"Bagaimana kalau aku beronani disini?" Ujarnya dengan wajah stoic.

Luhan menatap horror "PERGI DARI KAMAR KU! NIGHTMARE!" Teriaknya hampir terdengar seperti pekikan perempuan sambil bersiap melempar jam weker kearah Sehun. Membuat lelaki yang diteriaki itu tertawa lepas dan berjalan santai keluar kamar.

"Ngomong-ngomong jam weker yang lucu" Ujarnya sebelum benar-benar menghilang dari kamar.

Luhan menatap horror jam weeker hellokitty yang diberikan Jongin pada ulang tahunnya yang ke 21. SIALAAAAAAAAAN!

EROTIC NIGHTMARE

CHAPTER 2

...

Sehun merasa kembali seperti remaja labil, ia beronani di kamar mandi sambil mengkhayalkan tubuh telanjang Luhan. Benar-benar memalukan pikirnya, ia harus mandi dua kali pagi ini. Padahal membuat Luhan lemas tidak ada ada dalam rencananya, tapi saat melihat wajah bangun tidur pemuda itu ... yup! He's lose control! Dan nasib baik Sehun tidak memperkosa rusa mungilnya itu.

Sehun memasang bathrobe sambil terkekeh geli membayangkan betapa imutnya Luhan tadi saat begitu ketakutan karena dirinya. Benar-benar manis seperti bayi pinguin, Ah! Pasti nanti kalau ia berhasil memasukinya, Sehun akan mendapat pemandangan bayi pinguin termanis dan terimut. Sehun tidak bisa berhenti tersenyum sampai didepan pintu apartemen dan saat ia tersadar Seulgi, sekertarisnya menatap dirinya dengan wajah aneh.

"Ini pakaian baru anda 'lagi' tuan"

Sehun tidak menganggapi kekesalan sekertaris setianya itu dan mengambil paper-bag itu santai.

"Waktu sebelum rapat adalah 16 menit lagi tuan" Ujar Seulgi yang entah kenapa berbicara dengan nada tertekan.

"Hm" Jawab Sehun santai tanpa memperdulikan sekertarisnya yang begitu tertekan karena hampir terlambat rapat atau ...

"Ngomong-ngomong bathrobe yang unik Tuan" Seulgi kembali buka mulut saat Sehun hampir menutup pintu.

HOLY SHIT!

"Ya, terimakasih" Ucap Sehun tertekan. Dan langsung cepat-cepat kekamar mandi untuk mengganti baju.

Disisi lain, masih diluar tepatnya didepan pintu apartement Luhan. Seulgi memegang pipinya yang memerah "Aaaah, Imutnya tuan presdir dengan bathrobe Hellokitty"

"Ah ngomong-ngomong, baru kali ini aku melihat tuan Oh dalam keadaan habis bercinta. Ihihi, dadanya penuh bercak merah. Pasti wanita itu ganas diranjang dan juga kekanakan. Tuan Oh sampai tidak sadar memakai bathrobe hellokitty, tidak sabar ingin melihat wanita yang membuat Tuan Oh memutuskan pertunangannya dengan Nona Victoria" Monolog Seulgi sendirian.

Ayolah Seulgi, siap-siap terkena serangan jantung saat melihat siapa gandengan bos mu yang 'ganas' dan 'pencinta hellokittty' itu ... aahaha...

...

Sehun kembali dengan pakaian yang masih tetap menawan, ia memasuki kamar Luhan dan menatap pemuda yang tengah tertidur nyenyak. Ia mengecup bibir dan kening Luhan sekilas "Aku pergi dulu, my deer" Ujarnya meninggalkan Luhan yang sudah bermimpi indah.

Sehun bersama Seulgi dan supir melaju kencang membelah jalanan Seoul yang padat menuju perusahaan.

Sehun melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 10.01 pagi.

"Kita sudah terlambat tuan"

"Ya, terima kasih sudah mengatakan hal yang nyata-nyata sudah jelas" Ujar Sehun malas. Membuat nyali Seulgi kembali ciut. Tuannya yang dingin dan pemarah telah kembali.

"Apa mau tua bangka itu, ikut rapat di perusahaan ku" Ujar Sehun kesal sambil membaca materi rapat yang akan ia hadiri.

"Sepertinya ayah anda khawatir atas penarikan saham yang dilakukan Victory Company, tuan"

"Cih, masalah kecil seperti itu dibesar-besar kan"

"Hal itu karena Daehan grup yang paling dirugikan jika saham itu dicabut, ada beberapa pabrik yang harus berhenti memproduksi karena Victory Company mengambil hal milik dari mesin premier itu. dan hal itu sangat merugikan perusahaan"

"Hm, terimakasih sekali lagi sudah melaporkan hal yang jelas sudah ku ketahui"

"Se-sama-sama tuan" Seulgi menunduk merutuki nasib malangnya.

