Title: Decision of Love
.
.
Cast : Huang Zi Tao (namja)
Wu Yi Fan/Kris (namja)
Byun Baekhyun (Yeoja)
Others
.
.
Genre : Romance/Drama, YAOI (KRISTAO), GS untuk Baekhyun
Warning : Aneh, gaje, typo(s), Tao disini dibikin lebih tua dari Baekhyun. Baekhyun disini sebagai yeoja...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything!
.
.
SUMMARY
Kehidupan Tao yang penuh perjuangan, membuatnya menjadi sosok yang tegar dan mandiri. Disaat dia memperjuangkan cintanya, cinta yang lain datang menghampiri. Akankah cinta Tao bertahan selamanya? Percayalah bahwa 'cinta' tak pernah salah mengambil keputusan.
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik author. Baekhyun punyaku ^^.
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
Previous Chapter
"Jika kau tidak keberatan bolehkah aku menumpang mobilmu? Aku juga ingin ketempat itu. Aku salah satu pekerja di sana. Jam kerjaku mulai sebentar lagi tapi entah mengapa kepalaku sangat pusing sekarang." Ucap Tao dengan matanya yang sangat sayu menahan pusing.
"Ne..bukankah tadi aku sudah menawarkan padamu, jadi jangan minta izin seperti itu. Kajja. Sebaiknya kau istirahat dalam mobilku." Ujar sang namja sambil menuntun Tao masuk dalam mobilnya. Sementara Tao yang sudah sangat pusing hanya menurut saja tanpa memberontak sedikitpun. Bahkan Tao tak menyadari seringai kemenangan yang kini tercetak jelas di bibir seksi itu.
"FIRST STEP SUCCESS" batin namja itu girang
.
.
.
CHAPTER 2
.
.
AUTHOR POV
.
Setengah jam berlalu, dan kini mobil berpenumpang Tao itu tampak terparkir manis di pelataran parkiran cafe BREAK TIME. Sebenarnya jarak yang ditempuh bisa kurang dari 15 menit, namun karena si pengemudi ingin berlama-lama di dalam mobil akhirnya dia melajukan mobilnya dengan amat sangat pelan. Sementara itu Tao kini tampak terlelap di kursi penumpang.
"Kau sangat manis Tao." Namja berambut ikal hitam itu membelai lembut pipi Tao membuat Tao sedikit menggeliat dan membuka matanya perlahan.
"Euunnghh..."
.
"Bangunlah, sudah sampai."
.
"Eh? Sampai? Mengapa kau tidak bangunkan aku dari tadi? ...Akh! ..Aku terlambaaaatttt!" Tao terpekik histeris sambil membuka pintu mobil terburu-buru dan tindakan barbarnya itu sukses membuat kepalanya kembali berdenyut sakit.
.
"Uuggh."
"Ya! Gwenchana?" dengan cepat namja yang tadi membawa Tao langsung keluar dari mobilnya dan melesat menghampiri Tao yang terlihat limbung.
"Ne...nan gwenchana."
"Sebaiknya kau libur hari ini Tao. Aku akan meminta izin dari bosmu agar kau bisa beristirahat."
"Andwae, aku harus kerja sekarang. Kris gege membutuhkanku."
DEG
.
.
Pernyataan Tao barusan sontak membuat namja tampan itu tercekat. Dadanya seolah dihantam dengan sebalok kayu. Sakit.
"Eh, kau tadi memanggilku 'Tao'? Kau tau darimana namaku?" Tao kaget ketika dia menyadari jika tadi namanya disebut oleh orang yang kini sedang memapahnya menuju pintu masuk cafe.
"Aku melihatnya di seragammu Tao-ah. Jangan kaget begitu." Ucap sang namja yang sudah hampir mencapai pintu masuk cafe sambil terus menuntun langkah Tao.
"Eh...? Ah...begitu rupanya. Haha. Aku pabbo sekali. Gomawo...emmm-
"Kim Jongin"
"Eh?"
"Namaku Kim Jongin, tapi kau bisa memanggilku Kai." Ucap namja bernama Kai itu sambil tersenyum manis dan melepaskan rangkulannya di pundak Tao ketika merasa telah sampai di depan pintu cafe.
Tao membalas ucapan Kai sambil tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam cafe, namun baru beberapa langkah masuk, Tao berhenti ketika membuka pintu, dia menyadari ada yang aneh dan dia langsung menoleh kebelakang. Benar saja. Kai tidak ada lagi di sampingnya. Namja tan itu malah melambai-lambaikan tangannya kearah Tao sambil tersenyum. Tao pun kembali menghampiri namja yang berada di balik pintu cafe itu.
