Disclaimer: Masashi Kishimoto
Dream Boy
Chapter 2: Plan of Marriage
Enjoy
Sraaaak... sraaaak... sraaaaak... gubrak... gubrak... sraaak
Terdengar suara sapu yang begitu kasar dan suara benturan meja menggema di kelas XI-A KHS.
"Hoi dobe kalau nyapu pelan-pelan dong. Berisik" tegur Sasuke yang sedang menyapu dengan tenang kepada Naruto yang tengah menyapu sambil mendorong meja dengan kasarnya.
"Huh diem aja teme sialan" ucap Naruto sambil terus menyapu danmendorong meja-meja dikelas itu dengan kasar.
Gubraak...sraaak...gubrak gubrak gubrak...
Melihat itu Sasuke hanya menggelengkan kepalanya.
"Dobe kalau kamu nyapu begitu nanti yang ada sapunya patah terus kalau kamu dorong meja begitu lantai kelas kita bisa lecet dan meja-mejanya akan patah. Emangnya kamu mau mengganti semua kerusakan kelas ini hah? Dasar bodoh. Usuratonkachi" ucap Sasuke dengan tenangnya. Naruto terdiam.
'Benar juga sih apa yang si teme bilang. Tapi siapa peduli. Aku kesal kesal kesaaaaallllll' pikir Naruto. "Cih siapa peduli? Lagian kau kan orang kaya, kau saja yang ganti semua ini. Lagian juga semua ini gara-gara kau" ucap Naruto.
"Memangnya apa salahku? Jelas-jelas kau yang merusak semua ini" tutur Sasuke.
"Jelas semua ini salahmu. Salah sendiri kenapa kamu ikut-ikutan piket sama aku. Kalau kamu gak ada disini itu lebih baik teme jelek. Aku kesaaaaaal kesal kesal kesal" gerutu Naruto.
"Heh memangnya aku mau piket denganmu? Maaf ya tidak sudi. Tapi ini semua terpaksa, kalau kau tidak mau piket denganku silahkan. Biar besok kulaporkan sama Kakashi-sensei bahwa kau membolos piket. Selesai. Dan kau akan dapat hukuman" jelas Sasuke.
"Iya-iya Sasuke teme jelek. Aku mengerti. Aku akan piket dengan senang hati" balas Naruto dengan cemberut.
Di sinilah Sasuke dan Naruto berada. Di ruang kelas hanya berdua saja. Sedang piket bersama-sama dengan tidak ikhlas. Siapa juga yang mau piket berduaan dengan orang sombong macam Sasuke? Kalau itu cewek ababil fans si emo sih pasti jawabannya mau banget. Tapi kalau bagi Naruto ini adalah sebuah bencana. Begitu juga dengan Sasuke.
'Bisa-bisa aku jatuh cinta dengan Naruto kalau berduaan tidak tidak tidak. Aduh si bodoh ini sangat sangat menggangguku' pikir Sasuke.
"Akhirnya selesai juga, nah ayo teme kita pulang" ajak Naruto kepada Sasuke. Tunggu, kenapa Naruto mengajak Sasuke pulang bareng? Bukannya Naruto benci sama Sasuke?
"Hn. Baiklah" terima Sasuke. Loh, ini kenapa Sasuke nerima ajakan Naruto? Bukannya Sasuke gak mau berduaan sama Naruto? Katanya takut kepincut sama cowok berkulit tan ini? Mereka ini gimana sih?
Mereka berdua pun berjalan pulang dengan santainya. Sejak saat insiden pertemuan mereka seminggu yang lalu entah mengapa hari demi hari mereka menjadi semakin dekat. Bukan berarti karena semakin dekat mereka jadi damai. Tidak tentu saja. Mereka terus saja adu mulut setiap kali bertemu. Mungkin itu satu hal yang membuat mereka semakin dekat. Dan tentu saja itu meninggalkan kesan tersendiri dihati Sasuke dan Naruto. Sehari tanpa bertengkar, rasanya ada yang kurang...
"Teme~" panggil Naruto kepada Sasuke.
"Hn?" jawab Sasuke.
"Hei teme, kenapa sih tiap aku panggil kamu selalu jawab begitu. Gak ada kata lain apa?" gerutu Naruto.
"Jadi kamu manggil aku cuma pengen nanya hal kaya gitu?" jawab Sasuke.
