kirito maupun Eugeo

Setelah saling bertukar perkataan, Eugeo merasa perasaan aneh bahwa itu bukan lagi impian yang tidak nyata. Mereka bertiga berjalan sambil tersenyum lebar, membayangkan pemandangan ketika mereka menerima pedang resmi, kembali lagi menuju desa, dan membuat mata teman-temannya terbuka lebar karena rasa iri.

Alice dan Canaria yang berjalan di depan mereka tiba-tiba berbalik ke belakang.

"Hei kalian bertiga, apa sih yang kalian bicarakan secara rahasia?" ucap Alice

"Yah sedari tadi, aku lihat kalian begitu asik berdiskusi, memang kalian sedang membicarakan apa?" tanya Canaria

"T-Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya berpikir jika ini adalah waktunya makan siang, bukan?" ucap Naruto sambil menatap Kirito dan Eugeo

"Y-Yeah." Ucap Eugeo dan kirito

"Bukannya kita baru saja berjalan? Juga, lihat, kita dapat melihat sungainya sekarang." Ucap Alice

Ketika mereka melihat ke arah dimana bagian ujung dari rumput yang Alice pegang tunjukkan, mereka dapat melihat permukaan air yang bergerak di sana. Sumber dari sungai Ruhr berasal dari Puncak Barisan Pegunungan, yang mengalir menuju bagian timur desa Rulid, berlanjut menuju bagian selatan kota Zakkaria. Di tempat bertemunya jalan dengan sungai, jalannya terbagi menjadi dua, jalan kanan melewati jembatan Rulid utara menuju hutan timur, jalan kiri terbentang ke utara menyusuri tepi sungai di bagian barat. Arah yang kedua jalan itu menuju utara.

Saat Eugeo sampai di persimpangan, dia membungkuk di tepi sungai, lalu mencelupkan tangan kanannya ke dalam aliran air yang jelas dan membuat suara gemericik. Karena sekarang pertengahan musim panas, air yang membeku saat awal musim semi mulai menghangat. Itu akan terasa menyenangkan jika dia dapa melepaskan bajunya dan melompat ke dalam air, tapi dia tidak dapat melakukannya di depan Alice dan Canaria.

"Ini bukanlah suhu dimana dapat membuat bongkaan es mengapung. Apa memang ada es disekitar sini?" ucapnya

Eugeo berkata dan berbalik ke sampingnya, Kirito dan Naruto meringis sebelum memprotes.

"Karena itu kita pergi ke gua besar dimana es itu berasal, bukan?" ucap Kirito

"Yah, kau seharusnya sudah tahukan kalau sekarang ini kita masih jauh dari pegunungan Utara, jadi dari pada mengeluh sebaiknya kita tetap lanjutkan perjalanan bukan" ujar Naruto

"yah perkataan kalian memang benar, tapi kita harus kembali sebelum bel sore. Mari kita lihat...Saat Solus(matahari) berada di tengah-tengah langit, kita seharusnya mulai segera kembali ke desa." Ucap Eugeo.

"walau begitu kita tak bisa melakukan hal itu sekarang. Jika memang begitu maka kita harus cepat bukan !" ucap Alice sambil mengarahkan padangannya pada sahabatnya disana.

Di belakang Alice, yang sedang melangkah di semak-semak, mereka berempat mempercepat langkah mereka untuk mengejarnya. Dahan pohon yang menjalar dari bagian kiri berperan sebagai sebagai kanopi, menghalangi sinar matahari, lalu ada juga udara dingin yang terangkat dari permukaan sungai di sisi kanan, itu semua membantu mereka bertiga berjalan dengan nyaman bahkan meskipun Solus sudah terangkat tinggi di atas langit. Jalan yang berada di tepi sungai yang lebarnya sekitar satu mel tertutupi dengan rumput pendek musim panas, dan hampir tidak ada kerikil atau lubang yang membuat berjalan menjadi sulit.