Sesampai diperusahaan pusat Daehan Grup Sehun disambut beberapa bawahan pentingnya, mereka mengiringi langkah Sehun menuju lift VIP "Kumpulkan pemegang saham terbesar di Victory Company" Ujarnya menatap Jason "Dan kau, buat identitas palsu dan beli saham yang tersisa diperusahaan itu" "Kalau kau, cari pergerakan gelap yang dilakukan mereka. Ah, aku yakin mereka ikut dalam kasus kebobolan database negara" Sehun merapikan jas-nya menatap satu-satu bawahan kepercayaannya dengan aura kepemimpinan yang sangat kental.

"SIAP TUAN! KAMI AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK!" Jawab mereka serempak mengundang senyum puas Sehun. Empat orang bawahan setianya yang bekerja di OSH Company adalah Seulgi, Jason, Mark dan Seungho. Empat orang terpercaya yang tidak akan pernah mengkhianatinya.

Rapat berjalan lancar namun terasa panas karena perdebatan ayah dan anak. Tentu saja pemicu utamanya adalah pembatalan pertunangan antara Oh Sehun si ahli waris Daehan Grup dengan Victoria Huang anak dari presdir Victory Company.

Rapat telah berakhir, dan disinilah Sehun. Berada di ruangan kerja mewah milik Presdir dari perusahaan ke-tiga terbesar di korea selatan yang sudah merajai seluruh asia bahkan produk utama mereka sudah menguasai pasar amerika dan fantastisnya sampai kebenua eropa yang kata pengusaha asia nyaris mustahil tapi mereka bisa berkat kegigihan Sehun dan juga saat ini mereka terkenal sukses di pasar timur tengah. Sungguh kalian tidak akan bisa membayangkan kekayaan keluarga ini, karena pada dasarnya mereka adalah keluarga besar keturunan bangsawan.

Tapi, saat ini yang jadi masalah bukan kekayaan keluarga mereka. Namun anak sulung laki-laki mereka yang selalu tenang mulai membuat ulah.

"Sebenarnya apa yang kau pikirkan Sehun, apakah ayah salah menaruh harapan terlalu besar padamu?"

Cih, terlalu berlebihan, pikir Sehun.

"Yang menyimpulkan itu salah bukan aku, ayah. Tapi ayahlah yang menyimpulkan. Apakah salah atau benar saat ayah menaruh harapan yang begitu besar padaku" Sehun mencoba bersikap sopan.

"Baiklah, ayah masih tetap mempercayakan semua ini pada mu. Ayah bangga kau mengurus Daehan dengan sangat baik disamping kau memiliki perusahaan yang tidak kalah besar dari ini. Ayah senang kau mulai menaruh perhatian mu pada perusahaan keluarga kita dibanding perusahaan OSH yang kau dirikan dari nol" Oh Kyuhyun, ayahnya mulai berceramah menurut Sehun "Ayah menjodohkan mu agar kau lebih pantas nanti saat dilantik menjadi pengganti ayah, Sehun-ah. Tapi ... saat penganggatan mu tinggal menunggu beberapa bulan lagi, kenapa kau malah berulah?"

Sehun diam, menunggu ayahnya yang nampak ingin membuka mulut lagi.

"Apakah ada masalah dengan Victoria? Ku rasa dia wanita yang baik? Ayah sampai mendengar rumor aneh, kau tau?"

Sehun masih diam, ayahnya benar-benar berbicara seperti ia telah menghancurkan satu perusahaan saja.

"Katakan kalau apa yang ku dengar itu tidak benar Sehun" Suara ayahnya penuh penekanan.

"Kalau yang kau dengan aku sudah memiliki pacar, itu bohong" Ujar Sehun santai. Ayahnya tersenyum lega "Karena ia masih belum menerima cinta ku" Ujarnya, membuat kepala Ayahnya mendadak berdenyut.

"Siapa, dia yang kau maksud Sehun?"

"Kau akan mengetahuinya nanti"

"Dia yang kau maksud ... tidak mungkin .."

"Ya. Dia lelaki, Ayah. Sama seperti ku" Sehun tersenyum miring menatap ayahnya yang sudah merah karena marah. Belum sempat sang ayah protes, Sehun sudah berdiri dari sofa "Ku rasa aku harus rapat lagi ayah, sebentar lagi kau akan mendapat kabar baik tentang perusahaan. Dan kalau mau membahas tentang calon kekasih ku itu, kita bisa bicara dirumah karena aku tidak suka menceritakan hal berulang-ulang" Ujar Sehun datar membungkuk hormat pada ayahnya dan berjalan meninggalkan ruangan mewah itu.

Oh Kyuhyun memijat pelipisnya, ia menghela nafas dan meminum tehnya dengan ketenangan. Khas keluarga Oh.