"Kau tidak jadi masuk? Bukankah tadi kau bilang ingin kesini menemui temanmu?" tanya Tao sambil mengernyitkan dahinya.
"Hehhe, mianhae, tadi sewaktu di perjalanan klienku menelponku dan mengabarkan jika meetingnya ditunda besok, jadi kesini lagi besok. Sekarang aku pulang dulu ya, Tao. Byebye." Ucap Kai dan berbalik meninggalkan Tao yang kini terdiam membatu di tempatnya.
'namja yang unik'Tao membatin.
.
.
"Apa yang sedang kau lihat, jagi?"
Lamunan Tao mendadak buyar saat suara bass yang cukup dikenalnya kini menembus masuk telinganya.
"G-gege?"
"Apa yang kau lihat?" tanya Kris sambil melongokkan kepalanya mengikuti pose Tao tadi dan dia mengeryit heran ketika di dapatinya tidak ada sesuatu apapun yang menarik di luaran sana yang bisa dijadikan tontonan.
"Aniyo gege...bukan apa-apa." Jawab Tao sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau pucat sekali Tao-er. Kau tidak makan lagi hari ini ? Apakah uangmu habis? Tapi, bukankah baru 2 minggu yang lalu gajimu kuberi? sekarang apa lagi alasanmu?"
.
OWH GREAT!
.
Tao bungkam. Dia tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan Kris. Dia ingin berkelit seperti biasa namun melihat mata elang Kris yang menyorotnya tajam membuat Tao seakan dikuliti hidup-hidup sehingga dia hanya bisa terdiam pasrah.
Tao memang tidak makan siang hari ini. Persediaan lauk dan beras hanya cukup untuk makan Baekhyun saja. Bukannya Tao tak menggunakan uang gajinya dengan baik, tapi Tao menabungkan hampir semua uang gajinya untuk persiapan keperluan sekolah Baekhyun dan sisanya untuk biaya Tao masuk universitas. Tao sangat ingin melanjutkan sekolahnya, dia tidak mau cuma menjadi lulusan Senior High School. Apapun yang terjadi, dia harus bisa kuliah sehingga nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan Baekhyun
"Mi-mianhae Ge...Ta-Tao kerja dulu." Ujar Tao sambil berusaha bergerak menjauhi Kris yang kini masih menatapnya lekat-lekat.
.
Grep
.
Kris langsung menahan lengan Tao yang hendak beranjak dari hadapannya.
"Kau tidak akan bekerja hari ini Tao. Aku sudah meminta tolong Xiumin hyung menggantikan pekerjaanmu hari ini. Tadinya aku ingin mengajakmu berkencan ke taman hiburan, tapi jika melihatmu seperti ini ku pikir ada baiknya jika hari ini kita 'berkencan' di rumah sakit." Kris menyentuh pelan pipi Tao dan mengusapnya. Dingin. Itulah yang dirasakan jemari Kris ketika bersentuhan dengan kulit putih itu.
"Ayo kita makan dulu, sesudah itu kita akan memeriksakan kondisimu."
Kris kini menyeret sambil menggenggam erat jemari Tao memasuki ruangannya. Melewati Xiumin dan Chen yang sedang berada di meja bar serta beberapa orang pelanggan yang menatap iri pada keduanya. Xiumin dan Chen sudah tak heran lagi dengan hubungan keduanya karena sebenarnya Xiumin dan Chen juga tengah melakoni hubungan yang 'seperti itu' juga.
Xiumin adalah sahabat Kris sedari kecil dan mulai menjadi kekasih Chen-sang barista- sejak beberapa bulan yang lalu. Sedangkan Lay-yang bertugas sebagai koki- adalah teman Kris semasa Senior High School dan Lay sudah tau dengan 'kehidupan' Kris yang seperti itu.
Sebenarnya juga sudah bukan menjadi suatu rahasia lagi kisah hubungan antara Kris dan Tao. Hampir semua pelanggan di cafe itu mengetahuinya. Dan percaya atau tidak, hampir sebagian besar dari jumlah pelanggan cafe -yang hampir setiap saat ramai- itu adalah kaum fujoshi. Tak jarang beberapa kilatan blitz kamera menghantam telak Kris dan Tao serta beberapa jeritan kaum yeoja yang terkadang memekik histeris menghantam gendang telinga mereka.
