"Nyahohoho...Uhuk-uhuk...akh jadi keselek dah. Ciao~ Kalian semua

Nice to meet you. Maaf, baru updet sekian lamanya. Semoga masih ada yang mengikuti cerita ini *pundung di pojokan* sekarang uda kelas 11 SMA, terbayang dengan tugas plus ulangan ditambah kurikulumnya SKS *apaan* T_T. Langsung ye ^_^


Keys, Chain & Padlock

Sumarry : "Kalian semua telah menarikku ke dunia kalian...maka setidaknya aku akan melakukan sesuatu untuk kalian semua"

Cast : OC, Genera tion of miracle And others (Males ngejelasin satu-satu)

Disclaimer : Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi-Sensei. Tapi saya cuman minjem karakternya. Story dan plot sepenuhnya milik aku...

Yok...capcus aja


Chapter 2 : My dailly, Their personality & True 'bout me

Readers POV

'Eh...jadi manager tim basket Teikou ? Emang aku bisa ya ?'-batinku

"Um...Akashi-kun...kurasa...kau salah orang"-kataku mengelak

"Aku selalu benar, (Name)-san, ini perintah dan kau harus mematuhinya, kalau tidak-"

"Baiklah-baiklah aku akan mematuhinya...tolong jangan menakutiku dengan ancaman"-ucapku. Jujur saja, aku memang tak suka diancam.

"Baiklah, mulai besok kau bisa memulainya. Satsuki dan Aida akan membantumu."

"Mochiron (tentu), Sei-kun/ Akashi."

"Eh ? Momoi-chan jadi manager juga ?"

Momoi pun langsung menoleh kehadapanku. Raut mukanya berubah menjadi ceria. Langsung saja ia memelukku dengan eratnya.

"S-se-sesak, Momoi-chan..."-Ucapku tapi tak dihiraukan oleh Momoi.

'Momoi-san, kau bisa membuat (name)-san mati."-ucap Kuroko

"Aku kangen (Name)-chan, Tetsu, biarkan aku melepas rindu sebentar"-ucap Momoi dan kemudian pelukannya semakin menguat.

"Satsuki, hentikan"

Dan acara reunian berakhir dengan pingsannya (Name) yang sekarat karena dipeluk Momoi.


(SKIP)

"Baiklah, untuk hari ini, latihannya cukup sekian"-Akashi

"Osu!"

Latihan kali ini seperti biasanya, serius dan penuh semangat. Kali ini aku pulang bersama para anggota kisedai saja, karena yang lain ada urusan mendadak. Tak apalah, sekalian bisa mengenal para anggota rambut pelangi ini.

Ketika perjalanan pulang, mereka tampak santai. Maksudku, mereka bisa membicarakan berbagai hal tanpa rasa malu. Yah, ngga sampai yang erotis lah.

Kuroko : Author-san, bila kau merubahnya menjadi itu, rating fanfic bisa anjlok

Author : Aku paham, Kuroko. Aku akan membuatnya sebaik mungkin

Back To Reader's POV

Dan, sampailah di restoran langgananku waktu smp, Majiba restaurant (Eh bener ngga tulisannya ?). Benar-benar nostalgia.

"(Name), ayo masuk"-Aomine langsung menarik lenganku untuk masuk

"Aomine-kun...jangan ditarik"-ucapku sambil berusaha melepaskan genggaman anak eksotis ini

"Aominecchi...curi start, itu tak adil, ssu"-bukannya membantuku, malah ikutan menarik lenganku yang satunya

"Kise-kun, Aomine-kun...sudah, jangan tarik, sakit.." tapi, ucapanku tak digubris sama sekali, malah mereka menarik lenganku lebih kuat.

"Ugh...sakit.."

"Daiki, Ryouta, lepaskan genggaman kalian. Kalian membuat (Name)-san kesakitan"-titah Akashi dengan elegannya *pfft*


Akashi : Apa kau bilang, Author-san ?

Author : Ah...ndak kok


Secara spontan, mereka berdua melepaskan genggamannya. Kemudian aku melihat sebuah toko hadiah diseberang restoran yang kutempati sekarang.