Disisi lain Sehun kembali melakukan rapat di perusahaan lain dan kembali keperusahaannya untuk kembali mengadakan meeting membahas masalah Victory Grup. Dan hal itu akan memakan waktu yang lama.

Dan malamnya mungkin ia akan bertemu dengan dua teman gilanya.

...

Di tempat lain, kini Luhan sudah berada di restoran yang masih belum buka. Ia menyiapkan bahan bersama beberapa koki lain yang bertugas hari ini

DUAAK!

"WAAACK!" Xiumin meloncat kaget saat kepala salmon tiba-tiba jatuh kedalam panci yang ia cuci. Ia menatap Luhan yang tengan memegang pisau daging besar sambil mencincang daging layaknya psikopat.

PLAK!

"APPOO!" Pekik Luhan saat dirasakan pukulan sayang dari sang ayah dikepalanya "Wae! Apa salah ku!" Protesnya kesal.

"Kau dari tadi menakuti pekerja yang lain" Ujar pria paruh baya yang kerap dipanggil Sooman itu kesal.

Luhan melihat beberapa pekerja yang menatapnya was-was dan takut, ia meringis melihat Xiumin yang memegang kepala salmon yang tadi dipotongnya secara sadis "Maafkan aku ..." Ucapnya entah kenapa terlihat menggemaskan dimata mereka semua.

"Sebenarnya ada masalah apa Lu?" Xiumin tersenyum lembut memberikan kepala salmon pada Luhan.

"Jangan bawa masalah diluar kedapur, kalau kau tidak profesional seperti ini aku akan meliburkan mu. Ingat!" Ancam Sooman sebelum keluar dapur membiarkan anak kesayangannya itu curhat pada teman sebaya seperti Xiumin.

Selepas kepergian Boss besar, Xiumin kembali mendekati Luhan "Kalau ada masalah kau bisa menceritakannya pada ku, siapa tau aku bisa membantu Lu"

Luhan menatap Xiumin frustasi. Ia memikirkan Sehun, ia selalu kepikiran bajingan Oh Sehun itu! aaagh! Luhan benar-benar ingin berteriak karena dalam benaknya adalah Sehun, Sehun dan Sehun yang menciumnya, mencumbunya, menghisap penisnya, mengatakan hal romantis yang menjijikan namun terus-terusan berhasil membuat wajahnya memerah dan mebuat kakinya gatal untuk tidak menendang sesuatu.

"Ja-jadi ..." Luhan terdiam dan menghela nafas.

"Jadi?" Tanya Xiumin bingun.

"Ja-jadi ..." Luhan kembali dia dan menghela nafas berat.

"Ya? Jadi?" Xiumin bertanya penasaran.

"Ya, Ja-jadi ..." Luhan diam dan menghela nafas berat.

"Ya, terus ... Jadi?" Xiumin kembali bertanya.

Dan begitu terus berulang sampai Sooman kembali dari membeli sayur dann memukul kepala dua anak muda itu dengan panci.

"Cukup satu orang stress di dapur ku, kau jangan ikut-ikutan bocah bakpau" Ucap Sooman yang ternyata dari tadi mendengarkan pembicaraan dua anak muda itu dan ikut-ikutan kesal.

"Apa itu ada hubungannya dengan ajakan jalan lelaki pucat itu ... aduuh siapa namanya .. Sehan? Luhun? Daehun? Daehan? Mingguk? Manse?"

"SEHUN ABOJIII!" Seru Luhan kesal karena ayahnya yang selalu menyebalkan.

"Ya, kenapa dengan si Sehan itu"

"Sehun boss" Interupsi Xiumin yang ikutan kesal.

"Ya, si Luhun"

"SEHAAAN! EH! MAKSUD AKU SEHUN AYAAAH!"

"Iya, dia bilang menyukai mu. Ya .. ku pukul saja kepalanya dengan panci malam itu. Dia benar-benar menyukai mu eoh?"

"Aah ... iya " Ujar Luhan lesu.

Xiumin dan Sooman mengangguk paham.

"Ku kira ada yang salah dengan otaknya. Walaupun dia menyukai sesama pria kenapa bisa jatuh cinta dengan pria menyedihkan seperti mu" Ujar Sooman menggeleng prihatin dan Xiumin menggeleng akan respon Bos Sooman.

Luhan melotot protes "Aku tidak menyedihkan!" Ujarnya kesal "Malah dia yang tidak pantas untuk ku. Selain dia adalah sesama pria dia itu sudah tua!" Luhan mendengus kesal.

"Hey! Dia kelihatan masih muda" Protes Xiumin diberi anggukan Sooman dan pegawai yang ternyata ikut mengumpul disana.