Namun, yang membuat orang-orang menatap iri adalah kondisi fisik dan romansa antar keduanya. Kris yang tampan bak pangeran yang keluar dari negeri dongeng, Tao yang kelewat manis untuk ukuran seorang namja serta sikap romantis yang selalu ditunjukkan Kris hanya kepada Tao sungguh membuat orang sangat iri. Siapa yang tidak ingin dalam kondisi dan situasi seperti itu?
.
"Perfect" hanya satu kata itu yang akan mereka keluarkan ketika melihat KrisTao. Sungguh paket yang komplit.
.
.
"Gege, Tao tidak mau makan. Tao juga tidak mau kedokter, Ge~"
Tao terus merengek dan menolak suapan Kris ke mulutnya.
"Kau mau apa hah, Baby Panda? Untuk kali ini Gege tidak akan menuruti ucapanmu, arraseo? Sekarang makan!" perintah Kris telak sambil menatap tajam Tao.
Tao sedikit bergidik ngeri, namun memikirkan dirinya akan di periksa membuat Tao lebih takut. 'Bagaimana jika aku sakit parah? Bagaimana jika aku harus di rawat di sana? Aku tidak mau meninggalkan Baekki!' jerit batin Tao gusar.
"Tenanglah sayang. Jangan takut seperti itu. Malah Baekki akan kesusahan jika melihatmu kesakitan terus menerus. Kau tidak mau kan membuatnya khawatir?" ucap Kris membuat Tao membulatkan matanya kaget.
'apa aku berpacaran dengan seorang mind reader?' Tao membatin.
"T..Tapi Ge...a-"
"Tidak ada tapi-tapian sayang. Kau harus makan. Sesudah itu kita ke dokter." Kris kembali mengarahkan sendok yang penuh dengan nasi dan lauk pauk itu kedepan bibir peach Tao. Namun Tao masih enggan menerimanya.
"Hhhh~."Kris menghela nafas frustasi. "Sebenarnya apa maumu, jagi?"
".."
"Ok..baiklah. Gege tidak akan memaksamu makan, tapi dengan satu syarat..."
Kris menggantungkan kalimatnya dan semakin mendekati tubuh Tao yang kini terpojok di sudut sofa. Kris memenjara tubuh Tao dengan kedua lengan kekarnya.
"G-ge...gege mau apa?" cicit Tao ketika merasakan deru nafas hangat Kris di wajahnya. Keadaan itu sontak membuat tubuh Tao yang memang sudah lemas menjadi semakin lemas.
"Kau boleh tidak makan dan tidak kedokter asalkan-..."
"A-asalkan?" ucap Tao ketakutan.
Kris menyeringai mendengar suara gugup Tao. "Kau mau melakukan 'itu' denganku...eotte?" bisik Kris seduktif di telinga Tao membuat tubuh Tao mendadak memanas dan jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
"Gege..."
"Kau boleh pilih sekarang. Kau makan dan kedokter, atau melakukan 'itu' bersamaku." Jarak wajah Kris dan Tao kini hanya kurang dari 5 cm. Kedua hidung mancung mereka bahkan sudah bersentuhan. Tatapan hangat Kris membuat Tao terbuai.
Chu~
Kris mencium bibir peach Tao dengan lembut. Hanya kecupan ringan setelah itu Kris melepaskannya. Kris sedikit menjauhkan wajahnya dari Tao, dapat dilihatnya kini wajah Tao sudah seperti kepiting rebus. Merah dan panas.
"Mukamu merah, jagi...wae? Kau demam?" Kris bertanya dengan nada yang menggoda membuat Tao makin blushing. Kris ingin menempelkan dahinya ke dahi Tao untuk merasakan seberapa panas tubuh Tao namun Tao cepat-cepat mencegahnya.
"Oke..oke..oke Ge..Tao makan. Tao makan lalu kita kerumah sakit." Cicit Tao dengan suara yang sedikit bergetar.
Kris menyeringai senang. Dan kemudian menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tao yang langsung membuat Tao kembali menghirup nafas banyak-banyak akibat rasa gugup yang kelewat batas.
"Ja! Ayo kita makan! Lalu kita kencan kerumah sakit." Ucap Kris girang sambil mengarahkan satu suapan ke Tao. Tao berdecak sebal dan mempoutkan bibirnya lucu.
"Aishh, sudahlah jagiya. Jangan seperti itu. Nanti gege belikan boneka panda lagi buat Tao. Tao mau kan?"
Mendengar kata panda, Tao langsung tersenyum sumringah.
"Jinjayo, ge?"