"Suka-suka aku dong teme jelek. Sebenernya bukan sih hehehe" balas Naruto nyengir.
"Terus?" lanjut Sasuke.
"Emm kenapa kamu lebih milih pulang jalan kaki? Kan kamu orang kaya. Bisa pakai motor atau bahkan mobil" tanya Naruto.
"Aku lebih suka begini. Dengan begini aku bisa merasakan semilir angin sore dan melihat pemandangan satu per satu lebih lama" jelas Sasuke.
"Oh begitu ya hehehe. Aku juga lebih suka jalan kaki" lanjut Naruto.
"Aku gak nanya" balas Sasuke.
Naruto cemberut. "Haish kenapa sih kamu begitu menyebalkan?" gerutu Naruto.
"Kalau aku menyebalkan, lantas apa yang membuat kamu masih betah pulang sekolah denganku, duduk disampingku, dan bahkan bicara denganku?" tanya Sasuke.
Naruto terdiam. Sasuke menunggu jawaban Naruto dengan deg-degan. Takut kalau tiba-tiba Naruto menyatakan cinta kepadanya.
'Enggak gue belum siap. Gue belum siap ditembak cowoook' pikir Sasuke. Apaan sih Sas? Ada-ada aja lo.
"Itu karena... " Naruto pun berfikir. Sejujurnya dia tidak tahu ingin menjawab apa. Dia juga tidak tahu kenapa dia masih betah sama Sasuke. Tapi sejujurnya dia sama sekali tidak terpaksa. Malah menurutnya sedikit errr menyenangkan mungkin.
"Karena aku tidak tahu" jawab Naruto ngasal. Sasuke hanya memutarkan kedua bola matanya malas. Tapi Sasuke masih penasaran.
"Dobe bodoh. Berikan aku alasan yang jelas" paksa Sasuke.
"Huuh teme, sebegitu pentingnya kah jawaban dariku?" gerutu Naruto. Lalu Naruto menambahkan "Kalau kau benar-benar ingin tahu itu karena aku tidak pilih-pilih teman kayak kamu weeeek" jawab Naruto sambil menjulurkan lidahnya kekanak-kanakan. Sasuke diam saja.
"Kalau kamu, kenapa masih betah denganku?" tanya Naruto balik. Sasuke berhenti berjalan. Naruto pun bingung.
"Kenapa teme?" tanya Naruto bingung. Sama seperti Naruto tadi, Sasuke pun tidak tahu ingin menjawab apa. Namun Sasuke yang jaim tentu saja tidak mau copas kata-kata Naruto dengan 'aku-tidak-tahu'
"Aku jarang bertemu orang bodoh stadium empat sepertimu. Jadi kau aku ladeni saja biar kau senang dobe"
Urat-urat di dahi Naruto pun muncul "APA MAKSUDMU BERKATA SEPERTI ITU HAH TEME SIALAAAAAAAAAN?!"
...
"Tadaima" Naruto tiba dirumahnya dan langsung disambut oleh ayah dan ibunya.
"Okaeri Naru-chan" balas ibunya, Namikaze Kushina, yang memeluk anak semata wayangnya yang baru pulang sekolah itu.
"Ah ayah kok sudah pulang?" tanya Naruto yang melihat ayahnya yang juga memeluk dirinya yang baru pulang sekolah itu.
"Loh memangnya kenapa kalau aku sudah pulang? Kamu merasa terganggu eh Naru-chan?" tanya sang ayah, Namikaze Minato, yang perwakannya amat sangat mirip dengan Naruto.
"Tentu tidak lah ayah hehehe" balas Naruto kepada ayahnya.
"Naruto cepat ganti bajumu dan makan siang, ada yang ingin ayah dan ibu bicarakan kepadamu" perintah Kushina.
"Ingin bicara apa sih? Kok sepertinya penting sekali" tanya Naruto.
'Ada apa ya? Apa ayah dan ibu menerima panggilan dari sekolah? Ah tidak mungkin kan, selama seminggu ini aku masih baik-baik saja dan tidak pernah membuat masalah pun. Sepertinya aku baru lima kali terlambat datang ke sekolah, dua kali tertidur di jam pelajaran Kakashi-sensei, tiga kali tertidur di jam pelajaran Iruka-sensei, dan tiga kali dapat nilai nol di pelajaran matematika' pikir Naruto. Jadi kau pikir itu semua bukan masalah eh Naruto?