"Iya! Oke dia masih muda. Tapi aku ini NORMAL! Aku masih suka wanita seksi ber payudara besar!"

Sooman dan Xiumin mengangguk paham beserta pegawai lainnya.

"Ah, Maksud mu Hokage wanita di komik yang selalu kau baca itu? siapa Susubude?"

"Tsunade Bos" Interupsi Minhyuk, salah satu koki didapur.

"Ya, benar. Jadi kau suka seperti Tsunade? Atau Hyori sistar atau maria ozawa? Ah! Atau DJ cantik berdada besar asal thailand yang diduga adalah pria kalau tidak salah namanya Dj Butterfly itu? bukan kah kau ke club malam saat diare demi melihat dj itu?" Sooman entah kenapa hari ini menyebalkan. Dan karyawan lain itu menertawakannya.

"Uhuhu! Aku masih suka Dj Butterfly dan Hyolyn Sistar kok! Kalau Tsunade tidak, aku lebih menyukai Hinata! AH! KENAPA MEMBAHAS INI! POKOKNYA AKU BENCI OH SEHUN! AKU TIDAK MENYUKAINYA!" Luhan merengek kesal.

Sooman mengangguk paham namun hanya mengangguk tanpa berbicara apapun.

"Memangnya dia salah apa sampai kau begitu membencinya?" Xiumin bertanya.

Luhan diam memikirkan kenapa ia membenci Sehun. Ia tidak mungkin mengatakan kalau Sehun terus-terusan melakukan pelecehan seksual kepadanya karena seluruh pegawai restaurant gila ini mungkin akan menyerbu lelaki stoic itu, ia juga tidak mungkin mengatakan ia membenci Oh Sehun karena lelaki itu terus mengganggu pikirannya. Luhan hanya diam dan bingung.

"Lalu apa alasannya?" Xiumin kembali bertanya.

"Jangan terlalu membencinya karena benci bisa jadi cin-"

"STOP! STOP! STOP!" Luhan memotong ucapan Ayahnya kesal "Jangan lanjutkan! Seolah-olah kau tengah mengutuk ku!" Ucapnya "Sudah lah! Lebih baik kita kembali bekerja. 30 menit lagi jam Istirahat dan kita harus sudah siap dengan menu spesial!" Luhan mendadak semangat bekerja demi mengenyahkan Sehun dalam kepalanya dan menghindari pertanyaan lainnya.

"Mungkin aku harus bertanya dengan Kyungsoo besok. Kenapa ia harus libur hari ini... huh" gumamnya sambil membersihkan tiram.

Luhan bekerja dengan baik hari ini, ia juga sempat menggoda beberapa pelanggan wanita yang cantik. Ya, ia masih normal. Ia mandi dilantai atas, tempat tinggalnya dan Ayahnya dulu sebelum ia menyewa apartement sendiri. Ia memakai kaos bermotif lautan dan celana dark blue selutut yang diujungnya robek-robek, ia juga memakai anting tindik berwarna hitam. Jangan lupakan sneakers jordan limited edition merah kesayangannya. Ia mengambil snapback-nya yang sengaja ia tinggal di rumah ini jika ia ingin langsung jalan-jalan.

"Wow! Handsome Lu" Xiumin yang style-nya kurang lebih sepertinya tersenyum kagum melihat penampilan temannya yang begitu menawan.

Mereka saling merangkul ala brothership dan berjalan bersama ke basement lantai dua gedung restaurant.

"Apa perasaan ku atau mobilmu terlihat sangat baru Lu?" Xiumin memperhatikan mobil Luhan kagum. Luhan mengendikan bahu acuh "Entah lah, LEGGO!"

Sesampai di Club mewah gangnam mereka langsung bergabung di sofa yang sudah dibooking oleh Jongin, disana juga ada Kyungsoo dan teman-teman yang lain.

"Kenapa lama sekali?" Protes Jongin pertama kali.

"Sahabatmu itu berdandan hampir lima jam" Sahut Xiumin berlebihan.

"Ouuuh, apa kau akan menggoda The greats Oh Sehun lagi?" Tanya Jongin santai sambil meminum Champagne. Karena hari ini mereka tengah merayakan putusnya seorang Kim Playboy In dengan Krystal Jung.

Luhan mendadak tersedak asap rokoknya sendiri, ia melotot memberi deathglares tidak berarti pada sahabat hitamnya yang menyebalkan itu. Ia kembali merinding mengawasi sekeliling kalau saja ada Oh Sehun. Dan yang ia temukan di tempat VIP hanya Kris dan Chanyeol dan seorang wanita seksi yang ia lupa siapa namun terasa familiar. ia menghela nafas bersyukur karena Nightmare Oh Sehun tidak ada disini. Mungkin ia sibuk, tadi pagi wajahnya serius sekali saat menerima telepon dan-

PLAK!