"(name)-san, mau kesana ?" tanya Kuroko

"Ah, kuroko, kau peka juga"ucapku asal

"Tentu saja, karena aku-"

"Ayok pulang saja...biar si banci Kise yang membayarnya" ucapan kuroko terpotong oleh dakian ini, Aomine maksudku

"Aku setuju"ucapku sambil high five dengan Aomine

"Hwee...kok aku~" Kise pun nangis bombay

"Urusai, banci kuning" Murasakibara pun ikutan

"Bisa kah kalian diam, ndayo" Midorima pun sampai kesambet

"Ah...dasar, aku tak bisa makan dengan tenang"-ucap (titah) Akashi

Semua pun langsung terdiam ketika Akashi berbicara. Kayak gukguk *plak*. Tak terasa aku tersenyum sendiri melihat kekompakan dan kelucuan mereka. Akashi si Absolut nan menawan *weh*, Aomine si eksotis kumat *Duagh* tapi luwes, Kise si Banci *ups* tapi banyak yang ngejar *ciecie* , Midorima si Tsun-tsun megane tapi cool, Murasakibra yang suka makan tapi badan titan dan kuat, dan Kuroko yang kalem dan peka kepadaku walaupun keberadaannya seperti hantu, dan Momoi, gadis yang periang dan energik, aku sudah lama tak menemukan orang seperi mereka.

"Ah, omong-omong (name)-san, kau sendiri diam melulu"Momoi, kau tak peka.

Pertanyaannya membuatku sadar dari lamunan kecilku.

"...Eh..aku tak apa-apa kok, kalian sudah selesai semua makannya ?"

Mereka semua pun mengganggukan kepala mereka dengan kompaknya

"Aku masih mau disini, kalian pulang saja dulu"

"Benar-ssu, tak apa ?" tanya Kise khawatir (hweek)

"Iya, minna-san arigatou (Teman", terima kasih)

Akhirnya para kisedai pun pulang,

"(Name)-san jangan lupa jangan sampai terlambat"

"Ha'i, Akashi-san"


Ketika semua telah pulang, aku pun juga harus bergegas pulang karena sudah jam 5 sore. Selama perjalanan, aku melihat toko hadiah yang ada diseberang tempat makan tadi. Semua tampak gemerlap, banyak orang yang

"Aku sendirian, yah karena aku sendiri yang meminta mereka untuk pulang..hah...bodohnya aku"

*Tes* *tes*

Menangis..iya aku menangis sekarang...entah mengapa...aku merindukan sosoknya yang sudah menghilang begitu lama. Aku merindukannya lagi...

"Hiks...payah, padahal aku sudah berusaha untuk tak mengingatnya...hiks..menyebalkan"

*Pluk*

Hangat, seketika tubuhku terasa hangat, kucium bau yang ada disekitarku. Ck, mirip. Kenapa harus mirip dengannya...hiks...

"(Name)-san..."

Ku menengok ke arah suara, aku tak percaya bahwa

"Ku...Kuroko..kun ?"

"Ha'i"

"Sumimasen, bisakah aku begini sebentar saja?"

"Ha'i, hime-san~" Ucap Kuroko lembut

"Hi..hime-san~ ?" pipiku langsung memerah ketika Kuroko memanggilku begitu

"Bagaimana kalau kita ke toko hadiah yang kau lihat tadi?"

Secara tak sadar, tanganku langsung menggenggam erat tangannya, aku pun hanya diam.

"Ha'i, (Name)-san"

Dan akhirnya aku mulai mengingat beberapa memoriku yang hilang selama aku masih kelas 2 Smp. Memori terkelam yang pernah kupunya.


The End (?)

Ya Gusti...kenapa baru selesai sekarang T_T...Halo para pemirsa, terima kasih yang sudah membaca cerita abal" ini...entah kenapa aku bingung dan sudah lupa dengan cerita ini *Melet*. Baik yang ingin meningalkan jejak, jejak bersih bisa jejak komen, saran dan apa saja lah...

See you next soon...