"Sudahlah nanti juga kau akan tahu" balas ayah Naruto.
"Baiklah" Naruto langsung melesat pergi ke kamarnya dan mengganti pakaiannya kemudian.
Di lain tempat, Sasuke juga baru sampai dirumahnya.
"Tadaima" ucap Sasuke sambil masuk kedalam rumahnya.
"Okaeri Sasuke-kun" balas ibunya sambil tersenyum lembut.
"Ibu ayah sudah pulang ya?" tanya Sasuke kepada ibunya, setelah melihat sepatu kerja yang dipakai ayahnya sudah tertata rapi di rak sepatu depan pintu rumahnya.
"Iya, sekarang kau cepat ganti bajumu lalu turun ke ruang keluarga. Ada yang ingin ayah dan ibu bicarakan denganmu" balas ibunya.
"Oh baiklah" Sasuke langsung melesat menuju kamarnya dan mengganti baju.
Sasuke memasuki kamarnya dan mengganti baju. Seperti biasa, dia melakukan ritualnya didepan cermin di dalam kamarnya. Ya, bicara dengan cermin.
"Uh ada apa ya tiba-tiba ayah pulang cepat begitu dan ingin bicara denganku? Apa dia ingin membagikan surat wasiat? Cih seperti mau mati saja. Tidak, mungkin bukan itu lagipula kak Itachi kan belum pulang" ucap Sasuke.
...
"Naruto-chan apa kamu sudah punya pacar?" tanya Minato yang sudah menunggu Naruto sedari tadi.
Naruto yang sedang memakan ramennya pun tersedak mendengar pertanyaan ayahnya. "Uhuk.. kenapa ayah bertanya seperti itu sih?"
"Loh kan ayah hanya ingin tahu Naru-chan, sudahlah kau pasti belum punya pacar ya?" goda Minato
"Memangnya kenapa kalau belum? Ayah ingin mencarikan aku pacar huh?" lanjut Naruto
"Tepatnya mencarikanmu pasangan hidup" lanjut Kushina
"Pasangan hidup? Maksudnya menikah begitu? Aduh pliss deh ayah, ibu, pacar saja aku tidak punya masa aku disuruh menikah" gerutu Naruto.
"Makanya itu karena kamu belum punya pacar, ayah ingin menjodohkanmu dengan teman ayah. Kamu mau ya Naru-chan, ya?" pinta Minato.
"Tapi kan aku masih sekolah dan belum punya kerjaan. Masa iya ayah memberikanku beban seberat itu sih?" lanjut Naruto
"Sudah tenang saja, kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Asal kamu tahu saja ya Naru-chan, pernikahan ini ditujukan untuk membangun perusahaan agar kau bisa hidup makmur dimasa depan. Jadi kau tak perlu takut hidup melarat Naru-chan" jelas Minato
"Ya sudahlah terserah ayah saja" balas Naruto lalu melanjutkan memakan ramennya.
"Nah, besok malam kau akan bertemu dengannya. Kami akan memperkenalkannya padamu Naru-chan" jelas Kushina.
"Iya ibu iya, aku kan sudah bilang terserah kalian saja" jawab Naruto setengah(?) cemberut.
...
"Aku dijodohkan? Masa seorang Sasuke yang tampan dan mempesona dijodohkan sih? Arrrrrgh memangnya ini jaman Siti Nurbaya apa?" gerutu Sasuke dengan lebaynya sambil menjatuhkan dirinya di atas kasur.
Flashback
"Ayah telah berencana untuk membangun Uchiha Corporation menjadi lebih baik dengan bekerja sama dengan Uzumaki Company. Dalam hal ini kau sebagai penerus generasi muda harus ikut andil dalam perencanaan ini Sasuke" tutur Fugaku.
"Aku? Bukankah seharusnya kak Itachi? Dia kan lebih tua dariku" balas Sasuke bingung.
"Memang seharusnya begitu. Tetapi seperti yang kita ketahui bahwa Itachi lebih memilih jalan kedokteran daripada bisnis. Maka dari itu, harapan ayah satu-satunya hanyalah kau. Aku harap kau bisa mengerti Sasuke" jelas Fugaku.
"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Sasuke.
"Yang harus kau lakukan adalah menikah dengan anak dari penerus Uzumaki Company, dengan begitu akan semakin mempererat hubungan diantara perusahaan masing-masing dan tentunya akan semakin memperkokoh perusahaan kita, kau mengerti Sasuke?" jelas Fugaku.