Luhan menampar dirinya sendiri membuat beberapa temannya kaget.

Yup! Ia harus mengenyahkan lelaki itu dari benaknya dan langsung meminum birnya kesal.

Sudah satu jam lebih Luhan di club dan sudah gelas keberapa pula dan puntung keberapa yang berakhir di asbak rokok karenanya.

"AAAAGH!" Teriaknya frustasi namun tidak lagi terdengar karena nyaringnya suara musik disco.

"Hey, bukankah itu Sera? Ulzzang yang terkenal imut itu?" Xiumin menunjuk gadis imut yang tengah berjoget ria layaknya mainan barbie.

Luhan mengikuti jari telunjuk Xiumin"Tceh! Hanya plastik yang bertebaran digangnam saja" Ujarnya malas.

"Kau juga operasi rahang mu di gangnam kalau kau lupa?" Jongin mencibir dan berlari kecil menghindari amukan Luhan. "Yack! Kau yang suntik pemutih gagal beberapa kali dan hidung! Rahang! Bahkan lipitan mata! Jangan lari! Brengsek! Sini kau!" Dan Luhan mengikuti Jongin bergabung dilantai dansa dalam keadaan mabuk. Ya, Pemuda ini sudah mabuk.

...

Di tempat lain, diperusahaan Sehun sudah sangat lelah karena bekerja memeras otak seharian. Ia berencana untuk pulang kerumah dan tidur. Atau ia akan menginap dihotel karena ia yakin keluarganya masih ribut dirumah membahas pertunangan yang baru saja ia batalkan kemari sore. Sehun jadi merindukan Luhan, apa ia tidur diapartement pemuda itu lagi saja.

Ia sedang sibuk memikirkan Luhan, ponselnya terus berdering. Siapa lagi kalau buka duo iblis yang sialnya adalah sahabatnya sendiri "Kenapa mereka terus memaksa" Gumamnya sambil berjalan diloby perusahaann.

Sehun hampir mengumpat keras saat melihat temannya mengirim foto Luhan yang dihimpit oleh Pria dan wanita! Sehun hampir membanting ponselnya sendiri. Wajahnya memerah marah, karena posisi laki-laki yang dibelakang Luhan begitu intim dan dada perempuan didepan Luhan yang begitu menghimpit Luhan.

"Sial" Desisnya dengan aura mengerikan langsung mengendarai mobilnya sendiri dan melaju ke-club tempat Luhannya berada.

Beberapa menit akhirnya Sehun sampai dan langsung disambut musik yang memekakan telinga, asap rokok dan kumpulan manusia yang tengah menari-nari. Sehun mendapati Chanyeol dan Kris yang dari tadi melambaikan tangan. Ia mendengus kesal menatap teman-temannya yang entah kenapa menyeringai jahil. Ia memperhatikan lantai dansa dan tidak mendapati Luhannya disana.

"Tadi anak itu mabuk dan hampir jatuh, jadi mereka ada disana" Kris menunjuk meja tempat berkumpul Luhan dan teman-temannya. Dan mengabaikan temannya Sehun menuju tempat Luhan. menyisakan protesan dua orang lelaki dewasa yang merasa diabaikan.

Sehun benar-benar murka melihat Luhan yang tertawa memegang-megang wajah gadis yang wajahnya seperti barbie dan gadis itu malah ikut meraba-raba wajah Luhannya sambil tersenyum kagum.

Sehun berada dihadapan Luhan yang masih asik memainkan wajah gadis plastik. Sedangkan teman-temannya yang lain sudah menatap takjub kearah Sehun. Xiumin menggoyang-goyang pundak Luhan, dan berhasil mengalihkan perhatian pemuda bermata rusa itu. ia menatap pandangan Xiumin yang tertuju pada satu-satunya orang yang mengganggu pikirannya hari ini.

"Eoh?"

"Ayo pulang" Ujar Sehun penuh penekanan.

Luhan mengerjap bingung, namun sedetik kemudian menyeringai nakal. Ia berdiri disamping Sehun tepat dihadapan teman-temannya.

"Ah! Teman-teman! Dia ini Ahjussi yang aku ceritakan tadi!" Ucapnya sumringah. Sedangkan Jongin memberi kode telunjuk dibibir dan menatap Luhan gelisah.

"EH? Kenapa diam saja? Dia ini loh Ahjussi tidak waras yang mengikuti ku terus! Ahaha! Dia langsung jatuh cinta padaku hanya karena ciuman yang menjadi taruhan kitaaa!" Luhan tertawa geli, menatap Sehun bersalah namun terasa mengejek "Aku dapat foto bugil Jongin dan Zizi looh" Luhan tertawa memegangi perutnya sampai topinya jatuh. Sedang kan Jongin sudah keringat dingin ditatap oleh Sehun. Jongin ikut berdiri mencubit pinggang Luhan kesal.