"Ne, karena Tao sudah menuruti apa kata Gege." Jawab Kris mantap
"Kyaaaaa. Xiexie nae gege. Wo ai ni." Saking senangnya Tao langsung menerjang tubuh tegap Kris dengan pelukan eratnya membuat Kris sedikit terjungkal kebelakang.
"Wo ye ai ni, Baby Panda. Sekarang Tao makan dulu ya." Kris kembali menyuapi Tao dan kali ini namja bermata Panda itu menerima suapan demi suapan dari Kris dengan penuh semangat.
AUTHOR POV END
.
.
KAI POV
"Chanyeol hyung, kau yakin ini sudah lengkap semuanya?"
"Kau meragukan kemampuan ku, hah?"
"Ck. Hanya memastikan saja."
"Jangan kau buat hidupnya menderita Kai. Sudah terlalu banyak beban yang ditanggungnya. Aku sebagai hyungmu berhak menasehatimu jadi kumohon, hentikanlah jika kau hanya ingin membuatnya sedih."
"Harus berapa kali kukatakan padamu, jangan menceramahiku! Dan lagi apa maksudmu dengan 'mempermainkan?'. Kali ini aku serius"
.
.
"Kau paham dengan salah satu point yang ada di kertas itu? Hentikanlah sekarang juga. Kau hanya akan menyakiti hati keduanya."
.
"Tenang saja, hyung. Aku hanya ingin membuatnya menjadi milikku dan hanya akan menjadi milikku. Selamanya."
"Kau sakit Kai!"
"Terimakasih pujiannya."
"Aku menyesal membantumu."
"Kau tak akan menyesalinya."
"Kau gila!"
"Memang...karena 'dia'..."
"Setahun lalu Krystal, dan setelah kau berhasil mendapatkan yang kau mau kau mencampakkannya.!"
"Apa itu salahku? Dia yang bermain api denganku. Aku hanya berusaha memadamkannya."
"Dengan membuatnya koma?"
"Itu salahnya yang sudah mengkhianatiku."
".."
"Dia meninggalkanku dan malah memilih lelaki brengsek itu."
"Perilakumu yang membuatnya menjauh darimu. Aku menyayangimu Kai. Aku tidak ingin kau seperti ini terus menerus. "
.
"Keluar!"
.
"..Kai!"
.
"Keluar dari ruanganku sekarang!"
...
"Baiklah. Sampai nanti...Kai"
.
BLAAM
.
Pintu besar berwarna coklat tua itu kini tertutup rapat. Meninggalkan seorang namja tampan yang mulai sibuk dengan pikirannya sendiri.
.
.
"Apa rasa ini salah? Apa aku salah?"
Kai kini tampak memandangi selembar foto seorang namja. "Saranghae, jeongmal saranghaeyo...nae Zi Tao...."
.
TBC
.
Hai hai chingudeul...Hyun comeback bawa chapter 2 nih. *cipokBaekki*
Tuh, abang sexy kita muncul #lirik Kai. Selamat buat chingu yang dah nebak dengan sukses siapa namja pemilik bibir sexy itu...hahaha...
Mianhae jika kurang memuaskan. Tapi jujur, Hyun sudah berusaha melakukan yang best. For my dearest KriSari, Keep smile, neee...^v^
Jika chingudeul semua berkenan,..RnR yaaaahhhh...repiu dari kalian sangat berharga buat ku. Repiu kalian adalah semangatku. J.E.O.N.G.M.A.L. !
.
Hyun jg mau "deep bow" buat yang dah repiu, fav, n follow di chapie 1. Mianhae, berkat "BED SWING" karena baru bangun tidur, tuh chap 1 ke-delete dengan suksesnya. Hyun tuh mau buka reviews kalian, cuma malah ke-klik delete story n dengan pabbo-nya Hyun klik 'Yes'...hiks..hikss #gulingguling#
Mianhae buat kelalaian Hyun yang fatal itu, jadinya Hyun lupa dengan siapa saja yang kasih reviews, yang fav, n yang follow...jeongmal mianhae... *bowberkalikali95derajat*
Gomawo buat 8 orang yang Reviews, 4 orang yang Fav, and 3 orang yang Follow...Hyun sayang kalian. #cipok# *digampar*
.
Sekali lagi...MIANHAEEEEEEEEE... T-T
.
.
Gomawo buat yang dah baca n repiu di chap 1. Sayonaraaaaaaa...^^ #melambailambai
.
Special Thanks to:
All of You fans berat KrisTao