"Tentu aku mengerti. Tapi apakah aku harus menikah semuda ini, Ayah? Aku tak yakin bisa membagi waktu untuk keluargaku nantinya" tanya Sasuke dengan raut wajah yang harap-harap cemas.
"Kau tak perlu khawatir tentang itu. Semuanya pasti akan berjalan baik-baik saja" terang Fugaku seraya tersenyum. Tipis. Ya, tipis sekali. "Jadi apa kau setuju?" tanya Fugaku.
Sasuke terdiam. Sedikit raut kegelisahan tergambar diwajahnya. Lalu kemudian Sasuke mnganggukan kepalanya. "Kapan kau akan memperkenalkannya padaku, Ayah?"
"Besok. Besok malam ayah akan memperkenalkannya padamu"
End Flashback
Sambil berbaring ditempat tidurnya, Sasuke pun memainkan handphone miliknya. Dibukanya situs jejaring sosial Twitter. Dengan segera Sasuke mengetikkan tempat dimana ia biasa membuka twitternya yaitu via Tulis Panjang.
What's happening?
sasukeuchiha: Dilema
RT FAV DEL TR
20.00 via Tulis Panjang
retweeted 234 times
Kib4LupzAkamaRu: wuih bisa dilema juga nih orang RT sasukeuchiha: Dilema
all RT FAV TR
20.01 via Twitter For Belekberi
retweeted once retweeted by Shikamaruuuuu
gaarapanda: kalian twiboy? RT Kib4LupzAkamaRu: wuih bisa dilema juga nih orang RT sasukeuchiha: Dilema
all RT FAV TR
20.02 via web
narunarutoocute: bahahah bener gaar mereka twiboy RT gaarapanda: kalian twiboy? RT Kib4LupzAkamaRu: wuih bisa dilema juga nih orang RT sasukeuchiha: Dilema
all RT FAV TR
20.03 via Twitter For Androithzz
sasukeuchiha: narunarutoocute gaarapanda Kib4LupzAkamaRu apaan? Lo berdua kali twiboy. Dih usern alay banget dasar maniak anjing
all RT FAV DEL TR
20.04 via Tulis Panjang in reply to narunarutoocute
narunarutoocute: sasukeuchiha gaarapanda Kib4LupzAkamaRu enak aja. Udah deh ngaku aja teme. Bener kib, kamu 4l4y ngedhz deh
all RT FAV TR
20.05 via Twitter For Androithzz in reply to sasukeuchiha
Kib4LupzAkamaRu: narunarutoocute sasukeuchiha gaarapanda dasar rambut pantat ayam aja sas. Mendingan aku alay, daripada kamu nar sok imut gitu usernnya hoekz. Ingat alay itu seni!
all RT FAV TR
20.06 via Twitter For Belekberi in reply to narunarutoocute
gaarapanda: Kib4LupzAkamaRu narunarutoocute sasukeuchiha terserah kalian deh ya, aku udahan dulu jamnya udah mau abis dadah
all RT FAV TR
20.07 via web in reply to Kib4LupzAkamaRu
narunarutoocute: gaarapanda Kib4LupzAkamaRu sasukeuchiha seni apaan kib? Wkwkwk. Gaara main diwarnet? Masih jaman apa? Wkwkwk. Daaaah gaara
all RT FAV TR
20.08 via Twitter For Androithzz in reply to gaarapanda
sasukeuchiha: narunarutoocute gaarapanda Kib4LupzAkamaRu mendokusai
all RT FAV DEL TR
20.09 via Tulis Panjang in reply to narunarutoocute
Shikamaruuuuu: woy itu trademark ku. Mendokusai, plagiator! RT sasukeuchiha: narunarutoocute gaarapanda Kib4LupzAkamaRu mendokusai
all RT FAV TR
20.10 via Mendokusai Phone
"Plagiat apaan? Sembarangan aja nih si tukang tidur" gumam Sasuke seraya menutup aplikasi twitternya. Sasuke bangun dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju cermin tempat Sasuke biasa mengekspresikan dirinya yang sesungguhnya, Sasuke yang narsis dan kepedean.