"YACK! Kenapa mencubit ku!" Luhan protes mendorong Jongin kesal "Ahjussi ini bahkan memutuskan tunangannya demi aku loooh! Whoaaaw! Xi Luhan hebat bukan!" Luhan tepuk tangan heboh, yang lainnya pura-pura tidak mendengar Luhan dan akting sibuk sendiri.

Sehun masih memperhatikan Luhan dengan ketenangan yang menakjubkan.

"Uhuhuuuu! Teman-teman, tidak kah itu terdengar menyeramkan. Dia seperti terobsesi pada ku? Aku kan jadi takut" Luhan belagak ketakutan dan memeluk lengan Jongin. Sedangkan Sehun masih dengan raut wajah tenang menggaruk pelipisnya tidak gatal namun terasa elegan dimata orang yang melihatnya.

"Ahjussi, aku ini masih nooooooormaaaaal! Lebih baik Ahjussi cari waria saja! mereka pasti sangat senang dapat mouth-job dari Ahjussi!" Luhan tersenyum dengan binar dimatanya.

"AH IYA! Kalian tau tidak kalau Ahjussi ini ternyata hebat loh!" Luhan tertawa kecil, lalu menggandeng tangan Sehun menunjuk kumpulan pemuda gay yang terang-terangan bergaya feminim "Di sana" Ujarnya dengan gaya mabuk menunjuk-nunjuk "Mereka pasti senang kalau kau hisap penisnya-"

"Akh!" Seseorang menarik lengan Luhan kasar menjauh dari Sehun lalu menamparnya keras sampai Luhan yang sudah mabuk terjatuh kelantai. Ia memegangi rahangnya dan menatap wanita yang ternyata adalah mantan tunangan Sehun. Ia mencoba berdiri sambil memegangi rahangnya dramatis.

"HU-HUWAAA! BA-bagaimana ini! Rahang tegas ku yang manly tampaknya sedikit bergeser? Jongin-ah! Cepat panggil 119! Aku harus segera di operasi! Ah! Inikan digangnam! Aku hanya tinggal lari kan? Ahaha! Tumben aku pintar" Luhan tertawa lalu diam menatap satu-satu temannya.

"Kenapa? baru kali ini melihat plastik gangnam?" Ujarnya malah sewot masih sibuk memegangi rahangnya.

"U-uuuh, aku harus menelpon dokter kim untuk jadwal operasi malam ini" Ujarnya mengambil ponsel di saku. Dan malah menelpon Kyungsoo yang dari tadi duduk menonton tingkah Luhan.

"HA-HALLOO? Dokter? I-ITU .. tadi aku baru saja ditampar isteri mu? Ku rasa dia cemburu karena kau menyentuh-nyentuh wajahku saat operasi. Ahjumma ini benar-benar galak, dokteeer! Cepat jemput isteri mu yang galak ini, Lulu takuuuut! Huwaaaa"

Jongin menutup mulut Luhan kesal saat melihat Victoria memerah marah.

"WAAAAAACK! YACK! KIM PESEK HITAM JELEK! Jangan sentuh rahang ku! Ini mahal tau!"

"Yack, berhenti mempermalukan dirimu sendiri. Sadarlah idiot" Bisik Jongin didepan wajah Luhan. Sekejap membuat Luhan mundur dan punggungnya merapat di dada Sehun. Ia mengerutkan alisnya dengan satu tangan memegangi rahang yang padahal sedikit pun tidak pergeser yang satunya lagi memegangi hidung "UH! BAU! NAFAS MU BAU KIM JONGIIN!" Ucapnya ketakutan.

Jongin mengelus dadanya berusaha bersabar sedangkan teman-teman yang lain tertawa geli.

Luhan merosot kelantai dan menendang-nendang seperti anak kecil "Huwaaa! Jongin jahat! Kau bau! Kenapa kau bau! Aku benci! Maafkan aku! Aku benci! Bau! Jongin kau tidak boleh pakai sikat gigi ku lagi!" Rengek Luhan membuat Jongin ingin sekali menendangnya karena posisinya sangat pas untuk ditendang.

"EHM" Luhan membersihkan tenggorokannya dan berekspresi datar entah kenapa terasa lebih berbahaya.

"Baiklah!" Ujarnya santai menepuk pundak Jongin "Kalau kau benar-benar ingin bercinta dengan ku, aku setuju" Luhan mengangguk. Membuat Jongin kini keringat dingin bahkan hampir menggigil karena Sehun mulai melangkah mendekati mereka.

"Tapi kau yang akan ku sodomi weeeeeekc! Ahaha! Ku sodomi pantatmu dengan terong balado!" Hina Luhan menyakitkan.