Eugeo berpikir, kenapa mereka tidak pernah melangkahkan kaki melewati kolam kembar bahkan sekali, meskipun itu sangat mudah untuk berjalan menuju kesana. «Perbatasan Utara» yang tertulis di peraturan desa melarang anak-anak untuk melewatinya yang bahkan masih jauh dari kolam kembar. Jadi bahkan jika mereka pergi sebelum sampai tempat itu,

ya—itu dapat dikatakan bahwa perasaan tidak nyaman dari peraturan itu yang membuat kaki mereka tidak dapat bergerak ketika melihat perbatasan itu dihadapan mereka. Bahkan meskipun dia dan Kirito selalu mendengarkan keluhan dari orang dewasa yang berbicara tentang tradisi, memikirkan tentang itu, jauh dari melakukannya mereka berdua bahkan tidak pernah memikirkan tentang melanggar peraturan atau Taboo. Petualangan sederhana hari ini menjadi yang terdekat bagi mereka untuk hampir melakukan perbuatan terlarang.

Eugeo mulai merasakan sedikit kekhawatiran, dia melihat Kirito dan Alice yang berjalan dengan santai di depannya, mereka bahkan menyanyikan lagu gembala dengan merdu. Sedangkan Naruto dan Canaria yang tepat berada dibelakang Alice dan Kirito hanya melihat sekitarnya dengan intens, mengapa begitu karena bagi mereka berdua ini salah satu pengalaman barunya menjelajahi tempat asing, Mereka semua...Apa mereka tidak memiliki rasa takut atau khawatir sedikitpun?, sambil memikirkannya, Eugeo mendesah sedih.

"Hei, tunggu." Ucap Eugeo

Dia memanggil, mereka berempat yang terus berjalan tapi kemudian berbalik secara bersamaan.

"Ada apa, Eugeo?" tanya Alice

Alice memiringkan kepalanya sementara bertanya dengan nada yang sedikit mengancam dan dipenuhi tujuan.

"Kita sudah agak jauh dari desa sekarang...Apa tidak ada hewan berbahaya di sekitar sini?" ucap Eugeo

"Eh—? Aku tidak pernah mendengarnya bagaimanapun juga." Ujar nya

Alice mengataannya sementara melihat padanya, saat Kirito, Naruto dan Canaria perlahan mengangkat bahunya, seakan-akan mereka juga berpendapat sama dengan Alice.

"Hmm...Donetti yang memiliki cakar panjang besar yang kakek lihat, dimana dia mengatakan hewan itu berada?" tanya Eugeo

"Itu berada di sekitar pohon apel hitam di timur, bukan? Tapi itu adalah cerita lama dari sepuluh tahun yang lalu bagaimanapun juga." Jelas Canaria.

"Jika hewan yang ada di sekitar sini, itu mungkin rubah bertelinga empat. Eugeo, kamu sangat penakut, bukan?" ucap Kirito

Saat mereka berempat tertawa 'Ahaha', Eugeo dengan cepat membantah.

"T-Tidak, ini bukan tentang takut atau tidak...Kita tidak pernah pergi melewati kolam kembar sebelumnya, bukan? Aku hanya ingin kita untuk lebih hati-hati. Apalagi dengan kejadian yang menimpa Canaria kemarin." Jelas Eugeo

"Maksudmu Goblin?" tanya Naruto yang mengerti apa yang dimaksud Eugeo.

"Yah…yah itu maksudku, apa kalian tidak takut kalau diperjalanan nanti ada Goblin yang menyerang kita semua." Ujar Eugeo

"Sudahlah Eugeo, tenang saja tidak usah cemas, aku yakin kejadian kemarin itu hanya kebetulan belaka, mungkin saja Goblin lolos dari serangan Intergrity Knight yang berjaga diperbatasan" jelas Kirito

"Aku sudah memperingatkan kalian, tapi kalau ada apa-apa jangan salahkan aku, karena aku sudah memberi peringatan pada kalian semua" ujar Eugeo

"Yah, yah tenang saja Eugeo-sama, kami akan ingat nasehat yang engkau berikan pada kami" goda Naruto

Dan penuturan Naruto sendiri mengundang gelak tawa terutama bagi Kirito.

"Ah Terserah kalian semua" ucap Eugeo sambil cemberut.

Melihat wajah Eugeo yang cemberut tentu semuanya malah terkikik halus, tapi sebelum itu. sebelum mereka menyadari, pandangan mereka telah dipenuhi dengan pegunungan berbatu putih bersih, dan diatasnya ada langit biru dimana mereka hendak mencari sesuatu.