"Duhh, aku jadi bingung sendiri. Gimana nanti kalo aku dijodohin sama orang yang jelek? Nanti bisa-bisa keturunanku jadi jelek juga dan gak cakep sepertiku. Gimana nanti kalo aku dijodohin sama orang yang tonggos? Atau bau mulut? Atau korengan? Iuuuh gak banget deh, jijay" tutur Sasuke penuh ekspresi. Biasanya kan dia datar-datar aja kalo ngomong. Oh iya ini kan didepan cermin didalam kamarnya ya. Hihihi
Terdengar suara ringtone yang berdering di kamar Sasuke. Ringtone handphone Sasuke yang menandakan ada panggilan masuk.
Tring. Tring. Tring. Tring. Tring.
Ringtonenya sederhana ya.
Dilihatnya nomer yang asing bagi Sasuke, ia menaikkan alisnya lalu mengangkat handphonenya. "Halo"
"Hoi Sasuke teme sedang apa kau?" terdengar suara cempreng yang tidak asing lagi bagi Sasuke.
"Darimana kau tahu nomer handphone ku, dobe?" tanya Sasuke.
"Hei kau belum menjawab pertanyaanku tahu malah nanya balik. Aku dapat dari Kiba ehehehe" balas Naruto setengah sebal setengah tertawa.
"Jelas-jelas aku sedang mengangkat telepon darimu. Usuratonkachi. Ada perlu apa, dobe?" balas Sasuke sambil memutar kedua bola matanya.
"Aku kan hanya berbasa-basi. Dasar tuan datar tanpa ekspresi yang tidak bisa berbasa-basi. Aku cuma iseng aja ngabisin bonus nelpon tahu" jawab Naruto kesal.
"Hn" jawab Sasuke seadanya seraya membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk.
"Hn? Maksudnya apaan tuh? Oh iya Sas, kau dilema karena apaan sih? Aku penasaran nih, kasih tau bisa kali" tanya Naruto antusias.
"Bukan apa-apa. Bukan urusanmu" jawab Sasuke datar.
"Singkat sekali. Huh kau menyebalkan" balas Naruto sambil cemberut.
"Kalau aku menyebalkan kenapa kau menelponku?" tanya Sasuke malas tapi sedikit penasaran.
"Err.. Tidak tahu, mungkin karena kau menyebalkan" balas Naruto ngasal. Naruto sejujurnya bingung ingin menjawab apa.
"Alasan yang sungguh amat sangat bodoh sekali orang bodoh" jawab Sasuke penuh sindiran.
"Haish, aku meneleponmu karena aku bosan tahu. Dan aku memilihmu untuk kutelepon karena saat aku bicara denganmu entah mengapa aku merasa senang. Sudah itu saja. Huuuuh" jelas Naruto.
"Eh?" Sasuke terkesiap mendengar pernyataan Naruto barusan. Secara reflek ia mendudukkan dirinya yang tadinya berbaring.
Naruto pun mengerjapkan kedua bola matanya. Ia sendiri tak menyangka akan berbicara seperti itu. Karena terbawa emosi tiba-tiba apa yang ia rasakan ia keluarkan begitu saja karena tidak ingin dibilang bodoh lagi oleh Sasuke.
"Emm anu, kurasa aku sudah ngantuk. Errr sudah ya. Daaah... tuut...tuuut...tuuut" Naruto yang bingung pun memutuskan sambungannya. Sedangkan Sasuke yang masih duduk terbengong-bengong dikasurnya masih berusaha mencerna perkataan Naruto tadi.
'Ia bilang ia senang berbicara denganku? Apa-apaan itu tadi? Biasanya juga dia selalu mengeluh saat berbicara denganku, apakah itu sebuah pengakuan? Bahwa dia mulai menerimaku sebagai temannya? Atau apakah dia menyukaiku. Ah tidak. Itu semua tidak mungkin. Tapi bagaimana kalau aku benar?'
TBC
Special Thanks to
mega Chubie93 BaekkiePearl, Uzumaki Scout 36, Rannada Youichi, males-log in, SasuNaru foreverlasting, Guest, Dee chan - tik , Akatsuki Noah, Wanda aka Fanta
A/N
Yaaaa. Saya kembali. Untunglah saya mendapat respon yang baik dari para readers. Terima kasih semuanya. Sebagai author amatir, tentunya saya masih banyak kekurangan. Maka dari itu saya mohon kepada para pembaca ikut berpartisipasi untuk memberikan saran dan kritik yang membangun untuk saya. Terima kasih.
Review?