"Itu salah mu Jongin, sudah tau dia tidak kuat minum martini tapi kau memberinya banyak sekali!" Ujar Kyungsoo datar. Dan entah kenapa Jongin merasa malam ini semua teman-temannya telah berkhianat dan mendorongnya masuk kedalam neraka.

"Sera-ya! Sini Oppa lihat lagi wajah mu? Sepertinya aku akan lebih manly kalau hidungku dipertegas. Dan mata ku di sipitkan agar tatapan ku menjadi lebih tajam. Agar si Oh Sehun sialan itu tidak bertindak seena-Hmpp!"

Semuanya diam takjub.

Si tenang Oh Sehun!

Si Dingin Oh Sehun!

Menarik Luhan dan mencium bibir pemuda itu.

"Emmmh" Luhan meleguh menatap Sehun berbinar. Ia mengacungkan jempolnya diwajah Sehun "Good Kisser! I like you" Ujarnya tersenyum lucu.

"Kalau begitu baguslah" Ujar Sehun santai menggendong Luhan keluar dari club, meninggalkan beberapa manusia yang masih tidak percaya atas apa yang terjadi.

PLOK! PLOK! PLOK!

Chanyeol bertepuk tangan sambil tertawa geli "Dia benar-benar pria yang menarik!"

"Hm, sangat hebat sampai Sehun masih menyukainya setelah sifat mengerikannya itu" Komentar Kris yang dari tadi ikut menonton tingkah Luhan.

"Dia anak gila" Dengus Victoria.

"Lumayan cantik untuk anak lelaki" Ujar Kris lagi.

"Cih, lebih mirip seperti jalang" Victoria menghentakan kaki kesal meninggalkan club karena mood-nya sudah benar-benar rusak.

...

Sedangkan perjalanan Sehun tidak semulus bokong Luhan. Rusa polosnya ternyata sangat liar, ia bahkan harus memanggil supir agar ia bisa menjaga Luhan didalam mobil.

"HMMP- HOEK!" Sehun mendadak pucat, ia sedikit menjauh dari Luhan.

"Yack! Hentikan mobilnya. Kurasa ia mau muntah!" Perintah Sehun gugup, dan terlambat. Luhan menutup mulutnya menahan agar cairan muntah tidak berhamburan dimobil, Sehun pun sama bingungnya karena tidak ada tempat menampung muntahan. Dan sejenak ia mendapat ide, diambilnya snapback kulit Luhan dan memberikannya pada Luhan untuk menampung sementara muntahan pemuda itu selama supir menepikan mobil.

"HOEEK! HUUK! HOEEK!"

Mereka sudah menepi dan topi Luhan pun sudah dibuang Sehun entah kemana, dan Sehun ikut menepuk-nepuk pundak pemuda itu.

"Dia benar-benar memuntahkan segalanya" Gumam Sehun. Dengan sigap lelaki itu menahan tubuh Luhan yang hampir terjatuh ditanah. Sehun membersihkan mulut Luhan dan menyuruh pemuda itu berkumur-kumur.

Sesampai dimobil Sehun membuang sepatu Luhan yang kecipratan muntah, ia bahkan membuang baju Luhan yang juga terkena muntah dan memasangkan mantel hangat miliknya yang ada dimobil.

"Uuuh" Keluh Luhan memegangi perutnya sakit.

"Hey?" Sehun menarik Luhan merapat kesisinya dan mengusap kepala pemuda itu lembut.

"Bangunlah Lu, minum ini" Sehun memberikan obat pereda sakit kepala pada Luhan.

Dan Luhan masih saja meracau.

"Uuuh, ngantuk" Gumam Luhan dan tentu saja Sehun memeluk tubuh Luhan dari belakang, membiarkan pemuda itu bersender dan tidur dipelukannya.

...

Luhan merasa mendengar suara angin berhembus, suara ombak dan gesekan pohon kelapa. Ia bahkan bisa mendengar suara burung cemar, ia seperti berada disurga. Tidur tenggelam dikasur yang sangat empuk, selimut lembut yang sangat hangat.

"Ugh" Luhan merasa cahaya semakin lama semakin terang dan kepalanya semakin terasa sakit.

"HAH!" Ia membuka mata dan menatap kaget pemandangan didepannya.

Dihadapannya saat ini adalah balkon luas dengan gorden tipis putih yang di ujungnya terdapat bunga segar. Balkon itu menghadap langsung ke kolam renang yang menyatu dengan karang laut. Lalu ia melihat kiri kanannya. Ia berada di kasur empuk dengan sprei putih bersih yang tiang kelambunya menggunakan serabut kayu yang diikat sangat indah seperti di hawaii atau bali. Aroma laut dan bunga mengalihkan rasa sakit dikepalanya untuk sementara. Luhan mengerjap bingung, dan matanya menangkap pemuda dengan kaos polos berwarna putih dan celana pendek classy berwarna biru muda.