Untuk beberapa saat, mereka merasa memiliki perasaan melihat cahaya kecil berkilauan diantara awan, tapi mereka tidak dapat melihat apapun saat mencoba memfokuskan pandangan mereka. Mereka berlima saling berpandangan satu sama lain sebelum tertawa karena perasaan malu.

"—Itu hanya dongeng, bukan? Naga es yang tinggal di dalam gua itu, pastinya, hanya cerita yang dibuat beberapa lama oleh, Bercouli bukan." Ujar Naruto

"Oioi, jika kamu mengatakan sesuatu seperti itu di desa, pukulan dari kepala desa akan dijatuhkan pada kepalamu Naruto. Swordsman Bercouli adalah pahlawan Rulid setelah semua." Ucap Eugeo

Kata-kata Eugeo membuat senyuman terlihat di wajah semua orang sekali lagi, dan Alice mempercepat langkahnya.

"Kita tidak akan tahu sampai kita tiba di sana. Lihat, jika kalian terus berjalan santai seperti itu, kita tidak akan mampu untuk tiba di sana sebelum makan siang." Seru Alice

—Seperti yang dikatakannya, Eugeo tidak berpikir mereka akan sampai di «Puncak Perbatasan Pegunungan» selama setengah hari hanya dengan berjalan bagaimanapun juga.

Puncak Barisan Pegunungan, seperti yang disebutkan dalam namanya, merupakan batas dari dunia, dengan kata lain, batas dari daerah manusia yang terbagi dari empat kerajaan yaitu utara, selatan, timur, dan barat, untuk desa Rulid yang berada di lokasi paling utara dari kerajaan utara, itu bukanlah suatu tempat dimana langkah anak kecil dapat mencapainya dengan mudah.

Jadi, Eugeo benar-benar terkejut ketika, tepat sebelum matahari mencapai bagian tengah langit, sungai Ruhr, yang perlahan menjadi menyempit, menghilang di depan jalan masuk gua yang terbuka di berada di dasar dari tebing curam.

Hutan lebat yang terbentang di kedua sisi tiba-tiba menghilang, di depan matanya adalah tebing curam abu-abu yang tidak rata terbantang ke atas. Jika dia melihat ke atas, dia dapat melihat secara samar-samar langit biru yang melintasi barisan pegunungan berwarna putih murni itu dari kejauhan, tebing batu ini tanpa keraguan adalah, Puncak Barisan Pegunungan Utara.

"Inikah Pengunungan Utara?" gumam Naruto tidak percaya

"Kita telah sampai...? Ini, Puncak Barisan Pegunungan...Bukan? Bukankah ini sedikit terlalu cepat...?" gumam Kirito

Kirito, yang kelihatannya tidak mempercayainya, mengatakan itu dengan suara samar-samar. Canaria juga merasa tidak percaya kalau Pergi ke Pegunungan Utara bisa secepat ini, dirinya hanya diam sambil menatap intens dihadapanya, dan Itu juga sama seperti Alice, yang berbisik dengan mata birunya yang terbuka lebar.

Yah dihadapan mereka kini ada sebuah Pegunungan Utara yang konon tertutupi salju abadi meski Dunia manusia mengalami musim panas sekalipun. sebuah keagungan alam yang diciptakan oleh Dewi Stacia sebagai pintu perbatasan Dunia manusia dengan Dark Territory (Tanah Kegelapan).

Dan kini kelima bocah berumur 12 tahun tersebut sudah berada disana.

TO BE CONTINUED


Yosh ini adalah Chapter 2 is Done. Oke tanpa basa-basi Auhtor langsung saja menceritakan apa yang dibahas didalam Chapter 2, tentunya didalam Chapter 2 tersebut, Ekpedisi menuju Pegunungan Utara, masih belum terdapat konflik yang begitu intens, hanya masih pengenalan Cerita, untuk membangun cerita selanjutnya

Mungkin ini akan terlihat sangat membosankan apabila anda pernah membaca Arc Alicization tetapi Author sendiri berjanji akan mulai menampilkan beberapa perbedaan dari Canonnya. Oleh karena itu jika kalian ingin mengikutinya silahkan ikuti terus perkembangan Fic ini.

Maaf kalau masih ada penulisan yang Typo, Ambigu, Gaje dan sebagainya. Author akan berusaha terus untuk memperbaiki hal tersebut.

Silahkan RnR Minnaa...