Malaikat?

Tidak, iblis!

Iblis bertopeng malaikat!

Si mimpi buruk Oh Sehun yang berjalan dari luar balkon yang tersambung dengan halaman luar.

"Kau sudah bangun?" Tanya Sehun tersenyum senang ikut keranjangnya dan menindihnya sambil menciumi wajahnya gemas. Bersamaan dengan datangnya beberapa pelayan yang membawa makanan dari pintu dalam.

"Apa kau sakit kepala? Tadi malam kau benar-benar mabuk" Ujar Sehun mengusap-usap kepala Luhan gemas.

Chup!

Sehun kembali mengecup singkat bibir Luhan lalu pipi, hidung dan keningnya.

"Lepas brengsek" Balas Luhan kesal mendorong Sehun pelan dan ajaib Sehun melepaskan kurungannya dan duduk mengambil nampan. Luhan juga ikut duduk "Akh!" Ia memegangi kepalanya nyeri.

"Kau baik-baik saja?" Sehun memegangi pundak Luhan namun pemuda itu menepisnya "Tidak perlu berlebihan" Ucapnya pelan, melirik kesegala arah mencari kamar mandi dan menemukannya.

"Hey, kau mau kemana?"

"Kamar mandi" Ujar Luhan kalem.

Di kamar mandi pemuda itu merosot jatuh. Kilas balik tentang kejadian tadi malam membuat lututnya mendadak lemas, ia meringkuk menutup wajahnya frustasi.

'Apa yang sudah kau lakukaaan! Bodoooooh! Kemana otak mu LUHAAAAAAAAN!'

'Aku benar-benar sudah gila! Bodoh! Bodoh! Bodoh! Aku bersumpah tidak akan minum alkohol lagi!'

Luhan merutuki kelakuannya tadi malam, ia menatap kamar mandi mewah didepannya

-Flashback-

Dimobil

"PANTAI! PANTAI! POKOKNYA AKU MAU KEPANTAI!" Pekik Luhan merengek tidak terima.

"Baiklah Lu, tapi duduklah dengan tenang" Sehun menenangkannya lalu menyuruh supir untuk ke villa keluarga Oh yang ada dipinggiran Seoul pas berhadapan dengan pantai.

Sesampai di villa sekitar jam dua dini hari, Sehun yang suda menghubungi penjaga sudah disambut wajah kusut pengurus villa. Ia menggendong Luhan yang sudah tertidur pulas digendongannya.

Baru saja ingin memasuki pintu rumah, Luhan tanpa aba-aba langsung mengeluarkan isi perutnya yang tadi habis minum susu stroberi kedada Sehun dan tubuhnya juga. Sehun menahan nafas memasuki kamar dilantai dua dan langsung membawa Luhan kekamar mandi. Ia bersyukur pelayannya sudah menyiapkan air hangat, ia melucuti semua pakaian Luhan yang masih setengah sadar.

"KYAAAA! JANGAN PERKOSA AKU!"

"Aku tidak memperkosa mu" Jawab Sehun malas membiarkan Luhan duduk dilantai dengan bertelanjang bulat diguyur air Shower.

GREP!

"Uuuuh, dingin. Lulu nggak tahan" Gumamnya memeluk Sehun yang masih terbalut pakaian lengkap. Anda selamat Oh Sehun.

Sehun merasa kalau ia mandi berdua dan Luhan yang dari tadi memeluknya dengan tubuh telanjang ia tidak akan sanggup menahan gairah. Jadi ia memutuskan untuk memandikan Luhan terlebih dahulu.

Luhan duduk dilantai basah sambil menggosok giginya dan membuang busa dari mulutnya kedadanya sendiri. Membuat Sehun lagi-lagi menggosok tubuh pemuda mungil itu. selesai memandikan Luhan, Sehun kembali menggendong tubuh pemuda itu, melilitkan handuk besar. Ia menyuruh Luhan duduk ditempat tidur dan pemuda yang masih setengah mabuk itu menurut dan Sehun juga memberikan kemeja putih polos ukuran besar dan celana dalam hitam. Namun diabaikan Luhan dan pemuda itu malah berbaring telentang ditempat tidur. Sehun dengan terpaksa sambil menahan gairah memasangkan celana dalam dan kemeja untuk Luhan dan menyelimuti pemuda itu. setelah beres Sehun pun kembali membersihkan dirinya sendiri.

Usai mandi, Sehun tidur disebelah Luhan dengan tenang sambil memeluk erat tubuh pemuda itu sepanjang malam

"Sleepwell my love"

-Flashback End-

Luhan memukul kepalanya kesal, ia menatap pandangan dirinya di cermin. 'Yup, persis seperti orang bodoh' komentarnya dalam hati miris.

-TBC-